cover
Contact Name
Andi Citra Pratiwi
Contact Email
acitrapratiwi@unm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ujb@unm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Biologi, Program Pasca Sarjana UNM, Jl. Bonto Langkasa, Gedung AD PPs UNM, Makassar 90222
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
UNM Journal of Biological Education
ISSN : 25811959     EISSN : 25811967     DOI : https://doi.org/10.35580
Core Subject : Education, Social,
UNM Journal of Biological Education with p-ISSN 2581-1959 and e-ISSN 2581-1967 publishes the latest research into the biology teaching and learning, assessment of biology learning, development of biology teaching and learning strategy, development of biology teaching media. The journal aims to bridge the gap between research and practice, providing information, ideas and opinion, in addition to critical examinations of advances in biology teaching and learning research. Special emphasis is placed on research relevant to educational practices, guided by educational realities in systems, schools, colleges and universities. Articles that are theoretically informed and methodologically rigorous are welcomed. It is owned by The Graduate School of Universitas Negeri Makassar. It is published twice a year, March and September.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 127 Documents
Motivasi Belajar dalam Perspektif Psikologi Pendidikan Modern: Sebuah Tinjauan Literatur Bimarto Bora; Rahmah Nur; Amelia Putri; Mushawwir Taiyeb
UNM Journal of Biological Education Vol 7, No 2 (2025): Vol 7 No 2 September 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/ujbe.v7i2.85232

Abstract

Motivasi belajar merupakan aspek psikologis yang berperan penting dalam menentukan keterlibatan, ketekunan, dan keberhasilan peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran. Perspektif psikologi pendidikan modern memandang motivasi sebagai hasil interaksi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi proses belajar. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep motivasi belajar, faktor-faktor yang memengaruhinya, serta peran motivasi intrinsik dan ekstrinsik berdasarkan kajian psikologi pendidikan modern. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman PRISMA. Pencarian artikel dilakukan pada basis data Scopus menggunakan kata kunci learning motivation dan educational psychology untuk publikasi tahun 2022–2026. Dari 1.014 artikel yang teridentifikasi, diperoleh 21 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa motivasi belajar dipengaruhi oleh efikasi diri, regulasi diri, resiliensi, minat belajar, dukungan sosial, hubungan guru dan siswa, serta lingkungan pembelajaran. Motivasi intrinsik berkontribusi terhadap peningkatan keterlibatan, strategi belajar, dan prestasi akademik, sedangkan motivasi ekstrinsik diperkuat melalui dukungan guru, keluarga, dan lingkungan belajar. Selain itu, pembelajaran kolaboratif dan pemanfaatan teknologi digital, termasuk blended learning dan kecerdasan buatan mampu meningkatkan motivasi belajar apabila didukung oleh lingkungan belajar yang kondusif. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan motivasi belajar perlu dilakukan secara terpadu melalui pengembangan faktor internal peserta didik dan penciptaan lingkungan belajar yang mendukung.
Efektivitas Project Based Learning dalam Meningkatkan Kreativitas Siswa pada Pembelajaran IPAS di SDN 47 Banda Aceh Nabila Fitrah; Indah Suryawati; Maulidar Maulidar
UNM Journal of Biological Education Vol 7, No 2 (2025): Vol 7 No 2 September 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/ujbe.v7i2.87182

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan model Project Based Learning (PjBL) dalam meningkatkan kreativitas siswa pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas V SD Negeri 47 Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest.teknik analisis data Purposive Sampling dan  Sampel penelitiannya adalah 32 siswa kelas V. Instrumen penelitian berupa angket kreativitas yang terdiri dari empat indikator utama, yaitu kelancaran (fluency), keluwesan (flexibility), keaslian (originality), dan pengembangan (elaboration). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kreativitas siswa setelah diterapkannya model Project Based Learning. Nilai pretest menunjukkan persentase kreativitas sebesar 54% dengan kategori cukup. sedangkan posttest mengalami peningkatan menjadi 80% dengan kategori baik. Uji statistik melalui uji normalitas dan uji-t menunjukkan bahwa t-hitungnya 8,76 dan t-tabel 2,042 terdapat perbedaan signifikan antara nilai pretest dan posttest, sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan model PjBL ada peningkatan positif dalam meningkatkan kreativitas siswa pada pembelajaran IPAS. Dengan demikian, model Projek Based Learning layak dijadikan alternatif strategi pembelajaran inovatif untuk menciptakan proses belajar yang aktif, kolaboratif, dan mendorong pengembangan keterampilan berpikir kreatif pada siswa sekolah dasar.
Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Komik untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Sumber Energi pada Siswa Sekolah Dasar Raisha Tunnisak; Faisal Anwar; Saudah Saudah
UNM Journal of Biological Education Vol 7, No 2 (2025): Vol 7 No 2 September 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/ujbe.v7i2.87026

