cover
Contact Name
Susilo
Contact Email
neo.meld@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalsolma@uhamka.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal SOLMA
ISSN : 2252584x     EISSN : 26141531     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal SOLMA merupakan jurnal di bawah naungan Lembaga Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) dan dipublikasikan oleh Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA. Jurnal terdaftar dengan E-ISSN: 2614-1531 & P-ISSN: 2252-584x. Jurnal SOLMA mempublikasikan naskah-naskah artikel ilmiah dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) dari berbagai disiplin ilmu. Jurnal SOLMA dikelola dan diterbitkan oleh LPPM UHAMKA.
Arjuna Subject : -
Articles 1,627 Documents
Optimalisasi Limbah Sekam Padi dan Bonggol Pisang Kombinasi Daun Gamal sebagai Biofertilizer Mutmainna, Mutmainna; Andi Trisnowali Ms; Asfar; Nurannisa; Rasmiati; Ikasari
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i1.16911

Abstract

Background: Permasalahan limbah sekam padi di Desa Tappale masih menjadi permasalahan yang krusial khususnya bagi Mitra Kelompok Karang Taruna Sipabokori di Desa Tappale. Tujuan: Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat akan memberikan solusi kepada Mitra Kelompok Karang Taruna Sipabokori Desa Tappale untuk mereduksi limbah sekam padi dan bonggol pisang (duo bio) kombinasi daun gamal menjadi alternatif pupuk hayati (biofertilizer) dan meningkatkan pengelolaan kebun yang ramah lingkungan di Desa Tappale. Metode: Adapun metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu metode society participatory melalui pendekatan learning by doing. Tahapan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dalam 3 tahap, yaitu tahap penyuluhan, tahap pelatihan dan tahap pendampingan. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada berbagai aspek. Pengetahuan mitra meningkat dari 20% menjadi 80%, keterampilan produksi biofertilizer meningkat dari 10% menjadi 90% serta pemahaman terkait pengemasan dan pelabelan produk meningkat hingga 90%. Selain itu, mitra berhasil memahami strategi pemasaran hingga 95%, termasuk pemasaran digital melalui marketplace. Kesimpulan: Kegiatan ini berdampak positif dalam membangun kapasitas mitra dalam pengelolaan lingkungan dan wirausaha berbasis biofertilizer. Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan desa yang lebih mandiri dan ramah lingkungan, serta berkontribusi pada SDGs desa nomor 3 (Desa Sehat dan Sejahtera).
Sosialisasi Manajemen Kesehatan dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis pada Peserta Game Mobile legends Rasydy, La Ode Akbar; Patriyah, Siti; Muthmainnah, Siti; Saputra, Teguh Wibowo; Apriyana, Tiara; Anni, Rohimah
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i1.16932

Abstract

Background: Dengan prevalensi gaya hidup sedentari yang meningkat di kalangan pemain game, pentingnya edukasi kesehatan dan pemeriksaan rutin menjadi fokus utama Pengabdian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas sosialisasi manajemen kesehatan dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi peserta game Mobile Legends dalam acara Pekan Raya Mahasiswa. Metode: Sosialisasi manejemen kesehatan, penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan dasar meliputi erat badan, tinggi badan, tekanan darah, rabun mata, frekuensi olahraga dan gangguan-gangguan kesehatan yang dirasakan, kemudian dilanjutkan dengan senam dan evaluasi kegiatan pengabdian. Hasil: Sebanyak 36 peserta game Mobile Legends terlibat dalam kegiatan ini. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kesadaran kesehatan peserta yang menyatakan pemahaman yang lebih baik tentang risiko kesehatan terkait gaya hidup sedentari dan menunjukkan minat untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan rutin. Pemeriksaan kesehatan gratis berhasil mengidentifikasi individu dengan faktor risiko yang memerlukan tindak lanjut medis. Kesimpulan: Studi ini merekomendasikan integrasi kegiatan serupa dalam acara e-sports lainnya sebagai strategi pencegahan kesehatan publik dan promosi gaya hidup sehat di kalangan pemain game. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kesadaran kesehatan tetapi juga mendorong komunitas gaming untuk mengadopsi praktik kesehatan yang lebih baik.
Pelatihan dan Pendampingan Penggunaan Metode Pembelajaran Berdiferensiasi pada Kurikulum Merdeka Belajar Rukiyah, Rukiyah; Suryani, Yuni Dwi; Akbari, Akbari; Armaini, Desi; Falinsy, Difa; Zahra, Zalika Amanda
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i1.16938

