I Gusti Nyoman Yudi Hartawan
Universitas Pendidikan Ganesha

Published : 47 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

MODEL MULTIPLE DECREMENT DAN APLIKASINYA I Gusti Nyoman Yudi Hartawan
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Cepatnya perkembangan asuransi ditandai dengan bermunculannya inovasi-inovasi produk yang ditawarkan. Model multiple decrement merupakan salah satu model aktuaria yang digunakan sebagai acuan dalam merancang suatu produk asuransi. Dalam model ini klaim tidak hanya terjadi karena orang tersebut meninggal tetapi klaim juga terjadi karena cacat atau sebab (decrement) lainya sehingga penentuan premi dengan menggunakan model ini tentunya akan berbeda dari produk asuransi pada umumnya. Makalah ini membahas mengenai model multiple decrement , bagaimana membentuk tabel multiple decrement dan aplikasi dari model tersebut dalam hal menentukan premi dari suatu produk asuransi yang bersesuaianKata-kata kunci: model multiple decrement, premi
PENENTUAN CADANGAN ASURANSI JIWA MULTILIFE DENGAN ASUMSI SEMI MARKOV I Gusti Nyoman Yudi Hartawan
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 8 No. 1 (2014): APRIL 2014
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.244 KB) | DOI: 10.23887/wms.v8i1.11854

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cadangan dari asuransi jiwa multi life dengan asumsi semi markov. Asumsi semi markov digunakan dalam membuat model yang menggambarkan ketidakbebasan antara sisa usia hidup pasangan suami dan istri. Dengan asumsi semi markov, transisi antar state tidak hanya mempertimbangkan state saat ini pasangan tersebut berada tetapi juga mempertimbangkan waktu yang dihabiskan pasangan tersebut di state tersebut. Berdasarkan probabilitas transisi antar state kemudian ditentukan intensitas transisinya yang dilanjutkan dengan penentuan premi dan kemudian ditentukan cadangan untuk suatu waktu tertentu dengan pendekatan prospektif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat ketidakbebasan antara sisa usia hidup suami dan istri dimana pengaruh kematian pasangan pada istri lebih tinggi dari pada suami, besar premi dan cadangan dapat ditentukan melalui rumus dan
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MAHASISWA DALAM MATA KULIAH STATISTIKA DASAR MELALUI PENERAPAN PEMBELAJARAN BERORIENTASI MASALAH NYATA PADA MAHASISWA DENGAN SETTING KOOPERATIF I Gusti Nyoman Yudi Hartawan
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 8 No. 2 (2014): OKTOBER 2014
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.658 KB) | DOI: 10.23887/wms.v8i2.12633

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) meningkatkan hasil belajar mahasiswa dalam perkuliahan Staitistika Dasar melalui model pembelajaran berorientasi masalah nyata pada mahasiswa  dengan seting kooperatif, (2) meningkatkan motivasi belajar mahasiswa dan (3) mengetahui tanggapan mahasiswa terhadap pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran berorientasi masalah nyata pada mahasiswa dengan setting . Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan pada semester genap 2010/2011 dengan jumlah mahasiswa 31 orang. Data penelitian dikumpulkan dengan observasi, kueisioner dan tes. Data yang telah dikumpulkan dianalisis menggunakan metode statistika deskriptif . Hasil penelitian menunjukkan model pembelajaran yang diterapkan dapat (1) meningkatkan rata-rata hasil belajar mahasiswa dari siklus I ke siklus II dan  peningkatan hasil belajar mahasiswa juga ditunjukkan dari nilai akhir yaitu 80,7 % mahasiswa mendapatkan nilai A dan B , (2) meningkatkan motivasi belajar mahasiswa  dan (3) Mahasiswa memberikan tanggapan yang positif terhadap pembelajaran yang telah dilakukan
Pengaruh Pembelajaran Berbasis Masalah dengan Penilaian Diri terhadap Efikasi Diri dan Hasil Belajar Mahasiswa Gusti Ayu Mahayukti; Putu Kartika Dewi; I Gusti Nyoman Yudi Hartawan
ANARGYA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/anargya.v3i2.5069