Abstract

Pengembangan bahan ajar yang inovatif menjadi salah satu upaya untuk mendukung pembelajaran yang bermakna dalam implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar berbasis komik pada materi sumber energi serta menganalisis tingkat kelayakan, respons siswa, serta menganalisis tingkat kelayakan dan efektivitasnya dalam meningkatkan pemahaman konsep siswa. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model 4D (Define, Design, Develop, dan Disseminate). Subjek penelitian terdiri atas 14 siswa kelas III SD Negeri 10 Banda Aceh, sedangkan validasi produk melibatkan ahli pendidikan, ahli materi, ahli bahasa, dan ahli media. Data dikumpulkan melalui lembar validasi, angket respons siswa, dan tes hasil belajar, kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar berbasis komik memperoleh tingkat kelayakan sebesar 87,75% dengan kategori sangat layak, sedangkan respons siswa mencapai 89,00% dengan kategori sangat menarik. Hasil uji efektivitas menunjukkan bahwa nilai t hitung = 11,756 lebih besar daripada t tabel = 2,160, sehingga bahan ajar berbasis komik memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar siswa. Dengan demikian, bahan ajar berbasis komik dinyatakan layak, praktis, dan efektif digunakan sebagai alternatif media pembelajaran IPAS untuk meningkatkan pemahaman konsep sumber energi pada siswa sekolah dasar.
Literatur Review: Perkembangan dan Perbedaan Individual dan Implikasi dalam Belajar Yaumil Maghfirah Armas; Huriyah Anisah Amri; Sri Mardawiyah; Dian Aswita
UNM Journal of Biological Education Vol 7, No 2 (2025): Vol 7 No 2 September 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/ujbe.v7i2.85725

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji keterkaitan antara perkembangan peserta didik dan perbedaan individual serta implikasinya terhadap strategi pembelajaran di sekolah. Penelitian menggunakan metode systematic literature review dengan sumber data berupa artikel ilmiah dan buku yang relevan, diperoleh melalui basis data Google Scholar, SINTA, dan Garuda berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis induktif melalui tahapan reduksi data, pengelompokan tema, dan sintesis. Hasil kajian menunjukkan bahwa perkembangan peserta didik berlangsung secara holistik dan berkesinambungan, sedangkan perbedaan individual memengaruhi proses dan hasil belajar sehingga memerlukan pembelajaran yang adaptif, diferensiatif, dan inklusif. Guru berperan penting dalam mengidentifikasi kebutuhan belajar, merancang pembelajaran yang responsif, serta menciptakan lingkungan belajar yang mendukung. Implementasi strategi tersebut masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan sumber daya dan kesiapan guru, namun didukung oleh pemanfaatan teknologi dan kebijakan pendidikan. Disimpulkan bahwa keberhasilan pembelajaran bergantung pada sinergi antara pemahaman perkembangan peserta didik, pengelolaan perbedaan individual, kompetensi guru, dan dukungan lingkungan pendidikan untuk mewujudkan pembelajaran yang efektif, humanis, inklusif, dan berkeadilan.
Kompetensi Pedagogik Guru dalam Pembelajaran Abad ke-21: Kajian Literatur St. Fatima Kadir; A. Muhammad Haerul Taufiq; Nur Nazhifah Adyputri; Dian Aswita
UNM Journal of Biological Education Vol 7, No 2 (2025): Vol 7 No 2 September 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/ujbe.v7i2.85273

