Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Efisiensi kinerja bank pembangunan daerah di Indonesia tahun 2011-2020 Parno Parno; Istianingsih Istianingsih; Ake Wihadanto
INOVASI Vol 19, No 2 (2023): Mei
Publisher : Faculty of Economics and Business Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jinv.v19i2.12708

Abstract

Di tengah kondisi perekonomian yang melambat dan tingkat non performing loan yang berada di atas rata-rata NPL perbankan, Bank Pembangunan Daerah (BPD) sudah seharusnya memperhatikan kinerja perbankan mereka. Tingkat NPL yang dimiliki BPD mernjadi tertinggi dibanding kelompok bank lainnya. Penelitian ini mengukur tingkat efisiensi BPD di Indonesia selama tahun 2011-2020. BPD dikelompokkan menjadi tiga klaster berdasarkan aset yang dimiliki. Tingkat efisiensi kinerja diukur menggunakan tools efisiensi yaitu Stochastic Frontier Analysis dan Data Envelopment Analysis. Penelitian ini juga membandingkan rata-rata tingkat efisiensi teknis yang dicapai BPD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat efisiensi teknis BPD yang diukur menggunakan metode Stochastic Frontier Analysis menghasilkan pengukuran efisiensi teknis yang lebih tinggi secara rata-rata bila dibandingkan dengan hasil pengukuran metode Data Envelopment Analysis. Uji beda rata-rata dilakukan setelah data efisiensi teknis diperoleh dan diuji dengan pendekatan nonparametrik. Pada pengukuran efisiensi teknis metode Stochastic Frontier Analysis diperoleh kesimpulan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antarkelompok aset BPD sedangkan pada pengukuran metode Data Envelopment Analysis diperoleh kesimpulan bahwa terdapat perbedaan signifikan antarkelompok aset BPD.
Pengaruh transaksi pihak berelasi, pertumbuhan penjualan, profitabilitas, ukuran perusahaan dan leverage terhadap penghindaran pajak Rohima Rohima; Said Kelana Asnawi; Ake Wihadanto
Inovasi : Jurnal Ekonomi, Keuangan, dan Manajemen Vol 19, No 3 (2023): Agustus
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jinv.v19i3.13590

Abstract

Hingga saat ini penghindaran pajak masih menjadi salah satu cara yang dipilih oleh perusahaan untuk meningkatkan laba. Hal ini terbukti adanya kasus dugaan penghindaran pajak pada tahun 2020 yang dilakukan oleh beberapa perusahaan terbuka di Indonesia. Modus penghindaran pajak yang dilakukan melalui transaksi dengan pihak berelasi sehingga laba perusahaan menjadi lebih rendah dari yang seharusnya. Penelitian ini bertujuan menguji faktor-faktor yang diduga memengaruhi penghindaran pajak yang terdiri dari transaksi pihak berelasi, pertumbuhan penjualan, ukuran perusahaan dan leverage. Sampel penelitian adalah 11 perusahaan manufaktur yang terpilih melalui tahapan purposive sampling dengan rentang waktu penelitian tahun 2016-2020. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan transaksi pihak berelasi, pertumbuhan penjualan berpengaruh negatif terhadap penghindaran pajak, sedangkan ukuran perusahaan dan leverage tidak berpengaruh signifikan terhadap penghindaran pajak. Namun penelitian ini berhasil membuktikan bahwa transaksi pihak berelasi berupa pinjaman meningkatkan efisiensi perusahaan, perusahaan besar lebih agresif melakukan penghindaran pajak dan leverage merupakan salah satu cara untuk melakukan penghematan pajak. Hasil penelitian ini diharapkan menambah wawasan investor, sebagai pertimbangan dalam mengambil keputusan investasi, sebagai pertimbangan perusahaan dalam merumuskan kebijakan perpajakannya dan sebagai pertimbangan pemerintah dalam menyusun regulasi anti penghindaran pajak.
Dampak perhutanan sosial terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar hutan dalam mendukung kelestarian hutan di kota Tarakan Mohammad Toha; Ake Wihadanto; Nurhasanah Nurhasanah
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v7i2.10302

