cover
Contact Name
Alfian Rokhmansyah
Contact Email
jurnalilmubudaya.fibunmul@gmail.com
Phone
+6285385388335
Journal Mail Official
jurnalilmubudaya.fibunmul@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ki Hajar Dewantara, Gunung Kelua, Kec. Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia 75123
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 25497715     EISSN : 25497715     DOI : -
Jurnal Ilmu Budaya (Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya) merupakan jurnal yang dikelola oleh Fakultas Ilmu Budaya sebagai media publikasi ilmiah hasil penelitian dalam bidang bahasa, sastra, seni, dan budaya, termasuk pengajarannya. Terbit sebanyak empat kali setahun, yaitu pada bulan Januari, April, Juli, dan Oktober, dan diterbitkan hanya dalam format elektronik.
Arjuna Subject : -
Articles 617 Documents
“Muda dan Merakyat”: Political Campaign Posters Affecting The Indonesian General Election Utomo, Aries
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 9, No 3 (2025): Juli 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v9i3.21436

Abstract

Poster is the most media used during political campaigns to introduce legislative and executive candidates in public space. This study aims (1) to portray political campaign posters affects to attract voters living in villages or remote areas during 2024 Indonesian general election, and (2) to describe those posters that are situated in public spaces. Belimau street located in the Northern of Samarinda city, East Kalimantan Province, Indonesia was involved as the research object. Affective regime and linguistic landscape approach were utilized to conduct this study. Photography and walking were utilized to collect poster data alongside the street, then analyzed linguistically and non-linguistically by using Miles and Huberman model (i.e., displaying, reducing, and conclusion). Based on the findings, it can be identified that (1) there -are four kinds of affects dominantly identified, i.e., Young and Popular, Sustainability, Local Identity, and Change and Restoration, and (2) most political campaign posters are situated in strategic areas (e.g., main street or commercial site) with attractive design and language choice. This media is believed to be an effective way to attract voters living in villages or remote areas that are not interested in social media (e.g., Facebook, Instagram, or X).  
Tere Liye’s Reader in Makassar: Community, Class, and the Social Construction of Literary Taste Muhammad, Harry Isra; Oddang, Faisal; -, Nasrullah
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 9, No 3 (2025): Juli 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v9i3.21359

Abstract

This article examines how young readers in Makassar construct and perform literary taste through their engagement with Tere Liye’s popular fiction. Employing Bourdieu’s concepts of field, habitus, and capital, and drawing on in-depth interviews, the study traces how taste is formed at the intersection of family background, school environment, peer networks, religious values, and the symbolic power of the marketplace. The findings reveal that, in contrast to Bourdieu’s classic model, family cultural capital does not neatly determine taste; instead, most participants, regardless of class, encounter fiction through schools and communities rather than at home. Organizational life and reading groups emerge as crucial spaces where social capital is accumulated, boundaries of taste are formed, and readers gain recognition and belonging. The commercial dominance of publishers and bookstores further shapes what is visible and legitimate, while the motivational and Islamic themes in Tere Liye’s work respond to both neoliberal aspirations and religious ideals. The study highlights the importance of recognizing the agency of readers, the plural sources of legitimacy, and the uneven structures that frame literary taste in contemporary Indonesia, especially Makassar.
Digitalisasi Potensi Wisata Riau dan Kepulauan Riau Berdasarkan Puisi-Puisi dalam Portal Web Riausastra.Com Piliang, Wilda Srihastuty Handayani
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 9, No 3 (2025): Juli 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v9i3.19399

Abstract

This study aims to identify and map tourism potentials in Riau and the Riau Islands through the analysis of poems on the Riausastra.com web portal, integrating them with Geographic Information Systems (GIS) for digital-based tourism promotion. The research employs a Research and Development (R&D) method, including poem collection, content analysis, GIS mapping, and strategy formulation. The results reveal that the poems depict diverse tourism destinations, such as nature, culture, history, and culinary, which are then interactively mapped via GIS. The key innovation lies in the development of the Cakap Bumi Melayu portal, combining literature, technology, and tourism to enhance accessibility and appeal. This study significantly contributes to local wisdom-based tourism development and strengthens the integration of literature and digital technology.
From Equivalence to Function: Pragmatic Approaches to Faithful Translation Jepri, Jepri
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 9, No 3 (2025): Juli 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v9i3.21586

