cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 102 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2025): April" : 102 Documents clear
PELATIHAN PEMBUATAN ECO-ENZYME DARI LIMBAH ORGANIK UNTUK MENDUKUNG SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS DI SEKOLAH ALAM BIREUEN Noviza Rizkia; Cut Rizki Mustika; Wilda Puspita Sari; Saura Alaifa Nazmi; Melvi Maulida
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.30034

Abstract

Abstrak: Permasalahan sampah merupakan isu krusial yang mengancam keseimbangan ekosistem lingkungan, sehingga diperlukan upaya edukasi dan aksi nyata dari generasi muda. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan hardskill generasi muda dalam pengolahan limbah organik melalui pelatihan pembuatan eco-enzyme. Metode yang digunakan adalah pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan ceramah, demonstrasi, dan praktik langsung. Mitra kegiatan ini adalah 30 orang peserta didik dari Sekolah Alam Bireuen (SABIR). Sistem evaluasi yang diterapkan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta didik. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan hardskill peserta sebesar 80% dalam pembuatan eco-enzyme yang efektif dan aman bagi lingkungan. Setelah pemaparan materi dan juga peserta didik melakukan pelatihan pembuatan eco-enzyme terjadi peningkatan dari hasil pre-test sebesar 14.66% menjadi 93.34% dari hasil post-test. Melalui kegiatan ini, diharapkan generasi muda dapat menjadi agen perubahan yang aktif dalam pengelolaan limbah organik di masyarakat.Abstract: Waste problems are a crucial issue that threatens the balance of the environmental ecosystem, requiring educational efforts and real actions from the younger generation. This community service activity aims to enhance the hard skills of young people in organic waste management through eco-enzyme making training. The method used is the Participatory Action Research (PAR) approach, which involves lectures, demonstrations, and direct practice. The partners in this activity are 30 students from Bireuen nature school. The evaluation system applied uses pre-test and post-test questionnaires to measure the increase in students' understanding and skills. The evaluation results show an 80% increase in participants' hard skills in making eco-enzymes that are effective and safe for the environment. After the presentation of the material and the students conducting eco-enzyme making training, there was an increase from the pre-test results of 14.66% to 93.34% from the post-test results. Through this activity, it is hoped that the younger generation can become active agents of change in organic waste management in the community.
MENINGKATKAN KESADARAN DAN KETERAMPILAN PENGURUS PESMA AL MANAR DALAM MENGOLAH SAMPAH SECARA BERKELANJUTAN Yayuk Dwi Rahayu; Sugeng Mashudi; Eky Ocviana Armyati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.29844

Abstract

Abstrak: Pengelolaan sampah di PESMA AL MANAR Ponorogo masih menghadapi tantangan besar, terutama dalam mengoptimalkan pemanfaatan sampah organik. Minimnya pengetahuan serta keterbatasan fasilitas membuat sampah menumpuk dan berisiko mencemari lingkungan. Untuk mengatasi masalah ini, dilakukan program pengabdian yang mengimplementasikan teknologi IPTEKES dalam Manajemen Pengelolaan Sampah Padat (MPSP). Tujuannya adalah meningkatkan kesadaran serta keterampilan pengurus PESMA dalam mengolah sampah secara berkelanjutan. Program ini dijalankan melalui serangkaian kegiatan seperti sosialisasi, pelatihan, dan praktik langsung yang melibatkan 115 pengurus serta mahasiswa. Hasil evaluasi, yang dilakukan dengan observasi dan wawancara, menunjukkan bahwa pemahaman peserta tentang konsep MPSP meningkat hingga 85%, sementara keterampilan teknis dalam pembuatan kompos naik sebesar 75%. Selain itu, program ini juga berhasil memproduksi sekitar 10 kg kompos setiap bulan, yang bisa dimanfaatkan untuk penghijauan sekaligus memiliki nilai ekonomis. Diharapkan, inisiatif ini bisa menjadi contoh pengelolaan sampah berkelanjutan yang dapat diterapkan di lingkungan pesantren lainnya.Abstract: Waste management at PESMA AL MANAR Ponorogo still faces major challenges, especially in optimizing the utilization of organic waste. The lack of knowledge and limited facilities make waste accumulate and risk polluting the environment. To overcome this problem, a service program was conducted that implements science and technology in Solid Waste Management (MPSP). The goal is to increase the awareness and skills of PESMA administrators in managing waste in a sustainable manner. This program was carried out through a series of activities such as socialization, training, and hands-on practice involving 115 administrators and students. The evaluation results, conducted by observation and interviews, showed that participants' understanding of the MPSP concept increased by 85%, while technical skills in composting increased by 75%. In addition, the program also managed to produce around 60 kg of compost every month, which can be used for greening as well as having economic value. Hopefully, this initiative can become an example of sustainable waste management that can be applied in other pesantren environments.
PELATIHAN METODE IQRA’ UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR’AN ANAK MDTA: STUDI PENDAMPINGAN BERBASIS PRAKTIK Yandi, Akmal; Zulmasri, Zulmasri; Dahliana, Dina; Hafis, Muhammad
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.29674

