cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian
ISSN : 20866968     EISSN : 26219816     DOI : -
Core Subject : Health,
Farmasains: Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian is an national journal published by Faculty of Pharmacy and Science University of Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA. Farmasains: Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian is aimed at being a medium for research results dissemination and scientific paper exchanges on the pharmaceutical field among academics, practitioners, regulators, and public. Farmasains: Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian is issued two times annually, i.e., in April, and October.The Editor receives rigorous research manuscripts that have not been offered for publication elsewhere. Since its first issue published in 2010. Farmasains: Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian has become a CrossRef Member since 2019. Therefore, all articles published by Farmasains: Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian will have unique DOI number with p-ISSN 2086-6968 dan e-ISSN 2621-9816
Arjuna Subject : -
Articles 154 Documents
Analisis Bibliometrik tentang Implementasi Telefarmasi di Masa COVID-19 Puspitasari, Alvina Arum
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 10 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/farmasains.v10i2.9820

Abstract

Pelayanan kefarmasian jarak jauh semakin mendapat banyak perhatian di masa pandemi COVID-19, sehubungan dengan dampak penurunan risiko penularan dan jangkauannya yang lebih luas terhadap pasien di daerah yang rentan. Analisis bibliometrik adalah metode yang relatif baru untuk menganalisis data ilmiah dalam jumlah besar, untuk memahami perkembangan topik telefarmasi sekaligus memberikan arahan baru di bidang terkait. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penelitian terkait telefarmasi yang telah dilakukan pada masa COVID-19. Sebuah analisis bibliometrik dilakukan dengan menggunakan database Scopus melalui pencarian referensi dengan menggunakan kata kunci “telefarmasi” dan “COVID”. Hasilnya kemudian divisualisasikan menggunakan perangkat lunak VosViewer untuk analisis lebih lanjut. Sebanyak 74 artikel ditemukan dari database Scopus yang diakses pada 16 November 2021. Terjadi peningkatan jumlah artikel yang signifikan dari tahun 2020 hingga 2021, dengan Amerika Serikat sebagai negara dengan jumlah penelitian terbanyak. Cakupan topik dengan istilah covid, pasien, dan pandemi adalah yang paling sering didiskusikan. Sementara itu, topik seputar dampak, apotek, dan penggunaan menjadi pola topik yang paling banyak ditautkan. Dengan demikian, topik-topik tersebut dapat dioptimalkan sebagai referensi topik dan kebaruan penelitian terkait telefarmasi pada masa COVID-19 bagi peneliti di masa mendatang.
APAKAH EARLY EXPOSURE DAPAT MENINGKATKAN TINGKAT PENGETAHUAN MAHASISWA FARMASI? Hadning, Ingenida; Lupita, Rian
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/farmasains.v11i1.11283

Abstract

Early Pharmaceutical Exposure (EPhE) adalah metode pembelajaran yang menghadapkan mahasiswa Program Sarjana Farmasi pada situasi tempat praktek kefarmasian yang sebenarnya. Kegiatan EPhE dapat mendorong mahasiswa untuk menggunakan keterampilan berpikir kritis saat memecahkan masalah terutama untuk membandingkan teori yang diperoleh di kampus dengan kondisi sebenarnya di tempat praktek kefarmasian. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi apakah pelaksanaan EPhE dapat meningkatkan pengetahuan mahasiswa Program Sarjana Farmasi mengenai pelayanan farmasi rawat inap di rumah sakit. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experimental dengan one group pretest-post test design. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Sampel adalah mahasiswa Program Sarjana Farmasi, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang telah melaksanakan EPhE di pelayanan farmasi rawat inap di rumah sakit sebanyak 26 orang. Mahasiswa diberikan kuesioner untuk mengevaluasi komparasi tingkat pengetahuan mahasiswa sebelum dan sesudah pelaksanaan EPhE. Data dianalisis menggunakan uji t berpasangan. Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat pengetahuan mahasiswa sebelum mengikuti kegiatan EPhE adalah baik (38,5%) dan cukup (61,5%). Setelah melaksanakan EPhE, tingkat pengetahuan meningkat menjadi 100% baik, dengan tingkat signifikansi p= 0,00. Penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara tingkat pengetahuan mahasiswa sebelum dan setelah pelaksanaan EPhE.
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Face Wash Gel Ekstrak Kulit Buah Naga Rahmasari, Dyah; Nursolich, Della Oktani’matun; Avescina, Rafli Izzudin; Hidayati, Melinia Nur; Tahesa, Idola Zulfi; Nugraheni, Raditya Weka
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 10 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/farmasains.v10i2.11297

