cover
Contact Name
Aulia Qisthi
Contact Email
auliaqisthi@ui.ac.id
Phone
+6285860672438
Journal Mail Official
syntaxliterateofficial@gmail.com
Editorial Address
Greenland Sedang Residence E6 Sumber Cirebon, West Java, Indonesia
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia
ISSN : 25410849     EISSN : 25410849     DOI : -
Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia is a peer-reviewed scientific journal that publishes original research and critical studies in various fields of science, including education, social sciences, humanities, economics, and engineering. The journal aims to provide a platform for researchers, academics, and practitioners to disseminate their findings and insights for the advancement of knowledge and practice in Indonesia and beyond.
Articles 6,062 Documents
Pemetaan dan Analisis Dinamika Ekspansi Perkotaan di Wilayah Metropolitan Jakarta (1990-2020) Menggunakan Google Earth Engine Dhani Pratiwi, Imasti; Noviani, Rita; Tiara Rahmi, Ardia
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i12.63476

Abstract

Studi ini menyajikan analisis spasial-temporal yang mendalam mengenai dinamika ekspansi perkotaan, atau urban sprawl, di Wilayah Metropolitan Jakarta (WMJ) selama periode tiga dekade (1990–2020), dengan interval lima tahunan. Metodologi penelitian ini secara ekstensif memanfaatkan kapabilitas komputasi awan Google Earth Engine(GEE) dan serangkaian komposit citra satelit Landsat dari berbagai misi (Landsat 4, 5, 7, 8, dan 9), yang dipilih secara kondisional berdasarkan tahun analisis. Identifikasi area terbangun (built-up area) dilakukan melalui perhitungan Normalized Difference Built-up Index (NDBI) dan Modified Normalized Difference Water Index (MNDWI), diikuti oleh klasifikasi berbasis ambang batas ganda yang spesifik dan terjustifikasi. Untuk memastikan keandalan dan akurasi temuan, validasi komprehensif dilakukan menggunakan citra resolusi tinggi sebagai data referensi (interpretasi visual pada 300 titik sampel per tahun), verifikasi lapangan (ground truth pada 50 titik sampel untuk tahun 2020), serta perbandingan tren dengan data numerik independen dari Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta. Hasil penelitian secara konsisten menunjukkan percepatan signifikan dalam perluasan area terbangun dan pola urban sprawl yang ekstensif di WMJ, dengan luas area terbangun meningkat dari 60.000.000 Ha pada tahun 1990 menjadi 97.000.000 Ha pada tahun 2020. Penilaian akurasi spasial menunjukkan rata-rata Overall Accuracy sebesar 88.5% dan Koefisien Kappa sebesar 0.77. Validasi dengan data BPS memperlihatkan korelasi positif yang sangat kuat (r = 0.97, p < 0.001) antara luas area terbangun dan pertumbuhan jumlah penduduk. Temuan yang disajikan melalui visualisasi peta dan tabel data yang komprehensif ini memberikan data empiris yang krusial dan wawasan strategis untuk perumusan kebijakan perencanaan tata ruang yang berkelanjutan dan mitigasi dampak negatif urbanisasi di salah satu aglomerasi perkotaan terbesar di dunia.
Peningkatan Resolusi Spasial Suhu Permukaan Daratan (Lst) Menggunakan Fusi Data Sentinel-2 dan Landsat di Surakarta Tiara Rahmi, Ardia; Wijayanti, Pipit; Dhani Pratiwi, Imasti
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i12.63477

