Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

MANAJEMEN STRATEGI DINAS PERDAGANGAN, KOPERASI DAN USAHA MIKRO DALAM UPAYA MENJAGA STABILITAS HARGA BERAS Nur Fa'izah; Ahmad Suprastiyo; Cahya Lukita
Publik: Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia, Administrasi dan Pelayanan Publik Vol. 11 No. 2 (2024): Publik: Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia, Administrasi, dan Pelayanan Publ
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37606/publik.v11i2.1105

Abstract

This research aims to investigate the strategic management implemented by the Department of Trade, Cooperatives, and Micro Enterprises in Bojonegoro Regency in maintaining the stability of rice prices. This is due to the inflation of rice prices, which are above the highest retail price. The research method is qualitative with a descriptive approach. Informant identification is carried out through Nonprobability Sampling Technique using purposive sampling method. Data collection techniques involve interviews and observations. This study refers to the theory of strategic management according to Freed R. David, focusing on Strategy Formulation, Strategy Implementation, and Strategy Evaluation. The research findings indicate that the strategic management undertaken by the Department of Trade, Cooperatives, and Micro Enterprises to maintain the stability of rice prices involves market operations and affordable markets, which are implemented in accordance with applicable regulations. However, there are still cases where some traders sell at prices that have been set. The conclusion drawn is that the strategic management carried out by the Department of Trade is functioning well, but increased field supervision is still needed to ensure the effectiveness of these strategies.
Analisis Peran Stakeholders dalam Program Pemberdayaan Ekonomi dan Sosial Melalui Sistem Agrosilvopastura di Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro Kasanah, Siti Nor; Suprastiyo, Ahmad; Lukita, Cahya
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 12, No 2 (2024): Jurnal Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37064/jpm.v12i2.22186

Abstract

Sistem Agrosilvopastura merupakan gabungan sektor kehutanan, pertanian dan peternakan dalam satu kesatuan pengelolaan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran stakeholders dalam program pemberdayaan ekonomi dan sosial melalui sistem agrosilvopastura di Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi . Informan yang terlibat berjumlah delapan orang yang terdiri dari IDFoS Indonesia, LMDH, PEPC, CDK, KPH Perhutani, Dinas Peternakan dan Perikanan, Kepala Desa dan Lembaga Amil Zakat. Teknis analisis data dilakukan dengan menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Adapun teknik keabsahan data yang dilakukan melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik dan triangulasi waktu untuk menguji kredibilitas data yang telah diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pemberdayaan ekonomi dan sosial berbasis sistem agrosilvopastura telah menunjukkan keberhasilan yang signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan melalui integrasi pertanian, kehutanan, dan peternakan secara berkelanjutan. Keberhasilan program dicapai tidak hanya melalui peningkatan produktivitas lahan dan pendapatan masyarakat, tetapi juga dalam pemulihan fungsi ekologis hutan. Peran pemangku kepentingan strategis, termasuk policy creator, koordinator, fasilitator, pelaksana, dan akselerator sangat penting dalam menciptakan sinergi yang efektif meskipun terdapat hambatan seperti akses jalan yang sulit, kapasitas SDM yang rendah dan kendala teknis lainnya. Dengan berkolaborasi antara stakeholders dan pendekatan berbasis partisipatif berhasil mengatasi hambatan dalam program. Dengan dukungan berkelanjutan serta peningkatan kapasitas berpotensi memberikan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan.
Evaluation of the Restructuring Policy for the Relocation of Street Vendors (PKL) in Bojonegoro, Indonesia Enjelina, Adinda Ayu; Suprastiyo, Ahmad; Junadi, Junadi
Publik : (Jurnal Ilmu Administrasi) Vol 13, No 2 (2024): December 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/pjia.13.2.127-143.2024