Abstract

Pembersih wajah merupakan salah satu sediaan yang digunakan untuk membersihkan sel kulit mati, kotoran, minyak, dan sisa kosmetik. Kulit buah naga (Hylocereus polyrhizus) mengandung senyawa flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan dan antibakteri. Bahan ini dapat digunakan sebagai bahan aktif untuk pembersih wajah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi ekstrak buah naga yang diformulasikan dalam gel pembersih wajah terhadap karakteristik, aktivitas antioksidan, dan efektivitas antibakteri pembersih wajah ekstrak kulit buah naga. Gel pembersih wajah ekstrak kulit buah naga diformulasikan dengan tiga konsentrasi ekstrak etanol yang berbeda (1%, 3%, dan 5%), dikarakterisasi sifat fisikokimianya (organoleptik, viskositas, nilai pH, daya sebar, homogenitas, daya berbusa), diukur aktivitas antioksidannya (menggunakan metode DPPH) dan efektivitas antibakterinya (menggunakan metode difusi sumuran), kemudian diamati daya iritasinya (menggunakan metode HET-CAM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga formula memiliki karakteristik yang baik. Formula 3 (ekstrak kulit buah naga 5%) merupakan formula terbaik karena memiliki zona diameter hambat terhadap Propionibacterium acnes (3,80 ± 0,07 mm) dan persentase hambatnya terhadap DPPH (72,83 ± 0,36 %). Ketiga formula tersebut juga tidak memiliki efek iritasi pada Chorioallantoic Membrane (CAM) (skor iritasi 0). Ekstrak kulit buah naga dapat dikembangkan menjadi sediaan gel pembersih wajah dengan efektifitas yang baik terutama pada konsentrasi 5%.
POTENSI EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN KELUBUT DARI KOTA SAMARINDA SEBAGAI AGEN ANTIHIPERGLIKEMIK Varizza, Fathiah Putri; Mochtar, Chaerul Fadly; Damis, Nur Lutfiah; Elva; Devi, Reni Selviana; Aisyiyah, Novia Misnawati; Husna, Qur’anni Akhwatun; Faradillah, Ayu
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 10 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/farmasains.v10i2.11334

Abstract

Daun kelubut (Passiflora foetida L.) merupakan bahan alam yang dapat digunakan sebagai pengobatan herbal penyakit diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak etil asetat daun kelubut sebagai antihiperglikemia. Digunakan rancangan the pre-posttest control group design dengan 5 kelompok perlakuan (P1: Na-CMC 1% (kontrol negatif), P2: glibenklamid (kontrol positif), P3: ekstrak etil asetat daun kelubut 250mg/kgBB, P4: ekstrak etil asetat daun kelubut 500mg/kgBB dan P5: ekstrak etil asetat daun kelubut 750mg/kgBB). Sebelum pengujian, mencit diinduksi aloksan dengan dosis 150mg/kgBB secara intraperitoneal. Mencit dengan kadar glukosa >200 mg/dL dapat diberikan perlakuan selama 6 jam secara oral. Pengukuran kadar glukosa dilakukan pada jam ke-0, 3, 4 dan 6. Data yang didapatkan lalu dianalisis menggunakan SPSS versi 26 dengan uji ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok uji ekstrak etil asetat dengan dosis 750mg/kgBB memiliki kemampuan dalam menurunkan kadar glukosa darah terbaik karena mendekati hasil dari kontrol positif glibenklamid sebagai pembanding. Perbedaan dosis juga mempengaruhi kadar glukosa darah, semakin tinggi dosis yang diberikan, maka efektivitasnya semakin meningkat.
c COMPARISON ANALYSIS OF THE EFFECTIVENESS OF GRANISETRON AND PALONOSETRON PREMEDICATION ON PONV EVENTS IN LAPARASCOPY PATIENT Kuncoro, Daviet Dwi; Sumarny, Ros; Arozal, Wawaimuli; Kapuangan, Christopher
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 10 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/farmasains.v10i2.12579

