Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

The Role of Customary Leaders on the Decision Making Process in the Ethics of Land Clearing and Harvesting Process in Rice Farmers in Puday Village, Wonggeduku Barat Sub-District, Konawe District H. Helviani; H. Husnaeni
Agrotech Journal Vol 3, No 2 (2018): Agrotech Journal (ATJ)
Publisher : Universitas Sembilanbelas November Kolaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31327/atj.v3i2.817

Abstract

Customary leaders have dominant roles and influences, these facts are shown in the land clearing process (monahundau) and the harvesting process (meolu) of paddy rice crop. These processes begin with the opening ceremony or in the form of a small ritual carried out by customary leader numbering one person called Puusaraormandaranosara. The purpose of this study is to find out how the role of customary leaders in decision-making in the ethics of land clearing and harvesting processes in paddy rice farmers. Analysis of the data used in the form of qualitative descriptive analysis, where the data obtained is then described qualitatively using the Miles and Huberman model which consists of three stages, namely (1) Data Reduction, (2) Data Presentation, (3) Conclusion Drawing / Verification. The results of this study indicated that land clearing (monahundau) and the harvesting process (meolu) were influenced by hereditary customs in Puday Village, Wonggeduku Barat Sub-District, Konawe District. Monahundau is a land clearing process which is the first step to open a new planting season every year. Meoluis a harvesting process that is carried out in the same steps as the process of land clearing (observation, reciting intentions and praying silently for the best wishes desired in the harvesting process), and the final step is done by investigating at the rice fields who first turned yellow (ripe), then the rice fields that will be harvested first, the rice begins to be harvested when there is already a statement then the other farmers' land that has yellowed (ripe) may be harvested by themselves (meoludowo). Customary leaders are people chosen by the people of Puday village (puusaraormandaranosara) and have an influnce on decision making in the process of land clearing (monahundau) andharvesting (meolu)
Pengaruh Teknologi Amofer Terhadap Kualitas Fisik dan pH Jerami Padi Organik dan Anorganik Husnaeni, Husnaeni; Tatra, Afsitin Joan; Bahari, Doddy Ismunandar
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Vol. 7 No. 2 (2024): JNT Jurnal Nutrisi Ternak Tropis September
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jnt.2024.007.02.3

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknologi amofer terhadap kualitas fisik dan pH jerami padi organik dan anorganik. Menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial (2 faktor), yaitu faktor A: jenis jerami padi (organik dan anorganik) dan faktor B: jenis starter (kontrol, EM4, dan MOL), setiap perlakuan diulang 4 kali. Proses dimulai dengan pembuatan MOL (mikroorganisme lokal) dan dilanjutkan dengan pengolahan jerami padi menggunakan teknologi amofer. Parameter yang diamati meliputi aroma, tekstur, warna, jamur, dan pH. Uji Kualitas fisik dilakukan dengan skoring penilaian silase, sementara pH diukur menggunakan pH meter. Analisis statistik menggunakan uji ANOVA, dengan uji wilayah berganda Duncan untuk perbandingan lebih lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara jenis jerami padi (faktor A) dan jenis starter (faktor B) tidak berpengaruh signifikan terhadap aroma, tekstur, warna, jamur, dan pH (P>0,05). Faktor A menunjukkan pengaruh tidak signifikan terhadap semua parameter yang diamati. Namun, faktor B, terbukti memberikan peningkatan signifikan pada aroma, warna, tekstur, dan pH (P<0,01) dibandingkan jerami segar. Dengan demikian, kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan EM4 dan MOL sebagai starter pada proses amofer jerami padi, baik organik maupun anorganik, terbukti meningkatkan kualitas jerami padi secara fisik dan mampu menurunkan nilai pH dibandingkan dengan jerami segar. Tidak ditemukan interaksi signifikan antara jenis jerami padi dan jenis starter terhadap kualitas jerami padi amofer
Kinetics of Agricultural Waste Gas Production as an Alternative Feed for Ruminants Tatra, Afsitin Joan; Husnaeni, Husnaeni
Jurnal Ilmu Dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Animal Science and Technology) Vol 10 No 1 (2024): Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Ani
Publisher : Faculty of Animal Husbandry, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jitpi.v10i1.201

