cover
Contact Name
Hasruddin Nur
Contact Email
asrul23.23.a2@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
asrul23.23.a2@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Phinisi Integration Review
ISSN : 26142325     EISSN : 26142317     DOI : -
Phinisi integration review dikelola oleh program studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar dengan ISSN: 2614-2317 (online) dan ISSN: 2614-2325 (Cetak), terbit 2 kali dalam setahun pada bulan februari dan agustus. Phinisi integration review menerima artikel atau tulisan ilmiah dalam bentuk hasil-hasil kajian analitis, penelitian, aplikasi teori, dan pembahasan perpustakaan tentang ilmu pengetahuan sosial terdiri dari pendidikan sejarah, pendidikan IPS terpadu, pendidikan ekonomi, IPS Ke SD-an, Pendidikan Hukum dan Kewarganegaraan, pendidikan sosiologi, Pendidikan Antropologi.
Arjuna Subject : -
Articles 375 Documents
PERAN GURU IPS SEBAGAI ALTERNATIF DISORIENTASI PERILAKU SOSIAL PESERTA DIDIK FASE D DI SMP NEGERI 1 POLEWALI Nurwapika, Nurwapika; Torro, Supriadi; Saleh, Sirajuddin; Najamuddin, Najamuddin
Phinisi Integration Review Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v7i1.59049

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (i) mengidentifikasi peran guru IPS dalam membimbing perilaku sosial peserta didik di SMP Negeri 1 Polewali (ii) mengidentifikasi faktor penyebab disorientasi perilaku sosial peserta didik di SMP Negeri 1 Polewali (iii) menganalisis strategi guru IPS dalam mengatasi disorientasi perilaku sosial peserta didik di SMP Negeri 1 Polewali. Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Jumlah informan pada penelitian ini sebanyak 5 informan yang ditentukan melalui tehnic purposive sampling dengan kriteria guru IPS yang telah mengajar lebih dari empat tahun semester dan peserta didik yang memiliki catatan lebih dari 2 kali guru BK. Teknik pengumpulan data dilakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengabsahan data menggunakan triangulasi sumber dengan kepala sekolah dan guru BK. Tehnik analisis data dilakukan dengan kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ditemukan bahwa (i) peran guru IPS dalam membimbing perilaku sosial peserta didik dapat dilihat dari (1) guru sebagai administrator, (2) guru sebagai korektor, (3) guru sebagai fasilitator, (4) guru sebagai pembimbing, (5) guru sebagai motivator (6) guru sebagai demonstrator, (7) guru sebagai pengelola kelas dan (8) guru sebagai evaluator (ii) faktor penyebab disorientasi perilaku sosial peserta didik (1) faktor pribadi (2) faktor keluarga (3) pergaulan dengan teman (iii) Strategi yang diterapkan  guru IPS dalam mengatasi disorientasi perilaku sosial peserta didik dilihat dari (1) pendekatan persuasif, (2) edukatif, (3) rehabilitatif dan (4) penguatan sistem regulasi aturan.This research aims to (i) identify the role of social studies teachers in guiding the social behavior of students at SMP Negeri 1 Polewali (ii) identify the factors that cause disorientation of social behavior of students at SMP Negeri 1 Polewali (iii) analyze the strategies of social studies teachers in overcoming disoriented social behavior students at SMP Negeri 1 Polewali. The research method used is descriptive qualitative with a case study approach. The number of informants in this study was 5 informants who were determined through a purposive sampling technique with the criteria of social studies teachers who had taught for more than four semesters and students who had more than 2 guidance and counseling teachers' records. Data collection techniques include observation, interviews and documentation. The data validation technique uses source triangulation with school principals and guidance and counseling teachers. Data analysis techniques are carried out by condensing data, presenting data and drawing conclusions. The research results found that (i) the role of social studies teachers in guiding students' social behavior can be seen from (1) teachers as administrators, (2) teachers as correctors, (3) teachers as facilitators, (4) teachers as mentors, (5) teacher as motivator (6) teacher as demonstrator, (7) teacher as class manager and (8) teacher as evaluator (ii) factors causing disorientation of students' social behavior (1) personal factors (2) family factors (3) interactions with friends (iii) The strategies implemented by social studies teachers in overcoming disoriented student behavior are seen from (1) persuasive, (2) educative, (3) rehabilitative approaches and (4) strengthening the regulatory system.
PERAN KESETARAAN GENDER DALAM MEMPENGARUHI KEMANDIRIAN DAN KEKUATAN PEREMPUAN BUGIS MASA KINI Darmayanti, Dyan Paramitha; Manda, Darman; Sadriani, Andi
Phinisi Integration Review Volume 7 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v7i2.62176