Abstract

Abstrak: Banyak siswa di MDTA Al-Firdaus Shautul Bilad yang mengalami kesulitan dalam membaca Al-Qur’an, terutama dalam pengenalan huruf hijaiyah dan tajwid dasar. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan membaca Al-Qur’an siswa melalui pelatihan metode Iqra’ bagi guru MDTA. Metode yang digunakan adalah pendampingan. Kegiatan ini melibatkan 3 guru dan 20 siswa. Evaluasi dilakukan dengan tes kemampuan membaca Al-Qur’an sebelum dan sesudah pelatihan, serta observasi langsung. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada keterampilan membaca siswa, dengan 40% peningkatan dalam penguasaan huruf hijaiyah, 45% peningkatan dalam kelancaran membaca, dan 45% peningkatan pemahaman tajwid. Selain itu, 90% guru merasa lebih percaya diri mengajarkan Al-Qur’an menggunakan metode Iqra’.Abstract: Many students in MDTA Al-Firdaus Shautul Bilad who experience difficulties in reading the Koran, especially in recognizing hijaiyah letters and basic tajwid. The aim of this service is to improve students' Al-Qur'an reading skills through method training Iqra' for MDTA teachers. The method used is mentoring. This activity involves 3 teachers And 20 students. Evaluation is carried out by testing the ability to read the Koran before and after training, as well as direct observation. The results of the service showed a significant increase in students' reading skills, with 40% increase in mastery of hijaiyah letters, 45% increase in reading fluency, And 45% increase in tajwid understanding. Besides that, 90% of teachers feel more confident teaching the Koran using the Iqra' method.
PENDEKATAN TOYA DALAM PEMBERDAYAAN GENERASI Z SEBAGAI AGEN PERUBAHAN MELALUI PELATIHAN INTERNET OF THINGS Baskara Utoyo, Deva; Meydiantika Anggia Putri, Tri Farin; Widiawan, Beni; Wiryawan, I Gede
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.29401

