cover
Contact Name
Ludovikus Bomans Wadu
Contact Email
ludovikusbomanwadu@unikama.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ludovikusbomanwadu@unikama.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Moral Kemasyarakatan
ISSN : -     EISSN : 25274821     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Journal Moral Kemasyarakatan is published by the Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Study Program of Universitas Kanjuruhan Malang and Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia (AP3KnI) of East Java, which includes the results of research on character, moral action and actions that have positive values ​​in all areas of community life. The purpose of the Moral Society's journal is to provide a forum for exchange of ideas, principles and processes regarding the behavior and actions of human actions that cover all areas of life in society. Frequency of issue per year as much as 2 times in June and December
Arjuna Subject : -
Articles 224 Documents
Persepsi Anak tentang Pengaruh Teknologi dan Tradisi Lisan terhadap Perkembangan Kognitif dan Karakter Anak Sari, Mia Zultrianti; Supriatna, Nana; Disman, Disman; Kristanto, Kiki; Hendayani, Santi
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 9 No 2 (2024): Volume 9, Nomor 2 - Desember 2024
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v9i2.10513

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan menganalisis pengaruh penggunaan teknologi terhadap perkembangan kognitif dan karakter anak di sekolah dasar. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan survei, penelitian ini melibatkan 10 sekolah dasar di daerah Kuningan, yaitu Sekolah Dasar Negeri 1 Awirarangan, Sekolah Dasar Negeri 2 Awirarangan, Sekolah Dasar Negeri 2 Winduhaji, Sekolah Dasar Negeri 3 Winduhaji, Sekolah Dasar Negeri 17 Kuningan, Sekolah Dasar Negeri 4 Windusengkahan, Sekolah Dasar Negeri 3 Windusengkahan, Sekolah Dasar 1 Ciloa, Sekolah Dasar Negeri 1 Bayuning, dan Sekolah Dasar Negeri 2 Kuningan. Subjek penelitian yaitu anak-anak dan tenaga pendidik, yang memberikan data melalui kuesioner dengan menggunakan skala Likert. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan inferensial untuk mengidentifikasi pola, hubungan, dan perbedaan signifikan pada variabel yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknologi dapat mempengaruhi perkembangan kognitif dan karakter anak dengan cara yang berbeda, baik positif maupun negatif. Temuan ini memberikan wawasan baru mengenai cara efektif dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung pendidikan anak sekolah dasar, serta pentingnya pendekatan yang seimbang antara teknologi dan interaksi langsung dalam proses pembelajaran.
Pengaruh Inovasi Pembelajaran dan Kurikulum Merdeka Terhadap Karakter Kemandirian Belajar Peserta Didik di Manado Mentang, Paulus Joseph; Mua, Marianus Muharli
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 9 No 2 (2024): Volume 9, Nomor 2 - Desember 2024
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v9i2.10529

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inovasi pembelajaran dan kurikulum merdeka terhadap karakter kemandirian belajar peserta didik di Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Katolik di Kota Manado. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik analisis regresi untuk mengukur hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang baik dan signifikan inovasi pembelajaran guru terhadap karakter kemandirian belajar peserta didik dengan Uji T sebesar 16.029 > 0,159  nilai t Tabel dan dengan signifikansi 0,000 ˂ 0,05 sedangkan koefisien determinasi diperoleh R 0,664 dan R2 sebesar 0,718, terdapat pengaruh yang baik dan signifikan kurikulum merdeka terhadap karakter kemandirian belajar peserta didik dengan Uji T sebesar 15.029 > 0,159  nilai t Tabel dan dengan signifikansi 0,000 ˂ 0,05 sedangkan koefisien determinasi R sebesar 0,694 dan R2 sebesar 0,758, terdapat pengaruh yang baik dan signifikan inovasi pembelajaran dan kurikulum merdeka terhadap karakter kemandirian belajar SMA dan SMK Katolik di Kota Manado dengan Uji F sebesar 131.181 > 0,199 dan nilai F tabel dengan signifikansi 0,000 ˂ 0,05 dengan koefisien R sebesar 0,795, R2 sebesar 0,632 dan adjusted R2 sebesar 0,627.
Eksplorasi Disposisi Etika dalam Sastra Lisan Sobe Sakti di Fatuleu Etnik Timor Jama, Karolus Budiman; Panis, Isabel Coryunitha
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 9 No 2 (2024): Volume 9, Nomor 2 - Desember 2024
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v9i2.10597

