JURNAL DIVERSITA
Journal Diversita is an open access, interdisciplinary journal for the rapid publication of original articles and reviews that focus on basic research in all areas of Biomarkers. The journal is broad scoped and considers topics from all related subjects of perception, cognition, attention, emotion, intelligence, phenomenology, motivation, brain functioning, psychological resilience, family resilience, natural sciences, medicine, humanities,mental disorders, psychophysics, psychiatry, applied psychology, parapsychology, physiological psychologists, Neuroscience, Molecular neuroscience, Cellular neuroscience, neuronal migration, circadian rhythms, Cognitive neuroscience, Systems neuroscience, Neurology, psychiatry, neurosurgery, psychosurgery, anesthesiology, neuropathology, neuroradiology, ophthalmology, otolaryngology, clinical neurophysiology, addiction medicine.
Articles
376 Documents
Pengaruh Pemberian Highlight pada Teks terhadap Kemampuan Working Memory pada Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran Angkatan 2023
Aulia, Syelma Safina;
Hisan, Nasha Khoiritun;
Salsabila, Naqqiya;
Farel, Tri Ahmad;
Samosir, Rosiana Tiurmajuli;
Trirahardjo, Sunggoro
Jurnal Diversita Vol. 10 No. 2 (2024): JURNAL DIVERSITA DESEMBER
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v10i2.11166
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh pemberian highlight pada teks terhadap kemampuan working memory mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran. Hipotesis yang diajukan adalah: (1) terdapat pengaruh pemberian highlight pada teks terhadap peningkatan kemampuan working memory mahasiswa; (2) terdapat perbedaan pengaruh pemberian warna highlight pada teks antara kelompok yang diberikan highlight berwarna hangat dengan kelompok yang diberikan highlight berwarna dingin. Penelitian ini dilakukan pada 68 mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran angkatan 2023 dan tidak buta warna parsial maupun total yang dibagi menjadi 3 kelompok. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Simple Random Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket yang diisi setelah responden diberikan alat ukur. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi experimental design dengan pendekatan kuantitatif. Teknik analisis dalam penelitian ini menggunakan uji statistik nonparametrik, yaitu Kruskal Wallis. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: (1) terdapat pengaruh pemberian highlight pada teks terhadap kemampuan working memory mahasiswa; (2) terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen 1 yang memiliki highlight berwarna biru.
Menguraikan Determinants Dari Entrepreneurial Intention Mahasiswa
Bismala, Lila;
Handayani, Susi;
Indari, Ayu
Jurnal Diversita Vol. 10 No. 2 (2024): JURNAL DIVERSITA DESEMBER
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v10i2.12176
Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran mediasi dari Need For Achievement dalam hubungan Big five personality traits dan Entrepreneurial Intention, dan menguji peran moderasi dari Theory of Planned Behavior (TPB) dalam hubungan Need For Achievement dan Entrepreneurial Intention. Penelitian dilakukan pada mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, dengan jumlah sampel sebesar 393 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan peneliti adalah dengan metode purposive sampling, di mana responden yang akan dijadikan sebagai sampel adalah mahasiswa yang sudah mengikuti mata kuliah kewirausahaan, dari berbagai program studi yang ada. Dari keseluruhan sampel, jumlah responden yang mengisi angket adalah sebanyak 330 responden, sehingga tingkat respon rate adalah sebesar 84%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Big five personality traits, Need For Achievement dan Theory of Planned Behavior mempengaruhi Entrepreneurial Intention. Big five personality traits ditemukan mempengaruhi Need For Achievement dan Need For Achievement mempengaruhi Entrepreneurial Intention. Hasil penelitian juga menemukan bahwa Need For Achievement merupakan variable mediasi/ intervening dalam hubungan Big five personality traits dan Entrepreneurial Intention namun TPB juga tidak memoderasi hubungan Need For Achievement terhadap Entrepreneurial Intention. Hal ini mengindikasikan bahwa Entrepreneurial Intention mahasiswa dibentuk oleh Big five personality traits, Need For Achievement dan Theory of Planned Behavior.
