Rully Putri Nirmala Puji
Program Studi Pendidikan Sejarah Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Jember (UNEJ)

Published : 48 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia In Banyuwangi 2020-2022 Wicaksono, Damar; Soepeno, Bambang; Nirmala Puji, Rully Putri; Triyanto, Jefri Rieski; Prasetyo, Guruh; Nasution, Ahmad Arif Budiman
JURNAL HISTORICA Vol. 8 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : History Education, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jh.v8i1.43957

Abstract

The aim of this research is to explain the process of establishing the Indonesian Supreme Trust Council organization in Banyuwangi and the impact of the founding of this organization. The method used is historical methodology which includes five stages, namely topic selection, heuristics, source criticism, interpretation and historiography. The Supreme Council of Indonesian Beliefs or commonly known as MLKI is an organization that aims to be a forum and a bridge between communities of believers in Indonesia. In general, MLKI Banyuwangi is an organization that organizes communities of believers in Banyuwangi. MLKI Banyuwangi was founded on November 20 2020 and was inaugurated by Mr. Otto Iskandar as Presidium of MLKI East Java Province. The foundation of MLKI was motivated by social conditions and regional contours. Differences in beliefs or religions as well as ethnic and cultural diversity were one of the triggers for the founding of MLKI Banyuwangi. The impact of MLKI Banyuwangi during 2020-2022 includes several points, including; assisting people who adhere to their beliefs in changing the status of religion in their population identity, providing protection for people who adhere to their beliefs in Banyuwangi, assisting the government in organizing religious events, especially traditional activities.
Edukasi Pengentasan Buta Aksara untuk Meningkatkan Angka Melek Huruf (AMH) Masyarakat di Desa Grenden Sumiati, Ika Dewi; Sari, Eka Puspita Kartika; Pamungkas, Zakaria Sandy; Puji, Rully Putri Nirmala; Siswono, Hendrik; Wahyuni, Sri
Dedication : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 8 No 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/dedication.v8i2.1991

Abstract

Masyarakat di Desa Grenden masih mengalami tingkat buta aksara yang tinggi karena terdapat banyak warga yang tidak bisa membedakan huruf dan belum lancar membaca. Sehingga perlu sebuah program pengabdian masyarakat berupa edukasi untuk mengatasi Buta Aksara yang dilakukan selama empat bulan dengan rombongan belajar para perempuan dari desa Grenden. Program ini diharapkan dapat menurunkan tingkat buta aksara dan meningkatkan kesadaran dalam tingkat pendidikan di Masyarakat Grenden terutama pada para perempuan. Pelaksanaan program ini dilakukan dengan metode edukasi dan pelatihan pengenalan aksara, numerasi, dan literasi. Berdasarkan pelaksanaan kegiatan melalui edukasi pengentasan buta aksara, masyarakat Desa Grenden mengalami peningkatan melek huruf berdasarkan hasil tes baca, tes tulis aksara, numerasi dan literasi. Program ini juga menghasilkan buku kurikulum untuk edukasi pengentasan buta aksara.
The Geopolitics of Java in the 17th Century: A Case Study of Mataram Sultanate Surya, Riza Afita; Nirmala Puji, Rully Putri
Paramita: Historical Studies Journal Vol 34, No 2 (2024): Disaster and Disease in History
Publisher : History Department, Semarang State University and Historian Society of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/paramita.v34i2.47748