Abstract

This study aims to evaluate the effectiveness of the street vendor control policy (PKL) on Street Kartini, Bojonegoro Regency. This policy is designed to create a more orderly, comfortable trade environment and support economic activities without disturbing the aesthetics of the city and public order. This study uses a descriptive qualitative method with a case study approach. Data was collected through in-depth interviews with street vendors, direct observation at the relocation site, and analysis of policy documents and implementation reports from related agencies. The study results show that this policy has successfully achieved several targets in strategic locations such as Street Kartini, where traders reported an increase in customer visits and revenue. However, the effectiveness of this policy is still uneven, especially in other locations such as Street Rajekwesi and Veteran, which are considered less strategic and lack adequate facilities. The main challenges of this policy include traders' resistance to relocation, lack of supporting facilities, and weak supervision of policy implementation. To improve the success of the policy, the government is advised to improve inter-agency coordination, improve facilities at relocation sites, and actively involve traders in the planning and evaluation process. These measures are expected to ensure that the policy provides fair economic benefits for merchants while improving the aesthetics of the city and public order.
Good Governance in Environmentally Friendly Energy Management: Case Study of the Gas Network Program (Jargas) in Bojonegoro, Indonesia Sulistyaningrum, Ajeng; Suprastiyo, Ahmad; Kasiami, Sri
Publik : (Jurnal Ilmu Administrasi) Vol 13, No 2 (2024): December 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/pjia.13.2.113-126.2024

Abstract

Based on oil and gas reserve data, the Bojonegoro Regency government has the potential to build a gas distribution network for households (JARGAS) which is useful for reducing the use of petroleum. The Regent of Bojoengoro and 17 and the mayor, signed a memorandum of understanding with the Director General of Oil and Gas, Ministry of Mineral Resources (ESDM) for the provision and distribution of natural gas through the gas network. This study examines the role of Good Governance in environmentally friendly energy governance through a case study of the Jargas Program in Bojonegoro, which aims to replace LPG with clean energy. With a descriptive qualitative method, data will be collected through observation and interviews with stakeholders such as the regional government of the Economy and Natural Resources Section of the Bojonegoro Regional Secretariat, PT PGN Area Bojonegoro, and the community in Bojonegoro and secondary sources such as publications. This study examines the application of Good Governance principles, such as transparency, accountability, openness, and the rule of law. The study results indicate that strategic steps are needed to improve information transparency, transparency of use, and accountability from the regional government to expand access to gas networks to be more effective, transparent, and meet community needs. In conclusion, implementing Good Governance supports the sustainability of clean energy, but it is necessary to strengthen community participation and active socialization.
PERAN DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM Dr. R. SOSODORO DJATIKOESOEMO BOJONEGORO UNTUK MENINGKATKAN DISIPLIN PNS AHMAD SUPRASTIYO
JIAN (Jurnal Ilmiah Administrasi Negara) Vol. 1 No. 1 (2017): February 2017
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/jian.v1i1.58

Abstract

Pelayanan kesehatan sangat berperan dalam mewujudkan kesehatan masyarakat terutama dalam bidang pengobatan dan pemulihan. Disamping itu pelayanan kesehatan juga diarahkan pada upaya preventif terhadap pelayanan guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dalam rangka upaya meningkatkan disiplin PNS dilingkungan RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro, direktur telah memberikan arahan dan himbauan kepada seluruh PNS di lingkungan kerjanya untuk senantiasa melaksanakan tugas-tugas dengan semangat disiplin yang tinggi. Adapun upaya-upaya tersebut dilaksanakan melalui kegiatan rapat dinas yang dilaksanakan setiap bulan sekali, pemberian teguran kepada PNS yang lalai dalam disiplin waktu dan bentuk-bentuk pembinaan disiplin pegawai lainnya yang diberikan setiap hari pada acara apel pagi. fokus penelitian ini adalah Kegiatan pembinaan rutin, Kegiatan bidang keteladanan, Kegiatan persuasi dan penerangan, Pelaksanaan Undang-undang Kedisiplinan, Tingkat kepatuhan pada jam kerja, Presensi kehadiran, Kondisi tata ruang kantor, Tanggung jawab yang diselesaikan, Sanksi yang diberikan, berdasarkan Undang-undang Kepegawian. Adapun metode yang digunakan adalah metode deskripsi dengan pendekatan analisa kualitatif. Simpulan hasil penelitian bahwa peran direktur dalam rumah sakit umum dalam menigkatkan disiplin PNS sudah cukup baik. Saran Pimpinan organisasi tidak perlu ragu-ragu dalam memberikan hukuman administratif kepada pegawai dan memberikan penghargaan pada yang berprestasi. Selain itu juga harus tegas memberikan penilaian yang obyektif pada kinerja PNS. Tindakan ini nantinya juga akan menjadi parameter bagi bawahan dalam melaksanakan tugas setiap harinya.
Model Tatakelola Wisata Pemandian Air Panas Prataan Di Desa Wukirharjo Kecamatan Parengan Kabupaten Tuban Suprastiyo, Ahmad
JIAN (Jurnal Ilmiah Administrasi Negara) Vol. 4 No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/jian.v4i2.367

