Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

DISTRIBUSI KAWASAN MANGROVE DI PULAU POTO KABUPATEN BINTAN MELALUI PENGINDERAAN JAUH Mochamad Candra Wirawan Arief; Iwang Gumilar; Zahidah; Heti Herawati; Perdana Putra Kelana; Sri Een Hartatik
Bioma Vol. 19 No. 2 (2023): Bioma
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Bioma19(2).4

Abstract

Mangrove is a unique vegetation type growing along the coastline and estuarine in tropical and subtropical countries. Mangroves in Indonesia are distributed in all major islands and small islands from Aceh on westside stretched to Papua on the east. This study is to monitor the mangrove area in Poto island a small island part of Kabupaten Bintan, Province of Riau Kepulauan. The difference in spatial resolution of remote sensing data Sentinel 2A and Pleiades were used to classify the land use including the mangrove area. The supervised classification by maximum likelihood classification showed the high-resolution image using Pleiades has higher accuracy for mangroves 81.99% and overall accuracy 90% (kappa 0.86) compared to Sentinel 2A for mangrove 72,34% and overall accuracy 80% (kappa 0.73). The mangrove area approximately 257 ha is strip-lining along the coastline with the largest mangrove area located on the southside of the island. Further research is to identify the mangroves’ formation and the serial condition of mangroves on the different times.
Teknik Budidaya Pakan Alami untuk Mendukung Budidaya Perikanan dan Ketahanan Pangan di Desa Sukamenak, Kecamatan Darmaraja Herawati, Heti; Zahidah, Zahidah; Arief, Candra Wirawan
Farmers : Journal of Community Services Vol 7, No 1 (2026): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v7i1.67182

Abstract

Desa Sukamenak di Kecamatan Darmaraja , Kabupaten Sumedang, merupakan salah satu desa yang terdampak oleh pembangunan Waduk Jatigede. Masyarakat yang berada di wilayah des a ini diharuskan untuk mengubah mata pencaharian dari sektor pertanian ke sektor perikanan akibat perubahan landscape di wilayah sekitar akibat penggenangan waduk. Perubahan rona lingkungan ini berdampak tidak hanya pada kondisi sosial dan budaya masyarakat sekitar, tetapi juga mempengaruhi aktivitas ekonomi di wilayah terdampak. Budidaya perikanan air tawar merupakan salah satu kegiatan yang bisa dilakukan oleh masyarakat di Desa Darmaraja untuk memenuhi kebutuhan pangan lokal sekaligus membangun perekonomian wilayah. Namun, terdapat beberapa kendala dalam pengoperasian kegiatan ini, salah satunya adalah dari ketersediaan pakan. Pakan komersil untuk kegiatan budidaya ikan tergolong mahal dan beberapa dapat mencemarilingkungan waduk dan sekitarnya karena dapat menghasilkan residu pakan. Sebagai alternatif, pakan alami baik yang berasal dari hewan maupun tumbuhan dapat menjadi solusi dari permasalahan ini. Oleh karena itu, penyuluhan mengenai budidaya pakan alami ini penting untuk dilakukan demi mendukung terwujudnya ketahanan pangan di wilayah Desa Sukamenak. Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan oleh Departemen Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Padjadjaran. 
Pendugaan Stok Karbon Pada Kawasan Rehabilitasi Mangrove, Karangsong Indramayu Azma'ul Fathan Al Haq Gunawan; Rita Rostika; Iskandar Iskandar; Mochamad Candra Wirawan Arief
Journal of Marine Research Vol 14, No 3 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i3.47655