Abstract

Abstract:  Java Island had long played a significant part both in Southeast Asia and the Pacific region. Between the 16th and 17th centuries, there was a series of political forces took place on the island, from the Hindu-Buddhist Majapahit Kingdom to the rise of Islamic kingdoms. Mataram is being one of the greatest Islamic kingdoms that ever existed in Java. In the 17th century, the Mataram Sultanate began conquering extensive areas of Central and East Java. Thus, it resulted in the shift of political power from the north coast of Java to the hinterland area. Mataram, during the Sultan Agung era, obtained firm relations with coastal areas and forged many marriage alliances. Thus, the Sultanate had access to other cultural traditions besides those of east Java. Eventually, Central Java under the Mataram realm became the centre of geopolitics and Javanese culture. However, after the Dutch company, aka VOC, appeared, the political disruption began. The seventeenth century in Java was mainly between VOC and Javanese and Chinese in a small part, while events in Java were primary concerns for VOC. Mataram, in particular, was a far larger kingdom than any the VOC had invaded, and it obtained a considerable interior where VOC naval power could be said meaningless. This paper presents a chronological framework of how Mataram under Sultan Agung successfully placed Central Java as the geopolitics of Java in the 17th century.Abstrak: Pulau Jawa telah lama memainkan peran penting baik di Asia Tenggara maupun kawasan Pasifik. Antara abad ke-16 dan ke-17, terjadi serangkaian kekuatan politik di pulau tersebut, dari Kerajaan Majapahit yang beragama Hindu-Buddha hingga munculnya kerajaan-kerajaan Islam. Mataram merupakan salah satu kerajaan Islam terbesar yang pernah ada di Jawa. Pada abad ke-17, Kesultanan Mataram mulai menaklukkan wilayah yang luas di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dengan demikian, terjadi pergeseran kekuatan politik dari pesisir utara Jawa ke daerah pedalaman. Mataram, pada masa Sultan Agung, menjalin hubungan yang erat dengan daerah pesisir dan menjalin banyak aliansi perkawinan. Dengan demikian, Kesultanan tersebut memiliki akses ke tradisi budaya lain selain Jawa Timur. Akhirnya, Jawa Tengah di bawah wilayah Mataram menjadi pusat geopolitik dan budaya Jawa. Namun, setelah perusahaan Belanda, alias VOC, muncul, kekacauan politik pun dimulai. Abad ke-17 di Jawa sebagian besar merupakan masa antara VOC dan orang Jawa serta sebagian kecil orang Tionghoa, sementara peristiwa-peristiwa di Jawa merupakan perhatian utama bagi VOC. Mataram, khususnya, merupakan kerajaan yang jauh lebih besar daripada kerajaan mana pun yang pernah diserbu VOC, dan memperoleh wilayah pedalaman yang cukup luas di mana kekuatan angkatan laut VOC dapat dikatakan tidak berarti. Tulisan ini menyajikan kerangka kronologis tentang bagaimana Mataram di bawah Sultan Agung berhasil menempatkan Jawa Tengah sebagai geopolitik Jawa pada abad ke-17. 
Pengaruh Metode Sosiodrama Terhadap Leadership-skill Peserta Didik dalam Pembelajaran Sejarah Putri, Aulia Rachmanita; Puji, Rully Putri Nirmala; Triyanto, Jefri Rieski
Tartib: Jurnal of Educational Management Vol. 4 No. 2 (2025): Tartib: Jurnal of Educational Management
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Darussalam Kunir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62824/bea48g55

Abstract

Leadership-skill merupakan kualitas atau keterampilan yang sangat diperlukan untuk peserta didik. beberapa metode pembelajaran, secara teori dapat memfasilitasi peserta didik untuk meningkatkan leadership-skill nya, salah satu metode yang relevan adalah Metode Sosiodrama. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi pengaruh penerapan metode sosiodrama terhadap leadership-skills dan  mengidentifikasi efektifitas metode sosiodrama terhadap peningkatan leadership-skills peserta didik dalam pembelajaran Sejarah peserta didik kelas XI di SMAN 1 GIRI Taruna Bangsa Banyuwangi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian Quasi Experimental Design model Nonequivalent Control Group Design. Hasil Uji ANCOVA pada keterampilan kepemimpinan (leadership-skill) memperoleh nilai Sig. 0,000 < 0,005, yang berarti menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah penerapan metode Sosiodrama terhadap Leadership-skill peserta didik pada pembelajaran sejarah materi masuknya kedatangan bangsa Jepang; Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah: (1) Terdapat perbedaan sebelum dan sesudah penerapan metode sosiodrama untuk meningkatkan leadership-skill peserta didik dalam pembelajaran sejarah; (2) Terdapat pengaruh metode sosiodrama terhadap leadership-skill peserta didik dalam pembelajaran sejarah. Dengan adanya penelitian ini menyatakan bahwa dengan menggunakan Metode Sosiodrama dapat meningkatkan keterampilan peserta didik yakni Leadership-skill.
THE INFLUENCE OF THE SOCRATIC METHOD OF SEMINARS ON STUDENTS' CRITICAL THINKING SKILLS ON HISTORY SUBJECTS Dwitiya Raafi’u Rosyidah; Rully Putri Nirmala Puji; Jefri Rieski Triyanto; Ahmad Arif Budiman Nasution; Guruh Prasetyo; Bambang Soepeno; Deakin Purna Putra
JURNAL HISTORICA Vol. 9 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : History Education, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jhis.v9i1.53695

