Claim Missing Document
Check
Articles

Strengthening Posyandu Institutions in Handling Stunting Problems Irfan Hilmi, Muhammad; Rahmawati, Ira; Tri Indrianti, Deditiani
Indonesian Journal of Adult and Community Education Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijace.v2i1.28284

Abstract

One effort in dealing with stunting in the community is bystrengthening the POSYANDU institution. In the process ofcommunity empowerment, institutional strengthening is needed aspart of the organization of women's abilities that have been obtainedand then strengthened in institutions that will eventually occur tolearn from one another and as an institutionalized learning exchangeprocess. Through institutional strengthening it is hoped that theacquisition of information, knowledge and skills will continue to beinstitutionalized in social organizations, especially those relating tostunting prevention and handling in Jelbuk Village. The serviceslearned are based on a qualitative approach with descriptivemethods. The subjects of this community service activity were PKKand POSYANDU cadres from Jelbuk village. Data collectiontechniques are done using interviews, observation and studydocumentation. The findings show that the POSYADU institutionalstrengthening strategy can be carried out through strengtheningUKBM management and Health Program Advocacy.
Potensi Kearifan Lokal dalam Pendidikan Keaksaraan Fungsional pada Masyarakat Perdesaan di Kabupaten Jember Indrianti, Deditiani Tri; Khutobah, Khutobah; Latif, Misno Abdul
Journal of Nonformal Education Vol 3, No 2 (2017): August 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jne.v3i2.10949

Abstract

The focus of the research study against the background of the condition that the rural community is the largest illiterate person in Jember regency. On the other hand, the implementation process of learning applied only introduce letters and numbers only. Therefore, need the right and basic way as a form of acceleration of illiteracy eradication that suits the needs of the community by exploiting the potential of local wisdom contained in the community. The system of functional literacy education resulting from this research activity is expected to be an applicative reference material for policy makers to reduce and solve illiteracy in Jember District, especially in rural communities. The research data collected in this research activity is primary and secondary, then analyzed by mix method (combining qualitative and quantitative data). Data collection was conducted with in-depth interviews and involved observations. The instruments used are structured interview guidelines through group discussions (Focus Group Discussions) and questionnaires. The results of the study found the potential of human resources and natural resources that can be developed in the activities of functional literacy programs. Where the local community order can influence in improving the economy of society.
The Empowerment of Labour Women Picking Coffee Through the Education of Functional Literacy Based on Local Potentials Indrianti, Deditiani Tri; Hartatik, Sri; Fajarwati, Linda
Journal of Nonformal Education Vol 6, No 1 (2020): February 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jne.v6i1.21992

Abstract

Women picking coffee workers have a big enough role in all lines. However, the level of education and knowledge is still relatively low. It occupies a subordinate and marginally positioned position. This research aims to find the empowerment of women’s coffee picking labourers through the process of functional literacy programs. The existence of the program is expected to improve women’s empowerment The study was designed with a qualitative approach. Researchers use two primary types of data (1) Primer, i.e. data obtained by researchers directly from speakers as informers who are directly related to the empowerment of the local potential coffee-picking labour. Primary data sources of research using interviewing techniques and observation techniques (2) secondary, are supplementary research data that will be obtained through reports in the form of learning activities, documents, and textbooks relevant to the purpose of research. Before processing, the collected primary data is checked for the validity of the data. In this case, it is used triangulation technique, to be processed and analyzed by the technique of Gender Analysis Pathway (GAP). Where the gender engineering pathway analysis is used to analyse the policy of development programs, in this case, is a functional literacy program. The results showed that there was an increase in the empowerment of female coffee picking labours through a functional literacy program based on local wisdom. Reading, writing and counting ability can realize women have an unworthy job. The re-formulation of the learning design conducted through functional literacy programmes became the main thing for working women picking coffee in recognizing local potentials designed in accordance with local characteristics. The design of attention-learning to local potentials has become a key thing in enhancing the power of women so that it can find the resources that are based in everyday life.
PERAN LITERASI MEDIA DALAM PERUBAHAN PERILAKU BELANJA PADA PEREMPUAN DI KABUPATEN JEMBER fitri lestari; Deditiani Tri Indrianti; Linda Fajarwati
Jurnal Pendidikan Nonformal Vol 16, No 2 (2021): September
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan-Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um041v16i2p104-112

