Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Analysis of factors in gadget addiction behavior (phone snubbing) among vocational students Fitrani Rika Asnaria; Syaifullah Syaifullah; Sri Wahyuni Tanshzil
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Vol 9, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jdc.v9i1.98117

Abstract

This study aims to explore and identify the factors contributing to gadget addiction in the form of phubbing (phone snubbing) among students at SMK Negeri 8 Bandung. A qualitative approach with a phenomenological design was employed to capture the lived experiences of the subjects. Data were collected through source and technique triangulation involving nine purposively selected informants: three students, three parents, the vice principal for student affairs, a guidance counselor, and a Pancasila education teacher. The findings indicate that phubbing behavior is driven by both internal and external factors. Internal factors include high intensity of gadget use, habitual patterns, boredom coping strategies, and the need for emotional satisfaction or entertainment. External factors encompass peer influence, easy internet access, and insufficient supervision or regulation from parents and teachers. The study concludes that phubbing among students is a multifaceted behavior shaped by both personal and environmental dynamics, necessitating comprehensive intervention from schools and families.
Internalisasi Nilai Moral dalam Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan: Upaya Kostruktif Resiliensi Pemikiran Mahasiswa Menghadapi Radikalisme Tanshzil, Sri Wahyuni; Lestari, Gina
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 2 (2025): Volume 10, Nomor 2 - Desember 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i2.12027

Abstract

Pendidikan Tinggi di Indonesia menghadapi tantangan serius terkait infiltrasi paham radikalisme yang menyasar lingkungan kampus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh internalisasi nilai moral dalam pembelajaran PKn terhadap konstruksi resiliensi pemikiran mahasiswa sebagai strategi kontra-radikalisme, serta memotret keterpaparan mereka terhadap paham radikalisme. Metode kuantitatif digunakan dengan melibatkan 400 mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia yang mengikuti MKWK PKn tahun akademik 2024/2025. Indikator penelitian disusun berdasarkan pendekata implementasi Teori Reasoned Action (TRA) yang memungkinkan peneliti memahami pemetaan potret internalisasi nilai moral pada pembelajaan PKn terhadap mahasiswa. Hasil menunjukkan bahwa 45% mahasiswa memiliki internalisasi nilai moral tinggi, 53% sedang, dan 2% rendah. Uji korelasi dan regresi membuktikan pengaruh signifikan antara internalisasi nilai moral dan resiliensi pemikiran mahasiswa. Namun, 70% mahasiswa tergolong waspada hingga rawan terpapar paham radikalisme. Oleh karena itu, studi ini mengisi celah kajian pendidikan kewarganegaraan yang berkontribusi terhadap pengembangan integrasi moral-civic education dengan TRA dalam memperkuat resiliensi pemikiran mahasiswa sebagai kontra-radikalisme.
Pengaruh Infobesitas Terhadap Partisipasi Politik Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia Rachman, Naufal Rizkia; Suryadi, Karim; Tanshzil, Sri Wahyuni
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2025): July 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i2.6849

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh infobesitas terhadap partisipasi politik mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Infobesitas, sebagai kondisi kelebihan informasi yang kompleks dan tidak selalu relevan, diduga memengaruhi tingkat dan kualitas keterlibatan mahasiswa dalam aktivitas politik, baik electoral maupun non-electoral. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Sampel terdiri atas 400 mahasiswa aktif dari berbagai fakultas di UPI yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner daring yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman dan regresi linier sederhana dengan bantuan software SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara infobesitas dan partisipasi politik mahasiswa. Nilai korelasi Spearman sebesar 0,815 (p 0,01) menunjukkan hubungan yang kuat, sementara hasil regresi menunjukkan bahwa infobesitas berkontribusi sebesar 75,2% terhadap variasi partisipasi politik mahasiswa (R² = 0,752). Meskipun demikian, temuan deskriptif menunjukkan bahwa infobesitas juga berpotensi menurunkan kualitas partisipasi, ditandai dengan kebingungan informasi dan ketergantungan terhadap narasi viral. Oleh karena itu, penting untuk membekali mahasiswa dengan literasi digital dan kemampuan berpikir kritis agar mampu berpartisipasi secara reflektif dalam kehidupan politik.
Pengaruh Infobesitas Terhadap Partisipasi Politik Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia Rachman, Naufal Rizkia; Suryadi, Karim; Tanshzil, Sri Wahyuni
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2025): July 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i2.6849

