cover
Contact Name
-
Contact Email
atturatsjournal@gmail.com
Phone
+628115787888
Journal Mail Official
atturatsjournal@gmail.com
Editorial Address
Gedung Syaifuddin Zuhri Lantai 2 Jl. Letjend. Soeprapto NO. 19 Pontianak Kalimantan Barat - INDONESIA Kode Pos: 78113 Telp. 0561-734170
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
At-Turats
ISSN : 1978418x     EISSN : 25028359     DOI : -
Core Subject : Education,
AT-TURATS is a peer-reviewed journal on Islamic education, provide readers with a better understanding of education. At-Turats specializes on education in the Muslim world, and is intended to communicate original researches and current issues on the subject. All articles will be reviewed by experts before accepted for publication. Each author is solely responsible for the content of published articles. This journal encompasses original research articles and review articles, including: • Teaching & Learning • Language Education • Philosophy of Education • Religious Education • Teacher Education • Early Childhood Education • Studies in Social Education • Studies in Science Education • Management Education • Quality Education • Education Development & Society • Educational Leadership • Educational Technology
Articles 185 Documents
Models and Methods of Islamic Education Planing at SDIT Khoiru Ummah Sakinah, Kafa; Mujahidin, Endin; Hartono, Rudi; Supraha, Wido; Andriana, Nesia
AT-TURATS Vol 18, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/at-turats.v18i2.3439

Abstract

The success of building a civilization is fundamentally a key to education. Education is one of the most critical factors in human life, as it facilitates the development of interests, talents, and knowledge. A fundamental aspect of education is the importance of developing effective educational planning methods and models. This study analyzes the methods and models of educational planning implemented in an institution, specifically the Khoiru Ummah Integrated Islamic Elementary School, located in Kalong Jalan. This research employs a qualitative approach. The findings indicate that the methods and models of basic education planning can adopt the comprehensive planning model and Planning, Programming, and Budgeting System (PBBS). These models are deemed more suitable for creating an integrated and comprehensive approach that encompasses all aspects of the school environment.Keberhasilan dalam membangun sebuah peradaban secara fundamental adalah kunci dari sebuah pendidikan. Pendidikan merupakan salah satu faktor terpenting bagi kehidupan manusia, karena pendidikan dapat memudahkan manusia dalam mengembangkan minat, bakat serta ilmu pengetahuan. Salah satu hal yang mendasar dalam sebuah pendidikan yaitu pentingnya mengembangkan metode dan model perencanaan pendidikan. Dalam penelitian ini, penulis menganalisis metode dan model perencanaan pendidikan di sebuah lembaga yaitu sekolah dasar Islam terpadu Khoiru Ummah yang beralamat di Kalong Jalan. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif, dari hasil penelitian ditemukan bahwa metode dan model perencanaan pendidikan dasar dapat mengadopsi model perencanaan komprehensif dan PBBS karena lebih sesuai di dalamnya bisa terintegrasi dan bersifat menyeluruh pada semua lingkup sekolah.
Morals and Manners Education for Children Aged 7-12 Years at TPQ Masjid An Nahl Ciangsana Bogor Efendi, Yudi; Rahman, Imas Kania; Supraha, Wido; Andriana, Nesia
AT-TURATS Vol 19, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/at-turats.v19i1.3484

