Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Kelelahan pada Awal Postpartum terhadap Motivasi Ibu Nifas dalam Pemberian ASI Gozali, Wigutomo; Pratiwi, Putu Irma
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 3 (2025): Juni 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i3.7297

Abstract

Perempuan yang telah melahirkan mengalami berbagai perubahan dalam kesejahteraan fisik dan mental. Gejala fisik yang dialami perempuan pasca melahirkan antara lain rasa tidak nyaman. kelelahan setelah persalinan tidak hanya membahayakan kesehatan ibu tetapi juga membahayakan bayi dan anak-anaknya. Kejadian ini dapat berdampak negatif pada produksi asi, ikatan ibu dan bayi, dan interaksi antara ibu dan bayi, sehingga dapat memperlambat perkembangan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelelahan pada awal postpartum terhadap motivasi ibu nifas dalam pemberian asi di kabupaten buleleng. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif menggunakan analitik korelatif dengan pendekatan cross sectional. sampel pada penelitian ini dihitung menggunakan rumus slovin berjumlah 385 ibu nifas. teknik sampling menggunakan purposive sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi penelitian. instrumen yang digunakan ada dua, kuesioner pertama adalah postpartum fatigue scale (PFS) multidimensi yang dikembangkan oleh Milligan dkk pada tahun 1997 untuk menilai tingkat kelelahan pascapersalinan pada ibu dan kedua adalah breastfeeding motivational instructional measurement scale (BMIMS) yang dikembangkan oleh Janine Stockdale, kedua instrument tersebut sudah dikatakan valid dan reliabel secara internasional. Analisis data menggunakan sprearman’s rho correlation. lokasi penelitian ini adalah tempat praktik mandiri bidan (TPMB) yang ada di kabupaten bueleleng. Terdapat hubungan antara kelelahan ibu postpartum dengan motivasi pemberian asi eksklusif (p=0,001). Semakin tinggi tingkat kelelahan pascapersalinan yang dialami ibu, semakin rendah motivasi mereka untuk memberikan asi.
Knowledge and Attitudes of Pregnant Women Regarding Triple Elimination Screening in Buleleng Regency, Bali, Indonesia Sulyastini, Ni Komang; Sekarini, Ni Nyoman Ayu Desy; Wilandari, Made Ririn Sri; Pratiwi, Putu Irma
Bali Medical and Wellness Journal Vol. 2 No. 2 (2025): Bali Medical and Wellness Journal
Publisher : PT BMW Journal Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71341/bmwj.v2i2.39

Abstract

Background: Triple elimination screening (for HIV, syphilis, and hepatitis) is a routine part of antenatal care, aimed at preventing transmission from mother to child. Objectives: This study investigated the relationship between pregnant women's knowledge and attitudes and their participation in triple elimination screening in Buleleng Regency, Bali. Methods: A cross-sectional, quantitative study was conducted with 371 pregnant women recruited from 36 midwife practices using cluster random sampling. Data on knowledge, attitudes, and screening participation were collected using a questionnaire. Chi-square tests were used to analyze the data. Results: Most participants were between 20 and 35 years old (84.6%), had a secondary education (60.1%), were multigravida (73.9%), and were in their third trimester (46.4%). Chi-square tests showed no significant relationship between knowledge and participation in screening for HIV (p = 0.25), syphilis (p = 0.10), or hepatitis (p = 0.06). However, a significant association was found between positive attitudes and screening participation for HIV (p = 0.04), syphilis (p = 0.05), and hepatitis (p = 0.04). Specifically, over 97% of women with positive attitudes underwent screening for HIV, syphilis and hepatitis. Conclusion: Positive attitudes are significantly associated with increased participation in triple elimination screening among pregnant women. Continued education from healthcare providers is important to improve screening rates.
Prevalensi dan Faktor-Faktor Terkait Depresi Postpartum di Kabupaten Buleleng: Prevalence and Associated Factors of Postpartum Depression in Buleleng Regency Pratiwi, Putu Irma; Sekarini, Ni Nyoman Ayu Desy; Erlian, Ida Ayu
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v8i2.4468