Abstract

Abstrak: Generasi Z membawa pengetahuan, keterampilan, dan semangat yang memiliki potensi untuk membentuk arah perkembangan ekonomi dunia. Peran Gen- Z sebagai agen perubahan menjadi pusat kemajuan bangsa Indonesia. Teknologi Internet of Things memainkan peran sentral dalam pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Solusi untuk mengatasi tantangan penerapan IoT di ancaman stabilitas dan pembangunan pendidikan di Indonesia melalui penerapan pendekatan Tutor Sebaya. Tujuan kegiatan ini mengenalkan penerapan teknologi IoT dengan pendekatan Toya untuk meningkatkan kemampuan hardskill bagi peserta dan softskill bagi tutor sebaya, serta mendapatkan perbandingannya dengan tenaga pengajar di kelas biasa menggunakan kuesioner metode pretest dan posttest. Tahapan kegiatan dilakukan mulai tahap pra, pelaksanaan, dan evaluasi. Bentuk tahapan kegiatan melalui focus group discussion, kerja sama, perancangan modul, pengujian prototipe, pelatihan workshop IoT dan simulasi pendampingan tutor sebaya, terakhir evaluasi. Hasil yang didapatkan dari 50 peserta, nilai pretest dan posttest mengalami peningkatan dan selisih perbedaan tidak signifikan, yaitu hanya 2% selisih perbedaan antara siswa yang mengikuti pelatihan IoT kelas dengan tutor sebaya dan siswa yang mengikuti pelatihan IoT dengan tenaga pengajar di kelas biasa. Inisiatif tutor sebaya ini menunjukkan bahwa dengan pendekatan yang tepat, Gen-Z dapat menjadi agen perubahan yang efektif.Abstract: Gen-Z brings knowledge, skills and passion that have the potential to shape the direction of the world's economic development. Gen-Z's role as agents of change is central to Indonesia's progress. Internet of Things technology plays a central role in sustainable economic growth. The solution to overcome the challenges of applying IoT in the threat of stability and educational development in Indonesia through the application of the Peer Tutor approach. The purpose of this activity is to introduce the application of IoT technology with Toya approach to improve hardskills and softskills, and get a comparison with teaching staff in normal classes using a pretest and posttest method questionnaire. The activity stages were carried out starting from the pre, implementation, and evaluation stages. The form of activity stages through focus group discussions, cooperation, module design, prototype testing, IoT workshop training and peer tutor mentoring simulations, finally evaluation. The results obtained from 50 participants, the pretest and posttest scores have increased and the difference is not significant, which is only 2% difference between students who take part in class IoT training with peer tutors and students who take part in IoT training with teaching staff in regular classes. This peer tutor initiative shows that with the right approach, Gen-Z can be effective agents of change.
EDUKASI PENGGUNAAN SWAMEDIKASI RASIONAL DAN IMPLEMENTASI KEBERSIHAN JATI DIRI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT KULIT Fadhila, Salsabila Nur; Wibowo, Alfina Wijayanti; Rahmah, Faroha Nur; Prabowo, Mochamad Aji; Utami, Primanitha Ria; Wahyudi, Afiv
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.29883

Abstract

Penyakit kulit di Indonesia semakin meningkat. Lemahnya fasilitas kesehatan dan kepadatan lingkungan, seperti Panti Asuhan Putri Aisyiyah Babat, telah meningkatkan risiko penyebaran penyakit kulit di kalangan anak asuh. Kurangnya kesadaran tentang kebersihan diri dan minimnya pengetahuan swamedikasi penyakit kulit menjadi tantangan utama. Mitra pemberdayaan ini adalah tim pengabdi mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Lamongan, dengan sasaran kegiatannya adalah di Panti Asuhan Putri Aisyiyah Babat. Peserta kegiatan berjumlah 22 anak. Dalam rangka menanggulangi masalah ini, dilakukan program pengabdian masyarakat dan edukasi yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan, mengenali faktor-faktor yang mempengaruhi penyakit kulit, serta memahami konsep swamedikasi penyakit kulit. Program ini diharapkan dapat memberdayakan anak-anak panti asuhan dan membantu mereka dalam mencegah berbagai jenis penyakit kulit. Rata-rata peningkatan pengetahuan anak panti asuhan untuk nilai pre-test adalah 69,46±79,20, sedangkan nilai post-test rata-ratanya adalah 85,60±91,72. Terdapat peningkatan yang signifikan antara pre-test dan post-test, sehingga hal tersebut menjadi indikator keberhasilan bahwasannya edukasi swamedikasi dan kebersihan jati diri untuk pencegahan penyakit kulit yang dilakukan oleh tim pengabdi berhasil meningkatkan pengetahuan dan pemahaman anak panti asuhan.Kata Kunci: Swamedikasi; Penyakit kulit; Kebersihan Jati diri.Abstract: Skin diseases in Indonesia are on the rise. Weak health facilities and overcrowded neighbourhoods, such as the Aisyiyah Babat Women's Orphanage, have increased the risk of spreading skin diseases among foster children. Lack of awareness about personal hygiene and lack of knowledge of self-medication of skin diseases are the main challenges. This empowerment partner is a team of student servants from Muhammadiyah Lamongan University, with the target of the activity being the Aisyiyah Babat Orphanage. The activity participants totalled 22 children. In order to overcome this problem, a community service and education programme was carried out which aimed to increase the community's understanding of the importance of maintaining cleanliness, recognising factors that affect skin diseases, and understanding the concept of self-medication for skin diseases. This programme is expected to empower orphanage children and help them prevent various skin diseases. The average increase in knowledge of the orphanage children for the pre-test score was 69.46±79.20, while the average post-test score was 85.60±91.72. There was a significant increase between the pre-test and post-test, so this is an indicator of success that the education on self-medication and personal hygiene for the prevention of skin diseases carried out by the service team succeeded in increasing the knowledge and understanding of orphanage children.Keywords: Self-medication; Skin diseases; Personal hygiene.
PELATIHAN PENGEMASAN DAN PEMASARAN PRODUK IKAN ASAP DALAM MENINGKATKAN EKONOMI KREATIF KABUPATEN PROBOLINGGO Maulidah, Silvana; Rayesa, Neza Fadia; Prasetyaningrum, Dian Islami; Aprilia, Della
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.30128