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak kesetaraan gender terhadap kemandirian dan kekuatan perempuan Bugis saat ini. Peran perempuan dalam masyarakat Bugis telah lama menjadi bagian penting dari budaya mereka, di mana mereka memiliki kontribusi signifikan dalam berbagai aspek kehidupan. Penelitian ini mengkaji bagaimana nilai-nilai budaya Bugis memfasilitasi kesetaraan gender dan pengaruhnya terhadap perempuan Bugis di zaman sekarang. Melalui studi kasus tentang lima perempuan Bugis di Makassar, penelitian ini mengidentifikasi tantangan serta peluang yang dihadapi perempuan dalam pengembangan diri dan partisipasi dalam masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem kekerabatan bilateral dalam budaya Bugis, yang memberi penekanan pada kedua garis keturunan ibu dan ayah, turut berperan dalam kemandirian ekonomi dan sosial perempuan Bugis. Keterlibatan aktif perempuan Bugis dalam bidang sosial, politik, dan ekonomi mencerminkan implementasi praktik kesetaraan gender. Penelitian ini memberikan pemahaman baru tentang dinamika kesetaraan gender dalam budaya Bugis serta dampaknya terhadap pemberdayaan perempuan Bugis pada masa sekarang. Pada akhirnya, penelitian ini menyoroti pentingnya menjaga nilai-nilai budaya yang mendukung kesetaraan gender sebagai dasar bagi pembangunan sosial dan ekonomi yang inklusif.This research aims to explore the impact of gender equality on the independence and power of Bugis women today. The role of women in Bugis society has long been an important part of their culture, where they have made significant contributions in various aspects of life. This research examines how Bugis cultural values facilitate gender equality and its impact on Bugis women today. Through case studies of five Bugis women in Makassar, it identifies the challenges and opportunities women face in their self-development and participation in society. The results show that the bilateral kinship system in Bugis culture, which emphasizes both maternal and paternal lineages, contributes to Bugis women's economic and social independence. Bugis women's active involvement in social, political and economic spheres reflects the implementation of gender equality practices. This research provides new insights into the dynamics of gender equality in Bugis culture and its impact on the empowerment of Bugis women today. Finally, it highlights the importance of maintaining cultural values that support gender equality as the basis for inclusive social and economic development.
TRADISI KORONGTIGI DALAM PESTA PERNIKAHAN MASYARAKAT DI DESA KARELAYU KECAMATAN TAMALATEA KABUPATEN JENEPONTO (1980-2022) Masdayanti, Masdayanti; Bahri, Bahri; Bosra, Mustari; Najamuddin, Najamuddin
Phinisi Integration Review Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v7i1.59355

