Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Inventarisasi dan Kondisi Vegetasi Mangrove di Muara Sungai Cipalawah Cagar Alam Leuweung Sancang, Kabupaten Garut Surahmat, Reanita Juhaeriah; Chuzaimah, Syakirah; Jelita, Rikha; Nugraha, R. Raffly Yogaswara; Putra, Daffa Manggala; Wirawan Arief, Mochamad Candra; Hartatik, Sri Een
Akuatika Indonesia Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Akuatika Indonesia (JAkI)
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan Universitas Padjadjaran, Grha. Kandaga (P

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jaki.v8i2.45059

Abstract

Cagar Alam Leuweung Sancang (CALS) adalah kawasan konservasi yang memperoleh tekanan lingkungan dari beberapa sungai, terutama Sungai Cipalawah. Sebagai kawasan konservasi informasi mengenai sebaran, kerapatan, dan kondisi vegetasi mangrove di CALS masih jarang ditemukan. Riset dilaksanakan pada tanggal 1-3 Juli 2022 di muara Sungai Cipalawah CALS untuk mengetahui sebaran, kerapatan dan kondisi vegetasi mangrove dengan menggunakan metode Transect Line Plot (TLP). Stasiun pengambilan data ditentukan berdasarkan perbedaan karakteristik lokasi. Berdasarkan hasil riset, ditemukan 10 spesies mangrove dengan spesies yang paling berpengaruh pada stasiun 1 adalah Sonneratia caseolaris dengan INP sebesar 202.16%, stasiun 2 adalah Bruguiera parviflora dengan INP sebesar 213.25%, dan stasiun 3 adalah Sonneratia alba dengan INP sebesar 225.67%. Kondisi vegetasi mangrove di muara Sungai Cipalawah CALS dikategorikan dalam kondisi rusak dan jarang ditumbuhi vegetasi dengan nilai kerapatan sebesar 366.67 ind/ha – 666.67 ind/ha, sedangkan nilai Indeks Keanekaragaman (H’) berkisar diantar 0.43 – 0.99 termasuk kategori rendah.
Daya Dukung dan Nilai Ekonomi Kawasan Ekowisata di Kabupaten Pangandaran Herawati, Heti; Angellica, Maria Stevanie; Apriliani, Izza Mahdiana; Wirawan Arief, Mochamad Candra
Akuatika Indonesia Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Akuatika Indonesia (JAkI)
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan Universitas Padjadjaran, Grha. Kandaga (P

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jaki.v8i2.44881

Abstract

Daya dukung merupakan jumlah maksimum manusia yang dapat ditampung oleh suatu tempat pada saat yang sama tanpa menyebabkan kerusakan fisik, ekonomi atau sosial budaya, dan hal yang menyebabkan berkurangnya kualitas kepuasan pengunjung. Upaya penghitungan daya dukung salah satunya agar tidak terjadi kerusakan pada kawasan wisata yang diakibatkan oleh kelebihan jumlah pengunjung. Nilai ekonomi merupakan nilai yang diberikan bagi suatu kawasan wisata. Penghitungan nilai ekonomi dilakukan untuk mengetahui berapa biaya yang dapat dihasilkan dan digunakan untuk melakukan pengelolaan pada kawasan wisata. Riset ini bertujuan untuk menganalisis daya dukung dan nilai ekonomi pada Kawasan Ekowisata Mangrove yang berada di Kabupaten Pangandaran yaitu Kawasan Ekowisata Mangrove Bojong Salawe, Nusawiru, dan Batu Karas. Metode yang digunakan adalah metode survei yang disebarkan secara online melalui google form kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder dengan total responden sebanyak 108 responden. Hasil riset ini menunjukkan bahwa Kawasan Ekowisata Mangrove di Kabupaten Pangandaran belum melebihi kapasitas daya dukung pada masing-masing kawasan. Kawasan dengan daya dukung tertinggi adalah Kawasan Ekowisata Mangrove Batu Karas sebanyak 67 pengunjung per hari, sedangkan kawasan dengan daya dukung terendah adalah Kawasan Ekowisata Mangrove Nusawiru sebanyak 20 pengunjung per hari. Kawasan yang memiliki nilai ekonomi tertinggi adalah Kawasan Ekowisata Mangrove Batu Karas dengan nilai ekonomi sebesar Rp 2.566.110.000 per tahun, sedangkan kawasan yang memiliki nilai ekonomi terendah adalah Kawasan Ekowisata Bojong Salawe dengan nilai ekonomi sebesar Rp 237.857.000 per tahun.
Sebaran Makroplastik di Kawasan Ekowisata Mangrove Karangsong Indramayu Jawa Barat Wijdanisa, Rahma; Arief, Mochamad Candra Wirawan; Nurruhwati, Isni; Ismail, Mochamad Rudyansyah
Buletin Oseanografi Marina Vol 14, No 1 (2025): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v14i1.67297