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kontribusi rehabilitasi mangrove terhadap peningkatan stok karbon di Kawasan Ekowisata Mangrove Karangsong, Kabupaten Indramayu. Rehabilitasi mangrove dianggap penting dalam usaha mitigasi perubahan iklim karena kemampuannya dalam menyerap karbon dioksida dari atmosfer. Tujuan penelitian ini mengetahui potensi stok karbon yang dihasilkan dari proses rehabilitasi mangrove dikawasan ini. Penelitian menggunakan metode survey dengan plot penelitian berukuran 10x10 m secara stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rehabilitasi mangrove secara signifikan meningkatkan stok karbon di area tersebut. Stasiun 1 mencatat stok karbon tertinggi dengan total 303,53 ton/ha, sementara Stasiun 3 memiliki stok karbon terendah dengan 138,96 ton/ha. Hasil ini menegaskan bahwa rehabilitasi mangrove tidak hanya berperan dalam konservasi ekosistem, tetapi juga sebagai strategi mitigasi perubahan iklim yang efektif melalui peningkatan penyerapan karbon. 
Assessment of water quality based on biological indices of macrobenthos: a river under pressure from tourism activities Asep Sahidin; Zahidah Zahidah; Herman Hamdani; Heti Herawati; Mochamad Candra Wirawan Arief; M. Suhaemi Syawal; Aiman Ibrahim; Roni Sewiko; Chitra Octavina
Depik Vol 10, No 3 (2021): December 2021
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.10.3.22838

Abstract

Cijulang River is one of the leading ecotourism objects in Pangandaran, West Java Province, Indonesia. However, the river has a variety of activities that can increase the water pollution in the river such as Green Canyon cliffs tourism, ecotourism of mangrove conservation, housing, and industrial siting. Macrobenthos is one of the bio-indicators that can assess the rate of water pollution in rivers, especially their organic pollutants. Therefore, this research aims to determine water pollution status in Cijulang River Tourism by comparing various biotic indices. The study was conducted at four site sampling locations from upstream to downstream in the rainy season period and dry season period using different methods namely, line transect model, water quality assessment by biological indexing (diversity, species dominant, and family biotic), species deficit, and organic measurement. The research showed 5873 macrobenthos and divided into 27 species with an average abundance of 167 ind.m-2 and are mainly dominated by gastropod species Faunus ater (40%). They are extreme species that can live in high organic pollution and water salinity. This divided the research of quality water assessment of Cijulang River into three categories as follows: slightly polluted (score 36-46) at Green Canyon site, moderately polluted (score 50-60) at Boat Shelter and Muara Cijulang location, and highly polluted (score 66) at Nusawiru site.Keywords:RiverBio-indicatorOrganicAquatic pollution
Sebaran Makroplastik di Kawasan Ekowisata Mangrove Karangsong Indramayu Jawa Barat Rahma Wijdanisa; Mochamad Candra Wirawan Arief; Isni Nurruhwati; Mochamad Rudyansyah Ismail
Buletin Oseanografi Marina Vol 14, No 1 (2025): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v14i1.67297

Abstract

Sampah plastik banyak dijumpai di berbagai wilayah pesisir, terbawa oleh gelombang arus dan pasang surut, serta kontribusi aktivitas daratan melalui sungai yang bermuara di laut. Ekosistem pesisir yang saat ini mengalami dampak peningkatan sampah plastik antara lain terumbu karang, padang lamun, pantai dan ekosistem mangrove. Ekosistem mangrove menjadi wilayah dengan ancaman akumulasi sampah makroplastik dengan jumlah sangat banyak dari berbagai aktivitas. Kawasan mangrove Karangsong di Kabupaten Indramayu merupakan ekosistem mangrove yang memiliki fungsi dan dikelola sebagai kawasan ekowisata. Riset ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis dan kepadatan makroplastik di kawasan ekowisata Mangrove Karangsong. Penelitian menggunakan metode survei dengan plot transek 10 x 10 m2 secara stratified random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan makroplastik terbanyak merupakan jenis Polyethylene Terephthalate (PETE) sebesar 33,47% dengan kepadatan 5,43 potong/m2, sementara makroplastik paling sedikit dijumpai pada jenis Polyvinyl Chloride (PVC) sebesar 0,15% dengan kepadatan 0,01 potong/m2. Sebaran sampah makroplastik yang ditemukan umumnya terkumpul tersangkut pada sistem perakaran mangrove dan tertutup substrat sedimen. Jenis makroplastik yang ditemukan, mengindikasikan pentingnya pengelolaan sampah di kawasan ekowisata maupun dari sumber utama penghasil.