Filter By Year

1945 2024


Found 896 documents
Search Pengembangan Modul Ajar PTK

PENGEMBANGAN MODUL AJAR DEEP LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR Anggraini, Risky Fitri; Sadieda, Lisanul Uswah; Hidayati, Nurul
J-PiMat : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2025): J-PiMat
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika STKIP Persada Khatu;istiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/j-pimat.v7i2.5416

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul ajar matematika berbasis pendekatan deep learning yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan hasil belajar kognitif siswa. Metode penelitian menggunakan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang mencakup tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri atas 32 siswa kelas IX-F SMP Negeri 1 Waru pada semester genap tahun ajaran 2025/2026. Instrumen meliputi lembar validasi, angket respons siswa, serta tes pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan modul ajar memiliki tingkat kevalidan tinggi dengan Aiken’s V sebesar 0,875 (sangat valid), kepraktisan sebesar 0,7023 (praktis), dan efektivitas tinggi dengan skor N-Gain 0,78. Uji Wilcoxon signed-rank menghasilkan p < 0,001 dengan ukuran efek 1,00. Pendekatan deep learning diterapkan melalui prinsip mindful, meaningful, dan joyful learning yang diwujudkan dalam pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi. Modul ajar ini juga mengintegrasikan delapan Profil Pelajar Pancasila. Dengan demikian, modul ajar berbasis deep learning ini terbukti valid, praktis, dan efektif meningkatkan hasil belajar kognitif siswa. Disarankan agar penelitian lanjutan mengembangkan modul ajar serupa dalam format digital agar lebih adaptif terhadap pembelajaran abad ke-21.Kata Kunci: kognitif, pembelajaran mendalam, hasil belajar, modul ajar
PENGEMBANGAN MODUL AJAR BAHASA INDONESIA TENTANG MATERI CERITA FIKSI RAKYAT LUWU BERBASIS METODE SHOW AND TELL UNTUK MELATIH KETERAMPILAN BERBICARA SISWA KELAS V SD Wilda S, Nurul; Sukirman, Sukirman; Wiratman, Arwan
Primary Education Journals (Jurnal Ke-SD-An) Vol 5 No 3 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/primed.v5i3.6636

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul ajar Bahasa Indonesia pada materi cerita fiksi rakyat Luwu berbasis metode show and tell untuk melatih keterampilan berbicara siswa kelas V SDN 632 Saronda, Kabupaten Luwu. Latar belakang penelitian ini berangkat dari kebutuhan siswa terhadap bahan ajar yang lebih menarik, berwarna, dan dilengkapi gambar untuk meningkatkan motivasi belajar. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri atas 21 siswa kelas V, wali kelas, dan tiga validator. Data dikumpulkan melaluiwawancara dan angket, kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis kebutuhan mengindikasikan siswa lebih menyukai bahan ajar yang visual dan menarik. Validasi desainpembelajaran memperoleh nilai 85% (sangat valid), validasi materi 75% (valid), dan validasi bahasa 86,11% (sangat valid). Pada tahap implementasi, modul dinyatakan sangat praktis berdasarkan respon siswa dengan nilai 90,38% danrespon guru sebesar 95%. Uji keefektifan menunjukkan peningkatan hasil belajar, dengan nilai rata-rata pre-test 47,56 dan post-test 87,29. Perhitungan N-gain menghasilkan skor 0,76 dengan kategori tinggi. Dengan demikian, modul ajar Bahasa Indonesia berbasis show and tell pada materi cerita fiksi rakyat Luwu dinyatakan valid, praktis, dan efektif digunakan dalam pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa.
Pengembangan Modul Ajar Sejarah (IPS) Fase E Berbasis Kurikulum Merdeka: Integrasi Pengurangan Risiko Bencana (PRB) di SMAN 5 Tangerang Selatan Nisa, Jakiatin; Paripurno, Eko Teguh; Maharani, Yohana Noradika; Windarti, Anissa; Purwanta, Jaka; Nugroho, Arif Rianto Budi; Muryani, Eni
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 9 No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v9i3.31876

