Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Community Care Service Dalam Penanganan Lansia Terlantar Di Kabupaten Gorontalo Utara Arsyad, Yolandika; Suleman, Syahputra Adisanjaya; Rahmawati, Rahmawati
Jurnal Publisitas Vol 11 No 2 (2025): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIPOL) Candradimuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37858/publisitas.v11i2.549

Abstract

Elderly individuals, defined as those aged over 60, are a vulnerable population within society. They are particularly susceptible to neglect due to declining physical and social functions, leading close family members to perceive them as burdens. Consequently, social services for the elderly are categorized into institutional and non-institutional care. The concept of community care is a form of non-institutional social service that involves community participation in addressing the issues faced by the elderly. This study aims to analyze the activities of the "LKS Orang Tua Asuh" in addressing the problem of neglected elderly individuals in North Gorontalo Regency, using the community care concept as a framework. A qualitative method with in-depth interview techniques was employed in this research. The findings reveal that the activities conducted by "LKS Orang Tua Asuh" align with a community development-based approach. These activities share key characteristics, including tailoring programs to community needs, involving staff in planning and implementation, gathering information about community needs through local engagement, and evaluating program success based on feedback from beneficiaries and the broader community. This approach has successfully mobilized community members to assist in solving the issues faced by neglected elderly individuals in North Gorontalo Regency.
KANTIN (Kajian Rutin): Inovasi Pelatihan Menulis dan Publikasi Ilmiah Bagi Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah UNM Amir, Rudi; Rahmawati, Rahmawati; Arsyad, Yolandika; Alamsyah, Muhammad Nur; Edy, Marwan Ramdhany
Vokatek : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 3: Issue 2 (Juni 2025)
Publisher : Sakura Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61255/vokatekjpm.v3i2.638

Abstract

Pendidikan tinggi memegang peranan strategis dalam mencetak generasi intelektual. Namun, kemampuan menulis karya ilmiah mahasiswa masih menjadi tantangan utama yang dipengaruhi oleh minimnya pelatihan dan budaya literasi akademik. Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Universitas Negeri Makassar menginisiasi program inovatif bernama KANTIN (Kajian Rutin) sebagai wadah pelatihan menulis dan publikasi ilmiah yang sistematis dan berkelanjutan. Program ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan 40 mahasiswa dalam kegiatan rutin mingguan berupa pelatihan, praktik menulis, diskusi, dan pendampingan publikasi. Hasil evaluasi menunjukkan 87,5% peserta mengalami peningkatan signifikan dalam kemampuan menulis, mencakup perbaikan struktur penulisan, penggunaan bahasa akademik, dan teknik sitasi. Program ini menghasilkan 26 artikel, dengan 10 artikel dikirim ke jurnal nasional dan 4 di antaranya berhasil diterima untuk publikasi. Selain itu, program ini berhasil membentuk komunitas literasi akademik yang aktif dan kolaboratif. KANTIN terbukti efektif dalam membangun budaya akademik yang produktif, meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa, dan berpotensi menjadi model yang dapat direplikasi di lingkungan pendidikan tinggi lainnya.
The challenges of implementing inclusive education programs in outermost, frontline, and Underdeveloped areas Sukmana, Djulaiha; Sakir, Icuk Muhammad; Nurwahyuliningsih, Eka; Arsyad, Yolandika
JETL (Journal of Education, Teaching and Learning) Vol 10 (2025): Special Issue
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jetl.v10i1.6779