Abstract

The concept of fidelity in translation has long been dominated by the pursuit of equivalence, whether formal, dynamic, or functional. However, recent developments in translation studies suggest that this paradigm may be insufficient to address the complexities of meaning, intention, and cultural context. This article argues for a reconceptualization of faithful translation through a pragmatic lens, emphasizing communicative purpose, contextual appropriateness, and cultural resonance over rigid equivalence. Drawing from theories such as Skopos Theory, Relevance Theory, and speech act pragmatics, the study explores how pragmatic considerations shape faithful translation as an interpretive and purpose-driven act. By analyzing examples from literary, legal, and intercultural translation scenarios, the article demonstrates how function-oriented approaches better accommodate nuanced intentions and audience expectations. This shift from equivalence to function does not imply a betrayal of the source text but rather a redefinition of fidelity as a dynamic negotiation of meaning across cultural and linguistic boundaries. The paper concludes by proposing a model of pragmatic fidelity that integrates context-sensitive strategies and ethical responsibility, offering a more adaptable and communicatively effective framework for modern translation practice.
Nilai Moral Dalam Cerpen Percakapan Singkat Tentang Cinta Karya Yetti A.KA: Kajian Resepsi Sastra Permatasari, Rizki Dwi; Yusriansyah, Eka; Mubarok, Ahmad
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 9, No 3 (2025): Juli 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v9i3.21692

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan respons pembaca terhadap cerpen Percakapan Singkat Tentang Cinta karya Yetti A.KA dengan menggunakan pendekatan resepsi sastra. Fokus penelitian adalah bagaimana pembaca memaknai fakta cerita yang terdiri dari karakter, alur, dan latar, serta bagaimana mereka menangkap nilai moral yang tersirat dalam cerpen. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara terhadap sepuluh responden dari mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia Universitas Mulawarman. Responden dipilih karena dinilai memiliki latar belakang yang mendukung untuk memahami makna karya sastra secara mendalam.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembaca memberikan tanggapan yang beragam namun konsisten terhadap karakter Lasinta dan Big yang dinilai kompleks, realistis, dan emosional. Alur campuran yang digunakan dalam cerita dinilai memperkuat suasana reflektif dan kontemplatif. Latar lingkungan sekitar yang digunakan turut mempertegas nuansa emosional dan konflik relasional dalam cerita. Adapun nilai moral yang ditangkap pembaca meliputi pentingnya komunikasi, kejujuran emosional, penerimaan, dan kedewasaan dalam menyikapi perpisahan.Penelitian ini menegaskan bahwa makna karya sastra bersifat terbuka dan sangat dipengaruhi oleh horizon harapan pembaca. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa pembaca berperan aktif dalam membentuk makna karya sastra berdasarkan pengalaman dan cara pandang mereka sendiri.
Penggunaan Struktur Surat dalam Penulisan Takarir Akun Instagram @pidibaiq: Studi Kasus Foregrounding Stilistika A'ina, Nur; Gunawan, Sindy Alicia
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 9, No 3 (2025): Juli 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v9i3.19965

Abstract

Aspek kebahasaan dalam media sosial merupakan salah satu fokus penelitian yang menarik dalam ranah linguistik. Dalam konteks platform media sosial Instagram, takarir merupakan keterangan yang biasanya terdiri atas satu atau beberapa kalimat yang menjelaskan isi atau maksud dari unggahan Instagram. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sebuah bentuk foregrounding bahasa dalam penulisan takarir Instagram melalui studi kepustakaan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data penelitian adalah takarir dari unggahan Pidi Baiq di akun Instagram-nya, @pidibaiq, selama tahun 2023. Pengumpulan data dalam penelitian dilakukan dengan menggunakan metode simak dan teknik dasar sadap, dengan teknik lanjutan berupa teknik simak bebas libat cakap, teknik catat, dan teknik dokumentasi. Kemudian, analisis data dilakukan dengan metode agih dengan teknik bagi unsur langsung (BUL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 7 dari 11 penulisan takarir Instagram Pidi Baiq selama tahun 2023 memiliki struktur surat di dalamnya, yang dapat dibagi menjadi gaya surat konvensional dan gaya surat elektronik. Selain itu, penggunaan tanda baca titik (.) yang berpola merupakan sebuah cara yang dilakukan Pidi Baiq untuk membagi penulisan takarirnya agar sesuai dengan struktur surat. Selanjutnya, analisis lebih lanjut mengindikasikan bahwa strategi foregrounding bahasa tersebut merupakan sebuah upaya untuk membangun citra diri melalui penulisan takarir dengan tujuan untuk menarik perhatian pembaca.
Strategi Kesantunan Berbahasa Pada Acara Roasting Kiky Saputri Official: Kajian Pragmatik Wahyuni, Eka Sri; Wahyuni, Ian; Hanum, Irma Surayya
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 9, No 3 (2025): Juli 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v9i3.16829