Abstract

The aim of this research was studying whether problem based learning with self assestment affect student self efication and their learning outcome. The population of this research is student of mathematics education department, Sciences Fakulty of Undiksha academic year 2019/2020. The post test only control group design was used for this experimental design. The questioner and test were used gahthering the data, which valid. It’s data the analyzed by using MANOVA. The research showed that silmutaneously there weren’t deference self efication and leaning outcome of differencial calculus between student who learned by problem based learning with self assestment and who learned by conventional learning. But, the analyzed of student worksheet was showed that 83.43% failed in solving HOTS problem in expereiment group, and the other group failed 83.41%. In addition, the results of the open questionnaires related to the use of PBM with self-assessment showed positive results, namely that 87.88% of students said they were happy with PBM with self-assessment, and only 12.12% stated that they were not happy because they had not been able to do their own assessments.
ANALISIS KESALAHAN MAHASISWA DALAM MENGERJAKAN SOAL KALKULUS INTEGRAL DALAM PEMBELAJARAN DARING Gusti Ayu Mahayukti; Putu Kartika Dewi; I Gusti Nyoman Yudi Hartawan; Padrul Jana
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (876.593 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i3.5036

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kesalahan mahasiswa dalam mengerjakan soal kalkulus integral. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subyek penelitian adalah 10 mahasiswa semester 2 prodi Matematika Undiksha tahun akademik 2020/2021 yang rerata skor ujian tengah semester dan ujian akhir semester kurang dari 40. Instrumen yang digunakan adalah peneliti sebagai instrumen utama, sedangkan soal tes kalkulus integral, dan pedoman wawancara sebagai instrumen pendukung. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan ada 50% mahasiswa membuat kesalahan tipe careless errors (Ca), 60% tipe concept errors (Co), 70% tipe application errors (Ap) dan 60% tipe test taking errors (Te). Faktor-faktor yang menyebabkan mahasiswa melakukan kesalahan adalah kurang memahami konsep, bingung memilih teknik integrasi, dan kurang memahami soal aplikasi.
Kontribusi Kemandirian dan Gaya Belajar Siswa pada Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Kelas X MIPA SMA Negeri 5 Denpasar Indra Diah; I Gusti Nyoman Yudi Hartawan; Sariyasa
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 16 No. 3 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/wms.v16i3.52871

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: apakah terdapat kontribusi kemandirian pada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas X MIPA SMA Negeri 5 Denpasar dan apakah terdapat kontribusi kemandirian dan gaya belajar pada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas X MIPA SMA Negeri 5 Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan metode ex post facto. Sampel pada penelitian ini sebanyak 78 siswa (kelas X MIPA 6 dan X MIPA 7), penarikan sampel menggunakan teknik random sampling. Instrumen yang digunakan untuk variabel kemandirian dan gaya belajar adalah angket dengan masing-masing 30 pertanyaan, sedangkan instrumen untuk variabel kemampuan pemecahan masalah matematika adalah tes dengan 5 soal tes, dimana masing-masing instrumen telah diuji validitas, reliabilitas, validitas isi dan tingkat kesukarannya. Uji hipotesis pertama menggunakan analisis regresi sederhana sedangkan uji hipotesis kedua menggunakan analisis regresi berganda. Hasil uji hipotesis pertama menunjukkan bahwa kemandirian pada kemampuan pemecahan masalah matematika mempunyai kontribusi yang sangat kuat dengan kontribusi 75,6%. Hasil uji hipotesis kedua yaitu: 1) kemandirian dan gaya belajar visual pada kemampuan pemecahan masalah matematika mempunyai kontribusi yang cukup dengan kontribusi 31,9%, 2) kemandirian dan gaya belajar auditori pada kemampuan pemecahan masalah matematika mempunyai kontribusi yang kuat dengan kontribusi 47,3%, dan 3) kemandirian dan gaya belajar kinestetik pada kemampuan pemecahan masalah matematika mempunyai kontribusi yang kuat dengan kontribusi 40,7%. Kemandirian dan gaya belajar dapat membantu peserta didik untuk mengambil keputusan dan tindakan yang tepat dalam menghadapi permasalahan dalam proses belajar yang nantinya akan berdampak positif terhadap kemampuan pemecahan masalah bagi siswa.
PENERAPAN PEMBELAJARAN BERORIENTASI KEARIFAN LOKAL DENGAN SISTEM DALAM JARINGAN UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII Pande Putu Ernawati; I Gusti Nyoman Yudi Hartawan; Gst. Ayu Mahayukti
Jurnal IKA Vol. 21 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ika.v21i1.47963

