Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Edukasi Pada Ibu Hamil Untuk Mencegah Anemia Winda Nurmayani M; Elisa Oktaviani; Dewi Nursukma Purqoti; Syamdarniati Syamdarniati
Jurnal Empathy Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Empathy Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 2 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37341/jurnalempathy.v2i1.45

Abstract

Background: Anemia has a very negative effect, especially for babies in the womb, including it can cause miscarriage, babies born not quite months, babies are not fully developed, bleeding during childbirth, irregular contractions, disruption during the delivery process and susceptibility to infection can even result in a lack of production of breast milk. Methods: The implementation of community service activities is carried out in two different places because it is still in the COVID-19 pandemic period and to reduce crowds. Results: pregnant women who attended were very enthusiastic, after processing the questionnaire before and after the provision of health education, there was an increase in knowledge. Conclusion: Implementation of providing health education to increase knowledge for the community with risks that may occur with the condition of the community is very necessary to be done Apart from being an enhancer and an increase in knowledge, it is also an action to reduce the risk of health problems for the community
Yoga To Improve Women’s Sexual Function Winda Nurmayani; Syamdarniati Syamdarniati; Ilham Ilham
Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Tradisional Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Tradisional Volume 7 Number 1 Year 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37341/jkkt.v0i0.338

Abstract

Background: Sexual function in women is closely related to women's reproductive health, if an individual experiences a disturbance in his sexual function, his reproductive function must also have problems. This sexual problem can be overcome by exercising, one of the recommended sports is yoga, Yoga is a sport that can improve sexual function and treat sexual disorders so that it can overcome sexual function problems. Aim of study is to analyze effect yoga to improving women's sexual function. Methods: A Descriptive cross-sectional, wiyh population were women who have been married, aged 20-45 years, yoga regularly. Amount of sample is 60 respondent, choosen using total sampling technique. The instrument used is the FSFI (Famale Sexuale Function Index) questionnaire, which is a questionnaire to measure sexual desire, sexual arousal, vaginal lubrication, orgasm, sexual satisfaction and pain. Data were analize using Chi-Square Test. Results: Analysis Chi Square test with p-value 0.000, its mean p value <0.05. Yoga 25 times can improve the women’s sexual function. Conclusion: Yoga is associated with women’s sexual function. Women whoare married or have a partner can do yoga regularly because yoga has benefits for health and improves the sexual qualityof women.
PEMBERIAN SUSU KEDELAI PADA PENDERITA HIPERTENSI UNTUK MENURUNKAN TEKANAN DARAH Ernawati; Elisa Oktaviana; Syamdarniati; Winda Nurmayani
Jurnal LENTERA Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal LENTERA
Publisher : Stikes Yarsi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57267/lentera.v3i1.217

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan masyarakat yang ada di dunia baik negara maju maupun negara berkembang. Hipertensi disebut the silent killer karena sering menjadi pembunuh tanpa adanya keluhan, sehingga penderita tidak mengetahui dirinya mengalami hipertensi dan baru diketahui setelah terjadi komplikasi. Hipertensi menjadi kontributor tunggal utama untuk penyakit jantung, gagal ginjal, dan stroke di Indonesia. dalam pengabdian ini menggunakan pendekatan Quasy Experimental adalah suatu intervensi pada kelompok subjek dengan kelompok pembanding atau tanpa adanya kelompok pembanding, Adapun dalam pengabdian ini menggunakan pendekatan one group pretest-posttest design (rancangan pra-pasca tes pada satu kelompok, dengan tidak adanya kelompok pembanding/kontrol). Hasil pengabdian ini Rata-rata tekanan darah sistol sebelum intervensi pemberian susu kedelai adalah 157,99 mmHg dan setelah intervensi 151,06 mmHg. Sedangkan rata-rata tekanan darah diastole sebelum intervensi pemberian susu kedelai adalah 91,24 mmHg dan setelah intervensi 86,7 mmHg. Ada pengaruh yang signifikan intervensi pemberian susu kedelai terhadap perubahan tekanan darah sistol dengan nilai ρ value 0,000 dan tekanan darah diastol ρ value 0,000. Kedelai mengandung antioksidan yang dapat memperbaiki tekanan darah dan meningkatkan kesehatan pembuluh darah. Susu kedelai sangat baik untuk penderita hipertensi karena mengandung isoflavon yang melancarkan metabolisme, melancarkan pencernaan, meningkatkan imunitas, memperkuat struktur matriks, menstabilkan tekanan darah, menurunkan kadar kolesterol darah, menstabilkan gula darah.
EDUKASI SEX EDUCATION PADA ANAK-ANAK SD: EDUKASI SEX EDUCATION PADA ANAK-ANAK SD Winda Nurmayani; Sopian Halid; Syamdarniati; Elisa Oktaviana
Jurnal LENTERA Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal LENTERA
Publisher : Stikes Yarsi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57267/lentera.v3i1.223