Abstract

Penelitian ini berjudul “Eksplorasi Disposisi Etika dalam Sastra Lisan Sobe Sakti di Fatuleu Etnik Timor”. Penelitian ini mendeskripsikan etika dalam cerita rakyat Sobe Sakti yang menekankan disposisi nilai-nilai etika dan implikasinya dalam kehidupan masyarakat Fatu Leu Etnik Timor. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data dianalisis menggunakan teori Hermeneutika Simbol Paul Ricoeur. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara kepada narasumber, baik sastra lisan maupun disposisi etika dari cerita ke aksi, kemudian dikomparasi dan divalidasi. Temuan dalam penelitian ini adalah terdapat interdependensi unsur konteks, sosial, budaya dan historis  sebagai strategi dalam mengungkap ragam nilai kebajikan yang terkandung dalam sastra lisan, yakni nilai budaya yang tetap dijaga dan dijalankan sebagai penanda identitas; sastra lisan ini menata nilai-nilai kemanusiaan dalam melawan human trafficing; membangun etika lingkungan; nilai religius terkait relasi dengan Sang Pencipta, nilai interpersonal yaitu kesabaran, motivasi, optimis, kepedulian, dan keberanian sebagai bagian dari nilai juang dalam pembelajaran. Konteks teoritis, konsep pendekatan etika dalam sastra lisan ini bekerja secara eklektik. Ini menunjukkan konsep etika dalam etnik Timor di Fatu Leu saling berkaitan.
Penerapan Media Pembelajaran Go Buya Berbasis Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar 12 Perbatasan Entikong Syamsijulianto, Tri; Sapriya, Sapriya; Sa'ud, Udin Syaefudin; Riyana, Cepi
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 9 No 2 (2024): Volume 9, Nomor 2 - Desember 2024
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v9i2.10607

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan media pembelajaran Go Buya berbasis pendidikan karakter terjadi peningkatan pendidikan karakter di Sekolah Dasar (SD) 12 Entikong, Kalimantan Barat. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di SD berperan penting dalam pembentukan karakter peserta didik yang bertanggung jawab, kritis, dan berkepribadian positif. Media pembelajaran Go Buya dikembangkan dengan pendekatan game-based education untuk meningkatkan pendidikan karakter peserta didik, khususnya dalam nilai-nilai toleransi dan cinta tanah air. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain pretest dan posttest pada 25 peserta didik yang dipilih secara acak dari total populasi sebanyak 50 peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Go Buya secara signifikan meningkatkan nilai persatuan dan karakter peserta didik, dengan hasil pretest rata-rata sebesar 60,92 dan posttest sebesar 73,77. Uji normalitas, uji homogenitas, dan uji-t menunjukkan bahwa penerapan media pembelajaran Go Buya memberikan efek positif dalam meningkatkan pendidikan karakter di SD perbatasan. Hasil ini mengindikasikan bahwa melalui game dalam pembelajaran dapat sebagai metode pembelajaran dapat menjadi solusi efektif dalam meningkatkan hasil belajar dan karakter peserta didik di daerah perbatasan.
Tradisi dan Modernitas: Tantangan Masyarakat Bajo di Torosiaje dalam Pelestarian Budaya Yunus, Rasid; Adhani, Yuli; Pangalila, Theodorus; Cuga, Candra; Noe, Wahyudin
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 9 No 2 (2024): Volume 9, Nomor 2 - Desember 2024
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v9i2.10619

Abstract

Penelitian ini menyoroti ketahanan masyarakat Bajo di Torosiaje, Gorontalo, dalam dalam upaya menjaga kebudayaan mereka disaat pengaruh modernisasi yang semakin kuat. Penelitian menggunakan metode kualitatif. Penelitian memperlihatkan bagaimana masyarakat Bajo tetap memelihara nilai-nilai kearifan lokal, khususnya tradisi maritim, sistem pernikahan, pengobatan dan nilai gotong-royong  meskipun mereka telah mengadopsi teknologi modern. Teknologi modern diintegrasikan secara selektif tanpa menghilangkan esensi dari kearifan lokal sebagai identitas mereka. Penelitian ini menemukan bahwa masyarakat Bajo mampu melakukan negosiasi dengan perubahan, mempertahankan inti budaya mereka sambil menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman. Selain itu, temuan ini juga menggarisbawahi peran sentral pendidikan dan kepemimpinan komunitas dalam proses pelestarian budaya. Kepemimpinan lokal berperan dalam menanamkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda, serta pendidikan memainkan peran penting dalam menciptakan kesadaran melestarikan kearifan lokal dalam perubahan sosial dan teknologi.Tantangan dari temuan ini adalah tekanan dari dalam masyarakat sendiri yang ingin mendapatkan fasilitas modern yang lebih baik, sehingga dilema antara memenuhi kebutuhan modern dan melestarikan tradisi yang menjadi identitas komunitas.
Analysis of Value Alignment and Ethical Guardianship of Learning with AI in Civic Education Agustin, Ririn Dwi; Wiyono, Subelo; Yamanto, Redi
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 9 No 2 (2024): Volume 9, Nomor 2 - Desember 2024
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v9i2.10650

