Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Efektivitas Media Pot Bilangan untuk Meningkatkan Kemampuan Penjumlahan Bilangan Asli 1-10 pada Anak dengan Gangguan Pendengaran Kobiliah, Falleka Ayu; Vernanda, Genesa; Utami, Ratna Tri
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i3.7518

Abstract

Penelitian ini membahas efektivitas penggunaan media pot bilangan untuk meningkatkan kemampuan penjumlahan bilangan asli 1-10 pada anak yang mengalami gangguan pendengaran. Riset ini berasal dari pengamatan terhadap situasi di sebuah sekolah khusus, dimana peneliti menemukan seorang siswa laki-laki dengan inisial E di kelas III belum mampu melakukan penjumlahan bilangan asli 1-10. Penelitian ini bertujuan untuk memverifikasi apakah penggunaan media pot bilangan efektif untuk meningkatkan kemampuan tersebut pada anak yang mengalami gangguan pendengaran. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah subjek tunggal (SSR) dan desain A-B-A yang diimplementasikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan anak pada setiap tahap penelitian mengalami peningkatan yang signifikan. Pada tahap awal (baseline) sebelum intervensi (A1), skor yang diperolah adalah 11%. Setelah diberikan intervensi (B) skor kemampuan anak meningkat menjadi 78%, dan saat kembali ke tahap baseline (A2) skor yang diperolah adalah 89%. Penggunaan media pot bilangan terbukti efektif untuk meningkatkan kemampuan tersebut pada anak dengan ganguuan pendengaran di kelas III SLB Negeri PKK Provinsi Lampung.
Upaya Meningkatkan Minat dan Prestasi Belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial melalui Metode Teams Game Tournament Pada Siswa Tunagrahita Ringan di Sekolah Luar Biasa Eiffani, Lya Nur Azizah; Utami, Ratna Tri; Maisuheti, Maisuheti
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 5 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i5.8773

Abstract

Pendidikan penting dalam menciptakan sumber daya baru dengan potensi dan kualitas yang tinggi, sehingga metode pembelajaran dibutuhkan. Tujuan penelitin ini yaitu untuk mengetahui seberapa efektif metodeTeams Game Tournament dapat meningkatkan minat serta prestasi belajar anak tunagrahita ringan. Penelitian ini menggunakan penelitiaan tindakan kelas (PTK), desain penelitian yaitu desain model Kemmis dan MC.Taggart dengan siklus yang melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi serta refleksi. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, tes dan dokumentasi dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Subjek yaitu 4siswa tunagrahita kelas IV di SLB Negeri Pesisir Barat.Hasil dari penelitian ini bahwa terjadi peningkatan pada hasil akhir pembelajaran. Hal ini bisa dibuat kesimpulan bahwasanyadengan metode Teams Game Tournament bisamenaikkan hasil belajar dan minat siswa tuunagrahita ringan di SLBN Pesisir Barat kelas IV. Saran dari penelitian ini yaitu harapannya bisamemberi manfaat untukseluruh pihak bagi guru serta sekolah diharapkan dapat menjadi strategi pembelajaran ABK yang lainnya dan bagi peneliti selanjutnya sebaiknya bisa mengembangkan metode dan media yang digunakan supaya memiliki perbandingan yang lebih banyak dan lebih efektif.
Upaya Meningkatkan Minat dan Prestasi Belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial melalui Metode Teams Game Tournament Pada Siswa Tunagrahita Ringan di Sekolah Luar Biasa Eiffani, Lya Nur Azizah; Utami, Ratna Tri; Maisuheti, Maisuheti
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 5 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i5.8773