Abstract

Masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan di Kota Tarakan yang masuk dalam program perhutanan sosial banyak yang hidup miskin, padahal di lingkungan tempat tinggalnya banyak sumberdaya hutan yang dapat dimanfaatkan untuk menopang hidup mereka. Hal ini perlu dilakukan identifikasi faktor penyebabnya dan strategi yang harus dilakukan guna meningkatkan kesejahteran mereka.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak program perhutanan sosial terhadap kesejahteraan masyarakat dan menganalisis strategi prioritas pada program perhutanan sosial. Penelitian dilakukan pada program perhutanan sosial yang dilaksanakan di Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara. Pengukuran tingkat kesejahteran dianalisis dengan menggunakan indikator BPS, analisis strategi priorotas dilakukan dengan metode SWOT, selain itu juga dilakukan analisis menggunakan AHP. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat kesejahteraan masyarakat sebesar 70,97% masuk kategori belum sejahtera dan 29,03% masuk kategori sejahtera. Hasil analisis AHP diperoleh strategi prioritas yang dapat dilakukan: 1) penguatan kapasitas kelembagaan kelompok perhutanan sosial; 2) menyusun program pengembangan usaha berasaskan kelestarian; dan 3) peningkatan kuantitas dan kualitas SDM pendamping kelompok perhutanan sosial.
Analisis Pengaruh Lingkungan Kerja, Kedisiplinan Pegawai, dan Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Masyarakat pada Kantor Kecamatan Pengkadan Kabupaten Kapuas Hulu Mirawati Mirawati; Arie Wibowo Khurniawan; Ake Wihadanto
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 6 No. 4 (2024): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development (Mei 202
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/rrj.v6i4.925

Abstract

This study aims to analyze the influence of the Work Environment, Employee Discipline, and Service Quality on Public Satisfaction at the Pengkadan District Office, Kapuas Hulu Regency. This research uses a causal quantitative method and descriptive statistical analysis. Data were collected through questionnaires with a sample of 100 respondents selected randomly using convenience sampling. The sample was taken from individuals who had received services during February-March 2024, with a total population of 127 people. The data obtained were analyzed descriptively using the top two boxes approach and Partial Least Square-Structural Equation Modelling (PLS-SEM). The results showed that the Work Environment has a positive and significant effect on Employee Discipline and Service Quality, but no significant direct effect on Public Satisfaction. Employee Discipline also has a positive and significant effect on Service Quality, but no direct significant effect on Public Satisfaction. Service Quality itself has a positive and significant effect on Public Satisfaction. Indirectly, the Work Environment affects Public Satisfaction through Service Quality, and Employee Discipline also affects Public Satisfaction through Service Quality. However, no indirect effect of the Work Environment on Public Satisfaction through Employee Discipline was found.
Pengelolaan Permukiman Pesisir dan di Atas Air Berkelanjutan di Desa Teluk Sunting, Kabupaten Kepulauan Anambas Provinsi Kepulauan Riau Harmini, Harmini; Wihadanto, Ake; Soesanta, Prabawa Eka
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 12, No 3 (2024): Juli 2024
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v12i3.78549

Abstract

Coastal settlements are highly vulnerable because they are greatly affected by global climate change. Population growth will further increase the use of unorganized built space in the coastal area of Teluk Sunting Village which in the future could lead to conflict as a result of regulations and policies regarding coastal areas. This research was conducted in the coastal residential area of Teluk Sunting Village, Central Siantan District, Anambas Islands Regency. The research method consists of data collection techniques, sampling techniques, data requirements, data presentation, analysis methods and data analysis techniques. The results obtained are that the administrative area of Teluk Sunting Village contains cultivation and protected areas according to the RTRW Spatial Pattern Plan. The area is 5.29 Ha of mangrove ecosystem area and 34.83 Ha of protected forest area. Area of 19.22 Ha cultivation area. The environmental quality results obtained in RT 1 settlements are low quality settlements, RT 3 is medium quality settlements and RT 2 and RT 4 settlements are high quality settlements. The conclusions obtained from the four approaches taken to identify land use patterns, namely land use patterns, land use and use with land tenure, conformity with the RTRW and conformity with the zoning of Aquatic Tourism Parks, are in accordance with the designation. The involvement of stakeholders in the management of coastal and water areas in Teluk Sunting Village is very appropriate to support and ensure the sustainability of the area in the future.
Tipologi Kawasan Kampung Kota yang Terjepit di Tangerang Selatan dalam Perspektif Spasial Wihadanto, Ake; Cahyadi, Ni Made Ayu Krisna; Prima, Suci Rahmawati; Permana, Mirza; Pamungkas, Guntur Bagus
TATALOKA Vol 26, No 1 (2024): Volume 26 No. 1 February 2024
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.26.1.63-76

