Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Edukasi Mengolah Buah Durian sebagai Industri Rumah Tangga di Kecamatan Sabbang Kabupaten Luwu Utara Untung; Kartini Marzuki; Nasrah Natsir; Rahmawati; Yolandika Arsyad
Tasnim Journal for Community Service Vol. 6 No. 2 (2025): Tasnim
Publisher : Anotero Lembaga Scientific Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55748/tasnim.v6i2.365

Abstract

Kecamatan Sabbang, Kabupaten Luwu Utara, merupakan salah satu sentra penghasil durian dengan produksi melimpah pada musim panen. Kondisi ini kerap menurunkan harga durian secara drastis, bahkan menimbulkan pembusukan akibat keterbatasan daya simpan buah, sehingga petani mengalami kerugian. Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberikan edukasi pengolahan buah durian menjadi produk olahan bernilai tambah sebagai bentuk industri rumah tangga. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pelatihan dan pembinaan partisipatif melalui praktik langsung pembuatan berbagai produk, seperti dampok durian, pancake durian, nastar durian, dan pukis durian. Kegiatan berlangsung Februari–Juli 2024, melibatkan dosen, mahasiswa, petani durian, pengelola PKBM, serta dukungan pemerintah dan tokoh masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi petani dalam mengelola buah durian, serta terbentuknya komunitas petani durian yang berorientasi usaha. Produk olahan yang dihasilkan berpotensi bersaing di pasar apabila memenuhi standar mutu, kemasan, labeling, dan legalitas. Program ini juga menginisiasi kolaborasi dengan pengusaha lokal sebagai mitra pemasaran dan permodalan. Kesimpulannya, edukasi pengolahan buah durian mampu menjadi strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat pedesaan, sekaligus solusi atas fluktuasi harga durian pada musim panen. Rekomendasi diberikan pada tiga aspek: (1) akademik, berupa integrasi praktik kewirausahaan dalam pendidikan nonformal; (2) praktis, berupa penguatan manajemen usaha rumah tangga berbasis potensi lokal; dan (3) kebijakan, berupa dukungan pemerintah daerah dalam pembinaan berkelanjutan, akses modal, serta sertifikasi produk.
PELAKSANAAN PENDIDIKAN NONFORMAL BAGI ANAK BERHADAPAN HUKUM (STUDI KASUS PADA SENTRA WIRAJAYA MAKASSAR) Gaffar, Fatmawati; Untung; Nur Alamsyah; Yolandika Arsyad; Kartini Marzuki
Jurnal Pendidikan Sepanjang Hayat Vol 8 No 2 (2025)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/joll.8.2.94-103

Abstract

Pendidikan nonformal memiliki peran strategis dalam memberikan kesempatan belajar bagi Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) yang seringkali terpinggirkan dari sistem pendidikan formal. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan pendidikan nonformal bagi ABH, mencakup bentuk program, strategi pembelajaran, serta hambatan dan solusinya. Metode penulisan menggunakan kajian literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan nonformal bagi ABH dilakukan melalui program kejar paket, keterampilan hidup (life skills), konseling, dan pembinaan kepribadian. Tantangan yang muncul antara lain keterbatasan sarana, stigma masyarakat, serta kurangnya tenaga pendidik yang terlatih dalam konteks pendidikan rehabilitatif. Pendidikan nonformal terbukti mampu menjadi media integrasi sosial, pemulihan psikologis, serta peningkatan kompetensi bagi ABH menuju reintegrasi ke masyarakat
Pemanfaatan Jagung Sebagai Sumber Gizi Alternatif Untuk Menekan Angka Stunting Di Kabupaten Takalar Marzuki, Kartini; Amir, Rudi; Asri, Muhammad; Arsyad, Yolandika; Alamsyah, Muhammad Nur
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat (AbdiMas)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/abdimas.v3i2.10858

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu rumah tangga dari komunitas petani dalam memanfaatkan jagung sebagai sumber gizi alternatif untuk mendukung pencegahan stunting. Stunting merupakan permasalahan kesehatan yang masih signifikan di Indonesia, termasuk di Kabupaten Takalar yang memiliki prevalensi 24% pada tahun 2024. Rendahnya literasi gizi keluarga dan minimnya diversifikasi pangan lokal menjadi penyebab utama tingginya kasus stunting. Padahal, Kabupaten Takalar memiliki potensi jagung yang melimpah sebagai sumber pangan bergizi alternatif. Metode pelaksanaan PKM meliputi edukasi mengenai dampak stunting, penyuluhan pemanfaatan pangan lokal, serta demonstrasi langsung pengolahan jagung menjadi makanan bergizi seperti sup jagung yang berpotensi disukai anak-anak. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya diversifikasi pangan lokal, serta meningkatnya keterampilan ibu rumah tangga dalam mengolah jagung menjadi menu sehat dan ramah anak. Intervensi ini juga mendorong perubahan sikap peserta untuk lebih sering memanfaatkan jagung dalam menu keluarga. Secara keseluruhan kegiatan PKM ini menunjukkan bahwa edukasi gizi berbasis pangan lokal dan praktik pengolahan sederhana mampu meningkatkan kapasitas keluarga dalam penyediaan makanan bergizi sebagai langkah pencegahan stunting. Program ini direkomendasikan untuk diperluas melalui kerja sama berkelanjutan dengan pemerintah desa, kader posyandu, dan lembaga pendidikan masyarakat guna memperkuat pemanfaatan pangan lokal sebagai strategi pemberdayaan keluarga dan percepatan penurunan stunting.
PERAN ORANGTUA DALAM PENGEMBANGAN BAHASA TERHADAP ANAK USIA 4-5 TAHUN DI TK PAUD MUTIARA KASIH GE’TENGAN KECAMATAN MENGKENDEK KABUPATEN TANA TORAJA Tonglo, Soni Rante; Asri, Muhammad; Amir, Rudi; Arsyad, Yolandika
JAPPA: Jurnal Andragogi Pedagogi dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 3, No 3 (2025): JURNAL JAPPA
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jappa.v3i3.55939