Abstract

Abstrak: Penggunaan media sosial dalam pemasaran telah terbukti efektif dalam meningkatkan penjualan produk. Selain itu, perbaikan kemasan juga berperan penting dalam memperpanjang masa simpan dan meningkatkan daya tarik produk. Oleh karena itu, kegiatan pendampingan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan mitra dalam mengemas produk ikan asap agar lebih tahan lama serta memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran guna memperluas jangkauan pasar. Pendampingan dilakukan pada BUMDES Tamanjaya, Desa Tamansari, Kabupaten Probolinggo, yang merupakan salah satu sentra produksi ikan asap khas daerah tersebut. Metode yang digunakan meliputi ceramah, praktik langsung, serta diskusi kelompok terfokus (FGD) dengan para pelaku usaha. Peserta kegiatan ini adalah anggota BUMDES Tamanjaya yang berjumlah 20 orang. Evaluasi dilakukan melalui wawancara dan angket untuk mengukur peningkatan keterampilan mitra. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan baik dari segi soft-skill maupun hard-skill peserta, dengan persentase peningkatan sebesar 95%. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan produk ikan asap dari BUMDES Tamanjaya dapat lebih dikenal sebagai oleh-oleh khas Kabupaten Probolinggo serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat setempat.Abstract: The use of social media in marketing has proven effective in increasing product sales. In addition, packaging improvements also play an important role in extending shelf life and increasing product appeal. Therefore, this mentoring activity aims to improve partners' skills in packaging smoked fish products to make them more durable and to utilize social media as a marketing tool to expand market reach. Mentoring was carried out at BUMDES Tamanjaya, Tamansari Village, Probolinggo Regency, which is one of the centers of smoked fish production typical of the region. The methods used include lectures, direct practice, and focus group discussions (FGD) with business actors. Participants in this activity were 20 members of BUMDES Tamanjaya. Evaluation was carried out through interviews and questionnaires to measure the improvement of partners' skills. The results of the activity showed an increase in both soft-skills and hard-skills of participants, with a percentage increase of 95%. With this training, it is hoped that smoked fish products from BUMDES Tamanjaya can be better known as souvenirs typical of Probolinggo Regency and contribute to the growth of the local community's creative economy.
SOSIALISASI BIJAK MENGGUNAKAN GADGET TERHADAP PESERTA DIDIK KELAS IV SD 1 TALISE Isnayanti, Andi Nur; Purnamasari, Danti Indriastuti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.30057