Abstract

The rapid development of information technology, particularly Artificial Intelligence (AI), has significantly impacted various aspects of human life, including education. This study analyses the value alignment and ethical guardianship of AI-powered learning, specifically ChatGPT, in Civic Education. The research aims to assess how AI, particularly ChatGPT, aligns with moral judgments grounded in Pancasila values, a core component of Civic Education in Indonesia. Using a qualitative approach involving document analysis and expert interviews, this study investigates the ethical implications, potential risks, and safety concerns associated with using ChatGPT in educational settings. The findings indicate that while ChatGPT is user-friendly and capable of processing natural language, there are notable issues related to its accuracy, contextual understanding, and ethical considerations. The study concludes that the responsibility for misinformation or ethical breaches remains ambiguous, necessitating a more cautious approach to integrating AI in Civic Education. The implications suggest the need for comprehensive guidelines and frameworks to ensure that AI tools are used responsibly, maintaining alignment with the cultural and moral values of Indonesia.
Pengembangan Model Pembelajaran Inkuiri dalam Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan untuk Menguatkan Kewargaan Digital Sartika, Rika; Maftuh, Bunyamin; Nurdin, Encep Syarief; Budimansyah, Dasim
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 9 No 2 (2024): Volume 9, Nomor 2 - Desember 2024
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v9i2.10672

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana implementasi model pembelajaran inkuiri dalam menguatkan keterampilan kewargaan digital yang dimiliki mahasiswa. Keterampilan ini sangat dibutuhkan untuk menghadapi era digital dimana ruang kehidupan tak terbatas dan pola interaksi yang bervariasi, agar tetap beretika. Melalui model pembelajaran inkuiri dalam Pendidikan Kewarganegaraan, diharapkan mahasiswa bukan hanya memiliki pengetahuan digital; namun juga memiliki tanggungjawab digital.Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif; dengan pengumpulan data melalui observasi; wawancara; dan kajian literatur. Lokasi penelitian di dua perguruan tinggi yaitu Universitas Pendidikan Indonesia dan Institut Teknologi Bandung. Informan penelitian yang dituju yaitu dosen dan mahasiswa. Analisis data dilakukan melalui reduksi data; pengujian data; dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengembangan model pembelajaran inkuiri yang ideal untuk menguatkan keterampilan kewargaan digital adalah yang dikolaborasikan dengan blended learning;  Kendala yang dihadapi dalam penerapan model yaitu keterampilan dosen dalam menguasai teknologi dan motivasi mahasiswa menggunakan sumber digital yang terpercaya. Mahasiswa memiliki keterampilan kewargaan digital setelah menggunakan model inkuiri. Implikasi penelitian ini yaitu model hipotetik inkuiri yang sesuai dengan era digital saat ini dan dapat diterapkan di perkuliahan Pendidikan Kewarganegaraan.
Penguatan Etika Publik Berdasarkan Prinsip-Prinsip Civic Governance dalam Kebijakan Pendidikan di Kabupaten Garut Matin, Hilmy Nurfaizan Abdul; Cecep, Cecep Darmawan; Yoga, Prayoga Bestari; Syaiful, Syaifullah
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 9 No 2 (2024): Volume 9, Nomor 2 - Desember 2024
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v9i2.10673