Abstract

Roasting merupakan humor yang memiliki konsep mengolok-olok, mengkritik dan menyindir secara personal. Strategi kesantuna berbahasa akan memperkecil kemungkinan untuk penutur memperoleh ancaman terhadap mitra tuturnya. Penelitian ini membahas tentang bentuk dari strategi kesantunan yang digunakan  dan fungsi bahasa yang terdapat pada acara roasting dalam video Youtube. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk dan fungsi strategi kesantunan berbahasa yang digunakan oleh Kiky Saputri pada acara roasting dalam video Youtube channel Kiky Saputri official.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data pada penelitian ini yaitu berupa tuturan yang ditranskripsikan dari video Youtube, dengan teknik pengumpulan data simak bebas libat cakap dengan teknik lanjutan teknik catat kemudian teknik analisis data menggunakan metode padan.Hasil penelitian menunjukkan adanya bentuk strategi kesantunan positif (positive politeness strategy) yang banyak sering digunakan dalam roasting seperti bentuk strategi melebih-lebihkan rasa ketertarikan, membuat mitra tutur lebih tertarik dan membuat lelucon agar mitra tutur tidak merasa terancam oleh roasting tersebut, sehinggan lebih dominan digunakan daripada strategi kesantunan negatif (negative politeness strategy). Fungsi kesantunan berbahasa dalam strategi kesantunan berbahasa pada acara roasting oleh Kiky Saputri di Youtube channel Kiky Saputri Official dalam playlist “Kiky Roasting!” meliputi: fungsi menyatakan (deklaratif), fungsi menanyakan (interogatif), fungsi menyuruh (imperatif) termasuk fungsi melarang dan menyetujui, fungsi meminta maaf dan fungsi mengkritik.
TRADISI DATUN JULUD SUKU DAYAK KENYAH UMAQ LASAN DI DESA ANTUTAN DALAM PERSPEKTIF ANTROPOLINGUISTIK Yusak, Santi Ayu; Triyoga, Anwar Ibrahim
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 9, No 3 (2025): Juli 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v9i3.21525

Abstract

Tradisi Datun Julud berasal dari suku Dayak Kenyah Umaq Lasan di Desa Antutan, Kalimantan Utara. Datun berarti bernyanyi dan Julud berarti baris-berbaris. Penelitian ini dianalisis menggunakan kajian Antropolinguistik berfokus pada teori Alessandro Duranti (1997) dengan pendekatan performansi, indeksikalitas, dan partisipasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan performansi, indeksikalitas, dan partisipasi dalam tradisi Datun Julud. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekan kualitatif yang bersifat deskriptif. Metode pengumpulan data menggunakan metode cakap dengan teknik dasar adalah teknik pancing, teknik lanjutan adalah teknik cakap semuka (CS), serta teknik rekam dan teknik catat. Metode analisis data menggunakan metode padan dengan alat bantu yakni mitra bicara, dengan mendeskripsikan dan mengolah data menggunakan teknik pilah. Hasil dari penelitian ini ditemukan 3 data performansi yakni peselamat ujue valat (berjabat tangan), engkin tawai (membawa perasaan), dan sudi harap maaf (kami berharap maaf), ditemukan 6 data indeksikalitas yakni helempit (perisai), bazeng (parang), lafung bulu (topi bulu) dan terga (bulu rangkong), lafung da’aa (topi rotan), safai (baju) dan ta’aa (rok), uleng sabu (kalung manik) dan uleng jifen (kalung gigi), ditemuakan 3 data partisipasi yakni pemimpin/nyabai (solo) datun julud, penyambut tamu, dan para tamu, serta ditemukan 6 data nilai-nilai tradisi yakni nilai penghormatan, nilai kebersamaan, nilai komunikasi yang baik, nilai emosi dan ekspresi, nilai etika dan kesopanan, dan nilai makna pertemuan.
Linguistic Phenomena in Live Streaming Commerce Mabaroh, Barotun; Rayanto, Yudi Hari; Sugianti, Sugianti; Rosidah, Ilmiyatur
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 9, No 3 (2025): Juli 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v9i3.18064