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui Sejarah Tradisi Korongtigi, (2) Mengetahui Fungsi dan Makna Tradisi Korongtigi, (3) Mengetahui Proses Tradisi Korongtigi. (4) Mengetahui eksistensi dari Tradisi Korongtigi dalam pesta pernikahan masyarakat di Desa Karelayu Kecamatan Tamalatea Kabupaten Jeneponto. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dengan teknik analisis data terdapat tiga jalur yaitu reduksi data, penyajian data dan pemeriksaan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tradisi Korongtigi  ialah suatu tradisi dalam rangkaian acara pesta pernikahan yang dilaksanakan oleh nenek moyang secara turun-temurun mulai dari tahun 1980 sampai sekarang. (2) Fungsi dan makna dari Tradisi Korongtigi ialah menjaga warisan nenek moyang dan sebagai pemanjatan doa dan harapan untuk calon mempelai. (3) Proses pelaksanaan Tradisi Korongtigi yaitu mulai dari acara anriobunting (siraman pengantin) appatamma’ (khatam Alquran), pembacaan barazanji sampai pada tahap korongtigi yang dilakukan oleh kedua orang tua, kerabat dan para tamu undangan. (4) eksistensi Tradisi Korongtigi di Desa Karelayu Kecamatan Tamalatea Kabupaten Jeneponto masih eksis dan bertahan sampai saat ini dikarenakan masyarakat Desa Karelayu masih menganggap bahwa Tradisi Korongtigi ini selain memberikan doa restu kepada mempelai juga sebagai tempat perkumpulan untuk mempererat tali kekeluargaan,persaudaraan dan untuk meningkatkan hubungan kerja sama baik untuk tuan rumah penyelenggara pesta dan juga masyarakat setempat yang hadir dalam acara tersebut.This research aims to (1) Understand the history of the Korongtigi tradition, (2) Understand the function and meaning of the Korongtigi tradition, (3) Understand the process of the Korongtigi tradition. (4) Knowing the existence of the Korongtigi Tradition in community wedding parties in Karelayu Village, Tamalatea District, Jeneponto Regency. This research is descriptive qualitative research with three data analysis techniques, namely data reduction, data presentation and conclusion checking. The research results show that: (1) The Korongtigi tradition is a tradition in a series of wedding ceremonies carried out by ancestors from generation to generation from 1980 until now. (2) The function and meaning of the Korongtigi Tradition is to maintain the heritage of the ancestors and to offer prayers and hopes for the prospective bride and groom. (3) The process of implementing the Korongtigi Tradition starts from the anriobunting (bridal shower) appatamma' (khatam Al-Quran), the reading of barazanji to the korongtigi stage which is carried out by both parents, relatives and invited guests. (4) the existence of the Korongtigi Tradition in Karelayu Village, Tamalatea District, Jeneponto Regency still exists and survives to this day because the people of Karelayu Village still consider that the Korongtigi Tradition, apart from giving blessings to the bride and groom, is also a gathering place to strengthen family ties, brotherhood and to improve relationships. cooperation for both the host party organizer and also the local community who attended the event.
PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN TERSTRUKTUR DAN TIDAK TERSTRUKTUR DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI SMK MADANI KOTA MAKASSAR Musdalifah, Musdalifah; Haruna, Hasisa; Gayang, Dominggus
Phinisi Integration Review Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v7i1.59126

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil belajar model terstruktur dan model tidak terstruktur terhadap siswa kelas XI SMK Madani Makassar. Cara pengambilan data pada penelitian ini adalah dengan pemberian pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMK Madani Makassar, sampling dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK Madani Makassar. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik Uji t melalui aplikasi spss 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perbandingan model pembelajaran terstruktur dan tidak terstruktur dilihat pada hasil uji t nilai sig (2-tailed) 0,039<0,05, berarti Ho ditolak, dimana Ho: tidak ada perbandingan model pembelajaran terstruktur dan tidak terstruktur. Hasil penelitian ini juga menyimpulkan bahwa adanya Model pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa, dilihat dari gain score Model pembelajaran Terstruktur 22 dan model pembelajaran tidak terstruktur 16,4.This research is experimental research which aims to determine the comparison of learning outcomes from structured models and unstructured models for class XI students at SMK Madani Makassar. The method for collecting data in this research was by administering a pretest-posttest. The population in this study were students of SMK Madani Makassar, the sampling in this study was students of class XI SMK Madani Makassar. The data analysis technique used is the t test technique via the SPSS 20 application. The research results show that there is a comparison of structured and unstructured learning models seen in the t test results with a sig (2-tailed) value of 0.039<0.05, meaning Ho is rejected, where Ho: there is no comparison of structured and unstructured learning models. The results of this research also conclude that there is a learning model that can improve student learning outcomes, seen from the gain score for the Structured learning Model of 22 and the unstructured learning model of 16.4.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PEDAGANG PASAR RANTELEMO DI DESA RANTELEMO KECAMATAN BAMBANG KABUPATEN MAMASA SULAWESI BARAT Sapinah, Sapinah; Dwiyanti, Dwiyanti; Anan, Alvin
Phinisi Integration Review Volume 7 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v7i2.61839

