Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Hubungan fitur media digital dengan kepuasan mahasiswa dalam mengakses informasi program mobilitas internasional ITB Syifa Fauziah Musyafa; Agus Rahmat; Efi Fadilah
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um022v9i12026p79-86

Abstract

The relationship between digital media features and student satisfaction in accessing information on ITB’s international mobility program This study intends to analyze the relationship between digital media features and students’ satisfaction in accessing information about international mobility programs at Institut Teknologi Bandung. This research is grounded in Uses and Gratifications 2.0, particularly in the MAIN model in which it explains that digital media affordances involving modality, agency, interactivity, and navigability plays a role as sources of user gratification in new media environments. A quantitative approach was applied using a survey method involving ITB students who had accessed information about international mobility programs through IRO ITB digital platforms. Data were collected using a Likert-scale questionnaire and analyzed through descriptive statistics. The findings indicate that digital media features are associated with students’ satisfaction in accessing institutional mobility information. More specifically, the findings suggest that clear information presentation, user control, interactive features, and ease of navigation are important aspects in enhancing students’ satisfaction with digital information services. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara fitur media digital dan kepuasan mahasiswa dalam mengakses informasi mengenai program mobilitas internasional di Institut Teknologi Bandung. Penelitian ini berlandaskan pada Uses and Gratifications 2.0, khususnya MAIN Model, yang menjelaskan bahwa affordances media digital yang meliputi modality, agency, interactivity, dan navigability berperan sebagai sumber gratifikasi pengguna dalam lingkungan media baru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang melibatkan mahasiswa ITB yang pernah mengakses informasi mengenai program mobilitas internasional melalui platform digital IRO ITB. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berbasis skala Likert dan dianalisis melalui statistik deskriptif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa fitur media digital berhubungan dengan kepuasan mahasiswa dalam mengakses informasi mobilitas institusional. Secara lebih spesifik, temuan penelitian menunjukkan bahwa kejelasan penyajian informasi, kendali pengguna, fitur interaktif, dan kemudahan navigasi merupakan aspek penting dalam meningkatkan kepuasan mahasiswa terhadap layanan informasi digital.
Studi Bibliometrik Penelitian tentang Masyarakat Adat dalam Database Scopus 2015-2024: Menggunakan VOSviewer dan Publish or Perish (PoP) Mariani Mariani; Dadang Rahmat Hidayat; Agus Rahmat
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 14 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v14i2.91015

Abstract

Selama sepuluh tahun terakhir, telah terjadi peningkatan yang signifikan dalam penelitian tentang masyarakat adat. Berbagai bidang ilmu semakin memperhatikan masalah keberlanjutan hidup, hak-hak masyarakat adat, dan pelestarian budaya mereka. Tujuan dari artikel ini adalah untuk memeriksa perkembangan penelitian terkait masyarakat adat dari 2015 hingga 2024 dengan menggunakan pendekatan bibliometrik dan database Scopus. Sampel penelitian terdiri dari 1,906 artikel penelitian yang diterbitkan antara tahun 2015 dan 2024 dan terindeks di Scopus. Hasil analisis menunjukkan bahwa artikel ilmiah tentang masyarakat adat telah meningkat pesat, dengan artikel membentuk jenis dokumen yang paling banyak diindeks (73,5%). Dengan 37 publikasi, penulis Kanada adalah kontributor terbesar. Peningkatan yang signifikan dalam jumlah publikasi ini menunjukkan kesadaran yang meningkat terhadap masalah yang dihadapi masyarakat adat di seluruh dunia. Fokus penelitian saat ini adalah perubahan iklim, pengelolaan sumber daya alam, dan hak-hak masyarakat adat, dengan fokus pada kesehatan, sosial, dan budaya. Jumlah publikasi yang terus meningkat menunjukkan bahwa penelitian tambahan tentang masyarakat adat sangat penting, terutama dalam hal kesehatan mental, kebijakan publik, dan penanganan marginalisasi. Penyakit genetika dan dampak perubahan iklim terhadap masyarakat adat adalah contoh topik yang kurang dibahas, meskipun banyak penelitian telah dilakukan. Untuk menciptakan kebijakan yang lebih baik di masa depan, penelitian yang lebih menyeluruh, yang melibatkan kebijakan pemerintah dan perlindungan hak-hak masyarakat adat, masih sangat diperlukan. Ke depan, untuk meningkatkan kualitas penelitian tentang masyarakat adat, kolaborasi internasional, terutama dengan negara-negara yang mendominasi publikasi seperti Kanada dan Amerika Serikat, harus diperkuat.
EVALUATION OF THE WORK FLOW OF GOVERNMENT PUBLIC RELATIONS MONITORING MEDIA IN THE MANAGEMENT OF ENVIRONMENTAL ISSUES AT THE REGIONAL LEVEL Carolline Sekar Karunia Putri; Diah Fatma Sjoraida; Agus Rahmat
Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol. 11 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Yayasan Azam Kemajuan Rantau Anak Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to evaluate the alignment of the media monitoring workflow at the Protocol and Leadership Communication Section (Prokopim) of the Bandung City Regional Secretariat with national standards in managing the issue of waste accumulation. The research method employed is descriptive qualitative with a post-positivism approach, utilizing data collection techniques such as participatory observation and structured interviews with the issue analysis team. The findings indicate that Prokopim has successfully implemented media monitoring as a strategic communication management and early warning instrument to mitigate leadership reputation crises. However, an in-depth analysis reveals significant methodological gaps compared to the Media Monitoring Guidelines for Government Public Relations Activities. These gaps include the absence of standardized operational parameters—such as defined keywords, units of analysis, and coding protocols—leaving data screening heavily reliant on manual processes and personnel subjectivity. Furthermore, cross-sectoral coordination under the "one voice policy" with technical regional apparatuses remains suboptimal, hindering the direct conversion of report recommendations into field solutions. This study concludes that standardizing analysis parameters, adopting artificial intelligence (AI) tools, and integrating crosssectoral responses are critical keys for local government public relations to manage public issues objectively and accurately.