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran orang tua dalam pengembangan bahasa terhadap anak usia 4-5 tahun di tk paud mutiara kasih ge’tengan kecamatan mengkendek kabupaten tana toraja yang terdiri dari kegiatan pendahuluan,inti dan penutup.penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian metode wawancara,obsevasi dan dokumentasi. Triangulasi yang digunakan untuk mejelaskan keabsahan data dengan menggunakan triangulasi sumber. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa peran orang tua dalam pengembangan bahasa terhadap anak usia 4-5 tahun di tk paud menggunakan peranan orangtua dalam keluarga Context yang meliputi peran orang tua dalam pengembangan bahasa terhadap anak usia 4-5 tahun di tk paud,orangtua/wali murid. Input yang meliputi orangtua,peserta didik , sarana dan prasarana dan dana.
Pengaruh Permainan Edukatif Media Flashcard Terhadap Kemampuan Bahasa Inggris Anak Usia 3-6 Tahun di Kecamatan Ujung Pandang Kota Makassar Anaya Atrida, Hatirah; Latif, M. Ali; Nur Alamsyah, Muhammad; Arsyad, Yolandika; Fahmi, Rahmat
JAPPA: Jurnal Andragogi Pedagogi dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 3, No 3 (2025): JURNAL JAPPA
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jappa.v3i3.55901

Abstract

This study aims to determine whether or not there is an influence of flashcard media educational games on the English skills of children aged 3-6 years in Ujung Pandang District. This research uses a quantitative approach with a type of experimental research. The subjects of this study were educators and children aged 3-6 years. While the object of this study is TK – Baby House or PAUD. Data collection using observation, interview, pre-test and post-test methods. The technique used in data analysis using re-experiment design (pretest – posttest control group design) is that if there is a difference between pretest and posttest scores, where the posttest score is significantly higher than the pretest score, it can be concluded that the treatment given has an influence or is effective on changes that occur in the dependent variable. Based on the results of the study shows that there is a significant relationship between flashcard media educational games on the English skills of children aged 3-6 years in Ujung Pandang district
Pariwisata Berbasis Komunitas sebagai Strategi Pemberdayaan: Tinjauan Konseptual dari Perspektif Pendidikan Nonformal Arsyad, Yolandika
JPUS: Jurnal Pendidikan Untuk Semua Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Pendidikan Untuk Semua, Oktober 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpus.v9n2.p75-88

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji kembali konsep Community-Based Tourism (CBT) dalam kerangka pembangunan berkelanjutan dan keadilan sosial, serta menjelaskan peran pendidikan nonformal dalam memperkuat kapasitas komunitas untuk mengelola pariwisata berbasis komunitas secara mandiri. Menggunakan metode kajian literatur terhadap publikasi ilmiah terindeks dalam sepuluh tahun terakhir, penelitian ini menganalisis bagaimana CBT, pendidikan nonformal, dan pemberdayaan masyarakat terintegrasi dalam praktik pembangunan lokal. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan CBT sangat dipengaruhi oleh partisipasi warga, tata kelola komunitas, dan kapasitas sosial-ekonomi yang diperkuat melalui pendidikan nonformal. Selain itu, integrasi ketiga komponen tersebut menghasilkan model pembangunan lokal yang lebih inklusif, adaptif, dan berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan nonformal merupakan pilar strategis yang memastikan keberlanjutan dan keadilan dalam implementasi CBT.
Literature Study on the Integration of Local Language and Culture in Urban Education in Makassar Rahmawati, Rahmawati; Arsyad, Yolandika
Journal of Indonesian Progressive Education Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Early Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63617/jipe.v3i1.93