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh variabel modal, jam kerja, jumlah tenaga kerja, tingkat pendidikan terhadap pendapatan pedagang di Pasar Rantelemo baik secara induvidu maupun secara bersama sama.   Penelitian ini merupakan pelenelitian deskriptif dengan menggunakan metode survei dengan wawancara langsung dalam pengambilan data. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan kombinasi proportionated sampling dengan area ramdom sampling. ukuran sampel yang diambil sebanyak 30 pedagang di Pasar Rantelemo dari populasi di Pasar Rantelemo yaitu sebanyak 53 pedagang. Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah analisis regresi linear berganda.  Dari hasil analisis data , secara Parsial Modal berpengaruh signifikan terhadap pendapatan yang ditandai dengan nilai t hitung 3.507 dengan signifikan 0.002<0.05, Jam Kerja berpengaruh signifikan terhadap pendapatan yang ditandai dengan nilai t hitung 0.241 dengan signifikan 0.004<0,05, Jumlah Tenaga Kerja berpengaruh signifikan terhadap pendapatan yang ditandai dengan nilai t hitung -0,328 dengan signifikan 0.041<0.05, dan tingkat pendidikan tidak berpengaruh terhadap pendapatan yang ditandai dengan nilai t hitung -0,527 signifikan 0,603>0.05 maka dengan demikian menunjukkan bahwa variabel tingkat Pendidikan tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan. Secara Simultan Modal, Jam Kerja, Jumlah Tenaga Kerja dan Tingkat Pendidikan berpengaruh signifikan terhadap pendapatan yang ditandai dengan F hitung 16.620 dengan signifikan 0.000<0.05.The aim of this research is to determine and analyze the influence of capital variables, working hours, number of workers, level of education on the income of traders at Rantelemo Market both individually and collectively. This research is descriptive research using a survey method with direct interviews for data collection. The sampling technique in this research used a combination of proportionated sampling with area random sampling. The sample size taken was 30 traders at Rantelemo Market from a population at Rantelemo Market of 53 traders. The data analysis technique used to test the hypothesis is multiple linear regression analysis. From the results of data analysis, Partial Capital has a significant effect on income as indicated by a calculated t value of 3.507 with a significance of 0.002<0.05, Working Hours has a significant effect on income as indicated by a calculated t value of 0.241 with a significance of 0.004<0.05, Number of Workers has an influence is significant on income as indicated by a t value of -0.328 with a significance of 0.041<0.05, and education level has no effect on income as indicated by a t value of -0.527 with a significance of 0.603>0.05, thus indicating that the education level variable has no significant effect on income. Simultaneously, capital, working hours, number of workers and education level have a significant effect on income as indicated by F count 16.620 with a significance of 0.000<0.05.
ANALISIS REPRESENTASI KELAS SOSIAL DALAM FILM SNOWPIERCER (2013) DAN MANFAATNYA DALAM PEMBELAJARAN SOSIOLOGI DI SMA Kasim, Hasanudin; Nur, Hasruddin; Amir, Arfenti; Jalal, Jalal; Sriwahyuni, Sriwahyuni
Phinisi Integration Review Volume 7 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v7i2.61334

