Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DALAM MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR PENDIDIKAN PANCASILA KELAS II MI ALKHAIRAAT KOTA GORONTALO Rahma Sarita Alhabsyi; Herson Anwar; Rinaldi Datunsolang
Al-mujahidah Vol 6 No 2 (2025): Mei-Oktober
Publisher : Institut Agma Islam Hamzanwadi NW Lombok TImur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/al-mujahidah.v6i2.292

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahapan pelaksanaan, implementasi, dan faktor penghambat aktivitas belajar peserta didik dalam penerapan kurikulum merdeka belajar pada kelas II MI Alkhairat Kota Gotontalo. Jenis penelitian ini adalah Kualitatif menjadi jenis pendekatan yang dipilih dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan pedoman wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan perencanaan pembelajaran dengan kurikulum merdeka yaitu penyusunan rencana pembelajaran seperti modul, guru melaksanakan pembelajaran yang berpusat pada siswa, dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif belajar, guru juga harus menggunakan metode pembelajaran yang inovatif, guru menggunakan teknologi untuk mendukung pembelajaran dan guru melakukan evaluasi dan refleksi terhadap proses pembelajaran dan hasil belajar. Pelaksanaan kurikulum merdeka belajar telah dilakukan oleh sekolah dan guru. Faktor penghambat yang dihadapi kurangnya dukungan dari orang tua dan masyarakat dalam hal pemahaman tentang kurikulum merdeka dan dukungan terhadap pembelajaran dirumah
STRATEGI GURU DALAM MEMBINA KARAKTER JUJUR PESERTA DIDIK KELAS VI SDN 13 KABILA KABUPATEN BONE BOLANGO Nur Syaidah Sunusi; Lisdawati Muda; Rinaldi Datunsolang
Al-mujahidah Vol 6 No 2 (2025): Mei-Oktober
Publisher : Institut Agma Islam Hamzanwadi NW Lombok TImur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/al-mujahidah.v6i2.297

Abstract

Elementary school education is a formal education level that can shape the character of students in the future. The role of parents and educators in shaping character greatly influences the growth and development of a student. This study aims to model teachers in fostering Inhibiting Factors and Supporting Factors of Teacher Strategies in Fostering Honest Character of Class VI Students of SDN 13 Kabila. The type of descriptive qualitative research in this study is grade VI students, the subjects of which are 16 students and several educators at SDN 13 Kabila with a total of students for the 2025-2026 academic year. In learning activities, this school, which has 214 students, is guided by 20 professional teachers. The results of the analysis of school regulations will be imitated by students. Instilling and good habits so that students are accustomed to implementing the rules in the school without any coercion from anyone, and are not only carried out at school but can also be applied by students at home. The implementation of teacher honesty is in line with the theory, which states that teachers must set a good example for their students, both in terms of speech, personality, dress, socializing and behaving honestly.
IMPLEMENTASI PROFIL PELAJAR PANCASILA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN KELAS IV DI SDN 5 DUNGALIYO Zulkifli H. Puluhulawa; Mujahid Damopolii; Rinaldi Datunsolang
Al-mujahidah Vol 6 No 2 (2025): Mei-Oktober
Publisher : Institut Agma Islam Hamzanwadi NW Lombok TImur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/al-mujahidah.v6i2.302

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di kelas IV SDN 5 Dungaliyo. Profil Pelajar Pancasila sebagai bagian dari Kurikulum Merdeka menekankan enam dimensi karakter, yaitu beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek peneltian ini adalah guru dan siswa kelas IV SDN 5 Dungaliyo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah mengintegrasikan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila dalam proses pembelajaran, meskipun pelaksanaannya belum merata di semua dimensi. Faktor pendukung dalam penerapan meliputi sarana prasarana yang memadai, budaya sekolah yang positif, dan dukungan orang tua. Adapun kendala yang dihadapi adalah keterbatasan waktu, kurangnya pelatihan guru, dan perbedaan daya serap siswa. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pelatihan berkelanjutan bagi guru dan penguatan program pembelajaran karakter agar penerapan nilai-nilai Pancasila lebih optimal.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TERBALIK (RECIPROCAL TEACHING) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI INDAHNYA BERPERILAKU AMANAH KELAS IV Muhammad Syahrul Ramadhan Yusuf; Munirah; Rinaldi Datunsolang
Al-mujahidah Vol 6 No 2 (2025): Mei-Oktober
Publisher : Institut Agma Islam Hamzanwadi NW Lombok TImur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/al-mujahidah.v6i2.325

