Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Terhadap Pemanfaatan Layanan Tes HIV pada Ibu Hamil Saat Kunjungan Antenatal Care di Puskesmas Sukasada I Wigutomo Gozali; Putu Irma Pratiwi; Ni Nyoman Ayu Desy Sekarini; Anjar Tri Astuti
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 5 No. 2 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.322 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v5i2.1899

Abstract

World Health Organization (WHO) offers cooperation towards zero new HIV infections among infants by 2020 and the elimination of hepatitis B and syphilis as a public health threat by 2030. Mother-to-child transmission (MTCT) is the most common way of acquiring HIV infection in children. children because more than 90% of new infections among children are through mother-to-child transmission. identify the relationship between knowledge and the use of HIV testing services for pregnant women during antenatal care visits at the Sukasada I Public Health Center. Methods: This study used a quantitative research design with a cross-sectional study design. This research was conducted in the working area of the Sukasada I Health Center and was conducted from May-June 2022. The sample in this study was 60 pregnant women who came to do a pregnancy check at the Sukasada I Health Center. The sampling technique in this study was accidental sampling. The test used in this study was the Chi Square test with P value <0.05. Results: Knowledge of pregnant women about HIV/AIDS is in the good category, as many as 29 people (48.33%). The use of HIV testing services for pregnant women showed that 35 people (58,33%). The results of statistical tests using chi square analysis, the value of p=.001 is smaller than the significance level of P value of 0.05. Conclusion: There is a Relationship between Knowledge and Utilization of HIV Testing Services for Pregnant Women During Antenatal Care Visits at Sukasada I Public Health Center. Abstrak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menawarkan kerjasama menuju nol infeksi HIV baru di antara bayi pada tahun 2020 dan penghapusan hepatitis B dan sifilis sebagai ancaman Kesehatan masyarakat pada tahun 2030.  Penularan dari ibu ke anak (MTCT) adalah cara paling umum untuk mendapatkan infeksi HIV pada anak karena lebih dari 90% infeksi baru diantara anak-anak adalah melalui penularan ibu ke anak. mengidentifikasi hubungan pengetahuan terhadap pemanfaatan layanan tes HIV pada ibu hamil saat kunjungan antenatal care di Puskesmas Sukasada I.  Metode: Jenis penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif dengan desai penelitian cross sectional. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Sukasada I dan dilakukan dari bulan Mei-Juni 2022. Sampel pada penelitian ini adalah ibu hamil yang datang untuk melakukan pemeriksaan kehamilan di Puskesmas Sukasada I sejumlah 60 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah accidental sampling. Uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji Chi Square dengan P value <0,05. Hasil: Pengetahuan ibu hamil mengenai HIV/AIDS berada pada kategori baik yaitu sebanyak 29 orang (48,33%). Pemanfaatan layanan tes HIV pada ibu hamil didapatkan hasil sudah memanfaatkan tes HIV/AIDS sebanyak 35 orang (58,33%). Hasil uji statistic menggunakan analisis chi square nilai p= .001 lebih kecil dari tingkat kemaknaan P value 0,05. Kesimpulan: Terdapat Hubungan Pengetahuan Terhadap Pemanfaatan Layanan Tes HIV pada Ibu Hamil Saat Kunjungan Antenatal Care di Puskesmas Sukasada I.
PENGARUH MEDIA VIDEO TERHADAP PENGETAHUAN IBU HAMIL MENGENAI MASSASE EFFLEURAGE UNTUK MENGURANGI NYERI PERSALINAN DI PUSKESMAS SUKASADA I Pratiwi, Putu Irma; Anjar Tri Astuti; Ni Nyoman Ayu Desy Sekarini; Made Rini Sri Wulandari; Kadek Veronika Ambarani
Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Utama Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52299/jks.v15i2.289

