cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 91 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2024): April" : 91 Documents clear
EDUKASI PENCEGAHAN HEMOROID DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN TENAGA KESEHATAN Amsriza, Fadli Robby; Fakhriani, Rizka
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.22203

Abstract

Abstrak: Hemoroid, ambeien, wasir atau piles merupakan salah satu kelainan yang ditandai dengan pembengkakan pada daerah anus dan disebabkan oleh pembesaran pembuluh darah vena ataupun karena lemahnya dinding anus. Di Indonesia, diperkirakan populasi hemoroid akan mencapai 21,3 juta jiwa pada tahun 2030. Sayangnya, hingga saat ini kesadaran masyarakat terkait permasalahan tersebut belum terlihat. Sehingga tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan tenaga kesehatan dan memberikan suatu kontribusi positif dalam meningkatkan pola hidup bersih dan sehat sehingga prevalensi hemoroid dapat dicegah. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk edukasi. Adapun mitra dalam kegiatan ini adalah tenaga kesehatan Rumah Sakit AMC Muhammadiyah Yogyakarta, yang berjumlah 30 orang. Hasil yang diperoleh yaitu terdapat peningkatan rata-rata nilai pengetahuan pre-test sebesar 5.1 dan post-test sebesar 8.2. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat memotivasi seluruh tenaga kesehatan dan masyarakat untuk dapat terus membudayakan perilaku bersih dan sehat sehingga gejala hemoroid dapat ditekan.Abstract: Hemorrhoids, also known as piles, are a common disorder characterized by swelling in the anal region. The expansion of veins or weakening of the anal wall typically causes this condition. Indonesia is projected to have 21.3 million people with hemorrhoids by 2030. Regrettably, there has been a lack of public awareness about the issue. This project aims to enhance health workers' knowledge and contribute positively to promoting a clean and healthy lifestyle to avoid the occurrence of hemorrhoids. This project is given with an educational style. The partners of this program are the health workers of AMC Hospital Muhammadiyah Yogyakarta, with a total of 30 people. The results showed an average pre-test knowledge score increase of 5.1 and a post-test rise of 8.2. This program aims to motivate all health workers and the community to maintain clean and healthy habits to reduce hemorrhoid symptoms.
PEMBERDAYAAN KADER SURABAYA MELALUI METODE EXPERIENTIAL LEARNING DALAM PENANGANAN PERTAMA KASUS LUKA Zulkarnain, Octo; Pamungkas, Putri; Cahayanto, Heri Nur; hidayatillah, Ariska Putri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.22090

Abstract

Anstrak: Penanganan luka sering kali tidak tepat dilakukan oleh masyarakat karena keterbatasan sumber informasi, kebiasaan lokal, dan kepercayaan. Pengabdian ini bertujuan mengembangkan kapasitas kognitif dan pengalaman kader dalam penanganan kasus cedera. Metode yang digunakan adalah Experiential Learning dengan melibatkan 12 kader Taman Gununganayar sebagai mitra. Di awal pertemuan, dilakukan pre-test untuk menilai pemahaman kognitif kader menggunakan lembar kuesioner. Hasilnya menunjukkan bahwa sebelum pelatihan, pemahaman kognitif kader hanya mencapai 41,6%, dan hanya 5 dari 12 kader yang mampu mempraktikkan penanganan luka. Setelah menjalani pelatihan, terjadi peningkatan yang signifikan. Rata-rata pemahaman kognitif meningkat menjadi 58%, dan seluruh kader mampu melakukan penanganan luka secara efektif. Hasil ini menegaskan efektivitas metode pelatihan dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan praktis kader, yang pada gilirannya mendukung peningkatan penanganan kasus luka di masyarakat secara keseluruhan. Hal ini menggambarkan pentingnya pendekatan eksperimental dalam meningkatkan kapasitas masyarakat dalam penanganan cedera serta mengurangi risiko kesalahan yang dapat terjadi akibat keterbatasan informasi dan kebiasaan lokal.Abstract: The handling of wounds is often improperly done by the public due to limited sources of information, local customs, and beliefs. This dedication aims to develop the cognitive capacity and experience of cadres in handling injury cases. The method used is Experiential Learning involving 12 Taman Gununganayar cadres as partners. At the beginning of the meeting, a pre-test was conducted to assess the cognitive understanding of cadres using a questionnaire sheet. The results showed that before the training, the cognitive understanding of cadres was only 41.6%, and only 5 out of 12 cadres were able to practice wound management. After undergoing training, there was a significant improvement. The average cognitive understanding increased to 58%, and all cadres were able to effectively handle wounds. These results confirm the effectiveness of the training method in improving the understanding and practical skills of cadres, which in turn support the improvement of wound management in the community as a whole. This illustrates the importance of an experimental approach in enhancing the capacity of the community in handling injuries and reducing the risk of errors that can occur due to limited information and local customs.
PENYULUHAN KESEHATAN TERHADAP PELAJAR DI SEKOLAH MENENGAH ATAS SEBAGAI UPAYA MEWUJUDKAN PROGRAM PELAYANAN KESEHATAN PEDULI REMAJA Mochamad Fathurohman; Ruswanto Ruswanto; Anindita Tri Kusuma Pratita; Citra Dewi Salasanti; Nurlaili Dwi Hidayati; Nur Rahayuningsih; Rahmawati Rahmawati; Tita Nofianti; Tresna Lestari; Vera Nurviana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.22064