Abstract

Abstrak: Gadget merupakan alat komunikasi berukuran mini dengan banyak kegunaan yang dapat diperoleh di dalamnya. Di SD 1 Talise, terdapat beberapa permasalahan yang berkaitan dengan penggunaan gadget di kalangan peserta didik kelas IV. Pertama, banyak siswa yang menghabiskan waktu berlebihan di depan layar gadget, yang mengakibatkan penurunan minat belajar dan prestasi akademik. Kedua, siswa sering terpapar konten yang tidak sesuai dengan usia mereka, yang dapat memengaruhi perkembangan psikologis dan sosial mereka. Oleh karena itu, pengabdian kepada masyarakat melalui sosialisasi bijak penggunaan gadget sangat diperlukan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik kepada siswa kelas IV yang terdiri dari 18 siswa di SD 1 Talise Kota Palu Sulawesi Tengah. Metode pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari tiga tahap utama, yaitu persiapan, tim pengabdian akan melakukan koordinasi dengan pihak sekolah untuk menentukan jadwal pelaksanaan, dan materi yang akan disampaikan dan sebelum kegiatan dimulai, materi sosialisasi dibuat sesuai dengan kebutuhan siswa. Penyuluhan, presentasi interaktif digunakan untuk memberikan instruksi tentang penggunaan bijak gadget yaitu membahas manfaat dan risiko penggunaan gadget, serta cara mengatur waktu yang tepat untuk menggunakannya. Monitoring dan Evaluasi dengan menggunakan kuesioner untuk mengetahui pemahaman siswa mengenai penggunaan gadget yang bijak. Hasil dari PKM ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa tentang penggunaan gadget yang bijak. Sebelum sosialisasi, hanya 44% yang menjawab benar pada kuesioner terkait penggunaan gadget yang bijak. Setelah sosialisasi, persentase siswa yang menjawab benar meningkat menjadi 94%. Berdasarkan hal tersebut, maka menunjukkan keberhasilan kegiatan sosialisasi dalam meningkatkan kesadaran siswa tentang gadget, manfaat, resiko dan cara penggunaan yang bijak.Abstract:  Gadgets are mini communication devices with a wide range of functionalities. At SD 1 Talise, there are several issues related to gadget usage among fourth-grade students. First, many students spend excessive time in front of gadget screens, leading to a decline in their interest in learning and academic performance. Second, students are often exposed to age-inappropriate content, which can affect their psychological and social development. Therefore, community service through the socialization of wise gadget usage is essential to provide a better understanding to the fourth-grade students, consisting of 18 students at SD 1 Talise in Palu City, Central Sulawesi. The implementation of this activity consists of three main stages: preparation, where the service team coordinates with the school to determine the schedule and materials to be presented. Before the activity begins, the socialization materials are tailored to the students' needs. Counseling, where interactive presentations are used to provide instructions on wise gadget usage, discussing the benefits and risks of gadget use, as well as how to manage appropriate screen time. Monitoring and Evaluation, using questionnaires to assess students' understanding of wise gadget usage. The results of this community service program indicate a significant increase in students' understanding of wise gadget usage. Before the socialization, only 44% of students answered correctly on the questionnaire related to wise gadget usage. After the socialization, the percentage of students answering correctly increased to 94%. This demonstrates the success of the socialization activity in raising students' awareness about gadgets, their benefits, risks, and how to use them wisely.
OPTIMALISASI SERTIFIKASI BACA QUR'AN SEBAGAI UPAYA MEMBEBASKAN MAHASISWA DARI BUTA HURUF AL-QUR'AN Mappanyompa, Mappanyompa; Rukimin, Rukimin; Sahwan, Sahwan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.33657