Abstract

Suhu Permukaan Daratan (LST) merupakan parameter biofisik esensial yang krusial untuk berbagai aplikasi dalam ilmu bumi, termasuk studi iklim mikro, hidrologi, dan ekologi perkotaan. Di Kota Surakarta, sebagai salah satu pusat perkotaan yang berkembang di Jawa Tengah, pemahaman tentang distribusi LST resolusi tinggi sangat vital untuk mitigasi efek pulau panas perkotaan (UHI) dan perencanaan kota yang berkelanjutan. Meskipun data LST dari satelit seperti Landsat TIRS telah tersedia, resolusi spasial 30 meter atau 100 meter seringkali tidak memadai untuk analisis detail pada skala lokal yang heterogen seperti lingkungan perkotaan Surakarta. Penelitian ini mengembangkan metode downscaling LST menjadi resolusi spasial 10 meter menggunakan pendekatan berbasis pembelajaran mesin dengan algoritma Random Forest, diimplementasikan dalam platform komputasi awan Google Earth Engine(GEE). Data Landsat LST digunakan sebagai variabel dependen (label), sementara fitur-fitur prediktor diekstraksi dari citra multispektral Sentinel-2 (band spektral dan indeks turunan) dan data ketinggian Digital Elevation Model (DEM) dari SRTM. Proses pemilihan fitur dilakukan secara cermat berdasarkan koefisien determinasi (R^2) individual terhadap LST dan analisis matriks korelasi antar fitur untuk meminimalkan redundansi. Model dilatih menggunakan tiga fitur terpilih: B8 (Near-Infrared) dari Sentinel-2, serta variabel dryness dan greenness yang diturunkan, yang terbukti memiliki kepentingan relatif yang seimbang dalam menghasilkan metrik kinerja model. Hasil validasi model internal menunjukkan kinerja yang kuat dengan koefisien determinasi (R^2) sebesar 0.6187 dan Mean Absolute Error (MAE) sebesar 0.8312 Celcius. Untuk validasi eksternal, pengukuran suhu permukaan lapangan dilakukan di 60 titik sampel di Kota Surakarta pada periode yang sama. Perbandingan data LST prediksi model dengan data lapangan menunjukkan Root Mean Square Error (RMSE) sebesar 1.05 Celcius, MAE 0.88 Celcius, dan R^20.75, yang mengkonfirmasi akurasi dan presisi model. Peta LST 10 meter yang dihasilkan berhasil menggambarkan variasi spasial suhu permukaan dengan detail signifikan di Kota Surakarta, memungkinkan identifikasi fenomena termal mikro seperti pulau panas perkotaan pada skala yang sebelumnya sulit dicapai. Penelitian ini berkontribusi substansial pada penyediaan data LST beresolusi tinggi yang akurat untuk mendukung analisis lingkungan yang lebih mendalam dan pengambilan keputusan yang lebih tepat di Kota Surakarta.
Studi Fenomenologi Tentang Pengalaman Anak dalam Menyaksikan Perselingkuhan Orang Tua Lestari, Indah Dwi; Maryam, Effy Wardati
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i1.63494

Abstract

Perselingkuhan orang tua merupakan bentuk pelanggaran kepercayaan yang meninggalkan dampak emosional dan psikologis mendalam bagi anak yang menyaksikannya. Penelitian ini bertujuan memahami makna pengalaman anak dalam menghadapi perselingkuhan orang tua. Pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi digunakan untuk menggali pengalaman subjektif empat partisipan perempuan berusia 18–21 tahun yang pernah menyaksikan perselingkuhan salah satu atau kedua orang tuanya. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Hasil menunjukkan bahwa anak menyadari perselingkuhan melalui proses bertahap atau penemuan langsung yang memicu reaksi emosional seperti marah, kecewa, dan sedih. Setelah peristiwa tersebut, hubungan dengan orang tua pelaku menjadi berjarak dan dingin, sementara anak cenderung menarik diri dari konflik keluarga serta mencari dukungan emosional di luar rumah. Pengalaman ini menandai hilangnya kelekatan dan kepercayaan terhadap figur orang tua, sekaligus membentuk cara anak menafsirkan relasi dan rasa aman di masa depan.
Analisis Integrasi Sistem Informasi Rumah Sakit dan Elektronik Rekam Medik Sebagai Respon Terhadap Permenkes Nomor 24 Tahun 2022 Hilmy, Mohamad Reza; Dwi Putranto, Rahmat; Puspitaloka Mahadewi, Erlina; Setiawan, Ichwan; Shameela , Alika
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i1.63533

Abstract

Transformasi digital di sektor kesehatan Indonesia semakin diperkuat melalui penerbitan Permenkes Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis, yang mewajibkan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan untuk mengimplementasikan Rekam Medis Elektronik (RME) dan mengintegrasikannya dengan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) serta platform nasional SATUSEHAT. Perubahan regulasi ini menuntut rumah sakit untuk meningkatkan interoperabilitas, efisiensi alur layanan, dan standarisasi data secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam proses integrasi SIMRS dan RME sebagai respons organisasi terhadap regulasi tersebut, serta mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang mempengaruhi keberhasilan implementasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan analisis dokumentasi pada rumah sakit yang sedang melaksanakan integrasi SIMRS–RME. Analisis dilakukan menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola-pola temuan yang berkaitan dengan kesiapan teknis, kebijakan, sumber daya manusia, dan tata kelola data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas integrasi sangat dipengaruhi oleh kesiapan infrastruktur TI, kualitas modul SIMRS, pemahaman SDM terhadap alur digital, dan tingkat kesesuaian sistem dengan standar interoperabilitas seperti HL7–FHIR. Penelitian juga menemukan bahwa sebagian besar hambatan muncul pada aspek kesenjangan kompetensi digital tenaga kesehatan, ketidaksiapan modul lama SIMRS, dan minimnya koordinasi antara rumah sakit dan vendor teknologi. Regulasi Permenkes 24/2022 terbukti menjadi katalis penting dalam percepatan transformasi digital, namun implementasinya membutuhkan pendekatan strategis, investasi berkelanjutan, serta penguatan tata kelola data dan keamanan informasi.
Perancangan Prototype Sistem Pendeteksi Kebocoran Gas dengan Menggunakan Sensor MQ-9 Berbasis Arduino Uno Putra, Aden Rahman; Arfaez, Ezra; Abellani, Farica; Sunanto, Hari; Gumay, Andesvan
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i1.63567