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh peran literasi media dalam perubahan perilaku belanja pada perempuan di Kabupaten Jember. Penelitian ini meggunakan pendekatan kuantitatif. Responden dalam penelitian ini sebangayak 30 orang yang tergabung dalam PKK RW 35 Kelurahan Sumbersri, Kabupaten Jember. Pemilihan responden menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data sendiri menggunakan regresi linier sederhana yang dihitung penggunakan aplikasi SPSS versi 22. Berdasarkan hasil temuan pada penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan literasi media perempuan dapat mempengaruhi perilaku belanjanya. Dibuktikan dengan hasil penghitungan melalui regreasi linier sederhana bahwa terdapat peningkatan sebesar 0,867 perubahan perilaku belanja perempuan pada setiap 1 % literasi media yang diberikan. Hal ini juga dapat dikatakan bahwa peran literasi media memiliki kontribusi terhadap perubahan perilaku belanja perempuan sebesar 64,3%, sedangkan 35,7% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain. Hasil perhitungan menunjukkan nilai konstanta sebesar 14,996, dengan koefisien regresi sebesar 0,867 pada signifikansi 0,000 < 0,05. Sehingga dapat disimpulakn bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Artinya terdapat pengarh yang signifikan anatara peran literasi media terhadap perubahan perilaku belanja perempuan di Kabupaten Jember, khususnya di Kelurahan Sumbersari RW 35. Hasil analisis lapangan menunjukkan bahwa semakin tinggi pengetahuan serta kemampuan perempuan dalam bermedia, maka semakin bagus pula perempuan dalam memanfaatkan media tersebut. Seperti halnya pemanfaatan media sebagai sarana belanja, dimana dengan melakukan belanja online cukup membantu mempermudah kegiatan sehari-hari perempuan dengan tetap memiliki kotrol diri pada saat melakukan belanja online.
HUBUNGAN ANTARA PENERAPAN METODE BCCT (BEYOND CENTERS AND CIRCLE TIME) DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR ANAK USIA 3-4 TAHUN DI PAUD TUNAS BANGSA BONDOWOSO TAHUN 2014/2015 Any Diana Vitasari; Arief Tukiman Hendrawijaya; Deditiani Tri Indrianti
Jurnal Edukasi Masyarakat Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Edukasi Masyarakat (EDUMAS)
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Metode BCCT (Beyond Centers And Circle Time) adalah suatu pendekatan pembelajaran untuk pendidikan anak usia dini yang memperhatikan kebutuhan dan minat anak sehingga anak bebas bereksplorasi untuk mengembangkan seluruh aspek kecerdasan anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya Hubungan Antara Penerapan Metode BCCT (Beyond Centers And Circle Time) Dengan Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia 3-4 Tahun Di PAUD Tunas Bangsa Bondowos Tahun 2014/2015. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, dan kepustakaan. Analisis data yaitu dengan menggunakankorelasi tata jenjang. Hasil dari penelitian ini bahwa terdapat hubungan sangat kuat yang diperoleh pada penerapan metode BCCT (Beyond Centers And Circle Time) dengan perkembangan motorik kasar anak yaitu sebesar 0.913 yang terdapat pada aspek berjalan sambil berjinjit, melayang sesaat di udara, dan mempertahankan seluruh tubuh sedangkan pada hasil korelasi total sebesar 0.924. Dapat disimpulkan bahwa r hitung berada di atas r tabel yang dikatakan terdapat hubungan yang sangat kuat pada penerapan metode BCCT dengan perkembangan motorik kasar anak usia 3-4 tahun di PAUD Tunas Bangsa Bondowoso tahun 2014/2015.
Hubungan Antara Pengembangan Kurikulum Hantaran dengan Hasil Belajar Peserta Pelatihan Hantaran Level I di Lembaga Kursus dan Pelatihan Parcelia Kabupaten Jember Silvia Lorenza; Arief Tukiman Hendrawijaya; Deditiani Tri Indrianti
Jurnal Edukasi Masyarakat Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Edukasi Masyarakat (EDUMAS)