Abstract

Background: Berdasarkan hasil observasi di lapangan, ditemukan bahwa sebagian besar guru PAUD di Kabupaten Banyuasin belum memahami konsep pembelajaran berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka. Dalam kegiatan pelatihan yang dilakukan, sebanyak 20 guru PAUD berpartisipasi, dengan hasil pre-test yang menunjukkan tingkat pemahaman awal sebesar 52,25%. Setelah mendapatkan pelatihan dan pendampingan, nilai post-test meningkat menjadi 85,75%, menunjukkan adanya peningkatan pemahaman sebesar 33,5%. Data ini memperlihatkan bahwa sebelum pelatihan, mayoritas guru masih memerlukan pendampingan lebih lanjut dalam memahami dan mengimplementasikan metode pembelajaran berdiferensiasi sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka. Metode: Partisipan sebanyak 20 orang yang ditujukan kepada para guru PAUD yang ada di wilayah Kabupaten Banyuasin. Jalannya kegiatan meliputi (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, dan (3) peninjauan. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kompetensi Guru TK di Banyuasin dalam menerapkan metode pembelajaran berdiferensiasi, yang dibuktikan dengan kenaikan nilai pre-test sebesar 52,25% menjadi 85,75% pada post-test. Pelatihan dan pendampingan telah dilaksanakan secara sistematis, sehingga guru mampu menggunakan metode pembelajaran berdiferensiasi secara efektif sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka Belajar. Selain itu, guru juga berhasil menyusun modul ajar berbasis pembelajaran berdiferensiasi, dengan memperhatikan format yang sesuai, tingkat perkembangan anak, serta pemilihan media dan evaluasi yang tepat.  Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan peningkatan pemahaman guru PAUD Banyuasin terhadap Metode Pembelajaran Berdiferensiasi, dengan kenaikan nilai pre-test 52,25% ke post-test 85,75%. Pelatihan ini efektif dalam meningkatkan keterampilan guru dalam menyusun modul ajar, memilih media, serta menyesuaikan dengan perkembangan anak. Guru juga menjadi lebih kreatif dalam mengembangkan pembelajaran. Kegiatan ini mendapat respon positif dan meningkatkan kompetensi guru TK.
HERO (Helping and Empowering Women): Dukungan Pra-Konsepsi untuk Perempuan Usia Reproduksi Novembriani, Rizqie Putri; Andyastanti, Tisnalia Merdya; Hasanah, Winny Kirana; Puriastuti, Alifia Candra; Aghnani, Almira Dwi; Desyasti, Falaah Azurra; Rahmawati, Zulfa; Suprobo, Nina Rini
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i1.16951

Abstract

Background: The HERO (Helping and Empowering Women in Reproductive Choices) program is a community service initiative aimed at enhancing the knowledge of women of reproductive age in Sumbersekar Village, Dau District, Malang Regency. A situational analysis of Midwife Sunarni’s practice revealed significant challenges: a shortage of adequately trained village health cadres to support healthcare professionals in delivering reproductive health education and low community awareness stemming from educational and economic factors. Method: Conducted in September 2024 and through two educational sessions involving village health workers and women of reproductive age, the program provided information on family planning, reproductive health, and preconception nutrition. Participants completed pretests and posttests to assess knowledge improvement before and after the sessions. Result: Results showed a significant increase in the average posttest score (89.80) compared to the pretest score (57.80). The distribution of knowledge levels also indicated a rise in the "high" category from 0% in the pretest to 76% in the posttest. This program successfully demonstrated the effectiveness of education in improving preconception health knowledge among women of reproductive age. Follow-up and monitoring by village health workers are necessary to sustain the knowledge and healthy behaviors promoted by the program. Conclusion: It is important to build on the success of the HERO initiative by implementing ongoing education programs and addressing remaining knowledge gaps.
Pelatihan Penyusunan Bahan Ajar Inovatif bagi Guru SDN Balearjosari 1 Suciptaningsih, Oktaviani Adhi; P, Amina Divina; Yuniawatika, Yuniawatika; Khotimah, Khusnul; Yulianti, Yulianti
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i1.16955

