Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN MODEL ELICITING ACTIVITIES (MEAs) BERBANTUAN MASALAH OPEN ENDED UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA Kusuma dewi, Luh Gede Ananda; Hartawan, I Gst Nyoman Yudi; Astawa, I Wayan Puja
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v10i1.19986

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan pemahaman konsep matematika siswa dan mengetahui tanggapan siswa terhadap pembelajaran MEAs berbantuan masalah open ended. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X IPA 3 SMA Negeri 1 Baturiti sebanyak 34 siswa pada semester ganjil Tahun Ajaran 2018/2019. Data pemahaman konsep matematika siswa diukur menggunakan tes pemahaman konsep berbentuk uraian. Data tanggapan siswa diukur menggunakan angket. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pemahaman konsep tiap siklusnya, yaitu 66,20; 69,70; 75,20 dengan ketuntasan belajar siswa mengalami peningkatan tiap siklusnya, yaitu 38,24%; 52,94%; 67,65% . Peningkatan ini tercapai karena adanya pengkolaborasian antara pembelajaran MEAs dengan masalah open ended yang membantu siswa mengembangkan kreatifitas dalam mengekpresikan ide ataupun gagasannya yang akan menjadikan peningkatan pemahaman konsep siswa optimal. Selain itu siswa merepon positif penerapan model eliciting activities (MEAs) berbantuan masalah open ended.Kata-kata Kunci: MEAs, open ended, pemahaman konsep matematika, tanggapan siswa
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING BERBANTUAN GEOGEBRA TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA SMP Septiana, K. Riko Agus; Parwati, Ni Nyoman; Hartawan, I Gst Nyoman Yudi
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 9, No 1 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v9i1.19878

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan pemahaman konsep matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model penemuan terbimbing berbantuan GeoGebra, pembelajaran dengan model penemuan terbimbing, dan pembelajaran dengan model konvensional. Dari perbedaan tersebut diselidiki kelompok mana yang memiliki pemahaman konsep matematika lebih baik. Penelitian kuasi eksperimen ini menggunakan post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 2 Seririt tahun pelajaran 2016/2017, sebanyak 216 siswa. Sampel dipilih 3 kelas dengan teknik random sampling dari 6 kelas. Data pemahaman konsep matematika dikumpulkan dengan tes pemahaman konsep matematika. Analisis data dilakukan dengan uji nonparametric Kruska-Wallis dan uji U Mann Whitney. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan pemahaman konsep matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model penemuan terbimbing berbantuan GeoGebra, pembelajaran dengan model penemuan terbimbing, dan pembelajaran dengan model konvensional; (2) pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model penemuan terbimbing berbantuan GeoGebra lebih baik daripada pembelajaran dengan model penemuan terbimbing; (3) pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model penemuan terbimbing berbantuan Geogebra lebih baik daripada pembelajaran dengan model konvensional. (4) pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model penemuan terbimbing lebih baik daripada pembelajaran dengan model konvensional. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model penemuan terbimbing berbantuan GeoGebra terhadap pemahaman konsep matematika siswa.Kata Kunci : model pembelajaran penemuan terbimbing, GeoGebra, pemahaman konsep matematika
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PAIR CHECK TERHADAP KEMAMPUAN NUMERIK SISWA KELAS VII SMP NEGERI 3GIANYAR Melani, Ade Emelan T; Candiasa, I Made; Hartawan, I Gst Nyoman Yudi
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v10i1.19900

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh model pembelajaran Pair Check terhadap kemampuan numerik siswa. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 3Gianyar tahun ajaran 2017/2018 yang berjumlah 383 orang siswa dan tersebar dalam 10 kelas. Sampel ditentukan dengan teknik cluster random sampling setelah dilakukan uji kesetaraan kelas menggunakan uji ANAVA. Kelas VII B yang terpilih sebagai kelompok eksperimen dan kelas VII A sebagai kelompok kontrol. Data kemampuan numerik siswa diperoleh melalui tes obyektif. Data dianalisis menggunakan uji U Mann-Whitney. Berdasarkan hasil pengujian dengan uji U Mann-Whitney, diperoleh rata-rata peringkat untuk siswa kelompok eksperimen adalah 43,62dan rata-rata peringkat kelompok kontrol adalah 33,38. Nilai U sebesar 527,500 dengan p value = 0,0188 dan α = 0,05 jadi p value<α yang berarti H0 ditolak dan menunjukkan bahwa kemampuan numerik siswa kelas VII SMP Negeri 3 Gianyar yang dibelajarkan dengan model pembelajaran pair check lebih tinggi daripada siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran pair check berpengaruh positif terhadap kemampuan numerik siswaKata Kunci: Model pembelajaran pair check, kemampuan numerik
PENGARUH STRATEGI COLLEGE BOWL TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS XI MIPA SMA NEGERI 3 SINGARAJA kertiani, wayan; Hartawan, I Gst Nyoman Yudi; Astawa, I Wayan Puja
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v10i1.19913

