cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan
ISSN : 24431141     EISSN : 25415301     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Higiene :Jurnal Kesehatan Lingkungan menerbitkan manuskrip tentang segala aspek kesehatan lingkungan, kesehatan masyarakat yang berkaitan dengan paparan dan dampak lingkungan, serta studi terkait toksikologi dan epidemiologi lingkungan
Arjuna Subject : -
Articles 222 Documents
Hubungan Karakteristik Individu Terhadap Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) di PT X Amalia, Nur; Yuliawati, Ratna; Rachman, Ainur
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 10 No 2 (2024): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/higiene.v10i2.41607

Abstract

Personal Protective Equipment (PPE) is a tool used by workers to protect themselves from potential hazards and work accidents that may occur in the workplace. In research, there are still many workers who do not comply with wearing PPE at work because it makes it difficult for them to do their job, starting from not wearing gloves, shoes and eye protection. This researcher aims to determine the relationship between individual characteristics and adherence to the use of PPE personal protective equipment. Quantitative research using a cross sectional approach. Sampling used in this study is the Simple Random Sampling method with workshop workers as respondents totaling 99 using the Slovin formula. Data were collected using a questionnaire and then data were analyzed using SPSS with univariate and bivariate analysis. This data analysis used the chi-square statistical test (α = 0.05). Results: The results showed that the variables age, years of service did not have a significant relationship with adherence to the use of PPE with a p value greater than 0.05, namely the p value of age 0.362 > 0.05 while years of service p value 0.624 > 0.05. There is no relationship between individual characteristics and adherence to the use of personal protective equipment (PPE). Factors that have a relationship with adherence to the use of PPE are age and years of service. Keywords: Compliance, Use of PPE, Workshop
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Penyakit Covid-19; Studi Kasus Retrospektif Pasien Covid Rumah Sakit Rujukan Kabupaten Tangerang Tahun 2020-2021 Rinawati, Diana; Nuraeni, Hanny Siti; Ridwanulloh, Muhammad
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 10 No 2 (2024): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/higiene.v10i2.42745

Abstract

Kesehatan masyarakat sebagai salah satu kunci keberhasilan suatu bangsa, dimana kesehatan mempunyai peranan penting dalam membentuk generasi muda yang kompetitif dan mampu berfikir kreatif. Penyakit infeksi dalam beberapa tahun terakhir sangat mengancam kesehatan masyarakat dunia terutama penyakti yang disebabkan oleh virus baru yang disebut SARS-CoV-2 dengan nama penyakit coronavirus diseases 2019 (COVID 19). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan jenis kelamin dengan kejadian COVID-19, mengetahui hubungan usia dengan kejadian COVID-19, mengetahui hubungan penyakit penyerta dengan kejadian COVID19. Methode penelitian deskriptif dengan jumlah sampel minimal ditentukan secara pusposif sebanyak 335 responden. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan anatar jenis kelamin, usia dan penyakit penyerta terhadap kejadian COVID-19 di Rumah Sakit Umum kabupaten Tangerang. Kesimpulan Tidak terdapat hubungan antara penyakit penyerta dengan jenis kelamin dan kadar Hb, sedangkan antara penyakit penyerta dan umur pasien terdapat hubungan pada pasien COVID-19.H
Paparan Sinar Infra Merah Efektif Menurunkan Total Kuman pada Alat Makan di Kantin Industri Rezkananda, Viyasa; Kahar, Kahar; Saputra, Agus Somad
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 10 No 2 (2024): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/higiene.v10i2.46448

