Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN LITERASI DIGITAL DAN MODERASI BERAGAMA MELALUI LEARNING MANAGEMENT SYSTEM BERBASIS TRIKAYA PARISUDHA PADA SISWA SD GUGUS BANYUNING Ni Nyoman Lisna Handayani; I Putu Suardipa
LAMPUHYANG Vol 13 No 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v13i2.314

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan literasi digital dan moderasi beragama antara siswa yang belajar dengan learning management system berbasis trikaya parisudha dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V SD Gugus Banyuning. Sampel diambil dengan cara random sampling. Data literasi digital dan moderasi beragama diukur dengan menggunakan kuesioner. Data yang terkumpul dianalisis dengan Manova. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Terdapat perbedaan literasi digital antara siswa yang dibelajarkan melalui Learning Management System berbasis trikaya parisudha dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus Banyuning, F = 21,708 P<0,05; 2) Terdapat perbedaan moderasi beragama antara siswa yang dibelajarkan melalui Learning Management System berbasis trikaya parisudha dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus Banyuning, F = 5,071 P<0,05; 3) Terdapat perbedaan literasi digital dan moderasi beragama secara simultan antara siswa yang dibelajarkan melalui Learning Management System berbasis trikaya parisudha dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus Banyuning, F = 15,516 P<0,05.
DETERMINASI SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL TERHADAP PENINGKATAN MUTU PERGURUAN TINGGI Ni Nyoman Lisna Handayani; Ni Ketut Erna Muliastrini
Widyacarya: Jurnal Pendidikan, Agama dan Budaya Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/widyacarya.v6i2.1049

Abstract

Pendidikan tinggi pada hakikatnya merupakan usaha menumbuh kembangkan potensi diri manusia sesuai tatanan nilai masyarakat dan kebudayaan. Potensi diri tersebut mencakup potensi jasman dan rohani yang dikembangan sesuai tujuan pendidikan yang ditunjang dengan kurikulum, pendidik, proses interaktif edukatif menggunakan materi pelajaran. Seluruh proses ini harus ditopang dengan lingkungan pendidikan yang baik sehingga proses pengembangan potensi dapat dicapai sesuai tujuan pendidikan yang diharapkan. Pendidikan menjadi indikator pembangunan sumber daya manusia dalam sebuah bangsa. Dengan demikian, maka pendidikan menjadi salah satu bidang terpenting sekaligus strategis dalam pembangunan nasional yang dapat menunjang kualitas hidup serta kesejahteraan masyarakat. Penjaminan mutu pendidikan adalah untaian proses dan sistem yang saling berkaitan untuk mengumpulkan, menganalisis, dan melaporkan data tentang kinerja dan mutu pendidik dan tenaga kependidikank lembaga pendidikan. Proses penjaminan mutu mengidentifkasi aspek pencapaian dan prioritas peningkatan, penyediaan data sebagai dasar perencanaan dan pengambilan keputusan serta membantu membangun budaya peningkatan mutu berkelanjutan. Penjaminan mutu akan berkontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan.
Pembelajaran Flipped Classroom Konten E learning I Putu Suardipa; I Made Sedana; Ni Nyoman Lisna Handayani
Edukasi: Jurnal Pendidikan Dasar Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/edukasi.v3i1.2298

Abstract

In addition to adopting the bloom taxonomic system that was reversed in the initial process, flipped classroom also adopted blended learning strategies. In flipped classroom learning that uses blended learning strategies that contain the meaning of mixing elements, or combining one pattern with another pattern. Blended learning is a variety of e-learning strategies based on e-learning. In flip classroom itself blended learning in question is a mixture of several strategies, such as: (1) face to face learning; (2) m-learning; (3) project base learning; (4) problem base learning; (5) peer learning; (6) individualized learning, and (7) group learning. Implementing the flip classroom learning model in e learning needs to be understood that there are two stages, namely the out class and in class stages.  
Pengembangan Model Pendidikan Agama Hindu Berbasis Glokalisasi untuk Peningkatan Mutu Siswa SD Kabupaten Buleleng Ni Nyoman Lisna Handayani; I Putu Suardipa; Ni Ketut Erna Muliastrini
Jurnal Penjaminan Mutu Vol 7 No 02 (2021)
Publisher : UHN IGB Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.056 KB) | DOI: 10.25078/jpm.v7i2.2175