Abstract

Abstrak: Program pelayanan kesehatan peduli remaja merupakan langkah penting dalam melindungi remaja dari risiko kesehatan dini, Selain itu, program tersebut dapat memberikan edukasi tentang kesejahteraan kesehatan menuju masa dewasa yang lebih sehat. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini untuk memberikan akses kepada masyarakat dalam memberikan pemahaman kesehatan sejak dini serta memeriksa suhu tubuh, tekanan darah, kadar glukosa, dan berat badan secara gratis serta mengidentifikasi potensi masalah kesehatan pada masyarakat khususnya pelayanan kesehatan peduli remaja. Metode kegiatan dalam bentuk penyuluhan dan pelayanan terhadap remaja dengan cara diskusi dan pembagian pamflet. Sasaran kepada masyarakat terutama remaja sekolah menengah atas jumlah yang hadir 60 siswa. Untuk mengetahui pemahaman peserta dilakukan evaluasi dalam bentuk kuisioner serta tanya jawab terkait materi yang disampaikan. Hasil yang telah dicapai bahwa siswa dapat meningkatkan pengetahuan terkait peduli Kesehatan sejak dini dengan presentase rerata 90%, serta diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswa remaja akan pentingnya menjaga Kesehatan.Abstract: The adolescent care health service program is an important step in protecting adolescents from early health risks, in addition, the program can provide education about health welfare towards a healthier adulthood. The purpose of this community service is to provide access to the community in providing early health understanding and checking body temperature, blood pressure, glucose levels, and body weight for free and identifying potential health problems in the community, especially adolescent care health services. The method of activity is in the form of counseling and services to adolescents by means of discussion and distribution of pamphlets. Targeting the community, especially high school teenagers, the number of attendees was 60 students. To determine the understanding of the participants, an evaluation was carried out in the form of questionnaires and questions and answers related to the material presented. The results that have been achieved are that students can increase knowledge related to early health care with an average percentage of 90%, and are expected to increase teenage students' awareness of the importance of maintaining health. 
BIMBINGAN TEKNIS STRATEGI MENGANALISA USAHA EKONOMI DESA DALAM RANGKA PENDAMPINGAN BUMDES SEKALIMANTAN BARAT Istikoma, Istikoma; Siregar, Alda Cendekia
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.21518