Abstract

Terjadinya kasus penyakit melalui makanan disebabkan karena dalam pengolahan makanan masih dengan cara kuno, penyajian juga penyimpanan yang kotor, juga pencucian alat makan tergolong buruk. Penelitian dilakukan di industri yang bergerak di bidang pengangkutan minyak dan gas bumi serta pengisian tabung elpiji, menyediakan fasilitas kantin sebagai tempat makan para pekerjanya. Berdasarkan Permenkes No. 1096 tahun 2011 tentang Higiene Sanitasi Jasaboga jumlah angka kuman yang diperbolehkan adalah 0 koloni/cm2 luas permukaan alat makan. Jumlah kuman pada piring setelah dilakukan pemeriksaan tidak memenuhi dengan hasil sebesar 321 koloni/cm2. Penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana pengaruh perbedaan lama waktu penyinaran sinar inframerah terhadap angka kuman pada alat makan piring. Dilakukan penelitian eksperimen dengan desain penelitian posttest with control yang mana terdapat 3 perlakuan waktu penyinaran yaitu 10 menit, 15 menit dan 20 menit dilakukan dengan 6 kali pengulangan. Populasi penelitian sebanyak 35 alat makan piring dan besar sampel sebanyak 24 sampel. Analisa data dilakukan dengan menggunakan uji Kruskall Wallis dengan hasil yang didapatkan p<0.05 (0.000). Rata-rata angka kuman setelah diberikan penyinaran dengan lama waktu 10 menit, 15 menit, dan 20 menit adalah sebesar 32 koloni/cm2, 11 koloni/cm2, dan 0 koloni/cm2. Penurunan angka kuman pada alat makan dipengaruhi oleh perbedaan lama waktu penyinaran sinar inframerah. Penggunaan lemari sterilisasi merupakan alternatif di industri untuk menurunkan angka kuman pada alat makan di industri.
Hubungan Antara Penerapan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (Stbm) Pilar Tiga Dengan Kejadian Diare Di Jalan Gerliya, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda Julia, Dinda; Wahyuni, Marjan; Hansen, Hansen
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 10 No 2 (2024): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/higiene.v10i2.49838

Abstract

Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga merupakan salah satu pilar dari Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) terdiri dari beberapa proses seperti pengolahan, penyimpanan, dan pemanfaatan air minum dan pengelolaan makanan yang aman di rumah tangga (Kementerian Kesehatan RI, 2020). Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui hasil hubungan antara penerapan sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) pilar 3 dengan kejadian diare di Jalan Gerliya, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda.. Jenis penelitian yang digunakan adalah case control dengan menggunakan uji chi-square dan analisis odd rasio (or), dan jumlah responden pada penelitian ini sebanyak 26 kelompok kasus dan 26 kelompok kontrol. Hasil yang didapatkan dari uji chi-square yaitu nilai signifikasi (p-value) sebesar 0,042 yang artinya ada hubungan antara penerapan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) pilar tiga terhadap kejadian diare di Jalan Gerliya, Kelurahan Sungai Pinang Dalam. Analisis Odd Ratio (OR) antara penerapan STBM pilar tiga dengan kejadian diare menghasilkan nilai sebesar 0,133 yang artinya bahwa peluang masyarakat dalam menerapkan STBM pilar tiga untuk terkena diare tergolong kecil. Seihngga diperoleh kesimpulan bahwa masyarakat di Jalan Gerliya yang mengalami diare dikarenakan belum menerapkan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) pilar 3 dengan benar.
Perbedaan Kombinasi Sound Absorber Komposit Serabut Kelapa Dan Egg Tray Terhadap Nilai Intensitas Kebisingan Mesin Pompa Blower Di Area Pencucian Tray PT. Supra Natami Utama Setiarini Apriliani, Ikka; Yudha Irianto, Redi; Saputra , Agus Somad
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 10 No 2 (2024): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/higiene.v10i2.50415

