cover
Contact Name
-
Contact Email
atturatsjournal@gmail.com
Phone
+628115787888
Journal Mail Official
atturatsjournal@gmail.com
Editorial Address
Gedung Syaifuddin Zuhri Lantai 2 Jl. Letjend. Soeprapto NO. 19 Pontianak Kalimantan Barat - INDONESIA Kode Pos: 78113 Telp. 0561-734170
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
At-Turats
ISSN : 1978418x     EISSN : 25028359     DOI : -
Core Subject : Education,
AT-TURATS is a peer-reviewed journal on Islamic education, provide readers with a better understanding of education. At-Turats specializes on education in the Muslim world, and is intended to communicate original researches and current issues on the subject. All articles will be reviewed by experts before accepted for publication. Each author is solely responsible for the content of published articles. This journal encompasses original research articles and review articles, including: • Teaching & Learning • Language Education • Philosophy of Education • Religious Education • Teacher Education • Early Childhood Education • Studies in Social Education • Studies in Science Education • Management Education • Quality Education • Education Development & Society • Educational Leadership • Educational Technology
Articles 185 Documents
Using Modeling The Way Strategy in Fiqh Learning to Improve Student's Understanding Of MIT Jabal Nur Munjaji, Irfan; Rahayu S, Putri; Zubaidi, Zubaidi
AT-TURATS Vol 18, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/at-turats.v18i1.3160

Abstract

Learning strategies play a crucial role in achieving effective educational outcomes. At MIT Jabal Nur, in Tangerang City, the implementation of the Modeling The Way strategy in Fiqh lessons successfully improved students' understanding of the material, especially the chapter on Hajj. This success is supported by the principal's policy of giving teachers the freedom to choose the most appropriate teaching methods, as well as the active role of teachers in encouraging students to participate in the learning process through demonstrations and simulations. As a result, students showed significant improvement in motivation, involvement, and understanding of the material taught. This study uses a qualitative method with a case study approach to explore the implementation of Modeling The Way and its impact on students' understanding at MIT Jabal Nur. The results from interviews and observations show that this strategy not only increased student engagement in learning but also helped develop their skills in collaboration and initiative. In addition, support from the community, teachers, and parents also contributed to creating a conducive learning environment. Overall, the implementation of Modeling The Way at MIT Jabal Nur, Tangerang City, has successfully improved the quality of Fiqh education, making it an effective teaching model to be applied to other subjects. This strategy also emphasizes the importance of a supportive school environment and positive interaction between teachers and students in achieving educational goals.Strategi pembelajaran sangat penting untuk mencapai hasil pendidikan yang efektif. Di MIT Jabal Nur, Kota Tangerang, penerapan strategi Modeling The Way dalam pembelajaran Fikih berhasil meningkatkan pemahaman siswa, terutama dalam materi bab Haji. Keberhasilan ini didukung oleh kebijakan kepala sekolah yang memberi kebebasan kepada guru untuk memilih metode pembelajaran yang paling tepat, serta peran aktif guru dalam mendorong siswa untuk berpartisipasi melalui demonstrasi dan simulasi. Hasilnya, siswa menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam motivasi, keterlibatan, dan pemahaman materi yang diajarkan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk mengkaji penerapan Modeling The Way dan dampaknya terhadap pemahaman siswa di MIT Jabal Nur. Hasil wawancara dan observasi menunjukkan bahwa strategi ini tidak hanya meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran, tetapi juga membantu mengembangkan keterampilan mereka dalam berkolaborasi dan berinisiatif. Selain itu, dukungan dari masyarakat, guru, dan orang tua juga berperan penting dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendukung. Secara keseluruhan, penerapan Modeling The Way di MIT Jabal Nur, Kota Tangerang, berhasil meningkatkan kualitas pendidikan Fikih, menjadikannya model pengajaran yang efektif untuk mata pelajaran lainnya. Strategi ini juga menekankan pentingnya lingkungan sekolah yang mendukung dan interaksi positif antara guru dan siswa dalam mencapai tujuan pendidikan.
'Ulum Al-Qur'an Instruction: Urgency, Problem Diagnosis, and Important Things to Fix it Kurniawan, Syamsul; Fitriyani, Feny Nida; Toktayong, Usman
AT-TURATS Vol 18, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/at-turats.v18i1.2985

