Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Diplomasi Pertahanan Indonesia-Australia: Mengintegrasikan Latihan Militer, Bantuan Kemanusiaan dan Penanggulangan Bencana Novita, Audry; Pedrason, Rodon; Duarte, Editha
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 6 No. 4 (2025): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v6i4.788

Abstract

Hubungan pertahanan antara Indonesia dan Australia telah berkembang menjadi salah satu pilar utama dalam menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik. Dalam konteks tantangan keamanan non-tradisional seperti bencana alam dan krisis kemanusiaan, kedua negara mengintegrasikan elemen bantuak kemanusiaan dan penanggulangan bencana ke dalam diplomasi pertahanan. Artikel ini menganalisis bagaimana latihan militer Keris Woomera, Nusa Bhakti Ausindo, dan Bhakti Kanyini Ausindo, berkontribusi terhadap pencapaian tujuan diplomasi pertahanan, khususnya dalam hal confidence building measures (CBMs) dan capacity building. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi pustaka dan analisis dokumen. Hasil menunjukkan bahwa setiap latihan militer memiliki fokus dan pendekatan berbeda, namun secara kolektif memperkuat kerja sama dalam bidang HADR (Humanitarian Assistance and Disaster Relief). Selain memperkuat kesiapan taktis militer, ketiga latihan juga memperluas peran militer dalam operasi kemanusiaan berbasis komunitas dan sinergi sipil-militer. Dengan demikian, diplomasi pertahanan Indonesia-Australia menunjukkan efektivitasnya sebagai instrument strategis dalam membangun keamanan kolektif berbasis kemanusiaan di kawasan Indo-Pasifik.
Pengembangan Konsep Diplomasi Pertahanan Dan Implementasinya Dalam Pengiriman Kontingen Garuda TNI Pada Misi Operasi Pemeliharaan Perdamaian Dunia Yuninda, Eka; Yusgiantoro, Purnomo; Pedrason, Rodon
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 9, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v9i1.2025.419-430

Abstract

Diplomasi pertahanan telah menjadi instrumen penting dalam mendukung kebijakan luar negeri dan mencapai kepentingan nasional. Partisipasi Indonesia dalam Misi Pemeliharaan Perdamaian (MPP) PBB tidak hanya berkontribusi pada perdamaian dunia, tetapi juga membuka peluang bagi pengembangan industri strategis nasional di bidang pertahanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis data dari berbagai sumber tertulis untuk memberikan gambaran komprehensif mengenai peran diplomasi pertahanan. TNI menunjukkan profesionalisme tinggi dalam misi internasional, sehingga terus dipercaya untuk terlibat dalam berbagai misi peacekeeping PBB sehingga telah meningkatkan legitimasi diplomatik dan citra internasional Indonesia. Dukungan masyarakat terhadap keberadaan peacekeepers TNI menjadi modal penting yang dapat dioptimalkan melalui strategi diplomasi pertahanan yang terarah. Namun, hingga saat ini, integrasi antara tugas pertahanan dengan promosi produk strategis nasional belum terstruktur secara optimal. Contoh dari negara lain, seperti Korea Selatan yang memanfaatkan misi perdamaian untuk mempromosikan produk industrinya, menunjukkan potensi besar yang dapat diadopsi Indonesia. Penelitian ini menemukan bahwa tantangan utama dalam diplomasi pertahanan adalah kurangnya sinergi antar institusi terkait dan belum adanya panduan strategis yang jelas. Kesimpulannya, diplomasi pertahanan berperan strategis dalam membangun kepercayaan, mencegah konflik, serta memperluas pengaruh nasional di ranah internasional. Dengan kerangka hukum yang kuat dan koordinasi lintas sektor, partisipasi TNI di Misi Operasi Pemeliharaan Perdamaian Dunia (OPPD) dapat diintegrasikan dengan promosi industri pertahanan nasional, meningkatkan daya saing internasional, serta memperkuat posisi diplomatik Indonesia
Indonesia's Foreign Policy in Dealing with Non-Traditional Threats (Case Study Drugs Trafficking in Indonesia) Rinaldi, M.; Pedrason, Rodon; Wirajuda, Muhammad Hadianto
East Asian Journal of Multidisciplinary Research Vol. 3 No. 2 (2024): February 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/eajmr.v3i2.8520

Abstract

Indonesia is the largest archipelago in the world, located in Southeast Asia. With an area of more than 1.9 million square kilometers, Indonesia has more than 17,000 islands. Indonesia is a target for drug trafficking due to its geography as an archipelago and an important transit route in Southeast Asia. On the issue of drug trafficking in Indonesia, the Indonesian government has taken seriously the threat posed by drug trafficking and is committed to tackling this problem. In dealing with this non-traditional threat, especially drug trafficking, defense diplomacy and international cooperation are important in dealing with drug trafficking. This cooperation can take the form of information exchange, joint countermeasure strategies, and coordination of action against drug syndicates. Indonesia's foreign policy has an important role in addressing the non-traditional threat of drug trafficking, To face this challenge, countries must work together in various aspects. Indonesia's foreign policy in dealing with the non-traditional threat of drug trafficking is based on international cooperation and diplomacy. Indonesia has been actively cooperating with other countries, including through regional frameworks such as ASEAN, to address drug trafficking challenges.
Analyzing Foreign Policy: the Dynamics of U.S., Türkiye, and Israel's Engagement in Syria Dewi, Dyah Apriliana Chandra; Pedrason, Rodon; Perwita, Anak Agung Banyu
East Asian Journal of Multidisciplinary Research Vol. 3 No. 8 (2024): August 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/eajmr.v3i8.10526