Abstract

Islamic Education involves a deliberate and structured approach that aims to equip students with the ability to recognize, understand, appreciate, believe, commit, and embody noble behaviors in accordance with the Qur'an and Hadith. Children are a gift from Allah Swt. and their essence is priceless to those who educate them. When positive values are nurtured since young age, they will develop into good individuals and find happiness both in this world and the hereafter. This research seeks to explore aspects of morals and manners education for children aged 7 to 12 years. This research was conducted by looking at the practice of morals and manners education from various previous research literature, as well as in the context of the TPQ Masjid An Nahl Ciangsana Bogor. Using a qualitative research approach that emphasizes descriptive analysis, this study collected data through literature review and field research, including interviews. The findings show that moral education is very important especially for children of tamyiz or before baligh age. By implementing four manners, namely the manners of studying, the manners of worship in the mosque, the manners of eating and drinking and the manners of making friends, it is hoped that the students will become pious and have good morals.Pendidikan Agama Islam adalah upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati, mengimani, bertaqwa, dan berakhlak mulia dalam mengamalkan ajaran agama Islam melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, latihan, serta penggunaan pengalaman. Anak adalah anugerah dari Allah Swt. yang tak ternilai harganya bagi mereka yang mendidiknya. Ketika nilai-nilai positif dipupuk dalam diri mereka sejak dini, mereka akan tumbuh menjadi individu yang baik dan menemukan kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat. Penelitian ini berusaha menggali aspek-aspek pendidikan moral dan budi pekerti bagi anak usia 7 hingga 12 tahun. Penelitian ini dilakukan dengan melihat praktik pendidikan akhlak dan adab dari berbagai literatur penelitian terdahulu, serta dalam konteks TPQ Masjid An Nahl Ciangsana Bogor. Dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif yang menekankan pada analisis deskriptif, penelitian ini mengumpulkan data melalui studi literatur dan penelitian lapangan, termasuk wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan akhlak sangat penting terutama bagi anak usia tamyiz atau pra baligh. Dengan menerapkan empat adab yaitu adab belajar, adab beribadah di masjid, adab makan dan minum serta adab berteman, diharapkan para santri menjadi anak yang shaleh dan berakhlakul karimah.
The Value of Islamic Education in Traditional Malay Poetry Concerning the Prohibition of Leaving Religious Teachings Roziah, Roziah; Shomary, Sudirman; Hermaliza, Hermaliza; Oktadela, Resy; Nurhidayah, Nurhidayah; Dewi, Aulia Putri
AT-TURATS Vol 19, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/at-turats.v19i1.3494

Abstract

This study aims to explore taboos and prohibitions in traditional Malay poetry that embody Islamic educational values. The traditional poetry analyzed includes gurindam, pantun, poetry, and expressions that were once integral to daily life but have now become increasingly rare. The Islamic educational values examined in this study encompass aspects of faith (aqidah), acts of worship (ibadah), and commendable conduct (akhlaq). This research employs both qualitative and quantitative approaches, utilizing a problem-solving methodology that includes literature review, content analysis, and comparative analysis. Data were collected from gurindam manuscripts, pantun, poetry, and Malay expressions that align with the teachings of the Quran, supported by the translation and interpretation of Ibn Kathir. The analytical process involves investigating and documenting relevant Quranic verses and Hadith that reinforce taboos and prohibitions found in traditional poetry, followed by formulating research findings. The study identifies the following key findings: (a) The Islamic educational values related to faith include: (1) The prohibition against associating partners with God (shirk) in Malay culture; (2) The prohibition against apostasy (riddah) among Malays. (b) The Islamic educational values related to acts of worship include: (1) The prohibition against neglecting prayer (salah); (2) The prohibition against neglecting fasting (sawm); (3) The prohibition against neglecting almsgiving (zakat); (4) The prohibition against neglecting the Hajj pilgrimage. (c) The Islamic educational values related to morality (akhlaq), specifically the prohibition against engaging in sinful or immoral acts. The findings of this study have implications for Malay Literature courses, where students will be introduced to taboos and prohibitions embedded in Malay culture. These values will be disseminated through interactive videos and digital media promotions. The utilization of digital platforms is expected to bridge the generational gap, fostering greater interest among younger generations in understanding and contributing to the preservation of this cultural heritage.Penelitian ini merupakan upaya investigasi pantang larang dalam puisi tradisional Melayu bermuatan nilai pendidikan Islam. Puisi tradisional yang ditelaah meliputi gurindam, pantun, syair, dan ungkapan yang dulunya selalu digunakan dalam kehidupan sehari-hari, sekarang jarang sekali terdengar di telinga. Muatan pendidikan Islam yang dimaksud dalam kajian ini merujuk pada keimanan, amal ibadah dan perbuatan terpuji. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan pendekatan pemecahan masalah yaitu tinjauan pustaka, analisis isi, analisis komparatif. Data yang dikumpulkan dari buku-buku gurindam, pantun, syair, dan ungkapan Melayu yang diduga sejalan dengan ayat alquran beserta terjemah serta tafsir Ibnu Katsir. Langkah analisis meliputi Menyelidiki dan mendokumentasikan mengutip ayat Alquran dan Hadis yang mendukung pantang larang dalam puisi tradisional serta merumuskan hasil penelitian. Hasil kajian yang ditemukan adalah (a) Nilai pendidikan Islam terkait akidah meliputi (1) Orang Melayu dilarang menyekutukan Tuhan; (b) Orang Melayu dilarang murtad; (b) Nilai pendidikan Islam terkait ibadah meliputi (1) Orang Melayu dilarang meninggalkan prayer, (2) Orang Melayu dilarang meninggalkan puasa, (3) Orang Melayu dilarang meninggalkan zakat, dan (4) Orang Melayu dilarang meninggalkan haji; (c) Nilai pendidikan Islam terkait Akhlak yaitu larangan berbuat fasik. Hasil kajian ini dapat diimplikasikan pada mata kuliah Sastra Melayu. Mahasiswa akan diajarkan tentang pantang larang dalam budaya Melayu, yang nantinya akan dipromosikan dalam bentuk video interaktif dan promosi di platform media digital. Promosi melalui Platform media digital dapat menjembatani kesenjangan antara generasi tua dan muda, serta menarik minat generasi muda dalam memahami dan turut melestarikan warisan budaya ini.
The Influence of Outdoor Learning Method on Student Achievement in Fiqh Subject at Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah 06 Sambi Simo Boyolali Hanik, Asifak Umi; Abbas, Ngatmin; Hidayat, M. Yunan
AT-TURATS Vol 19, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/at-turats.v19i1.3506

