Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Antioxidant Activity of Peel-off Mask from Pangasius Catfish Gelatin (Pangasius hypophthalmus) with Astaxanthin Yus Nasution, Azlaini; Sari, Novia Novita; Fauzana, Annisa
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol. 21 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v21i2.6665

Abstract

Peel-off face masks are a type of mask that contains elastic materials such as gelatin, making them easy to apply and remove. These peel-off masks are applied to the face by spreading them to form a thin, transparent film layer. Pangasius catfish gelatin serves as the gelling agent in the formulation of the peel-off mask, and astaxanthin is added as an antioxidant. Astaxanthin is a carotenoid pigment with a molecular structure similar to β-carotene, exhibiting stronger antioxidant activity compared to β-carotene in neutralizing free radicals. The purpose of this research is to determine the antioxidant activity of peel-off gel masks made from pangasius catfish (Pangasius hypophthalmus) gelatin supplemented with astaxanthin using the DPPH method. Astaxanthin extract was used as the active ingredient in the production of the peel-off gel mask, with an astaxanthin extract concentration of 0.5%. The results of the antioxidant activity test for the peel-off gel mask made from pangasius catfish gelatin supplemented with astaxanthin yielded an IC50 value of 7572.84 µg/mL, while the IC50 value for the comparative mask (Brightening lemon blackhead brand) was 5045.74 µg/mL. These results indicate that the mask produced has lower antioxidant activity compared to the comparative masks available in the market.
Pemanfaatan Terapi Komplementer Sebagai Upaya Penanganan Kesehatan Reproduksi Dan Edukasi Seks Pada Remaja Putri Sartika, Wiwi; Yusmaharani, Yusmaharani; Nasution, Azlaini Yus; Marwan, Deinike Wanita
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i6.890

Abstract

Understanding and awareness of reproductive health and rights among adolescents is still low, and some of these understandings are even incorrect. This is because society and families are still reluctant to discuss reproductive issues openly within the family and community. Discussion of reproductive health from the perspective of traditional, cultural and religious values which consider adolescent reproductive health issues as taboo is actually more popular compared to understanding the importance of knowing and properly discussing adolescent reproductive health issues. Accurate and correct knowledge of adolescents about reproductive health issues is very important to support efforts to improve the reproductive health status of adolescents and control birth rates through regulating the marriage age rate. This service to the community is providing education and counseling related to reproductive health and sex education for adolescent girls by complementary approach at Pekanabru Muhammadiyah High School so that young women know how to handle reproductive health problems using a complementary approach. In this community service, Stage I Preparation is handling Reproductive Health and sex education, Stage II Implementation is delivering material about handling Reproductive Health and sex education.  From the results of the presentation of material and questions and answers from 84 young women, there were still many who did not understand reproductive health. Conclusion: There is still a lack of information related to reproductive health which affects the knowledge of young women.ABSTRAKPemahaman dan kesadaran tentang hak dan kesehatan reproduksi pada remaja masih rendah, bahkan beberapa diantaranya pemahaman tersebut tidak tepat. Hal ini dikarenakan masyarakat dan keluarga masih enggan untuk membicarakan masalah reproduksi secara terbuka dalam keluarga dan masyarakat. Pembahasan kesehatan reproduksi dari sudut nilai-nilai adat, budaya, dan agama yang menganggap masalah kesehatan reproduksi remaja sebagai hal yang tabu justru lebih popular dibanding dengan pemahaman pentingnya untuk mengetahui dan mendiskusikan secara benar tentang masalah kesehatan reproduksi remaja. Pengetahuan remaja yang secara tepat dan benar tentang masalah kesehatan reproduksi sangat penting untuk mendukung upaya meningkatkan status kesehatan reproduksi remaja dan pengendalian angka kelahiran melalui pengaturan angka usia kawin. pengabdian kepada masyarakat ini adalah Memberikan Edukasi dan penyuluhan terkait kesehatan reproduksi dan edukasi seks pada remaja puteri dengan pendekatan komplementer di SMA Muhammadiyah Pekanabaru sehingga remaja puteri mengetahui bagaimana cara penanganan jika mengalami permasalahan kesehatan Reproduksi dengan pendekatan komplementer. Dalam pengabdian masyarakat ini Tahap I Persiapan yaitu penanganan Kesehatan Reproduksi dan edukasi seks, Tahapan II Pelaksanaan yaitu penyampaian materi tentang penanganan Kesehatan Reproduksi dan edukasi seks.  Dari hasil penyampaian materi dan tanya jawab dari 84 remaja puteri masih banyak yang kurang memahami tentang kesehatan reproduksi. Kesimpulan : Masih kurangnya informasi terkait kesehatan reproduksi sehingga mempengaruhi pengetahuan remaja puteri.
PELATIHAN PEMBUATAN JAMU MANGGATA DAN PENJERNIHAN MINYAK JELANTAH KEPADA MASYARAKAT Wardaniati, Isna; Endrini, Susi; Nasution, Azlaini Yus; Pratiwi, Denia; Marlita, Lora
Diklat Review : Jurnal manajemen pendidikan dan pelatihan Vol. 6 No. 3 (2022): Penguatan Kompetensi, Pendidikan, dan Pemberdayaan untuk Mendorong Kemandirian
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35446/diklatreview.v6i3.1146