Abstract

The focus of this article is the urgency, problem diagnosis, and important things to fix problems in 'Ulum Al-Qur'an lectures. This article is sourced from the results of qualitative-descriptive research because this research only aims to explore as deeply as possible the social facts that the author has studied in the field, and then depict or describe the facts in the field objectively according to the author's needs as they are. The object of this research is students in the Islamic Religious Education Study Program, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, IAIN Pontianak. Thus, the setting of this research is the Islamic Religious Education Study Program, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, IAIN Pontianak. The results of the author's research show: one, the importance of studying the 'Ulum Al-Qur'an in the Islamic Religious Education Study Program, because of the importance of this discipline to equip students in Islamic universities with the sciences of the Al-Qur'an, so that they are not only able to read but also understand it. Two, the time allocation given to the 'Ulum Al-Qur'an lectures and the learning methods that tend to be conventiona, they were diagnosed as the cause of the failure of the 'Ulum Al-Qur'an lectures given in the Islamic Religion Education Study Program, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, IAIN Pontianak. Three, to overcome this problem, apart from increasing the time allocation for 'Ulum Al-Qur'an lectures, there is also a need to change the paradigm of 'Ulum Al-Qur'an lectures at IAIN Pontianak from teacher-centered learning to student-centered learning. Lecturers must also not get bored of motivating their students to repeat learning outside of the class on the material presented in class. Apart from that, it is also important to pay attention to how the syllabus and semester learning plans are designed by considering multidisciplinary, interdisciplinary and even transdisciplinary approaches so that the material does not tend to be textual but rather contextual.Fokus tulisan ini adalah urgensitas, diagnosa masalah, dan hal-hal penting untuk memperbaiki masalah dalam perkuliahan ‘Ulum Al-Qur‘an. Tulisan ini bersumber dari hasil penelitian kualitatif-deskriptif karena penelitian ini hanya bertujuan untuk menggali sedalam-dalamnya fakta sosial yang penulis dalami di lapangan, dan kemudian menggambarkan atau mendeksripsikan fakta di lapangan tersebut secara objektif sesuai kebutuhan penulis secara apa adanya. Objek penelitian ini adalah mahasiswa di Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAIN Pontianak. Dengan demikian, setting penelitian ini adalah di Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAIN Pontianak. Hasil penelitian penulis menunjukkan: satu, pentingnya 'Ulum Al-Qur'an dipelajari di Program Studi Pendidikan Agama Islam, karena pentingnya disiplin ilmu ini untuk membekali mahasiswa di perguruan tinggi Islam dengan ilmu-ilmu Al-Qur'an, sehingga agar mereka tidak hanya mampu membaca tetapi juga memahaminya. Dua, Alokasi waktu yang diberikan pada mata kuliah ‘Ulum Al-Qur’an dan metode pembelajaran yang cenderung konvensional oleh dosen ‘Ulum Al-Qur’an, didiagnosis sebagai penyebab kegagalan perkuliahan ‘Ulum Al-Qur’an yang diberikan di Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAIN Pontianak. Tiga, untuk mengatasi masalah tersebut, kecuali penambahan alokasi waktu perkuliahan ‘Ulum Al-Qur’an, juga perlu adanya perubahan paradigma perkuliahan ‘Ulum Al-Qur’an di IAIN Pontianak, yaitu dari teacher centered learning menjadi student centered learning. Dosen pengampu juga mesti tak bosan-bosannya memotivasi mahasiswanya untuk mengulang belajar di luar kelas tentang materi yang disampaikan di kelas. Selainnya, penting juga diperhatikan penyusunan silabus dan rencana pembelajaran semester dirancang dengan mempertimbangkan pendekatan multidisipliner, interdisipliner, dan bahkan transdisipliner sehingga materinya tidak cenderung tekstual melainkan kontekstual.
Analysis of Teachers' Personality Competence in the Manuscript "Sedikit Tentang Pendidikan" by Haji Ismail Arsyad Apjan, Syarifah Sajila; Mahrus, Erwin
AT-TURATS Vol 18, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/at-turats.v18i2.3276

