Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Daya Dukung dan Nilai Ekonomi Kawasan Ekowisata di Kabupaten Pangandaran Herawati, Heti; Angellica, Maria Stevanie; Apriliani, Izza Mahdiana; Wirawan Arief, Mochamad Candra
Akuatika Indonesia Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Akuatika Indonesia (JAkI)
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan Universitas Padjadjaran, Grha. Kandaga (P

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jaki.v8i2.44881

Abstract

Daya dukung merupakan jumlah maksimum manusia yang dapat ditampung oleh suatu tempat pada saat yang sama tanpa menyebabkan kerusakan fisik, ekonomi atau sosial budaya, dan hal yang menyebabkan berkurangnya kualitas kepuasan pengunjung. Upaya penghitungan daya dukung salah satunya agar tidak terjadi kerusakan pada kawasan wisata yang diakibatkan oleh kelebihan jumlah pengunjung. Nilai ekonomi merupakan nilai yang diberikan bagi suatu kawasan wisata. Penghitungan nilai ekonomi dilakukan untuk mengetahui berapa biaya yang dapat dihasilkan dan digunakan untuk melakukan pengelolaan pada kawasan wisata. Riset ini bertujuan untuk menganalisis daya dukung dan nilai ekonomi pada Kawasan Ekowisata Mangrove yang berada di Kabupaten Pangandaran yaitu Kawasan Ekowisata Mangrove Bojong Salawe, Nusawiru, dan Batu Karas. Metode yang digunakan adalah metode survei yang disebarkan secara online melalui google form kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder dengan total responden sebanyak 108 responden. Hasil riset ini menunjukkan bahwa Kawasan Ekowisata Mangrove di Kabupaten Pangandaran belum melebihi kapasitas daya dukung pada masing-masing kawasan. Kawasan dengan daya dukung tertinggi adalah Kawasan Ekowisata Mangrove Batu Karas sebanyak 67 pengunjung per hari, sedangkan kawasan dengan daya dukung terendah adalah Kawasan Ekowisata Mangrove Nusawiru sebanyak 20 pengunjung per hari. Kawasan yang memiliki nilai ekonomi tertinggi adalah Kawasan Ekowisata Mangrove Batu Karas dengan nilai ekonomi sebesar Rp 2.566.110.000 per tahun, sedangkan kawasan yang memiliki nilai ekonomi terendah adalah Kawasan Ekowisata Bojong Salawe dengan nilai ekonomi sebesar Rp 237.857.000 per tahun.
Luasan dan Distribusi Eceng Gondok Secara Spasio-Temporal di Waduk Saguling, Jawa Barat Chuzaimah, Syakirah; Arief, Mochammad Candra Wirawan; Maulina, Ine; Sahidin, Asep
Akuatika Indonesia Vol 10, No 1 (2025): Jurnal Akuatika Indonesia (JAkI)
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan Universitas Padjadjaran, Grha. Kandaga (P