Abstract

Abstract. This research aimed to analyze and describe the representation of social class in the Snowpiercer (2013) and its benefits to study sociology in senior high school. The type of approach in this research was a qualitative descriptive method with the Snowpiercer (2013) as the data source. The data collection technique used documentation technique. Data analysis was content analysis by applying the Miles and Huberman model. The research results show that the representation of social class was very dominant and played an important role in the plot and narrative of the Snowpiercer (2013), including: a) upper class vs lower class; b) exploitation and oppression; c) resistance and revolution; d) visual symbolism; e) upper class decadence; and f) manipulation of information. Then, the benefits of the Snowpiercer (2013) in studying sociology of senior high school including: visualizing social structure in learning material, visualizing social inequality in learning material, visualizing diversity and identity in learning, and visualizing rebellion and social change in learning.Abstrak.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan representasi kelas sosial dalam Snowpiercer (2013) dan manfaatnya dalam pembelajaran sosiologi di SMA. Jenis pendekatan pada penelitian ini merupakan pendekatan kualitatif metode deskriptif analisis dengan objek Snowpiercer (2013) sebagai sumber datanya. Teknik pengumpulan data yaitu teknik dokumentasi. Analisis data adalah analisis isi dengan menerapkan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukan bahwa representasi kelas sosial sangat dominan dan memainkan peran penting dalam plot dan narasi Snowpiercer (2013) antara lain: a) kelas atas vs kelas bawah; b) eksploitasi dan penindasan; c) perlawanan dan revolusi; d) simbolisme visual; e) dekadensi kelas atas; dan f) manipulasi informasi. Kemudian adapun manfaat Snowpiercer (2013) dalam pembelajaran sosiologi di SMA antara lain: memvisualisasikan struktur sosial dalam materi pembelajaran, memvisualisasikan ketimpangan sosial dalam materi pembelajaran, memvisualisasikan diversitas dan identitas dalam pembelajaran, dan memvisualisasikan pemberontakan dan perubahan sosial dalam pembelajaran.
PERKAWINAN ANAK USIA DINI DALAM PERSPEKTIF UU NO.16 TAHUN 2019 DAN HAK ASASI MANUSIA DI KABUPATEN SOPPENG Sari, Novita; Haris, Hasnawi; Khaer, Nurharsyah
Phinisi Integration Review Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v7i1.59171

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (i) mengetahui kasus perkawinan anak usia dini di Kabupaten Soppeng (ii) Dampak dari perkawinan anak usia dini yang terjadi di Kabupaten Soppeng (iii) Upaya pemerintah dalam mengatasi terjadinya perkawinan anak usia dini. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah Hakim Pengadilan Agama Kabupaten Soppeng dan Kepala Kantor Urusan Agama Kabupaten Soppeng. Menggunakan data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data berupa pengamatan, wawancara, dokumentasi. Adapun teknik analisis data berupa editing, verifikasi, analisis dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (i) Secara umum kasus perkawinan anak usia dini tidak dapat dihapus secara total karena adanya Undang-undang yang telah mengatur dan memberikan peluang kepada setiap masyarakat yang akan melangsungkan perkawinan anak usia dini. Adapun faktor yang mempengaruhi perkawinan anak usia dini masih terjadi sampai sekarang karena adanya hal yang mendesak, faktor ekonomi, maupun keinginan dari masing-masing belah pihak. (ii) Dampak perkawinan anak usia dini yang terjadi di Kabupaten Soppeng adalah adalah rata-rata yang telah mengambil dispensasi ke Pengadilan Agama merekalah yang kembali lagi untuk bercerai, karena belum siap dari segi materi maupun emosi yang tidak stabil sehingga berdampak pada tidak dapatnya terpenuhi tujuan dalam pernikahannya karena mereka belum dewasa. (iii) Upaya pihak pemerintah untuk menghindari perkawinan anak usia dini adalah telah melakukan kerja sama dengan instansi-instansi yakni pemberdayaan perempuan dan kesehatan dan juga pihak pemerintah telah melakukan penyuluhan-penyuluhan secara langsung pada sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Soppeng.This research aims to (i) know the case of the early child marriage in Soppeng district (ii) the impacts of early child marriage existed in Soppeng (iii) the government efforts in solving the case of early child marriage. This research applied qualitative research. The informants were religious court judged and the head of the religious affairs office. Used primary and secondary data. The method of collecting data involves observation, interview and documentation. Furthermore, the method of analyzing data were editing, verification, analysis dan conclusion. The result of this research shows that: (i) generally the early child marriage case cannot be completely solved because of the existing of the regulations governing and giving opportunity to every society which will conduct an early child marriage. Moreover, the factor affecting the early child of marriage still exists because of economic factor and internal reasons from the people who conduct the action. (ii) the impact of early child marriage in Soppeng district is the average people have taken dispensation to the religious court and they also who come to ask for divorce because they are still immature in managing their emotion and finance as well therefore it affects the goal of their marriage that cannot be fulfilled. (iii) the government efforts to prevent the early child marriage are cooperating with the institutions such as woman’s empowerment and health as well as the institutions that conduct counseling directly in available schools in Soppeng.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE (TPS) BERBASIS LOC-R (LITERASI, ORIENTASI, KOLABORASI, DAN REFLEKSI) DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA DI SMP NEGERI 5 KOTA TERNATE Pasongli, Hernita; Aida, Elsa Nur; Marthinu, Eva; Aryuni, Vrita Tri; Salam, Ramdani; Amelia, Risky Nuri
Phinisi Integration Review Volume 7 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v7i2.61943