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi College Bowl terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 3 Singaraja. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah post-test onlycontrol group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 3 Singaraja semester genap tahun ajaran 2017/2018 yaitu sebanyak 104 orang yang terdistribusi ke dalam 4 kelas. Dua kelas dipilih sebagai sampel penelitian dengan teknik cluster random sampling. Kedua kelas selanjutnya diundi untuk menentukan kelas eksperimen dan kelas control.Dari hasil pengundian terpilih kelas XI MIPA1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI MIPA4 sebagai kelas kontrol. Data mengenai kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dikumpulkan dengan menggunakan tes essay dan selanjutnya dianalisis dengan menggunakan uji-t satu ekor pada taraf signifikansi 5%. Hasil analisis menunjukkan thitung = 2,77722 dan ttabel = 1,67528 yang berarti bahwa strategi College Bowl berpengaruh positif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa.Kata kunci:pembelajaran konvensional, pemecahan masalah matematika, strategi College Bowl 
MEDIA MANIPULATIF PECAHAN BERBASIS MONTESSORI (IDENTIFIKASI KEBUTUHAN DAN DESAINNYA DI SD GUGUS VI KECAMATAN BATURITI) Suryawan, I Putu Pasek; Yudi Hartawan, I Gusti Nyoman; Yuda Sukmana, Adrianus I Wayan Ilia
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v8i2.17989

Abstract

Materi Pecahan merupakan kajian inti dari kurikulum matematika di tingkat SD, namun guru masih mengalami kesulitan dalam membelajarkannya. Pada dasarnya pembelajaran Pecahan dapat dilakukan dengan berbagai strategi dan variasi sajian, misalnya dengan pemanfaatan media manipulatif. Media manipulatif yang digunakan hendaknya sesuai dengan materi atau topik yang akan dibahas dan terencana dengan baik serta bermakna maksimal, sehingga seyogyanya media manipulatif tersebut dirancang dan dibuat langsung oleh guru. Oleh karena itu, tujuan tahap awal program pengabdian ini, yaitu untuk meningkatkan kemampuan guru SD Gugus VI Kecamatan Baturiti dalam mengidentifikasi karakteristik kebutuhan media manipulatif Pecahan yang dapat digunakan sebagai sarana belajar siswa dan bukan hanya sebagai sarana mengajar guru. Program pengabdian ini dilakukan dalam bentuk pendidikan dan pelatihan yang dibagi dalam dua sesi, yaitu sesi (1) berupa pemantapan pengetahuan guru terkait strategi pemanfaatan media manipulatif pecahan dalam pembelajaran di SD, dan sesi (2) pelatihan langsung mengidentifikasi karakteristik kebutuhan media manipulatif pecahan yang efektif digunakan pada pembelajaran kelas III sampai dengan kelas VI di SD Gugus VI Kecamatan Baturiti, yang dipandu langsung oleh tim pengabdian. Secara keseluruhan kegiatan telah berlangsung dengan baik dan berhasil meningkatkan kemampuan guru dalam mengidentifikasi kebutuhan media manipulatif pecahan dalam pembelajaran matematika di SD Gugus VI Kecamatan Baturiti. Hal ini dapa dilihat dari persentase kehadiran peserta sebesar 96,86% dan seluruhnya secara penuh mengikuti diklat. Peserta juga menanggapi positif terhadap pelaksanaan diklat dengan persentase skornya sebesar 79,53%. Melalui kegiatan ini guru mampu mengidentifikasi kebutuhan media manipulatif yang akan dikembangkan, yaitu berupa media manipulatif pecahan berbasis metode Montessori dengan karakteristik media seperti: (1) menarik, (2) bergradasi, (3) auto-education, (4) auto-correction, dan (5) kontekstual, serta siap untuk direalisasikan pada tahap selanjutnya. Guru mampu menghasilkan desain media manipulatif pecahan berbasis metode Montessori dengan rata-rata skor validasi sebesar 3,72 dan tergolong sangat baik.Kata-kata kunci: media manipulatif pecahan, metode Montessori, pendidikan, pelatihan.
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF TIPE PRACTICE-REHEARSAL PAIRS TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 SINGARAJA ., I Komang Sesara Ariyana; ., Prof. Dr.I Made Ardana,M.Pd; ., I Gusti Nyoman Yudi Hartawan, S.Si
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.6314