Abstract

Pakan di Indonesia masih menjadi kendala utama dalam peternakan baik secara kuantitas maupun kualitas, sehingga penggunaan hijauan pakan ternak selain rumput budidaya dan rumput lapang menjadi alternatif dalam mencukupi kebutuhan ternak. Salah satu hijauan pakan ternak yang bisa menjadi alternatif adalah limbah pertanian, tetapi kualitas limbah pertanian berbeda-beda disetiap daerah sehingga membutuhkan analisis baik kimia maupun biologis untuk mengetahui kualitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas kecernaan limbah pertanian yang dapat dijadikan alternatif pakan pada ternak ruminansia menggunakan teknik produksi gas. Limbah pertanian yang digunakan berjumlah 6 buah yang berasal dari peternakan sapi perah Lembang. Hasil penelitian terdapat 6 jenis limbah pertanian yang terdiri dari jerami padi, kulit kacang tanah, daun pisang, daun labu, daun ubi dan sawi putih. Dilihat dari hasil kinetika produksi gas kulit kacang tanah mempunyai potensi dijadikan sebagai bahan pakan tunggal maupun sebagai bahan pakan tambahan untuk sumber hijauan karena nilai (a+b) yang tinggi dan konstanta c yang rendah yang dapat diartikan bahwa kulit kacang merupakan jenis bahan pakan yang lambat difermentasi tetapi menghasilkan gas yang maksimal. Selain kinetika gas nilai kecernaan bahan organik (KBO), energi metabolisme (EM) dan asam lemak rantai pendek limbah pertanian kulit kacang tanah cukup tinggi dibandingkan dengan limbah pertanian lainya, sehingga kulit kacang tanah dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pakan untuk ternak ruminansia.
Analisis Indeks Performa Usaha Ternak pada Kemitraan Ayam Ras Pedaging di Kabupaten Kolaka Bahari, Doddy Ismunandar; Suparman, Suparman; Husnaeni, Husnaeni
JAS Vol. 9 No. 2 (2024): Journal of Animal Science (JAS) - April 2024
Publisher : Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Sains dan Kesehatan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengukur kinerja pengelolaan peternakan ayam ras pedaging sekaligus menganalisis hubungan berbagai faktor yang menyebabkan perbedaan capaian kinerja peternakan. Penelitian ini menggunakan data primer yang dihasilkan dari pelaksanaan metode sensus dengan menggunakan daftar pertanyaan (kuesioner) pada setiap responden peternak ayam ras pedaging yang berdomisili di Kabupaten Kolaka Provinsi Sulawesi Tenggara. Metode analisis data dilakukan dalam 2 tahap yaitu Pengukuran Kinerja Peternakan yakni tingkat mortalitas, rerata bobot panen ayam, tingkat konversi pakan rerata umur panen, Index Performance Farm, dan analisis Korelasi. Kinerja peternakan ayam ras pedaging pada petani plasma di Kabupaten Kolaka tergolong baik, dimana tingkat mortalitas sebesar 2,6 persen, rerata bobot panen ayam 1.659 Kg, rerata tingkat konversi pakan sebesar 1.402, rerata umur panen ayam 30 hari, dan Index Performance Farm sebesar 384. Kinerja Peternakan tersebut berkorelasi signifikan dengan ketebalan litter dan rerata umur panen. Temuan ini dapat digunakan oleh Perusahaan Inti Ayam Pedaging untuk menjadi standar baru dalam menjalankan peternakan per periode, terutama mengenai tingkat ketebalan Litter dan lama umur panen ayam.
Analisis Indeks Performa Usaha Ternak pada Kemitraan Ayam Ras Pedaging di Kabupaten Kolaka Bahari, Doddy Ismunandar; Suparman, Suparman; Husnaeni, Husnaeni
JAS Vol. 9 No. 2 (2024): Journal of Animal Science (JAS) - April 2024
Publisher : Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Sains dan Kesehatan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengukur kinerja pengelolaan peternakan ayam ras pedaging sekaligus menganalisis hubungan berbagai faktor yang menyebabkan perbedaan capaian kinerja peternakan. Penelitian ini menggunakan data primer yang dihasilkan dari pelaksanaan metode sensus dengan menggunakan daftar pertanyaan (kuesioner) pada setiap responden peternak ayam ras pedaging yang berdomisili di Kabupaten Kolaka Provinsi Sulawesi Tenggara. Metode analisis data dilakukan dalam 2 tahap yaitu Pengukuran Kinerja Peternakan yakni tingkat mortalitas, rerata bobot panen ayam, tingkat konversi pakan rerata umur panen, Index Performance Farm, dan analisis Korelasi. Kinerja peternakan ayam ras pedaging pada petani plasma di Kabupaten Kolaka tergolong baik, dimana tingkat mortalitas sebesar 2,6 persen, rerata bobot panen ayam 1.659 Kg, rerata tingkat konversi pakan sebesar 1.402, rerata umur panen ayam 30 hari, dan Index Performance Farm sebesar 384. Kinerja Peternakan tersebut berkorelasi signifikan dengan ketebalan litter dan rerata umur panen. Temuan ini dapat digunakan oleh Perusahaan Inti Ayam Pedaging untuk menjadi standar baru dalam menjalankan peternakan per periode, terutama mengenai tingkat ketebalan Litter dan lama umur panen ayam.
PELATIHAN PEMBUATAN BAKSO UNTUK PENGGERAK PEREKONOMIAN USAHA RUMAHAN PADA DASAWISMA KEMUNING KELURAHAN KORUMBA KOTA KENDARI Arif, Norma; Bahari, Bahari; Bahari, Doddy Ismunandar; Indalifiany, Astrid; Husnaeni, Husnaeni
EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 5 (2024): EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Mei 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/ejoin.v2i5.2687