Abstract

Abstrak : Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) mempunyai tugas untuk memantau dan memonitor perkembangan ekonomi Desa khususnya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Terdapat 549 BUMDes yang aktif di seluruh Kalimantan Barat, namun setelah tahun 2019 perkembangan BUMDes semakin lama semakin menurun bahkan terdapat BUMDes yang mangkrak atau mati suri. Tujuan Bimtek ini diharapkan kepada seluruh pengurus BUMDes di Kalimantan Barat memperoleh pengetahuan yang memadai untuk memahami teknik dan strategi dalam bidang pengembangan sumber daya manusia, tatakelola ekonomi desa, pemetaan bentang dan studi kelayakan usaha, membangun sistem data dan informasi desa sehingga bermanfaat bagi para pengelola BUMDes untuk lebih mudah dalam memanfaatkan sumberdaya desa menjadi peluang penggerak ekonomi masyarakat Desa pada setiap BUMDes. Terdapat 35 peserta dari 35 perwakilan setiap BUMDes yang dihadirkan oleh pihak mitra dari dinas DPMD Kalimantan Barat. Materi yang disampaikan dibuat dengan menarik dan mudah dipahami yang meliputi materi pemetaan bentang dan analisis kelayakan usaha. Evaluasi dilakukan dengan melihat peningkatan jawaban benar dan berkurangnya jawaban salah saat pretest dan posttest. Persentase jawaban benar lebih besar daripada jawaban salah, mengindikasikan terjadinya peningkatan pemahaman peserta dalam bidang soft skill dan hard skill mengenai pemetaan bentang dan analisis kelayakan usaha, dimana peningkatan pengetahuan terlihat meningkat dari 38% saat pretest menjadi 77% saat posttes, sedangkan jawaban salah berbanding terbalik dengan jawaban benar yaitu 62% saat pretest dan 23% saat posttest sehingga dapat disimpulkan kegiatan ini sangat bermanfaat dan ditargetkan akan mampu meningkatkan daya saing BUMDes guna mengembangkan ekonomi Desa di masa akan dating.Abstract: The Community and Village Empowerment Service (DPMD) has the task of monitoring and monitoring Village economic development, especially Village-Owned Enterprises (BUMDes). There are 549 active BUMDes throughout West Kalimantan, but after 2019 the development of BUMDes has decreased over time and there are even BUMDes that have stalled or are in suspended animation. The aim of this Bimtek is that it is hoped that all BUMDes administrators in West Kalimantan will gain sufficient knowledge to understand techniques and strategies in the fields of human resource development, village economic management, landscape mapping and business feasibility studies, building village data and information systems so that they are useful for BUMDes managers. to make it easier to utilize village resources to become opportunities to drive the village community's economy in each BUMDes. There were 35 participants from 35 representatives for each BUMDes presented by partners from the West Kalimantan DPMD service. The material presented is made interesting and easy to understand, including material on landscape mapping and business feasibility analysis. Evaluation is carried out by looking at the increase in correct answers and the decrease in incorrect answers during the pretest and posttest. The percentage of correct answers is greater than wrong answers, indicating an increase in participants' understanding in the areas of soft skills and hard skills regarding landscape mapping and business feasibility analysis, where the increase in knowledge appears to have increased from 38% during the pretest to 77% during the posttest, while the wrong answers are inversely proportional. With correct answers, namely 62% in the pretest and 23% in the posttest, so it can be concluded that this activity is very useful and is targeted to be able to increase the competitiveness of BUMDes in order to develop the village economy in the future.
PEMBERDAYAAN REMAJA MELALUI PENDEKATAN A BEHAVIOR CENTRED DESIGN CEGAH PERNIKAHAN DINI BERBASIS KULTURAL Nurul Hidayah; Nur Aisha Fawwaz; Norliana Ekawati; Cittavaro Cahyadi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.21177

Abstract

Abstrak: Pernikahan dini pada masyarakat Suku Banjar bukan merupakan isu baru bahkan telah menjadi fenomena sosial yang dikenal sebagai bagian dari kebiasaan masyarakat. Tujuan program untuk meningkatkan pengetahuan remaja Suku Banjar tentang pernikahan dini dan menyediakan metode inovatif berorientasi pada budaya lokal. Metode pembelajaran dan pelatihan aktif berkonsep games hasil pengembangan metode emotional demontration berupa A Behavioral Centred Design (ABCD) berbahasa Banjar dibagi 4 sesi (comprehensive card, factor card, impact card, dan good bad card). Sasaran program adalah kader posyandu remaja Desa Awang Besar berusia 10-18 tahun berjumlah 8 orang. Evaluasi dilakukan pada setiap sesi dan secara general (sebelum-sesudah program dijalankan). Didapat hasil terjadi peningkatan pengetahuan remaja sebesar 14,7% tentang pernikahan dini, sasaran telah mampu berfikir kritis dan peningkatan pemahaman sebesar 13,3%, sasaran mampu berfikir secara luas dalam memandang sebuah tantangan dan mampu menemukan solusi (15,0%), terjadi peningkatan pemahaman bagaimana mencegah pernikahan dini sebesar 17,8%. Secara general, terdapat peningkatan kapasitas diri remaja sebesar 19,4%. Pendekatan ABCD berbasis kultural dapat meningkatkan pengetahuan remaja.Abstract: Early marriage in the Banjar tribe community is not a new issue and has even become a social phenomenon known as part of community customs. The program aims to increase Banjar tribe youth's knowledge about early marriage and provide innovative methods oriented to local culture. Active learning and training with the concept of a game is the result of the development of the emotional demonstration method in the form of Behavioral Centered Design (BCD) in the Banjar language, which is divided into 4 sessions (comprehensive cards, factor cards, impact cards, and good, bad cards). The target of the program is 8 youth posyandu cadres aged 10-18 years in Awang Besar Village. Evaluation is done at each session and in general (before and after the program is run). The results showed that there was an increase in teenagers' knowledge of 14.7% about early marriage, the target was able to think critically and increased understanding by 13.3%, the target was able to think broadly in looking at a challenge and was able to find a solution (15.0%), this occurred. Increased understanding of how to prevent early marriage by 17.8%. In general, there was an increase in adolescents' self-capacity by 19.4%. A culturally based BCD approach can increase adolescents' knowledge.
PEMBERDAYAAN KADER DALAM PENCEGAHAN DAN PENANGANAN ANEMIA PADA IBU HAMIL Haninggar, Rizki Dyah; Mahmud, Abbas; Nurdiana, Nurdiana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.22023

