Claim Missing Document
Check
Articles

Penanaman Nilai-nilai Multikultural kepada siswa Berbasis Virtual Reality di SD Muhammadiyah 18 Surabaya Anam, Khoirul; Al Amin, Mukayat; Budiman, Agus; Kustianingrum, Ajeng Retno
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 4 (2024): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v8i4.23664

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penanaman nilai-nilai multikultural, yang meliputi nilai toleransi, persatuan, kekerabatan, dan keadilan, kepada siswa melalui media Virtual Reality (VR) di SD Muhammadiyah 18 Surabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 5 dan 6 yang berjumlah 60 orang. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan VR dalam pembelajaran nilai-nilai multikultural dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang toleransi, persatuan, kekerabatan, dan keadilan. Melalui pengalaman imersif yang diberikan oleh VR, siswa dapat merasakan langsung situasi dan kondisi berbagai budaya, yang memperkaya wawasan mereka dan menumbuhkan sikap inklusif. Selain itu, respons siswa terhadap pembelajaran berbasis VR sangat positif, dengan mayoritas siswa merasa lebih tertarik dan termotivasi untuk belajar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penanaman nilai-nilai multikultural berbasis VR efektif dalam meningkatkan kesadaran multikultural siswa di SD Muhammadiyah 18 Surabaya. Implementasi teknologi VR dalam pembelajaran diharapkan dapat menjadi model inovatif dalam pendidikan nilai-nilai multikultural di Indonesia. Kata Kunci: nilai-nilai multikultural, media pembelajaran virtual reality
Religious Conflict Management: A Study on the Ansor Youth Movement and Muhammadiyah in Lamongan, Indonesia Huda, Sholihul; Al Amin, Mukayat; Muhsinin, Mahmud
Abrahamic Religions: Jurnal Studi Agama-Agama Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Prodi Studi Agama-Agama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/arj.v4i1.22512

Abstract

Violence in the name of religion continues to sprout within Indonesian society. This article aims to describe the religious conflict resolution model of the NU Ansor Youth Movement and the Muhammadiyah Youth of the Paciran Lamongan Branch. This research employs a qualitative method with a sociological approach to religion, and data collection was conducted through interviews and the study of relevant literature. The findings of this study indicate that: 1) Both the NU Ansor Youth Movement and Muhammadiyah Youth reject violent models of preaching. 2) There is a difference in attitude towards perpetrators of violence, where the NU Ansor Youth Movement tends to adopt a non-accommodative firm stance, unequivocally rejecting and insisting that perpetrators of violence must be punished according to legal statutes, whereas Muhammadiyah Youth exhibits a firm-accommodative attitude, sternly condemning acts of violence but remaining willing to embrace and invite the perpetrators back to a tolerant and inclusive understanding. 3) The media of resolution employed include issuing advisory letters, press releases to the media, dialogues among community elements, conveying deradicalization insights through religious study sessions (Yasinan and Tahlilan), and the formation of Densus 99 Anti-Terror. 4) The conflict resolution model consists of two stages: long-term, aiming to build cadre awareness of the importance of a tolerant attitude and peaceful living through education, training, social and economic empowerment, ideological development, and the distribution of cadres to the public domain; and short-term, wherein preaching programs are executed sporadically and reactively at the time or after acts of violence to prevent the expansion and escalation of conflict.
Politik Identitas Islam : Studi Perilaku Pemilih Muslim di Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan pada Pemilu 2019 Mukayat, Al-amin
Al Hikmah Vol 7 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ah.v7i1.21380

Abstract

The 2019 Presidential Election in Indonesia was considered highly tense and had the potential to trigger conflicts among fellow countrymen. The argumentation involves two crucial aspects. Firstly, with only two pairs of candidates, namely Jokowi-Ma'ruf Amin and Prabowo-Sandiaga Uno, it led to a division among Indonesian voters due to the lack of alternative choices. Secondly, religious identity politics played a strong role in the 2019 Presidential Election campaign, deemed capable of threatening national unity. This paper analyzes the practice of identity politics in the 2019 Presidential Election using identity theory. The research highlights the social history of Islam and the politics of identity developed by Islamic political parties in the Paciran Sub-district, Lamongan. Additionally, the study also explores the political identity contestation within Islamic political parties in competing for Muslim voters in the sub-district. The results indicate that a long history of identity struggles has occurred in Paciran Village, and this ongoing contest is produced by community agents and structures to win candidates through arguments of shared identity, facilitating voter mobilization on behalf of the same identity. Keywords: Identity Politics, History, and Contestation
DAKWAH KOMUNITAS MUHAMMADIYAH DI KAWASAN PELACURAN KOTA SURABAYA Mukayat, Al-amin
Al Hikmah Vol 7 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ah.v6i2.21382

