cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Majalah Kesehatan FKUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
This journal uses Open Journal Systems 2.4.7.1, which is open source journal management and publishing software developed, supported, and freely distributed by the Public Knowledge Project under the GNU General Public License.
Arjuna Subject : -
Articles 334 Documents
EVALUASI KUALITAS HIDUP DAN SKALA NYERI PADA LANJUT USIA PENYINTAS COVID-19 PASCA RAWAT INAP Soenarti, Sri; Sutanto, Heri; Indiastari, Dewi; Budiarti, Niniek; Hermanto, Djoko Heri; Susanto, Jefri Pratama
Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2023): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2022.010.02.5

Abstract

COVID-19 menyebabkan banyaknya kematian pada populasi lanjut usia (lansia). Di Indonesia, hingga akhir Mei 2021 terdapat 49% kematian akibat COVID-19 dan pada pasien di atas 60 tahun (lansia) hanya didapatkan 10% kasus sembuh. Lansia dikategorikan sebagai kelompok berisiko terinfeksi virus Corona.  Wabah penyakit ini tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik tetapi juga kesehatan mental. Pada saat pandemi, memahami kualitas hidup lansia yang sembuh dari COVID-19 pasca perawatan di rumah sakit adalah tantangan global yang baru. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil data lansia yang selamat dari COVID-19 pasca rawat inap untuk dinilai kualitas hidupnya dan kesehatan diri. Penilaian dengan wawancara melalui telepon. Data demografi, sosial ekonomi, status kesehatan diambil dari rekam medis pasien. Responden memperoleh rerata skor kualitas hidup (EQ-5D) 0,911 dan rerata skor VAS 89,6. Nyeri sendi memiliki korelasi yang signifikan secara statistik dengan ketidaknyamanan (p < 0,000). Lama rawat inap kurang dari 14 hari memiliki hubungan yang bermakna dengan ketidaknyamanan (p < 0,05).  Sedangkan dimensi lain seperti mobilitas, perawatan diri, aktivitas sehari-hari dan kecemasan/depresi tidak berkorelasi dengan ketidaknyamanan secara signifikan.  Kesimpulannya, kualitas hidup dan kesehatan diri yang dilaporkan oleh lansia penyintas COVID-19 relatif  bagus. Adanya keluhan nyeri sendi dikaitkan dengan kualitas hidup yang lebih buruk (dimensi ketidaknyamanan), sementara risiko ketidaknyamanan meningkat secara signifikan dengan lama rawat yang lebih singkat.
Tinjauan Literatur: BACIRUS (BANANA VACCINNE FOR ROTAVIRUS): POTENSI EDIBLE VACCINE BERBASIS PROTEIN VP7 PADA PISANG AMBON (Musa acuminata) SEBAGAI PENCEGAH DIARE ROTAVIRUS Rosyida, Risna Afiatur; Fath, Mohammad Daffa Athallah; Khoviva, Marissa Nur
Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2023): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2022.010.02.7