Abstract

Abstrak: Kabupaten Mamuju memiliki cakupan pemberian Tablet Fe 72,7 %, tetapi jumlah penderita anemia pada ibu hamil masih tergolong cukup tinggi. Anemia pada kehamilan merupakan salah satu masalah yang serius karena dapat menyebabkan keguguran (abortus), perdarahan saat persalinan, bayi lahir premature dan berat badan lahir rendah. Kader merupakan penghubung antara ibu hamil dengan tenaga kesehatan. Peningkatan pengetahuan pada kader diharapkan mampu menekan angka kejadian anemia. Tujuan kegiatan ini yaitu meningkatkan pengetahuan kader tentang anemia dan meningkatkan keterampilan kader dalam pemeriksaan kadar hemoglobin. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan, pelatihan, diskusi interaktif, pemberian hibah alat dan pendampingan kader. Mitra utama pada kegiatan ini yaitu Puskesmas Binanga dan Kader Kesehatan (23 orang). Sementara pihak lain yang terlibat antara lain Pustu Tambi, Kepala Lingkungan Tambi dan Mahasiswa (4 orang). Evaluasi yang dilakukan berupa pre dan posttest serta simulasi pemakaian Hb Test. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu terjadi peningkatan pengetahuan kader tentang anemia dari 68,3 % menjadi 96,6 %, terjadi peningkatan keterampilan kader kesehatan tentang cara pemeriksaan kadar Hb, tersedianya alat Cek Hemoglobin.Abstract: Mamuju Regency has a Fe Tablet coverage of 72.2%, but the number of anemia sufferers among pregnant women is still quite high. Anemia in pregnancy is a serious problem because it can cause miscarriage, bleeding during childbirth, premature babies and low birth weight. Cadres are the liaison between pregnant women and health workers. It is hoped that increasing knowledge among cadres will be able to reduce the incidence of anemia. The aim of this activity is to increase cadres' knowledge about anemia and improve cadres' skills in checking hemoglobin levels. The methods used in this activity are counseling, training, interactive discussions, providing equipment grants and mentoring cadres. The main partners in this activity are the Binanga Community Health Center and Health Cadres (23 people). Meanwhile, other parties involved included Pustu Tambi, the Head of the Tambi Environment and students (4 people). The evaluation carried out is in the form of pre and posttests as well as a simulation of using the Hb Test. The results of this community service activity were an increase in cadres' knowledge about anemia from 68.3% to 96.6%, an increase in health cadres' skills regarding how to check Hb levels, and the availability of a Hemoglobin Check tool.
URBAN FARMING: MENDORONG KETAHANAN PANGAN KELUARGA MELALUI PELATIHAN BUDIDAYA IKAN DAN SAYURAN MENGGUNAKAN MEDIA EMBER Mahpudin, Mahpudin; Dewi, Shanty Kartika; Yaman, Khairul; Sari, Nilam; Efrizal, Riky
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.21671