Abstract

Kegiatan proses operasional mesin dapat mempengaruhi kenyamanan dan kesehatan terutama pada mesin yang menghasilkan tingkat tekanan bunyi yang tinggi sehingga menimbulkan bising. Bising yang memiliki nilai di atas nilai ambang pendengaran akan mempengaruhi proses pendengaran dan proses komunikasi antar karyawan juga mengganggu konsentrasi sehingga dapat menurunkan produktivitas kerja. Pengendalian sangat diperlukan pada mesin untuk mengurangi tingkat kebisingan dengan pengendalian egineering sesuai hierarki pengendalian risiko. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kombinasi sound absorber komposit serabut kelapa dan egg tray terhadap nilai kebisingan mesin pompa blower. Jenis penelitian yang dilakukan adalah eksperimen dengan menggunakan kombinasi komposit serabut kelapa dan egg tray perbandingan 25%:75%, 50%:50% dan 75%:25% dan masing-masing dilakukan pengulangan sebanyak 6 kali. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Hasil pengukuran tingkat kebisingan mesin pompa blower di Ruang Pencucian Tray pada kontrol adalah 88-90 dBA, sedangkan setelah dipasang komposit serabut kelapa dan egg tray pada kombinasi 75%:25% rata-rata nilai kebisingan menjadi 70,78 dBA, atau meredam sebesar 21,09% dan merupakan kombinasi yang meredam kebisingan paling tinggi. Secara statistik dengan uji Kruskal Wallis nilai P 0,00 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan pengaplikasian komposit serabut kelapa dan egg tray mempengaruhi nilai kebisingan pada mesin pompa blower. Saran bagi perusahaan dapat menggunakan aplikasi sound absorber kombinasi komposit serabut kelapa dan egg tray 75%;25% sebagai engineering control pada sumber bising lainnya seperti ruang panel, boiler dan genset.
Risiko Kesehatan Masyarakat Konsumsi Ikan Cephalopholis Cyanostigma Yang Mengandung Kadmium (Cd) di Teluk Manado Maddusa, Sri Seprianto; Asrifuddin, Afnal; Mantjoro, Eva M.
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 10 No 3 (2024): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/higiene.v10i3.54665

Abstract

Pencemaran logam berat telah menjadi ancaman serius terhadap lingkungan laut, terutama yang berdekatan dengan kawasan industri dan tingginya urbanisasi karena toksisitas, akumulasi, persistensi, dan sifatnya yang tidak dapat terbiodegradasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan analisis risiko kesehatan sebagai dampak dari mengkonsumsi ikan Cephalopholis Cyanostigma yang tercemar logam Cd. Lokasi penelitian yaitu di Teluk Manado. Metode penelitian ini dilakukan dengan observasional analitik dan pendekatan analisis risiko kesehatan lingkungan (ARKL) dan Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Populasi dan sampel dibagi dalam kelompok populasi lingkungan dan manusia. Sampel lingkungan diambil yaitu air laut, sedimen, dan kerang yang terdiri dari lima titik serta Jenis ikan Cephalopholis Cyanostigma. Sampel manusia sebanyak 65 responden. Pengumpulan data dilakukan dari bulan April - Juli 2024 dengan menggunakan kuesioner dan food model untuk mengetahui berapa gr ikan yang di konsumsi dalam kurun waktu per tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kuasi risiko kurang dari 1 (RQ < 1). Mengkonsumsi ikan Cephalopholis Cyanostigma masih aman dan tidak menimbulkan risiko kesehatan. Keywords: lingkungan, teluk manado, kesehatan, ikan, Cephalopholis Cyanostigma
Analysis of Work Injuries and Health Complaints Among Farmers in Bontomanai Village, Rumbia Subdistrict, Jeneponto Regency Widiastuty, Lilis; Mallapiang, Fatmawaty; Ibrahim, Hasbi; Azwar, Muhammad
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 10 No 3 (2024): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Work in the agricultural sector heavily depends on nature and the physical environment. The risk of accidents increases due to fatigue, inadequate equipment, difficult terrain, exposure to extreme weather, and poor health, which are also associated with working and living in remote areas. This study aimed to identify the factors influencing injuries and health complaints among farmers in Bontomanai Village. This research is a quantitative study with a cross-sectional design conducted from July to October 2024 in Bontomanai Village, Gowa Regency. The respondents of this study were 315 farmers selected through purposive sampling. The independent variables were age, education level, gender, work experience, working hours, use of personal protective equipment (PPE), and working posture. A total of 16.5% of respondents experienced injuries, while 55.6% reported health complaints. There was a significant relationship between gender and injuries, as well as between working hours and health complaints. Limiting working hours and empowering the community by forming "Agricultural OHS Cadres" is suggested to provide continuous knowledge about Occupational Health and Safety (OHS) in the agricultural sector. Keywords: injury; farmer; health; safety
Analisis Tingkat Kebisingan Kampus Mesen Universitas Sebelas Maret Terhadap Kepadatan Jalan Jendral Urip Sumoharjo Luthfia; Wian Ayu Wardha’adlina; Rida Ayu Surya Putri; Mario Pintor David Simanjutak; Siti Rachmawati
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 10 No 3 (2024): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/higiene.v10i3.45898