Abstract

Penerapan pembelajaran berorientasi kearifan lokal dalam proses pembelajaran matematika merupakan usaha sadar yang terencana melalui penggalian dan pemanfaatan potensi daerah setempat secara aktif dalam upaya mewujudkan suasana belajar dalam proses pembelajaran, agar peserta didik aktif dalam mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki keahlian, pengetahuan, dan sikap dalam upaya ikut seta membangun bangsa dan negara. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan potensi belajar matematika siswa melalui penerapan pembelajaran berorientasi kearifan lokal dengan sistem dalam jaringan di kelas VIII F SMP Negeri 5 Singaraja. Tahun ajaran 2021/2022 sebanyak 34 siswa, Penelitian ini berjenis penelitian tindakan kelas. Instrumen dalam penelitian ini berupa tes prestasi belajar matematika siswa berbentuk tes uraian dan non tes berupa angket tanggapan siswa untuk mengetahui tanggapan siswa. Pada siklus I, rata-rata skor prestasi matematika sebesar 52,8 dengan ketuntasan belajar secara klasikal yaitu 20,6%, lalu pada siklus II rata-rata skor prestasi belajar matematika meningkat menjadi 68,04 dengan ketuntasan belajar secara klasikal yaitu 44,1%, dan pada siklus III rata-rata skor prestasi belajar matematika meningkat menjadi 75,82 dengan ketuntasan belajar secara klasikal yaitu 82,4%. Dari pelaksanaan dengan 3 siklus didapatkan hasil bahwa model pembelajaran kearifan lokal dengan sistem dalam jaringan mampu meningkatkan prestasi belajar matematika siswa dan siswa menanggapi positif proses pembelajaran dengan menerapkan model ini.
Penerapan Model Pembelajaran Experience, Language, Picture, Symbol, Application (ELPSA) Terhadap Pemahaman Konsep Matematika Siswa Ayu Wikasari; I Made Suarsana; I Gusti Nyoman Yudi Hartawan
JNPM (Jurnal Nasional Pendidikan Matematika) Vol 4, No 2 (2020): EDISI SEPTEMBER
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.319 KB) | DOI: 10.33603/jnpm.v4i2.3517

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa pemahaman konsep matematika siswa dengan menerapkan model pembelajaran Experience, Language, Picture, Symbol, Application (ELPSA) lebih tinggi daripada siswa dengan menerapkan model konvensional. Metode penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain penelitian post-test only control group design. Sampel penelitian sebanyak 70 siswa dengan teknik pengambilan sampel yaitu cluster random sampling. Data berupa skor pemahaman konsep matematika siswa dikumpulkan melalui tes uraian yang selanjutnya dianalisis dengan statistik inferensial berupa uji-t. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata skor kelompok eksperimen sebesar 68.68, kelompok kontrol sebesar 58.46 dan nilai t-hitung lebih besar dari t-tabel. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa rata-rata skor pemahaman konsep matematika siswa dengan menerapkan model pembelajaran ELPSA lebih tinggi daripada rata-rata skor pemahaman konsep matematika siswa dengan menerapkan model pembelajaran konvensional. Sehingga model pembelajaran ELPSA memberikan pengaruh positif terhadap pemahaman konsep matematika siswa.Kata Kunci: Model Pembelajaran ELPSA, Pemahaman Konsep Matematika, TIMSS.
Perbandingan Metode Fuzzy Times Series Cheng dan Fuzzy Times Series Markov Chain dalam Memprediksi Tingkat Pengangguran Terbuka di Bali Tresna Dwipayana, Kadek; Hartawan, I Gusti Nyoman Yudi; Candiasa, I Made
PYTHAGORAS Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 17 No. 2: December 2022
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pythagoras.v17i2.52335