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan komunikasi matematis pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Singaraja yang dibelajarkan dengan Strategi Pembelajaran Aktif Tipe Practice-Rehearsal Pairs lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Post Test Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Singaraja semester genap tahun ajaran 2014/2015 sebanyak 588 siswa yang tersebar dalam 15 kelas. Sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan teknik random sampling dimana yang terpilih adalah kelas VIII.6 dan VIII.8. Selanjutnya dengan pengundian terpilih kelas VIII.8 sebagai kelompok eksperimen sebanyak 39 siswa, sedangkan kelas VIII.6 sebagai kelompok kontrol sebanyak 39 siswa. Data kemampuan komunikasi matematis dikumpulkan menggunakan tes esai dan kemudian dianalisis menggunakan uji-Z satu arah dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa yang dibelajarkan menggunakan strategi pembelajaran aktif tipe Practice-Rehearsal Pairs lebih tinggi daripada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional.Kata Kunci : kemampuan komunikasi matematis, Strategi Pembelajaran Aktif Tipe Practice-Rehearsal Pairs This study aimed at finding out whether the mathematics communication ability of eighth-grade students of SMP Negeri 2 Singaraja which was treated with Active Learning Strategy Type Practice-Rehearsal Pairs was higher than the students following conventional learning. The study used a Post Test Only Control Group Design. The population was all of the eight graders of SMP Negeri 2 Singaraja semester 2 in academic year 2014/2015 which amounted to 588 students distributed in 15 classes. The samples of this study which were determined by using random sampling technique were Class VIII.6 and Class VIII.8. Then, by using lottery, Class VIII.8 were selected as the experimental group which amounted to 39 students, while Class VIII.6 were as the control group with the same amount. The data of mathematics communication ability was collected through essay test and then was analyzed by using One-Way Z-Test with level of significance 5%. The result showed that the students’ mathematics communication ability which was treated with Active Learning Strategy Type Practice-Rehearsal Pairs was higher than the students following conventional learning.keyword : mathematics communication ability, Active Learning Strategy Type Practice-Rehearsal Pairs
PENGARUH STRATEGI KWL TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 5 SINGARAJA ., Gusti Ayu Kusumaningrum; ., Drs. I Nyoman Gita, M.Si; ., I Gusti Nyoman Yudi Hartawan, S.Si
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5939

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh positif strategi Know-Want-Learn (KWL) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VII SMP Negeri 5 Singaraja. Penelitian ini menggunakan desain Post-test Only Control Group Design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 5 Singaraja tahun ajaran 2014/2015 yaitu sebanyak 350 orang siswa. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas VII J dan VII H. Siswa kelas VII J sebagai kelompok eksperimen sedangkan siswa kelas VII H sebagai kelompok kontrol, dimana masing-masing kelompok terdiri dari 28 orang siswa. Pengambilan sampel pada penelitian menggunakan teknik cluster sampling. Data kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dikumpulkan melalui tes kemampuan pemecahan masalah matematika yang berbentuk soal uraian sebanyak lima butir. Data hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dianalisis menggunakan uji-t satu ekor. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa nilai t_hitung = 2,503 lebih tinggi dari nilai t_tabel = 2,005. Berdasarkan hal tersebut, siswa yang dibelajarkan dengan menerapkan strategi KWL mempunyai kemampuan pemecahan masalah lebih tinggi dibandingkan daripada siswa yang dibelajarkan dengan menerapkan pembelajaran konvensional. Dengan kata lain, strategi KWL berpengaruh positif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VII SMP Negeri 5 Singaraja.Kata Kunci : Strategi Know-Want-Learn, Pembelajaran Konvensional, Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika This research was aimed to know positive effect of Know-Want-Learn (KWL) strategy on mathematical problem solving ability of seventh grade students of SMP N 5 Singaraja. The research design used in this research was Post-test Only Control Group Design. The population of this research consisted of all seventh grade students at SMP N 5 Singaraja in academic year 2014/2015 which is consist of 350 students. Samples are VII J class and VII H class, where each class consist of 28 students. Samples were selected using cluster sampling technique. Data of students’ mathematical problem solving ability were collected through mathematical problem solving test consisting of five items. The data of students’ mathematical problem solving ability were analysed by using one-tailed t-test. The results showed that t_observation = 2,503 greater than t_table = 2,005. So it might be concluded that the students who were learned through KWL strategy had mathematical problem solving ability higher than those who learned through process. The other word, KWL strategy give positive effect on mathematical problem solving ability of seventh grade students of SMP N 5 Singaraja.keyword : Know-Want-Learn Strategy, Conventional Learning, Mathematical Probelm Solving Ability
PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VIII 5 SMPN 2 AMLAPURA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH BERBANTUAN LKS OPEN-ENDED ., Putri Oktalinda Muttaqina; ., Dra.Ni Nyoman Parwati,M.Pd; ., I Gusti Nyoman Yudi Hartawan, S.Si
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 5, No 2 (2016):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v5i2.8390