Abstract

This study aims to analyze the teacher personality competencies outlined in the manuscript Sedikit Tentang Pendidikan by Haji Ismail Arsyad. The continuing prevalence of moral decay in educational settings serves as the rationale for investigating the teacher personality competencies presented in this manuscript, as they offer significant relevance for application in educational contexts.The research employs a descriptive-analytical method with a qualitative approach, utilizing content analysis for data collection. The primary data source was the manuscript transcribed by Dr. Erwin Mahrus, S.Ag., complemented by secondary sources such as related books and journals. The findings reveal that the manuscript Sedikit Tentang Pendidikan emphasizes several key personality traits that teachers should possess, including a strong character, authority, noble morals, and the ability to serve as role models for students. This study is expected to contribute to the development of teacher personality competencies in the field of education and offer valuable insights for academics, educators, and society at large.Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis kompetensi kepribadian guru yang ada di dalam manuskrip karya Haji Ismail Arsyad yang berjudul “Sedikit Tentang Pendidikan.” Masih menjamurnya dekadensi moral di bangku pendidikan menjadi alasan kenapa kompetensi kepribadian guru dalam manuskrip ini perlu dikaji. Sebab di dalam manuskrip ini terkandung kompetensi kepribadian guru yang sangat relevan diterapkan di bangku pendidikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode deskriptif analitik dengan pendekatan kualitatif serta pengumpulan data menggunakan teknik content analysis. Sumber primer dalam penelitian ini ialah manuskrip karya Haji Ismail Arsyad yang telah dialih aksarakan oleh Dr. Erwin Mahrus, S.Ag. Sementara sumber sekunder yang peneliti gunakan yaitu buku dan jurnal-jurnal yang berkaitan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di dalam manuskrip “Sedikit Tentang Pendidikan” ada beberapa kepribadian khas yang harus dimiliki oleh guru, di antaranya: memiliki kepribadian yang kuat, berwibawa, dan berakhlak mulia, serta menjadi panutan bagi siswa. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan kompetensi kepribadian guru di bidang Pendidikan, serta dapat memberikan sumbangsih terhadap para akademisi, guru dan masyarakat pada umumnya.
Strengthening Aqidah Education for Children: Implications in Harmonious Families Waharjani, Waharjani; Jailani, Mohammad
AT-TURATS Vol 18, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/at-turats.v18i1.2910