Abstract

Bahasa merupakan media komunikasi yang digunakan oleh masyarakat untuk berbagai kepentingan sehingga menciptakan fenomena yang dinamis. Dalam tren jual beli melalui penyiaran langsung, penjual menggunakan bahasa interaksi yang unik dan sangat menarik untuk dikaji melalui penelitian deskriptif kualitatif ini. Tim peneliti mengamati para penjual yang melakukan jual beli melalui penyiaran langsung pada platform Shopee sebagai subjek penelitian. Tim peneliti mengumpulkan data dengan observasi partisipatif sejak Oktober 2023 hingga November 2024. Analisis dilakukan dengan mengklasifikasikan data sesuai kriteria dan aktifitas penjual, kemudian memfilter, mendeskripsikan, menanggapi data dengan teori yang relevan, dan menyimpulkan hasilnya. Tim peneliti telah menemukan fenomena yang signifikan berbeda antara bahasa yang digunakan oleh penjual dengan 10-250 dan penjual dengan di atas 1000 peserta siaran. Sedangkan penjual dengan 10-250 dan 251-1000 peserta siaran lebih memiliki kesamaan. Penelitian ini juga berhasil mengungkap bahwa terdapat empat aktifitas penting dalam jual beli melalui penyiaran langsung yakni 1) memberi salam dan menyapa peserta siaran, 2) mendeskripsikan produk, 3) membujuk peserta siaran, dan 4) memblokir peserta siaran. Tim peneliti mengungkap bahwa para penjual menerapkan perluasan makna dalam memberi salam dan menyapa peserta siaran. Pada urutan demo dan deskripsi produk, beberapa penjual melakukan uji coba langsung terhadap produk dan menggunakan majas hiperbola. Penjual membujuk dan mencapai closing dengan menggunakan majas ameliorasi dan personal barnding. Terakhir, para penjual menggunakan majas ironi dan sarkasme untuk memblokir peserta siaran yang “nakal”. Kajian tentang fenomena linguistik akan selalu berkembang sesuai dinamika maka para peneliti berikutnya disarankan untuk melanjutkan penelitian terkait. Kata kunci: bahasa, fenomena, jual beli, penyiaran langsung ABSTRACT Language is a communication medium used by people for various purposes thereby it always creates dynamic phenomena. In the current trend of live streaming commerce, sellers interact uniquely and it is very interesting to study through this qualitative descriptive research. The researchers observed sellers who did live streaming commerce on Shopee as the research subjects. The researchers collected data with participatory observation from October 2023 to November 2024. The analysis was carried out by classifying the data based on the seller's criteria and activities, then filtering, describing, responding to the data with relevant theories, and concluding the results. The researchers had found a significant difference in the language used by sellers with 10-250 and sellers with more than 1000 participants. Meanwhile, sellers with 10-250 and 251-1000 participants had more common language usage. This study also succeeded in revealing that there are four important activities in the live streaming commerce namely 1) greeting and greeting the participants, 2) describing products, 3) persuading the participants, and 4) blocking the participants. The researchers discovered the sellers applied meaning extension in greeting and greeting the participants. In product description, some sellers conducted “try on the product” as body language and used hyperbole. The sellers persuaded and reached the closing by using amelioration and personal branding. Last, sellers used irony and sarcasm to block "rogue" participants. The study of linguistic phenomena will always develop due to its dynamics, so the next researchers are suggested to continue studying related sections of this research. Keywords: commerce, language, live streaming, phenomena
Gaya Bahasa Sindiran dalam Tayangan Lapor Pak pada Akun Facebook Arisan Polisi: Kajian Stilistika Angelia, Novia; Purwanti, Purwanti; Dahlan, Dahri
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 9, No 3 (2025): Juli 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v9i3.19506

Abstract

Lapor Pak merupakan program televisi yang mengusung tema humor dengan berisikan isu-isu terkini. Pada tayangan Lapor Pak banyak ditemukan penggunaan gaya bahasa sindiran yang dilontarkan oleh para pemain dengan tujuan untuk menyindir kebijakan pemerintah, memberikal kritik social secara halus namun tetap menghibur. Adapun tujuan penelitian ini yaitu (1) Mendeskripsikan bentuk dan makna gaya bahasa sindiran dalam tayangan Lapor Pak pada akun Facebook Arisan Polisi, (2) Mendeskripsikan fungsi gaya bahasa sindiran dalam tayangan Lapor Pak pada akun Facebook Arisan Polisi. Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan melalui pendekatan deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah tuturan pada program acara Lapor Pak. Sumber data dalam penelitian ini yaitu akun Facebook Arisan Polisi. Pengumpulan data menggunakan metode simak bebas libat cakap (SBLC), dan teknik catat. Analisis data menggunakan metode padan referensial dengan teknik pilah unsur penentu. Teknik pilah yang digunakan daya pilah pembeda referensial, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bentuk gaya bahasa sindiran yaitu gaya bahasa sindiran ironi, sinisme, dan sarkasme dalam akun Facebook Arisan Polisi. Dari ketiga bentuk gaya bahasa sindiran tersebut yang lebih dominan adalah gaya bahasa sindiran ironi. Gaya bahasa sindiran tersebut kemudian dimaknai dengan teori konteks dan memiliki fungsi untuk meyakinkan atau memengaruhi penyimak atau pembaca, menciptakan perasaan tertentu pada penonton, dan memperkuat efek gagasan. Gaya bahasa sindiran yang terdapat dalam akun Facebook Arisan Polisi digunakan untuk menyampaikan keresahan pemain Lapor Pak berupa kritik terhadap masalah yang terjadi di Indonesia, terutama di instansi pemerintahan.