Abstract

LPG gas leaks are a serious threat that can trigger fires and endanger human safety. To overcome this problem, this study designed a prototype gas leak detection system based on the Arduino Uno microcontroller using the MQ-9 sensor. This sensor has high sensitivity to LPG, carbon monoxide, and methane. The system is designed to detect gas leaks automatically and in real-time, and provide early warnings through a buzzer sound, a gas level display on a 16x2 LCD, and an exhaust fan activation to reduce gas concentrations in the air. This study uses an Engineering Research approach and goes through the stages of needs analysis, design, implementation, and system testing. The test results show that the system is able to respond quickly and effectively to the presence of hazardous gases, thus potentially improving safety and preventing accidents due to gas leaks in closed environments.
Penerapan Prinsip Hukum Internasional dan Urgensi Pemahaman English Law dalam Proyek Infrastruktur Antar Negara (Studi Normatif atas Proyek Konstruksi Berbasis Pembiayaan Asian Development Bank) Yulistiawati, Wina; Sami’an, Sami’an; Hardjomuljadi, Sarwono
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i1.63572

Abstract

Cross-border infrastructure projects involve complex interactions between domestic legal systems, public international law, and transnational contractual frameworks. Such projects are commonly financed by multilateral development banks and implemented under international standard contracts, particularly FIDIC, which in practice are frequently governed or interpreted through English law principles. This article examines the application of international legal principles in cross-border infrastructure projects and analyzes the critical importance of English law literacy for public authorities and contractors originating from civil law jurisdictions. Using a normative juridical method with conceptual and comparative law approaches, this study demonstrates that the dominance of English law in FIDIC-based contracts and international dispute resolution mechanisms makes compliance with procedural doctrines—such as condition precedent, strict notice requirements, and the prevention principle—decisive for the success of contractual claims and risk management. Focusing on the normative framework of construction projects financed by the Asian Development Bank (ADB), the study concludes that a sound understanding of English law is not merely complementary but constitutes a strategic legal necessity for ensuring legal certainty, equitable risk allocation, and effective dispute resolution in cross-border infrastructure development.
Penerapan Prinsip Keadilan dalam Pembagian Risiko Kontrak Proyek Oil And Gas Ramdhan, Muhammad; Samian, Samian
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i1.63573

Abstract

Oil and gas projects are characterized by high technical complexity, large capital investment, and significant risk exposure, including technical, cost and time, health and safety (HSE), environmental, commercial, and regulatory risks. Contract design in oil and gas projects—particularly EPC/EPCI contracts and Production Sharing Contracts (PSC)—often raises issues of fairness in risk allocation between project owners and contractors. Imbalanced risk allocation practices tend to increase bid prices, trigger claims, and lead to contractual disputes. This article analyzes the application of fairness principles in risk allocation for oil and gas project contracts using a qualitative–normative approach through literature review and doctrinal analysis. The study integrates project risk allocation concepts, theories of fairness in contract law, and international standard practices such as FIDIC 2017 and knock-for-knock clauses. The findings indicate that fairness in risk allocation can be operationalized through criteria of control, capability, risk–reward symmetry, procedural transparency, and systemic impact. This article proposes a Fairness-Oriented Risk Allocation Framework (FORAF) as a conceptual approach to evaluate and design fairer risk allocation in oil and gas contracts. The framework is expected to reduce dispute potential and enhance the sustainability and performance of oil and gas projects, particularly in developing countries such as Indonesia.
Analisis Penerapan Sistem Manajemen K3 (SMK3) Terhadap Kinerja dan Keberhasilan Penerapan K3 dengan Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Intervening di Kawasan Industri Batamindo Sebagai Obyek Vital Nasional (Obvitnas) David, Realino; Cholia, Edison; Sugiarto, Sugiarto
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i1.63590