Abstract

Pendidikan penting dalam menciptakan sumber daya baru dengan potensi dan kualitas yang tinggi, sehingga metode pembelajaran dibutuhkan. Tujuan penelitin ini yaitu untuk mengetahui seberapa efektif metodeTeams Game Tournament dapat meningkatkan minat serta prestasi belajar anak tunagrahita ringan. Penelitian ini menggunakan penelitiaan tindakan kelas (PTK), desain penelitian yaitu desain model Kemmis dan MC.Taggart dengan siklus yang melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi serta refleksi. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, tes dan dokumentasi dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Subjek yaitu 4siswa tunagrahita kelas IV di SLB Negeri Pesisir Barat.Hasil dari penelitian ini bahwa terjadi peningkatan pada hasil akhir pembelajaran. Hal ini bisa dibuat kesimpulan bahwasanyadengan metode Teams Game Tournament bisamenaikkan hasil belajar dan minat siswa tuunagrahita ringan di SLBN Pesisir Barat kelas IV. Saran dari penelitian ini yaitu harapannya bisamemberi manfaat untukseluruh pihak bagi guru serta sekolah diharapkan dapat menjadi strategi pembelajaran ABK yang lainnya dan bagi peneliti selanjutnya sebaiknya bisa mengembangkan metode dan media yang digunakan supaya memiliki perbandingan yang lebih banyak dan lebih efektif.
Teacher Performance and Learning Media Innovation: A Literature Review Yansyah, Medi; Marian, Fungky; Utami, Ratna Tri
Journal Corner of Education, Linguistics, and Literature Vol. 5 No. 1 (2025): August
Publisher : CV. Tripe Konsultan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54012/jcell.v5i1.490

Abstract

This study aimed to analyze the relationship between teacher performance and innovation in learning media and identify emerging research trends. Using the Systematic Literature Review (SLR) method, this study examines 500 articles from the Scopus database. It employs a bibliometric approach with VOSviewer to map concept relationships, publication patterns, and research gaps. The findings indicate that innovations in learning media, such as blended learning, digital technology, and interactive methods, significantly enhance teaching effectiveness and teacher motivation. Additionally, publication trends have shown a significant increase since 2019, reflecting growing academic interest in this topic, particularly in developed countries such as Spain, the United Kingdom, and the United States, as well as in developing nations like Indonesia and Malaysia. The main limitation of this study is that it exclusively relies on data from the Scopus database, thus excluding studies from other sources. Future research is recommended to explore the implementation of learning innovations in various educational contexts further and conduct a more in-depth analysis of the factors influencing their success.
PENYULUHAN ANTI BULLYING PADA ANAK KELAS 5 DAN 6 SD DI SDN 1 TEGAL BINANGUN TANGGAMUS Utami , Ratna Tri; Khairani, Maulidya; Zulto, Rr Andini; Zahra, Sabrina Az
SEMANGGI : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : LPPM Universitas Wijaya Putra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38156/sjpm.v3i2.355

Abstract

Bullying adalah tindakan kekerasan yang sering terjadi dilingkungan sekolah. Bullying mempunyai beberapa bentuk yaitu verbal, fisik, pemikiran, dan cyber bullying. Semua bentuk bullying mempunyai dampak pada psikis atau kejiwaan korban. Akan tetapi, meskipun masalah ini terbilang urgen, masih banyak anak yang sebagai pelaku tidak mengetahui bahwa yang dilakukan termasuk perilaku bullying. Salah satu lokasi yang sedang mengalami permasalahan bullying yaitu SD Negeri 1 Tegal Binangun. Siswa-siswi di SD Negeri 1 Tegal Binangun karena notabene dari Pekon Tegal Binangun, berdampak ke culture yang ada di lingkungan sekolah. Intensitas bertemu antar teman baik di rumah atau di sekolah, menjadikan mereka lupa esensi tata krama meskipun mereka terpaut usia. Memperolok adik tingkat kelas hanya dengan nama orang tua, mengejek anggota tubuh yang tidak ideal ataupun menghasut teman-teman dalam kelompok untuk tidak berkomunikasi dengan korban. Sehingga diperlukan penyuluhan atau pengenalan tentang bullying  di sekolah agar siswa-siswi bisa memahami apa yang dimaksud dengan bullying. pada hari Rabu, 31 Juli 2024 dilakukan penyuluhan anti bullying di SD Negeri 1 Tegal Binangun. Dalam penyuluhan terdapat tiga tahapan kegiatan pengabdian yaitu tahap persiapan, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi kinerja program. Tahap persiapan, tim melakukan pengajuan surat ijin untuk melakukan penyuluhan dan mendapatkan ijin untuk melakukan penyuluhan di kelas 5 dan 6 karena berdasarkan informasi yang diperoleh bahwa jumlah kasus bullying yang dialami paling banyak dikelas 5 dan 6. Kemudian pelaksanaan kegiatan yaitu penyampaian materi penyuluhan pada siswa kelas 5 dan 6. Penyampaian materi diawal dalam bentuk ceramah kemudian diakhir dirubah strateginya yaitu materi dikemas dengan lagu. Siswa siswi lebih antusias dan mudah menghafal perbedaan antara perilaku bullying dengan perilaku non-bullying. setelah dilakukan penyuluhan, ada kegiatan visitasi untuk memantau apakah telah terjadi penurunan kasus bullying. selama 40 hari dilakukan pemantauan dan setiap pekan, terjadi penurunan.   
Case Study on Improving Orientation and Mobility Skills of Students with Visual Impairments in the School Environment without Using a Cane Mayanti, Serli; Utami, Ratna Tri; Maisuhetni, Maisuhetni
Ensiklopedia: Jurnal Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran Saburai Vol 5, No 01 (2025): ENSIKLOPEDIA: Jurnal Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/esp.v5i01.4258