Abstract

Pendidikan sex di Indonesia masih menjadi kontroversi, masih banyak anggota masyarakat yang belum menyetujui pendidikan sex di rumah maupun di sekolah. Secara umum pandangan masyarakat tentang pendidikan sex merupakan hal yang dipandang “tabu” utuk dibicarakan terhadap anak, terutama anak usia dini. Masyarakat beranggapan bahwa ada masanya mereka akan memahaminya secara alamiah. Pendidikan seks yang yang tidak diberikan di usia dini mengakibatkan tingginya kekerasan seksual pada anak yang dilakukan orang-orang terdekat anak termasuk keluarga Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pemahaman tentang sex education pada anak. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan di SDN 46 Ampenan dengan peserta yang diambil dari kelas V dan VI. Metode yang digunakan ceramah dan Tanya jawab, dengan media yang digunakan LCD proyektor dan leaflet. Hasil dari pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dari peserta anak-anak murid kelas V dan VI yang hadir tampak sangat antusias, setelah kuesioner sebelum dan sesudah pemberian pendidikan kesehatan mengenai sex education tampak adanya peningkatan pengetahuan. Pelaksanaan pemberian pendidikan kesehatan mengenai sex education untuk meningkatkan pengetahuan bagi siswa-siswa SDN 46 Ampenan dengan resiko yang mungkin bisa terjadi dengan keadaan masyarakat sangat perlu dilakukan, selain sebagai penambah dan peningkat pengetahuan juga sebagai tindak untuk mengurangi resiko terjadi pelecehan seksual terhadap anak.
Pola Pemberian Asi pada Bayi Baru Lahir dengan Kejadian Ikterus Neonatorum Winda Nurmayani M; Kusniyati Utami; Syamdarniati Syamdarniati
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 13 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Januari 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v13i1.674

Abstract

Ikterus pada neonatus sebesar 25-50% bayi cukup bulan dan lebih tinggi pada neonatus kurang bulan.Gejala fisiologis  timbul pada hari kedua dan ketiga,.Peningkatan frekuensi ini tidak terkait dengan karakteristik ASI melainkan pola dalam menyusui.Tujuan penelitian mengetahui pola pemberian ASI pada bayi baru lahir dengan kejadian Ikterus neonatorium.Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan Retrospektif, dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mataram. Populasi seluruh ibu yang mempunyai bayi yang menderita ikterus neonatorium dengan teknik pengambilan  adalah akcidental sampling. Instrumen yang digunakan chek list dan skala Kramer, bayi  dipantau dari baru lahir sampai dengan  uisa 5-7 hari.Analisis uji Chi Square. Pola pemberian ASI dengan full breastfeeding sebagian besar tidak mengalami ikterus sebanyak 31  ( 47, 7%), sebaliknya pemberian partial feeding sejumlah 11 ( 16, 9%), dengan nilai signifikan( p=0, 004, <0, 05). Ada hubungan yang signifikan antara variabel pola pemberian ASI pada bayi baru lahir dengan peristiwa ikterus neonatorum.Petugas kesehatan mengantisipasi kejadian icterus dengan  melakukan deteksi dini pada bayi baru lahir yang bermasalah dengan cara mengobservasi cara pemberian ASI dan pola pemberian ASI baik di rumah sakit atau di rumah.
PENINGKATAN KETERAMPILAN KELUARGA DALAM PENCEGAHAN GANGGUAN PERTUMBUHAN BATITA Aswati; Agus Supinganto; Sopian Halid; Melati Inayati Albayani; Henny Yolanda; Winda Nurmayani
Jurnal LENTERA Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal LENTERA
Publisher : Stikes Yarsi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57267/lentera.v3i2.292

Abstract

Indicators of community nutrition development through nutrition management in toddlers need to be supported by the family's ability to recognize children's growth. Having a healthy child is the hope of all families. To achieve this, of course, the family must be able to carry out family care functions which include, getting to know, making the right decisions, caring for, providing a supportive environment and utilizing existing health facilities. The purpose of this community service is to improve the ability about the function of family care in the prevention of toddler growth disorders. The outputs resulting from this community service are educational videos on preventing toddler growth disorders and the toddler growth module.
Hubungan Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi terhadap Gejala Konstipasi pada Anak dengan Suspect Hirschsprung Bahtiar, Heri; Nurmayani, Winda; Ariyanti, Maelina; Monalyssa, Monalyssa
Jurnal Ilmiah STIKES Yarsi Mataram Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah STIKES Yarsi Mataram
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan YARSI Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57267/jisym.v14i2.372