Abstract

Traditional classroom settings often limit student engagement in Islamic jurisprudence (Fiqh) education, potentially affecting learning outcomes. Outdoor learning presents an alternative approach that may enhance student achievement through experiential learning. This study aims to determine the influence of outdoor learning methods on student achievement in Fiqh subject at Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah 06 Sambi. This research employed an experimental design with 15 seventh-grade students as the experimental group receiving outdoor learning intervention and 10 seventh-grade students as the control group with conventional learning. Student achievement was measured using questionnaires administered in pre-cycle, first cycle, and second cycle phases. The findings revealed significant improvements in student achievement. Pre-cycle assessment showed 51.5% achievement, which increased to 68.9% in the first cycle, representing a 17.04% improvement. Implementation of the second cycle resulted in 85.04% achievement, demonstrating an additional 16.50% improvement from the first cycle. The substantial incremental gains confirm the positive influence of outdoor learning methods on enhancing student achievement in Fiqh subjects. This research highlights the importance of experiential and contextual learning approaches in Islamic education settings. Educators should consider incorporating outdoor learning strategies into Fiqh curriculum to improve student engagement and academic performance in Islamic jurisprudence education.Setting kelas tradisional sering membatasi keterlibatan siswa dalam pendidikan hukum Islam (Fiqih), yang berpotensi mempengaruhi hasil belajar. Pembelajaran luar ruangan (outdoor learning) menyajikan pendekatan alternatif yang dapat meningkatkan prestasi siswa melalui pembelajaran berbasis pengalaman. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh metode outdoor learning terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Fiqih di Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah 06 Sambi. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan 15 siswa kelas VII sebagai kelompok eksperimen yang menerima intervensi pembelajaran luar ruangan dan 10 siswa kelas VII sebagai kelompok kontrol dengan pembelajaran konvensional. Prestasi belajar siswa diukur menggunakan angket yang diadministrasikan dalam tahap prasiklus, siklus pertama, dan siklus kedua. Temuan menunjukkan peningkatan signifikan dalam prestasi belajar siswa. Penilaian prasiklus menunjukkan prestasi 51,5%, yang meningkat menjadi 68,9% pada siklus pertama, menunjukkan peningkatan sebesar 17,04%. Implementasi siklus kedua menghasilkan prestasi 85,04%, mendemonstrasikan peningkatan tambahan sebesar 16,50% dari siklus pertama. Peningkatan bertahap yang substansial ini mengkonfirmasi pengaruh positif metode outdoor learning terhadap peningkatan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Fiqih. Penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan pembelajaran eksperiensial dan kontekstual dalam lingkungan pendidikan Islam. Pendidik sebaiknya mempertimbangkan untuk mengintegrasikan strategi pembelajaran luar ruangan ke dalam kurikulum Fiqih untuk meningkatkan keterlibatan siswa dan kinerja akademik dalam pendidikan hukum Islam.
The Role of the Traditional Game Congklak as a Medium for Character Education Based on Rahmatan lil ‘Alamin Values of Students in Madrasah Ibtidaiyah Nurul Hidayah Maulidah, Lida; Nida Fitriyani, Feny; Zubaidi, Zubaidi
AT-TURATS Vol 19, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/at-turats.v19i1.3503