Abstract

Pendahuluan: Bahan ajar berkualitas perlu dipersiapkan guru untuk mewujudkan pendidikan berkualitas yang sesuai dengan tuntutan Kurikulum Merdeka. Sebanyak 21 guru SDN Balearjosari 1 mengalami kesulitan dalam membuat bahan ajar inovatif. Pelatihan penyusunan bahan ajar inovatif bagi guru SD perlu dilaksanakan guna mewujudkan pendidikan berkualitas melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru dalam menyusun bahan ajar inovatif di sekolah dasar. Studi ini bertujuan untuk mengenalkan teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran. Metode: Substitusi IPTEK. Hasil: Bdanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan 21 orang guru SDN Balearjosari 1 dalam menghasilkan bahan ajar inovatif melalui pemanfaatan teknologi. Kesimpulan: Pelatihan ini sangat efektif dalam upaya mewujudkan pendidikan berkualitas melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru dalam menyusun bahan ajar inovatif berbantuan teknologi AI.
Optimalisasi Kesehatan ODHIV melalui Pendekatan Model Information, Motivation, Behavioral Skills (IMB) Wardani, Hartati Eko; Sulistina, Dewi Ratna; Hasanah, Winny Kirana; Novembriani, Rizqie Putri; Suprobo, Nina Rini; Azmi, Izzatsaltsa Maya; Retyani, Amira Muradah; Fitriyani, Nasywa
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i1.16959

Abstract

Background: Data from 2023 shows that around 39.9 million people in the world are living with HIV. East Java Province is in second place with 77,447 cases of people living with HIV/AIDS in 2022. People with HIV (PLHIV) need social support for treatment, care, and building resilience. Without this support, they are at risk of experiencing declining health, difficulty accessing care, loss of enthusiasm, and feelings of helplessness. Methods: This activity was carried out using the Information, Motivation, Behavioral Skills (IMB) Model approach through counseling by two expert speakers. Supporting media in the form of pocket books were also distributed to participants. The activity was carried out on August 3, 2024, targeting peer supporters from the Mahameru Foundation, Malang City branch and representatives of field outreach from Malang City and Regency. The evaluation was carried out by comparing the results of the pre-test and post-test of the participants. Results: There was an increase in the average pre-test and post-test scores of 13 points. Paired T-Test showed a significant difference between the average pre-test and post-test scores after being given education (p=0.006). The T-test results showed that T count was greater than T table, indicating a significant difference. Conclusions: This counseling program successfully increased participants' knowledge about handling HIV/AIDS and effective communication with PLHIV. To strengthen the role of peer supporters, additional training such as Psychological First Aid is needed to improve skills in providing appropriate emotional support.
Pendampingan Pengembangan Instrumen Diagnostik dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Bagi Guru Sekolah Dasar di Kota Prabumulih Maharani, Siti Dewi; Laihat, Laihat; Nurani, Dwi Cahaya; Astika, Ruri Tria; Kamil, Nurdin; Budiansyah, Budiansyah
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i1.16984

Abstract

Background: Setelah pandemi Covid-19, kebijakan kurikulum disesuaikan dengan kondisi saat itu, salah satunya melalui penerapan Kurikulum Merdeka. Kurikulum ini menekankan pembelajaran yang lebih mendalam dan fleksibel, serta memberi kebebasan kepada guru untuk menyesuaikan metode belajar dengan kebutuhan siswa. Dalam pelaksanaannya, digunakan penilaian diagnostik kognitif dan non-kognitif. Kegiatan ini bertujuan mendampingi 24 guru SD di Kota Prabumulih dalam mengembangkan instrumen diagnostik untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka. Metode: pada kegiatan pengabdian memberikan pelatihan berupa pendampingan pengembangan instrumen diagnostik dengan luring dan daring. Pengumpulan data dengan pemberian pretest dan post tes serta nilai N-gain. Hasil: kegiatan pengabdian pendampingan pemgembangan instrumen diagnostik memberikan dampak yang positif bagi guru SD di Kota Prabumulih. Jika dilihat ketika pretest nilai masih kecil, namun berbeda halnya setelah diberikan pelatihan pendampingan hasil posttest sebesar 81,67 meningkat dari pretets sebesar 36.67. Data diperkuat dengan data N-Gain score sebesar 0,70 terkategori “Tinggi”. Kesimpulan: Guru SD di Kota Prabumulih memahami bagaimana cara mengembangkan instrumen diagnostik baik kognitif maupun non kognitif.
Pelatihan Psychogical First Aid : Penguatan Kapabilitas Peer Counselor dalam Menangani Masalah Kesehatan Mental Remaja Multisari, Widya; Setiyowati, Arbin Janu; Atmoko, Adi; Hambali, Im.; Hidayatullah, Hengki Tri; Anshor, Sharifah Radiana
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Kesehatan mental menjadi fokus dalam penguatan sumber daya manusia. Upaya menjaga kesehatan mental menjadi fokus dalam berbagai lini saat ini, termasuk pendidikan. Peran seluruh civitas akademika di sekolah menjadikan PIK-R sebagai konselor sebaya untuk dapat berkontribusi dalam mencapaian tujuan ini. Sayangnya, perlu adanya peningkatan kapabilitas konselor sebaya dalam menangani masalah kesehatan mental dengan keterampilan dasar membantu. Dukungan psikologis melalui psychological  first aid  (PFA) sangat dibutuhkan sebagai pertolongan pertama bagi rekan sebaya yang mengalami masalah traumatis atau krisis. Metode: pelatihan PFA dilakukan dengan persiapan, pelaksanaan dan evaluasi terhadap 15 siswa PIK-R SMA N 1 Kepanjen Malang. Kegiatan inti pelaksanaan pelatihan menggunakan model structure learning approach (SLA). Hasil: terdapat perubahan yang signifikan dari hasil pretest-posttest yang didapatkan dari uji wilxocon dengan signifikasi sebesar 0.001.  Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan PFA berhasil memperkuat kapabilitas peran konselor sebaya dalam menangani masalah kesehatan mental.
Pelatihan Goal Setting CLEAR dan Peningkatan Efektivitas Kelompok Berbasis Budaya Mencapai Reintegrasi Mantan Narapidana Wilayah Sumatera Barat Santoso, Indriyani; Handayani, Puji Gusri; Firza, Firza
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i1.16990

