Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Analisis Kesiapan Guru dalam Mengimplementasikan Pendidikan Multikultural pada Pembelajaran Abad Ke-21 : Penelitian Mia Sumiarsih; Siti Fadjarajani; Gumilar Mulya; Iis Marwan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.4464

Abstract

Multicultural education in 21st-century learning requires teachers who are pedagogically skilled, culturally sensitive, emotionally adaptive, and digitally literate. This study explores teachers’ readiness to implement multicultural values through a qualitative case study in a culturally diverse vocational school. Data were obtained from semi-structured interviews, classroom observations, and document analysis. The findings show that teachers generally understand the importance of multicultural principles; however, variations remain in pedagogical design, intercultural interaction skills, conflict management, and digital media utilization. Limited professional development, minimal integration of local cultural resources, and resistance to change are recognized as current barriers. Strengthening institutional support and continuous teacher training is essential to empower teachers as cultural mediators who foster inclusive learning environments. This study highlights the urgency of enhancing teacher readiness so multicultural education can be applied more effectively in classroom practice.
PEMBIASAAN PENDIDIKAN KARAKTER DISIPLIN MELALUI KEGIATAN SHOLAT DUHA DI SDIT AT TAUFIQ AI ISLAMY TASIKMALAYA Sidik, Muslim; Marwan, Iis; Mulya, Gumilar; Fadjarajani , Siti
JISPE Journal of Islamic Primary Education Vol. 6 No. 02 (2025): JISPE Journal of Islamic Primary Education
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51875/jispe.v6i02.935

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembiasaan pendidikan karakter disiplin melalui kegiatan shalat Dhuha di SDIT At Taufiq Al Islamy Tasikmalaya. Pendidikan karakter disiplin merupakan aspek penting dalam membentuk kepribadian siswa sejak usia dini, khususnya melalui kegiatan keagamaan yang terstruktur dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, guru, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan shalat Dhuha secara rutin efektif menumbuhkan kedisiplinan siswa, termasuk ketepatan waktu, ketaatan pada aturan, tanggung jawab, dan kesadaran dalam melaksanakan ibadah keagamaan secara sukarela. Faktor pendukung keberhasilan program ini meliputi peran guru sebagai teladan, dukungan kebijakan sekolah, dan kerja sama antara sekolah dan orang tua. Oleh karena itu, pembiasaan shalat Dhuha dapat menjadi strategi efektif untuk menanamkan karakter disiplin pada siswa di sekolah dasar Islam.
Implementasi Kebijakan Pesantren Ramah Anak dalam Menanggulangi Bullying dan Kekerasan di Pesantren Aminah, An An; Fadjarajani, Siti; Mulya, Gumilar; Marwan, Iis
PEMA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i3.2021

Abstract

The Child-Friendly Pesantren (Pesantren Ramah Anak/PRA) policy is a strategic initiative developed as an urgent response to the need for ensuring the protection and optimizing the potential of all students (santri) within Islamic boarding schools. This policy is particularly crucial given the inherent risks present in pesantren environments, which often involve a high incidence of violence, psychological pressure, and the absence of standardized child protection mechanisms. This study aims to comprehensively analyze the implementation of the PRA policy in modern pesantren settings, specifically focusing on internal regulations, caregiving models, learning approaches, and child protection management. The research employed a qualitative methodology using a case study design, conducted in two modern pesantren institutions that have actively embraced and implemented the PRA policy. The findings reveal that the policy’s implementation is actualized through three primary mechanisms: strengthening institutional collaboration, enhancing the capacity and competency of caregivers (musyrif), and improving the physical environment of the pesantren. However, the study also identified several significant operational challenges, including inconsistent supervision mechanisms, a deeply entrenched culture of seniority, and limited competencies among dormitory mentors (musyrif). Overall, this research underscores the imperative need to reinforce integrated and standardized Standard Operating Procedures (SOPs) for child protection. These SOPs must be aligned with the regulations set forth by both the Ministry of Religious Affairs (Kemenag) and the Ministry of Women’s Empowerment and Child Protection (KemenPPPA) to ensure the policy's effectiveness. Keywords: child-friendly pesantren, boarding school system, child protection, modern
Optimalisasi Layanan Bimbingan dan Konseling dalam Safe School Environment: Pencegahan Bullying Di SMP Negeri 3 Kawali Dharsono, Farhan Maulana; Ema Siti Nurfadilah; Siti Fadjarajani; Gumilar Mulya; Iis Marwan
PEMA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perundungan (bullying) didefinisikan sebagai penyalahgunaan kekuasaan yang berdampak buruk pada kesehatan fisik dan mental korban serta merusak iklim sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Bimbingan dan Konseling (BK) yang diterapkan di SMP Negeri 3 Kawali untuk mengatasi masalah ini. Dengan menggunakan metode studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dari siswa korban dan guru BK. Hasil studi menunjukkan bahwa perundungan memiliki berbagai bentuk dan dipicu oleh faktor kompleks, terutama aspek psikologis siswa dan lingkungan sosial. Dalam penanganannya, sekolah mengandalkan strategi terpadu meliputi program pendidikan karakter, deteksi dini, dan kolaborasi dengan orang tua. Meskipun demikian, tantangan dalam penanganan berulang masih ada. Oleh karena itu, penelitian merekomendasikan perlunya pengembangan program pencegahan yang melibatkan siswa secara aktif dan pelatihan berkala bagi guru dan orang tua guna meningkatkan efektivitas penanganan bullying di sekolah.
Internalisasi Nilai Kearifan Lokal Silih Asih dalam Pembelajaran Etnopedagogik Guna Membentuk Karakter Berdaya Budaya Mulyani, Roslia Ayu Dewi; Fadjarajani, Siti; Mulya, Gumilar; Marwan, Iis
PEMA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i3.2139