Abstract

Diare menjadi penyebab kematian terbesar kedua pada balita di dunia dengan jumlah kematian sekitar 525.000 setiap tahunnya. Salah satu penyebab utama diare adalah infeksi rotavirus. Pencegahan diare dengan vaksin sudah banyak dilakukan, tetapi belum semua anak mendapatkan vaksin rotavirus. Tujuan literatur review ini adalah menjelaskan potensi BACIRUS (Banana vaccine for rotavirus) yang merupakan edible vaccine berbasis protein VP4 dan VP7 pada tanaman transgenik pisang ambon (Musa acuminata) dalam pencegahan diare akibat rotavirus. Metode yang digunakan yaitu analisis dan sintesis dari beberapa referensi. Target dari BACIRUS adalah protein VP7 yang mampu merangsang respons imun protektif serta menginduksi antibodi pada manusia. Berdasarkan hasil uji klinik pada mencit, efikasi BACIRUS dapat memberikan respons imun mukosa yang lebih baik daripada responss humoral. Selain itu, BACIRUS dapat meningkatkan produksi TGF-b sebanyak dua hingga empat kali lipat, sitokin IL-2, dan IFN-g, serta memunculkan CTL dan Sel T CD8+ sebagai respons imun yang mampu melindungi dari rotavirus gastroenteritis dan memediasi pembersihan kronis infeksi rotavirus. Uji klinik menunjukkan efektivitas pada manusia, yakni 91% terdapat peningkatan kadar antibodi sebesar 4 kali lipat, dan 55% menunjukkan peningkatan kadar antibodi di intestinal sebesar 4 kali lipat. Selain itu, proses produksi BACIRUS membutuhkan biaya yang murah, bahan dasar mudah dikembangbiakkan, serta dapat dikonsumsi secara oral. Dengan demikian, BACIRUS berpotensi dalam pencegahan diare akibat rotavirus.
FAKTOR DETERMINAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI PADA WANITA USIA SUBUR DENGAN DISABILITAS DI PROVINSI BALI Suariyani, Ni Luh Putu; Artha, Luh Putu Wulandari; Widarini, Putu; Tresna Adhi, Kadek
Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2023): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2022.010.02.4

Abstract

Penyandang disabilitas memiliki masalah yang sangat kompleks. Penyandang disabilitas perempuan memiliki fungsi dan organ reproduksi yang sama dengan perempuan nondisabilitas. Untuk mengendalikan jumlah penduduk, perempuan dengan disabilitas juga membutuhkan akses penggunaan kontrasepsi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan kontrasepsi pada wanita usia subur dengan disabilitas di provinsi Bali. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian cross-sectional dengan analisis univariat dan bivariat. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling dan snowball. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 160 orang dengan kriteria wanita disabilitas usia subur baik yang sudah menikah atau belum menikah dan berdomisili di provinsi Bali. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagain besar responden tidak menggunakan alat kontrasepsi (70,6%). Faktor usia dan tingkat pendidikan berpengaruh secara bermakna pada penggunaan alat kontrasepsi (p < 0,05), sedangkan faktor pekerjaan tidak berpengaruh signifikan (p = 0,749). Diharapkan dapat dilakukan penelitian lanjutan mengenai faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi penggunaan alat kontrasepsi pada wanita usia subur dengan disabilitas.
ANALISIS KEBUTUHAN SISTEM INFORMASI KESEHATAN SEKOLAH UNTUK MENINGKATKAN PEMANTAUAN DAN PENGELOLAAN KESEHATAN ANAK: (STUDI KUALITATIF PADA SEKOLAH-SEKOLAH MUHAMMADIYAH) Arini, Merita; Suryanto, Farid; Puspita, Gina
Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2023): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2022.010.02.1

