Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Sanggar Seni Pemuda Edi Peni Dalam Pelestarian Budaya Lokal Di Desa Hadiluwih Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Pacitan Kurnianto, Aziz Mei; Indrianti, Deditiani Tri; Ariefianto, Lutfi
Learning Community : Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 3 No 2 (2019): Learning Community: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah FKIP Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jlc.v3i2.16803

Abstract

Generasi muda merupakan penggerak utama dalam proses pelestarian budaya. Pentingnya menjaga dan melestarikan kebudayaan lokal yang bertujuan untuk menghindarkan dari kepunahan. Sanggar Seni mempunyai peran yang sangat besar dalam proses melindungi kebudayaan lokal yaitu peran untuk menjaga dan melindungi kebudayaan local. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan informasi, perbandingan, dan referensi literatur bagi peneliti lain. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penentuan lokasi penelitian ini menggunakan metode purposive area yaitu di Sanggar Seni Pemuda Edi Peni Desa Hadiluwih Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Pacitan. Teknik menentukan informan penelitian menggunakan metode snowball sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan terdiri dari metode: wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik pengolahan data yakni perpanjang penelitian, penigkatan ketekunan, dan triangulasi menggunakan triangulasi sember. Analisis data yang akan digunakan yaitu pengumpulan data, reduksi data, melakukan display data atau penyajian data, dan mengambil kesimpulan dan verifikasi.
Learning Style Tendencies of Early Adult Community Education Students Across Cohorts Muhammad Irfan Hilmi; Jajat Sudrajat Ardiwinata; Deditiani Tri Indrianti; Sucianingsih Sucianingsih; Lutfi Ariefianto
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 7 No. 1 (2026): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v7i1.2139

Abstract

This study examines learning style tendencies among early adult Community Education students and compares their distribution across three cohorts. It responds to limited evidence on Kolb-informed experiential learning tendencies in community education, especially when such data are used for program-level pedagogical reflection rather than psychological labeling. A quantitative cross-sectional descriptive-comparative survey was conducted with total sampling of complete and valid responses from active students in the 2022, 2023, and 2024 cohorts (N = 210). An 18-item practical inventory, conceptually mapped to Kolb's experiential learning dimensions, classified tendencies into diverging, assimilating, accommodating, and converging. Data were analyzed using frequency distribution, cross-tabulation, chi-square test, and Cramer's V. Results showed that diverging was the most common tendency (34.8%), followed by assimilating (33.8%), accommodating (19.5%), and converging (11.9%). Cross-cohort differences were not statistically significant (χ²(6, N = 210) = 4.60, p = .596, V = .10). The findings indicate a stable reflective profile and support multimodal experiential pedagogy for classroom learning and community lab-site practice.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH MEKAR JAYA MOJOREJO KABUPATEN BLITAR Afifah Nurliana; Deditiani Tri Indrianti; Frimha Purnamawati
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol. 9 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/comm-edu.v9i1.28432

Abstract

UMKM Mekar Jaya adalah industri rumahan yang bergerak dalam produksi makanan ringan berupa stik dan keripik, memanfaatkan bahan baku lokal seperti daun kelor, daun luntas, dan seledri. Proses berdirinya UMKM Mekar Jaya didasari oleh kelemahan perekonomian rumah tangga. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau kesimpulan. Penelitian ini menggambarkan proses pemberdayaan masyarakat melalui 3 aspek. Aspek pertama yaitu pengembangan sumber daya manusia dengan memberikan pelatihan, pengetahuan, dan motivasi yang diperlukan untuk mengelola bisnis dan meningkatkan kemampuan manajerial pelaku UMKM dalam mengelola usaha secara efektif. Aspek kedua pengembangan kelembagaan yang berfokus pada pemasaran, permodalan dan kelembagaan. Proses pemasaran yang dilakukan merupakan strategi untuk meningkatkan keuntungan dan menjalin hubungan dalam kehidupan sosial. Terakhir, aspek pengembangan jaringan dan kemitraan, yang melibatkan kerja sama antara dua pihak dengan hak dan tanggung jawab yang setara dan saling menguntungkan. Kemitraan antar pelaku usaha didasarkan pada kebutuhan bersama, saling ketergantungan, dan saling menguntungkan. Kesimpulan penelitian ini adalah dalam UMKM Mekar Jaya Mojorejo telah dilaksanakan pemberdayaan masyarakat guna melepaskan diri dari kemiskinan dan keterbelakangan serta mengembangkan usaha lokal pada Desa Mojorejo.
Studi Kasus Pengelolaan Program Orang Tua Berdaya dalam Pengembangan Pendidikan Keluarga di Desa Kebaman Banyuwangi Ofri Somanedo; Didik Kurniawan; Arini Milla Chanifa; Deditiani Tri Indrianti; Muhammad Irfan Hilmi
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 2 (2026): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i2.19671

Abstract

Abstract: This study aims to evaluate the management of the Empowered Parents Program and its impact on community participation in developing family education in rural areas, namely Kebaman Village, Srono, Banyuwangi. Through a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews with 5 informants including 2 parents of program participants, 2 cadres, and 1 facilitator, participatory observation, and documentation studies. Data is analyzed thematically through data reduction, data presentation, and conclusion drawn. The results showed that increased attendance, involvement in discussions, parenting practices, or support for children's activities showed a positive contribution. Program management is carried out through the stages of planning family needs, conducting training and group discussions, and monitoring through cadre assistance and observation of family activities. Cadres play an active role in facilitating communication, providing motivation, and accompanying parents in family education activities. The form of community participation can be seen from the increased presence of parents in program activities, involvement in group discussions, and support for learning activities and childcare at home. Despite obstacles in the form of limited time and facilities, community support and cadre involvement are factors that support the sustainability of the program. This study recommends strengthening the monitoring and evaluation system so that the program can run more sustainably. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengelolaan Program Orang Tua Berdaya dan dampaknya terhadap partisipasi masyarakat dalam mengembangkan pendidikan keluarga di wilayah pedesaan yakni Desa Kebaman, Srono, Banyuwangi. Melalui pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 5 informan diantaranya 2 orang tua peserta program, 2 kader, dan 1 fasilitator, observasi partisipatif, serta studi dokumentasi. Data dianalisis secara tematik melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program berkontribusi pada meningkatnya kehadiran peserta, keterlibatan dalam diskusi kelompok, penerapan praktik pengasuhan positif, serta dukungan orang tua terhadap kegiatan belajar anak. Pengelolaan program dilakukan melalui tahapan perencanaan kebutuhan keluarga, pelaksanaan pelatihan dan diskusi kelompok, serta monitoring melalui pendampingan kader dan observasi kegiatan keluarga. Kader berperan aktif dalam memfasilitasi komunikasi, memberikan motivasi, dan mendampingi orang tua dalam kegiatan pendidikan keluarga. Bentuk partisipasi masyarakat terlihat dari meningkatnya kehadiran orang tua dalam kegiatan program, keterlibatan dalam diskusi kelompok, serta dukungan terhadap kegiatan belajar dan pengasuhan anak di rumah. Meskipun terdapat hambatan berupa keterbatasan waktu dan fasilitas, dukungan komunitas dan keterlibatan kader menjadi faktor pendukung keberlangsungan program. Penelitian ini merekomendasikan penguatan sistem monitoring dan evaluasi agar program dapat berjalan lebih berkelanjutan.