Abstract

Weak faith in children can stem from inadequate faith education within the family, leading to problematic behaviors such as klithih (youth violence involving sharp weapons), school brawls, and early marriages in Yogyakarta, which often result in domestic violence and early divorce. This study focuses on understanding Surah Luqman verses 12–19, which narrate Luqman's guidance to his son on faith. The research aims to: (1) explore the importance of children's faith education within the family, (2) identify effective methods for instilling faith in children, and (3) examine factors influencing faith education. Using a literature review approach, this study analyzes the selected verses through content analysis. The findings conclude: (1) Faith education in the family is crucial, as emphasized in verse 12; (2) verse 13 suggests instilling faith through advice against shirk (associating others with God) and encouraging respect for parents; (3) Factors influencing faith education include parental example, determination in educating children, polite and effective communication, the surrounding environment, and the embodiment of noble character in daily life. This research provides valuable insights for parents to foster a harmonious family through effective faith education.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metode dan pendekatan dalam tafsir bi al-matsur (tafsir berdasarkan sejarah) dalam tinjauan kronologis sejarah penafsiran Al-Qur'an. Tafsir Al-Qur'an merupakan disiplin ilmu yang sangat penting dalam memahami makna dan pesan yang terkandung dalam teks suci Al-Qur'an. Dalam kajian ini akan melihat perkembangan metode dan pendekatan yang digunakan dalam tafsir bi al-matsur yang mengacu pada penafsiran berdasarkan sejarah dan tradisi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan sejarah dan analisis literatur. Kajian ini melibatkan pengumpulan data dari berbagai sumber primer dan sekunder, termasuk kitab-kitab tafsir klasik dan kontemporer, serta literatur sejarah tentang tafsir Al-Qur'an. Data yang terkumpul akan dianalisis secara kronologis untuk melihat evolusi metode dan pendekatan dalam tafsir bi al-matsur dari waktu ke waktu. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai perkembangan dan variasi metode dan pendekatan dalam tafsir bi al-matsur. matsur sepanjang sejarah penafsiran Al-Qur'an. Secara kronologis, penelitian ini akan mengidentifikasi dan menganalisis berbagai pendekatan yang digunakan para mufasir dari berbagai periode, serta faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan tersebut. Hal ini juga dapat memberikan landasan bagi penelitian lebih lanjut di bidang ini, serta memberikan kontribusi terhadap kajian tentang sejarah penafsiran Al-Qur'an dan pengembangan metode dan pendekatan dalam tafsir bi al-matsur. Dengan pemahaman yang lebih baik terhadap sejarah dan tradisi penafsiran Al-Qur'an, kita dapat memperkaya pemahaman kita terhadap pesan-pesan Al-Qur'an dan menerapkannya secara relevan dalam konteks perkembangan zaman.
The Influence Of Islamic Reading Corners And Reading Interest On Students Reading Literacy In Madrasah Ibtidaiyah Usaniyah, Robi; Setiyadi, Desi; Miftachudin, Miftachudin
AT-TURATS Vol 18, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/at-turats.v18i2.3392

Abstract

Nowadays, reading activities have become boring and uninteresting activities for students. One of the schools efforts to foster students' interest in reading is by forming a reading corner in the corner of the classroom. The reading corner in this madrasah ibtidaiyah is decorated with Islamic nuances so students are more active in reading and reminding them that first revelation that Rasullulah got was the command to read. This study aims to analyse the effect of Islamic reading corner and reading interest on reading literacy in madrasah ibtidaiyah. This type of research is a correlation type quantitative research that aims to see the relationship between the variables of Islamic reading corner, reading interest, and reading literacy. The population in this study was in the madrasah ibtidaiyah of the setu cluster, setu sub district, the sample was at MI Nurul Falah Muncul, totalling 54 fourth grade students. The sampling technique in this study used simple random sampling technique and analysis technique in this study used multiple linear regression analysis techniques. The results showed that T test of the Islamic reading corner variable with reading interest had a significant and positive effect on reading literacy. While from the results of the F test, the Islamic reading corner and reading interest have a significant and positive influence on the reading literacy of grade IV students at MI Nurul Falah. Based on these results it can be concluded that the Islamic reading corner and reading interest have an effect on student reading literacy in MI.Dewasa ini kegiatan membaca menjadi kegiatan yang membosankan dan tidak diminati oleh siswa. Maka dari itu salah satu upaya sekolah untuk menumbuhkan minat membaca siswa dengan membentuk pojok baca yang berada di dalam sudut kelas, pojok baca yang berda di madrasah ibtidaiyah ini dihiasi dengan nuansa islami agar siswa semakin giat dalam membaca dan mengingatkan bahwa wahyu pertama yang Rasullulah dapat adalah perintah membaca. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pojok baca bernuansa islami dan minat baca terhadap literasi membaca di madrasah ibtidaiyah. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif tipe korelasi yang bertujuan untuk melihat hubungan antar variable pojok baca bernuansa islami, minat baca, dan literasi membaca. Populasi pada penelitian ini berada di madrasah ibtidaiyah gugus setu kecamatan setu, sampel berada di MI Nurul Falah Muncul yang berjumlah 54 siswa kelas IV. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik simpel random sampling. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan yaitu hasil uji T variabel pojok baca bernuansa islami dengan minat baca mempunyai pengaruh signifikan dan positif terhadap literasi membaca. Sedangkan dari hasil uji F pojok baca bernuansa islami dan minat baca mempunyai pengaruh signifikan serta positif terhadap literasi membaca siswa kelas IV di MI Nurul Falah. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan pojok baca bernuansa islami dan minat baca berpengaruh terhadap literasi membaca siswa di MI.
Aplication of Qur’an Kemenag in Learning Islamic Religious Education in Madrasah in West Aceh Faisal, Muhammad; Hasan, Khairuddin; Hillah, Fatta; Rahim, Reynaldi Aulia; Fadli, Nazar
AT-TURATS Vol 18, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/at-turats.v18i1.2794