Abstract

Permasalahan utama dalam dunia pendidikan terdapat pada proses belajar mengajar yang kurang efektif, sehingga kemampuan berpikir kritis siswa masih rendah atau belum optimal. Penggunaan metode pembelajaran Socrates Seminars diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berpikir. tujuan penelitian dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh metode socratic seminars terhadap kemampuan berfikir kritis peserta didik pada mata pelajaran sejarah. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang dilakukan di SMA Negeri 5 Jember dengan pengumpulan data menggunakan instrumen tes. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji prasyarat, dan uji ancova. Berdasarkan data yang diperoleh diketahui bahwa rata-rata kelas eksperimen memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan nilai rata-rata kelas kontrol. Kesimpulan yang didapat bahwa penggunaan metode pembelajaran socratic seminar dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik selama proses pembelajaran sejarah berlangsung.
PENGARUH MEDIA THINGLINK GREBEG PANCASILA BERBASIS CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING TERHADAP PROFIL PELAJAR PANCASILA PADA PEMBELAJARAN SEJARAH Abriyanti Nazwa Sabila; Rully Putri Nirmala Puji; Triyanto, Jefri Rieski; Guruh Prasetyo; Ahmad Arif Budiman Nasution; Bambang Soepeno; Muhammad Agung Pramono Putro
JURNAL HISTORICA Vol. 9 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : History Education, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jhis.v9i2.53704

Abstract

Profil Pelajar Pancasila merupakan perwujudan tujuan pendidikan nasional Indonesia yang mempunyai peran penting untuk membentuk karakter serta kompetensi peserta didik. Profil Pelajar Pancasila diharapkan, siswa dapat berkontribusi dalam pembangunan global yang berkelanjutan dan memiliki ketangguhan dalam menghadapi berbagai tantangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan Profil Pelajar Pancasila dengan menerapkan pembelajaran sejarah menggunakan media thinglink Grebeg Pancasila berbasis Conteactual Teaching and Learning pada peserta didik kelas XI di MA Negeri 2 Blitar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksperimen dengan subjek penelitian ini adalah 75 peserta didik dari kelas XI E dan XI F. Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk mengukur variabel dalam penelitian ini tediri dari kuesioner dan pedoman wawancara. Data kuesioner yang telah terkumpul akan dilakukan analisis data dengan menggunakan uji one way ANCOVA, kemudian data hasil wawancara akan dianalisis menggunakan NVivo. Hasil penelitian menunjukkan nilai Sig adalah 0.000 yang artinya jauh lebih kecil dari 0.05 maka dapat disimpulkan, terdapat perbedaan profil pelajar pancasila peserta didik setelah menggunakan media thinglink grebeg pancasila berbasis contextual teaching learning, dengan nilai partial eta squared adalah 0.864 yang termasuk dalam kategori large effect atau mempunya efek besar, jika dipresentasikan menjadi 86%, artinya penerapan media thinglink grebeg pancasila berbasis contextual teaching and learning memberikan efektivitas sebesar 86% terhadap profil pelajar pancasila dan sisanya 14% dipengaruhi oleh faktor lain. Hal tersebut menunjukkan bahwa penggunaan media thinglink Grebeg Pancasila berbasis Conteactual Teaching and Learning memberikan efektivitas yang besar terhadap peningkatan profil pelajar pancasila.
Lengger Art In Prapah Hamlet, Panty Village, Panty District, Jember Regency, 1980-1990 Yulianti, Fauziah Vina; Sumarjono, Sumarjono; Puji, Rully Putri Nirmala; Soepeno, Bambang; Prasetyo, Guruh; Triyanto, Jefri Rieski
JURNAL HISTORICA Vol. 6 No. 2 (2022): December 2022
Publisher : History Education, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jh.v6i2.32782

Abstract

This article discusses the Lengger art in Prapah Hamlet, Panti Village, Panting District, Jember Regency. This study discusses (1) How is the background of the formation of Lengger art in Prapah Hamlet, Panti Village, Panti District, Jember Regency. (2) What is the function of Lengger art on social values ​​in Prapah Hamlet, Panti Village, Panti District, Jember Regency in 1980-1990. The method used in this study is a historical research method that uses interviews and secondary sources using sources in the form of documents. The results of this study are Lengger Art is an art that comes from a journey or tirakat from a grandfather named Kek Mo. Lengger dance used to be a fertility ritual. That is, the show is held in relation to the expressions of hope and gratitude of the farmers for the results that have been achieved. Then besides being used as an expression of gratitude, this art is also used as mbarang art or busking which is used as a field to earn a living by the Lengger dancers who have social values ​​in terms of material values, vital values, and spiritual values. Keywords: Lengger Arts, Social Values, Prapah Village
Development Of Infographic Media Based On Qr Code Situs Duplang In History Learning With ASSURE Model Ar, Hofi Hannan; Soepeno, Bambang; Na'im, Mohammad; Puji, Rully Putri Nirmala; Triyanto, Jefri Rieski; Prasetyo, Guruh
JURNAL HISTORICA Vol. 6 No. 2 (2022): December 2022
Publisher : History Education, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jh.v6i2.33083