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV MIN 2 Banggai pada materi Indahnya Berperilaku Amanah melalui penerapan model pembelajaran terbalik (Reciprocal Teaching). Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Permasalahan utama dalam proses belajar mengajar adalah dominasi metode ceramah yang menyebabkan siswa kurang fokus, kurang termotivasi, serta rendah dalam memperhatikan materi yang disampaikan. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, yang masing-masing mencakup tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Pada tahap pra siklus, nilai rata-rata siswa tercatat sebesar 64,6 dengan tingkat ketuntasan belajar hanya 47%. Setelah dilaksanakan tindakan pada siklus I menggunakan model Reciprocal Teaching, rata-rata nilai siswa meningkat menjadi 78,5 dengan tingkat ketuntasan 87%. Tindakan dilanjutkan ke siklus II untuk memperoleh hasil yang lebih maksimal, dan hasilnya menunjukkan peningkatan rata-rata nilai menjadi 83,9 dengan persentase ketuntasan mencapai 93%. Berdasarkan hasil tersebut, penerapan model pembelajaran Reciprocal Teaching terbukti mampu meningkatkan hasil belajar siswa, mendorong interaksi positif antara guru dan siswa, serta menciptakan lingkungan belajar yang lebih dinamis dan bermakna.
KOMPETENSI MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA PENDIDIK Datunsolang, Rinaldi; Mala, Abdurrahman R.
Irfani Vol. 19 No. 2 (2023): Irfani (e-Journal)
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/ir.v19i2.4349

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana kontribusi manajerial kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidik. Sebab, pendidik dan kepala sekolah merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam konsep pendidikan karena saling mempengaruhi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan library research, atau kajian pustaka yang data-datanya didapatkan dari berbagai referensi buku, jurnal dsb. Baik secara online maupun offline. Hasil penelitian menunjukan bahwa: kompetensi manajerial kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja pendidik dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya yang ditemukan dalam penelitian ini yaitu dengan memberikan kesempatan bagi pendidik mengikuti pengembangan kompetensi seperti workshop, Diklat, dan pelatihan penunjang lainnya. Sehingga dengan meningkatnya kompetensi maka diharapkan secara otomatis kinerja juga harus meningkat.
The Strategy of Interfaith Education Figures in Managing Religious Tolerance in Banuroja Village, Gorontalo Manahung, Muh. Ramoen; Solong, Najamuddin Petta; Datunsolang, Rinaldi; Hasiru, Roy; Tilome, Apris A.
Interdisciplinary Social Studies Vol. 2 No. 2 (2022): Regular Issue
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/iss.v2i2.329

Abstract

Background: Interfaith education figures inevitably have significant role in managing religious tolerance because education is carried out both in and outside schools. Interfaith figures in society not only actualize and internalize religious values but also implement strategies for balancing the potential of nature so that the humanity of religious communities is maintained. Aim: This paper is the result of research examining interfaith education figures’ strategies in managing tolerance in Banuroja Village, Randangan District, Pohuwato Regency. Method: The researchers applied qualitative approach with phenomenological design. The data collection techniques of this research were observation, interview, documentation, and Focus Group Discussion. Research data was tested by thorough observation and triangulation, both source and method triangulation. Findings: The results of this research indicate three strategies of interfaith education figures in managing tolerance in Banuroja Village, Pohuwato Regency, they are: first, the assimilation strategy, carrying out a blend of cultures or assimilation of life, for example when maintaining security at the neighborhood-watch post (poskamling) by wearing traditional uniforms. Second, the mutual need strategy is embedding a culture of interethnic and religious mutual cooperation as the basic foundation for cultural resilience and the creation of distributive justice. Third, the educative communication strategy is the involvement of educators regardless of their religion in various activities and educative communication. In a pluralist and heterogeneous society like Banuroja, interfaith education figures who are full of knowledge and educational methods have a very strategic, urgent, and beneficial position for the community at large.
EFEKTIVITAS KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DALAM MENERAPKAN MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DASAR Fikrian Misilu; Asriyati Nadjamuddin; Rinaldi Datunsolang; Ritmon Amala
Maulana Atsani: Jurnal Pendidikan Multidisipliner Vol. 2 No. 1 (2025): Mei-Juli
Publisher : Pusat Kajian dan Pengembangan Publikasi Ilmiah (PKPPI) Institut Agama Islam Hamzanwadi Nahdlatul Wathan Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/1m6z7j43