Abstract

Sebagian besar wanita mengalami rasa sakit selama persalinan dan setelah melahirkan. Nyeri persalinan yang tidak diatasi menimbulkan dampak negative seperti stress dan ketakutan. Kebutuhan pengetahuan ibu hamil mengenai manajemen nyeri persalinan yang efektif sangatlah penting. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya pengaruh media video terhadap tingkat pengetahuan ibu hamil mengenai massage effleurage di Puskesmas Sukasada I. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian quasi eksperimen dan dengan rancangan one group pretest- posttest design. Teknik analisa data menggunakan Wilcoxon Sign Ranked Test. Hasil dari penelitian ini adalah Tingkat pengetahuan ibu hamil sebelum diberikan intervensi sebagian besar berada pada kategori pengetahuan kurang (63,33%). Setelah diberikan intervensi berupa media video tingkat pengetahuan ibu hamil berada pada kategori baik (80%). Sehingga ada pengaruh penyuluhan dengan menggunakan media video terhadap tingkat pengetahuan ibu hamil tentang massage effleurage untuk mengurangi nyeri persalinan dengan nilai p 0,000 <0,05. Saran agar penelitian selanjutnya dapat menilai keterampilan dari pendamping ibu bersalin setelah diberikan video tentang massage effleurage sehingga lebih mengoptimalkan pengurangan rasa nyeri secara non farmakologis.
Mean Artery Pressure (MAP) dan Aktivitas Fisik pada Kehamilan : Mean Arterial Pressure (MAP) and Physical Activity in Pregnancy Sekarini, Ni Nyoman Ayu Desy; Pratiwi, Putu Irma; Sulyastini, Ni Komang; Kurniawati, Yuni; Ida Ayu Kade Trisna Dwiyanti
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 7 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v7i2.3358

Abstract

Hypertension in pregnancy, including preeclampsia and eclampsia, is a leading cause of maternal mortality in Indonesia. This condition can be prevented through early detection, such as routine measurement of Mean Arterial Pressure (MAP) during prenatal check-ups. Daily physical activity, including household chores, is one of the factors that can influence MAP values. This study aimed to analyze the relationship between physical activity and MAP in pregnant women. A quantitative approach with an analytical design and cross-sectional method was employed. The sample consisted of 332 pregnant women in their first, second, and third trimesters who underwent prenatal examinations at 36 independent midwifery practices in Buleleng Regency, selected through Cluster Random Sampling. Primary data were collected on physical activity over one week using the Pregnancy Physical Activity Questionnaire (PPAQ), while MAP was calculated through blood pressure measurements. The analysis using the Chi-square test yielded a p-value of 0.018 (p < 0.05), indicating a significant relationship between physical activity and MAP. The majority of respondents (87.7%) had normal MAP (<90 mmHg), and 88.3% demonstrated good levels of physical activity. Physical activity was shown to play a crucial role in preventing pregnancy-related hypertension. Therefore, pregnant women are encouraged to engage in regular physical activity to reduce the risk of complications during and after pregnancy.    Abstrak Hipertensi dalam kehamilan, termasuk preeklamsia dan eklamsia, merupakan salah satu penyebab utama Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia. Kondisi ini dapat dicegah melalui deteksi dini, seperti pengukuran Mean Artery Pressure (MAP) secara rutin selama pemeriksaan kehamilan. Aktivitas fisik harian, termasuk kegiatan rumah tangga, menjadi salah satu faktor yang memengaruhi nilai MAP. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara aktivitas fisik dan MAP pada ibu hamil. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik dan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 332 ibu hamil trimester I, II, dan III yang melakukan pemeriksaan di 36 Praktek Mandiri Bidan (PMB) di Kabupaten Buleleng, dengan teknik Cluster Random Sampling. Data primer diperoleh dari pengukuran aktivitas fisik selama 1 minggu menggunakan instrumen Pregnancy Physical Activity Questionnaire (PPAQ), serta pengukuran MAP melalui penghitungan tekanan darah. Analisis menggunakan uji Chi-square menunjukkan p-value 0,018 (p < 0,05), yang mengindikasikan adanya hubungan signifikan antara aktivitas fisik dan MAP. Sebagian besar responden (87,7%) memiliki MAP normal (<90 mmHg) dan 88,3% menunjukkan tingkat aktivitas fisik yang baik. Aktivitas fisik terbukti berperan dalam pencegahan hipertensi pada kehamilan, sehingga ibu hamil disarankan untuk tetap melakukan aktivitas fisik secara rutin guna mengurangi risiko komplikasi selama dan setelah kehamilan.    
Optimalisasi Peran Kader Posyandu Dalam Pemeriksanaan Triple Eliminasi Pada Ibu Hamil Komang Sulyastini; Ni Nyoman Ayu Desy Sekarini; Made Rinin Sri Wulandari; Putu Irma Pratiwi; Sumiati; Putu Diah Prasetiani
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 13 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v13i2.70254