Abstract

Indonesia is facing a moral crisis that contrasts sharply with the rapid advancement of technology. One way to cultivate character values from an early age is by utilizing congkak as the traditional game. This study explores the role of congklak in shaping rahmatan lil ‘alamin character values among Madrasah Ibtidaiyah students. The research employs a qualitative descriptive approach with field-based study methods to examine the role of the traditional game congklak in character formation aligned with the rahmatan lil ‘alamin student profile at Madrasah Ibtidaiyah Nurul Hidayah, South Tangerang. The data were examined using the Miles, Huberman, and Saldana model combined with source triangulation techniques, resulting in a theoretical insight into the effectiveness of congklak as a tool for character education at Madrasah Ibtidaiyah Nurul Hidayah. The findings highlight that congklak holds a significant role in supporting character education in Madrasah Ibtidaiyah by fostering students' moral, cultural, and social attitudes. In addition to develop cognitive skills such as arithmetic and strategic thinking, this game also helps students cultivate fairness (i‘tidāl), proper manners (ta’addub), and innovative thinking dynamics (tatḥawwur wa ibtikār). The integration of congklak into school learning aligns with the Rahmatan Lil ‘Alamin values of the student profile, which balances intellectual, emotional, and social intelligence to shape a generation with noble character and cultural awareness.Indonesia menghadapi krisis akhlak yang berbanding terbalik dengan pesatnya kemajuan teknologi. Salah satu upaya menanamkan karakter sejak dini adalah dengan permainan tradisional congklak. Penelitian ini mengeksplorasi peran congklak pada pembentukan karakter rahmatan lil alamin pada siswa Madrasah Ibtidaiyah. Penelitian dilakukan dengan arah pendekatan kualitatif secara deskriptif berbasis penelitian lapangan untuk mengetahui peran permainan tradisional congklak dalam pembentukan karakter yang selaras dengan profil peserta didik rahmatan lil alamin di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Hidayah Tangerang Selatan. Data dianalisis dengan model Miles, Huberman, Saldana serta teknik triangulasi sumber, sehingga menghasilkan pemahaman teoritis tentang efektivitas permainan congklak sebagai instrumen pendidikan karakter di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Hidayah. Hasil penelitian menggarisbawahi bahwa permainan congklak memiliki posisi penting dalam menyokong pendidikan karakter di Madrasah Ibtidaiyah dengan menumbuhkan sikap moral, budaya, dan sosial dari peserta didik. Selain melatih keterampilan kognitif seperti berhitung dan berpikir strategis, permainan ini juga membantu siswa mengembangkan sikap adil (i’tidal), adab yang bagus (ta’addub), juga berpikir dengan dinamika yang inovatif (tathawwur wa ibtikar). Implementasi congklak dalam pembelajaran di madrasah selaras dengan konsep profil pelajar Rahmatan Lil Alamin, yang menyeimbangkan kecerdasan intelektual, emosional, dan sosial untuk membentuk generasi berakhlak mulia dan berwawasan budaya.
Integrating Islamic Values into Indonesian Language Instruction: Developing Polite Communication among Elementary School Students Zahro, Siti Fatimatuz; Rahayu S, Putri; Miftachudin, Miftachudin
AT-TURATS Vol 19, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/at-turats.v19i2.3739

