Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

The Role of Islamic Religious Education in Shaping Legal Awareness among Muslim Communities: An Analysis from the Perspectives of Islamic Law and Indonesian Positive Law Azmi, Muhammad Faisal; Iqbal, Muhammad; Zulfiani, Zulfiani; Khadafi, Andi; Rusli, Rusli
Locus Journal of Academic Literature Review Vol 4 No 9 (2025): December
Publisher : LOCUS MEDIA PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56128/ljoalr.v4i9.799

Abstract

This study explores the strategic role of Islamic Religious Education (Pendidikan Agama Islam/PAI) in shaping legal awareness among Muslim communities in Indonesia, a nation where Islamic legal norms coexist with a comprehensive system of positive law. Legal awareness is a fundamental element in sustaining social order, strengthening obedience to law, and promoting harmony between religious obligations and national legal frameworks. Adopting a qualitative, literature-based research design, this study employs a normative legal approach supported by secondary data drawn from classical and contemporary Islamic legal sources, statutory regulations, and relevant academic literature. The analysis yields three significant findings. First, a noticeable gap remains between the normative ideals embedded in PAI curricula and the actual legal behavior exhibited within Muslim communities. Second, the internalization of legal principles is often constrained by cultural patterns, social habits, and structural limitations that dilute the pedagogical impact of PAI. Third, the effectiveness of PAI in fostering legal consciousness can be strengthened through integrated juridical, educational, and socio-cultural strategies that align Islamic values with the objectives of Indonesian positive law. Overall, this study highlights the transformative potential of PAI as a bridging instrument that harmonizes Islamic legal ethics with state law, thereby contributing to a more legally aware and socially responsible Muslim society.
Analisis Historis Perbedaan Hari Proklamasi dan Kelahiran Undang-Undang Dasar 1945 Wiratmadinata, Wiratmadinata; Saputra, Jummaidi; Iqbal, Muhammad
Locus Journal of Academic Literature Review Vol 5 No 2 (2026): February
Publisher : LOCUS MEDIA PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56128/ljoalr.v5i2.860

Abstract

Artikel ini menganalisis perbedaan historis dan konseptual antara Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 dan pengesahan Undang-Undang Dasar 1945 pada tanggal 18 Agustus 1945 dalam perspektif hukum tata negara. Permasalahan utama yang dikaji adalah kecenderungan penyamaan makna Proklamasi sebagai satu-satunya momen kelahiran negara, tanpa membedakan antara konsep bangsa dan negara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan historis terbatas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Proklamasi 17 Agustus 1945 merupakan pernyataan kelahiran bangsa Indonesia sebagai entitas politik yang merdeka, namun belum membentuk negara dalam pengertian yuridis-konstitusional. Negara Indonesia secara normatif baru lahir setelah pengesahan UUD 1945, yang berfungsi sebagai hukum dasar, akta kelahiran negara, dan modus vivendi bangsa Indonesia. Dengan demikian, perbedaan hari antara Proklamasi dan pengesahan UUD 1945 mencerminkan tahapan logis dalam proses transformasi bangsa menjadi negara. Temuan ini menegaskan pentingnya pemahaman yang tepat mengenai kedudukan Proklamasi dan konstitusi dalam sistem ketatanegaraan Indonesia, serta berkontribusi pada penguatan kesadaran konstitusional dalam negara hukum.