Abstract

Pembangunan kota modern skala besar (kota baru) di wilayah Kota Tangerang Selatan secara tidak langsung mengekspansi penggunaan lahan termasuk kawasan kampung yang ada di sekitarnya. Kawasan kampung kota tersebut harus hidup berdampingan dan bertahan menjadi bagian halaman belakang dari permukiman real estate kawasan kota mandiri membentuk kantong-kantong (enclave) yang terjepit (strangulation). Kawasan tersebut tumbuh tersebar dan tidak tertata, dengan keterbatasan infrastruktur sehingga dalam jangka panjang dapat menjadi permukiman kumuh dan tidak layak huni. Penelitian bertujuan untuk mengembangan dan merumuskan tipologi Kawasan kampung kota terjepit di Tangerang Selatan dalam pendekatan spasial. Metode penelitian mengunakan pendekatan berbasis keruangan menggunakan aplikasi Sistem Informasi Geografi (SIG). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 44 kampung terjepit di Kota Tangerang Selatan pada lahan-lahan yang telah diakuisisi oleh pengembangan seperti Alam Sutera, Bintaro Jaya, dan Bumi Serpong Damai. Temuan penelitian ini menunjukkan sebaran kampung terjepit terbanyak berada di lahan pengembangan perumahan ‘Bumi Serpong Damai (BSD)’. Tipologi kampung kota terjepit secara spasial dirumuskan berdasarkan karakteristik pola sebaran, luasan, kepadatan bangunan, aksesibilitas dan dimensi ruang milik jalan (3 meter). Keberadaan kampung kota terjepit menjadi tantangan di masa depan bagi perencana kota.
Pengaruh Manajemen Pengetahuan Dan Inovasi Proses Terhadap Kompetensi Karyawan Melalui Adaptabilitas Pembelajaran Organisasi Setiadi, Doni; Utomo, Kabul Wahyu; Wihadanto, Ake
Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 7 No. 01 (2024): Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/im.v7i01.6023

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh manajemen pengetahuan dan inovasi proses terhadap kompetensi karyawan melalui adaptabilitas pembelajaran organisasi. Penelitian dilakukan di PT. XYZ sebagai perusahaan penunjang untuk industri minyak dan gas bumi yang belokasi di Batam, Kepulauan Riau. Data penelitian diperoleh melalui pengisian kuesioner secara online oleh 150 pegawai perusahaan yang kemudian dianalisis menggunakan model structural equation modelling (SEM). Hasil analisis uji SEM-PLS yaitu manajemen pengetahuan tidak mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kompetensi karyawan, sedangkan inovasi proses mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kompetensi karyawan. Manajemen pengetahuan mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap adaptabilitas pembelajaran organisasi, sedangkan inovasi proses tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap adaptabilitas pembelajaran organisasi. Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara adaptabilitas pembelajaran organisasi dengan kompetensi karyawan, namun tidak terdapat pengaruh positif dan signifikan antara manajemen pengetahuan dan inovasi proses terhadap kompetensi karyawan melalui adaptabilitas pembelajaran organisasi.
Pengaruh Motivasi Terhadap Kinerja Pegawai Air Traffic Controller di Airnav Indonesia Cabang Surabaya Wijayanti, Siska; Hidayat, Widi; Wihadanto, Ake
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 9, No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Mandala Education (Januari)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jime.v9i1.4581

