Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Peningkatan Kualitas Minyak Ikan Patin (Pangasius hypophthalmus) dengan Penambahan Minyak Sereh Sebagai Antioksidan Vonny Kurnia Utama; Azlaini Yus Nasution; Yan Hendrika; Heri Safitri
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i1.11718

Abstract

Ikan patin merupakan salah satu ikan air tawar yang bisa dijadikan sumber asam lemak karena mempunyai kandungan minyak tinggi. Ada proses oksidasi bisa menyebabkan kerusakan pada minyak yang ditandai dengan ketengikan. Penambahan antioksidan diperlukan untuk mencegah terjadinya reaksi oksidasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas minyak ikan patin (Pangasius hypophthalmus) dengan penambahan minyak sereh sebagai antioksidan alami. Metode yang digunakan untuk mengetahui kualitas minyak ikan pada penelitian ini adalah metode titrasi dengan mengukur angka peroksida dan jumlah asam lemak bebas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah penyimpanan selama 7 hari angka peroksida minyak ikan larutan kontrol meningkat 0,51 meq/kg, sedangkan angka peroksida larutan uji dan larutan pembanding meningkat 0,37 meq/kg dan 0,97 meq/kg masing-masingnya. Kadar asam lemak bebas minyak ikan baik larutan kontrol, larutan uji, dan larutan kontrol adalah 0,25%, 0,08%, dan 0,08%. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan minyak sereh dapat menghambat kenaikan angka peroksida dan kadar asam lemak bebas pada minyak ikan patin.
Perbandingan Kadar Air dan NaCl Buah Nenas dan Keripik Nenas Azlaini Yus Nasution; Nuraisyah Nuraisyah
Jurnal Ilmu Kesehatan Abdurrab Vol. 1 No. 1 (2023): Maret
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pineapple (Ananas comosus L.) is a tropical fruit that is widely grown in the village of Kualu Nanas, Kampar, Riau. Pineapple chips are foods made from ripe pineapple flesh, cut or sliced ​​and fried using oil in a vacuum. This study aims to obtain organoleptic test results and water content and NaCl content in pineapple fruit and pineapple chips. The method of determining the water content is gravimetric while the NaCl content uses the argentometric titration method. The organoleptic test on pineapple chips complied with the requirements of SNI 01-4304-1996, namely characteristic odor, sweet-sour taste, normal color, crunchy texture, while the integrity of pineapple chips was only 80%. The average water content of pineapple is 88.68%, while the average pineapple chips is 3.88% and this fulfills the requirements of SNI 01-4304-1996. The average NaCl level in pineapple is 0.0481%, and in pineapple chips the average NaCl level is 0.9359%.
Efek Penambahan Minyak Jahe Sebagai Antioksidan Alami Dalam Mempertahankan Stabilitas Minyak Ikan Patin (Pangasius hypophthalmus) Yan Hendrika; Azlaini Yus Nasution; Vonny Kurnia Utama; Fatiha Ulfa
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 1 (2022): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2022
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2022.v01.i01.p13

Abstract

Ikan patin (Pangasius hypopthalamus) merupakan salah satu komoditas unggulan di Provinsi Riau dengan kandungan minyak yang tingga sehingga berpotensi untuk diekstrak menjadi sumber asam lemak yang bisa bermanfaat bagi kesehatan. Penambahan antioksidan mampu menghambat kerusakan asam lemak pada minyak ikan patin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas minyakikan patin setelah penambahan minyak jahe sebagai antioksidan alami. Metode yang digunakan adalah metode titrasi untuk menentukan angka peroksida dari minyak ikan patin setelah penambahan minyak jahe dibandingkan dengan penambahan antioksidan alami TBHQ setelah penyimpanan selama 0, 7, dan 14 hari. Hasil yang diperoleh dari pengujian angka peroksida untuk minyak patin dengan penambahan minyak jahe untuk hari ke 0, 7, dan 14 adalah 1,58 meq/kg; 1,58 meq/kg dan 2,18 meq/kg. Sedangkan hasil yang diperoleh dari pengujian angka peroksida minyak ikan patin dengan penambahan antioksidan sintetik TBHQ untuk hari ke 0, 7, dan 14 adalah 0,90 meq/kg; 1,88 meq/kg; dan 2,11 meq/kg. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan angka peroksida minyak ikan patin yang disimpan selama 0, 7 dan 14 hari memenuhi persyaratan menurut Internasional Fish Oil Standard (IFOS) yaitu < 3,75 meq/kg.
PENGARUH PENAMBAHAN MINYAK JAHE SEBAGAI ANTIOKSIDAN ALAMI DALAM PENINGKATAN KUALITAS MINYAK IKAN PATIN (Pangasius hypophthalmus) Yan Hendrika; Azlaini Yus Nasution; Vonny Kurnia Utama; Sherly Putri Arsila
FORTE JOURNAL Vol 3 No 2 (2023): Edisi Juli 2023
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v3i2.544