Abstract

Fish-balls Processing businesses in Korumba Subdistrict, Kendari City, are generally home industry that are conducted to fill leisure time and in form household scale. This product can be enriched with Moringa leaves and chopped carrots, which are the source of vegetable protein and fiber. The target of community service is Dasawisma Kemuning which has 10 members. The objective of these community service efforts is to enhance the knowledge and abilities of Dasawisma Kemuning members in terms of (1) the production process of fish balls in healthy way and nutritious; (2) principles of making hygienic functional fish balls (3) business implementation of processed functional fish ball products that enriched with Moringa leaves and chopped carrots on a household scale; (4) the benefits of processed fish ball products as functional food that is cheap, healthy and nutritious. Derived from the entirety of training activities, not only in discussions, but also in demonstrations of making functional fish balls. The findings indicated that participants' understanding of the training content improved significantly, rising from an average score of 27.55% before the training to 98.25% in the final evaluation. Based on field implementation from the functional fish ball business shows that a raw material requirement of 2 kg/day, 295 fish balls were obtained. Based price per item of IDR 1100,- a profit/month of IDR is obtained. 3,135.00,-. Calculations of the financial aspects of functional fish balls have been resulting in a BEP value (product units sold) of 746. If in one month you can sell 746 fish balls, all costs incurred in a month are covered.
Analisis Literasi Digital Mahasiswa Universitas Terbuka pada Rumpun Mata Kuliah Matematika Husnaeni, Husnaeni; Lince, Ranak; Jalil, Jalil; Burga, Muhammad Alqadri
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 8 No. 1 (2025): Januari - April 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.8.1.2025.5430

Abstract

Literasi digital dalam pembelajaran merupakan keterampilan esensial di era teknologi saat ini yang memungkinkan mahasiswa untuk mengakses, memanfaatkan, dan memahami informasi secara digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur hubungan dan pengaruh literasi digital terhadap prestasi akdemik mahasiswa pada mata kuliah rumpun matematika. Dengan menggunakan pendekatan penelitian deskrptif kuantitatif expose facto, Populasi dari penelitian adalah seluruh mahasiswa peserta mata kuliah rumpun matematika di Universitas Terbuka Makassar. Sampling penelitian ini menggunakan teknik Purposive sampling. Variabel yang diukur meliputi literasi digital (X1), kondisi sosial ekonomi (X2), dan faktor pendukung literasi digital (X3) terhadap prestasi akademik (Y) dengan menggunakan korelasi Pearson. Data dikumpulkan melalui kuesioner Skala Lykert yang disebarkan melalui Google Form sehingga diperoleh sebanyak 139 responden, dan dianalisis menggunakan SPSS 25. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara literasi digital (X1) dengan kondisi sosial ekonomi (X2) (r = 0,604) dan faktor pendukung literasi digital (X3) (r = 0,590), dengan tingkat signifikansi 0,01. Selain itu, terdapat hubungan positif yang signifikan antara kondisi sosial ekonomi (X2) dan faktor pendukung literasi digital (X3) (r = 0,619). Namun, tidak ditemukan hubungan signifikan antara variabel independen (X1, X2, X3) dengan prestasi akademik (Y), di mana semua nilai korelasi antara Y dengan ketiga variabel independen sangat rendah dan tidak signifikan secara statistik. Penelitian ini menunjukkan bahwa prestasi akademik tidak dipengaruhi secara signifikan oleh literasi digital, kondisi ekonomi, dan dukungan infrastruktur dalam konteks analisis ini.
Kualitas Fisik dan Kimia Ampas Sagu Melalui Pengolahan Amoniasi dan Biofermentasi Menggunakan Mikroorganisme Lokal Tatra, Afsitin Joan; Salido, Wa Laili; Husnaeni, Husnaeni; Jannah, Raodatul; Salam, La Ode Muhammad Aswad
JAS Vol. 10 No. 2 (2025): Journal of Animal Science (JAS) - April 2025
Publisher : Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Sains dan Kesehatan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ampas sagu memiliki potensi yang dapat digunakan sebagai alternatif pakan karena kandungan bahan organik yang tinggi. Namun, rendahnya kandungan protein dan tingginya serat kasar membatasi pemanfaatannya sehingga dilakukan pengolahan kombinasi amoniasi biofermentasi dengan mikroorganisme lokal (MOL) yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas ampas sagu secara fisik dan kimia. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan dengan kombinasi penambahan urea dan mikroorganisme lokal dari isi rumen dengan P0: ampas sagu + 5% urea, P1: P0 + 3% MOL, P2: P0 + 4% MOL dan P3: P0 + 5% MOL. Ampas sagu diperoleh dari Desa Simbune, Kabupaten Kolaka Timur. Hasil dari penelitian ini menunjukkan penambahan amoniasi dan MOL sebanyak 3% mampu mempertahankan kualitas fisik ampas sagu dan meningkatkan kualitas kimia dengan menurunkan serat kasar.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Pakan Mandiri Ikan Nila Berbahan Baku Lokal Fakhriyyah, Sitti; Jalil, Jalil; Irmawati, Irmawati; Setiawan, Romi; Amal Alam, Ade Ikhlas; Ilyas, M. Irham; Malina, Asmi Citra; Haerul, Andi; Husnaeni, Husnaeni; Alwi, Muh.; Syafruddin, Syafruddin; Kusmaladewi, Kusmaladewi; Machdi, Syakira Permadani; Anwar, Dian Purnamasari; Kamaruddin, Kamaruddin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (JPMN) Vol. 5 No. 2 (2025): Agustus 2025 - Januari 2026
Publisher : Lembaga Otonom Lembaga Informasi dan Riset Indonesia (KITA INFO dan RISET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jpmn.v5i2.5463