Abstract

The government has initiated an inclusive education program as an effort to enhance educational equality for children with special needs who experience physical, mental, and social limitations. This policy is regulated under Law No. 20 of 2003 concerning the National Education System and further elaborated in Ministerial Regulation No. 70 of 2009 on Inclusive Education, where inclusive education is defined as an educational system designed for children with special needs and/or children with special talents so they can learn together with other students in regular schools. Inclusive education has been implemented nationwide, including in Outermost, Frontline, and Underdeveloped Areas (3T), although challenges persist in fully implementing inclusive education in schools. This study aims to describe the challenges faced by educational institutions in implementing inclusive education in 3T areas. The research employs a literature review method by analyzing 25 academic articles related to the primary topic of inclusive education, sourced from Google Scholar, Research Gate, Elsevier, and several books. Based on the reviewed studies, challenges in implementing inclusive education in Indonesia, especially in 3T areas, include: teachers' insufficient qualifications, making it difficult to provide the best services for children with special needs; a curriculum that is not flexible enough to meet children with special needs, causing difficulties in understanding learning materials; inadequate facilities and infrastructure; and limited support from parents, communities, and the government in the implementation of inclusive education. To achieve effective inclusive education, collaboration, commitment, and concrete efforts from all stakeholders are necessary to ensure children with special needs receive equal educational opportunities.
PELATIHAN PEMBUATAN DIMSUM AYAM BAGI IBU RUMAH TANGGA DI DESA KALEBAJENG KECAMATAN BAJENG KABUPATEN GOWA Latang, Latang; Arsyad, Yolandika; Rahmawati, Rahmawati; Alamsyah, Muhammad Nur; Zahra, Shofyatun
Aktivasi: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 1 (2025): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STISIPOL Candradimuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37858/aktivasi.v7i1.667

Abstract

Community empowerment through the development of the creative economy is an important strategy to improve welfare based on local potential. The community of Kalebajeng Village, Bajeng District, Gowa Regency has considerable potential to develop culinary businesses; however, their skills in processing food products with economic value remain limited. This condition necessitates a training program that can enhance the community’s practical skills. This service activity aims to provide practical knowledge and skills while encouraging housewives in Kalebajeng Village to utilize business opportunities through culinary products, particularly chicken dim sum. The method employed was participatory training using presentation, demonstration, and hands-on practice techniques. Program evaluation was carried out through participation evaluation, which assessed the level of involvement and activeness of participants in discussions and practice, and skill evaluation, which used observation sheets and assessment rubrics to measure participants’ abilities in processing and serving dim sum products. The results showed that approximately 80% of participants experienced an increase in technical skills in processing, packaging, and storing chicken dim sum, along with improved knowledge of offline and digital marketing strategies. The implication of this activity is the emergence of opportunities for the development of micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in the culinary sector, which can contribute to increasing household income and strengthening the village economy. Therefore, this training can serve as an effective medium for creative economic empowerment and may be replicated in other regions according to their respective culinary potentials.
Edukasi Mengolah Buah Durian sebagai Industri Rumah Tangga di Kecamatan Sabbang Kabupaten Luwu Utara Untung; Kartini Marzuki; Nasrah Natsir; Rahmawati; Yolandika Arsyad
Tasnim Journal for Community Service Vol. 6 No. 2 (2025): Tasnim
Publisher : Anotero Lembaga Scientific Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55748/tasnim.v6i2.365

Abstract

Kecamatan Sabbang, Kabupaten Luwu Utara, merupakan salah satu sentra penghasil durian dengan produksi melimpah pada musim panen. Kondisi ini kerap menurunkan harga durian secara drastis, bahkan menimbulkan pembusukan akibat keterbatasan daya simpan buah, sehingga petani mengalami kerugian. Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberikan edukasi pengolahan buah durian menjadi produk olahan bernilai tambah sebagai bentuk industri rumah tangga. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pelatihan dan pembinaan partisipatif melalui praktik langsung pembuatan berbagai produk, seperti dampok durian, pancake durian, nastar durian, dan pukis durian. Kegiatan berlangsung Februari–Juli 2024, melibatkan dosen, mahasiswa, petani durian, pengelola PKBM, serta dukungan pemerintah dan tokoh masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi petani dalam mengelola buah durian, serta terbentuknya komunitas petani durian yang berorientasi usaha. Produk olahan yang dihasilkan berpotensi bersaing di pasar apabila memenuhi standar mutu, kemasan, labeling, dan legalitas. Program ini juga menginisiasi kolaborasi dengan pengusaha lokal sebagai mitra pemasaran dan permodalan. Kesimpulannya, edukasi pengolahan buah durian mampu menjadi strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat pedesaan, sekaligus solusi atas fluktuasi harga durian pada musim panen. Rekomendasi diberikan pada tiga aspek: (1) akademik, berupa integrasi praktik kewirausahaan dalam pendidikan nonformal; (2) praktis, berupa penguatan manajemen usaha rumah tangga berbasis potensi lokal; dan (3) kebijakan, berupa dukungan pemerintah daerah dalam pembinaan berkelanjutan, akses modal, serta sertifikasi produk.
PELAKSANAAN PENDIDIKAN NONFORMAL BAGI ANAK BERHADAPAN HUKUM (STUDI KASUS PADA SENTRA WIRAJAYA MAKASSAR) Gaffar, Fatmawati; Untung; Nur Alamsyah; Yolandika Arsyad; Kartini Marzuki
Jurnal Pendidikan Sepanjang Hayat Vol 8 No 2 (2025)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/joll.8.2.94-103