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jaki.v10i1.57350

Abstract

Sungai Citarum adalah salah satu perairan darat yang harus dikelola oleh Privinsi Jawa Barat. Sungai tersebut mengaliri tiga waduk, salah satunya Waduk Saguling yang terletak di Kabupaten Bandung Barat. Waduk tersebut berfungsi sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), area budidaya, jalur transportasi. Penurunan kondisi perairan seperti terjadinya eutrofikasi dapat menimbulkan pertumbuhan eceng gondok. Pemantauan langsung secara berkala dibutuhkan tetapi memerlukan biaya dan waktu yang relatif banyak. Maka dari itu diperlukan metode pemantauan yang lebih efisien. Riset ini bertujuan untuk menghitung luasan area yang distribusi eceng gondok di Waduk Saguling dari tahun 2019 sampai tahun 2023. Riset ini menggunakan citra Sentinel-2 dan NDVI dari Snetinel EO Browser pada tahun 2019 sampai 2023 dengan tiga citra per tahun untuk mewakili musim berbeda. Citra satelit diproses dengan klasifikasi tidak terbimbing untuk memperoleh luasan eceng gondok. Uji akurasi dilakukan dengan menempatkan assesment points secara acak pada citra NDVI dan membandingkannya dengan citra yang memiliki resolusi lebih tinggi dari PlanetScope natural colors. Hasil menunjukkan bahwa luasan eceng gondok di tahun 2019 berkisar antara 242,98 sampai 953,55 hektar, tahun 2020 dari 766,21 sampai 1165,12 hektar, tahun 2021 dari 265,55 sampai 1008,77 hektar, tahun 2022 dari 316,21 sampai 407,33 hektar, dan pada tahun 2023 dari 271,29 sampai 1102,6 hektar.  Distribusi eceng gondok umumnya ditemukan di area budidaya dan/atau dekat dengan aktivitas manusia. Sementara yang paling sedikit hingga tidak ada sama sekali berada di area bendungan. Luasan eceng gondok di Waduk Saguling cenderung fluktuatif dengan kenaikan pada musim penghujan. Distribusi dan luasan yang dihasilkan klasifikasi dipengaruhi masukan nutrien dari keramba jaring apung ataupun runoff dan juga gangguan pada sensor satelit yang membatasi kemampuan klasifikasi.
Pemahaman Masyarakat Terhadap Konservasi Ikan Dewa di Desa Darma, Kabupaten Kuningan Fortuna, Friyona Dewi; Gumilar, Iwang; Sahidin, Asep; Arief, Mochamad Candra Wirawan
Farmers: Journal of Community Services Vol 6, No 2 (2025): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kearifan lokal merupakan faktor penting dalam menjaga keberlangsungan ekosistem. Masyarakat memiliki peran utama dalam upaya konservasi berbasis nilai-nilai kearifan lokal yang meliputi pengetahuan dan kepercayaan lokal yang diturunkan turun-temurun secara lisan. Pengetahuan dan kepercayaan lokal masyarakat berpotensi luput dari masyarakat seiring berjalannya waktu karena semakin berkembangnya zaman masyarakat mulai menghiraukan hal-hal yang berbau mistis. Maka studi ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pendidikan dan usia terhadap pengetahuan dan kepercayaan lokal masyarakat terhadap ikan dewa. Hasil studi menunjukan tingkat pendidikan dan usia masyarakat tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pengetahuan masyarakat. Namun tingkat kepercayaan masyarakat pada tingkat pendidikan sarjana menunjukan persentase terendah (75%) sedangkan berdasarkan kelompok usia seluruhnya memiliki persentase yang sama (100%). Berdasarkan hasil studi, perlu dilakukan penyuluhan khususnya mengenai pemahaman masyarakat terkait ikan dewa dan habitatnya untuk mengiringi kepercayaan terhadap mitos yang melekat pada masyarakat.
Cadmium (Cd) Contamination Status in Cisanti Lake (West Java, Indonesia) Analysis on Water, Sediment, and Bioaccumulation in Invasive Mussels Sinanodonta pacifica (Heude, 1878) Manuel, David Reivaldo; Sahidin, Asep; Hasan, Zahidah; Herawati, Heti; Baihaqi, Faqih; Arief, Mochamad Candra Wirawan
HAYATI Journal of Biosciences Vol. 32 No. 6 (2025): November 2025
Publisher : Bogor Agricultural University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4308/hjb.32.6.1476-1484