Abstract

Penelitian ini bertujuan menemukan model untuk tingkat pengangguran terbuka di Bali dengan Fuzzy Times series Cheng (FTS Cheng) dan Fuzzy Times series Markov Chain (FTS Markov Chain) serta membandingkan tingkat akurasi kedua model tersebut. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif. Data tingkat pengangguran terbuka di Bali yang digunakan sebanyak 34 dari periode Februari 2006 sampai dengan Agustus 2021. Dari 34 data kemudian dibagi menjadi dua dengan proporsi 30% data latih dan 70% data uji. Tahapan penelitian yang dilakukan dengan menghitung FTS Cheng dan FTS Markov Chain pada data latih kemudian dilanjutkan pada data uji. Selanjutnya model FTS Cheng dan FTS Markov Chain dihitung akurasinya dengan MAPE (Mean Absolute Percentage Error),RMSE (Root Mean Square Error) dan Confusion Matrix (akurasi,presisi,recall). Hasil MAPE yang didapatkan adalah  FTS Cheng sebesar 18.43% dan FTS Markov Chain sebesar 31.19%. Kemudian hasil RMSE yang didapatkan dari FTS Cheng dan FTS Markov Chain secara berturut-turut adalah 0.88 dan 0.63. Pada pengujian menggunakan Confusion Matrix pada FTS Ceng didapatkan hasil akurasi, presisi, recall secara berturut-turut adalah 61.90%,41.22% dan 44.35%. Sedangkan untuk FTS Markov Chain mendapatkan hasil pengujian sebesar 61.90%,49.17% dan 48.75% untuk akurasi, presisi dan recall. Jadi Fuzzy Time Series Markov Chain lebih baik dibandingkan dengan model Fuzzy Time Series Cheng di dua metode pengujian keakuratan yaitu pada RMSE dan Confusion Matrix (presisi dan recall). Hal ini disebabkan karena perbedaan pembagian kelas serta perhitungan yang berbeda.
Junior High School Student’s Computational Thinking Ability in Solving Mathematical Problems Hartawan, I Gusti Nyoman Yudi; Putri, Luh Hanny Arsana; Mahayukti, Gusti Ayu
Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran Vol. 7 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jp2.v7i1.78001

Abstract

The low ability of students to solve mathematical problems through key aspects such as decomposition, pattern recognition, abstraction, and algorithmic thinking occurs due to a lack of creative strategies in learning. This study aims to provide an in-depth understanding of these obstacles and propose more effective learning strategies. This research is qualitative descriptive research. The subjects of this study were 40 students of grade VII junior high school. Research subjects with low computational thinking skills or obtained the lowest total score of 5 students. The data collection method used in this study was by computational thinking skills test and in-depth interview. The computational thinking ability test was carried out using questions adapted from the Bebras Task questions that had been tested for validity and reliability. The results of this study are (1) the computational thinking ability of grade VII junior high school students is classified as medium with the percentage of each component of computational thinking ability is 47.25% (decomposition), 35.25% (pattern recognition and generalization), 50.38% (abstraction), and 29.88% (thinking algorithms); (2) Obstacles faced by students in solving mathematical problems that cause students who have computational thinking skills, categories including students who are not accustomed to sorting information as activities in the components of abstraction skills and the core of computational thinking skills. The implications of these findings suggest that research subjects in the lower category computational thinking skills have a tendency to struggle in mastering the abstraction skill component.