Abstract

Sampah plastik banyak dijumpai di berbagai wilayah pesisir, terbawa oleh gelombang arus dan pasang surut, serta kontribusi aktivitas daratan melalui sungai yang bermuara di laut. Ekosistem pesisir yang saat ini mengalami dampak peningkatan sampah plastik antara lain terumbu karang, padang lamun, pantai dan ekosistem mangrove. Ekosistem mangrove menjadi wilayah dengan ancaman akumulasi sampah makroplastik dengan jumlah sangat banyak dari berbagai aktivitas. Kawasan mangrove Karangsong di Kabupaten Indramayu merupakan ekosistem mangrove yang memiliki fungsi dan dikelola sebagai kawasan ekowisata. Riset ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis dan kepadatan makroplastik di kawasan ekowisata Mangrove Karangsong. Penelitian menggunakan metode survei dengan plot transek 10 x 10 m2 secara stratified random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan makroplastik terbanyak merupakan jenis Polyethylene Terephthalate (PETE) sebesar 33,47% dengan kepadatan 5,43 potong/m2, sementara makroplastik paling sedikit dijumpai pada jenis Polyvinyl Chloride (PVC) sebesar 0,15% dengan kepadatan 0,01 potong/m2. Sebaran sampah makroplastik yang ditemukan umumnya terkumpul tersangkut pada sistem perakaran mangrove dan tertutup substrat sedimen. Jenis makroplastik yang ditemukan, mengindikasikan pentingnya pengelolaan sampah di kawasan ekowisata maupun dari sumber utama penghasil. 
Inventory of Slums with Remote Sensing Methodology as A Step to Educate A Sustainable City (Case Study of Mapping Slums in The City of Bandung) Sijabat, Krisna Ramita; Dharmawan, Irwan Ary; Arief, Mochamad Candra Wirawan
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 5 No. 5 (2025): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v5i5.51177

Abstract

Urban slums remain a significant challenge in Indonesia, exacerbated by rapid population growth and inadequate local government intervention. Remote sensing technologies offer high accuracy in mapping these areas, yet a lack of community engagement and knowledge hinders their effective application. This study aims to explore the integration of remote sensing applications with community engagement strategies to enhance urban planning and development in densely populated slum areas. The research employs case studies across various urban areas in Indonesia, complemented by participatory workshops with community members and local officials to gather insights and develop a participatory framework. The study identifies barriers to stakeholder engagement and highlights the potential of combining remote sensing data with local knowledge to create actionable urban development plans. The findings contribute to sustainable urban development discourse by providing guidelines for local governments on leveraging remote sensing data while actively involving communities, ultimately improving urban planning outcomes in Indonesia.
Luasan dan Distribusi Eceng Gondok Secara Spasio-Temporal di Waduk Saguling, Jawa Barat Chuzaimah, Syakirah; Arief, Mochammad Candra Wirawan; Maulina, Ine; Sahidin, Asep
Akuatika Indonesia Vol 10, No 1 (2025): Jurnal Akuatika Indonesia (JAkI)
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan Universitas Padjadjaran, Grha. Kandaga (P