Abstract

The high nutritional content in catfish oil can be a rich source of omega-3 fatty acids, which function in the development of the child's brain. However, the high fatty acid content causes fish oil to become more susceptible to oxidation during the storage process, which can be prevented by adding antioxidants. This study aims to determine the quality of catfish oil after adding ginger oil as an antioxidant. The method used is the titration method to determine the peroxide value and the number of free fatty acids. The results obtained for fish oil peroxide with the addition of ginger oil on days 0, 7, and 14 were 1.58 meq/kg, 1.58 meq/kg, and 2.11 meq/kg. The free fatty acid values of catfish oil added to ginger oil on days 0, 7, and 14 were 0.57%, 0.58%, and 2.11%, respectively. These results show that this value still meets IFOS standards, and ginger oil can act as an antioxidant.
VALIDASI METODE ANALISIS VITAMIN C PADA BUAH DAN KERIPIK NANAS SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis Azlaini Yus Nasution; Denia Pratiwi; Yola Frimananda; Ardiansyah Ardiansyah
Kartika : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Jenderal Achmad Yani, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/kjif.v8i1.251

Abstract

Vitamin C ini banyak ditemukan dalam buah-buahan seperti pada buah nanas. Buah nanas dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan olahan, salah satunya keripik nanas. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh hasil validasi metode analisis vitamin C yang terdapat pada buah nanas dan keripik nanas. Penelitian ini menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Metode ini memiliki nilai validitas yang memenuhi parameter validasi sehingga dapat diterima yaitu pada uji stabilitas pengukuran diperoleh pada menit ke 10 sampai 20. Rata-rata hasil uji akurasi buah nanas segar yaitu 98,4765%, sedangkan pada keripik nanas sebesar 80,7633%. Pada uji presisi dengan konsentrasi 5 ppm nilai SD = 0,0265 dan RSD = 5,8434%, konsentrasi 7 ppm nilai SD = 0,0173 dan RSD = 3,0647%, dan konsentrasi 9 ppm nilai SD = 0,02 dan RSD = 3,0520%. Pada uji linearitas didapatkan hasil regresi linear y = 0,0809 x – 0,1239 dan koefisien korelasinya r = 0,9980. Nilai batas deteksi (LOD) = 0,3708 ppm dan batas kuantitasi (LOQ) = 1,2361 ppm. Rata-rata kadar vitamin C pada buah nanas segar 0,4331%, pada keripik nanas 0,2827%. Metode analisis vitamin C pada buah nanas dan keripik nanas secara spektrofotometri UV-Vis sudah tervalidasi.
Antioxidant Activity of Edible Film Made From Catfish (Pangasius hypophthalmus) Gelatin Supplemented With Astaxanthin Using DPPH Method Nasution, Azlaini Yus; Wahyuni, Intan Sri
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 12 No 2 (2023): JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36929/jpk.v12i2.714

Abstract

Edible film is a food packaging material that can be consumed along with the packaged product. In this study, the edible film was made from catfish gelatin and supplemented with astaxanthin, which possesses antioxidant activity. The objective of this research was to determine the antioxidant activity of catfish gelatin edible film supplemented with 0.5% astaxanthin and compared with comparative film. The antioxidant activity was measured using the DPPH method with a microplate reader at five concentrations of sample 62.5 mcg/ml, 125 mcg/ml, 250 mcg/ml, 500 mcg/ml, and 1000 mcg/ml. The results of the antioxidant activity test showed that the IC50 value of the edible film supplemented with astaxanthin was 251.06x103 mcg/ml, while the comparative edible film was 133.12 mcg/ml. In conclusion, the edible film supplemented with astaxanthin exhibited weaker antioxidant activity compared to the comparative film.
Uji Antioksidan Ekstrak Etanol Buah Senduduk (Melastoma malabathhricum L.) dengan Variasi Metode Pengeringan Simplisia Fernenda, Larysa; Yus Nasution, Azlaini; Ayu, Fitri
Jurnal Dunia Farmasi Vol 9, No 1 (2024): Edisi Desember
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdf.v9i1.6310