Abstract

Abstrak: Ketahanan pangan keluarga menjadi aspek dalam menjamin terpenuhinya pangan baik secara kuantitas (ketersediaan konsumsi pangan) maupun kualitas (nilai gizi pangan). Ketahanan pangan salah satunya dapat dilakukan dengan cara menghasilkan produk pangan secara mandiri misalnya menanam sayuran dan budidaya ikan. Namun, ketiadaan lahan menjadi tantangan tersendiri sehingga perlu menggalakkan urban farming. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan pelatihan budidaya ikan dan sayur menggunakan media ember untuk mengatasi keterbatasan lahan sehingga peserta pelatihan dapat meningkatkan skill berupa alternatif produksi pangan. Metode yang dilaksanakan adalah memberikan edukasi tentang alternatif ketahanan pangan keluarga, selanjutnya diikuti dengan demonstrasi praktik dan pendampingan budidaya ikan lele dan sayuran kangkung dalam ember. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest terhadap 25 orang peserta. Hasil pelaksanaan program berjalan baik dibuktikan dengan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta terkait budidaya ikan dan sayur sebesar 72 persen berdasarkan hasil uji posttest.Abstract: Family food security is an aspect in ensuring the fulfillment of food both in quantity (availability of food consumption) and quality (nutritional value of food). One way to achieve food security is by producing food products independently, for example growing vegetables and cultivating fish. However, lack of land is a challenge in itself, so it is necessary to promote urban farming. This service activity aims to provide training in fish and vegetable cultivation using bucket media to overcome limited land so that training participants can improve skills in the form of alternative food production. The method implemented was to provide education about alternative family food security, followed by practical demonstrations and assistance in cultivating catfish and kale vegetables in buckets. Evaluation was carried out through pretest and posttest on 25 participants. The results of the program implementation went well, as evidenced by the increase in participants' knowledge and skills related to fish and vegetable cultivation by 72 percent based on the results of the posttest.
PENGENALAN MANFAAT DAN NILAI EKONOMI HUTAN SEBAGAI USAHA PELESTARIAN SUMBERDAYA HUTAN Emi Roslinda; Tri Widiaastuti; Lolyta Sisilia
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.22241

Abstract

Abstrak: Desa Simpang Kasturi adalah desa yang terletak di sekitar kawasan hutan dengan tujuan khusus (KHDTK) Universitas Tanjungpura, yang kehidupan masyarakatnya masih bergantung kehidupannya terhadap sumberdaya alam/hutan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menjelaskan dan mentransfer pengetahuan tentang pentingnya keberadaan hutan beserta manfaat tangible dan intangible yang terkandung di dalamnya untuk pemenuhan kehidupan masyarakat. Metode sosialisasi dan diskusi diterapkan dengan mitra pengabdian yaitu masyarakat desa Simpang Kasturi sebanyak 25 orang yang mewakili kaum laki-laki dan perempuan, perwakilan aparat desa, pemuda dan lembaga masyarakat. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan penyebaran kuesioner yang berisi enam pertanyaan kepada peserta pada awal dan akhir kegiatan. Kegiatan PKM ini meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang manfaat hutan yang tangible dan intangible, nilai manfaat hutan berupa nilai ekonomi, nilai ekologi dan nilai sosial yang dibuktikan dengan membandingkan rata-rata hasil kuesioner di awal (pre-test) dan di akhir (post-test) kegiatan sosialisasi dengan nilai 20,6% dan 94,23%.Abstract: Simpang Kasturi Village is a village located around the special purpose forest area (KHDTK) of Universitas Tanjungpura, which their community life still depends on natural/forest resources. This service activity aims to explain the importance of forests and their intangible functions and benefits in supporting daily life. The method of socialization and discussion was applied with service partners are the Simpang Kasturi village community, 25 people representing men and women, representatives of village officials, youth and community institutions. Activity evaluation is carried out by distributing questionnaires to participants at the beginning and ending of the activity. This service activity increases community knowledge about the tangible and intangible benefits of forests, the value of forest benefits in the form of economic value, ecological value and social value as evidenced by the average results of the initial socialization questionnaire (pre-test) and (posttest) being 20.6% and 94.23%. 
EDUKASI KESEHATAN DALAM UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP SANTRI MENGENAI PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE Nissa Noor Annashr; Neni Neni; Dadan Yogaswara; Andy Muharry
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.21091