Abstract

The purpose of this study is to see the benefits of the application of the Qur'an Kemenag to the learning of Islamic Religious Education in madrassas located in West Aceh Regency. As is known in today's globalization era, the world of technology and communication continues to develop. The influence of this development has an impact on all aspects of human life, including in the joints of education. The Islamic education sector is at the madrasah level in West Aceh district. The use of the Quran Kemenag aplication in the PAI learning process has a significant impact where the values of Islamic education in the Quran are easy to understand by students that using the Qur'an Application developed by the Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia in collaboration with related institutions. This application offers several features that facilitate Access to understand the verses of the Qur'an in exploring the values of Islamic education. Based on the results of research that has been conducted, this application is very useful for students in the madrasah environment of West Aceh district. Because the features offered in this application are very helpful for students to understand the educational values contained in the Qur'anic Verses.Tujuan penelitian untuk melihat manfaat penerapan Al-Qur'an Kemenag terhadap pembelajaran pendidikan agama Islam di madrasah yang terletak di Kabupaten Aceh Barat. Seperti diketahui di era globalisasi saat ini, dunia teknologi dan komunikasi terus mengalami perkembangan. Pengaruh perkembangan tersebut berdampak pada seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk dalam sendi-sendi pendidikan. Sektor pendidikan Islam berada pada tingkat madrasah di Kabupaten Aceh Barat. Penggunaan Aplikasi Al-Qur'an Kemenag dalam proses pembelajaran PAI memberikan dampak yang signifikan, menjadikan nilai-nilai pendidikan Islam dalam Al-Quran mudah dipahami oleh siswa yang menggunakan aplikasi Al-Qur'an yang dikembangkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia bekerja sama dengan institusi lainnya. Aplikasi tersebut menawarkan beberapa fitur yang memudahkan akses untuk memahami ayat-ayat Al-Qur'an dalam menggali nilai-nilai pendidikan Islam. Berdasarkan hasil penelitian, aplikasi Al-Qur'an Kemenag sangat bermanfaat bagi siswa di lingkungan madrasah Kabupaten Aceh Barat. Sebab fitur-fitur yang ditawarkan pada aplikasi sangat membantu para pelajar untuk memahami nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam Al-Qur'an.
The Al-Mujadalah Approach In Preventing Sexual Orientation Deviations Among Students In Islamic Boarding Schools Saripaini, Saripaini; Anikoh, Indifatul
AT-TURATS Vol 18, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/at-turats.v18i1.2888