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Pengembangan Kurikulum Hantaran dengan Hasil Belajar Peserta Pelatihan Hantaran Level I di Lembaga Kursus dan Pelatihan Parcelia Kabupaten Jember. Penelitian ini merupakan penelitian Korelasional. Teknik penentuan responden menggunakan teknik populasi sebanyak 15 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode angket, observasi, dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan adalah analisis korelasi tata jenjang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara pengembangan kurikulum hantaran dengan hasil belajar peserta pelatihan, dibuktikan harga r hitung (0,739) yang lebih besar dari pada r table (0,505). Hasil ini didukung dengan hasil analisis tiap indikator. Terdapat hubungan positif antara tujuan pembelajaran dengan nilai teori, dibuktikan harga r hitung (0,619). Terdapat hubungan positif antara tujuan pembelajaran dengan nilai praktik, dibuktikan harga r hitung (0,571). Terdapat hubungan positif antara bahan ajar dengan nilai teori, dibuktikan harga r (0,616). Terdapat hubungan positif antara bahan ajar dengan nilai praktik, dibuktikan harga r (0,427). Terdapat hubungan positif antara strategi pembelajaran dengan nilai teori, dibuktikan harga r hitung (0,553). Terdapat hubungan positif antara strategi pembelajaran dengan nilai teori, dibuktikan harga r hitung (0,450). Pengembangan kurikulum memberikan kontribusi sebesar 55% terhadap hasil belajar peserta pelatihan hantaran level I di LKP Parcelia, sedangkan sisanya yakni 45 % dipengaruhi oleh faktor lain. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Ha yang berbunyi ada hubungan antara pegembangan kurikulum hantaran dengan hasil belajar peserta pelatihan hantaran level I di Lembaga Kursus dan Pelatihan Parelia Kabupaten Jember diterima.
HUBUNGAN ANTARA PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP PEREMPUAN DENGAN KEMAMPUAN KEWIRAUSAHAAN WARGA BELAJAR DI PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT AN-NUR KABUPATAEN BONDOWOSO Roikhatul Jannah; Nanik Yuliati; Deditiani Tri Indrianti
Jurnal Edukasi Masyarakat Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Edukasi Masyarakat (EDUMAS)
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu faktor penghambat sumber daya manusia tidak mampu meningkatkan kualitas hidupnya adalah kemiskinan dan pendidikan yang rendah. Masalah tersebut berdampak pada kehidupan masyarakat khususnya perempuan yang berpendidikan rendah dan ibu rumah tangga yang hanya mengandalakan pendapatan suami yang masih kurang tanpa ada pemasukan dari usaha lainnya dikarenakan mereka tidak memiliki keterampilan khusus yang dapat membantu meningkatkan pendapatan keluarga. Dalam kondisi tersebut dibutuhkan sebuah program pendidikan yang dapat memberikan kesempatan kepada para perempuan dan ibu rumah tangga untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan khusus yang menjadi bekal usaha mereka. Pendidikan kecakapan hidup perempuan (PKH-P) merupakan salah satu bentuk strategi pengentasan kemiskinan, ketertinggalan pendidikan yang dialami perempuan marginal dan salah satu bentuk program pemberdayaan perempuan yang memberikan tindakan pembelajaran demi peningkatan kemampuan perempuan yang berkaitan dengan kecakapan personal, sosial, akademik, dan vokasional yang dapat membangun mental mandiri dan berwirausaha. Namun yang perlu diketahui adalah adakah hubungan antara pendidikan kecakapan hidup perempuan dengan kemampuan kewirausahaan warga belajar, sehingga perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara pendidikan kecakapan hidup perempuan dengan kemampuan kewirausahaan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian korelasional dengan pendekatan kuatitatif, teknik pengumpulan data menggunakan angket, dokumentasi, dan kepustakaan. Dan selanjutnya dianalisis menggunakan rumus korelasi tata jenjang. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa r hitung > r tabel, yakni 0,633 > 0,475, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pendidikan kecakapan hidup perempuan dengan kemampuan kewirausahaan warga belajar di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat An-Nur Kabupaten Bondowoso
ANALISIS GENDER PERAN PEREMPUAN PESISIR PADA KETAHANAN KELUARGA DI DESA PUGER KULON KABUPATEN JEMBER Novita Wulandari; Deditiani Tri Indrianti; Muhammad Irfan Hilmi
Jendela PLS: Jurnal Cendekiawan Ilmiah Pendidikan Luar Sekolah Vol 7, No 1 (2022): Jendela PLS
Publisher : Jurusan Pendidikan Masyarakat Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jpls.v7i1.4758