Abstract

Artikel ini membahas efektivitas kepemimpinan transformasional dalam penerapan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) di tingkat Sekolah Dasar. Kepemimpinan transformasional menjadi strategi kepemimpinan yang mampu menciptakan perubahan signifikan dengan memberdayakan dan memotivasi seluruh warga sekolah. Penerapan MBS yang sukses sangat dipengaruhi oleh kemampuan kepala sekolah dalam menginspirasi, memfasilitasi kolaborasi, dan mendorong partisipasi aktif dari guru, peserta didik, orang tua, dan masyarakat. Artikel ini menyajikan hasil kajian literatur yang memperlihatkan hubungan erat antara kepemimpinan transformasional dan keberhasilan implementasi MBS di sekolah dasar.
STRATEGI GURU DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK DI MA ALKHAIRAAT KOTA GORONTALO Yunus Ramadhan Muharam; Said Subhan Posangi; Rinaldi Datunsolang
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran Akidah Akhlak memiliki posisi strategis dalam pembentukan karakter religius peserta didik, namun pada praktiknya masih dihadapkan pada permasalahan rendahnya minat belajar siswa. Kondisi tersebut menuntut adanya strategi pembelajaran yang tepat dan kontekstual dari guru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam meningkatkan minat belajar siswa pada pembelajaran Akidah Akhlak di Madrasah Aliyah Alkhairaat Kota Gorontalo, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan strategi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data penelitian berupa data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan guru mata pelajaran Akidah Akhlak, siswa kelas XI, dan pihak madrasah, serta melalui observasi proses pembelajaran. Data sekunder diperoleh dari silabus, RPP, modul pembelajaran, dan arsip pendukung lainnya. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru dalam meningkatkan minat belajar siswa dilakukan melalui penerapan metode pembelajaran yang variatif dan kontekstual, pemanfaatan media pembelajaran, penciptaan suasana kelas yang kondusif, serta pemberian motivasi dan keteladanan. Faktor pendukung strategi tersebut meliputi kompetensi guru, dukungan madrasah, dan ketersediaan sarana pembelajaran, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu pembelajaran, rendahnya motivasi sebagian siswa, serta pengaruh lingkungan dan media digital. Dengan demikian, penerapan strategi pembelajaran yang adaptif dan berorientasi pada karakter dinilai mampu meningkatkan minat belajar siswa pada pembelajaran Akidah Akhlak.
Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan SD di Indonesia SB Patiwael, Hasnawi; Nadjamuddin, Asriyati; Datunsolang, Rinaldi; Amala, Ritmon
Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 3 (2025): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : Program Studi Akuntansi IKOPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/gsmtxf88

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dalam meningkatkan mutu pendidikan di Sekolah Dasar di Indonesia. MBS merupakan bentuk desentralisasi pendidikan yang memberikan otonomi luas kepada sekolah dalam mengelola sumber daya pendidikan, termasuk kurikulum, keuangan, dan tenaga pendidik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi MBS memiliki potensi besar dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran, partisipasi masyarakat, dan akuntabilitas pengelolaan dana sekolah. Namun, pelaksanaan MBS di Sekolah Dasar masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan kompetensi kepala sekolah, rendahnya pemahaman guru terhadap prinsip-prinsip MBS, serta minimnya dukungan masyarakat. Upaya strategis yang perlu dilakukan antara lain adalah pelatihan manajemen pendidikan bagi kepala sekolah, pemberdayaan komite sekolah dalam proses pengambilan keputusan, serta peningkatan alokasi dana pendidikan oleh pemerintah daerah. Selain itu, penguatan kolaborasi antara sekolah dan masyarakat serta optimalisasi penggunaan teknologi informasi dalam pengelolaan sekolah menjadi faktor pendukung utama dalam keberhasilan implementasi MBS.
The Impact of Project-Based Flex Blended Learning Model on Critical Thinking Skills of Students in Science Courses Alfian Erwinsyah; Zohrawaty Hiola; Sabrina Nadjib Mohamad; Dewi Darmiyani Napu; Aljunaid Bakari; Asriyati Nadjamuddin; Rinaldi Datunsolang
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 6 (2025): June
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i6.11250

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of the Project-Based Flex Blended Learning (PjBFBL) model in improving students' critical thinking skills on Ohm's Law material in science courses. The quasi-experimental method uses a Nonequivalent Control Group Design with 41 fourth semester students divided into experimental (PjBFBL) and control (conventional) groups. Instruments include critical thinking tests based on seven indicators (interpretation, analysis, evaluation, inference, explanation, self-regulation, essential questions), analyzed using N-Gain, T-test, and effect size. Results showed the experimental group achieved a moderate N-Gain improvement (0.63) with the highest categories in inference (0.78; high) and explanation (0.73; high), while the control group only had a low N-Gain (0.28). The independent T-test confirmed the significant difference (t (25,092) = 7.230; p<0.05) with an average difference of 35.78% and a large effect size (Cohen's d=2.299). The research conclusion indicates that the PjBFBL model effectively improves critical thinking skills, particularly in multidimensional reasoning and information synthesis, through the integration of authentic projects, hybrid flexibility, and structured collaboration. The findings recommend the adoption of this model in science learning to bridge the 21st century competency gap, noting the need to strengthen the interpretation aspect through more contextualized instruments