Abstract

Kesehatan anak usia sekolah yang meliputi kecukupan gizi, status kesehatan, serta berbagai faktor risiko penyakit dapat diprediksi dan dikelola untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal di masa mendatang. Muhammadiyah memiliki jaringan sekolah yang tersebar luas di seluruh Indonesia, sehingga sangat potensial untuk membangun kesehatan anak sejak dini. Hingga saat ini, belum tersedia sistem informasi untuk pencatatan kesehatan anak usia sekolah yang terintegrasi di sekolah-sekolah Muhammadiyah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi praktik yang ada dalam pengelolaan kesehatan anak di Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtida’iyah (MI) milik Muhammadiyah saat ini dan memetakan gambaran kebutuhan sistem informasi yang dapat digunakan untuk meningkatkan pemantauan dan pengelolaan kesehatan. Penelitian menggunakan desain kualitatif eksploratif dengan melakukan focus group discussion pada guru dan pimpinan/pengelola SD/MI Muhammadiyah di wilayah Jawa Tengah (n = 7) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (n = 8). Informan dipilih secara purposive sampling. Selanjutnya, data  dilakukan transkrip secara verbatim dan analisis tematik. Hasil menunjukkan bahwa implementasi pengelolaan kesehatan anak di sekolah-sekolah yang diteliti beragam. Hambatan yang dihadapi meliputi kompetensi guru tentang kesehatan anak, beban kerja guru yang tinggi, belum optimalnya kerjasama lintas sektor dan peran wali murid, serta terjadinya pandemi. Berdasarkan FGD, didapatkan 4 tema: 1) urgensi pengelolaan kesehatan anak sekolah; 2) kurang optimalnya pengelolaan kesehatan anak sekolah; 3) pentingnya dukungan pengambilan keputusan; 4) kebutuhan sistem informasi kesehatan. Dapat disimpulkan bahwa sebagian hambatan dan perbaikan pemantauan dan pengelolaan kesehatan anak seperti integrasi pencatatan dan pelaporan, pelibatan pihak terkait, serta pendampingan  potensial dapat dilakukan dengan membangun sistem informasi kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan pengguna.
PENGARUH PANDEMI COVID-19 TERHADAP KARAKTERISTIK PEKERJAAN DAN KUALITAS HIDUP PROFESIONAL PSIKIATER: SEBUAH STUDI EKSPLORASI Putri, Frilya Rachma; Andarini, Sri; Yudhantara, Dearisa Surya; Ulya, Zuhrotun
Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2023): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2022.010.02.2

Abstract

Banyak tenaga kesehatan profesional yang mengalami burnout selama pandemi COVID-19, termasuk psikiater sebagai pemberi layanan kesehatan jiwa. Meningkatnya jumlah kasus, konsulan, rujukan, serta keterbatasan sumber daya membuat karakteristik kerja psikiater penuh tekanan dan menurunkan kualitas kehidupan profesional psikiater. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi karakteristik pekerjaan dan kualitas hidup profesional psikiater selama pandemi COVID-19. Responden dalam penelitian ini berjumlah sepuluh orang psikiater anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) cabang Malang yang bertugas dalam pelayanan klinis selama pandemi COVID-19 dan dipilih menggunakan purposive sampling. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi interpretatif dengan metode wawancara mendalam. Didapatkan dua tema terkait karakteristik pekerjaan psikiater selama pandemi COVID-19, yaitu peran penting dalam mendukung kesejahteraan pasien, keluarga pasien, staf tenaga kesehatan lain yang berisiko, dan masyarakat, serta dualitas tanggung jawab menghadapi masalah neuropsikiatri maupun kondisi medis umum. Didapatkan tiga tema terkait kualitas hidup psikiater selama pandemi COVID-19, yaitu dilema antara hak atas keselamatan dan tanggung jawab, kepuasan kerja, serta kelelahan dalam bekerja. Kesimpulannya, karakteristik kerja psikiater selama pandemi COVID-19 cukup kompleks karena memainkan peran penting bagi pasien dan keluarganya, tenaga kesehatan lain, serta masyarakat, dan juga menghadapi dualitas tanggung jawab. Kualitas hidup psikiater selama pandemi COVID-19 dipengaruhi oleh dilema antara tanggung jawab dan hak atas keselamatan. Psikiater menemukan rasa kepuasan, walaupun secara umum kepuasan kerja menurun karena tidak bisa melakukan pelayanan maksimal. Meningkatnya rasa cemas, menurunnya kepuasan kerja, serta peningkatan beban kerja menimbulkan kelelahan pada psikiater, sehingga menurunkan kualitas hidup profesional psikiater.
FAKTOR RISIKO TERJADINYA KASUS TUBERKULOSIS BERULANG DI KABUPATEN MUARA ENIM PROVINSI SUMATERA SELATAN Marini; Suryaningtyas, Nungki Hapsari; Santoso
Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2023): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2022.010.02.3