Abstract

The university, one of the primary channels for the transfer of information, is heavily influenced by several outside forces. It is well-recognized that noise can interfere with learning and teaching, upsetting and distracting pupils in the process. This investigation aimed to gauge the noise intensity and plot its dispersion across Sebelas Maret University's Mesen Campus. This study was carried out at the Mesen Campus of Sebelas Maret University. Using a sound level meter and the GPS Essentials application to create waypoints for the research locations, the data collection and measurement method is carried out directly in the field with a quantitative approach for 10 minutes at each place. The measurement time is conducted during the course of the 9-hour activity at regular intervals between 08.30 and 17.30, with a measuring distance every three hours in the morning, afternoon, and evening. Descriptive data analysis was done on the collected information by comparing the value Leq, and the noise quality criterion. Noise mapping using the Surfer software. The findings revealed that the noise level at the FSRD's entrance was 90.37 dB(A), that it was 81.45 dB(A) in front of the FSRD class, 78.35 dB(A) in the middle of the field, and that it was 55.57 dB(A) in front of the vocational school. The noise level surpasses the quality standard established by the government in KEP-48/MENLH/11/1996 regarding the Noise Level Standard for School Activities or the Like, which is 55 dB(A), according to all of the data. Due to the increased amount of highway activity, the four points' noise levels are at their maximum between 16:30–17:30 in the afternoon.
The Relationship between Knowledge Level of Handlers and Contamination of Escherichia coli and Coliform Bacteria at Refill Drinking Water Depots in Air Putih Subdistrict Simanjuntak, Risyhal Ramadhani; Kurniawan, Deny; Pramaningsih, Vita
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 10 No 3 (2024): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/higiene.v10i3.50102

Abstract

The aim of this research is to determine whether there is a relationship between the level of knowledge of refill drinking water depot handlers (DAMIU) and the contamination of Escherichia coli bacteria and coliform bacteria found in Air Putih Village, Samarinda City. To analyze water samples from 14 DAMIUs, 9 of which did not have appropriate certificates, and 5 others had appropriate certificates, a laboratory experimental method with a quantitative approach with a cross-sectional design was used. There was an almost significant relationship (p=0.078) between the level of knowledge of handlers and contamination with Escherichia coli and coliform bacteria. The results of data analysis using the chi-square test are shown. The research results show that increasing knowledge is the key to influencing the quality of refillable drinking water. This research found that residents in Air Putih Subdistrict, Samarinda City have a high level of knowledge about handling.
Analisis Kualitas Air Rumah Tangga di Wilayah Kerja Puskesmas Pembantu Jati Karya Tahun 2024 SyahPutri, Chairani; Utari, Utari
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 10 No 3 (2024): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/higiene.v10i3.51880

Abstract

Air mempunyai peranan penting dalam kehidupan. Di Indonesia, air untuk keperluan sehari-hari tersebut diatur dengan Peraturan Menteri Kesehatan No. 416 Tahun 1999 (Permenkes untuk air bersih, air kolam renang dan air pemandian umum) dan Keputusan Menteri Kesehatan No 907 Tahun 2012 (Kepmenkes untuk air minum). Tujuan dalam penelitian ini adalah Untuk menganalisis kualitas air rumah tangga di wilayah kerja Puskesmas Pembantu Jati Karya. Metode yang digunakan adalah metode analitik deskriptif dengan pendekatan analisis data sekunder. Data sekunder didapatkan dari hasil Surveilans Air bulan Juli tahun 2024 yang dilakukan oleh UPT Puskesmas Pembantu Jatikarya. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 13 rumah tangga. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa parameter fisik sudah memenuhi standar baku mutu yang ditetapkan oleh pemerintah, sementara pada parameter kimia diketahui dari 13 sampel didapatkan 11 sampel air yang berada diatas standar baku dan pada parameter mikrobiologi diketahui memenuhi standar baku mutu dikarenakan didapatkan kandungan nitrat dan bakteri Escheria Coli pada air rumah tangga. Diperoleh kesimpulan bahwa kualitas air rumah tangga di wilayah kerja Puskesmas Pembantu Jati Karya belum memenuhi syarat kesehatan.