Abstract

The high impact of disasters on educational institutions in Indonesia requires strengthening disaster literacy in schools. So far, the preventive aspect of disaster management has not been optimal, particularly in the development of teaching modules that are contextual and responsive to disaster risks. This study aims to develop a Phase E Grade X History Teaching Module (Social Studies) based on the Merdeka Curriculum that integrates Disaster Risk Reduction (DRR). The research uses a Research and Development (R&D) approach with a modified ADDIE model, only implementing the Analyze and Design stages. The needs analysis stage (initial analysis) was conducted through literature studies, curriculum document reviews, interviews, and observations at the Disaster-Safe Educational Unit (SPAB) of SMAN 5 South Tangerang. he results of the needs analysis indicate that the existing History Teaching Module was still conventional and had not integrated DRR. The teaching module design stage was developed by integrating DRR through changes and additions: (a) initial competencies; (b) elements to be achieved from the Pancasila Student Profile Dimensions; (c) learning objectives; (d) sparking questions before learning activities; (e) activities in the Critical Thinking Core Activity section of individual assignments; (f) questions that test students' understanding; (g) in the formative and summative assessment sections of group assignments; and (h) in enrichment and remedial activities. This PRB Integrated History Teaching Module is expected to not only improve students' understanding of disaster history, but also instill the values of preparedness and social awareness, as well as support the Disaster Safe Education Unit (SPAB) program and sustainable education goals in Indonesia.
Pengembangan Modul Ajar Berbasis STEM Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa dalam Pembelajaran IPAS Kelas V MIS Rantau Panjang Nurhaliza, Nurhaliza; Syahfitri, Diani; Ramayani, Nurmisda
Invention: Journal Research and Education Studies Volume 6 Nomor 3 November 2025
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/invention.v6i3.2934

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul ajar berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) kelas V dengan materi Harmoni dalam Ekosistem di MIS Rantau Panjang serta untuk mengetahui validitas, kepraktisan, dan keefektifan modul tersebut dalam meningkatkan kemampuan berpikir siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. Subjek penelitian ini adalah 31 siswa kelas V MIS Rantau Panjang. Instrumen pengumpulan data meliputi wawancara, angket validasi ahli, angket respon guru dan siswa, serta tes kemampuan berpikir kritis (pretest dan posttest). Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dengan rumus persentase kelayakan dan uji efektivitas menggunakan rumus N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul ajar berbasis STEM yang dikembangkan memperoleh penilaian dengan kategori sangat valid dari ahli materi (skor 65,6%), ahli desain (skor 100%), dan ahli bahasa (skor 95,8%), serta sangat praktis berdasarkan respon guru (skor 87,5%) dan juga siswa (skor 100%). Hasil Uji efektivitas melalui melalui analisis N-Gain menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa dengan skor 0,80 dan berkategori sedang hingga tinggi. Dengan demikian, modul ajar berbasis STEM dinyatakan valid, praktis dan efektif untuk digunakan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran IPAS untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.
Pelatihan Pengembangan Modul Ajar untuk Pembelajaran Mendalam Melalui Integrasi Model Inkuiri dan Pendekatan Saintifik Bagi Guru Handoko, Handoko; Siregar, Rabiyatul Adawiyah; Hariri, Hasan; Hasanah, Uswatun; Monica, Mega Aria
Center of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cok.v5i2.2938

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini berfokus pada pelatihan guru-guru SMK dalam mengembangkan modul pembelajaran berbasis model inkuiri terpadu dan pendekatan saintifik. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan guru dalam mengembangkan modul yang inovatif dan memenuhi tuntutan Kurikulum Merdeka serta kebutuhan siswa abad 21. Pelatihan dilakukan melalui lokakarya dan pendampingan intensif yang meliputi penyampaian materi, persiapan praktikum, simulasi penerapan, dan umpan balik. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam merancang modul pembelajaran yang kontekstual, kreatif, dan aplikatif, sehingga mendukung pelaksanaan pembelajaran yang mendalam dan meningkatkan kualitas pendidikan di SMK.
PENGEMBANGAN MODUL AJAR BERBASIS MODEL CONNECTING, ORGANIZING, REFLECTING, DAN EXTENDING (CORE) PADA MATA PELAJARAN IPAS SISWA KELAS 5 DI MI AL-MUHDHARIYAH NO.07 TOKKE KABUPATEN LUWU UTARA Prasiska, Ega; Tenrijaya; Lilis Suryani
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 5 No 4 (2025): Vol. 5 No. 4 Edisi November 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v5i4.3590