Abstract

Kader Posyandu memiliki peran penting dalam mendukung program kesehatan ibu hamil, termasuk deteksi dini dan pencegahan tiga infeksi utama yang berisiko bagi ibu dan bayi, yaitu HIV, sifilis, dan hepatitis B (Triple Eliminasi). Namun, berdasarkan pengamatan awal, peran kader dalam kegiatan ini masih belum optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi peran kader Posyandu dalam pelaksanaan pemeriksaan Triple Eliminasi pada ibu hamil. Jenis dan pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif (mixed methods). Subjek yang terlibat dalam penelitian ini adalah kader posyandu sejumlah 15 orang. Metode yang digunakan adalah metode observasi partisipatif dan eksperimen lapangan. dimulai dari persiapan, pelatihan dan pengabdian. Pada saat pelatihan diberikan pretes dan postes untuk mengetahui peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader. Selanjutnya dilaksanakan pendampingan secara langsung untuk memastikan efektifitas dari kegiatan palatihan yang diberikan evaluasi dilaksanakan dengan pemberian kuisioner pretes dan postes. Hasil dari kegiatan ini terdapat peningkatan pengetahuan kader dengan rata-rata peningkatan 30 poin. Pada kegiatan pendampingan kader telah mampu melakukan edukasi kepada ibu hamil terkait pemeriksaan tripel eliminasi. Disimpulkan bahwa kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader terkait pemeriksaan triple eliminasi pad ibu hamil. Implikasi penelitian ini dapat memberikan wawasan tentang pentingnya pemberdayaan kader sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat.
Optimalisasi Kader dalam Pencegahan Anemia Remaja Putri untuk Mencegah Stunting di Desa Selat Ni Nyoman Ayu Desy Sekarini; Putu Irma Pratiwi; Ni Luh Kadek Alit Arsani; Made Anggita Abdi Jayanti; Kadek Bunga Harry Pratiwi
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia, characterized by low hemoglobin (Hb) levels, is a significant health concern, particularly among adolescent girls experiencing menstruation. Reports indicate that the prevalence of anemia in adolescent girls reaches 37.2%,, primarily caused by nutritional deficiencies and blood loss during menstruation. The government has introduced several programs to address anemia, such as iron supplementation (tablet tambah darah or TTD) and balanced nutrition education. However, many adolescent girls do not adhere to TTD consumption recommendations due to factors such as taste and side effects. This study aims to enhance the knowledge of posyandu cadres on anemia prevention and management through systematic training. The community service activities included training 20 cadres from each village cluster in Desa Selat, focusing on the causes, symptoms, and prevention of anemia. The results demonstrated a significant increase in the cadres’ knowledge after the training. Prior to the training, most cadres exhibited limited knowledge, but post-training assessments revealed a substantial improvement, with a majority achieving good knowledge levels. Continued mentoring ensured that cadres could effectively disseminate accurate information to adolescent girls in posyandu settings. This initiative not only enhanced cadres’ knowledge but also boosted their confidence in communicating with adolescents about anemia prevention. Thus, the role of posyandu cadres as educators and motivators is pivotal in combating anemia and preventing stunting among adolescent girls. The optimization of posyandu cadres through education and mentoring is an effective strategy for improving adolescent health and reducing stunting prevalence in the future.   Abstrak Anemia, yang ditandai dengan kadar hemoglobin (Hb) yang rendah, menjadi masalah kesehatan serius, terutama pada remaja putri yang mengalami menstruasi. Berdasarkan laporan, prevalensi anemia di kalangan remaja putri mencapai 37,2%, dengan penyebab utama termasuk defisiensi gizi dan kehilangan darah saat menstruasi.Pemerintah telah meluncurkan beberapa program untuk menangani anemia, seperti suplementasi tablet tambah darah (TTD) dan edukasi gizi seimbang. Namun, masih banyak remaja putri yang tidak mematuhi anjuran konsumsi TTD karena berbagai alasan, termasuk rasa dan efek samping. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader posyandu mengenai pencegahan dan penanggulangan anemia melalui pelatihan yang sistematis. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini mencakup pelatihan kader posyandu yang melibatkan 20 orang perwakilan dari setiap dusun di Desa Selat. Pelatihan ini mencakup materi tentang anemia, penyebabnya, serta cara pencegahannya. Hasil dari kegiatan pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan kader tentang anemia setelah mengikuti sesi edukasi. Sebelum pelatihan, sebagian besar kader memiliki pengetahuan yang kurang baik; setelah pelatihan, jumlah kader dengan pengetahuan baik meningkat drastis.Pendampingan lanjutan dilakukan untuk memastikan kader mampu menyampaikan informasi dengan tepat kepada remaja putri di posyandu. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan kader tetapi juga memberikan kepercayaan diri dalam berkomunikasi dengan remaja mengenai pentingnya pencegahan anemia. Dengan demikian, peran kader posyandu sebagai educator dan motivator sangat penting dalam upaya penanggulangan anemia dan pencegahan stunting di kalangan remaja putri.Kesimpulannya, optimalisasi peran kader posyandu melalui pendidikan dan pendampingan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam menangani masalah anemia. Ini merupakan langkah penting untuk meningkatkan kesehatan remaja putri dan mencegah stunting di masa depan.  
Kelas Online Ibu Balita Untuk Pengetahuan Dan Keterampilan Ibu Dalam Mendeteksi Dan Menstimulasi Perkembangan Balita Pada Masa Covid-19 Sekarini, Ni Nyoman Ayu Desy; Aswitami, Ni Gusti Ayu Pramita; Pratiwi, Putu Irma
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 8 No. 3 (2020): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/paud.v8i3.34367