Abstract

Sexual orientation deviation is a problem that undermines moral values, ethics, noble principles, and goes against the principles of any religion. Therefore, the existence of individuals with same-sex preferences is not widely accepted by a significant portion of the Indonesian society. However, the phenomenon of sexual orientation deviation has spread everywhere, including in dormitories, correctional institutions (prisons), and even within the environment of Islamic boarding schools. The fact that must be acknowledged is that religious-based educational institutions or Islamic boarding schools, where the functions of education and religion converge into a single environment, can potentially trigger students to experience sexual orientation deviations. This issue should not be taken lightly, let alone ignored. Therefore, students require assistance with a suitable, structured method that has the capacity to prevent sexual deviations from occurring. This research has the objectives to elucidate how the al-Mujadalah approach can prevent deviations in sexual orientation among students in Islamic boarding schools. This research adopts a qualitative research design in the form of a literature review. Data analysis results were verified through focus group discussions. The research outcomes indicate that (1) factors contributing to the occurrence of homosexual behavior in Islamic boarding schools are triggered by the environment, namely, the restriction of interaction between male and female students, the situations surrounding the students that lead them to engage in various activities together, such as researching, eating, sleeping, storytelling, and even bathing. These habits are passed down by senior students who have been influenced. (2) The al-Mujadalah approach can be understood as an exchange of ideas through evidence-based arguments or reasoning between counselors and counselees, aimed at resolving the issues faced by the counselees. Guidance provided to adolescent students should be presented with effective strategies and high-quality argumentation patterns, including claims, grounds, warrants, backing, modal qualifiers, and rebuttals.Penyimpangan orientasi seksual merupakan masalah yang merongrong nilai-nilai moral, etika, prinsip luhur, dan bertentangan dengan prinsip-prinsip agama mana pun. Oleh karena itu, keberadaan individu dengan preferensi sesama jenis tidak diterima secara luas oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Namun, fenomena penyimpangan orientasi seksual telah menyebar di berbagai tempat, termasuk asrama, lembaga pemasyarakatan (penjara), bahkan di lingkungan pesantren. Fakta yang harus diakui adalah bahwa lembaga pendidikan berbasis agama atau pesantren, di mana fungsi pendidikan dan agama berpadu dalam satu lingkungan, berpotensi memicu santri mengalami penyimpangan orientasi seksual. Masalah ini tidak boleh dianggap remeh, apalagi diabaikan. Oleh karena itu, santri memerlukan pendampingan dengan metode yang sesuai dan terstruktur untuk mencegah terjadinya penyimpangan seksual. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana pendekatan al-Mujadalah dapat mencegah penyimpangan orientasi seksual di kalangan santri pesantren. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif berbentuk kajian pustaka. Hasil analisis data diverifikasi melalui diskusi kelompok terfokus (focus group discussion). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Faktor-faktor penyebab perilaku homoseksual di pesantren dipicu oleh lingkungan, yaitu pembatasan interaksi antara santri laki-laki dan perempuan, serta situasi di mana santri terlibat dalam berbagai aktivitas bersama, seperti belajar, makan, tidur, bercerita, hingga mandi. Kebiasaan ini diturunkan oleh santri senior yang telah terpengaruh. (2) Pendekatan al-Mujadalah dipahami sebagai pertukaran ide melalui argumen atau penalaran berbasis bukti antara konselor dan konseli, yang bertujuan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi konseli. Bimbingan yang diberikan kepada santri remaja harus disajikan dengan strategi efektif dan pola argumentasi berkualitas tinggi, termasuk klaim, landasan, jaminan, dukungan, penguat modal, dan sanggahan.
Enhancing the Capacity for Classroom Action Research Utilizing Artificial Intelligence Among Teachers at MAN Bengkayang Sari, Nopita; Zuraya, Helva
AT-TURATS Vol 18, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/at-turats.v18i2.3390