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jaki.v10i1.57350

Abstract

Sungai Citarum adalah salah satu perairan darat yang harus dikelola oleh Privinsi Jawa Barat. Sungai tersebut mengaliri tiga waduk, salah satunya Waduk Saguling yang terletak di Kabupaten Bandung Barat. Waduk tersebut berfungsi sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), area budidaya, jalur transportasi. Penurunan kondisi perairan seperti terjadinya eutrofikasi dapat menimbulkan pertumbuhan eceng gondok. Pemantauan langsung secara berkala dibutuhkan tetapi memerlukan biaya dan waktu yang relatif banyak. Maka dari itu diperlukan metode pemantauan yang lebih efisien. Riset ini bertujuan untuk menghitung luasan area yang distribusi eceng gondok di Waduk Saguling dari tahun 2019 sampai tahun 2023. Riset ini menggunakan citra Sentinel-2 dan NDVI dari Snetinel EO Browser pada tahun 2019 sampai 2023 dengan tiga citra per tahun untuk mewakili musim berbeda. Citra satelit diproses dengan klasifikasi tidak terbimbing untuk memperoleh luasan eceng gondok. Uji akurasi dilakukan dengan menempatkan assesment points secara acak pada citra NDVI dan membandingkannya dengan citra yang memiliki resolusi lebih tinggi dari PlanetScope natural colors. Hasil menunjukkan bahwa luasan eceng gondok di tahun 2019 berkisar antara 242,98 sampai 953,55 hektar, tahun 2020 dari 766,21 sampai 1165,12 hektar, tahun 2021 dari 265,55 sampai 1008,77 hektar, tahun 2022 dari 316,21 sampai 407,33 hektar, dan pada tahun 2023 dari 271,29 sampai 1102,6 hektar.  Distribusi eceng gondok umumnya ditemukan di area budidaya dan/atau dekat dengan aktivitas manusia. Sementara yang paling sedikit hingga tidak ada sama sekali berada di area bendungan. Luasan eceng gondok di Waduk Saguling cenderung fluktuatif dengan kenaikan pada musim penghujan. Distribusi dan luasan yang dihasilkan klasifikasi dipengaruhi masukan nutrien dari keramba jaring apung ataupun runoff dan juga gangguan pada sensor satelit yang membatasi kemampuan klasifikasi.
ESTIMATION OF CARBON STORAGE POTENTIAL IN THE MANGROVE FOREST REHABILITATION AREA IN SEBELE VILLAGE, RIAU ISLANDS Lestari, Indri; Arief, Mochamad Candra Wirawan; Mulyani, Yeni; Ismail, Mochamad Rudyansyah; Widyasthana, Ferdiansyah Naufal
Jurnal Perikanan Unram Vol 15 No 4 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i4.1707

Abstract

Global warming is a phenomenon of increasing the average temperature of the earth's surface. Carbon can be stored in various forms in ecosystems, one of which is the concept of blue carbon. This research aims to analyze the condition of the mangrove ecosystem and the potential for carbon storage in the mangrove forest rehabilitation area in Sebele Village, Karimun Regency, Riau Islands. This research was conducted from October 2024 to July 2025 in the mangrove forest rehabilitation area of Sebele Village, Riau Islands Province. The method used in this research is the survey method. Standing biomass data was obtained using allometric equations. The research results show that the level of tree density in the mangrove forest rehabilitation area of Sebele Village is in the Sparse category. At the tree level, it is dominated by the Xylocarpus granatum species, while at the sapling level it is dominated by the Rhizophora mucronataspecies. The highest carbon storage value is found in the Avicennia marina species with a carbon storage value of 14.44 tons/ha. And the potential carbon storage from the calculation results obtained a carbon storage value of 61.43 tons/ha. The carbon storage value is directly proportional to the standing biomass. The greater the standing biomass, the greater the carbon stored.
Pemahaman Masyarakat Terhadap Konservasi Ikan Dewa di Desa Darma, Kabupaten Kuningan Fortuna, Friyona Dewi; Gumilar, Iwang; Sahidin, Asep; Arief, Mochamad Candra Wirawan
Farmers: Journal of Community Services Vol 6, No 2 (2025): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kearifan lokal merupakan faktor penting dalam menjaga keberlangsungan ekosistem. Masyarakat memiliki peran utama dalam upaya konservasi berbasis nilai-nilai kearifan lokal yang meliputi pengetahuan dan kepercayaan lokal yang diturunkan turun-temurun secara lisan. Pengetahuan dan kepercayaan lokal masyarakat berpotensi luput dari masyarakat seiring berjalannya waktu karena semakin berkembangnya zaman masyarakat mulai menghiraukan hal-hal yang berbau mistis. Maka studi ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pendidikan dan usia terhadap pengetahuan dan kepercayaan lokal masyarakat terhadap ikan dewa. Hasil studi menunjukan tingkat pendidikan dan usia masyarakat tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pengetahuan masyarakat. Namun tingkat kepercayaan masyarakat pada tingkat pendidikan sarjana menunjukan persentase terendah (75%) sedangkan berdasarkan kelompok usia seluruhnya memiliki persentase yang sama (100%). Berdasarkan hasil studi, perlu dilakukan penyuluhan khususnya mengenai pemahaman masyarakat terkait ikan dewa dan habitatnya untuk mengiringi kepercayaan terhadap mitos yang melekat pada masyarakat.
Penambahan Tepung Ikan Cakalang Sebagai Sumber Protein Pada Tingkat Kesukaan Tortilla Chips Firdaus, Nur Aini Azhar; Rostini, Iis; Arief, R. Mochamad Candra Wirawan; Pratama, Rusky Intan
Jurnal Perikanan Unram Vol 15 No 4 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i4.1638