Abstract

This study aims to analyze the integration of local language and culture in the urban education system in Makassar City through a library research approach with qualitative methods. The city of Makassar as a multicultural region faces the challenges of modernization and globalization which has led to a shift in the use of regional languages and the weakening of local cultural values such as siri' na pacce, sipakatau, and sipakainge. Based on the results of the literature analysis, it was found that local language and culture have a strategic role in shaping students' identities, strengthening character, and increasing the relevance of learning. This integration can be done through the application of local content based on ethnopedagogy, the development of contextual teaching materials, and collaboration between schools, cultural communities, and local governments. However, its implementation still faces challenges in the form of limited national curriculum, low teacher competence in implementing local cultural values, and lack of education policy support. Therefore, a policy strategy is needed that supports a curriculum based on local wisdom and increases the capacity of teachers to create contextual and culturally rooted learning. The results of this study are expected to make a theoretical and practical contribution to the development of ethnopedagogy-based education in urban areas such as Makassar.
The Role Of Islamic Religious Education In Shaping Students' Attitudes Toward The Kajang Customary Beliefs Karadona, Rosika Indri; Rahmawati, Rahmawati; Arsyad, Yolandika; Mudatsir, Mudatsir
Journal of Indonesian Progressive Education Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Early Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63617/jipe.v3i1.112

Abstract

  Islamic Religious Education (PAI) plays a strategic role in shaping students' religious attitudes, especially in the context of communities with a strong traditional belief system. This research aims to analyze the role of Islamic Religious Education in shaping students' attitudes toward the Kajang customary beliefs at SMA Negeri 13 Bulukumba. This research uses a qualitative approach with a case study type. The subjects of the research include students from the Kajang indigenous community as well as Islamic Religious Education teachers. Data collection techniques were carried out thru in-depth interviews, participatory observation, and documentation. Data analysis was conducted using the interactive model of Miles and Huberman, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing and verification, with data validity maintained thru source and technique triangulation. The research results show that Islamic Religious Education at SMA Negeri 13 Bulukumba plays an important role in shaping students' religious, tolerant, and moderate attitudes. Islamic Religious Education (PAI) not only serves as a means of transferring religious knowledge but also as a medium for the internalization of moral and spiritual values implemented in the daily lives of students. On the other hand, the Kajang customary beliefs based on the pasang ri Kajang are maintained as a cultural identity and a guideline for the community's way of life. This research found a pattern of coexistence and value dialog between Islamic teachings and traditional beliefs, where students are able to respect customs as local wisdom without neglecting the principles of Islamic teachings. Thus, contextual and culturally sensitive Islamic Religious Education has proven capable of shaping students' characters to be both religious and cultured.
Social Transformation Through Non-Formal Education: Implementing Paulo Freire’s Critical Values Arsyad, Yolandika; Asri, Muhammad; Febriansa, Febriansa
International Journal on Advanced Science, Education, and Religion Vol 8 No 3 (2025): IJoASER (International Journal on Advanced Science, Education)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Furqan, Makassar - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33648/ijoaser.v8i4.983

Abstract

This study aims to evaluate Paulo Freire's theory of education for liberation within the context of non-formal education in Indonesia. Freire's theory, emphasizing the importance of critical consciousness, dialogue, and the active role of learners in the educational process, serves as a conceptual foundation for designing emancipatory educational practices, particularly for marginalized groups. Employing a literature review method, this research examines studies relevant to Freire's ideas and their implementation in non-formal education, especially community-based approaches oriented towards community empowerment. The analysis reveals that applying Freire's critical education principles can strengthen learners' positions as subjects in the learning process and promote social transformation through contextual and participatory education. These findings recommend the development of non-formal education models that are more reflective, dialogical, and rooted in the learners' social realities, as efforts toward transformative and inclusive education.
The challenges of implementing inclusive education programs in outermost, frontline, and Underdeveloped areas Djulaiha Sukmana; Icuk Muhammad Sakir; Eka Nurwahyuliningsih; Yolandika Arsyad
JETL (Journal of Education, Teaching and Learning) Vol 10 (2025): Special Issue
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jetl.v10i1.6779

Abstract

The government has initiated an inclusive education program as an effort to enhance educational equality for children with special needs who experience physical, mental, and social limitations. This policy is regulated under Law No. 20 of 2003 concerning the National Education System and further elaborated in Ministerial Regulation No. 70 of 2009 on Inclusive Education, where inclusive education is defined as an educational system designed for children with special needs and/or children with special talents so they can learn together with other students in regular schools. Inclusive education has been implemented nationwide, including in Outermost, Frontline, and Underdeveloped Areas (3T), although challenges persist in fully implementing inclusive education in schools. This study aims to describe the challenges faced by educational institutions in implementing inclusive education in 3T areas. The research employs a literature review method by analyzing 25 academic articles related to the primary topic of inclusive education, sourced from Google Scholar, Research Gate, Elsevier, and several books. Based on the reviewed studies, challenges in implementing inclusive education in Indonesia, especially in 3T areas, include: teachers' insufficient qualifications, making it difficult to provide the best services for children with special needs; a curriculum that is not flexible enough to meet children with special needs, causing difficulties in understanding learning materials; inadequate facilities and infrastructure; and limited support from parents, communities, and the government in the implementation of inclusive education. To achieve effective inclusive education, collaboration, commitment, and concrete efforts from all stakeholders are necessary to ensure children with special needs receive equal educational opportunities.