Abstract

Pendahuluan: Buah Senduduk mengandung senyawa aktif seperti fenolik dan flavoid yang berkhasiat sebagai antioksidan. Kalndungaln fenolik daln flalvonoid totall dallalm sualtu simplisial yalng mempunyali alktivitals alntioksidaln dalpalt dipengalruhi oleh proses pengeringaln. Terdalpalt beberalpal metode dallalm pengeringaln yaitu oven daln pengeringaln menggunalkaln freeze dryer. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alktivitals alntioksidaln ekstralk etalnol bualh sendududuk (Melalstomal mallalbalthricum L.) dengaln metode pengeringaln oven daln freeze dryer. Metode: Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan cara membuat simplisia dari buah senduduk kemudian divariasikan merode pengeringan dengan oven dan freeze dryer yang kemudian diekstrak dengan etanol 96%. Hasil ekstrak diuji skrining fitokimia dan uji aktivitas antioksidan. Hasil: Pada uji pengeringan didapat hasil rendaman pengeringan oven sebesar (28,571%) dan Freeze dryer (61,403%). Hasil uji skrining fitokimia menunjukkan hasil positif pada semua uji. Hasil uji aktivasi antioksidan metode pengeringan oven memiliki nilai IC50 121,335, freeze dryer 67,098. Kesimpulan: Buah senduduk mengandung senyawa flavonoid dan fenolik yang berperan sebagai antioksidan. Aktivitas antioksidan ekstrak dari metode pengeringan oven tergolong lemah, sementara ekstrak dari metode freeze dryer menunjukkan aktivitas kuat
IMPACT OF EXTRACTION SOLVENTS AND FRACTIONATION TECHNIQUES ON PHENOLIC CONTENT AND ANTIOXIDANT POTENCY IN TURMERIC (CURCUMA DOMESTICA) Pratiwi, Denia; Wardaniati, Isna; Nasution, Azlaini Yus; Islami, Deri; Mardhiyani, Dini
Medical-Surgical Journal of Nursing Research Vol. 3 No. 2 (2024): Medical-Surgical Journal of Nursing Research
Publisher : Himpunan Perawat Medikal Bedah Indonesia (HIPMEBI) Regional Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70331/jpkmb.v3i1.45

Abstract

Turmeric is known to have many properties, one of which is as an antioxidant, the active substance which is considered to play a role in this activity is curcuminoid. Curcuminoids are part of the secondary metabolites of flavonoids and more specifically are phenolic. The purpose of this study was to examine the effect of the type of solvent on total phenolic levels with antioxidant activity in turmeric.  The method of the research is experimental laboratory has been carried out at the FMIPA UNRI laboratory in 2019. The turmeric rhizome which has been made as a simplicial is extracted using ethanol and graded fractionated using n-butanol and ethyl acetate solvents. Determination of total phenolic levels with Follin Ciocalteau reagents using a Microplate reader and gallic acid comparison while the value of antioxidant activity using the DPPH method. The result will be analyzed descriptively. Based on the results of the study it was found that there is a solvent effect on total phenolic content and antioxidant activity seen from IC50 values and different total phenolics, namely in determining the total phenolic content of turmeric (Curcuma domestica) successively ethanol extract, water fraction, ethyl acetate fraction, fraction n-butanol of 90.1364; 22,0303; 45,2397; 20,9697 mg / g (GAE) and on the measurement of antioxidant activity the IC50 value was 65.7506 µg / mL; 384,2774 µg / mL; 64,6012 µg / mL; 834,3335 µg / mL with smaller activity compared to the antioxidant activity of vitamin C which is 7.27624 µg / mL.
Pemanfaatan Terapi Komplementer Sebagai Upaya Penanganan Kesehatan Reproduksi Dan Edukasi Seks Pada Remaja Putri Sartika, Wiwi; Yusmaharani, Yusmaharani; Nasution, Azlaini Yus; Marwan, Deinike Wanita
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 6 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i6.890