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran etika publik dalam implementasi kebijakan pendidikan di Kabupaten Garut berfokus pada keselarasan dengan prinsip-prinsip civic governance. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, yang berarti bahwa data utama dikumpulkan melalui observasi., penelitian ini menyajikan analisis indikator menguatkan etika publik  dalam kebijakan pendidikan secara spesifik mengenai Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2020 tentang penyelenggaraan Pendidikan di Kabupaten Garut. Penelitian ini  menggunakan metode non-probability sampling dengan metode purposive sampling, dilakukan melalui In-depth interview dengan narasumber wawancara dari organisasi profesi bidang Pendidikan di Kabupaten Garut, NGO (Non Government Organizations) bidang Pendidikan dan stakeholders pendidikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa etika kebijakan publik dalam kebijakan Pendidikan di Kabupaten Garut Ada 3 Fokus utama dalam konteks Civic Governance yaitu transparansi berarti kebijakan pendidikan harus dikomunikasikan dengan jelas kepada masyarakat,  Akuntabilitas Pemerintah daerah Kabupaten Garut harus bertanggung jawab atas pelaksanaan kebijakan pendidikan, partisipasi publik masyarakat harus dilibatkan dalam proses pembuatan kebijakan. Keterlibatan ini bisa dilakukan melalui forum diskusi, musyawarah dengan para pemangku kepentingan, serta penyuluhan kepada warga tentang rencana kebijakan pendidikan yang akan diterapkan.
Penguatan Nilai Nasionalisme di Era Digital: Analisis Isi Narasi Dakwah Habib Luthfi Bin Yahya di Instagram Kartika, Rika; Suryadi, Karim; Rahmat, Rahmat; Syaifullah, Syaifullah
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 9 No 2 (2024): Volume 9, Nomor 2 - Desember 2024
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v9i2.10717

Abstract

Nilai-nilai nasionalisme merupakan nilai yang diperlukan oleh setiap bangsa untuk terus mengawal agenda pembangunan. Salah satu aktor penting dalam menjalankan tugas ini adalah para ulama termasuk para ulama di Indonesia dari keturunan Arab Hadrami yang dikenal dengan sebutan Habaib atau Habib dengan dakwahnya. Pada era pemerintahan Joko Widodo, Habib Luthfi bin Yahya diangkat menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden Periode 2019—2014. Penelitian ini mengkaji narasi nilai-nilai kebangsaan yang diutarakan oleh Habib Luthfi bin Yahya di platform Instagram. Metode yang digunakan adalah analisis isi kualitatif dari unggahan Instagram untuk menemukan  nilai-nilai kebangsaan dalam dakwah. Penelitian ini menunjukkan dakwah Habib Luthfi bin Yahya di Instagram yang mencerminkan nilai-nilai nasionalisme, yaitu cinta tanah air, persatuan, etika moral, toleransi dan perdamaian dengan memanfaatkan strategi media sosial dengan pola komunikasi yang inklusif. Temuan ini menunjukkan sosial media bukan sekadar platform distribusi pesan, tetapi wadah untuk mengatasi polarisasi di era digital. Penelitian ini menyoroti fenomena dakwah digital untuk menghadapi narasi intoleran yang tersebar di media sosial.
Budaya Mansai: Menumbuhkan Nilai Moral dan Agama pada Anak dalam Pendidikan Hasdin, Hasdin; Sukmawati, Sukmawati; Alanur, Shofia Nurun; Makmur, Windy; Nasran, Nasran
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 9 No 2 (2024): Volume 9, Nomor 2 - Desember 2024
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v9i2.10757

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai budaya Mansai yang dapat mengembangkan moral dan agama pada peserta didik serta upaya yang dapat dilakukan. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Mansalean Kecamatan Labobo Kabupaten Banggai Laut Provinsi Sulawesi Tengah. Subyek penelitian adalah kepala desa, guru pendidikan anak usia dini, guru sekolah dasar, tokoh adat, dan tokoh agama di Desa Mansalean. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi deskriptif-eksploratif. Data dihimpun melalui wawancara, dan observasi. Data dianalisis dengan menggunakan tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian: pertama, nilai-nilai moral dan agama yang terdapat dalam budaya Mansai, yaitu nilai tanggung jawab, kasih sayang, empati, dan toleran. Kedua, upaya pengembangan nilai moral dan agama pada anak melalui penerapan nilai budaya Mansai, yaitu dengan cara membudayakan perilaku untuk saling membantu pada siswa (bergotong-royong), menjenguk teman yang sakit, dan mengikutsertakan anak dalam kegiatan Mansai. Temuan penelitian adalah kekuatan budaya Mansai sampai bisa bertahan pada masyarakat  adalah karena budaya Mansai merupakan kearifan lokal, wadah untuk internalisasi nilai budaya, rasa kekeluargaan yang kuat, dan keterlibatan generasi muda.