Parental Phubbing dan SmartPhone Addiction pada Remaja
Sari, Rindi Ervita;
Purnomo, Tjahjo
Jurnal Diversita Vol. 10 No. 2 (2024): JURNAL DIVERSITA DESEMBER
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v10i2.12236
Penggunaan smartphone oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari dan pekerjaan menunjukkan adalah hal yang lazim, karena fungsinya tidak hanya sebagai alat komunikasi namun juga sebagai media untuk mencari informasi, hiburan, tempat penyimpanan berbagai moment penting, bahkan menjadi alat pengelola keuangan, pendidikan hingga penyediaan kebutuhan secara pribadi. Namun, ketika orang tua menggunakan smartphone secara berlebihan hingga memunculkan perilaku parental phubbing yang pada akhirnya dapat meningkatkan kecenderungan smartphone addiction remaja, dan memperkuat niat smartphone addiction pada remaja. Penelitian ini ini untuk mengetahui adanya hubungan antara parental phubbing dengan smartphone addiction pada remaja. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain kausal. Sebanyak 273 partisipan terlibat dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan skala Generic Scale of Phubbing (GSP) dimodifikasi menjadi The Father Phubbing (FPhubbing) scale Smartphone Addiction Scale-Short version (SAS-SV) the Mother Phubbing (MPhubbing) scale dan Smartphone Addiction Scale-Short version (SAS-SV). Hasil analisis koefisien korelasi untuk variabel parental phubbing dengan smartphone addiction = 0,475 dengan nilai signifikansi 0,000 dengan p (< 0,05.) hasil analisis data mennujukan ada hubungan yang signifikan pada antara variabel parental phubbing dengan smartphone addiction pada remaja.
Peranan Pengalaman Kesesakan terhadap Stres Perjalanan pada Pekerja Pengguna KRL Commuter Line
Faisal, Fathiyah Faiha;
Salendu, Alice
Jurnal Diversita Vol. 10 No. 2 (2024): JURNAL DIVERSITA DESEMBER
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v10i2.12387
Kereta rel listrik (KRL) commuter line adalah salah satu alat transportasi umum yang paling banyak digunakan di perkotaan. Banyaknya pekerja di perkotaan menjadi salah satu alasan mengapa KRL commuter line diminati karena memiliki jam keberangkatan dan kedatangan yang pasti. Pengguna KRL commuter line kini semakin meningkat, sehingga terdapat peningkatan kesesakan. Dampak yang dapat dirasakan dari kesesakan adalah stres perjalanan (commuting stress). Stres perjalanan yang terjadi pada pekerja mempengaruhi kinerja mereka. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk melihat apakah terdapat peranan persepsi kesesakan dan kepadatan terhadap stres perjalanan. Partisipan penelitian ini pekerja yang menggunakan KRL commuter line sehari-hari sebagai alat transportasi untuk pergi dan pulang kerja. Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat peran antara persepsi kesesakan yang dialami pekerja penumpang KRL commuter line dengan stres perjalanan yang dirasakan. Namun, ketika dilihat dari sisi kepadatan tidak terdapat peranan yang signifikan terhadap stres perjalanan. Penelitian diharapkan dapat menjadi acuan bagi penelitian berikutnya. Kata Kunci: Kepadatan, Kesesakan, KRL Commuter Line, Stres Perjalanan
Psychological Well-Being ditinjau dari Quality of Work Life Guru di SMK Muhammadiyah Imogiri Yogyakarta
Wati, Rinda Kumala;
Istiati, Fuandani
Jurnal Diversita Vol. 10 No. 2 (2024): JURNAL DIVERSITA DESEMBER
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v10i2.12539
Kajian ilmiah mengenai perilaku ditempat kerja sebelumnya telah menemukan bahwa karyawan yang mengalami emosi postif ditempat kerja akan menunjukkan kinerja yang lebih baik. Kinerja karyawan akan mengarahkan pada produktivitas organisasi. Suatu hal yang penting bagi organisasi adalah memastikan tingkat kualitas kesejahteraan psikologis karyawan. Kesejahteraan psikologis atau psychology well being (PWB) merupakan konsep Ryff yang awalnya meyakini bahwa kesehatan yang positif tidak hanya berasal dari fisik, tapi juga psikologis. Kesejahteraan psikologis merupakan kondisi ketika individu merasa butuh untuk merasa baik secara psikologis. Peneliti melihat suatu hal yang menjadi faktor psychological well being adalah kualitas kehidupan kerja, kondisi ini disebut juga dengan quality of work life (QWL). QWL merupakan kondisi dimana karyawan merasa berkualitas atas kehidupan di pekerjaannya, meliputi kepuasan terhadap pekerjaan, kesejahteraan secara umum, kualitas hubungan rumah dan pekerjaan, tingkat stres terhadap pekerjaan, kemampuan melakukan kontrol kerja dan kondisi pekerjaan. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif korelasional. Penelitian ini dilakukan pada guru di SMK Muhammadiyah Imogiri sejumlah 63 guru. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa quality of work life memiliki pengaruh terhadap psychological well being. Sumbangan efektif quality of work life terhadap psychological well being sebesar 25,9%.