Abstract

Abstrak: Tingginya angka mahasiswa yang belum mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar menunjukkan perlunya intervensi sistematis guna mendukung visi kampus yang religius dan literat terhadap kitab suci. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dasar membaca Al-Qur’an di kalangan mahasiswa, khususnya keterampilan dalam melafalkan huruf hijaiyah, mengenali tanda baca (harakat), serta membaca ayat-ayat Al-Qur’an secara lancar dan tartil. Program ini dirancang untuk mewujudkan kampus bebas buta huruf Al-Qur’an melalui kegiatan sertifikasi baca Qur’an. Pelaksanaan kegiatan berlangsung selama dua hari satu malam dan melibatkan 50 orang mahasiswa sebagai peserta, satu orang pemateri utama, dan lima orang pendamping dari organisasi IMM. Kegiatan ini dilakukan melalui metode pelatihan intensif dan pendampingan berjenjang yang diakhiri dengan sertifikasi baca Qur'an sebagai bentuk pengakuan kompetensi. Monitoring dan evaluasi dilakukan melalui penilaian rutin terhadap perkembangan kemampuan membaca sesuai jadwal yang ditentukan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan baca Qur’an peserta dengan tingkat keberhasilan sebesar 75%. Temuan ini menegaskan bahwa program sertifikasi baca Qur’an merupakan pendekatan yang efektif untuk meningkatkan literasi Al-Qur’an di kalangan mahasiswa dan layak diimplementasikan secara berkelanjutan di lingkungan perguruan tinggi.Abstract: The high number of students who have not been able to read the Qur'an properly and correctly shows the need for systematic intervention to support the vision of a religious and literate campus towards the holy book. This service activity aims to improve the basic ability to read the Qur'an among students, especially skills in pronouncing hijaiyah letters, recognizing punctuation marks (harakat), and reading Qur'anic verses fluently and tartil. This program is designed to realize a campus free of Qur'an illiteracy through Qur'an reading certification activities. The implementation of the activity lasted for two days and one night and involved 50 students as participants, one main speaker, and five assistants from the IMM organization. This activity is carried out through intensive training methods and tiered mentoring which ends with Qur'an reading certification as a form of competency recognition. Monitoring and evaluation is carried out through regular assessments of the development of reading skills according to a specified schedule. The results of the activity showed an increase in participants' Qur'an reading ability with a success rate of 75%. This finding confirms that the Qur'an reading certification program is an effective approach to improve Qur'an literacy among students and deserves to be implemented in a sustainable manner in the university environment.
IMPLEMENTASI COMMUNITY-BASED PARSIPATORY DAN PEMERIKSAAN ANTI-TB UNTUK DETEKSI DINI TUBERKULOSIS Fihiruddin, Fihiruddin; Hanafi, Fachrudi; Inayati, Nurul
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.29804

Abstract

Abstrak: Kasus tuberkulosis masih banyak ditemukan tetapi pemahaman masyarakat tentang tuberkulosis masih rendah, sehingga diperlukan upaya preventif untuk mencegah peningkatan kasus tuberkulosis. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang tuberkulosis dan deteksi dini tuberkulosis melalui pendekatan Community-Based Parsipatory dengan melibatkan kader dan peran aktif masyarakat. Metode yang digunakan terdiri dari sosialisasi, penyuluhan, edukasi, diskusi dan tanya jawab, pembentukan kelompok (Community-Based Parsipatory) peduli tuberkulosis dan pelatihan, deteksi dini anti-TB serta monitoring evaluasi. Sasaran pengabdian kepada masyarakat sebanyak 50 orang terdiri dari 25 orang warga masyarakat dan 25 orang kader kesehatan desa, sedangkan sebagai mitra ialah petugas laboratorium Puskesmas dan staf desa. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa penyuluhan efektif dapat meningkatkan pemahaman sasaran tentang tuberkulosis, sebelum penyuluhan pemahaman sasaran sebesar 20% dan sesudah penyuluhan meningkat menjadi 95%. Hasil monitoring yang dilakukan setiap bulan, ditemukannya satu orang anggota penderita tuberkulosis positif antibodi IgG yang menunjukkan bahwa anggota kelompok masyarakat (Comunity-Based Parsipatory) peduli tuberkulosis berperan aktif melakukan edukasi untuk mencegah penularan tuberkulosis.Abstract: Tuberculosis cases are still widely found but public understanding of tuberculosis is still low, therefore preventive efforts are needed to prevent an increase of tuberculosis cases. This community service aims to improve public understanding about tuberculosis and early detection of tuberculosis through a Community-Based Participatory approach involving village health preceptor and active community participation. The methods used consist of socialization, counseling, education, discussion, interview, formation group of Community-based participatory concerned with tuberculosis, training, early detection of anti-TB, monitoring and evaluation. The target of community service is 50 people consisting of 25 community members and 25 village health Preceptor, while as a Partners of this pragram are laboratory officers of community health centers and village staff. The evaluation results show that counseling can improve understanding of participant about tuberculosis effectively, the understanding of participant before counseling was 20% and increased to 95% after being given counseling. The results of monitoring carried out every month, found one member of the tuberculosis patient who tested positive for IgG antibodies, which shows that members of the community-based participation group who care about tuberculosis play an active role in providing education to prevent the transmission of tuberculosis. 
PELATIHAN PENGELOLAAN KEUANGAN KELUARGA MENGGUNAKAN PROGRAM APLIKASI KOMPUTER “SIKAPI UANGMU” Susilowati, Kartika Dewi Sri; Riwajanti, Nur Indah; Ekasari, Kurnia; Jaswadi, Jaswadi; Widiastuti, Retno; Purnomo, Hari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.29444