Abstract

Understanding and awareness of reproductive health and rights among adolescents is still low, and some of these understandings are even incorrect. This is because society and families are still reluctant to discuss reproductive issues openly within the family and community. Discussion of reproductive health from the perspective of traditional, cultural and religious values which consider adolescent reproductive health issues as taboo is actually more popular compared to understanding the importance of knowing and properly discussing adolescent reproductive health issues. Accurate and correct knowledge of adolescents about reproductive health issues is very important to support efforts to improve the reproductive health status of adolescents and control birth rates through regulating the marriage age rate. This service to the community is providing education and counseling related to reproductive health and sex education for adolescent girls by complementary approach at Pekanabru Muhammadiyah High School so that young women know how to handle reproductive health problems using a complementary approach. In this community service, Stage I Preparation is handling Reproductive Health and sex education, Stage II Implementation is delivering material about handling Reproductive Health and sex education.  From the results of the presentation of material and questions and answers from 84 young women, there were still many who did not understand reproductive health. Conclusion: There is still a lack of information related to reproductive health which affects the knowledge of young women.ABSTRAKPemahaman dan kesadaran tentang hak dan kesehatan reproduksi pada remaja masih rendah, bahkan beberapa diantaranya pemahaman tersebut tidak tepat. Hal ini dikarenakan masyarakat dan keluarga masih enggan untuk membicarakan masalah reproduksi secara terbuka dalam keluarga dan masyarakat. Pembahasan kesehatan reproduksi dari sudut nilai-nilai adat, budaya, dan agama yang menganggap masalah kesehatan reproduksi remaja sebagai hal yang tabu justru lebih popular dibanding dengan pemahaman pentingnya untuk mengetahui dan mendiskusikan secara benar tentang masalah kesehatan reproduksi remaja. Pengetahuan remaja yang secara tepat dan benar tentang masalah kesehatan reproduksi sangat penting untuk mendukung upaya meningkatkan status kesehatan reproduksi remaja dan pengendalian angka kelahiran melalui pengaturan angka usia kawin. pengabdian kepada masyarakat ini adalah Memberikan Edukasi dan penyuluhan terkait kesehatan reproduksi dan edukasi seks pada remaja puteri dengan pendekatan komplementer di SMA Muhammadiyah Pekanabaru sehingga remaja puteri mengetahui bagaimana cara penanganan jika mengalami permasalahan kesehatan Reproduksi dengan pendekatan komplementer. Dalam pengabdian masyarakat ini Tahap I Persiapan yaitu penanganan Kesehatan Reproduksi dan edukasi seks, Tahapan II Pelaksanaan yaitu penyampaian materi tentang penanganan Kesehatan Reproduksi dan edukasi seks.  Dari hasil penyampaian materi dan tanya jawab dari 84 remaja puteri masih banyak yang kurang memahami tentang kesehatan reproduksi. Kesimpulan : Masih kurangnya informasi terkait kesehatan reproduksi sehingga mempengaruhi pengetahuan remaja puteri.
PELATIHAN PEMBUATAN JAMU MANGGATA DAN PENJERNIHAN MINYAK JELANTAH KEPADA MASYARAKAT Wardaniati, Isna; Endrini, Susi; Nasution, Azlaini Yus; Pratiwi, Denia; Marlita, Lora
Diklat Review : Jurnal manajemen pendidikan dan pelatihan Vol. 6 No. 3 (2022): Penguatan Kompetensi, Pendidikan, dan Pemberdayaan untuk Mendorong Kemandirian
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35446/diklatreview.v6i3.1146

Abstract

Kegiatan pengabdian yang diusulkan ini adalah kegiatan pelatihan kepada ibu-ibu rumah tangga yang peduli tentang limbah minyak jelantah dan meningkatkan kesejahteraan kepada masyarakat melalui pemberdayaan perekonomian untuk mengahsilkan jamu dari umbi tumbuhan yang bernama manggata. Jamu ini sangat banyak dimanfaatkan dan dapat digunakan di semua kalangan baik anak kecil hingga dewasa. Salah satu manfaat yg utama dari manggata, yaitu bermanfaat untuk membantu meningkatkan stamina dan memperkuat sistem kekebalan tubuh agar tidak mudah sakit. Serta masih banyak manfaat lainnya yang bisa didapatkan dari Umbi Manggata.