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh infobesitas terhadap partisipasi politik mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Infobesitas, sebagai kondisi kelebihan informasi yang kompleks dan tidak selalu relevan, diduga memengaruhi tingkat dan kualitas keterlibatan mahasiswa dalam aktivitas politik, baik electoral maupun non-electoral. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Sampel terdiri atas 400 mahasiswa aktif dari berbagai fakultas di UPI yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner daring yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman dan regresi linier sederhana dengan bantuan software SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara infobesitas dan partisipasi politik mahasiswa. Nilai korelasi Spearman sebesar 0,815 (p 0,01) menunjukkan hubungan yang kuat, sementara hasil regresi menunjukkan bahwa infobesitas berkontribusi sebesar 75,2% terhadap variasi partisipasi politik mahasiswa (R² = 0,752). Meskipun demikian, temuan deskriptif menunjukkan bahwa infobesitas juga berpotensi menurunkan kualitas partisipasi, ditandai dengan kebingungan informasi dan ketergantungan terhadap narasi viral. Oleh karena itu, penting untuk membekali mahasiswa dengan literasi digital dan kemampuan berpikir kritis agar mampu berpartisipasi secara reflektif dalam kehidupan politik.
Peran Pemimpin Adat dalam Mempertahankan Civic Commitment: Studi Kasus di Kampung Naga Iis Siti Sholehah; Iim Siti Masyitoh; Sri Wahyuni Tanshzil
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Pendidikan Vol 12 No 2 (2025): JURNAL SEUNEUBOK LADA
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jsnbl.v12i2.12481

Abstract

This study aims to analyze the role of traditional leaders in maintaining the civic commitment of the Kampung Naga indigenous community amid the challenges of globalization and modernization. A qualitative case study method was employed through field observation, in-depth interviews, and document analysis. The findings reveal that the kuncen, punduh, and lebe hold strategic roles as preservers of traditional values, social mediators, and guardians of community harmony. Their leadership aligns with Mintzberg’s leadership role theory, covering interpersonal, decision-making, and informational functions. These roles contribute to realizing key indicators of civic commitment, such as civic identity, collective efficacy, future civic engagement, community problem-solving, and civic actions. Thus, traditional leaders play a vital role in ensuring the continuity of local traditions while strengthening the civic commitment of the Kampung Naga community. This commitment serves as a cultural safeguard to help the community face the pressures of modernization without losing its cultural identity.
School Climate and Bullying Prevention A Civic Education Perspective Damayanti, Siska; Suryadi, Karim; Tanshzil, Sri Wahyuni
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.1369

Abstract

Persoalan perundungan masih menjadi perhatian serius dalam bidang pendidikan. Penelitian ini mengkaji teori iklim sekolah dan perannya dalam pencegahan perundungan, serta bagaimana prinsip-prinsip Pendidikan Kewarganegaraan dapat berkontribusi dalam menciptakan iklim sekolah yang positif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Tujuan dari studi literatur ini adalah untuk mengidentifikasi elemen-elemen kunci iklim sekolah yang efektif dalam mengurangi perundungan dan mengeksplorasi integrasi Pendidikan Kewarganegaraan sebagai alat untuk memperkuat perilaku sosial yang konstruktif di kalangan siswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa iklim sekolah yang ditandai dengan keamanan, dukungan emosional, dan hubungan interpersonal yang sehat dapat secara signifikan mengurangi frekuensi dan dampak perundungan. Selain itu, Pendidikan Kewarganegaraan berperan penting dalam membangun kesadaran sosial siswa, mempromosikan nilai-nilai kebajikan, dan meningkatkan partisipasi mereka dalam upaya pencegahan perundungan. Pendidikan Kewarganegaraan membantu siswa memahami hak dan tanggung jawab mereka, yang selanjutnya mendorong pembentukan lingkungan sekolah yang inklusif dan mendukung.
PERAN DAN STRATEGI GURU PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN DALAM MEMBANGUN KEMAMPUAN LITERASI WARGA NEGARA Handi Kurniyawan; Sri Wahyuni Tanshzil
Integralistik Vol. 35 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/wpz5gm11