Abstract

Cisanti Lake, the strategic zero point of the Citarum River, faces the threat of cadmium (Cd) pollution from surrounding agricultural activities. Conducted during the dry season of 2024, this pioneering study assesses the Cd pollution status using a multicompartment approach (water, sediment, and bioindicator organism Sinanodonta pacifica, Heude 1878). Samples from the three stations were analyzed using Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). The concentration of Cd in water was very low (0.0012–0.0030 mg/L), but it accumulated significantly in sediment (0.37–0.65 mg/kg) and mussel tissue (0.20–0.30 mg/kg). Although the concentration in water and biota was below quality standards, ecological risk analysis revealed that the sediment has moderate contamination (Contamination Factor: 1.25–2.15) and acts as a long-term pollutant sink. S. pacifica proved effective in accumulating Cd from the water column, demonstrated by a high Bioconcentration Factor from water to biota (BCF b-w >75), making it a reliable bioindicator of Cd pollution. This study provides crucial baseline data on environmental management in the upstream Citarum and establishes sediment monitoring as a vital early warning tool for future pollution risks.
Post-Rehabilitation Dynamics of Mangrove Vegetation in Tarakan, North Kalimantan Wiharyanto, Dhimas; Ilman, Muhamad; Salim, Gazali; Hidayat, Wahyu; Ransangan, Julian; Arief, Mochamad Candra Wirawan; Zahidah, Zahidah; Rahman, Abdur; Mujiyanto, Mujiyanto
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 30, No 3 (2025): Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ik.ijms.30.3.345-358

Abstract

This research examined the post-rehabilitation dynamics of the mangrove ecosystem in the Mangrove and Crab Conservation Area, Tarakan, North Kalimantan, four years after the launch of a community-based restoration program in 2019. The objectives were to evaluate species composition, vegetation structure, and the survival of mangrove seedlings within rehabilitated plots. The sampling was done on purpose in areas that show the main ecological features of the site. This study found five types of mangrove trees: Avicennia alba, Rhizophora mucronata, Avicennia marina, Sonneratia alba, and Xylocarpus granatum. It is fewer than the ten species that were there in the past. Among these, Avicennia alba consistently dominated both the mature and seedling stages, recording the highest relative density (72.56%), frequency (42.86%), and canopy cover (78.08%). Its naturally regenerating seedlings reached a survival rate of 52%, substantially higher than the 17% recorded for planted Rhizophora mucronata. The Avicennia alba is particularly well adapted to the prevailing site conditions, mainly owing to its tolerance of sediment disturbance and variable salinity. This outcome highlights the importance of Assisted Natural Regeneration (ANR) that employs locally adapted species, offering a more practical, cost-effective, and sustainable approach than conventional planting methods. Although there have been some improvements, the decrease in species numbers shows the ecosystem is still in the early stages of recovery. To make sure it stays healthy and strong for the future, it is important to keep the water flowing properly, reduce human impact, and keep up with regular checks and monitoring.
Growth and Mortality Models of Mozambique Tilapia (Oreochromis mossambicus; Peters, 1852) Wildly Enter Inside the Fish Farming Ponds in Tarakan City, North Kalimantan Salim, Gazali; Mujiyanto, Mujiyanto; Sugianti, Yayuk; Suryanti, Suryanti; Zahidah, Zahidah; Nawir, Daud; Hartinah, Sitti; Nurjanah, Nurjanah; Dewi, Rose; Iranda, Rama; Arief, Mochamad Candra Wirawan; Putri, Masayu Rahmia Anwar; Rahman, Abdur; Indarjo, Agus; Ransangan, Julian; San Jose, Ariel E; Rozi, Rozi
Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 16 No. 2 (2024): JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jipk.v16i2.55472