Abstract

The Surabaya City Government successfully curtailed prostitution activities by closing down red-light districts such as Dupak Bangunsari/Kremil and Dolly. However, these closures have left several issues for former sex workers still residing in these areas. In this context, Muhammadiyah Surabaya plays a key role in the guidance and empowerment of former sex workers. This research reveals the community preaching strategies of Muhammadiyah, including enhancing faith, providing entrepreneurial skills, intensive preaching in areas still practicing prostitution, micro-economic development, health counseling for those affected by sexually transmitted diseases, repurposing former prostitution locations, and psychological support through counseling. These strategies aim to provide sustained reinforcement and guidance to former sex workers, addressing their vulnerable and weakened psychological, sociological, and economic conditions post-closure. A qualitative approach is employed in this research through observation, interviews, and literature review. The research findings indicate Muhammadiyah's success in providing holistic support to former sex workers, imparting skills and knowledge, and assisting them in developing micro-economies to enhance their well-being. Keywords: Muhammadiyah Community Preaching, Surabaya City Prostitution Area
Religiusitas dan Kompetisi Sosial: Analisis Perilaku Perantau dalam Tradisi Berqurban pada Idul Adha di Desa Bulubrangsi Kecamatan Laren Kabupaten Lamongan Moh Rukhil Zulianto; Muhammad Wahid Nur Tualeka; Mukayat Al Amin
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 6 No. 4 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Juni - Juli 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i4.4869

Abstract

Studi ini melihat bagaimana tradisi berqurban pada momen Idul Adha di Desa Bulubrangsi Kecamatan Laren Kabupaten Lamongan, terutama di kalangan perantau yang berhubungan dengan religiusitas dan kompetisi sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perantau tetap terlibat dalam qurban meskipun mereka jauh dari kampung halaman dan bagaimana fenomena ini menunjukkan adanya aspek religiusitas dan perubahan sosial. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan perantau dan warga setempat yang berjumlah tiga responden. Hasil penelitian menujukkan bahwa religiusitas memainkan peran penting dalam mendorong perantau untuk berqurban di Desa asal mereka sebagai bentuk kepatuhan terhadap ajaran agama dan ikatan sosial mereka. Selain itu, kompetisi sosial muncul di antara para perantau, di mana kontribusi berqurban seringkali dianggap sebagai tanda keberhasilan dan status sosial. Meskipun kompetisi ini memiliki dampak positif dalam meningkatkan jumlah qurban dan memperkuat ikatan sosial, terdapat juga dampak negatif, seperti munculnya sikap riya’ dan kesenjangan sosial. Untuk memastikan bahwa tradisi qurban tetap bermakna sebagai bentuk kepedulian dan pengabdian masyarakat, perlu dijaga keseimbangan antara nilai ibadah dan aspek sosial. Dalam konteks penelitian ini, khususnya dalam tradisi berqurban pada Idul Adha, terdapat potensi untuk mengembangkan beberapa hipotesis baru yang lebih spesifik. Salah satu hipotesis yang dapat diusulkan adalah bahwa tingkat religiusitas individu berpengaruh signifikan terhadap tingkat partisipasi sosial mereka dalam tradisi berqurban.
Dakwah Muhammadiyah Amar Ma’ruf Nahi Munkar, Purifikasi Dan Tajdid Pada Aktivitas Keagamaan Di Lingkungan Kota Prabumulih Rahmatan Lil Alamin; Mukayat Al Amin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7030