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul ajar berbasis model pembelajaran CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending) pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk siswa kelas V di MI Al-Muhdhariyah No.07 Tokke, Kabupaten Luwu Utara. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa yang sebagian besar belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahap: Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Modul dikembangkan berdasarkan hasil analisis kebutuhan dan divalidasi oleh ahli materi, media, serta bahasa. Hasil validasi menunjukkan bahwa modul berada pada kategori “layak digunakan dengan revisi ringan”. Implementasi modul menunjukkan peningkatan signifikan pada hasil belajar siswa, dari rata-rata 61,49 sebelum penggunaan modul menjadi 81,24 setelah penerapan. Seluruh siswa berhasil mencapai KKM (100%), dan respon guru serta siswa menunjukkan tingkat kepraktisan yang sangat tinggi. Dengan demikian, modul ajar berbasis model CORE terbukti efektif dan praktis dalam meningkatkan hasil belajar IPAS serta keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran.  
PENGEMBANGAN MODUL AJAR MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA KELAS IV SDIT AL-FURQAN PALANGKARAYA Wulandari, Ayu; Sulistowati; Mahmudah, Istiyati
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 5 No 4 (2025): Vol. 5 No. 4 Edisi November 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v5i4.4290

Abstract

Pendidikan abad ke-21 menuntut siswa memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Dalam hal tesebut, diperlukan bahan ajar yang inovatif dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa serta untuk mengetahui bagaimana proses pengembangan modul ajar berbasis Project Based Learning (PjBL) untuk memudahkan siswa dalam memahami materi “Hak dan Kewajiban”. Di kelas IV SDIT Al-Furqan Palangkaraya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Research and Development (R&D). Model yang digunakan pada penelitian ini adalah 4D dengan tahapan pengembangan Define, Desain, Development, Disseminate. Tahap Define meliputi analisis kebutuhan akan perangkat pembelajaran, analisis karakteristik siswa (visual dan audio visual), dan analisis materi yang disesuaikan dengan Capaian Pembelajaran (CP) serta Tujuan Pembelajaran (TP). Tahap Desain melibatkan pembuatan storyboard dan penentuan CP, ATP, dan TP. Pada tahap pengembangan, modul divalidasi oleh ahli materi dan ahli modul ajar. Tahap Developmement meliputi hasil validasi, yang ditunjukan dengan hasil bahwa modul ajar sangat layak, dengan persentase 89,77% dari ahli modul ajar dan 93,33% dari ahli materi. Efektivitas modul ini terbukti dari hasil uji N-gain dapat dilihat bahwa terdapat peningkatan hasil belajar siswa setelah belajar menggunakan modul ajar berbasis PjBL yaitu sebesar 90,35%. Berdasarkan kategori dan tafsiran efektivitas penggunaan modul ajar berbasis PjBL pada penelitian dan pengembangan ini termasuk pada kategori “efektif” untuk meningkatkan nilai hasil belajar siswa kelas IV SDIT Al-Furqan Palangka Raya. Secara keseluruhan, modul ajar berbasis PjBL ini layak dan efektif dalam meningkatkan pemahaman serta hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila
Pelatihan Pengembangan Modul Ajar dengan Pendekatan Deep Learning di SMAS Muhammadiyah 2 Pontianak Mukhlishin, Hamdil; Susanti, Widya; Rahmat
Journal of Community Development Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i2.1785