Abstract

Anak merupakan asset berharga bangsa sebagai penerus bangsa. Upaya mewujudkannya diperlukan lingkungan yang kondusif untuk pertumbuhan dan perkembangan yang berkualitas sejak dini. Salah satu program pemerintah yaitu dibentuknya kelas ibu balita. Namun pada masa pandemic COVID-19 pelaksanaan kelas ibu balita ditunda sampai kondisi bebas dari pandemic COVID-19. Solusi dari permasalahan tersebut adalah dengan pelaksanaan kelas ibu balita secara online atau sering disebut kelasonline ibu balita.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas kelas online ibu balita dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam mendeteksi dan menstimulasi perkembangan anak. Penelitian ini menggunakan rancangan Pra Eksperimen dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Penelitian ini membandingkan pengetahuan dan keterampilan responden sebelum dan setelah perlakukan. Perlakuan yang diberikan yaitu berupa Kelas online ibu balita dengan media pembelajaran menggunakan aplikasi zoom dan Whatsapp Group. Jumlah responden yang digunakan yaitu yaitu 46 responden. Hasil penelitian diperoleh nilai p value 0,000 atau < 0,05 yang artinya bahwa kelas online ibu balita efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam mendeteksi dan menstimulasi  perkembangan Balita 0-5 tahun. Simpulan: kelas online ibu balita dapat meningkatakn pengetahuan dan keterampilan ibu dalam mendeteksi dan menstimulasi perkembangan balita.
Optimalisasi Peran Orang Tua Dalam Pemantauan Pertumbuhan, Perkembangan dan Stimulasi Balita pada Masa Pandemi Covid-19 Pratiwi, Putu Irma; Sulyastini, Ni Komang; Astuti, Anjar Tri
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 11 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.651 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v11i2.45692

Abstract

Penyakit Coronavirus 2019 (COVID-19) merupakan masalah kesehatan dunia. Langkah-langkah yang dilakukan pemerintah untuk mengendalikan pandemi ini menimbulkan dampak yang luas pada perekonomian, kehidupan sehari-hari dan semua aspek kehidupan anak. Gangguan pertumbuhan dan perkembangan seringkali tidak kentara dan sulit untuk diketahui, biasanya akan terdeteksi ketika sudah terjadi masalah. Proses skrining awal memungkinkan untuk menemukan anak-anak berisiko mengalami masalah dalam perkembangan. Orang tua memiliki peran yang penting dalam melakukan kegiatan ini. Tujuan Kegiatan ini untuk meningkatkan kemampuan orang tua dalam memantau pertumbuhan, perkembangan, pemberian stimulasi pada balita dirumah dan tercatatnya hasil pemantauan pada buku Kesehatan Ibu Anak (KIA). Metode kegiatan pengabdian ini adalah pelatihan. Hasil dari pengabdian ini terdapat peningkatan  pengetahuan pada orang tua balita mengenai pemantauan pertumbuhan dan perkempangan dilihat dari hasil pre dan posttest serta terlaksananya pemantauan pertumbuhan, perkembangan dan pemberian stimulasi pada balita dirumah.
PENERAPAN KALKULATOR DETEKSI (KOKI) SEBAGAI APLIKASI BERBASIS WEB UNTUK DETEKSI DINI STUNTING BAGI KADER POSYANDU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKASADA I Pratiwi, Putu Irma; Gozali, Wigutomo; Giri, Ketut Espana; Astuti, Anjar Tri; Sekarini, Nyoman Ayu Desy
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v12i2.52060