Abstract

Berpikir kritis merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh setiap warga negara di abad 21. Kemampuan berpikir kritis diperlukan agar warga negara dapat mengambil keputusan secara bijak dan tepat yang bermanfaat bagi dirinya maupun lingkungannya. Salah satu upaya untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis pada warga negara adalah dengan meningkatkan keterampilan literasi. Lingkungan pendidikan khususnya sekolah perlu mengembangkan keterampilan literasi bagi peserta didik untuk menumbuhkan kemampuan berpikir kritisnya. Guru di sekolah termasuk guru PKn mempunyai tanggung jawab untuk meningkatkan kualitas peserta didiknya dengan mengembangkan keterampilan literasi. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang diterapkan guru PKn dalam membangun keterampilan literasi peserta didik mengingat keterampilan literasi pada peserta didik di Indonesia masih rendah. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif dan kajian pustaka. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah melakukan wawancara melalui media sosial seperti WhatsApp. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum strategi yang diterapkan guru PKn dalam membangun keterampilan literasi pada siswanya dilakukan dengan cara mengarahkan siswa untuk membaca sebelum memulai kegiatan pembelajaran, serta menyajikan soal-soal berbasis Asesmen Kompetensi Minimal (AKM) pada kegiatan asesmen formatif dan sumatif. Strategi tersebut diharapkan dapat menghasilkan warga negara yang memiliki keterampilan literasi yang tinggi, sehingga terwujud warga negara yang berkualitas untuk kemajuan bangsa dan masyarakat.
Inovasi Bela Negara di Era Digital Melalui Program Kopoli-Smart Bagi Pemuda Kabupaten Subang Darmawan, Cecep; Setiawan, Mursyid; Syaifullah, Syaifullah; Wahyuni Tanshzil, Sri; Anggraeni, Leni
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2b (2025): Edisi khusus Dies Natalis Universitas Mataram
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/h4nn7f53

Abstract

Di era globalisasi dan kemajuan teknologi, kompetensi kecerdasan politik menjadi kunci bagi partisipasi aktif dalam kehidupan sosial politik. Melalui program Pelatihan KOPOLI-SMART berbasis teknologi, bertujuan untuk membentuk kompetensi kecerdasan politik generasi muda di Kabupaten Subang sebagai wujud bela negara di tengah ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan di era digital. Metode pelatihan ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan proses pelatihan, diskusi, serta refleksi secara partisipatif. Hasil pelatihan menunjukkan adanya pemahaman kompetensi kecerdasan politik yang ditunjukkan oleh kemampuan peserta mengidentifikasi pengetahuan, sikap, keterampilan, dan nilai politik yang harus dimiliki oleh generasi muda. Di samping itu, para peserta pun mampu memahami peran penting media sosial sebagai wahana pendidikan politik bagi generasi muda di era digital. Dampaknya ialah meningkatnya kesadaran kritis dan partisipasi aktif generasi muda dalam kehidupan sosial politik, terutama dalam memanfaatkan media sosial secara cerdas, etis, dan bertanggung jawab sebagai sarana bela negara di era digital.
Dilema Antara Stigma Sosial dan Optimisme Karier Lulusan Sarjana Pendidikan Sosiologi Sukmayadi, Qolbi Mujahidillah Adzimat; Pitriyani, Pitriyani; Febrianti, Adinda Aulya; Suryadi, Karim; Tanshzil, Sri Wahyuni
Jurnal Aspirasi Vol 16, No 2 (2025)
Publisher : Pusat Analisis Keparlemenan Badan Keahlian Sekretariat Jenderal DPR RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46807/aspirasi.v16i2.4790