Abstract

Secara umum tujuan penelitian ini adalah dihasilkannya model pendidikan agama hindu berbasis glokalisasi untuk peningkatan mutu siswa SD Kabupaten Buleleng. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian pengembangan tipe “Prototipycal Studies. Data dalam penelitian ini akan dikumpulkan dengan: (1) pedoman observasi, (2) pedoman wawancara, (3) kuisioner, (4) pedoman studi dokumen, (5) fokus groups discussion, dan (6) interrater validity. Hasil penelitian menunjukkan: Pertama, Nilai- nilai karakter global yang visibel dan relevan untuk diintegrasikan dalam pendidikan karakter berdasarkan spektrum teori rekonstruksi sosial Vygotsky dalam pembelajaran pendidikan agama hindu bagi siswa sekolah dasar kelas V, yaitu: kejujuran, tanggung jawab, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokrasi, objektivitas, multikultur, berpikir terbuka, kepedulian sosial, opened culture, pendidikan seks, anti rasisme, anti pelecehan, kesetaraan gender, kepemimpinan, kehormatan diri, kehormatan bangsa dan negara, peduli lingkungan, hak azazi manusia, morality dignity, dan penghargaan pada minoritas. Kedua, rekonstruksi struktur muatan kurikulum pendidikan agama hindu Sekolah Dasar kelas V yaitu: mantram dainika upasana, ahimsa, satya dan tat tvam asi, moksha sebagai tujuan akhir, keharmonisan hidup melalui tri hita karana, catur guru, melihat dan mengenal tempat suci dalam agama hindu, kitab suci veda.
DETERMINASI MODEL RESOLUSI KONFLIK TERHADAP PRESTASI BELAJAR AGAMA HINDU DENGAN KOVARIABEL SIKAP MULTIKULTUR DAN EFIKASI DIRI PADA MAHASISWA PGSD STAHN MPU KUTURAN SINGARAJA Ni Nyoman Lisna Handayani; Ni Ketut Erna Muliastrini; I Putu Suardipa
Guna Widya: Jurnal Pendidikan Hindu Vol 8 No 2 (2021): Jurnal Guna Widya Volume 8 Nomor 2 September 2021
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.782 KB) | DOI: 10.25078/gw.v8i2.510

Abstract

This research aims to examine the influence of conflict resolution teaching model towards Hindu Religious’s academic achievement with multicultural attitude and self-efficacy covariable. This quantitative research study was conducted to students of PGSD department in Ganesha University of education using experiment method with Single Factor independent groups design with use of covariate and involved 67 students. Data were analyzed with covariance analysis (ANACOVA). The result this research study shows: 1) there are differences in Hindu Religious’s academic achievement between students who involved in conflict resolution model learning with students who involved in conventional learning. 2) There are differences in Hindu Religious’s academic achievement between students who involved in conflict resolution model learning with students who involved in conventional learning by controlling multicultural attitude. 3) There are differences in Hindu Religious’s academic achievement between students who involved in conflict resolution model learning with students who involved in conventional learning by controlling self-efficacy. 4) There are differences in Hindu Religious’s academic achievement between students who involved in conflict resolution model learning with students who involved in conventional learning by controlling multicultural attitude and self-efficacy simultaneously.
Determinasi Model Rekonstruksi Sosial Vigotsky Berbasis Teknik Scaffolding terhadap Sikap Sosial dan Hasil Belajar IP Ni Nyoman Lisna Handayani
LAMPUHYANG Vol 14 No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v14i1.326

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh implementasi model rekonstruksi sosial Vygotsky dengan teknik scaffolding terhadap sikap sosial dan hasil belajar IPS. Rancangan penelitian ini menggunakan pola dasar The Posttest Only Control Group dengan jenis eksperimen semu. Sampel penelitian berjumlah 50 siswa. Data yang dikumpulkan adalah sikap sosial dan hasil belajar IPS. Data dianalisis dengan menggunakan MANOVA berbantuan SPSS 17.00 for windows. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, sikap sosial siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model rekonstruksi sosial Vygotsky teknik scaffolding secara signifikan lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional (F = 25,108; p < 0,05). Kedua, hasil belajar IPS siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model rekonstruksi sosial Vygotsky teknik scaffolding secara signifikan lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional (F = 36,555; p < 0,05). Ketiga, secara simultan sikap sosial dan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model rekonstruksi sosial Vygotsky teknik scaffolding secara signifikan lebih baik daripada siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional (F = 28,95; p < 0,05).
DETERMINASI LEARNING MANAGEMENT SYSTEM BERBASIS TRIKAYA PARISUDHA TERHADAP LITERASI DIGITAL DAN MODERASI BERAGAMA PADA SISWA SD GUGUS BANYUNING Ni Nyoman Lisna Handayani
Guna Widya: Jurnal Pendidikan Hindu Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Guna Widya Volume 10 Nomor 1 Maret 2023
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the difference between digital literacy and religious moderation between students who study with a trikaya parisudha-based learning management system and students who follow conventional learning models. This research is an experimental research with Pretest-Posttest Control Group Design. The population of this research is the fifth grade students of SD Gugus Banyuning. Samples were taken by random sampling. Data on digital literacy and religious moderation were measured using a questionnaire. The collected data were analyzed by Manova. The results showed: 1) There was a difference in digital literacy between students who were taught through the Trikaya parisudha-based Learning Management System and students who took conventional learning in the fifth grade of SD Gugus Banyuning, F = 21.708 P<0.05; 2) There are differences in religious moderation between students who are taught through the Trikaya parisudha-based Learning Management System and students who take conventional learning in fifth grade students of SD Gugus Banyuning, F = 5.071 P<0.05; 3) There are differences in digital literacy and religious moderation simultaneously between students who are taught through the Trikaya parisudha-based Learning Management System and students who take conventional learning in fifth grade students of SD Gugus Banyuning, F = 15.516 P<0.05.
DETERMINASI PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK TERHADAP PEMECAHAN MASALAH TIDAK TERSTRUKTUR DENGAN KOVARIABEL LITERASI NUMERASI Ni Nyoman Lisna Handayani
Maha Widya Bhuwana: Jurnal Pendidikan, Agama dan Budaya Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/bhuwana.v6i1.2580