Abstract

Learning media that serves as a communication tool used in learning, but learning media ccan be beneficial as a means in education which helps the teaching process so that learning does not seem static, so learning can be effective. 05 Jember, SMAN 02 Tanggul and SMAN Arjasa. (1) 66% of educators have difficulties in teaching history in the application of media learning, 33% in teaching methods; (2) The learning method used by educators has used the 100% Lecture method, 66% Problem Solving, 66% Discussion; (3) 66% educators add teaching media in the form of visual Power Point and 66% Video; (4) Educators have obstacles in the application of media in 66% Difficulty in designing learning media, 33% Difficulty in developing learning media. The facilities and infrastructure in the three schools are adequate, from Wi-Fi to projectors, but they are still lacking in utilization in the learning process Based on the questionnaire analytical of learning styles, it must be said that visual teaching styles are 48.3%, audio learning styles are 20.9% and kinesthetic learning styles are 40.7%. improvement of student teaching outcomes after use Infographics teaching media based on Qr Code. The increase in learning outcomes that increased significantly between the pre-test and post-test scores increased the average learning outcomes of students by 87.47%. This Qr Code-based Infographic Media Duplang Site has been developed by adding ideas and concepts to the media. Keywords: Infografis, Qr Code, Situs Duplang
Co-Authors Abriyanti Nazwa Sabila Alfain Nur Mustawhisin Alip Nur Wahyudi Andrianti, Lisa Ar, Hofi Hannan Arista Nortaviana Bahriyanto, Saiful Bambang Soepeno Bambang Supeno Bambang Supeno, Bambang Budiono, Eko Muhammad Arif Damar Wicaksono Deakin Purna Putra Desi Priyanti Dwitiya Raafi'u Rosyidah Dwitiya Raafi’u Rosyidah Eko Muhammad Arif Budiono Eko Muhammad Arif Budiono Elya Sintya erlina, ririt nur Fauziah Vina Yulianti Firdatul Magfiroh Firmansyah, Muhammad Reza Firza Azzam Fadilla Fitriana, Cintiya Aulia Gibson Ireneus Ivander Nua Guruh Prasetyo Hari Wahyudi Hari Wahyudi Hartono, Wiwin Hery Widijanto Hestik Wulandari Hidayah, Ibnu Hofi Hannan Ar Humairoh, Iftitah Dian Iftitah Dian Humairoh Ilham Pramayogi Intan Gladys Irfan Diko Mohammad Ivan Eldiansyah Ivander Nua, Gibson Ireneus Izza Ainun Nurkholishoh Jefri Rieski Triyanto Jefri Rieski Triyanto Kayan Swastika Lisa Andrianti Marjono Marjono Mirza Nurhalizza Mohamad Na'im Mohamad Na'im Mohammad Na'im Mohammad Na'im Mohammad, Irfan Diko Muhammad Agung Pramono Putro Muhammad Agung Pramono Putro Muhammad Reza Firmansyah Mustawhisin, Alfain Nur Na'im, Mohamad na'im, mohammad Nasution, Ahmad Arif Budiman Nortaviana, Arista Noviyanti Noviyanti Noviyanti Noviyanti Noviyanti, N Nurhalizza, Mirza Nuris Satriawan Nurul Umamah Prasetyo, Guruh Puji Rizki Irani Putri, Aulia Rachmanita Ratna Dwi Lestari ririt nur erlina Sahrul, Adi Saiful Bahriyanto Saputro, Moch Fajar Barep Sari, Eka Puspita Kartika Sintya, Elya Siswono, Hendrik Sri Handayani Sri Handayani Sri Wahyuni Stiawan, Ade Denis Sugiyanto - Sugiyanto Sugiyanto Sumardi . Sumarjono Sumarjono Sumarno . Sumarno Sumarno surya, riza afita Ukasyah, Syifa Surya Wiwin Hartanto Wiwit Nur Habibah Wulandari, Hestik Yulianti, Fauziah Vina Zakaria Sandy Pamungkas