Abstract

Graphical Abstract Highlight Research The results of this research showed that allometric growth in males and females had negative allometric growth characteristics. The growth condition index in male and female fish is dominated by thin and fat body shapes.The maximum length growth (L∞) and growth speed of males is higher than that of females. Total mortality and fishing mortality for males is higher than for females, but natural mortality for females is higher than for males. The exploitation rate of males and females is in the Under-exploitation category because the E value is <0.5. Abstract Exploring the length-weight relationship of fish and characterising growth parameters is essential in fisheries as they offer fundamental biology and population dynamics data to establish good management strategies for fisheries resources. This study examines the growth and mortality patterns of Oreochromis mossambicus. Data was collected between September and December 2022 using quantitative descriptive survey sampling. The study involved 20 repeats and deliberate random sampling of 30-50 fish per sample, emphasising total length, weight, and sex parameters. Based on 726 samples of O. mossambicus (352 fish identified as male and 374 fish identified as female). The growth model study revealed the typical negative allometric growth for both sexes (male and female). Male individuals attained a length of 33.449 cm after 37 days has a growth trend ± 0.3265 year-1, and females reached 21.150 cm in 34 days with a growth rate around 0.3135 year-1, as per the von Bertalanffy growth model. There were complex mortality patterns, with males contributing to most total deaths. This study emphasises the complex biology of tilapia and its untapped potential in the aquaculture pond system ecology in Tarakan.
Produktivitas Primer Sungai Cikeruh Berdasarkan Sebaran Klorofil-a Amrulloh, Humam Shidiq`; Herawati, Heti; Arief, Mochamad Candra Wirawan; Zahidah, Zahidah
Akuatika Indonesia Vol 10, No 2 (2025): Jurnal Akuatika Indonesia (JAkI)
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan Universitas Padjadjaran, Grha. Kandaga (P

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jaki.v10i2.64368

Abstract

Sungai Cikeruh merupakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum yang melintasi Kabupaten Bandung dan Kabupaten Sumedang, yang berada di kawasan tingginya padat penduduk, sehingga mengalami pencemaran pada perairan. Tercemarnya Sungai Cikeruh diakibatkan oleh masukan beban cemaran dari aktivitas antropogenik seperti limbah domestik, pertanian, dan industri yang memberikan suplai bahan anorganik atau unsur hara seperti nitrat dan fosfat. Ketersediaan unsur hara dapat diindikasikan oleh nilai produktivitas primer berdasarkan sebaran klorofil-a. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan produktivitas primer serta faktor lingkungan yang mempengaruhi sebaran dan konsentrasi klorofil-a di Sungai Cikeruh. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2024 – Januari 2025, dengan metode survei dan teknik pengambilan sampel purposive sampling yang dilakukan di lima titik stasiun dengan 4 kali ulangan. Hasil dari pengujian kualitas air terdapat parameter yang tidak memenuhi baku mutu kualitas air berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 2021 yakni BOD dan DO. Nilai rata-rata BOD tidak memenuhi kelas 2 maupun kelas 3 pada setiap stasiunnya, sedangkan nilai rata-rata DO pada Stasiun 2 dan 4 tidak memenuhi baku mutu kelas 2  dan pada Stasiun 5 tidak memenuhi baku mutu kelas 3. Nilai konsentrasi klorofil-a di dapatkan nilai rata-rata 0,135-0,613 mg/L, berdasarkan uji statistik One-way anova konsentrasi klorofil-a didapatkan nilai p-value 0,086 > taraf signifikansi, yang diartikan tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada setiap stasiunnya, hal ini dikarenakan perairan Sungai Cikeruh tergolong pada perairan oligotrofik melalui perhitungan produktivitas primer yang didapatkan yakni nilai rata-rata 15,998 – 40,300 mgC/m3/hari, hal ini menandakan bahwa unsur hara dan produktivitas pada Sungai Cikeruh tergolong rendah.
DISTRIBUSI KAWASAN MANGROVE DI PULAU POTO KABUPATEN BINTAN MELALUI PENGINDERAAN JAUH Mochamad Candra Wirawan Arief; Iwang Gumilar; Zahidah; Heti Herawati; Perdana Putra Kelana; Sri Een Hartatik
Bioma Vol. 19 No. 2 (2023): Bioma
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Bioma19(2).4