Abstract

Hirschsprung disease is a disorder of the nervous system in the lower colon, which starts from the anus to the upper intestine and is congenital. Hirschsprung's disease is a rare condition that causes feces to become trapped in the large intestine. The incidence of Hirschsprung occurs between 1 per 2,000 to 1 per 12,000 live births. The most common symptoms of Hirschsprung disease include constipation. Common causes of constipation are failure to respond to the urge to defecate and lack of fiber and fluid intake. The Purpose of this research is to determine the relationship between meeting nutritional needs and symptoms of constipation in children with Suspect Hirschsprung. This research is a descriptive quantitative research with a retrospective research model with a total of 60 respondents and took place at the Children's Surgery Polytechnic, Provincial Hospital. NTB. The results of this study found that children with Good Nutritional Needs Meeting more than Children with Less Nutritional Needs Meeting which is as much as 55%, while children who experience Constipation Symptoms more than children who do not experience constipation symptoms which is as much as 58.3% and the results of the Chi Square correlation test obtained p-value results of 0.025 less than 0.05 significance values which means that both variables are significantly correlated. There are suggestions for the public to pay more attention to the symptoms of disorders that occur in children, such as symptoms of constipation in children, hard stools and immediately take the child to the hospital if there are serious complaints so that they can be treated immediately. ABSTRAK Penyakit Hirschsprung merupakan kelainan sistem saraf pada usus besar bagian bawah, dimulai dari anus hingga usus bagian atas dan bersifat bawaan. Penyakit Hirschsprung adalah suatu kondisi langka yang menyebabkan tinja terperangkap di usus besar. Insiden Hirschsprung terjadi antara 1 per 2.000 hingga 1 per 12.000 kelahiran hidup. Gejala penyakit Hirschsprung yang paling umum adalah sembelit. Penyebab umum sembelit adalah kegagalan respon terhadap keinginan buang air besar dan kurangnya asupan serat dan cairan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pemenuhan kebutuhan gizi dengan gejala konstipasi pada anak Suspect Hirschsprung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan model penelitian retrospektif dengan jumlah responden 60 orang dan bertempat di Politeknik Bedah Anak RSUD Provinsi. NTB. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa anak dengan Pemenuhan Kebutuhan Gizi Baik lebih banyak dibandingkan Anak dengan Pemenuhan Kebutuhan Gizi Kurang yaitu sebanyak 55%, sedangkan anak yang mengalami Gejala Sembelit lebih banyak dibandingkan anak yang tidak mengalami gejala konstipasi yaitu sebanyak 58,3 % dan hasil uji korelasi Chi Square diperoleh hasil p-value sebesar 0,025 lebih kecil dari nilai signifikansi 0,05 yang berarti kedua variabel berkorelasi signifikan. Saran bagi masyarakat untuk lebih mewaspadai gejala gangguan yang terjadi pada anak seperti gejala sembelit pada anak, feses keras dan segera membawa anak ke rumah sakit jika terdapat keluhan yang serius agar dapat segera ditangani.
Edukasi Kesehatan Reproduksi Menstruasi Hygiene Manajemen : Reproductive Health Education Menstruation Hygiene Management Winda Nurmayani; Elisa Oktaviana
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2024): September
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Perilaku hygiene saat menstruasi sangatlah penting dilakukan oleh wanita dengan tujuan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan diri sendiri baik secara fisik maupun mental. Personal hygiene saat menstruasi merupakan langkah awal untuk mewujudkan kesehatan diri karena tubuh yang bersih akan meminimalkan risiko seseorang terjangkit suatu penyakit. Wanita dengan perilaku personal hygiene yang rendah menganggap kebersihan adalah masalah yang tidak penting, hal tersebut jika dibiarkan maka akan terjadinya penyakit yang berhubungan dengan kebersihan alat genetalia. Tujuan :  untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi menstruasi hygiene. Metode : Kegiatan ini dilaksanakan tiga tahap yaitu dimulai dari persiapan, selanjutnya pelaksanaan dan terakhirnya evaluasi. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan tanggal 14 september 2024 di Lingkungan Ponpes Manba’ul Ulum di SMK, Gerung, Lombok Barat. Kegiatan ini diikuti oleh 60 siswi putri SMK. Teknik penyampaian materi dengan  ceramah dengan memakai media yaitu proyektor dan selanjutnya pemberian leaflet pada siswa. Evaluasi   dilakukan dengan memberikan kuisioner yang berisi tentang kebersihan organ reproduksi yang terdiri dari 10 pertanyaan bentuknya pilihan ganda, jika menjawab bener nilainya 2 dan jika menjawab salah nilainya 1, selanjutnya hasilnya akan dikategorikan menjadi baik,cukup dan kurang. Hasil :  tingkat pengetahuan siswi-siswi sebagian besar baik sejumlah 48 (85%). Hal ini berarti penyuluhan  yang dilakukan berhasil. Saran : Diharapakan ada kegiatan penyuluhan berkelanjutan dengan tema yang berbeda yang berkaitan dengan kesehatan.   Abstract: Hygiene behaviour during menstruation is very important for women with the aim of maintaining their own hygiene and health both physically and mentally. Personal hygiene during menstruation is the first step to realising personal health because a clean body will minimise a person's risk of contracting a disease. Women with low personal hygiene behaviour consider hygiene to be an unimportant problem; if left unchecked, diseases related to the cleanliness of the genitals will occur. Objective: to increase adolescents' knowledge about menstrual hygiene and reproductive health. Method: This activity is carried out in three stages, starting from preparation, then implementation and finally evaluation. This service activity was carried out by the Manba'ul Ulum Islamic Boarding School Environment at SMK, Gerung, West Lombok. This activity was attended by 60 female students of SMK. The technique of delivering material with lectures using media is LCD projectors and then giving leaflets to students. The evaluation was carried out by giving a questionnaire containing about the hygiene of the reproductive organs consisting of 10 questions in the form of multiple choice, if answered correctly the value is 2 and if the wrong answer is 1, then the results will be categorized as good, sufficient and poor. Results: The level of knowledge of most students was good, a total of 48 (85%). This means that the counselling carried out was successful. Suggestion: It is hoped that there will be continuous counselling activities with different themes related to health.
Nutritional Status and Weight of Pregnant Women to Birth Weight (BBL) to Early Detection of Stunting Misroh Mulianingsih; Winda Nurmayani; Eka Adithia Pratiwi; Rifky Noviana Safitri; Hayana Hayana
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2021): May
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v10i1.523