Abstract

Stunting pada masa balita dapat meningkatkan terjadinya morbilitas, anak-anak mengalami kesulitan dalam hal belajar, stunting pada masa balita memungkinkan untuk memiliki status pendek dimasa dewasa. Masyarakat seringkali mengalami kesulitan dalam melakukan deteksi terhadap stunting, karena perawakan yang pendek dianggap sangat umum sehingga merukan hal normal bagi masyarakat. Pengukuran pertumbuhan yang efektif dapat membantu meningkatkan kualitas hidup balita. Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) merupakan salah satu tempat pelayanan kesehatan yang bersumberdaya masyarakat yang melakukan pemantauan terhadap pertumbuhan anak. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dalam melakukan deteksi dini terhadap stunting melalui aplikasi berbasis web. Metode pengabdian adalah dengan pelatihan dan pendampingan terhadap 15 orang kader posyandu. Hasil dari pengabdian ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan kader posyandu setelah diberikan pelatihan serta seluruh kader posyandu mau dan mampu menerapkan penggunaan aplikasi berbasis web untuk mendeteksi dini stunting pada saat pelaksanaan posyandu.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN KADER POSYANDU DALAM UPAYA PENCEGAHAN HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN (HDK) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKASADA I Sekarini, Ni Nyoman Ayu Desy; Putu Irma Pratiwi; Anjar Triastuti
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 12 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v12i1.52252

Abstract

HDK merupakan hipertensi yang dapat terjadi pada masa kehamilan. HDK sangat berdampak kepada kesehatan ibu dan jani. Berbagai faktor resiko dapat menyebabkan HDK salah satunya peran kader. Kader merupakan anggota masyarakat yang paling dekat dengan ibu hamil, sehingga diharapkan daer dapat melaksankan pencegahan terhadap kejadian HDK. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan pelatihan dan pendampingan kader posyandu dalam melaksanakan pencegahan HDK. Hasil dari pengabdian masyarakat ini yaitu pada tahap pelatihan kader diberikan materi dan diajarkan keterampilan mengukur tekanan darah dengan tensi mater digital. Hasil Prettes dan posttes yang telah dilakukan terdapat rata-rata peningkatan pengetahuan sejumlah 30 poin. Berdasarkan data tersebut juga dapat dilihat bahwa Sebagian besar 9 (60%) peserta memiliki pengetahuan baik. Pada tahap pendampingan seluruh kader telah melaksanakan penyuluhan dan pengukuran tensi pada ibu hamil dalam upaya pencegahan HDK. Diharapkan kader posyandu secara rutin dan berkelanjutan melaksakan penyuluhan terkait HDK dan mengukur tekanan darah pada ibu hamil saat kegiatan posyandu berlangsung
Digitalisasi UMKM melalui Pembuatan Website: Strategi Pengembangan Usaha Sambal Ikan di UMKM Loka Muda Nusa Penida Pratiwi, Putu Irma; Wijaya, I Nyoman Saputra Wahyu; Dewi, Nyoman Ayu Wulan Trisna; Pradnyana, I Ketut Andika; Sekarini, Ni Nyoman Ayu Desy; Putra, I Komang Apriyatama Sukarma; Prasetya, I Putu Gede Agung
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 14 No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v14i1.85202

Abstract

Indonesia sebagai negara maritim memiliki potensi besar di sektor kelautan dan perikanan, termasuk di Desa Suana, Nusa Penida, yang terkenal dengan produk sambal ikan berbahan dasar ikan tongkol dan cangkalang. Namun, pemasaran produk sambal ikan di desa tersebut masih terbatas pada metode konvensional, sehingga diperlukan inovasi digital untuk memperluas jangkauan pasar. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan UMKM Loka Muda Desa Suana dalam menggunakan website sebagai media promosi dan penjualan. Metode yang digunakan adalah pelatihan dan pendampingan, di mana anggota UMKM diajarkan mengoperasikan website promosi sambal ikan. Metode kegiatan pengabdian ini adalah dengan pelatihan dan pendampingan menggunakan desain pretest dan posttest. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dalam bentuk persentase. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan peserta, dari 60% kategori pengetahuan kurang pada pretest menjadi 80% kategori baik pada posttest. Seluruh peserta juga berhasil mengoperasikan website untuk mempromosikan dan menjual produk mereka secara digital. Kesimpulan pelatihan dan pendampingan ini berhasil meningkatkan keterampilan digital anggota UMKM Loka Muda dalam memanfaatkan website sebagai sarana promosi dan penjualan, yang diharapkan dapat mendukung perkembangan usaha di era digitalisasi.