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan modul ajar inovatif dengan mengintegrasikan pendekatan Deep Learning di SMAS Muhammadiyah 2 Pontianak, mengatasi permasalahan rendahnya pemahaman guru terhadap konsep tersebut dan ketiadaan modul ajar yang relevan. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah kombinasi dari pelatihan konseptual, lokakarya praktikum, dan pendampingan intensif yang ditutup dengan evaluasi hasil. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan dan keterampilan guru dalam merancang modul ajar berbasis Deep Learning, dibuktikan dengan evaluasi pretest-posttest yang memperlihatkan peningkatan pemahaman konseptual sebesar 45%. Kesimpulannya, kegiatan ini berhasil menjadi langkah strategis dalam mewujudkan pembelajaran yang lebih bermakna dan berorientasi pada penguatan kompetensi guru, dengan luaran berupa modul ajar yang terpublikasi, publikasi media daring, dan video dokumentasi pelatihan.
Analisis Kebutuhan Mahasiswa terhadap Bahan Ajar sebagai Dasar Pengembangan E- Modul Fisika Kesehatan AJ, Suharli; Furqon, M; Lestari, Neneng; Rosa Winda, Febrina; Rahmayani, Fadillah; Putri.Z, Rahmi
Jurnal Literasi Pendidikan Fisika (JLPF) Vol. 6 No. 2 (2025): November
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jlpf.v6i2.5582

Abstract

Pembelajaran Fisika Kesehatan di perguruan tinggi masih menghadapi kendala berupa kompleksitas materi dan terbatasnya bahan ajar kontekstual yang berdampak pada rendahnya pemahaman konsep serta kemandirian belajar mahasiswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan mahasiswa terhadap bahan ajar sebagai dasar pengembangan e-modul interaktif yang relevan, kontekstual, dan mendukung pembelajaran mandiri. Penelitian dilaksanakan pada Mei 2025 di Program Studi Pendidikan Fisika, FKIP Universitas Jambi dengan metode deskriptif eksploratif. Subjek penelitian adalah 24 mahasiswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling, sedangkan data dikumpulkan menggunakan lembar observasi awal dan angket kebutuhan, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan mahasiswa membutuhkan modul yang mudah diakses, bersifat interaktif, relevan dengan riset terbaru, serta dilengkapi dukungan visual dan multimedia yang menarik. Temuan ini menegaskan pentingnya bahan ajar yang selaras dengan karakteristik dan preferensi mahasiswa. Berdasarkan hasil tersebut, direkomendasikan pengembangan sekaligus uji coba e-modul Fisika Kesehatan berbasis potensi lokal, teknologi inovatif, dan keterampilan abad ke-21 untuk memperkuat pemahaman konseptual, meningkatkan kemandirian belajar, serta membangun kompetensi aplikatif mahasiswa.
PENGEMBANGAN MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA Gea, Elvin Sri Sandy; Mendrofa, Ratna Natalia; Mendrofa, Netti Kariani; Telaumbanua, Yakin Niat
JURNAL PEMBELAJARAN DAN MATEMATIKA SIGMA (JPMS) Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan (FKIP) Universitas Labuhan Batu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpms.v11i2.8045

Abstract

This study aims to develop a PBL-based teaching module that is valid, practical, and effective in enhancing students’ mathematical problem-solving abilities. The research method employed is development research using the ADDIE model, which consists of the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The research data include qualitative data in the form of validator comments and quantitative data such as validation scores, student and teacher responses, and the results of problem-solving ability tests. The research instruments consist of learning outcome tests, validation questionnaires, and student and teacher response questionnaires. The findings reveal that the developed teaching module is highly valid with a score of 98.33%. The practicality of the module, as assessed by students and teachers, reached 95.1% and 94.5% respectively. Moreover, the module was proven to be highly effective in improving students’ mathematical problem-solving abilities, achieving an effectiveness score of 95.1%. Therefore, the PBL-based teaching module developed through the ADDIE model meets the criteria of validity, practicality, and effectiveness, and is feasible to be used as a learning resource to enhance students’ mathematical problem-solving skills.

Page 80 of 90 | Total Record : 896