Abstract

Model Pembelajaran Think Pair Share  (TPS) telah  banyak diimplementasikan oleh guru di sekolah dan output dari pembelajaran ini adalah peningkatan hasil belajar, aktivitas dan motivasi belajar. SMP Negeri 5 pertama kali memadukan pembelajaran Think Pair Sair (TPS) dengan LOCR. Pembelajaran LOCR merupakan pembelajaran baru yang dimodifikasi dari literasi peta yang terdiri dari Literasi, Orientasi, Kolaborasi dan Refleksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar (kognitif) dengan model pembelajaran TPS berbasis LOC-R di SMP 5 Kota Ternate. Metode dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan jumlah sampel 15 siswa yang terdiri dari 7 laki-laki dan 8 perempuan, teknik pengampilan sampel berdasarkan purposive sampling. Tes dan lembar observasi digunakan sebagai alat pengumpulan data dengan analisis menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian menunjukan bahwa model pembelajaran Think Pair Share berbasis LOCR dapat meningkatkan hasil belajar. Peningkatan terjadi di siklus II setelah adanya perbaikan pembelajaran yang dilakukan  oleh guru setelah mendapatkan hasil refleksi dari observer dan dosen dari program studi pendidikan geografi. Model pembelajaran TPS dengan LOCR dapat memberikan rekomendasi kepada guru dalam memberikan pendampingan kepada siswa apabila membutuhkan bantuan.The Think Pair Share (TPS) learning model has been implemented by many teachers in schools and the output of this learning is increased learning outcomes, activity and learning motivation. SMP Negeri 5 first combined Think Pair Sair (TPS) learning with LOCR. LOCR learning is a new learning modified from map literacy which consists of Literacy, Orientation, Collaboration and Reflection. The aim of this research is to determine the improvement in learning outcomes (cognitive) with the LOC-R based TPS learning model at SMP 5 Ternate City. The method in this research is Classroom Action Research (PTK) with a sample size of 15 students consisting of 7 men and 8 women, the sample collection technique is based on purposive sampling. Tests and observation sheets are used as data collection tools with analysis using the percentage formula. The research results show that the LOCR-based Think Pair Share learning model can improve learning outcomes. The increase occurred in cycle II after improvements in learning carried out by the teacher after receiving reflection results from observers and lecturers from the geography education study program. The TPS learning model with LOCR can provide recommendations to teachers in providing assistance to students if they need help.
HUBUNGAN KEDISIPLINAN, MOTIVASI, DAN MINAT BELAJAR SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN IPA KELAS V UPT SPF SD NEGERI DAYA 1 KECAMATAN BIRINGKANAYA KOTA MAKASSAR Idris, Muhamad; Khalik, Muh. Fihris; N, Jusmaniar
Phinisi Integration Review Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v7i1.59519