Abstract

Abstrak: Perencanaan keuangan keluarga tidak hanya penting bagi mereka yang berpenghasilan besar saja, namun juga diperlukan oleh mereka yang berpenghasilan terbatas. Tidak semua orang dapat dengan mudah mengelola keuangan keluarga karena mengelola keuangan memerlukan ketrampilan dan disiplin yang tinggi, karena pendapatan keluarga jumlahnya relatif terbatas, sementara kebutuhan hidup manusia sangatlah banyak dan beragam. Pengelolaan keuangan keluarga lebih banyak dilakukan oleh ibu-ibu rumah tangga, oleh karenanya pada kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) kali ini terfokus pada pemberian pelatihan kepada ibu-ibu rumah tangga tentang bagaimana merencanakan keuangan keluarga secara efektif dan efisien… Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan ketrampilan anggota PKK dalam mengelola keuangan keluarga berbasis aplikasi “Sikapi Uangmu”. Kegiatan pelatihan cara mengelola keuangan keluarga ini diikuti oleh 20 orang ibu-ibu pengurus PKK Kecamatan Dau, Kabupaten Malang dengan memanfaatkan program aplikasi komputer yang dbuat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) “Sikapi Uangmu”. Umpan balik yang diperoleh dari penyebaran kuesioner kepada peserta menunjukkan bahwa tingkat kepuasan peserta terhadap pelaksanaan kegiatan PKM dari sisi metode sebesar 69,23%, materi sebesar 75,4 dan pelaksanaan sebesar 91%. Pelatihan juga berhasil menumbuhkan motivasi dan keinginan peserta untuk memanfaatkan pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan untuk melakukan perencanakan keuangan keluarga (79%) dengan menggunakan aplikasi “Sikapi Uangmu” (21%).Abstract: Family financial planning is very important; not just for those with high earnings; people with limited incomes also need it. Due to the relatively limited family income and the wide range of human needs, managing family money demands a high level of skill and discipline, which not everyone can readily possess. Because women handle the majority of family financial management, this time's Community Service (PKM) program concentrated on teaching housewives on how to efficiently and successfully organize their families' finances. Twenty moms who are PKK administrators from Dau District, Malang Regency, participated in this activity. They received training on how to handle family finances using the "Sikapi Uangmu" computer application program, which was developed by the Financial Services Authority (OJK). Survey responses revealed that participants were generally satisfied with the way PKM activities were implemented (69.23%), the material (75.4%), and the execution (91%). Additionally, the training was successful in boosting participants' willingness and desire to use the "Sikapi Uangmu" program to organize family finances (79%) using the knowledge they had learned (21%).

Page 10 of 11 | Total Record : 102