Abstract

Kasus Tuberkulosis (TBC) berulang menjadi tantangan dalam target eliminasi TBC 2030 sehingga menjadi prioritas program, karena berpotensi menjadi TBC resisten obat (RO). Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor risiko terjadinya kasus TBC berulang. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Muara Enim Provinsi Sumatera Selatan selama 6 bulan menggunakan disain case-control study secara retrospektif. Sampel kasus penelitian adalah semua pasien TBC di 12 Puskesmas di Kabupaten Muara Enim Provinsi Sumatera Selatan pada saat dilakukan penelitian yaitu sebanyak 46 orang, sedangkan kontrol adalah pasien TBC yang telah dinyatakan sembuh sesuai dengan jadwal pengobatan pada 2 tahun terakhir (2017-2019) sebanyak 92 orang (perbandingan 1:2). Variabel terikat pada penelitian ini adalah pasien TBC berulang/TBC RO dan variabel bebas yaitu karakteristik responden (jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan), perilaku etika batuk, tingkat pengetahuan, kepatuhan minum obat, sikap, lingkungan dan peran PMO. Data diperoleh dengan menyebarkan kuesioner terstruktur kepada responden dengan bantuan petugas Puskesmas. Analisis faktor risiko dengan nilai p < 0,05 dipertimbangkan sebagai hasil yang bermakna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara statistik sikap pasien dalam menghadapi penyakit TBC yang dideritanya memiliki hubungan yang signifikan dengan terjadinya kasus TBC berulang. Penyuluhan perlu menjadi perhatian khusus untuk meningkatkan pengetahuan penderita dan harapannya mampu mengubah sikap responden terhadap penyakit TBC, pada materi penyuluhan sebaiknya ditambahkan juga pengetahuan bahwa setelah dinyatakan sembuh tidak membuat pasien menjadi kebal terhadap kuman TBC, tetapi kemungkinan untuk terinfeksi baru ataupun kambuh masih mungkin bisa terjadi. Penyuluhan diharapkan mampu mengubah sikap dan pandangan responden terhadap penyakit TBC, sehingga responden dapat menerapkan di kehidupan sehari-hari.
TERAPI PSIKORELIGI EFEKTIF MENINGKATKAN SELF-EFFICACY PASIEN LUPUS Dewi, Elvira Sari; Kusuma, Ayu Widia; Dewi, Heriberta Tabita Marta; Wihastuti, Titin Andri; Hidayah, Ridhoyanti; Evi, Nurul
Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2023): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2023.010.03.2

Abstract

Self-efficacy pasien lupus perlu ditingkatkan agar individu memiliki keyakinan dalam mendukung penerimaan terhadap keadaan sakit yang dialaminya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi psikoreligi terhadap self-efficacy pasien lupus di Yayasan Kupu Parahita Indonesia. Penelitian dilakukan dengan metode kuasi eksperimental tanpa kelompok kontrol dengan desain one-group pretest-posttest design. Sebanyak 16 sampel pasien lupus di Yayasan Kupu Parahita Indonesia dipilih acak atau simple random sampling, yang selanjutnya disesuaikan dengan kriteria yang telah ditentukan, kuesioner pengukur self-efficacy yang digunakan yaitu kuesioner General Self-Efficacy (GSE). Terapi psikoreligi yang diberikan dalam penelitian ini yaitu dengan menonton rangkaian video terapi berdurasi 28 sampai 30 menit seminggu sekali selama sebulan. Analisis statistik yang digunakan yaitu uji t berpasangan dengan α = 0,05. Hasil rerata self-efficacy (skor GSE) sebelum dan sesudah terapi adalah 28,25+1,81 dan 33,06+3,39 (p = 0,000).  Dapat disimpulkan bahwa terapi psikoreligi efektif dalam meningkatkan self-efficacy pasien lupus. Hasil ini dapat dijadikan dasar terapi alternatif untuk meningkatkan self-efficacy pasien lupus dalam menghadapi sakitnya.
OPTIMASI METODE LOOP MEDIATED ISOTHERMAL AMPLIFICATION UNTUK DETEKSI GEN gyrB Mycobacterium tuberculosis PADA SPESIMEN URIN Naully, Patricia Gita; Hidashanti, Sevyya Risna Putri; Wasdili, Fini Ainun Qolbi
Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2023): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2023.010.03.1