Abstract

Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara disiplin belajar, motivasi, dan minat belajar terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran IPA kelas V UPT SPF SD Negeri Daya 1 Kecamatan Beringkanaya Kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitan korelasional dengan sampel penelitian berjumlah 30 siswa kelas V UPT SPF SD Negeri Daya 1 Kecamatan Bringkanaya Kota Makassar tahun ajaran 2022/2023. Instrumen penelian angket dan data dokumentasi dalam pengumpulan data di analisis dengan “Analisa Univariat” dan “Analisa Bivariat”. Hasil penelitan dari masing-masing variabel menunjukan bahwa ada hubungan terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA kelas V UPT SPF SD Negeri Daya 1 Kecamatan Bringkanaya Kota Makassar ( 0,01 < 0,05) sehingga dapat di simpulkan bahwa ada hubungan signifikan yang positif dan sangat kuat antara kedisiplinan, motivasi dan minat belajar terhadap hasil belajar pada mata pelajaran IPA kelas V UPT SPF SD Negeri Daya 1 Kecamatan Bringkanaya Kota Makassar.This research aims to determine the relationship between learning discipline, motivation and interest in learning on the learning outcomes of students in class V science subjects at UPT SPF SD Negeri Daya 1, Beringkanaya District, Makassar City. This type of research is correlational research with a research sample of 30 students in class V UPT SPF SD Negeri Daya 1 Bringkanaya District, Makassar City, academic year 2022/2023. The questionnaire research instruments and documentation data in data collection were analyzed using "Univariate Analysis" and "Bivariate Analysis". The research results of each variable show that there is a relationship with student learning outcomes in science subjects class V UPT SPF SD Negeri Daya 1 Bringkanaya District, Makassar City (0.01 < 0.05) so it can be concluded that there is a significant positive relationship and very strong relationship between discipline, motivation and interest in learning on learning outcomes in science subjects class V UPT SPF SD Negeri Daya 1 Bringkanaya District, Makassar City.
PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PROGRAM KAMPUS MENGAJAR MELALUI VIDEO ASSITED LEARNING Ningsari, Wa Ode; Kaddas, Badruddin; Irviana, Ira; Setiawan, Ince Prabu
Phinisi Integration Review Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v7i1.57511

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi penguatan pendidikan karakter melalui video assited learning siswa kelas V selama program kampus mengajar di UPT SPF SD Inpres Pa’baeng-baeng Kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian studi kasus dengan desain kualitatif. Instrumen yang digunakan adalah berupa wawancara, observasi, dokumentasi. Teknik analisis data yang dugunakan teknik kualitatif. Berdasakan hasil penelitian menjelaskan bahwa implementasi penguatan pendidikan karakter melalui video assited learning siswa kelas V belum optimal. Dalam penelitian ini terdapat 3 indikator pendidikan karakter yaitu religious, disiplin, dan tanggung jawab. Ketiga indicator pendidikan karakter ini belum seutuhnya ditanamkan pada kepribadian siswa kelas v, seperti  1) Religius: etika berdoa sebelum dan sesudah belajar masih ada yang bermain-main dan ada pula yang belum hafal doa belajar. 2) Disiplin: masih ada siswa ynag terlambat masuk kelas, tidak menyimak video pembelajaran yang ditampilkan dan membuang sampah sembarangan. 3) tanggung jawab: tidak menjaga kebersihan, tidak mengerjakan tugas, dan tidak melaksanakan tugas piket kelas yang telah ditentukan.  Guru harus menjadi tokoh yang menanamkan nilai-nilai terpuji bagi siswa, memperbaiki perilaku yang buruk menjadi benar dan menjelaskan apa yang harus dan tidak harus dilakukan dengan cara mengimplementasi 3 indikator religious, disiplin, serta tanggung jawab dalam mengatasi karakter-karakter siswa.This research aims to determine the implementation of strengthening character education through video assisted learning for class V students during the campus teaching program at UPT SPF SD Inpres Pa'baeng-baeng, Makassar City. This type of research is case study research with a qualitative design. The instruments used are interviews, observation, documentation. The data analysis technique used is qualitative techniques. Based on the research results, it is clear that the implementation of strengthening character education through video assisted learning for class V students is not optimal. In this research there are 3 indicators of character education, namely religion, discipline and responsibility. These three indicators of character education have not been fully embedded in the personalities of class V students, such as 1) Religious: the ethics of praying before and after studying, there are still those who play around and there are also those who have not memorized the study prayer. 2) Discipline: there are still students who are late for class, don't pay attention to the learning videos shown and throw rubbish carelessly. 3) responsibility: not maintaining cleanliness, not doing assignments, and not carrying out predetermined class picket duties. Teachers must be figures who instill commendable values in students, correct bad behavior into correct ones and explain what should and should not be done by implementing the 3 indicators of religion, discipline and responsibility in dealing with student characters.