Abstract

This community service activity aimed to enhance the capacity of tilapia farmers at the UPR Kampung Tengah, Gowa Regency, in producing locally based, self-formulated feed. The main problem faced by farmers was the high cost of commercial feed, which accounted for 60–70% of total production expenses. To address this issue, a training program was conducted consisting of socialization on tilapia nutritional requirements, selection of local feed ingredients (such as rice bran, fish meal, snail meal, and vitamin mix), and direct demonstrations of the pellet feed production process. The implementation methods included a pre-test, material presentation, post-test, and hands-on feed-making practice assisted by internship students. The results showed a significant improvement in participants’ understanding, with the average score increasing from 3.6 (pre-test) to 9.1 (post-test), indicating a gain of 5.5 points. Participants were also able to practice the feed processing stages, including grinding, mixing, molding, and drying. This training not only provided theoretical knowledge but also equipped farmers with practical skills in independent feed production, thereby reducing dependence on factory-made feed, lowering production costs, and promoting greater self-reliance and sustainability in tilapia aquaculture enterprises.
Factors Influencing the Incidence of Diabetic Foot Injuries Husnaeni, Husnaeni; Syaiful, Syaiful; Wahyuni, Sri
Omni Health Journal Vol. 1 No. 1 (2024): April
Publisher : Bantayang Omni Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65277/ohj.v1i1.13

Abstract

Background: Diabetics who do not pay attention to the type of food consumed will make blood glucose levels uncontrolled, besides that the environment is one of the factors that make health disrupted such as an environment that is often exposed to cigarette smoke, even though cigarettes can interfere with the body's metabolic processes and will affect insulin production. One of the complications that can occur is neuropathy or lack of sensitivity to the nerves which leads to the formation of diabetic foot wounds, when wounds form, they heal or not depending on the wound care process. However, with the principle of wound care, moisture balance has been effective in the wound healing process. Objective: This study aimed to determine the factors that influenced the incidence of diabetic foot injuries in Makassar City. Methods: Quantitative with cross sectional approach. The sample of this study was 34 samples obtained by purposive sampling technique. Data collection was carried out using questionnaires and analyzed using the chi-square test. Results Based on the study, the factors that affect the incidence of diabetic foot injuries are: age  obtained p value = 0.015 (<α0.05), Gender obtained p value = 0.020 (<α0.05), Work obtained p value = 0.025 (<α0.05), Long suffering from DM obtained p value = 0.000 (<α0.05), Drug obtained p value = 0.002 (<α0.05), Obesity obtained     p    value  = 0.008 (<α0.05). Conclusion: The conclusion in this study is that factors that influence the incidence of diabetic foot injuries are age, sex, occupation, length of suffering from DM, medication adherence, obesity