Abstract

Salah satu metode alternatif untuk pemeriksaan tuberkulosis (TB) adalah Loop Mediated Isothermal Amplification (LAMP) dengan gen gyrB sebagai penandanya. Spesimen yang umumnya digunakan untuk pemeriksaan tersebut adalah sputum, namun proses pengambilan dan penanganannya cukup sulit. Maka dari itu, beberapa penelitian menyarankan menggunakan spesimen urin. Tujuan penelitian ini adalah menentukan kondisi optimum metode LAMP dalam mengamplifikasi gen gyrB dari Mycobacterium tuberculosis (MTB) pada spesimen urin. Spesimen urin yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari penderita TB di Puskesmas Cimahi Selatan. Penelitian diawali dengan isolasi deoxyribonucleic acid (DNA) dari urin, lalu gen gyrB diamplifikasi dengan metode LAMP. Amplifikasi dilakukan pada berbagai varian suhu yaitu 59–62 oC dan konsentrasi DNA template sebesar 25 ng/µL, 50 ng/µL, 100 ng/µL serta 200 ng/µL. Amplikon divisualisasi dengan metode elektroforesis agarose. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gen gyrB yang berukuran 320 bp hanya berhasil diamplifikasi dari DNA template dengan konsentrasi sebesar 100 ng/µL dan 200 ng/µL. Pita amplikon yang paling jelas dan tebal terlihat pada konsentrasi 200 ng/µL. Berdasarkan optimasi suhu amplifikasi diketahui bahwa gen gyrB berhasil diamplifikasi pada suhu 59–62 oC, namun pita yang paling tebal terbentuk pada suhu 61oC. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa gen gyrB dapat diamplifikasi secara optimum menggunakan metode LAMP pada suhu 61 oC dan dengan konsentrasi cetakan DNA sebesar 200 ng/µL.
PERBANDINGAN KADAR VITAMIN D PADA SERUM PASIEN COVID-19 DENGAN ANGGOTA KELUARGA SERUMAH YANG SEHAT Tandirogang, Nataniel; Nuryanto, Muhammad Khairul; Ningrum, Yuliana Kartika; Saputra, Rudi; Aminyoto, Meiliati
Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2023): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2023.010.03.4

Abstract

Imunitas merupakan faktor penting dalam mencegah infeksi COVID-19. Vitamin D memiliki peran penting dalam mengatur dan menjaga sistem imun tubuh terutama terhadap infeksi virus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar serum vitamin D antara pasien COVID-19 dengan anggota keluarga serumah yang sehat. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional dengan subjek penelitian berjumlah 72 responden dari 25 rumah tangga dengan salah satu anggota keluarganya menderita COVID-19. Penentuan status COVID-19 responden menggunakan pemeriksaan real-time PCR (RT-PCR). Pasien COVID-19 ini dirawat di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie atau menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. Kadar vitamin D ditentukan dengan mengukur total kadar vitamin D 25-OH menggunakan metode  electrochemiluminescence immunoassay (ECLIA) di laboratorium terstandarisasi. Data dianalisis menggunakan independent T-Test dengan signifikansi p<0,05. Rerata kadar serum vitamin D total responden adalah 20,25 ng/mL. Sebanyak 91,7% responden mengalami kekurangan vitamin D dengan rincian pasien COVID-19 memiliki rata-rata kadar serum vitamin D pasien COVID-19 sebesar 21,3 ng/mL (insufisiensi), sedangkan orang sehat adalah 19,2 ng/mL (defisiensi).. Tidak ada perbedaan yang signifikan kadar serum vitamin D antara pasien COVID-19 dengan anggota keluarga serumah yang sehat (p=0,231). Kesimpulan penelitian ini adalah tidak ada perbedaan yang signifikan pada kadar serum vitamin D pasien COVID-19 dengan anggota keluarga serumah yang sehat, namun prevalensi kekurangan vitamin D sangat tinggi.
Laporan Kasus: GAMBARAN HISTOPATOLOGI HODGKIN LIMFOMA KLASIK MENYERUPAI KARSINOMA PARU Yudanto, Hendy Setyo; Retnani, Diah Prabawati; Ervina, Rita; Wardhani, Shinta Oktya; Hermanto, Djoko Heri
Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2023): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2023.010.03.6