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan mengenai pengelolaan konsep wisata prataan dan melibatkan para stakeholder, penelitian ini dapat ditinjau dari pendekatan konsep tatakelola dengan fokus penelitian ialah tatakelola wisata dengan indikator Atraksi (Attractions), Fasilitas (Facility), infrastruktur (infrastructure), Transportasi (Transpiration), dan Keramah Tamahan (Hospitality). Adapun metode yang digunakan adalah dengan pendekatan kualitatif. Data dan informasi diperoleh dengan cara wawancara, dokumentasi, dan observasi. Pengambilan informan penelitian menggunakan teknik purposive dan snowball sampling, dalam proses penelitian terinventarisir sumber data primer sebanyak 24 informan. Dalam menganalisa menggunakan teknik analisis data interaktif Model miles and Huberman, yang mengemukakan bahwa “aktifitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas. Aktifitas dalam analisis data, yaitu data reduction, data display and conclusion drawing/verifying”. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, Pemerintah dalam hal ini, perum perhutani KKPH parengan dan para stakeholder telah melakukan beberapa proses dalam menjalankan pariwisata yaitu Atraksi, fasilitas ,infrastruktur,transportasi dan keramah tamahan.
Implementasi Program Keluarga Harapan (PKH) Dalam Peningkatan Taraf Pendidikan Di Desa Ngadirejo Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban Nur Safitri, Defi; Suprastiyo, Ahmad; Lukito, Cahya
JIAN (Jurnal Ilmiah Administrasi Negara) Vol. 5 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/jian.v5i2.377

Abstract

Program Keluarga Harapan merupakan salah satu program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada keluarga miskin dan rentan yang terdaftar dalam DTKS dan ditetapkan sebagai KPM PKH. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Implementasi Program Keluarga Harapan (PKH) dalam Peningkatan Taraf Pendidikan di Desa Ngadirejo Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban. Adapun jenis penelitian pada penelitian ini yaitu penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini berfokus pada implementasi program keluarga harapan dalam peningkatan taraf pendidikan dengan menggunakan empat faktor implementasi yang dikemukakan oleh George Edwards III yaitu komunikasi, sumberdaya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap pelaksana dari pihak pendamping PKH Desa Ngadirejo yang kurang melakukan pengawasan, dan ketua kelompok yang kurang transparan dalam penyampaian informasi. Hal ini menyebabkan warga penerima bantuan kurang mendapatkan informasi sehingga para penerima bantuan menggunakan bantuan PKH untuk keperluan lain. Faktor komunikasi pada implementasi PKH dalam peningkatan taraf pendidikan belum tercapai, hal ini di sebabkan oleh kurangnya sosialisasi. Pada faktor sumberdaya terdapat sumberdaya penghambat serta sumberdaya pendukung. Belum terdapat struktur kepengurusan yang lengkap menjadi hambatan dalam pelaksanaan program PKH. Faktor disposisi, kinerja pendamping PKH kurang melakukan pengawasan dan kurangnya menyampaikan informasi ketua kelompok. Struktur birokrasi, Koordinasi yang dilakukan oleh ketua kelompok dan pendamping merupakan salah satu upaya untuk mencapai tujuan PKH secara optimal.
Implementasi Program Bina Keluarga Lansia (BKL) Di Kabupaten Bojonegoro Ta’ala, Rahmatullilahi; Suprastiyo, Ahmad; Musta’ana
JIAN (Jurnal Ilmiah Administrasi Negara) Vol. 5 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/jian.v5i2.378