Abstract

Mangrove is a unique vegetation type growing along the coastline and estuarine in tropical and subtropical countries. Mangroves in Indonesia are distributed in all major islands and small islands from Aceh on westside stretched to Papua on the east. This study is to monitor the mangrove area in Poto island a small island part of Kabupaten Bintan, Province of Riau Kepulauan. The difference in spatial resolution of remote sensing data Sentinel 2A and Pleiades were used to classify the land use including the mangrove area. The supervised classification by maximum likelihood classification showed the high-resolution image using Pleiades has higher accuracy for mangroves 81.99% and overall accuracy 90% (kappa 0.86) compared to Sentinel 2A for mangrove 72,34% and overall accuracy 80% (kappa 0.73). The mangrove area approximately 257 ha is strip-lining along the coastline with the largest mangrove area located on the southside of the island. Further research is to identify the mangroves’ formation and the serial condition of mangroves on the different times.
Teknik Budidaya Pakan Alami untuk Mendukung Budidaya Perikanan dan Ketahanan Pangan di Desa Sukamenak, Kecamatan Darmaraja Herawati, Heti; Zahidah, Zahidah; Arief, Candra Wirawan
Farmers : Journal of Community Services Vol 7, No 1 (2026): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v7i1.67182

Abstract

Desa Sukamenak di Kecamatan Darmaraja , Kabupaten Sumedang, merupakan salah satu desa yang terdampak oleh pembangunan Waduk Jatigede. Masyarakat yang berada di wilayah des a ini diharuskan untuk mengubah mata pencaharian dari sektor pertanian ke sektor perikanan akibat perubahan landscape di wilayah sekitar akibat penggenangan waduk. Perubahan rona lingkungan ini berdampak tidak hanya pada kondisi sosial dan budaya masyarakat sekitar, tetapi juga mempengaruhi aktivitas ekonomi di wilayah terdampak. Budidaya perikanan air tawar merupakan salah satu kegiatan yang bisa dilakukan oleh masyarakat di Desa Darmaraja untuk memenuhi kebutuhan pangan lokal sekaligus membangun perekonomian wilayah. Namun, terdapat beberapa kendala dalam pengoperasian kegiatan ini, salah satunya adalah dari ketersediaan pakan. Pakan komersil untuk kegiatan budidaya ikan tergolong mahal dan beberapa dapat mencemarilingkungan waduk dan sekitarnya karena dapat menghasilkan residu pakan. Sebagai alternatif, pakan alami baik yang berasal dari hewan maupun tumbuhan dapat menjadi solusi dari permasalahan ini. Oleh karena itu, penyuluhan mengenai budidaya pakan alami ini penting untuk dilakukan demi mendukung terwujudnya ketahanan pangan di wilayah Desa Sukamenak. Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan oleh Departemen Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Padjadjaran. 
Pendugaan Stok Karbon Pada Kawasan Rehabilitasi Mangrove, Karangsong Indramayu Azma&#039;ul Fathan Al Haq Gunawan; Rita Rostika; Iskandar Iskandar; Mochamad Candra Wirawan Arief
Journal of Marine Research Vol 14, No 3 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i3.47655