Abstract

Dakwah Muhammadiyah merupakan perwujudan gerakan Islam untuk menganalisis implementasi dakwah Muhammadiyah di Kota Prabumulih melalui tiga pilar utama: Amar Ma'ruf Nahi Munkar, penyucian, dan pembaharuan. Dakwah Muhammadiyah di daerah ini menunjukkan dinamika unik yang sejalan dengan perkembangan sosial-religius masyarakat perkotaan yang terus berubah. Secara metodologis, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus, yang melibatkan observasi lapangan, analisis dokumen, dan wawancara dengan para pemimpin, penceramah, dan anggota organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik Amar Ma'ruf Nahi Munkar diwujudkan melalui penguatan kegiatan studi agama, pengembangan moral, pelayanan sosial, dan advokasi moral masyarakat yang menekankan pentingnya etika agama dalam lingkup sosial. Gerakan purifikasi tercermin dalam upaya menyucikan iman dan ibadah melalui pendidikan agama yang sistematis, penghapusan praktik-praktik takhayul, inovasi, dan takhayul, serta penguatan literasi Al-Quran dan Sunnah. Sementara itu, tajdid (pembaruan) diimplementasikan melalui pengembangan amal kebajikan, inovasi dalam metode dakwah digital, dan adaptasi kelembagaan untuk menghadapi tantangan modernitas. Kegiatan dakwah Muhammadiyah di Prabumulih telah terbukti memberikan kontribusi signifikan dalam membentuk masyarakat Islam yang progresif, moderat, dan responsif terhadap masalah-masalah sosial. Penelitian ini menegaskan bahwa sinergi antara penyucian dan tajdid merupakan landasan penting untuk menjaga relevansi dakwah di era kontemporer. Dengan demikian, dakwah Muhammadiyah di Prabumulih tidak hanya menjalankan misi keagamaan, tetapi juga menjadi agen transformasi sosial yang memperkuat nilai-nilai kesopanan publik dan pembaharuan masyarakat.
Konsep Ketuhanan dalam Al-Qur’an dan Implementasinya dalam Sikap Toleransi dan Moderasi Beragama dalam Kehidupan Sehari-hari Nora Elmirna; Mukayat Al Amin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7065

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep ketuhanan dalam Al-Qur’an serta menganalisis implementasinya dalam pembentukan sikap toleransi dan moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari. Al-Qur’an memuat nilai-nilai ketuhanan yang menekankan keesaan Allah, keadilan, kasih sayang, dan larangan memaksakan keyakinan, yang secara langsung berkontribusi terhadap terciptanya sikap keberagamaan yang inklusif dan humanis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan analisis tekstual terhadap ayat-ayat yang berkaitan dengan tauhid, kebebasan beragama, keadilan, dan hubungan antarumat beragama. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep tauhid tidak hanya bermakna pengakuan terhadap keesaan Tuhan, tetapi juga mencakup pengembangan akhlak sosial seperti menghormati perbedaan, menahan diri dari tindakan ekstrem, serta menjunjung nilai keadilan dalam interaksi sosial. Implementasi nilai ketuhanan ini dalam kehidupan sehari-hari terlihat melalui perilaku menghargai hak beragama orang lain, menghindari ujaran kebencian, mengedepankan dialog, dan menjaga kerukunan sosial. Penelitian ini menegaskan bahwa pemahaman mendalam terhadap konsep ketuhanan dalam Al-Qur’an dapat menjadi dasar yang kuat dalam membangun moderasi beragama dan memperkuat harmoni sosial dalam masyarakat multikultural
PENERAPAN TEKNOLOGI DI AIK DESIMINATIF: MENGOPTILMAKAN PROSES PENYEBARAN NILAI KEAGAMAAN Sahara, La; Amin, Mukayat Al
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.9009