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi program Bina Keluarga Lansia (BKL) di Kabupaten Bojonegoro. Jenis penelitian ini ialah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun penelitian ini berfokus pada Implementasi Program Bina Keluarga Lansia (BKL) di Kabupaten Bojonegoro dengan menggunakan tiga indikator implementasi yang dikemukakan oleh Charles O Jones yaitu organisasi, interpretasi, dan pelaksanaan. Adapun metode yang digunakan adalah dengan pendekatan kualitatif. Data dan informasi diperoleh dengan cara wawancara, dokumentasi, dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan, pada aspek organisasi dalam hal sumber daya manusia pelaksana dalam melaksanakan kegiatan sudah mumpuni, tetapi dalam hal pelaporan terlengkalai karena beberapa PKB/PLKB yang usia senior kurang menguasai IT serta adanya kader poktan tingkat desa yang rangkap jabatan. Dari segi anggaran tidak ada masalah, hanya saja untuk fasilitas yang mendukung pelaksanaan program kurang tercukupi. Implementator melaksanakan kegiatan BKL gabung dengan posyandu lansia atau kegiatan lainnya.
Implementasi Program Keluarga Berencana Pada Pus Resiko Tinggi 4 Terlalu Di Kabupaten Bojonegoro Khanif, Mohammad; Suprastiyo, Ahmad; Lukito, Cahya
JIAN (Jurnal Ilmiah Administrasi Negara) Vol. 5 No. 1 (2021): February 2021
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/jian.v5i1.383

Abstract

Penelitian ini berawal dari ketertarikan peneliti dalam melihat adanya Program Keluarga Berencana pada PUS resiko tinggi 4 terlalu yang dilakukan pendataan yang semula menggunakan formular R/1/PUS atau pendataan secara manual namun pada saat ini telah dilakukan rekam data berbasis sistem informasi yang dapat mengetahui pasangan usia subur resiko tinggi dan mampu menekan angka kematian ibu dan anak di Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau rekam data PUS dan mendeskripsikan implementasi pada program keluarga berencana di Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Bojonegoro. Adapun jenis penelitian pada penelitian ini yaitu penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini berfokus pada implementasi program keluarga harapan dalam peningkatan taraf pendidikan dengan menggunakan empat faktor implementasi yang dikemukakan oleh George Edwards III yaitu komunikasi, sumberdaya, disposisi, dan struktur birokrasi. Teknik Pengumpulan Data Berupa Observasi, Wawancara dan Dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program keluara berencana pada PUS sudah berjalan dengan baik dan dampak berjalannya program keluarga berencana pada PUS resiko tinggi 4 terlalu melalui PUS alarm system pun cukup positif.
Collaborative Governance Dalam Penanganan Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) Di Kabupaten Bojonegoro Devi Septiana, Alfita; Suprastiyo, Ahmad; Swasanti, Ida
JIAN (Jurnal Ilmiah Administrasi Negara) Vol. 5 No. 1 (2021): February 2021
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/jian.v5i1.384

Abstract

Metodologi penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan, mencatat, analisis, dan menginterpretasikan kondisi yang terjadi atau ada. Informan dalam penelitian ini adalah 13 orang dari wilayah kecamatan Sumberrejo. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, kemudian penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh adalah bahwa : 1) Kondisi awal pembentukan tim Gugus Tugas bertujuan untuk meminimalisir jumlah masyarakat yang terpapar Covid-19, 2) Pembentukan tim Satgas hanya tersusun oleh beberapa aktor yang memiliki keterikatan dengan pemerintah, 3) Kepemimpinan di kecamatan Sumberrejo memanfaatkan kewenangannya dengan cukup baik dalam memengaruhi masyarakat untuk menaati prokes, 4) Proses kolaboratif dari Tim Gugus Tugas belum bisa dikatakan sebagai kolaborasi pendekatan Hexa Helix, karena belum ditemukan keterlibatan dari para akademisi, media massa, NGO, business, serta masyarakat yang terdampak. Kerjasama yang dilakukan melalui pembentukan Tim Gugus Tugas belum dapat dikatakan optimal jika dinilai dari pendekatan Hexa Helix. Kolaborasi dapat dikatakan optimal jika terdapat keterlibatan dari pihak- pihak yang berpengaruh dalam permasalahan yang terjadi. Seperti keterlibatan akademisi yang akan menyumbangkan pemikirannya sebagai masukan dalam kebijakan, peran business dan NGO dalam kontribusi materiil dan moriil bagi masyarakat. Berikutnya, peran media massa serta masyarakat yang terdampak dalam memengaruhi masyarakat lainnya untuk menaati prokes.