Abstract

Postoperative nausea and vomiting (PONV) adalah efek samping yang paling umum ditemukan setelah tindakan pembedahan dengan anestesi umum. Pada operasi laparoskopi, insiden PONV dialami oleh 50%-70% pasien. Skor Apfel dapat digunakan untuk memprediksi tingkat risiko PONV pada pasien. Granisetron dan palonosetron digunakan untuk premedikasi antiemetik pada kejadian PONV. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan efektivitas antara granisetron dengan palonosetron terhadap kejadian mual dan muntah yang terjadi pada fase awal (0-2 jam pascaoperasi) di ruang pemulihan dan fase terlambat (2-24 jam pascaoperasi) di ruang perawatan pada pasien pascaoperasi laparoskopi yang berisiko tinggi mengalami PONV. Penelitian ini merupakan penelitian kohort prospektif mengikutsertakan 62 pasien mendapat granisetron injeksi 3 mg dan 62 pasien mendapat palonosetron injeksi 0,25 mg kategori risiko tinggi skor Apfel. Signifikansi perbedaan efektivitas diuji statistik menggunakan metode Chi-square (tingkat kepercayaan 95%). Variabel bebas adalah antiemetik granisetron dan palonosetron dan variabel tergantung adalah kejadian PONV. Hasil analisis menunjukkan palonosetron lebih efektif secara bermakna dari granisetron dalam mencegah mual muntah fase awal setelah operasi laparoskopi (p=0,012) dan fase terlambat (p=0,017).
UJI AKTIVITAS ANTIJAMUR Candida albicans SEDIAAN PATCH MUKOADHESIF EKSTRAK ETANOL DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) Yuliyani, Rini; Septiani Agustien, Gina; Susanti
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/farmasains.v11i1.12682

Abstract

Kandidiasis oral merupakan salah satu penyakit infeksi yang terjadi pada mulut yang disebabkan oleh jamur Candida albicans. Daun sirsak (Annona muricata L.) merupakan tanaman yang memiliki aktivitas antijamur terhadap C. albicans dan dapat diformulasikan menjadi sediaan patch mukoadhesif. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak etanol daun sirsak menjadi sediaan patch mukoadhesif dan mengevaluasi aktivitas antijamurnya terhadap C. albicans. Ekstrak daun sirsak dibuat dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak kemudian diformulasikan menjadi sediaan patch mukoadhesif dengan variasi konsentrasi 15% (F1), 17,5% (F2), dan 20% (F3). Patch dilakukan evaluasi diantaranya uji organoleptik, uji keseragaman bobot, uji keseragaman ketebalan, uji ketahanan lipat, uji pH, dan uji swelling index. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun sirsak dapat dibuat menjadi sediaan patch mukoadhesif karena semua formula telah memenuhi persyaratan karakteristik sediaan. Uji aktivitas antijamur menggunakan media Saboraud Dextrose Agar dengan metode sumuran menghasilkan zona hambat sediaan dengan kategori sedang, F1 (15%) memiliki zona hambat sebesar 6,46 mm, F2 (17,5%) sebesar 9,13 mm, sedangkan kategori kuat pada F3 (20%) sebesar 12,46 mm. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun sirsak dapat diformulasikan menjadi sediaan patch mukoadhesif dan memiliki aktivitas antijamur terhadap C. albicans.
UJI AKTIVITAS ANTIJAMUR SABUN PEMBERSIH KEWANITAAN EKSTRAK DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) TERHADAP Candida albicans ANTIFUNGAL ACTIVITY OF FEMININE HYGIENE BAY LEAF EXTRACT (Syzygium Polyanthum (Wight) Walp.) AGAINST Candida albicans Yanti, Dila; Agustien, Gina Septiani; Nofriyaldi, Ali
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/farmasains.v11i1.12694

Abstract

Daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) merupakan tanaman yang memiliki aktivitas antijamur terhadap C. albicans. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sifat fisik formulasi sediaan sabun cair pembersih kewanitaan ekstrak daun salam dan aktivitasnya dalam menghambat pertumbuhan C. albicans. Sediaan dibuat 3 formula dengan konsentrasi ekstrak daun salam 6%, 9% dan 12%. Ekstrak daun salam dibuat dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 96% dan diperoleh ekstrak kental sebanyak 22,74%. Uji aktivitas antijamur dilakukan dengan metode difusi sumuran menggunakan media Potato Dextrose Agar. Evaluasi fisik sediaan meliputi organoleptis, homogenitas, pH, tinggi busa, dan viskositas. Hasil pengujian menunjukkan sediaan sabun pembersih kewanitaan ekstrak daun salam telah memenuhi standar uji evaluasi fisik dan memiliki aktivitas antijamur. Diameter zona hambat sabun pada konsentrasi ekstrak 6% dan 9% secara berurutan adalah 6,84 mm dan 8,60 mm, yang termasuk klasifikasi respon daya hambat sedang. Sementara itu, konsentrasi 12% memiliki diameter zona hambat sebesar 11,92 mm dengan klasifikasi respon daya hambat kuat.
The Analysis of Cardiovascular Disease Risk in Type 2-Diabetes Mellitus and Hypertension Patients Consuming Metformin Sari, Theresia Maria Fioretty Ine; Gollumawo, Serly Sofia D.; Co’o, Maria Dolorosa; Virginia, Dita Maria; Hendra, Phebe; Pramono, Zita Dhirani
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/farmasains.v11i1.13057