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Penerapan Sistem Manajemen K3 (SMK3) Terhadap Kinerja dan Keberhasilan Penerapan K3 dengan Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Intervening di Kawasan Industri Batamindo Sebagai Obyek Vital Nasional (OBVITNAS). Meskipun KIB sudah beroperasi lebih dari 30 tahun, Kawasan ini belum memiliki sertifikat SMK3. Tim penyusun melakukan observasi dan analisis dokumen untuk mencari tahu beberapa jauh kesiapan KIB dalam memenuhi standar SMK3 dan apa saja hambatannya. Hasilnya, KIB memang memiliki komitmen awal, tapi masih banyak kendala besar untuk sertifikasi. Kendala utamanya adalah: (1) Kurangnya pemahaman menyeluruh mengenai pentingnya SMK3 di semua level manajemen; (2) Terbatasnya sumber daya (dana & staff K3) yang dialokasikan; (3) Sulitnya kordinasi dengan tenant yang standar K3-nya berbeda-beda; dan (4) Sistem pencatatan dan pemantauan K3 yang belum terintegrasi dengan baik. Kesimpulannya, agar bisa bersertifikat SMK3, KIB perlu meningkatkan komitmen pimpinan, memasukkan dalam K3 ke dalam rencana bisnis utama, memperbaiki komunikasi dan pelatihan K3, serta membenahi sistem pencatatan. Saya menyarankan KIB melaksanakan perencanaan sertifikasi yang jelas, membentuk Tim K3 khusus, dan rutin berdiskusi dengan manajemen perusahaan untuk membangun budaya keselamatan kerja yang lebih baik.
Reminiscing Coffee Culture in Adaptive Reuse Coffeeshop in Heritage Building, Euphoria or Sustainable? Savitri, Mila Andria; Santosa, Imam; Junaidy, Deny Willy; Maharani, Yuni
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i1.63595

Abstract

Coffee culture in Indonesia has progressively evolved into an urban lifestyle nowadays. The rapid growth of coffee shops aligns with Indonesia’s position as one of the world’s top five coffee-producing nations. Coffee consumption has surged by up to 250% through years 2014-2021 (International Coffee Organization,2021) and coffeeshops grew from 1083 to 2937 shops in 2016-2019. Amidst the pressures of urban development, land scarcity and evolving needs of contemporary society concerns, a paradigm shift has emerged, suggesting that commercial functions like coffee shops could repurpose old buildings, including heritage ones, instead of constructing anew. The adaptation of these structures merely known as adaptive reuse approach. However, the awareness among users regarding the importance of sustainable development, particularly in environmental, social, cultural, and economic aspects, remains a question. Is this trend a transient phase or a lasting shift in consciousness? This article reviews theories related to adaptive reuse, the growth of coffee shops within heritage buildings, and user perceptions of adaptive reuse coffee shops, with case study in Bandung City. Employing literature review, field observations, and questionnaire distributed to 99 participants, this study aims to ascertain consumers’ understanding of adaptive reuse concepts and how it influences consumers reasons for visiting these coffee shops. In conclusion, this study contributes to understanding consumer awareness of adaptive reuse in coffee shops and how this approach impacts consumer motivation visit. It sheds light on the evolving landscape of sustainable urban development within the context of cultural heritage and consumption lifestyle trends.
Kontrak Konstruksi Pemerintah Sebagai Relasi Kuasa : Analisis Sosio-Legal Terhadap Dominasi Owner dan Alokasi Resiko Arfiansyah, Fathir; Sami’an, Sami’an; Hardjomuljadi, Sarwono
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i1.63597

Abstract

Penelitian ini menganalisis hubungan kontraktual antara owner dan kontraktor dalam proyek konstruksi pemerintah dan BUMN di Indonesia yang menunjukkan ketidakseimbangan kekuatan, yang tidak hanya disebabkan oleh kesepakatan para pihak, tetapi juga oleh struktur regulasi, budaya administratif, dan mekanisme pengendalian proyek yang lebih menguntungkan pihak owner. Dampaknya, posisi tawar kontraktor lemah, terutama dalam penetapan klausul kontrak, alokasi risiko, serta penyelesaian klaim dan sengketa. Metode penelitian menggunakan pendekatan hukum normatif-empiris dengan mengkaji peraturan perundang-undangan di bidang jasa konstruksi dan pengadaan barang/jasa pemerintah, serta praktik kontraktual pada proyek pemerintah dan BUMN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontrak konstruksi publik di Indonesia masih berorientasi pada kepatuhan administratif dan perlindungan kepentingan owner, sehingga alokasi risiko proyek cenderung tidak proporsional. Budaya birokrasi dan kekhawatiran pejabat pengelola proyek memperburuk ketimpangan ini, yang berdampak pada ketidakoptimalan mekanisme penyelesaian sengketa dan keadilan kontraktual. Penelitian ini merekomendasikan reformulasi kontrak konstruksi publik yang menekankan keseimbangan hak dan kewajiban para pihak, penerapan mekanisme penyelesaian sengketa dini, serta penguatan prinsip alokasi risiko yang adil untuk mencapai kontrak konstruksi yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Filter by Year

2016 2026