Abstract

This paper examines the foreign policy strategies and motivations of the United States, Turkey, and Israel in relation to Syria, providing a nuanced comprehension of the intricate geopolitical landscape. The research employs a qualitative-descriptive methodology to analyze the strategic objectives and actions of these nations, relying on secondary data from scholastic articles and reports. The analysis encompasses the Syrian conflict from 2011 to the present, emphasizing critical variables including national security interests, geopolitical ambitions, and humanitarian considerations. Significant implications for international relations and regional stability are revealed by the findings, which indicate that policy objectives are distinct yet overlapping.
Indonesia's Climate Diplomacy under Joko Widodo: Shaping Equitable and Sustainable Global Future Gaora, Putra Ansa; Pedrason, Rodon; Herman, Erry; Irene, Irene; Sylvia, Sylvia
Nation State: Journal of International Studies Vol. 6 No. 1 (2023): Environmental Issue and Digital Diplomacy in the Contemporary International Rel
Publisher : Faculty of Economics and Social Science, Department of International Relations, Universitas Amikom Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/nsjis.v6i1.1026

Abstract

Climate change is a significant global concern due to its potential for long-term detrimental impacts on multiple facets of life. However, prevailing viewpoints on climate change often exhibit a bias towards the interests of the global north, disregarding the needs and vulnerabilities of the Global south. This research utilizes qualitative descriptive methods, integrating theories of international relations, climate diplomacy, and Indonesian foreign policy to offer a comprehensive explanation. Indonesia, being highly susceptible to climate change impacts, plays a pivotal role in addressing this disparity. However, previous studies have overlooked the examination of how Indonesia can optimize its climate diplomacy efforts under President Joko Widodo's leadership. Analyzing Indonesia's climate diplomacy endeavors yields valuable insights for the country's contributions to global climate change solutions and addressing its vulnerabilities. This shapes Indonesia's future perspective on international relations, balancing its interests with the imperative for global cooperation. Indonesia's involvement under the leadership of President Joko Widodo in global climate change efforts is pivotal for fostering an equitable and sustainable future.
THE SUCCESSES OR FAILURES OF CONFIDENCE BUILDING MEASURES: GEOPOLITICAL DYNAMICS IN SUDAN-SOUTH SUDAN Oktaviani Yashinta, Friska; Pedrason, Rodon; Ferdinand Wenas Inkiriwang, Frega
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 2 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i2.2024.785-795

Abstract

Competition between Sudan and South Sudan for valuable resources, particularly oil, has been the main cause of their protracted conflict. The conflict over these, has contributed to the already unstable relations between the two nations, resulting in prolonged conflicts over the control of these resources. The pursuit of economic and geopolitical supremacy, specifically in relation to valuable oil reserves, has consistently fueled animosity between the two nations. The secession of South Sudan from Sudan has exacerbated conflicts, particularly regarding the resource-rich Abyei region, posing a significant obstacle. The objective of this study is to analyze the effectiveness of confidence-building measures (CBMs) in resolving conflicts resulting from resource competition between two countries. This research utilizes a qualitative methodology and relies on secondary data acquired from diverse sources, such as books, journals, and online platforms. The data selection was predicated on its relevance to the research objectives. The study presents insights into confidence-building measures implemented in Sudan and South Sudan, exploring the factors contributing to the success or failure of these measures. Additionally, it delves into the geopolitical dynamics that influence the effectiveness of CBMs between two countries.
DIPLOMASI PERTAHANAN FILIPINA UNTUK CAPACITY BUILDING DI TENGAH PERSAINGAN AS-TIONGKOK Dewi, Dyah Apriliana Chandra; Pedrason, Rodon; Perwita, Anak Agung Banyu
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 3 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i3.2024.921-930

Abstract

Penelitian ini mengkaji diplomasi pertahanan Filipina dalam membangun kapasitas di tengah persaingan Amerika Serikat dan Tiongkok. Dengan menggunakan metode kualitatif-deskriptif dan data sekunder, penelitian ini mengeksplorasi strategi diplomasi pertahanan Filipina, termasuk penerapan strategi lindung nilai dalam menjaga keseimbangan di antara dua kekuatan besar tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Filipina mengelola persaingan Amerika Serikat-Tiongkok dengan mempertahankan aliansi dengan kedua negara sambil menyeimbangkan tujuan mereka yang berbeda. Filipina memanfaatkan hubungan ekonomi dengan Cina melalui Belt and Road Initiative dan kemitraan dengan Amerika Serikat melalui perluasan EDCA. Strategi ini memungkinkan Filipina untuk mempertahankan kemandiriannya dan mencegah ketergantungan yang berlebihan pada salah satu negara besar. Pembangunan kapasitas pertahanan Filipina berpusat pada peningkatan kemampuan melalui partisipasi regional, modernisasi, dan aliansi.