Abstract

The phenomenon of declining communication politeness among elementary school students shows the importance of value-based learning strategies. This article discusses how Indonesian language learning can enhance Islamic values and foster polite communication skills among learners. This research uses qualitative techniques with a case study design at SD Negeri Cipondoh Makmur, which combines observation, interviews, and documentation on learners, teachers, and parents. Language skills (listening, reading and viewing, speaking and presenting, and writing) are combined with the values of qaulan sadida (truthful speech), qaulan ma'rufa (good speech), and qaulan layyina (gentle speech). The research findings show that this learning technique not only improves language skills but also develops communication ethics and learners' character in an Islamic social environment. The role of the teacher as a model of civilized communication proved important in increasing learners' awareness and habituation to polite behavior in the classroom and at home. Thus, the integration of Islamic values into Indonesian language learning strengthens character building in line with religious teachings.Fenomena menurunnya kesantunan berkomunikasi peserta didik sekolah dasar menunjukkan pentingnya strategi pembelajaran berbasis nilai. Artikel ini membahas tentang bagaimana pembelajaran bahasa Indonesia dapat meningkatkan nilai-nilai Islam dan menumbuhkan keterampilan berkomunikasi santun di kalangan peserta didik. Penelitian ini menggunakan teknik kualitatif dengan desain studi kasus di SD Negeri Cipondoh Makmur, yang menggabungkan observasi, wawancara, dan dokumentasi pada peserta didik, guru, dan orang tua. Keterampilan berbahasa (menyimak, membaca dan memirsa, berbicara dan mempresentasikan, dan menulis) dipadukan dengan nilai-nilai qaulan sadida (ucapan yang benar), qaulan ma'rufa (ucapan yang baik), dan qaulan layyina (ucapan yang lembut). Temuan penelitian menunjukkan bahwa teknik pembelajaran ini tidak hanya meningkatkan keterampilan berbahasa tetapi juga mengembangkan etika komunikasi dan karakter peserta didik dalam lingkungan sosial Islam. Peran guru sebagai model komunikasi yang beradab terbukti penting dalam meningkatkan kesadaran dan pembiasaan peserta didik terhadap perilaku santun di kelas dan di rumah. Dengan demikian, integrasi nilai-nilai Islam ke dalam pembelajaran bahasa Indonesia memperkuat pembentukan karakter yang selaras dengan ajaran agama.
Facilitating Students’ Higher Order Thinking Skill (Hots) Through Three-Phase Reading Activity at Eis Class Muzammil, Sadulloh; Widiati, Ari; Alfarisi, Muhammad Adib
AT-TURATS Vol 17, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/at-turats.v17i2.2843

Abstract

The purpose of this research was to show how to facilitate students’ higher-order thinking skills (HOTS) in reading activities in English for Islamic Studies class and acknowledge students’ opinions on the activity. This was descriptive qualitative research, and its data were collected through observation and interview. Then the data were analyzed using interactive data analysis: data collection, data reduction, data display, and conclusion. The findings showed that the effort to facilitate students’ higher-order thinking skills (HOTS) is by proposing not only lower-level questions but also higher-level questions. To prevent the overuse of lower-level questions or higher-level questions, the lecturer employs the question-answer relationships (QAR) framework of the reading phase. The interview with students indicated that the students thought that the activity benefits them. Besides, the creative response questions in the post-reading phase enabled them to optimize their mind (schemata) proposing a solution to the problems found in the passage without feeling afraid of making mistakes as there is no wrong or right answer to such questions.
Integrating Literacy and Islamic Values: The Rotating Islamic Book Week at TK Yaa Bunayya to Enhance Children’s Language Development Rahman, Amatur; Harmanto, Bambang; Rahmawati, Ida Yeni
AT-TURATS Vol 19, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/at-turats.v19i1.3575