Abstract

Issues Examined in this article: Firstly, the level of comprehension and awareness among teachers at MAN Bengkayang regarding the significance of Classroom Action Research (CAR) in enhancing the quality of education; secondly, the obstacles encountered by teachers at MAN Bengkayang in conducting CAR; thirdly, the identification of effective strategies to improve the capacity of teachers at MAN Bengkayang in implementing AI-based CAR; and fourthly, the extent to which AI-based CAR training programs contribute to the enhancement of teachers' professional competencies at MAN Bengkayang. This article is derived from a community engagement initiative grounded in research utilizing the Participatory Action Research (PAR) methodology. The findings are as follows: first, teachers at MAN Bengkayang exhibit a limited understanding of Classroom Action Research (CAR). Second, teachers at MAN Bengkayang face significant challenges in balancing teaching responsibilities with administrative tasks, which impede the effective implementation of CAR. Third, effective strategies to enhance teachers' competencies in conducting AI-based CAR should encompass technological training, fostering collaboration among teachers, leveraging data for evaluation and feedback, integrating technology into the curriculum, and ensuring the availability of adequate infrastructure. Fourth, AI-based CAR training programs have substantially improved the professional competencies of teachers at MAN Bengkayang. Before participating in the AI-based CAR training, the professional competency of teachers at MAN Bengkayang was assessed at 68.12%, categorized as "adequate." Following the training, this competency level increased to 90.1%, categorized as "excellent."Isu yang dibahas dalam artikel ini: Pertama, tingkat pemahaman dan kesadaran guru di MAN Bengkayang terhadap pentingnya Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Kedua, hambatan yang dihadapi oleh guru di MAN Bengkayang dalam melaksanakan PTK. Ketiga, identifikasi strategi efektif untuk meningkatkan kapasitas guru di MAN Bengkayang dalam menerapkan PTK berbasis AI. Keempat, sejauh mana program pelatihan PTK berbasis AI berkontribusi pada peningkatan kompetensi profesional guru di MAN Bengkayang. Artikel ini berasal dari kegiatan pengabdian masyarakat yang didasarkan pada penelitian dengan menggunakan metode Participatory Action Research (PAR). Temuan penelitian adalah sebagai berikut: Pertama, Guru di MAN Bengkayang menunjukkan pemahaman yang terbatas tentang Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Kedua, Guru di MAN Bengkayang menghadapi tantangan besar dalam menyeimbangkan tanggung jawab mengajar dengan tugas administratif, yang menghambat pelaksanaan PTK secara efektif. Ketiga, Strategi efektif untuk meningkatkan kompetensi guru dalam melaksanakan PTK berbasis AI meliputi: pelatihan teknologi, mendorong kolaborasi antar guru, memanfaatkan data untuk evaluasi dan umpan balik, mengintegrasikan teknologi ke dalam kurikulum, serta memastikan ketersediaan infrastruktur yang memadai. Keempat, Program pelatihan PTK berbasis AI secara signifikan meningkatkan kompetensi profesional guru di MAN Bengkayang. Sebelum mengikuti pelatihan PTK berbasis AI, kompetensi profesional guru di MAN Bengkayang dinilai sebesar 68,12% (kategori "cukup"). Setelah pelatihan, tingkat kompetensi ini meningkat menjadi 90,1% (kategori "sangat baik").
The Phenomenon of Shift (Hijrah) in Pesantren Colleges (A Social and Political Study) Aini, Nur Lathifah; Majid, Ach. Nurholis
AT-TURATS Vol 18, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/at-turats.v18i1.2788

Abstract

How Hijrah is intensified as a contemporary fashion trend, but this is very contrary to its meaning in terms of religion. Automatically, the impact caused leads to hijrah limited to life style, not to actual practice.Therefore, pesantren colleges are present as a breakthrough educational institution that takes a role to restore the essential meaning of hijrah. The study in this article focuses on how this shift (hijrah) occurs in pesantren colleges and how identity politics is carried out there. Using qualitative approaches and case study types researchers, data collected by interviews, observations and documentation. After the data is collected, researchers then analyze the data interactively. Checking the validity of data is done by triangulation of sources and techniques. This research result show the fact that the phenomenon of hijrah displayed in pesantren colleges purely comes from the students by being described into three classifications, namely: 1) Hijrah in the nuances of pesantren colleges; 2) Hijrahh narrative as a reference for action; and 3) Actualization of the meaning of hijrah among students.Ketika Hijrah digencarkan beririsan dengan tren fashion saat ini, yang terjadi hal ini sangat bertolak belakang dengan maknanya dari segi agama. Secara otomatis, dampak yang ditimbulkan mengarah pada hijrah sebatas gaya hidup, bukan pada praktik yang sesungguhnya.  Kaitan dengan ini, pesantren bisa hadir sebagai lembaga pendidikan yang mengambil peranan untuk mengembalikan makna esensial dari hijrah. Kajian dalam artikel ini berfokus pada bagaimana pergeseran (hijrah) ini terjadi di pesantren dan bagaimana politik identitas dan bagaimana politik identitas dapat disemai di sana. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian studi kasus, dengan data yang dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Setelah data terkumpul, peneliti kemudian menganalisis data secara interaktif. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan cara triangulasi baik sumber maupun teknik. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh fakta bahwa fenomena hijrah yang ditampilkan di pesantren yang murni berasal dari para santri, bisa diklasifikasikan ke dalam tiga bentuk, yaitu:  1) Hijrah dalam nuansa pesantren; 2) Narasi hijrah sebagai acuan untuk bertindak; dan 3) Aktualisasi makna hijrah di kalangan santri.
Material Strengthening of Muhadasah Through Short Video in Learning Arabic for Islamic Religious Education Students at Tgk. Chik Pantekulu Islamic College Banda Aceh Sofia, Ana; Azmy, Khairul; Marzuki, Marzuki
AT-TURATS Vol 18, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/at-turats.v18i2.3146