Abstract

Innovations to increase protein content in tortilla chips can be achieved by adding skipjack tuna flour. This study aims to analyze the percentage of skipjack tuna flour addition in the production of tortilla chips that are most preferred by panelists and to analyze the proximate composition of the most preferred tortilla chips. This study was conducted at the Fisheries Product Processing Laboratory, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, University of Padjadjaran, and the Laboratory of PT Saraswanti Indo Genetech in February 2025. The research method used was experimental with 4 treatments and 25 semi-trained panelists as replicates. The treatments involved adding skipjack tuna flour to tortilla chips at levels of 0%, 7.5%, 10%, and 12.5%. The parameters observed were organoleptic characteristics (appearance, aroma, texture, taste) and chemical characteristics (protein content, ash content, fat content, moisture content, and carbohydrate content). The data obtained will be analyzed using the Friedman test and Bayes' equation. The study concluded that the addition of 12.5% skipjack tuna flour was the most preferred treatment, with an average score of 6.28 for appearance, 7.64 for aroma, 8.04 for texture, and 8.84 for taste. The alternative value for the treatment with 12.5% skipjack tuna flour addition was 8.21. The proximate analysis results of the most preferred tortilla chip treatment showed a protein content of 7.56%, ash content of 1.82%, fat content of 20.67%, moisture content of 4.35%, and carbohydrate content of 65.60%.
Cadmium (Cd) Contamination Status in Cisanti Lake (West Java, Indonesia) Analysis on Water, Sediment, and Bioaccumulation in Invasive Mussels Sinanodonta pacifica (Heude, 1878) Manuel, David Reivaldo; Sahidin, Asep; Hasan, Zahidah; Herawati, Heti; Baihaqi, Faqih; Arief, Mochamad Candra Wirawan
HAYATI Journal of Biosciences Vol. 32 No. 6 (2025): November 2025
Publisher : Bogor Agricultural University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4308/hjb.32.6.1476-1484

Abstract

Cisanti Lake, the strategic zero point of the Citarum River, faces the threat of cadmium (Cd) pollution from surrounding agricultural activities. Conducted during the dry season of 2024, this pioneering study assesses the Cd pollution status using a multicompartment approach (water, sediment, and bioindicator organism Sinanodonta pacifica, Heude 1878). Samples from the three stations were analyzed using Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). The concentration of Cd in water was very low (0.0012–0.0030 mg/L), but it accumulated significantly in sediment (0.37–0.65 mg/kg) and mussel tissue (0.20–0.30 mg/kg). Although the concentration in water and biota was below quality standards, ecological risk analysis revealed that the sediment has moderate contamination (Contamination Factor: 1.25–2.15) and acts as a long-term pollutant sink. S. pacifica proved effective in accumulating Cd from the water column, demonstrated by a high Bioconcentration Factor from water to biota (BCF b-w >75), making it a reliable bioindicator of Cd pollution. This study provides crucial baseline data on environmental management in the upstream Citarum and establishes sediment monitoring as a vital early warning tool for future pollution risks.
Post-Rehabilitation Dynamics of Mangrove Vegetation in Tarakan, North Kalimantan Wiharyanto, Dhimas; Ilman, Muhamad; Salim, Gazali; Hidayat, Wahyu; Ransangan, Julian; Arief, Mochamad Candra Wirawan; Zahidah, Zahidah; Rahman, Abdur; Mujiyanto, Mujiyanto
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 30, No 3 (2025): Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ik.ijms.30.3.345-358