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh penerapan pendidikan matematika realistik terhadap pemecahan masalah tidak terstruktur dengan kovariabel literasi numerasi pada siswa kelas IV SDN 1 Banjar Tegal. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan The Posttest-Only Control-Group Desain. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IV SDN 1 Banjar Tegal yang terdiri dari 50 siswa. Sebanyak 50 siswa dipilih sebagai sampel penelitian. Data literasi numerasi dikumpulkan dengan tes literasi numerasi dan pemecahan masalah tidak terstruktur menggunakan tes pilihan ganda. Data dianalisis dengan menggunakan analisis kovarian berbantuan SPSS 17.00 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, terdapat perbedaan pemecahan masalah tidak terstruktur antara siswa yang mengikuti pendekatan matematika realistik dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional (F = 18,235 dengan p < 0,05). Kedua, terdapat perbedaan pemecahan masalah tidak terstruktur antara siswa yang mengikuti pendekatan matematika realistik dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional setelah kovariabel literasi numerasi dikendalikan (F= 30,464 dengan p<0,05). Ketiga, terdapat kontribusi literasi numerasi sebesar 38,4%terhadap pemecahan masalah tidak terstruktur siswa.
Pengaruh Model Pembelajaran ALC Berbantuan Media Quizizz Untuk Meningkatkan Literasi Numerasi Matematika Siswa Sekolah Dasar I Putu Suardipa; Ni Nyoman Lisna Handayani; Ni Luh Dewi Budayani
Edukasi: Jurnal Pendidikan Dasar Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/edukasi.v4i1.2724

Abstract

The research aims to find out the significant effect of the ALC Model Assisted by Quizizz Media with Conventional Learning Models to Improve Mathematical Numeracy Literacy for IV elementary School Students. This research has quasi-experimental. The total population in this study was 161 students and research sample is 60 students with 30 experimental class students and 30 control class students. Based on the hypothesis that has been tested that, data analysis using independent t-test for N-Gain Score shows that df 30 + 30 - 2 = 58 with the value of tcount = 3,341 at a significant of 5%, the ttable value is obtained, namely 2,002. From the calculations results is known that tcount > ttable is 3,341 > 2,002 and Sig. (2-tailed) < 0.05 (0.001 < 0.05). This shows there is a significant difference in the effect of mathematical numeracy literacy between students who study with the  ALC Model assisted by Quizizz media with the Conventional Model to improve mathematical numeracy literacy for 4 grade students of SD Cluster 3 Tejakula Village in the 2021/2022 academic year. 
Peningkatan Literasi Digital Dan Karakter Peserta Didik Melalui Implementasi Kurikulum Merdeka Ni Nyoman Lisna Handayani
Lampuhyang Vol 14 No 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v14i2.354

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis perbedaan literasi digital dan karakter peserta didik antara yang mengikuti kurikulum merdeka dengan peserta didik yang mengikuti kurikulum 2013. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas 1V Kecawatan Sawan. Sampel diambil dengan cara random sampling. Data literasi digital dan karakter peserta didik diukur dengan menggunakan kuesioner. Data yang terkumpul dianalisis dengan Manova. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Terdapat perbedaan literasi digital antara siswa yang dibelajarkan melalui kurikulum merdeka dengan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan kurikulum 2013 pada siswa kelas IV Kecamatan Sawan, pada hasil uji anava A diperoleh nilai F = 31,708 P<0,05 ini berarti nilai signifikansi F hitung lebih kecil dibandingkan dengan F tabel 0,05; 2) Terdapat perbedaan karakter antara peserta didik yang dibelajarkan melalui dengan peserta didik yang mengikuti kurikulum 2013 pada siswa kelas IV Kecamatan Sawan, pada hasil uji anava A diperoleh nilai F = 7,071 P<0,05 ini berarti nilai signifikansi F hitung lebih kecil dibandingkan dengan F tabel 0,05; 3) Terdapat perbedaan literasi digital dan karakter peserta didik secara simultan antara antara peserta didik yang dibelajarkan melalui dengan peserta didik yang mengikuti kurikulum 2013 pada siswa kelas IV Kecamatan Sawan, pada hasil uji manova diperoleh nilai F = 15,516 P<0,05 ini berarti nilai signifikansi F hitung lebih kecil dibandingkan dengan F tabel 0,05.