Abstract

Pendahuluan: Mantan narapidana menghadapi tantangan psikologis dan sosial dalam proses reintegrasi ke masyarakat, seperti rasa malu, takut, cemas, dan tekanan sosial. Yayasan Cinta Damai Bersama mengadakan pelatihan goal setting dengan metode “CLEAR” yang disesuaikan dengan budaya untuk membantu mereka menetapkan tujuan hidup secara terstruktur dan terukur. Metode: Pelatihan ini diikuti oleh 15 peserta dengan metode “CLEAR” yang berfokus pada kejelasan, pembelajaran, evaluasi, adaptasi, dan realisasi. Wawancara dilakukan sebelum dan sesudah pelatihan untuk menilai perubahan perspektif peserta. Hasil: Sebelum pelatihan, peserta merasakan malu, takut, cemas, dan terpengaruh lingkungan sosial. Setelah pelatihan, muncul tema baru seperti saling mendukung, pemakluman, harapan, antisipasi, enggan, dan pembuktian diri. Hasil ini menunjukkan bahwa peserta memiliki tujuan hidup yang lebih jelas dan menyadari pentingnya dukungan kelompok dalam proses reintegrasi. Kesimpulan: Pelatihan ini berhasil membantu mantan narapidana merumuskan tujuan hidup yang realistis serta memperkuat dukungan kelompok berbasis budaya. Peserta mampu menyusun rencana sesuai dengan kemampuan dan menetapkan prioritas.
Pelatihan Integrasi Praktik Konsumsi Makanan Halal dan Bergizi Bagi Pekerja Migran Indonesia di Taiwan Setyawan, Ari; Linda, Ony; Ashari, Chica Riska
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i1.17009

Abstract

Pendahuluan: Kesadaran akan pentingnya konsumsi pangan halal di komunitas Muslim global perlu ditingkatkan. Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Taiwan menghadapi kesulitan dalam memperoleh pangan halal yang berkualitas dan terjangkau di lingkungan dengan mayoritas non-Muslim. Oleh karena itu, mereka harus lebih bijak dalam memilih makanan yang sesuai. Metode: Pelatihan ini dilakukan melalui ceramah dan sosialisasi kepada 21 PMI di Taiwan. Untuk mengukur peningkatan pemahaman, peserta mengisi angket pre-test dan post-test melalui Google Form. Hasil: Hasil menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari 57,8 pada pre-test menjadi 83,7 pada post-test. Sebanyak 95,24% peserta mengalami peningkatan pemahaman tentang pentingnya konsumsi pangan halal dan gizi seimbang. Kesimpulan: Pelatihan ini berhasil meningkatkan pemahaman dan kesadaran PMI di Taiwan dalam memilih makanan halal dan bergizi, sehingga dapat mendukung kesejahteraan mereka selama bekerja di luar negeri.