Abstract

Abstrak: Kota Tasikmalaya yang terletak di Provinsi Jawa Barat memiliki jumlah kematian DBD tertinggi di Indonesia yaitu 20 kasus kematian pada tahun 2020. Kegiatan pengabdian masyarakat ini memiliki tujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta sikap santri Rumah Tahfidz Al-Ikhlas mengenai pencegahan DBD. Kegiatan ini dilaksanakan melalui 3 tahapan yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan serta tahap evaluasi. Kegiatan edukasi kesehatan diselenggarakan pada Hari Senin, tanggal 24 Februari 2020 di Rumah Tahfidz Al-Ikhlas Tasikmalaya yang melibatkan 23 orang santri. Materi edukasi kesehatan disampaikan melalui metode ceramah dengan didukung oleh media power point. Evaluasi dilakukan dengan cara santri mengisi kuesioner pre-test dan post-test . Berdasarkan hasil dari kegiatan edukasi kesehatan, diketahui bahwa terjadi peningkatan rata-rata skor pengetahuan santri dari 59,13 sebelum diberikan edukasi menjadi 80 setelah diberikan edukasi. Adapun skor rata-rata sikap juga meningkat dari 61,74 sebelum diberikan edukasi menjadi 76,52 setelah diberikan edukasi. Dapat disimbulkan bahwa edukasi kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap santri mengenai pencegahan DBD.Abstract: The Tasikmalaya city, which is located in West Java Province, had the highest number of dengue hemorrhagic fever deaths in Indonesia, namely 20 deaths in 2020. Community service activities aimed to increase the knowledge and attitudes of Al-Ikhlas Tahfidz Boarding School students regarding dengue prevention. This activity was carried out in 3 stages, namely the preparation stage, implementation stage and evaluation stage. Health education activities were held on Monday, February 24 2020 at the Tasikmalaya Al-Ikhlas Tahfidz Boarding School involving 23 students. Health education material was delivered through the lecture method supported by power point media. Evaluation was carried out by students filling out pre-test and post-test questionnaires. Based on the results of health education activities, it was known that there has been an increase in the mean score of knomloedge among students from 59.13 before being given education to 80 after being given education. The mean score of attitude also increased from 61.74 before being given education to 76.52 after being given education. It can be concluded that health education had proven effective in increasing students' knowledge and attitudes regarding dengue prevention. 
IMPLEMENTASI PENGOLAHAN SUSU ETAWA MENJADI MASKER DALAM UPAYA MENINGKATKAN PENDAPATAN KELOMPOK TERNAK DI KECAMATAN SUNGGAL Dewi, Irma; Nurzanah, Wiwin; Yusri, Mohd.; Pane, Yunita; Mulia, Mulia; Gultom, Togar Timoteus
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.21815

Abstract

Abstrak: Desa Paya geli terletak di kecamatan medan sunggal kabupaten Deli Serdang dan termasuk populasi ternak yang paling tinggi yaitu 260 kambing. Implementasi pengolahan susu etawa menjadi masker di Desa Paya Geli bertujuan untuk meningkatkan pendapatan kelompok ternak. Kegiatan dilakukan melalui praktek pembuatan masker, pelatihan cara pemerasan susu yang higienis, dan diskusi tentang manajemen keuangan. Delapan orang mitra terlibat dalam kegiatan ini, dengan metode evaluasi dilakukan melalui observasi dan wawancara dengan Mitra untuk mendapatkan umpan balik, serta pemantauan terhadap perkembangan dan hasil kerja Mitra setelah pelatihan dilakukan. Dengan kombinasi metode pre-test dan post-test, observasi, wawancara, dan evaluasi skill, tim pengabdian dapat secara komprehensif mengevaluasi efektivitas kegiatan pelatihan dan dampaknya terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan Mitra Peternak Kambing.Terjadi peningkatan skill mitra sebesar 30% setelah kegiatan berlangsung. Mitra yang terlibat dalam kegiatan implementasi pengolahan susu etawa menjadi masker di Desa Paya Geli berjumlah 8 orang.Abstract: Paya Geli Village is located in Medan Sunggal sub-district, Deli Serdang district and has the highest livestock population, namely 260 goats. The implementation of processing etawa milk into masks in Paya Geli Village aims to increase the income of livestock groups. Activities were carried out through the practice of making masks, training on how to express milk hygienically, and discussions on financial management. Eight partners were involved in this activity, with the evaluation method carried out through observation and interviews with Partners to obtain feedback, as well as monitoring the progress and results of Partners' work after the training was carried out. With a combination of pre-test and post-test methods, observation, interviews and skill evaluation, the service team can comprehensively evaluate the effectiveness of training activities and their impact on increasing the knowledge and skills of Goat Farming Partners. There was an increase in partner skills of 30% after the activity took place. Eight partners were involved in the implementation of etawa milk processing into masks in Paya Geli Village.

Page 8 of 10 | Total Record : 91