Abstract

Penelitian ini berangkat dari permasalahan degradasi nilai dan erosi identitas budaya pada peserta didik akibat dominasi pembelajaran kognitif dan arus globalisasi, sehingga mendesak perumusan strategi pendidikan karakter yang otentik dan berakar pada kearifan lokal. Penelitian ini berfokus pada internalisasi nilai kearifan lokal Sunda, yaitu Silih Asih (kasih sayang dan kepedulian sosial), melalui kerangka Etnopedagogik. Tujuan utama penelitian adalah menggali interpretasi guru mengenai Silih Asih dan menganalisis proses internalisasi nilai tersebut pada peserta didik hingga mencapai karakter berdaya budaya. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi di SMP Negeri 2 Bojonggambir. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menginterpretasikan Silih Asih sebagai konstruk pedagogis multi-dimensi (kognitif, afektif, dan konatif) yang diintegrasikan melalui strategi etnopedagogik triadik: kontekstualisasi materi, kolaborasi berbasis interdependensi, dan refleksi nilai eksplisit. Proses internalisasi pada peserta didik terjadi melalui tiga tahapan transformasi Pengenalan, Adopsi Situasional, dan Pewujudan Terdorong Diri yang dimediasi oleh dua faktor kunci: Validasi Sosial dan Afirmasi Kultural. Secara teoretis, temuan ini menyarankan bahwa formulasi pendidikan karakter harus bergerak dari transmisi nilai normatif menuju transformasi nilai sosiokultural melalui pengalaman praktis dan refleksi mendalam, mengisi kekosongan literatur metodologis kualitatif dalam Etnopedagogik.
Strategi Manajemen Pembelajaran Bahasa Inggris dalam Mendorong Literasi Berbahasa Nurhayati, Eti; Fadjarajani, Siti; Mulya, Gumilar; Marwan, Iis
PEMA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i3.2164

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi strategi manajemen pembelajaran Bahasa Inggris yang diterapkan di SMP Negeri 2 Sodonghilir dalam upaya komprehensif untuk meningkatkan literasi berbahasa siswa. Latar belakang masalah penelitian ini adalah rendahnya tingkat literasi nasional yang terkonfirmasi oleh data PISA, serta implementasi program bahasa asing di sekolah yang seringkali belum maksimal, meskipun penting untuk meningkatkan mutu dan keunggulan sekolah. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus kualitatif yang dilaksanakan di SMP Negeri 2 Sodonghilir. Data dikumpulkan melalui tiga teknik utama: wawancara mendalam dengan guru dan siswa; observasi langsung terhadap kegiatan belajar mengajar dan sarana prasarana; serta studi dokumentasi. Proses penelitian dilakukan melalui tahapan orientasi, eksplorasi, dan verifikasi data menggunakan triangulasi dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pembelajaran Bahasa Inggris telah berjalan sesuai prinsip yang berlaku, meliputi empat aspek intrakurikuler: perencanaan kolaboratif, pengorganisasian, pelaksanaan yang diperkaya kurikulum, dan evaluasi berkala. Meskipun menghadapi tantangan seperti ketidakmerataan kompetensi awal dan hambatan psikologis siswa, sekolah menerapkan solusi berupa forum kolaboratif guru dwi-mingguan, dan penguatan melalui kegiatan ekstrakurikuler seperti lomba pidato dan bercerita. Manajemen yang terstruktur ini secara nyata berupaya mengatasi kesenjangan literasi dan meningkatkan kompetensi berbahasa siswa secara menyeluruh.