Abstract

Postpartum depression (PPD) comprises a cluster of depressive symptoms experienced by women within the first year after childbirth and represents a significant public mental health issue. The objective to determine the prevalence of, and factors associated with, PPD in Buleleng Regency in 2024. A cross-sectional study was conducted among postpartum women within 12 months of delivery between January and August 2024. A total of 317 participants were recruited using purposive sampling based on predefined inclusion and exclusion criteria. The Indonesian version of the Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) was used to assess depressive symptoms. Data were analyzed in SPSS. Univariate analyses summarized respondent characteristics and PPD prevalence, while bivariate associations were examined using Chi-square tests and expressed as crude odds ratios (cOR) with 95% confidence intervals (CI). The Results are The highest prevalence of depressive symptoms occurred among women aged >35 years (39.1%), followed by those aged <20 years (22.2%), and was lowest in the 20–35-year group (5.3%). Preterm delivery was strongly associated with PPD compared with term delivery (cOR 61.87; 95% CI 21.25–180.11; p<0.001). Lack of partner support was also associated with higher odds of PPD (cOR 5.49; 95% CI 1.78–16.90; p<0.01). The findings highlight the need for routine EPDS screening, strengthening partner support, and closer monitoring of mothers with obstetric risk factors.   Abstrak Depresi Postpartum (DPP) mengikutsertakan beberapa gejala depresi umum yang terjadi pada perempuan ditahun pertama setelah melahirkan dan menjadi masalah kesehatan mental yang signifikan di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan faktor terkait Depresi Postpartum di Kabupaten Buleleng Tahun 2024. Penelitian ini merupakan jenis penelitian cross sectional dengan populasi ibu nifas dalam 12 bulan terakhir di Kabupaten Buleleng, dilakukan pada Januari sampai Agustus 2024. Jumlah sampel 317 dengan teknik purposive sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen yang digunakan adalah Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) versi Indonesia. Analisa data dilakukan menggunakan program analisis statistik SPSS. Analisis univariat menghitung statistik deskriptif seperti frekuensi dan persentase untuk karakteristik responden dan menentukan prevalensi gejala DPP. Uji bivariat dengan Chisquare dengan hasil prevalensi depresi tertinggi terdapat pada kelompok usia >35 tahun (39,1%), diikuti kelompok usia <20 tahun (22,2%), dan terendah pada kelompok usia 20-35 tahun (5,3%). Ibu dengan preterm memiliki peluang depresi yang jauh lebih tinggi dibanding aterm (cOR 61,87 dengan 95%CI 21-25-180.11; p<0,001). Ketiadaan dukungan pasangan juga berhubungan dengan peluang depresi yang lebih tinggi (cOR 5,49 dengan 95%CI 1,78–16,90; p<0,01). Temuan pada penelitian ini menunjukkan pentingnya skrining rutin (EPDS), penguatan dukungan pasangan, dan pemantauan lebih ketat pada ibu dengan risiko obstetrik.
Kebutuhan Psikososial Ibu Hamil dalam Mencegah Hipertensi Kehamilan: Studi Eksploratif : Psychosocial Needs of Pregnant Women for the Prevention of Hypertensive Disorders of Pregnancy (HDP): An Exploratory Study Sekarini, Ni Nyoman Ayu Desy; Putu Irma Pratiwi; Hendra Setiawan
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v8i2.4489