Abstract

Pendidikan nonformal memiliki peran strategis dalam memberikan kesempatan belajar bagi Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) yang seringkali terpinggirkan dari sistem pendidikan formal. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan pendidikan nonformal bagi ABH, mencakup bentuk program, strategi pembelajaran, serta hambatan dan solusinya. Metode penulisan menggunakan kajian literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan nonformal bagi ABH dilakukan melalui program kejar paket, keterampilan hidup (life skills), konseling, dan pembinaan kepribadian. Tantangan yang muncul antara lain keterbatasan sarana, stigma masyarakat, serta kurangnya tenaga pendidik yang terlatih dalam konteks pendidikan rehabilitatif. Pendidikan nonformal terbukti mampu menjadi media integrasi sosial, pemulihan psikologis, serta peningkatan kompetensi bagi ABH menuju reintegrasi ke masyarakat
KONTRIBUSI PENYULUHAN SOSIAL DALAM MEMBANGUN LITERASI KELUARGA TERHADAP DAMPAK JANGKA PANJANG PERNIKAHAN ANAK [THE CONTRIBUTION OF SOCIAL COUNSELING TO THE ENHANCEMENTT OF FAMILY LITERACY ON THE LONG-TERM CONSEQUENCES OF CHILD MARRIAGE] Arsyad, Yolandika; Rahmawati, Rahmawati
Al-Ihtiram: Multidisciplinary Journal of Counseling and Social Research Vol 4, No 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Ahli Bimbingan dan Konseling Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59027/al-ihtiram.v4i2.1135

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi penyuluhan sosial dalam membangun literasi keluarga mengenai dampak jangka panjang pernikahan anak di Desa Kanjilo, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa. Latar belakang penelitian ini berangkat dari masih kuatnya praktik pernikahan anak yang didorong oleh tekanan sosial, keterbatasan ekonomi, serta rendahnya literasi keluarga mengenai risiko kesehatan, pendidikan, dan psikososial. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif pendekatan studi kasus, data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap informan yang dipilih secara purposive, terdiri atas orang tua, remaja, tokoh masyarakat, dan penyuluh sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluhan sosial secara signifikan meningkatkan pemahaman keluarga mengenai risiko jangka panjang pernikahan anak, memperluas perspektif pengasuhan, serta mendorong perubahan dalam pengambilan keputusan keluarga. Intervensi penyuluhan yang menekankan dialog, contoh kasus lokal, dan simulasi dampak sosial-ekonomi mampu membangun kesadaran kritis keluarga serta memfasilitasi munculnya norma baru yang lebih mendukung penundaan usia menikah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penyuluhan sosial memiliki kontribusi strategis dalam memperkuat literasi keluarga dan mencegah pernikahan anak, sekaligus merekomendasikan penguatan komponen literasi hukum, ekonomi, dan digital dalam paket penyuluhan agar efektivitasnya lebih berkelanjutan.
SINERGI BUDAYA 5R DAN NILAI SIPAKATAU SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN NILAI LOKAL MASYARAKAT [SYNERGY OF 5R CULTURE AND SIPAKATAU VALUES AS AN EFFORT TO PRESERVE LOCAL VALUES OF THE BUGIS-MAKASSAR COMMUNITY] Rahmawati, Rahmawati; Arsyad, Yolandika
Al-Ihtiram: Multidisciplinary Journal of Counseling and Social Research Vol 4, No 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Ahli Bimbingan dan Konseling Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59027/al-ihtiram.v4i2.1108