Abstract

Students with visual impairments often face challenges in performing orientation and mobility (O&M) activities independently, particularly without assistive tools such as canes. In the school environment, these skills are essential to ensure safety, spatial awareness, and confidence. This study aims to explore the teacher's strategies in enhancing the O&M skills of a visually impaired student within a school setting without relying on a cane. Employing a qualitative approach with a case study design, data were collected through observations, interviews, and documentation involving a Grade VII student and a classroom teacher at SLB A Bina Insani. The findings reveal that the teacher served as a facilitator, motivator, and primary trainer by applying gradual, structured training methods, including step-counting, spatial orientation, sensory exploration, and route repetition. As a result, the student demonstrated significant improvement in navigating the school environment confidently and independently without a cane. This study highlights the importance of teacher involvement and adaptive strategies in fostering mobility independence among students with visual impairments.
Utilization of Simple Technology in Learning to Identify Vowel Letters for Second Grade Students with Mild Intellectual Disabilities at SLB Pelita Bunga, South Lampung Andini, Mutiara; Sani, Yulvia; Utami, Ratna Tri
Ensiklopedia: Jurnal Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran Saburai Vol 5, No 01 (2025): ENSIKLOPEDIA: Jurnal Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/esp.v5i01.4226

Abstract

The research aims to examine the effectiveness of the use of interactive technology in helping children with intellectual disability recognize vowels. The research was conducted using the Classroom Action Research (CAR) method using a qualitative approach implemented in two cycles at SLB Pelita Bunga, South Lampung. The subjects in this study consisted of 5 children with mild intellectual disabilitiy in class II. Data collection techniques used observation, interviews, and documentation. The learning method used was learning by doing by inviting children to interact directly and practice what was in the application. The results of the study showed that the use of educational technology, especially the Marbel TK PAUD application, significantly improved children's ability to recognize vowels. In the first cycle, students showed increased involvement, but their letter recognition abilities were still limited. After the learning method was refined and the application was modified with more voice feedback and repetition features in the second cycle, students' abilities increased significantly. Interactive technology has been shown to improve the ability to recognize vowels. It is recommended that schools utilize similar technology as the main media in learning for children with special needs education.
Efektivitas Penggunaan Bahasa Isyarat Manually Coded dalam Meningkatkan Komunikasi Anak Tunarungu Di SLB Dharma Bhakti Dharma Pertiwi Bandar Lampung Yolanda, Evi; Maisuhetn, Maisuhetn; Utami, Ratna Tri
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.20622