Regulasi Emosi pada Korban Bullying di Dayah Terpadu Kota Lhokseumawe
Julistia, Rini;
Muna, Zurratul;
Anastasya, Yara Andita;
Natasya, Aulia;
Husna, Mawardatul
Jurnal Diversita Vol. 10 No. 2 (2024): JURNAL DIVERSITA DESEMBER
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v10i2.12838
Salah satu dampak yang ditimbulkan pada korban bullying adalah kurangnya kemampuan individu dalam meregulasi emosi yang ada pada diri mereka. Ketidakmampuan mengelola emosi dapat menyebabkan korban bullying melakukan hal-hal negatif yang akhirnya berdampak buruk pada diri individu. Sehingga sangat penting bagi korban bullying untuk dapat meregulasi emosinya secara tepat. Regulasi emosi merupakan suatu hal yang penting untuk mengendalikan perasaan atau emosi-emosi tidak baik dalam diri korban bullying, sehingga tidak berpengaruh pada aktivitas yang lain dalam mencapai tujuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat gambaran regulasi emosi pada korban bullying di Dayah Terpadu Kota Lhokseumawe. Dengan jumlah 384 subjek. Metode penelitian kuantitatif deskriptif, teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik probability non sampling dengan jenis teknik purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar santri korban bullying memiliki regulasi diri yang rendah yaitu sebesar 57%. Hal ini berkaitan dengan kemampuan remaja dalam mengelola stress dan tekanan yang muncul akbibat dari bullying sehingga belum dapat mengontrol emosi dan sensitive. sedangkan sebagain kecil santri korban bullying memiliki regulasi diri yang tinggi yaitu sebesar 41% yang menunjukkan santri memiliki pemikiran yang positif yang dapat membantunya dalam mengelola, mengenali dan juga mengekspresikan emosi ketika dihadapkan dengan situasi yang penuh tekanan.
Dampak Pelatihan Regulasi Emosi Menggunakan Pendekatan Terapi Kognitif Perilaku Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Remaja
Khairunnisa, Rania Fakhirah;
Boediman, Lia Mawarsari
Jurnal Diversita Vol. 10 No. 2 (2024): JURNAL DIVERSITA DESEMBER
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v10i2.12866
Masa remaja adalah periode transisi yang ditandai oleh perubahan neurobiologis, hormonal, psikologis, dan sosial. Tahap kehidupan ini sering membawa gejolak emosional, di mana remaja menghadapi berbagai perasaan dan pengalaman. Remaja, terutama perempuan, lebih rentan mengalami emosi negatif, penurunan harga diri, dan perilaku internalisasi seperti kecemasan. Kemampuan regulasi emosi yang efektif sangat penting untuk mengurangi masalah pada remaja. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas pelatihan regulasi emosi berbasis Terapi Kognitif Perilaku (CBT) untuk meningkatkan kemampuan regulasi emosi dan menurunkan tingkat kecemasan pada remaja. Penelitian ini melibatkan enam remaja perempuan berusia 14-15 tahun dengan tingkat disregulasi emosi dan kecemasan sedang hingga berat. Partisipan mengikuti minimal dua dari lima sesi intervensi. Hasil menunjukkan bahwa terdapat penurunan kecemasan yang signifikan setelah partisipan mengikuti pelatihan, namun penurunan dalam disregulasi emosi masih belum terhitung signifikan. Dari beberapa teknik yang diterapkan, teknik mindfulness terbukti membantu partisipan dalam mengelola emosi dan menurunkan kecemasan. Beberapa rekomendasi lanjutan perlu dipertimbangkan untuk meningkatkan keefektifitasan penelitian di kemudian hari.