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran, implementasi, tantangan, strategi penguatan, dan implikasi kompetensi pedagogik guru dalam pembelajaran abad ke-21 melalui kajian literatur. Kajian ini menganalisis 22 sumber ilmiah yang diterbitkan pada tahun 2020–2025 dan diidentifikasi melalui penelusuran pada Google Scholar, Scopus, ERIC, dan ScienceDirect. Sumber yang terpilih dianalisis menggunakan teknik analisis isi untuk menyintesis temuan mengenai kompetensi pedagogik guru dalam pembelajaran abad ke-21. Hasil kajian menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik guru berperan penting dalam mendukung pembelajaran yang berpusat pada peserta didik serta pengembangan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, dan literasi digital. Implementasinya tercermin dalam kemampuan guru memahami karakteristik peserta didik, merancang pembelajaran yang adaptif dan interaktif, mengintegrasikan teknologi digital, mengelola lingkungan pembelajaran, serta menerapkan praktik asesmen yang sesuai. Kajian juga mengidentifikasi berbagai tantangan, meliputi keterbatasan penguasaan teknologi, ketimpangan akses terhadap sarana dan prasarana pendidikan, serta terbatasnya kesempatan pengembangan profesional secara berkelanjutan. Penguatan kompetensi pedagogik guru memerlukan pengembangan profesional yang berkelanjutan dan sesuai kebutuhan, peningkatan kemampuan integrasi teknologi, penyediaan infrastruktur yang memadai, serta dukungan kebijakan pendidikan. Temuan ini mengimplikasikan perlunya kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mengembangkan program pengembangan profesional guru yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tuntutan pembelajaran abad ke-21.
Kreativitas sebagai Kompetensi Abad Ke-21: Kajian Literatur dalam Perspektif Psikologi Pendidikan Rini Nurbayti; Marwadani T; Rezky Awalia; Firdaus Daud
UNM Journal of Biological Education Vol 7, No 2 (2025): Vol 7 No 2 September 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/ujbe.v7i2.85134

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kreativitas sebagai kompetensi abad ke-21 dalam perspektif psikologi pendidikan, dengan fokus pada konsep, strategi pembelajaran, serta faktor-faktor yang memengaruhi pengembangannya. Metode penelitian menggunakan kajian literatur review terhadap artikel yang terbit pada tahun 2020–2025, diperoleh melalui aplikasi Harzing Publish or Perish dan Google Scholar. Teknik analisis dilakukan secara bibliometrik untuk menyeleksi 312 artikel menjadi 100 artikel relevan, kemudian disaring hingga diperoleh 26 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kreativitas dipandang sebagai kompetensi utama abad ke-21 yang dapat dikembangkan melalui pembelajaran berpusat pada peserta didik, dengan strategi dominan berupa Project-Based Learning, Problem-Based Learning, STEAM/STEM, integrasi teknologi digital, serta pendekatan konstruktivistik. Faktor internal seperti motivasi intrinsik, kepercayaan diri, kecerdasan emosional, berpikir divergen, dan metakognisi, serta faktor eksternal seperti lingkungan belajar, interaksi sosial, dukungan guru, budaya sekolah, dan teknologi pendidikan terbukti berperan penting. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa pengembangan kreativitas sebagai kompetensi abad ke-21 memerlukan sinergi antara strategi pembelajaran inovatif dan lingkungan belajar yang mendukung, sehingga dapat menjadi rujukan praktis maupun teoritis bagi pendidik dalam merancang pembelajaran yang mendorong eksplorasi, kolaborasi, dan pemecahan masalah kreatif.
Peran Psikologi Pendidikan dalam Pengembangan Bakat Siswa: Tinjauan Literatur Dian Pratiwi Jamaluddin; Nurul Afifah Ahqaf; Nur Intan Tri Rejeki; A. Mushawwir Taiyeb
UNM Journal of Biological Education Vol 7, No 2 (2025): Vol 7 No 2 September 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/ujbe.v7i2.85670

Abstract

Pengembangan bakat siswa merupakan aspek penting dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul, kreatif, dan adaptif di era pendidikan abad ke 21. Namun, sistem pendidikan di Indonesia masih berfokus pada pencapaian akademik dan belum sepenuhnya mengakomodasi keragaman potensi peserta didik. Penelusuran dilakukan terhadap publikasi periode 2020–2025 dengan pengecualian beberapa referensi klasik yang digunakan sebagai landasan teori. artikel  Sumber literatur mencakup jurnal nasional dan internasional yang relevan dengan isu pengembangan potensi, motivasi, dan pembelajaran berdiferensiasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan psikologi pendidikan berperan strategis dalam tiga aspek utama, yaitu: (1) identifikasi potensi individu melalui asesmen psikologis dan observasi perilaku belajar; (2) penerapan pembelajaran berdiferensiasi yang menyesuaikan kebutuhan dan gaya belajar siswa; serta (3) penciptaan lingkungan belajar humanistik yang mendukung motivasi intrinsik dan kesejahteraan emosional. Kolaborasi antara guru, konselor, dan psikolog sekolah menjadi faktor penting dalam menjamin keberlanjutan pengembangan bakat siswa. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan psikologi pendidikan tidak hanya meningkatkan prestasi akademik, tetapi juga memperkuat karakter, kemandirian, dan aktualisasi diri siswa secara menyeluruh.  

Page 13 of 13 | Total Record : 127