Abstract

Children with hearing impairments (deafness) are individuals who experience loss of hearing ability, either partially or completely. This study aims to determine the effectiveness of the use of Sign Language for deaf children Manually Coded (BIM) in improving communication of deaf children at SLB Dharma Bakti Pertiwi Lampung. The research method used is descriptive quantitative with data collection techniques through observation, an experimental approach with a one-group pre-test, post-test design. The results of the study indicate that the consistent application of BIM in the learning process can improve the communication skills of deaf children, both in understanding the subject matter and in interacting socially in the school environment. After the study was conducted, the results obtained by students A and B experienced a significant increase of 20%. And the important effect of this learning process is that students feel safe and confident. Teachers who are trained in the use of BIM are able to facilitate a more inclusive and effective learning process. In addition, the use of BIM also increases the confidence and active participation of deaf students in learning activities. Thus, the use of BIM is proven to be effective as a communication and learning medium for deaf children at SLB Dharma Bakti Pertiwi Lampung. My suggestion is that simple training can help students develop optimal language skills. Future research could involve more subjects of various ages.
Challenges and strategies for establishing inclusive school in Indonesia: Aligning Islamic values with inclusive education principles Muttaqin, Luqmanul Hakim; Haekal, Muhammad; Ibrahim, Ibrahim; Utami, Ratna Tri
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 03 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i03.5021

Abstract

The global movement towards inclusive education has gained momentum in recent years, aiming to provide equitable education for all students, regardless of their abilities. Indonesia, in response to this transformative movement, has ratified an inclusive education policy, aiming to provide educational opportunities to students with disabilities within regular classroom settings. However, translating policy into practice poses significant challenges, with deeply entrenched medical model perspectives influencing public perceptions of individuals with disabilities.This article delves into the necessity of fostering a comprehensive understanding of and valuing diversity to support the establishment of an inclusive school environment in Indonesia. It explores the essential shift from the medical to the social model in understanding students with disabilities and highlights the significant role of beliefs and attitudes in shaping the implementation of inclusive education. Furthermore, it examines the alignment of Islamic values, particularly the "Fikih Difabel", with the principles of inclusive education.The article emphasizes the pivotal role of creating an inclusive culture within schools, guided by the Index for Inclusion, to develop sustainable inclusive practices. Strategies to overcome challenges in promoting acceptance and inclusivity among stakeholders, including educators, parents, and students, are proposed, such as education and awareness, engaging religious scholars, collaboration and partnership, cultivating an inclusive school culture, parent and community involvement, monitoring and evaluation, and advocacy for policy reform.By aligning inclusive education principles with Islamic values, specifically through the "Fikih Difabel," Muhammadiyah can lead by example in fostering inclusive school environments within its institutions. These efforts can positively impact the lives of students with disabilities and promote a sense of unity and empathy among all students, contributing to a truly inclusive society in Indonesia.
Perbandingan Pendekatan Cognitive Behavioral Therapy (CBT) dan Acceptance dan Commitment Therapy (ACT) dalam Intervensi Bimbingan dan Konseling untuk Mengatasi Impostor Syndrome di Perguruan Tinggi: Systematic Literature Review Muhammad Ubaidillah; Ratna Tri Utami
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan FKIP Universitas Lampung 2026: Prosiding Seminar Nasional Pendidikan FKIP Universitas Lampung
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Impostor syndrome merupakan hambatan psikologis non-disabilitas yang banyak dialami mahasiswa dan berdampak pada kecemasan akademik, rendahnya efikasi diri, serta kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan mengkaji dan membandingkan pendekatan Cognitive Behavioral Therapy (CBT) dan Acceptance and Commitment Therapy (ACT) dalam penanganan impostor syndrome pada mahasiswa perguruan tinggi. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) terhadap artikel terbitan tahun 2015–2025 yang diperoleh melalui Google Scholar. Dari 120 artikel awal, terseleksi 5 artikel yang dianalisis secara tematik dan diperkuat dengan analisis bibliometrik menggunakan VOSviewer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CBT dominan sebagai pendekatan kuratif melalui restrukturisasi kognitif dan pengelolaan pikiran maladaptif, sedangkan ACT berkembang sebagai pendekatan inovatif yang menekankan fleksibilitas psikologis, penerimaan diri, dan tindakan berbasis nilai. Disimpulkan bahwa CBT dan ACT bersifat saling melengkapi dalam layanan bimbingan dan konseling perguruan tinggi. Integrasi kedua pendekatan direkomendasikan untuk meningkatkan keberlanjutan kesehatan mental dan keberhasilan akademik mahasiswa.