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi terhadap kinerja pegawai Air Traffic Controller di Airnav Indonesia cabang Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah 35 pegawai Air Traffic Controller. Peneliti menggunakan instrumen berupa lembar observasi dan kuesioner tertutup yang berisi pertanyaan variabel motivasi, serta memberikan tes kepada subjek penelitian untuk diselesaikan. Dalam penelitian ini, uji t digunakan untuk mengetahui pengaruh motivasi terhadap kinerja. Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan bahwa skor rata-rata (mean) variabel motivasi adalah 55,7 dan variabel kinerja adalah 65,4. Dan berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan diperoleh nilai Asymp. Sig. (2-tailed) untuk variabel motivasi kerja dengan hasil signifikansi 0,004<0,05, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima, artinya ada pengaruh positif motivasi terhadap kinerja pegawai Air Traffic Controller di Airnav Indonesia cabang Surabaya, semakin tinggi motivasi kerja pegawai maka semakin tinggi kinerja pegawai. Bagi peneliti selanjutnya dapat mengembangkan penelitian ini dengan meneliti faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi kinerja pegawai. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menganalisis faktor-faktor lain yang dapat memberikan kontribusi maksimal terhadap kinerja pegawai.
PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN SAAT PANDEMI DAN HUBUNGANNYA DENGAN KEPUASAN KERJA DAN KINERJA Wicaksono , Agung Wahyu; Fadah, Isti; Wihadanto, Ake
Jurnal Penelitian Manajemen Terapan (PENATARAN) Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Manajemen STIE Kesuma Negara Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan protokol kesehatan efektif dalam pencehagan wabah tetapi membawa efek yang kurang bagi perusahaan karena terjadi penurunan permintaan barang / jasa. Protokol kesehatan menjadi salah satu metode yang digunakan Pemerintah Indonesia agar masyarakat/pegawai tetap dapat melaksanakan aktivitas dan bekerja meskipun dalam kondisi penuh keterbatasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kasualitas yang terjadi antara protokol kesehatan dengan kepuasan kerja dan kinerja pegawai selama pandemi Covid-19. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan analisis SEM-PLS dengan alat bantu SmartPLS. Total populasi sebanyaj 125 orang dan telah dilakukan pengambilan sampel sebanyak 96 orang dengan metode stratified proportionate sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa protokol kesehatan sebagai variabel eksogen memiliki hubungan kasualitas terhadap kepuasan kerja dan kinerja pegawai, sedangkan kepuasan kerja juga mampu memberikan mediasi secara partial terhadap hubungan protokol kesehatan dan kinerja pegawai. Besar pengaruh protokol kesehatan terhadap kepusan kerja adalah sebesar 42.1% sedangkan besar pengaruh protokol kesehatan dan kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai adalah sebesar 71.4%. Kata Kunci: Kepuasan Kerja, Kinerja, Protokol kesehatan
The Influence of Environmental, Social, and Governance (ESG) on Price to Book Value (PBV), with Industry Classification as Moderation in ASEAN Companies 2013-2023 Tokit Masditok; Tri Gunarsih; Ira Geraldina; Ake Wihadanto
Khazanah Sosial Vol 6, No 2 (2024): Khazanah Sosial
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ks.v6i2.38456

Abstract

This study investigates the influence of Environmental, Social, and Governance (ESG) practices on the financial performance of publicly listed companies in the ASEAN region, with a focus on Price-to-Book Value (PBV). The study further examines the moderating effect of industry sector classification, comparing heavy and non-heavy industries during the period 2013–2023. he research employs a quantitative method using secondary data in the form of unbalanced panel data. Panel data regression analysis is conducted using EViews to evaluate the effect of ESG on PBV. The analysis includes testing for moderating effects of industry sector classification (heavy vs. non-heavy sectors) using t-tests and F-tests to assess the significance of ESG’s influence on PBV. The results demonstrate a significant positive relationship between ESG and PBV in ASEAN companies. Companies with higher ESG scores tend to have higher PBV, indicating better market valuation. The study also finds that industry sector classification moderates this relationship, with non-heavy industries benefiting more from ESG practices than heavy industries, which face higher implementation costs and regulatory challenges. The findings suggest that ESG implementation can be a strategic tool for improving corporate financial performance, particularly in emerging markets like ASEAN. For heavy industries, government incentives may be necessary to offset high compliance costs. The research highlights the need for enhanced ESG disclosures and more consistent reporting standards across ASEAN to facilitate better integration of sustainability into business practices. This study fills a gap in existing literature by focusing on ASEAN, a region with unique economic and regulatory contexts. It contributes new insights into how ESG practices affect company valuation in developing markets, particularly by incorporating industry sector classification as a moderating variable, thus providing a more nuanced understanding of ESG's financial implications in diverse industrial contexts.