Abstract

Assignments are crucially important in learning Arabic. This research aims to describe the assignment model in Arabic language learning. Mastery of Arabic is usually only synonymous with mastery of qawaid or grammar, even though mastery of Arabic certainly requires mastering the four existing maharah or competencies, namely istima' (hearing), kalam (speaking), qiraah (reading) and kitabah (writing). Thus, it is appropriate that in learning Arabic, especially at the tertiary level, efforts should be made so that students master all language competencies. This research is a qualitative descriptive study that describes the results of the application of an assignment model in Arabic language learning. This research raises an assignment model applied in Arabic language learning at STAI (Islamic College) Tgk Chik Pante Kulu, namely short video assignments. This research data collection used interviews, observation, and documentation. The data sources used in this research were one Arabic language lecturer and three students who took Arabic language courses at STAI Tgk Chik Pante Kulu. This short video assignment can improve students' ability to master Arabic, especially in muhadatsah. As evidenced by the results of daily observations by researchers, there is an increase in ability from the initial test results compared to the results after the short video assignment. Hopefully, this assignment model can be applied in Arabic language learning to improve students' mastery of Arabic.Pemberian tugas memiliki peran yang sangat penting dalam pembelajaran bahasa Arab. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan model pemberian tugas dalam pembelajaran bahasa Arab. Penguasaan bahasa Arab biasanya hanya diidentikkan dengan penguasaan qawaid atau tata bahasa, padahal penguasaan bahasa Arab tentunya memerlukan penguasaan empat maharah atau kompetensi yang ada, yaitu istima' (mendengar), kalam (berbicara), qiraah (membaca), dan kitabah (menulis). Oleh karena itu, sudah sepatutnya dalam pembelajaran bahasa Arab, khususnya di tingkat perguruan tinggi, dilakukan upaya agar mahasiswa dapat menguasai seluruh kompetensi berbahasa tersebut. Penelitian ini merupakan studi deskriptif kualitatif yang menggambarkan hasil penerapan model pemberian tugas dalam pembelajaran bahasa Arab. Penelitian ini mengangkat model pemberian tugas yang diterapkan dalam pembelajaran bahasa Arab di STAI (Sekolah Tinggi Agama Islam) Tgk Chik Pante Kulu, yaitu tugas berupa video pendek. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah satu orang dosen bahasa Arab dan tiga mahasiswa yang mengikuti mata kuliah bahasa Arab di STAI Tgk Chik Pante Kulu. Tugas video pendek ini dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menguasai bahasa Arab, khususnya pada aspek muhadatsah. Hal ini dibuktikan dengan hasil observasi harian oleh peneliti yang menunjukkan adanya peningkatan kemampuan dari hasil tes awal dibandingkan dengan hasil setelah pemberian tugas video pendek dilakukan. Semoga model pemberian tugas ini dapat diterapkan dalam pembelajaran bahasa Arab untuk meningkatkan penguasaan bahasa Arab mahasiswa