Abstract

Hypertension in pregnancy is a major contributor to maternal and neonatal morbidity and mortality. Beyond clinical risk factors, psychosocial conditions—such as stress, anxiety, and social support—are increasingly recognized as influencing pregnancy health and potentially elevating the risk of hypertension. This study explored the psychosocial needs of pregnant women served by the Sukasada I Community Health Center (Puskesmas Sukasada I) in relation to preventing hypertension during pregnancy. A qualitative exploratory design was employed. Using purposive sampling, seven pregnant women aged 20–34 years who attended antenatal care at Puskesmas Sukasada I were recruited. Data were collected through semi-structured, in-depth interviews conducted by the principal investigator and/or trained team members using an interview guide, complemented by field observations in the waiting area and antenatal examination rooms to capture interactions with health workers and the service environment. Data were analyzed using thematic analysis: verbatim transcription, data reduction, coding, clustering, theme identification, and interpretation. Trustworthiness was enhanced through source triangulation (interviews–observations) and member checking. Twenty subthemes emerged and were organized into four overarching themes: (1) emotional and psychological needs (stress and anxiety management, emotion regulation, and planned pregnancy); (2) support needs (husband, family, and coworkers); (3) service-facility–related needs (access, room comfort, privacy, and service delivery); and (4) health-information needs (clear, consistent, and contextual materials on risks and prevention of hypertension). A key finding highlights that support—particularly from husbands and family—is the most decisive psychosocial need in preventing hypertension in pregnancy. Meeting psychosocial needs is an essential component of antenatal care. Health centers should integrate routine psychosocial screening, brief counseling, strengthened partner/family engagement, peer support groups, improved comfort and privacy of services, and user-friendly educational materials with clear referral pathways for psychological care. Future studies should test family- or partner-based interventions with larger samples to strengthen and generalize these findings.   Abstrak Hipertensi dalam kehamilan merupakan masalah kesehatan serius yang berkontribusi pada tingginya angka kesakitan dan kematian ibu serta bayi. Selain faktor klinis, kondisi psikososial—seperti stres, kecemasan, dan dukungan sosial—kian diakui berpengaruh terhadap kesehatan kehamilan dan berpotensi meningkatkan risiko hipertensi. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi kebutuhan psikososial ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Sukasada I dalam kaitannya dengan upaya pencegahan hipertensi pada kehamilan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi eksploratif. Partisipan dipilih secara purposive, terdiri dari 7 ibu hamil berusia 20–34 tahun yang melakukan pemeriksaan antenatal di Puskesmas Sukasada I. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur yang dilakukan peneliti utama/anggota tim terlatih berdasarkan panduan, serta observasi lapangan di ruang tunggu dan ruang pemeriksaan untuk menangkap interaksi ibu hamil dengan petugas dan lingkungan layanan. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik: transkripsi verbatim, reduksi data, pengodean, pengelompokan, penentuan tema, dan interpretasi. Keabsahan data ditingkatkan melalui triangulasi sumber (wawancara–observasi) dan member checking. Hasil menunjukkan terbentuknya 20 subtema yang terhimpun dalam empat tema utama: (1) kebutuhan emosional dan psikologis (pengelolaan stres, kecemasan, regulasi emosi, kehamilan yang direncanakan); (2) kebutuhan dukungan (suami, keluarga, dan teman kerja); (3) kebutuhan terkait fasilitas layanan (akses, kenyamanan ruang, privasi, pelayanan); dan (4) kebutuhan informasi kesehatan (materi yang jelas, konsisten, dan kontekstual terkait risiko dan pencegahan hipertensi). Temuan kunci menggaris bawahi bahwa dukungan khususnya dari suami  dan keluarga merupakan kebutuhan psikososial yang paling menentukan dalam mencegah hipertensi pada kehamilan. Pemenuhan kebutuhan psikososial merupakan komponen esensial perawatan antenatal. Puskesmas disarankan mengintegrasikan skrining psikososial rutin, konseling singkat, penguatan peran pasangan/keluarga, kelompok dukungan sebaya, peningkatan kenyamanan dan privasi layanan, serta penyediaan materi edukasi yang mudah dipahami beserta alur rujukan psikologis. Penelitian lanjutan perlu menguji intervensi berbasis dukungan keluarga/pasangan dan melibatkan sampel lebih besar untuk menguatkan temuan ini.
PENGUATAN PROGRAM ASI EKSKLUSIF DAN PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PEMBERIAN INFORMASI DAN PELATIHAN PIJAT OKSITOSIN BAGI IBU HAMIL DI DESA PANJI, KABUPATEN BULELENG Pratiwi, Putu Irma; Sekarini, Ni Nyoman Ayu Desy; Linda, Irma Nurma; Astuti, Anjar Tri; Wulandari, Made Ririn Sri; Ilmy, Shofi Khaqul; Widiarta, Made Bayu Oka; Jayanti, Made Anggita Abdi; Lionita, Ni Luh Erlya
Jurnal Pengemas Kesehatan Vol 3 No 01 (2024): Jurnal Pengemas Kesehatan (JPK)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Utama Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: WHO merekomendasikan ASI eksklusif sebagai satu-satunya sumber nutrisi untuk bayi hingga usia 6 tahun. ASI eksklusif menjadi salah satu faktor penting dalam menurunkan tingkat kematian bayi. Peningkatan jumlah ibu yang menyusui dapat menyelamatkan 820.000 anak di bawah usia lima tahun, termasuk 87% bayi berusia enam bulan. Meskipun demikian, angka pemberian ASI secara keseluruhan masih di bawah target yang ditetapkan secara internasional. Mencapai target dalam pemberian ASI sulit dilakukan karena terganggunya proses pemberian ASI. Kekurangan dan ketidaklancaran produksi ASI dapat mengakibatkan pasokan ASI yang tidak mencukupi bagi bayi. Tujuan dilakukannya kegiatan ini untuk Penguatan Program ASI Eksklusif Dan Pencegahan Stunting Melalui Pemberian Informasi Dan Pelatihan Pijat Oksitosin Bagi Ibu Hamil Di Desa Panji, Kabupaten Buleleng. Metode Metode kegiatan ini adalah pelatihan terhadap 15 ibu hamil di desa panji. Pelatihan dimulai dari pretest, penyampaian materi, praktek pijat oksitosin, diakhiri dengan posttest. Hasil pengabdian ini didapatkan peningkatan pengetahuan dari awalnya tidak ada pada kategori pengetahuan baik (0%) menjadi 80% memiliki pengetahuan baik diakhir pelatihan serta seluruh ibu hamil mampu melakukan pijat oksitosin yang mendukung terwujudnya program ASI Eksklusif guna mencegah terjadinya stunting sehingga dapat menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas di desa tersebut. Kata Kunci: Asi Eksklusif, Pijat Oksitosin, Pelatihan, Ibu Hamil