Perbedaan Gaya Mengajar Berdasarkan Gender Dan Tingkat Pendidikan
Hasanuddin, Hasanuddin;
Siregar, Erlina Sari
Jurnal Diversita Vol. 10 No. 2 (2024): JURNAL DIVERSITA DESEMBER
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v10i2.12904
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan gaya mengajar guru berdasarkan jenis kelamin dan tingkat pendidikan guru. Metode yang digunakan metode kuantitatif komparasi dengan jumlah populasi dan sampel 810. Adapun teknik pangambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Teknik analisis data yang digunakan teknik independent t-test. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa secara kesuluruh tidak terdapat perbedaan gaya mengajar guru berdasarkan gender dikarenakan mayoritas memiliki nilai sig > 0.050 yang artinya tidak terdapat perbedaan gaya mengajar antara guru laki-laki dan guru perempuan pada proses belajar. Selain itu, secara kesuluruh terdapat perbedaan gaya mengajar guru berdasarkan tingkat pendidikan dikarenakan memiliki nilai sig < 0.050. Secara keseluruhan artinya terdapat perbedaan gaya mengajar guru yang memiliki tingkat pendidikan S1 dengan guru yang memiliki tingkat pendidikan S2. Berdasarkan nilai mean, lebih tinggi nilai mean guru yang memiliki tingkat pendidikan S1 daripada guru yang memiliki tingkat pendidikan S2.
Analisis School Well Being Pada Mahasiswa Keperawatan di Yogyakarta Melalui Peer Mentoring
Utami, Khristina Dias;
Sumiyarini, Retno;
Syah, Muhammad Erwan
Jurnal Diversita Vol. 10 No. 2 (2024): JURNAL DIVERSITA DESEMBER
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v10i2.12958
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk memberikan gambaran dan penambahan keterampilan bagi mahasiswa Keperawatan di Yogyakarta, sehingga mahasiswa merasa sejahtera ketika berada di lingkungan kampusnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan adalah desain eksperimen true experimental, dengan fokus desain eksperimen one group pretest posttest design. Modul pelatihan peer mentoring dan skala school well-being dalam penelitian ini merupakan hasil pengembangan dari penelitian peneliti sebelumnya. Pembuatan skala untuk pengumpulan data dengan mengacu pada aspek school well-being dari Konu dan Rimpela. Subjek penelitian ini mahasiswa prodi Keperwatan Universitas Jenderal Achmad Ynai Yogyakarta yang berjumlah 150 orang. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan pada tanggal 13-14 Juni 2024. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat peningkatan antara School Well Being sebelum dilakukan Peer Mentoring dan setelah dilakukan Peer Mentoring. Selain itu, Terdapat peningkatan antara Having (Kondisi Kampus), Loving (Hubungan Sosial), Being (Pemenuhan Diri Mahasiswa), Health (Status Kesehatan) sebelum dilakukan Peer Mentoring dan setelah dilakukan Peer Mentoring
Studi Tentang Celebrity Worship dan Self Regulation serta Pengaruhnya terhadap Psychological well-being Penggemar K-pop
Putri, Fitriani Sukma;
Rozi, Fahrul
Jurnal Diversita Vol. 10 No. 2 (2024): JURNAL DIVERSITA DESEMBER
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/diversita.v10i2.12970
Salah satu penyebab rendahnya kesejahteraan psikologis adalah perilaku memuja selebritas. Strategi pengaturan diri yang efektif dapat membantu mengoptimalkan kinerja dan kesejahteraan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh celebrity worship dan self regulation terhadap psychological well-being pada penggemar K-pop dewasa awal berusia 20-30 tahun. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Pengambilan sampel menggunakan Teknik accidental sampling melalui google form dengan jumlah responden sebanyak 300 partisipan. Alat ukur celebrity worship menggunakan Celebrity Attitude Scale oleh Maltby (2004). Alat ukur self regulation menggunakan The Short Self-Regulation Quesionnaire oleh carey (2004) diadaptasi oleh Sebena et al (2018). Alat ukur psychological well-being menggunakan Ryff’s Psychological Well-being oleh carol ryff (1995) diadaptasi oleh Hauser et al (2005). Proses Analisa data menggunakan software Jamovi versi 2.3 dan menggunakan metode analisis regresi linier berganda. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa celebrity worship berpengaruh positif terhadap psychological well-being. Self regulation berpengaruh positif terhadap psychological well-being. Celebrity worship dan self regulation berpengaruh secara simultan terhadap psychological well-being sebesar 59,9% dengan nilai F sebesar 224 (p<0.001).