Abstract

Kegiatan pengabdian yang diusulkan ini adalah kegiatan pelatihan kepada ibu-ibu rumah tangga yang peduli tentang limbah minyak jelantah dan meningkatkan kesejahteraan kepada masyarakat melalui pemberdayaan perekonomian untuk mengahsilkan jamu dari umbi tumbuhan yang bernama manggata. Jamu ini sangat banyak dimanfaatkan dan dapat digunakan di semua kalangan baik anak kecil hingga dewasa. Salah satu manfaat yg utama dari manggata, yaitu bermanfaat untuk membantu meningkatkan stamina dan memperkuat sistem kekebalan tubuh agar tidak mudah sakit. Serta masih banyak manfaat lainnya yang bisa didapatkan dari Umbi Manggata.
Pemanfaatan Limbah Isi Perut Ikan Patin Sebagai Produk Pakan Kucing Dan Cara Digital Marketing Produk Nasution, Azlaini Yus; Larysa Fernenda; Vonny Kurnia Utama; Sepridawati Siregar
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v6i1.1385

Abstract

Limbah dari ikan patin dapat berupa kepala, kulit, isi perut, ekor, tulang, daging serta hati dalam isi perut. Hasil dari limbah pengolahan ikan patin dapat mencapai 76% dari total berat ikan patin yang akan diolah. Hasil pengolahan perikanannya berpotensi yang menghasilkan bahan sisa berupa limbah ikan patin dengan jumlah sekitar 182,88-548 ton pertahunnya, pengolahan ikan patin juga dapat digunakan sebagai tepung ikan dan pakan ternak. Tujuan pelaksanaan kegiatan pengabdian yakni pemanfaatan limbah isi perut ikan patin sebagain produk pakan kucing dan digital marketing. Kegiatan ini telah berhasil dilaksanakan dengan berkolaborasi tim pengabdi yang berasal dari tiga program studai yang ada di Prodi Farmasi, Prodi Pendidikan Dokter dan Prodi Bisnis Digital. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan mahasiswa. Kelompok sasaran pada kegiatan ini adalah siswa SMKN 8 Pekanbaru berjumlah 60 orang. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, dan evaluasi menggunakan instrumen pretest dan posttest. Hasil pretest menunjukkan rata-rata pemahaman siswa mampu menjelaskan kembali konsep pemanfaatan limbah patin dan strategi pemasaran digital. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman siswa terkait pemanfaatan limbah isi perut ikan patin sebagai pakan kucing sekaligus memperkenalkan keterampilan digital marketing. Hasil ini memperkuat temuan penelitian sebelumnya bahwa edukasi berbasis praktik dan kolaborasi lintas disiplin efektif dalam meningkatkan literasi kewirausahaan siswa.