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kontribusi rehabilitasi mangrove terhadap peningkatan stok karbon di Kawasan Ekowisata Mangrove Karangsong, Kabupaten Indramayu. Rehabilitasi mangrove dianggap penting dalam usaha mitigasi perubahan iklim karena kemampuannya dalam menyerap karbon dioksida dari atmosfer. Tujuan penelitian ini mengetahui potensi stok karbon yang dihasilkan dari proses rehabilitasi mangrove dikawasan ini. Penelitian menggunakan metode survey dengan plot penelitian berukuran 10x10 m secara stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rehabilitasi mangrove secara signifikan meningkatkan stok karbon di area tersebut. Stasiun 1 mencatat stok karbon tertinggi dengan total 303,53 ton/ha, sementara Stasiun 3 memiliki stok karbon terendah dengan 138,96 ton/ha. Hasil ini menegaskan bahwa rehabilitasi mangrove tidak hanya berperan dalam konservasi ekosistem, tetapi juga sebagai strategi mitigasi perubahan iklim yang efektif melalui peningkatan penyerapan karbon. 
Co-Authors ABDUR RAHMAN Abdur Rahman AGUS INDARJO Agus Indarjo Ahmad Prawira Dhahiyat Ahmad Prawira Dhahiyat Ahmad Prawira Dhahiyat Aiman Ibrahim Akemi Itaya Amrulloh, Humam Shidiq` Angellica, Maria Stevanie Annisa Lutfianti Mutmainah ARIEL E. SAN JOSE Asep Sahidin Asep Sahidin Asep Sahidin Asep Sahidin Atikah Nurhayat Atikah Nurhayati Aura Dwi Tasya Aura Azma&#039;ul Fathan Al Haq Gunawan Chitra Octavina Chuzaimah, Syakirah DAUD NAWIR David Manuel Dhimas Wiharyanto Donny Juliandri Prihadi Faddilah, Thallita Nasywa Fanny Kristiadhi Fanny Kristiadhi Faqih Baihaqi Ferdiansyah Naufal Widyasthana Fitri Awaliyah Fitriani Fortuna, Friyona Dewi Gazali Salim Hartatik, Sri Een Herman Hamdani Heti Herawati Heti Herawati Heti Herawati Heti Herawati Heti Herawati heti herawati Heti Herawati Iis Rostini Ilman, Muhamad Indri Lestari Ine Maulina Intan Khairunissa Arifin Iranda, Rama Irwan Ary Dharmawan Iskandar Iskandar Iskandar Iskandar Isni Nurruhwati Isni Nurruhwati Iwang Gumilar Iwang Gumilar Izza Mahdiana Apriliani Jelita, Rikha JULIAN RANSANGAN Juliandri Prihadi Krisna Ramita Sijabat Lantun Paradhita Dewanti Layla Alya Sabhira Lestari, Indri Lintang Permata Sari Yuliadi M. Suhaemi Syawal Manuel, David Reivaldo MASAYU RAHMIA ANWAR PUTRI Masayu Rahmia Anwar Putri, Masayu Rahmia Anwar MEIRYANI MEIRYANI Melati Taufanputri Meliana Dwi Purwanti Mochamad Rudyansyah Ismail Mochamad Rudyansyah Ismail Mochamad Rudyansyah Ismail Muhammad Daffa Irawan Muhammad Syahri Fadhil Muhammad Wahyudin Lewaru MUJIYANTO MUJIYANTO Mujiyanto Mujiyanto Nawir, Daud Nugraha, R. Raffly Yogaswara Nur Aini Azhar Firdaus NURJANAH NURJANAH Perdana Putra Kelana Putra, Daffa Manggala Putri Auliya Yasmin Qurnia Wulan Sari Rahma Wijdanisa Rahman, Farhan Taufiq Ransangan, Julian Rita Rostika Rizky Dwiputra Rizky Ramadhan, Rizky Roffi Grandiosa ROSE DEWI Rose Dewi Rozi Rozi, Rozi Rusky Intan Pratama Salsabila Hanandita San Jose, Ariel E Sewiko, Roni SITTI HARTINAH Sitti Hartinah DS Sri Een Hartatik Sri Een Hartatik Subiyanto Sunarto Sunarto Sunarto Sunarto Sunarto Sunarto Sunarto Surahmat, Reanita Juhaeriah Suryanti SUTRISNO ANGGORO Taufanputri, Melati Teresa Shevi Yuratama Titin Herawati Titin Herawati Ujang Subhan Wahyu Hidayat YAYUK SUGIANTI Yayuk Sugianti Yeni Mulyani Yeni Mulyani Yuli Andriani Zahidah Zahidah Hasan Zahidah Zahidah Zahidah Zahidah Zahidah Zahidah, Zahidah ZULAIHA BALQIS