Abstract

One of the factors that influence fetal growth during pregnancy includes the mother's nutritional status at the beginning of pregnancy and the mother's weight gain during pregnancy and delivery,such as;stunted fetal growth (PJT).Low birth weight (LBW),small,short,thin,low immune system,and risk of death.The purpose of this study was to determine the relationship between nutritional status and body weight of pregnant women on birth weight (LBW) in the context of early detection of stunting in the working area of ​​Penimbung. This type of research is Cohort survey with a prospective approach, sampling 30 respondents using total sampling technique.Data collection using observation sheet instrument.The results of the chi-square test showed that the nutritional status was obtained. p-value = 0.538> 0.05, and the maternal body weight obtained p-value = 0.474> 0.05, it means that the results of the analysis of all data, both nutritional status and weight, did not show a significant value. P-value> 0.05
Pencegahan Preeklampsia Pada Ibu Hamil Di Kelurahan Jempong Baru Kota Mataram Rizki, Nurlaili; Arifin, Zaenal; Nurmayani, Winda
JURNAL KESEHATAN TROPIS INDONESIA Vol. 2 No. 3 (2024): Juni
Publisher : PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63265/jkti.v2i3.92

Abstract

Salah satu penyebab utama kematian ibu adalah preeklampsia. preeklampsia merupakan suatu gangguan kehamilan pada kenaikan tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg yang ditandai dengan bengkak (oedema) pada jari tangan maupun kaki. Berdasarkan jumlah estimasi hipertensi berusia ?18 tahun di Kota Mataram pada tahun 2021 sebesar 13.892 jiwa perempuan yang mengalami hipertensi dalam kehamilan/preeklampsia (Dinkes Provinsi NTB, 2022). Berdasarkan data ibu hamil pada tahun 2023 di kelurahan jempong baru sebanyak 167 jiwa ibu hamil (Pusekesmas Karang Pule 2023). Untuk mencegah terjadinya komplikasi maka perlu dilakukan penatalaksanaan pemeriksaan antenatal dan rutin mengikuti pendidikan kesehatan untuk mengetahui tanda-tanda terjadinya preeclampsia. Untuk menganalisis perbedaan tingkat pengetahuan tentang pencegahan preeklamsia Pada ibu hamil di Kelurahan Jempong Baru Kota Mataram. Desain penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen dengan jenis pra eksperimental dengan rancangan penelitian one group pre-test post-test design. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 167 responden. Tehnik sampling yang digunakan adalah simple random sampling dengan besar sampel sejumlah 49 orang. Uji statistik yang digunakan adalah uji wilcoxon signed rank test untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan tentang pencegahan preeklampsia sebelum dan setelah dilakukan intervensi. didapatkan hasil uji statistik dengan nilai p value 0,00 (<0,05) yang artinya ada perbedaan tingkat pengetahuan tentang pencegahan preeklampsia sebelum dan setelah dilakukan intervensi pada ibu hamil.Ada perbedaan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan preeklampsia sebelum dan setelah dilakukan intervensi.