Abstract

This study aims to describe the implementation of the rotating Islamic-themed book week program as a form of literacy-based Islamic education practice in stimulating early childhood language skills at TK Yaa Bunayya Magetan. The program is designed to strengthen collaboration between school and family through the activity of borrowing Islamic storybooks to be read together with parents at home. This activity not only aims to foster reading interest but also to instill Islamic values that shape character and enrich children's vocabulary. The research employs a descriptive qualitative approach with data collected through observation, interviews, and documentation. The research subjects include the school principal, classroom teacher, assistant teacher, and students. The findings show that the program is effective in enhancing children's speaking skills, expanding language comprehension, and strengthening verbal expression. Active interaction between children and parents during reading becomes a key moment in the scaffolding process and supports development within the child's zone of proximal development, as explained by Vygotsky and Bruner. The results have important implications for the development of literacy-based learning models that integrate Islamic values, both theoretically and practically in early childhood education settings. This study highlights the necessity of active collaboration between schools and families to support children's language and character development, offering practical guidance for teachers and parents in implementing effective literacy strategies.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan program pekan buku bertema Islami bergilir sebagai praktik pendidikan berbasis literasi Islami dalam menstimulasi kemampuan berbahasa anak usia dini di TK Yaa Bunayya Magetan. Program ini dirancang untuk memperkuat kolaborasi antara sekolah dan keluarga melalui aktivitas peminjaman buku cerita Islami yang dibaca bersama orang tua di rumah. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menumbuhkan minat baca, tetapi juga menanamkan nilai-nilai Islami yang membentuk karakter dan memperkaya kosakata anak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru kelas, guru pendamping, dan siswa. Temuan menunjukkan bahwa program ini efektif dalam meningkatkan keterampilan berbicara anak, memperluas pemahaman bahasa, dan memperkuat ekspresi verbal. Interaksi aktif antara anak dan orang tua saat membaca menjadi momen penting dalam proses scaffolding dan mendukung perkembangan dalam zona perkembangan proksimal anak, sebagaimana dijelaskan oleh Vygotsky dan Bruner.Hasil penelitian ini memiliki implikasi penting untuk pengembangan model pembelajaran berbasis literasi yang mengintegrasikan nilai-nilai Islami, baik dalam kerangka teori maupun praktik pendidikan di lembaga pendidikan anak usia dini. Temuan ini menegaskan perlunya kolaborasi aktif antara sekolah dan keluarga dalam mendukung perkembangan bahasa dan karakter anak, serta memberikan pedoman bagi guru dan orang tua dalam menerapkan strategi literasi yang efektif.
Development of Augmented Reality in Islamic Religious Education Learning: Case Study in Islamic Boarding School-Based Schools Nasikhin, Nasikhin; Murtadho, Ali; Syukur, Fatah; de Cómputo, Escuela Superior; Roya, Abdul; Hasan, Zainudin
AT-TURATS Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/at-turats.v17i1.2786

Abstract

This research aims to develop interactive learning media based on augmented reality to improve cognitive abilities in Islamic boarding school-based schools. This research and development type research uses the ADDIE development design through the analysis, design, development, implementation and evaluation stages. This research involved 94 students who collected data through tests, questionnaires and observations. Qualitative data was analyzed using the Miles and Huberman approach, while quantitative data was analyzed using the Paired Sample T-test. This study shows that the use of Augmented Reality learning media has a positive impact on students' cognitive abilities. The significant difference between the pretest and posttest scores, an average of -12.98, shows a significant increase after using this media. The standard deviation of 8.50539 indicates variation in improving results between students. However, with a 95% confidence interval, the difference between pretest and posttest scores was in the range -15.96 to -10.02, confirming a significant change. The results of the t-test hypothesis test (t=8.905, df=33) with a low p value (0.002) confirm that Augmented Reality media significantly increases student achievement in this trial. With these results, Islamic boarding school education policies can consider the integration of Augmented Reality as a learning medium that supports students' academic development more effectively.
Shaping Future Leaders: How Technology is Transforming Islamic Education in The Digital Age Mursidin, Muthmainnah
AT-TURATS Vol 17, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/at-turats.v17i2.2785

Abstract

Islamic education has a rich tradition of instilling moral values, religious principles, and leadership qualities in young learners, laying the foundation for them to become ethical and responsible future leaders in Muslim societies. However, the advent of the digital age has brought about profound changes in education worldwide, introducing technology as a powerful tool that both enriches and challenges traditional educational approaches. This research aims to explore the intricate relationship between technology and Islamic education, with a particular focus on how technology is shaping the character development of future leaders in this digital era. This research employs a mixed-methods approach to comprehensively examine the multifaceted impact of technology on Islamic education. Participants include 20 students. The study involves structured questionnaires to collect quantitative data on students' experiences with technology-enhanced Islamic education, in-depth interviews with educators, students, and parents to gather qualitative insights, and content analysis of educational materials and digital resources used in technology-based Islamic education to assess their alignment with Islamic values and character development. In conclusion, technology has the potential to significantly impact character development and student engagement in Islamic education. However, its benefits must be harnessed thoughtfully, considering content quality and the necessity of responsible technology usage guidance. As we navigate the evolving landscape of Islamic education in the digital age, it is crucial to strike a delicate balance that leverages technology's benefits while ensuring the preservation of Islamic values. This research provides valuable insights for educators, parents, and institutions as they guide the next generation of leaders toward a harmonious fusion of faith and technology.