Abstract

Limfoma Hodgkin merupakan neoplasma limfoid berasal dari  sel B dengan ciri-ciri adanya sel Reed-Sternberg  dengan latar belakang sel-sel radang,  Limfoma Hodgkin yang melibatkan organ paru terjadi sekitar 15% hingga 40% kasus. Angka kejadian Limfoma Hodgkin ekstra nodal khususnya paru sekitar 3,6%. Seorang pasien wanita usia 31 tahun dengan keluhan batuk lama dan  sakit tenggorokan selama satu tahun, dan telah mendapatkan pengobatan rutin, didapatkan penurunan berat badan disertai benjolan pada ketiak kanan berukuran 5 cm,  dan dilanjutkan dengan pemeriksaan penunjang radiologi thorak, computed tomography (CT) dengan mengesankan terdapat massa pada paru kanan, kemudian dilanjutkan dengan biopsi dan pulasan imunohistokimia dan di simpulkan sebagai Limfoma Hodgkin, serta  pasien menjalani kemoterapi. Biopsi jarum halus atau Fine Needle Aspiration Biopsy (FNAB) pada aksila dapat mengetahui adanya metastasis karsinoma, sarkoma atau Limfoma.  Pemeriksaan histopatologi pada sediaan biopsi paru dan dilanjutkan dengan pulasan immunohistokimia Cytokeratin (-), CD45 (-), CD20 (-), CD3 (-) pada sel tumor,  Ki67 low proliferation index, CD30 (+),  dan PAX5 (+), sehingga didapatkan gambaran Limfoma Hodgkin. Limfoma Hodgkin merupakan neoplasma limfoid berasal dari sel B yang sering mengenai nodul limfoid, mengandung sel mononuklear displastik besar  dan sel-sel Multinucleated Reed-Sternberg cells yang dikelilingi oleh sel-sel radang campuran non neoplastik, seperti limfosit kecil, eosinophil, netrofil, histiosit dan sel plasma. Dari kasus ini disimpulkan bahwa Limpoma Hodgkin ekstranodul yang melibatkan organ paru merupakan kasus yang jarang terjadi, dengan open biopsy dan perlu dipertimbangkan pemeriksaan immunohistokimia  merupakan cara definitif untuk menegakkan diagnosis Limfoma Hodgkin.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 4 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 3 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 4 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 4 (2022): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2022): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2022): Majalah Kesehatan Vol 8, No 3 (2021): Majalah Kesehatan Vol 8, No 2 (2021): Majalah Kesehatan Vol 8, No 1 (2021): Majalah Kesehatan Vol 7, No 4 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 3 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 2 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 1 (2020): Majalah Kesehatan Vol 6, No 4 (2019): Majalah Kesehatan Vol. 6 No. 4 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 3 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 2 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 1 (2019): Majalah Kesehatan Vol 5, No 4 (2018): Majalah Kesehatan Vol 5, No 3 (2018): Majalah Kesehatan Vol 5, No 2 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran Vol 5, No 1 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran Vol 4, No 4 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 3 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 2 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 1 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 3, No 4 (2016): MAJALAH KESEHATAN Vol 3, No 3 (2016): MAJALAH KESEHATAN Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol 2, No 4 (2015) Vol 2, No 3 (2015) Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol 1, No 4 (2014) Vol 1, No 3 (2014) Vol 1, No 2 (2014) Vol 1, No 1 (2014) More Issue