Abstract

Increased blood sugar levels indicate a metabolic disease known as diabetes mellitus (DM). DM is often accompanied by hypertension. Antidiabetic therapy that can be used is metformin, either monotherapy or combined with other drugs such as glimepiride. This study aimed to analyze the risk of heart disease based on creatine phosphokinase (CPK) in patients with type 2 DM and hypertension who are taking metformin and a combination of metformin and glimepiride. We conducted an analytic observational using a cross-sectional design and applied a purposive sampling technique. The study subjects were type 2 DM patients with hypertension who met the inclusion criteria. The data analysis used univariate analysis, Mann-Whitney, and Fisher’s. The results showed that women aged 60-75 years old with uncontrolled FBS, duration of DM < 5 years, and high CPL level were dominated by our respondents. We found that there was no difference in CPK values (p=0.916), and there was no relationship between the use of metformin monotherapy or the combination of metformin and glimepiride on the risk of heart disease in type 2 DM patients with hypertension (p=0.693). In conclusion, metformin consumption in type 2 DM patients has no significant association with heart disease risk.
POTENSI KITOSAN DARI CANGKANG RAJUNGAN (Portunus pelagicus) SEBAGAI ZAT ANTIBAKTERI Husni, Patihul; Junaedi, Junaedi; Gozali, Dolih
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/farmasains.v11i1.14588

Abstract

Plak gigi merupakan suatu lapisan biofilm yang tersusun atas sel-sel dari koloni mikroorganisme pada permukaan gigi yang berperan sangat dominan dalam pembentukan karies gigi. Salah satu penyebab timbulnya plak adalah bakteri Staphylococcus aureus. Kitosan dari cangkang rajungan (Portunus pelagicus) diketahui memiliki aktivitas antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah menguji potensi kitosan dari cangkang rajungan yang diperoleh dari pantai Pasir Putih, Cilamaya, Karawang sebagai zat antibakteri. Uji aktivitas antibakteri kitosan dilakukan terhadap bakteri S. aureus dengan nilai konsentrasi hambat tumbuh minimum (KHTM) pada konsentrasi 0,05–0,1% dan konsentrasi bunuh minimum (KBM) pada konsentrasi 0,1%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas antibakteri terhadap S. aureus terjadi pada konsentrasi 0,4% dan 0,8% berdasarkan zona hambat. Kesimpulan studi ini adalah kitosan dari cangkang rajungan menunjukkan potensinya sebagai agen antibakteri.
FORMULASI GEL EKSTRAK METANOL DAUN BALIK ANGIN (Alphitonia incana (Roxb.) Teijsm. & Binn. Ex Kurz): Bahasa Indonesia Hafiz Ramadhan; Rina Helmina; Yuni Fahriana; Rahmi Muthia; Fitriyanti; Dyera Forestryana
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/farmasains.v11i2.9863

Abstract

Daun Balik Angin (Alphitonia incana (Roxb.) Teijsm. & Binn. Ex Kurz) yang dimaserasi dengan metanol dapat menghambat pertumbuhan S. aureus dan S. epidermidis dengan kadar hambat minimum (KHM) 927 μg/mL dan 1428 μg/mL. Ekstrak daun yang diekstraksi dengan Soxhlet memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat (IC50 32 μg/ml), sehingga ekstrak tersebut dapat dikembangkan menjadi sediaan topikal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formula terbaik berdasarkan karakteristik dan stabilitas (Freeze-thaw cycling) sediaan gel ekstrak metanol daun balik angin. Daun balik angin diekstraksi menggunakan metode maserasi dan soxhlet dengan pelarut metanol, dan dibuat menjadi sediaan gel menggunakan variasi konsentrasi karbopol yaitu 0,5% (F1), 0,75% (F2), dan 1% (F3). Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptis, homogenitas, daya sebar, daya lekat, pH, viskositas, dan hedonik. Hasil karakteristik organoleptis berwarna kuning hingga coklat kekuningan, bau khas ekstrak, memiliki tekstur semi solid yang lembut dan homogen. Semua formula memenuhi persyaratan evaluasi fisik sediaan topikal selama siklus pengujian freeze-thaw. Berdasarkan evaluasi fisik, siklus pengujian freeze-thaw, dan uji hedonik dapat disimpulkan bahwa didapatkan formula terbaik dengan konsentrasi Karbopol 0,75% pada ekstrak hasil soxhlet dan formula terbaik dari ekstrak hasil maserasi pada konsentrasi karbopol 0,5%.