Abstract

Sebagian besar aktivitas perekonomian di kawasan pesisir melibatkan kaum perempuan. Pada sistem pembagian kerja, kaum perempuan justru menempati peran strategis sebagai penguasa aktivitas ekonomi pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran perempuan pesisir pada ketahanan keluarga Desa Puger Kulon Kecamatan Puger Kabupaten Jember. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling pada perempuan pesisir Pantai Puger. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara dan observasi. Teknik analisis data menggunakan analisis Gender Moser, untuk membantu peneliti dalam menilai, mengevaluasi, merumuskan usulan dalam tingkat kebijaksanaan program yang lebih peka gender dengan menggunakan pendekatan terhadap peranan majemuk perempuan. Hasil penelitian ini diketahui bahwa perempuan pesisir Pantai Puger menjalankan peran reproduktif, produktif dan sosial dengan tergabung pada organisasi Sekolah Perempuan Puger Kreatif (SPPK). Perempuan Pesisir tidak hanya mampu menjalankan peranan reproduktifnya, namun juga mampu menjalankan peranan sosial dan produktifnya dalam mewujudkan peningkatan ekonomi untuk ketahanan keluarga.
Literasi Digital: Pemberdayaan Perempuan pada Kelompok Dasa Wisma di Kabupaten Banyuwangi Lusi Dwi Susanti; Deditiani Tri Indrianti; Muhammad Irfan Hilmi; Silvia Mariah Handayani
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/diklus.v6i2.49504

Abstract

Abstrak:  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana peran literasi digital dalam gerakan perempuan di kelompok Dasa Wisma di Kabupaten Banyuwangi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Tempat penelitian berlokasi di Dusun Balerejo, RT/RW 03/02, Desa Bumiharjo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi. Penentuan informan dari penelitian ini menggunakan teknik snowball sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles and Hubberman yaitu pengumpulan data, reduksi data, dan tahap penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan literasi digital anggota Dasa Wisma dilakukan dengan pendekatan secara konseptual yang berfokus pada aspek pengembangan kognitif dan sosial emosional. Pengetahuan dan kemampuan literasi digital berperan penting bagi kelompok Dasa Wisma dalam upaya memberdayakan perempuan, yakni upaya peningkatan kesejahteraan, memberikan akses agar lebih memiliki produktivitas, konsientisasi anggota, partisipasi di setiap kegiatan, dan kesetaraan dalam kekuasaan yang belum memiliki kontrol atau kuasa dalam pengambilan keputusan. Digital Literacy: Empowering Women in the Dasa Wisma Group in Banyuwangi RegencyAbstract: This research aims to identify and describe the role of digital literacy in the women's movement in the Dasa Wisma group in Banyuwangi Regency. This research uses a descriptive type of research with a qualitative approach. The research location is in Balerejo Hamlet, RT/RW 03/02, Bumiharjo Village, Glenmore District, Banyuwangi Regency. Determination of informants from this research using snowball sampling technique. Data collection techniques used are interviews, observation, and documentation. Data analysis used the Miles and Hubberman model are data collection, data reduction, and drawing conclusions. The results showed that the digital literacy knowledge of Dasa Wisma members was carried out with a conceptual approach that focused on aspects of cognitive and social emotional development. Digital literacy knowledge and skills play an important role for the Dasa Wisma group in efforts to empower women, namely efforts to improve welfare, provide more productive access, raise awareness of members, participate in every activity, and equality in power that does not have control or power in decision making.
Pengembangan desa wisata melalui pelatihan pembuatan souvenir Khas Pesisir pada masyarakat Pesisir Kabupaten Jember Linda Fajarwati; Muhammad Irfan Hilmi; Deditiani Tri Indrianti; Sylva Alkornia
Abdimas Siliwangi Vol. 6 No. 3 (2023): Oktober 2023
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/as.v6i3.21317

Abstract

Kabupaten Jember khususnya kecamatan Ambulu merupakan daerah wisata, disekitar pesisir desa Sumberejo kacamatan Ambulu memiliki banyak kearifan local seperti hasil laut dan kios-kios di tempat wisata yang belum termanfaatkan dengan baik, kreatifitas dan inovasi masyarakat masih sangat minim menjadi penyebab rendahnya keanekaragaman produk yang dipasarkan, padahal potensi sebagai daerah wisata tentunya menjanjikan dengan menjual produk-produk berupa souvenir khas pesisir yang dapat dipasarkan pada kios-kios di daerah wisata pantai payangan, teluk love, watu ulo dan papuma