Abstract

The development of digital technology presents both challenges and opportunities in the dissemination of Al-Islam and Kemuhammadiyahan (AIK) values. This study aims to analyze the application of digital technology and to formulate an optimization model for disseminating AIK values that aligns with the characteristics of digital society. A qualitative case study approach was employed, with data collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation from institutions actively utilizing digital platforms. The findings indicate that effective dissemination of AIK values is achieved through an integrated multi-platform digital ecosystem rather than reliance on a single medium. Social media functions to expand outreach, application-based platforms facilitate personalized interaction, and long-form video channels support in-depth learning. The effectiveness of this strategy is strengthened by a hybrid team model that integrates religious expertise and digital literacy in content management and audience engagement. The study concludes that optimizing the dissemination of AIK values requires the integration of technology, layered content strategies, collaborative human resources, and interactive community-based approaches. These findings contribute a conceptual framework that may serve as a reference for educational and religious institutions in developing sustainable digital-based religious value dissemination. Perkembangan teknologi digital menghadirkan tantangan sekaligus peluang dalam diseminasi nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan teknologi digital serta merumuskan model optimalisasi diseminasi nilai AIK yang sesuai dengan karakteristik masyarakat digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan studi dokumentasi pada institusi yang aktif memanfaatkan platform digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diseminasi nilai AIK yang optimal dicapai melalui ekosistem digital multi-platform yang terintegrasi, bukan melalui satu media tunggal. Media sosial berperan dalam memperluas jangkauan, platform aplikasi mendukung interaksi personal, dan kanal video berdurasi panjang berfungsi untuk pendalaman materi. Keberhasilan strategi ini diperkuat oleh model tim hibrida yang mengombinasikan kompetensi keagamaan dan literasi digital dalam pengelolaan konten dan interaksi audiens. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi diseminasi nilai AIK memerlukan integrasi teknologi, strategi konten berlapis, kolaborasi sumber daya manusia, serta pendekatan komunitas yang interaktif. Temuan ini memberikan kontribusi konseptual berupa kerangka strategis yang dapat dijadikan acuan bagi institusi pendidikan dan dakwah dalam mengembangkan diseminasi nilai keagamaan berbasis digital secara berkelanjutan.
UPAYA PEMBENTUKAN NILAI AGAMA ANAK RA UMMUL QURO WIJAYA MELALUI KEGIATAN MANASIK HAJI CILIK muhammad fahrul roji nasution; Mukayat Al Amin
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2025): Volume 12 No. 01 Maret 2026
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.10537

Abstract

This research was conducted at RA Ummul Quro Wijaya in Percut Sei Tuan District. This research discusses the role of Hajj simulation activities in shaping the religious values of early chilhood. This research aims to determine the role of the Hajj simulation activity on children’s religious values at RA Ummul Quro Wijaya. This research uses descriptive qualitative research involving two teachers. Data was collected thru interviews, observations, and documents. The data was analyzed qualitatively thru data collection, data reduction, data display, and drawing conclusions. Based on the results of this study, it shows that the positive impacts observed from this Hajj simulation activity are that children are able to learn about the fifth pillar of Islam, children are able to perform the pillars of Hajj, children are able to learn about religion from an early age, and this will accustom children to doing good deeds. The Hajj ritual activity in shaping religious values in children is also influenced by supporting and hindering factors.
PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS PESERTA DIDIK MELALUI PEMBIASAAN KEGIATAN KEAGAMAAN DI SMKN 1 POGALAN Wahyu Widyatama; Mukayat Al Amin
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2025): Volume 12 No. 01 Maret 2026
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.10686

Abstract

This study aims to describe the formation of students' religious character and religious activities at SMK Negeri 1 Pogalan. This research employs a qualitative approach with a descriptive-analytical method. Data sources consist of both primary and secondary data. Data collection techniques were conducted through interviews, observations, and documentation. The results of this study indicate that the formation of students' religious character through the habituation of religious activities at SMK Negeri 1 Pogalan begins with classroom learning, providing material based on the curriculum, syllabus, and lesson plans (RPP), which is then implemented through routine religious practices. These religious activities include cultivating the 5S culture (Salam / Greeting, Senyum / Smiling, Sapa / Courteous Addressing, Sopan / Politeness, Santun / Manners), congregational Dhuha prayer, reciting the Al-Qur'an before starting lessons and praying at the end of lessons, congregational Zuhur prayer, Friday prayer, Friday almsgiving (Infaq), "Healthy and Clean Friday" programs, the Commemoration of Islamic Holidays (PHBI), and the Pesantren Kilat (intensive Islamic boarding school program) during Ramadan.