Abstract

This research examined the post-rehabilitation dynamics of the mangrove ecosystem in the Mangrove and Crab Conservation Area, Tarakan, North Kalimantan, four years after the launch of a community-based restoration program in 2019. The objectives were to evaluate species composition, vegetation structure, and the survival of mangrove seedlings within rehabilitated plots. The sampling was done on purpose in areas that show the main ecological features of the site. This study found five types of mangrove trees: Avicennia alba, Rhizophora mucronata, Avicennia marina, Sonneratia alba, and Xylocarpus granatum. It is fewer than the ten species that were there in the past. Among these, Avicennia alba consistently dominated both the mature and seedling stages, recording the highest relative density (72.56%), frequency (42.86%), and canopy cover (78.08%). Its naturally regenerating seedlings reached a survival rate of 52%, substantially higher than the 17% recorded for planted Rhizophora mucronata. The Avicennia alba is particularly well adapted to the prevailing site conditions, mainly owing to its tolerance of sediment disturbance and variable salinity. This outcome highlights the importance of Assisted Natural Regeneration (ANR) that employs locally adapted species, offering a more practical, cost-effective, and sustainable approach than conventional planting methods. Although there have been some improvements, the decrease in species numbers shows the ecosystem is still in the early stages of recovery. To make sure it stays healthy and strong for the future, it is important to keep the water flowing properly, reduce human impact, and keep up with regular checks and monitoring.
Co-Authors Abdur Rahman Agus Indarjo Aiman Ibrahim Akemi Itaya Amrulloh, Humam Shidiq` Angellica, Maria Stevanie Arifin, Intan Khairunissa Asep Sahidin Asep Sahidin Azma'ul Fathan Al Haq Gunawan Chitra Octavina Chuzaimah, Syakirah Dhimas Wiharyanto Faddilah, Thallita Nasywa Faqih Baihaqi Firdaus, Nur Aini Azhar Fitri Awaliyah Fitriani Fortuna, Friyona Dewi Gazali Salim Hartatik, Sri Een Herman Hamdani Heti Herawati Heti Herawati Heti Herawati Heti Herawati heti herawati Heti Herawati Iis Rostini Ilman, Muhamad Ine Maulina Iranda, Rama Irwan Ary Dharmawan Iskandar Iskandar Iskandar Iskandar Isni Nurruhwati Iwang Gumilar Izza Mahdiana Apriliani Jelita, Rikha Lantun Paradhita Dewanti Lestari, Indri Lutfianti Mutmainah, Annisa M. Suhaemi Syawal Manuel, David Reivaldo Masayu Rahmia Anwar Putri, Masayu Rahmia Anwar Melati Taufanputri Mochamad Rudyansyah Ismail Muhammad Wahyudin Lewaru Mujiyanto Mujiyanto N. Nurjanah Nawir, Daud Nugraha, R. Raffly Yogaswara Perdana Putra Kelana Putra, Daffa Manggala Ransangan, Julian Rita Rostika Roffi Grandiosa Rose Dewi Rozi Rozi, Rozi Rusky Intan Pratama San Jose, Ariel E Sewiko, Roni Sijabat, Krisna Ramita Sitti Hartinah DS Sri Een Hartatik Sunarto Sunarto Sunarto Sunarto Surahmat, Reanita Juhaeriah Suryanti Taufanputri, Melati Titin Herawati Ujang Subhan Wahyu Hidayat Widyasthana, Ferdiansyah Naufal Wijdanisa, Rahma Yasmin, Putri Auliya Yayuk Sugianti Yeni Mulyani Yuli Andriani Zahidah Zahidah Hasan Zahidah Zahidah Zahidah Zahidah, Zahidah