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan proses peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa, (2) mengetahui besarnya peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa, dan (3) mengetahui respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran pemecahan masalah berbantuan LKS open-ended. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek penelitian yaitu siswa kelas VIII 5 SMP Negeri 2 Amlapura sebanyak 36 orang. Data proses peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dikumpulkan menggunakan jurnal kegiatan pembelajaran. Data kemampuan pemecahan masalah matematika dan respon siswa berturut-turut dikumpulkan menggunakan tes kemampuan pemecahan masalah matematika dan angket. Data penelitian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase banyaknya siswa dengan kemampuan pemecahan masalah matematika yang berada pada kategori minimal tinggi meningkat dari siklus ke siklus, pada siklus I, siklus II, dan siklus III berturut-turut yaitu: 41,67%, 63,89%, dan 86,11%. Peningkatan ini tercapai karena adanya upaya-upaya perbaikan yang dilakukan setiap siklusnya sehingga siswa berpartisipasi lebih aktif dalam pembelajaran, lebih memanfaatkan pengetahuan dan keterampilan matematika secara komprehensif, sering mengekspresikan idenya, serta merespon permasalahan dengan cara mereka sendiri dalam mendiskusikan permasalahan dalam LKS open-ended, sehingga meningkatkan kreativitas berpikir siswa yang bermuara pada peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Persentase banyaknya siswa dengan respon yang berada pada kategori minimal positif adalah 94,45%.Kata Kunci : model pembelajaran pemecahan masalah, LKS open-eEnded, kemampuan pemecahan masalah matematika This research was aimed to: (1) describe the improvement process of students’ mathematical problem solving skills, (2) know the increase of students’ mathematical problem solving skills, and (3) know the students’ respond towards the implementation of problem solving learning model assisted by an open-ended student’s worksheet. This research was classroom action research which was conducted in three cycles. The subjects of this research were students of VIII 5 class in SMP Negeri 2 Amlapura which consists of 36 students. The data of improvement process of students’ mathematical problem solving skills were collected by using journal of learning activities. The data of mathematical problem solving skills and students’ responses were collected respectively by using mathematical problem solving tests and questionnaire. The data were analyzed descriptively. The results of this research show that the percentages of students in mathematical problem solving skills which belongs to high minimum category, are increased from one cycle to another. The percentages on the first, second, and third cycle are respectively 41,67%, 63,89%, and 86,11%. These improvements are due to improvement efforts in each cycle so that students participate more active in the learning, more utilize the knowledge and math skills in a comprehensive manner, often express their ideas, and respond the problem in their own way in discussing problems of open-ended student’s worksheet, thereby enhancing the creativity of the student’s thinking that led to the improvement of students’ mathematical problem solving skills. The percentage of students which belong to positive minimum category respond is 94,45 %.keyword : problem solving learning model, open-ended student’s worksheet, mathematical problem solving skills
CONTRIBUTION OF TEACHERS' UNDERSTANDING OF MATHEMATICAL CONCEPTS TO STUDENTS' UNDERSTANDING OF MATHEMATICAL CONCEPTS IN GRADE 3 ELEMENTARY SCHOOL IN BULELENG SUBDISTRICT ., Ni Made Aristya Dewi; ., Dr.Gede Suweken,M.Sc; ., I Gusti Nyoman Yudi Hartawan, S.Si
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.6310