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya isu stigma sosial yang memandang program studi rumpun ilmu sosial, seperti Pendidikan Sosiologi, sebagai program studi yang menghasilkan lulusan kurang kompeten dan tidak sesuai dengan kebutuhan pasar kerja di masa kini. Stigma tersebut sering kali mendistorsi optimisme karier mahasiswa sehingga menimbulkan penyesalan terhadap pilihan studinya. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh stigma sosial terhadap optimisme karier lulusan Pendidikan Sosiologi serta mengeksplorasi pengalaman dan strategi adaptasi mereka dalam menghadapi stigma tersebut. Penelitian ini menggunakan desain campuran dengan metode paralel-konvergen yang mengintegrasikan data kuantitatif dan data kualitatif untuk memperoleh hasil yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stigma sosial berpengaruh signifikan terhadap optimisme karier, meskipun tingkat stigma sosial yang dirasakan responden menunjukkan level yang rendah dengan tingkat optimisme karier yang tinggi. Kondisi ini dipengaruhi oleh mekanisme adaptif dalam mengelola stigma sosial menjadi dorongan untuk mengembangkan potensi, dukungan oleh lingkup sosial, hingga pengalaman atas reorientasi untuk mengembangkan kompetensi yang sesuai dengan konteks sosial. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan kepada Komisi X DPR RI untuk merumuskan kebijakan strategis dalam mengatasi stigma sosial terhadap program studi rumpun sosial dan humaniora di pendidikan tinggi di Indonesia.
RELIGIOUS MODERATION RESEARCH (2016–2025): SYSTEMATIC REVIEW AND BIBLIOMETRIC MAPPING Junaidi, Junaidi; Tanshzil, Sri Wahyuni; Ni Kadek Suwardani
Harmoni Vol. 24 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Research and Development Center for Guidance for Religious Societies and Religious Services, the Research and Development and Education and Training Agency of the Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia (MORA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32488/harmoni.v24i2.888

Abstract

Religious moderation has gained increasing scholarly attention as societies confront rising polarization, yet existing research remains fragmented between normative discourse and policy-driven interpretations. Few studies systematically map how the field has evolved conceptually and how it intersects with interfaith harmony at a global level. This study addresses this gap by conducting a Systematic Literature Review using the PRISMA protocol combined with bibliometric analysis to examine Scopus-indexed publications on religious moderation from 2016 to 2025. The dataset consists of 235 peer-reviewed journal articles, and the analysis integrates descriptive statistics, thematic coding, and VOSviewer-based mapping of co-authorship and keyword networks. The findings show a rapid expansion of research after 2020, with Indonesia emerging as the dominant contributor and education-related contexts becoming the most frequently explored domain. Bibliometric mapping identifies three major thematic clusters: religious moderation in educational and civic settings, local wisdom and cultural practices, and digital-era challenges related to radicalism and polarization. Conceptually, the field is shifting from state-centered narratives toward relational ethics that emphasize interfaith coexistence. These results highlight the need for broader cross-regional collaboration and more comparative, theory-driven studies that move beyond national policy frameworks. The study concludes that religious moderation is evolving into a multidisciplinary lens for understanding interfaith relations and recommends future research focusing on leadership, digital citizenship, and community-based interfaith engagement.    Abstrak Moderasi beragama semakin mendapat perhatian akademik seiring meningkatnya polarisasi sosial, namun penelitian yang ada masih terfragmentasi antara wacana normatif dan interpretasi berbasis kebijakan. Hanya sedikit studi yang secara sistematis memetakan perkembangan konseptual bidang ini serta keterkaitannya dengan harmoni antaragama pada tingkat global. Penelitian ini mengisi kesenjangan tersebut dengan melakukan Tinjauan Literatur Sistematis menggunakan protokol PRISMA yang dipadukan dengan analisis bibliometrik terhadap publikasi terindeks Scopus mengenai moderasi beragama pada periode 2016 hingga 2025. Dataset terdiri dari 235 artikel jurnal terbitan sejawat, dan analisis dilakukan melalui statistik deskriptif, pengodean tematik, serta pemetaan jejaring penulis dan kata kunci menggunakan VOSviewer. Temuan menunjukkan peningkatan pesat penelitian setelah tahun 2020, dengan Indonesia sebagai kontributor dominan dan konteks pendidikan sebagai domain yang paling sering dikaji. Pemetaan bibliometrik mengidentifikasi tiga klaster tematik utama yaitu moderasi beragama dalam konteks pendidikan dan kewargaan, kearifan lokal dan praktik budaya, serta tantangan era digital terkait radikalisme dan polarisasi. Secara konseptual, bidang ini bergerak dari narasi berpusat pada negara menuju etika relasional yang menekankan koeksistensi antaragama. Hasil ini menegaskan perlunya kolaborasi lintas kawasan dan penelitian komparatif yang lebih berorientasi teori di luar kerangka kebijakan nasional. Studi ini menyimpulkan bahwa moderasi beragama berkembang menjadi lensa multidisipliner untuk memahami relasi antaragama dan merekomendasikan penelitian lanjutan mengenai kepemimpinan, kewargaan digital, dan keterlibatan antaragama berbasis komunitas.