Abstract

This study aims to examine the synergy between the 5R culture (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, and Rajin) and the local values of Sipakatau in creating a disciplined, clean, and character-driven community environment. The 5R culture, derived from a hygiene management approach, was adapted to the local Bugis-Makassar socio-cultural context and combined with Sipakatau values, which emphasize respect for individuals as a moral foundation in community life. This study used qualitative methods, with data collection techniques including online interviews and literature review. The results indicate that the synergy between the 5R culture and Sipakatau values contributes positively to the preservation of local values and encourages active community participation in creating a clean, orderly, and respectful environment. The integration of these two values also forms part of character education based on local wisdom, relevant to supporting sustainable development in the Bugis-Makassar community. 
Pemanfaatan Jagung Sebagai Sumber Gizi Alternatif Untuk Menekan Angka Stunting Di Kabupaten Takalar Marzuki, Kartini; Amir, Rudi; Asri, Muhammad; Arsyad, Yolandika; Alamsyah, Muhammad Nur
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat (AbdiMas)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/abdimas.v3i2.10858

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu rumah tangga dari komunitas petani dalam memanfaatkan jagung sebagai sumber gizi alternatif untuk mendukung pencegahan stunting. Stunting merupakan permasalahan kesehatan yang masih signifikan di Indonesia, termasuk di Kabupaten Takalar yang memiliki prevalensi 24% pada tahun 2024. Rendahnya literasi gizi keluarga dan minimnya diversifikasi pangan lokal menjadi penyebab utama tingginya kasus stunting. Padahal, Kabupaten Takalar memiliki potensi jagung yang melimpah sebagai sumber pangan bergizi alternatif. Metode pelaksanaan PKM meliputi edukasi mengenai dampak stunting, penyuluhan pemanfaatan pangan lokal, serta demonstrasi langsung pengolahan jagung menjadi makanan bergizi seperti sup jagung yang berpotensi disukai anak-anak. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya diversifikasi pangan lokal, serta meningkatnya keterampilan ibu rumah tangga dalam mengolah jagung menjadi menu sehat dan ramah anak. Intervensi ini juga mendorong perubahan sikap peserta untuk lebih sering memanfaatkan jagung dalam menu keluarga. Secara keseluruhan kegiatan PKM ini menunjukkan bahwa edukasi gizi berbasis pangan lokal dan praktik pengolahan sederhana mampu meningkatkan kapasitas keluarga dalam penyediaan makanan bergizi sebagai langkah pencegahan stunting. Program ini direkomendasikan untuk diperluas melalui kerja sama berkelanjutan dengan pemerintah desa, kader posyandu, dan lembaga pendidikan masyarakat guna memperkuat pemanfaatan pangan lokal sebagai strategi pemberdayaan keluarga dan percepatan penurunan stunting.
PERAN ORANGTUA DALAM PENGEMBANGAN BAHASA TERHADAP ANAK USIA 4-5 TAHUN DI TK PAUD MUTIARA KASIH GE’TENGAN KECAMATAN MENGKENDEK KABUPATEN TANA TORAJA Tonglo, Soni Rante; Asri, Muhammad; Amir, Rudi; Arsyad, Yolandika
JAPPA: Jurnal Andragogi Pedagogi dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 3, No 3 (2025): JURNAL JAPPA
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jappa.v3i3.55939

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran orang tua dalam pengembangan bahasa terhadap anak usia 4-5 tahun di tk paud mutiara kasih ge’tengan kecamatan mengkendek kabupaten tana toraja yang terdiri dari kegiatan pendahuluan,inti dan penutup.penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian metode wawancara,obsevasi dan dokumentasi. Triangulasi yang digunakan untuk mejelaskan keabsahan data dengan menggunakan triangulasi sumber. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa peran orang tua dalam pengembangan bahasa terhadap anak usia 4-5 tahun di tk paud menggunakan peranan orangtua dalam keluarga Context yang meliputi peran orang tua dalam pengembangan bahasa terhadap anak usia 4-5 tahun di tk paud,orangtua/wali murid. Input yang meliputi orangtua,peserta didik , sarana dan prasarana dan dana.