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi pemahaman konsep matematika guru terhadap pemahaman konsep matematika siswa kelas III SD di Kecamatan Buleleng. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat ex-post facto. Populasi dari penelitian ini adalah kelas III SD di Kecamatan Buleleng yang jumlahnya 87 kelas. Sampel ditentukan dengan teknik Cluster Random Sampling. Hal ini dikarenakan kelas III SD yang diteliti terbagi ke dalam 15 gugus. Dalam penelitian ini, ukuran sampel yang digunakan adalah 21 sampel. Pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan tes pemahaman konsep matematika guru dan tes pemahaman konsep matematika siswa. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis korelasi sederhana dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemahaman konsep matematika guru tergolong baik dengan rata-rata skor 66,67. Pemahaman konsep matematika siswa tergolong cukup baik dengan rata-rata skor 47,87. Selanjutnya, kontribusi pemahaman konsep matematika guru terhadap pemahaman konsep matematika siswa adalah sebesar 25,3%. Artinya, sekitar 25,3% variasi dalam pemahaman konsep matematika siswa dijelaskan oleh pemahaman konsep matematika guru, sedangkan sisanya 74,7% ditentukan oleh variabel lain yang tidak diteliti. Kata Kunci : pemahaman konsep matematika guru, pemahaman konsep matematika siswa The main objective of this research was to determine the contribution of teachers’ understanding of mathematical concepts to students' understanding of mathematical concepts in grade 3 elementary school in Buleleng Subdistrict. This research is an ex-post facto research. Population of this research is all 3rd grade in Buleleng Subdistric consisting of 87 classes. Samples were determined by cluster random sampling technique. This is because the grade 3 which were observed divided into 15 clusters. In this research, the sample size used was 21 samples. Data was collected by using a test of conceptual understanding for teachers and for students. Then the data were analyzed using simple correlation analysis and simple linear regression analysis. The results showed that teachers' understanding of mathematical concepts is good with an average score of 66.67 and students' understanding of mathematical concepts is quite good with an average score of 47.87. Furthermore, the contribution of teachers' understanding of mathematical concepts to students' understanding of mathematical concepts is 25.3%. This means that about 25.3% of the variation in students' understanding of mathematical concepts can be explained by the teacher understanding of mathematical concepts, while the remaining 74.7% is determined by other variables that are not investigated.keyword : teachers’ understanding of mathematical concepts, students' understanding of mathematical concepts
PENGARUH MODEL PISK TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 3 SINGARAJA ., Putu Sri Satri Dewi; ., Dr.I Wayan Sadra,M.Ed; ., I Gusti Nyoman Yudi Hartawan, S.Si
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 5, No 2 (2016):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v5i2.8402

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah prestasi belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan model PISK lebih baik dari prestasi belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperiment, dengan rancangan posttest only control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN 3 Singaraja tahun pelajaran 2015/2016. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling. Sampel yang terpilih yaitu kelas VIII H sebagai kelas kontrol dan kelas VIII K sebagai kelas eksperimen. Data prestasi belajar matematika siswa dikumpulkan dengan instrumen tes prestasi belajar matematika berbentuk uraian. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil analisis menunjukkan nilai thitung sebesar 7,2685 dan ttabel sebesar 1,6698. Ini berarti thitung > ttabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan model PISK lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : model PISK, model pembelajaran konvensonal, prestasi belajar matematika siswa This research was aimed to determine whether the mathematics achievement of students who learned through PISK models was better than mathematics achievement of students who learned through conventional learning models. The kind of this study is quasi eksperiment, with posttest only control group design. The population of this study was the eighth grade students of SMPN 3 Singaraja in academic year 2015/2016. The samples were determined by simple random sampling technique. The selected sample were VIII H as control class and VIII K as experimental class. The data of mathematics achievement collected by mathematics achievement test in esay type. All the data were analyzed by inferential statistics namely t-test. The analysis showed ttest amounted to 7,2685 and ttable amounted to 1,6698. This means ttest > ttable so H0 rejected and H1 accepted. Based on this result, It can be concluded that the mathematics achievement of students who learned through PISK models was better than the mathematics achievement of students who learned through conventional learning models.keyword : PISK models, conventional learning models, mathematics achievement of students