Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Journal of Mechanical Engineering

Analisis Performa Mesin CNC Milling Mini 3 Sumbu Terhadap Akurasi Gerak Pemotongan Dwi Saputra, Luqman; Yudiyanto, Eko
Journal of Mechanical Engineering Vol. 1 No. 3 (2024): July
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jme.v1i3.3117

Abstract

Mesin CNC Milling adalah alat potong yang dioperasikan oleh mesin yang diprogram dan dikelola oleh sistem kontrol komputer untuk memotong material benda kerja secara akurat. Mesin CNC milling memiliki 3 sumbu yaitu X, Y, dan Z sebagai sumbu geraknya yang dapat memotong benda kerja dengan proses pengerjaan yang cepat, teliti, dan keakuratan tinggi. Parameter kecepatan pemakanan dan diameter cutter pada proses pemakanan akan dapat mempengaruhi kualitas hasil pada akurasi pemotongan benda kerja hasil proses pemakanan. Permasalahannya adalah pada kualitas hasil proses mesin CNC milling dipengaruhi pada parameter kecepatan potong dan diameter cutter yang digunakan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif untuk pengambilan data menggunakan eksperimen dengan variasi kecepatan pemakanan (816mm/menit, 979mm/menit, 1152mm/menit, 1728mm/menit) dengan variasi diameter cutter yang digunakan adalah (2, 4, 6mm) dengan material pahat adalah HSS dengan material benda kerja yang digunakan adalah alumunium. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa mesin CNC Milling Mini 3 Sumbu dapat mengerjakan proses pemesinan dengan toleransi ±0,1mm. Faktor yang menyebabkan penyimpangan adalah setting zero point dan proses perakitan perakitan rangka, ball screw, Linear motion guide dan lain-lain
Pengaruh Kecepatan Pemakanan dan Variasi Jenis Material terhadap Konsumsi Energi Proses Drilling Gumelar, Briyan Adit; Yudiyanto, Eko
Journal of Mechanical Engineering Vol. 2 No. 3 (2025): July
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jme.v2i3.4586

Abstract

Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh parameter pemesinan dan variasi material terhadap konsumsi energi pada proses drilling. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan menggunakan eksperimen. Pada penelitian ini memvariasikan kecepatan pemakanan dengan nilai 18, 37, dan 55 mm/menit dan variasi jenis material yang digunakan adalah Aluminium 6061, ST 37, dan ST 40 terhadap konsumsi energi. Proses penelitian dilakukan dengan menghitung konsumsi energi dan energi spesifik berdasarkan material removal rate (MRR). Hasil pada penelitian ini didapatkan bahwa pada Aluminium 6061, terdapat peningkatan kecepatan pemakanan secara signifikan dengan menurunkan konsumsi energi total dari 4499,91 J menjadi 2028,52 J dan energi spesifik dari 13,77 J/mm³ menjadi 4,83 J/mm³. Tetapi, pada material ST 37 dan ST 40, konsumsi energi kembali meningkat pada kecepatan 55 mm/menit setelah menurun di 37 mm/menit. Energi spesifik untuk ketiga material menunjukkan tren penurunan seiring meningkatnya MRR, bahwa energi spesifik Aluminium 4,8–13,9 J/mm³ lebih tinggi dari rentang 0,4–1,1 J/mm³. Sedangkan pada material ST 37 dan ST 40 5,8–16,4 J/mm³ berada dalam rentang standar baja 2,7–9,3 J/mm³. Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa pada kecepatan tinggi, meskipun terdapat penurunan energi spesifik, namum konsumsi energi justru meningkat. Ini terjadi karena peningkatan gaya pemotongan yang membutuhkan daya lebih besar. Sehingga pentingnya memilih kecepatan pemakanan yang tepat sesuai jenis material untuk dapat munurukan konsumsi energi dalam proses drilling.
Analisis Pengaruh Variasi Pelumas Sintetik dan Putaran Poros Terhadap Temperatur dan Rugi Energi Pada Sistem Mekanis Habibi, Krisna; Yudiyanto, Eko
Journal of Mechanical Engineering Vol. 2 No. 3 (2025): July
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jme.v2i3.4678

Abstract

Gesekan pada sistem mekanis menyebabkan peningkatan suhu dan rugi energi yang berdampak pada penurunan efisiensi kinerja. Pemilihan pelumas dengan karakteristik yang tepat menjadi salah satu faktor penting untuk mengurangi permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi jenis pelumas sintetik dan putaran poros terhadap temperatur kerja dan energi yang hilang pada bantalan luncur. Metode eksperimen digunakan dengan tiga jenis pelumas, yaitu semi-sintetik, full-sintetik, dan sintetik ester, pada tiga tingkat putaran poros: 1500, 2000 dan 2500 rpm. Temperatur diukur menggunakan thermometer digital, sedangkan rugi energi dihitung menggunakan persamaan W = V x I x t. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan putaran poros berbanding lurus dengan kenaikan suhu dan rugi energi. Pelumas semi-sintetik memiliki performa terendah dengan suhu 48,8°C dan rugi energi 453,15 kJ pada 2500 rpm akibat kestabilan termal rendah dan viskositas tinggi (15,8 cSt). Full-sintetik lebih stabil dengan suhu 47,0°C dan rugi energi 448,36 kJ. Sintetik ester paling efisien dengan suhu 45,3°C dan rugi energi 437,76 kJ karena viskositas lebih rendah (13,6 cSt) dan kestabilan termal tinggi. Pelumas ini direkomendasikan untuk aplikasi mekanis berkecepatan tinggi.
Analisis Pengaruh Jenis Material Sliding Bearing dan Putaran Poros Terhadap Peningkatan Temperatur Pada Sistem Transmisi Mekanik Ammar, Muhammad; Yudiyanto, Eko
Journal of Mechanical Engineering Vol. 2 No. 3 (2025): July
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jme.v2i3.4695

Abstract

Penelitian ini membahas peran penting sliding bearing dalam mendukung perputaran poros di sistem transmisi mekanik, khususnya dalam hal pengurangan gesekan dan beban termal yang ditimbulkan selama operasi mesin. Penelitian ini menggunakan tiga jenis material sliding bearing yaitu: kuningan, aluminium, dan besi cor serta mengamati pengaruh variasi putaran poros (1500 rpm, 2000 rpm, dan 2500 rpm) terhadap energi yang hilang akibat gesekan dan kenaikan temperatur. Metode yang digunakan adalah eksperimen kuantitatif dengan pengukuran temperatur melalui thermocouple dan pengukuan arus listrik sebagai indikator energi yang hilang. Hasil yang diperoleh diharapkan dapat memberikan pemahaman yang mendalam bagi perancangan sistem transmisi yang lebih efisien melalui pemilihan material yang tepat dan pengendalian kecepatan poros.