cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,306 Documents
IMPLEMENTASI KURIKULUM MUATAN LOKAL BERBASIS SENI BUDAYA DAERAH DALAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KARAKTER PADA SISWA SD Supeni, Siti; Wartoyo, Wartoyo; Agustina, Riyana; Prastyo, Dony
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.33857

Abstract

Abstrak: Penanaman nilai-nilai karakter pada siswa sekolah dasar melalui penguatan kurikulum muatan lokal berbasis seni dan budaya daerah merupakan langkah strategis untuk membangun generasi yang berkarakter luhur dan cinta budaya. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai kendala, salah satunya adalah terbatasnya jumlah pelatih yang kompeten di sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan bimbingan kepada guru dalam mengimplementasikan kurikulum muatan lokal secara efektif. Metode yang digunakan meliputi pelatihan dan pendampingan berkelanjutan bersama 30 guru SD. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam mengimplementasikan pembelajaran berbasis muatan lokal, terutama pada aspek edukatif, rekreatif, dan kompetitif. Program ini terbukti menjadi solusi inovatif dan aplikatif dalam membentuk karakter siswa melalui pendekatan seni dan budaya daerah.Abstract: Instilling character values in elementary school students through strengthening the local content curriculum based on regional arts and culture is a strategic step towards developing a generation with noble character and a love of culture. However, its implementation still faces various obstacles, one of which is the limited number of competent trainers in schools. This activity aims to provide guidance to teachers in implementing the local content curriculum effectively. The methods used include training and ongoing mentoring. The results of the activity show an increase in teachers' understanding and skills in implementing local content-based learning, especially in the educational, recreational, and competitive aspects. This program has proven to be an innovative and applicable solution in shaping student character through a regional arts and culture approach.
PENDAMPINGAN SLIMS UNTUK PERPUSTAKAAN SEKOLAH SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN EFISIENSI DAN DIGITALISASI PENGELOLAAN KOLEKSI PERPUSTAKAAN Rejeki, Diah Sri; Aminudin, Aminudin; Abinowi, Egi; Wahyuni, Haria Saputry; Agustine, Merryam
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35781

Abstract

Abstrak: Transformasi digital merupakan langkah penting untuk meningkatkan efisiensi layanan dan akses informasi di perpustakaan sekolah. Kegiatan layanan masyarakat ini dilaksanakan oleh program studi Perpustakaan dan Ilmu Informasi Universitas Widyatama, bekerja sama dengan Sekolah Menengah Kejuruan SMKN 7 Bandung. Masalah utama yang dihadapi oleh mitra adalah pengelolaan koleksi secara manual dan rendahnya tingkat kompetensi pustakawan dalam menggunakan teknologi informasi. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendampingi proses digitalisasi melalui penerapan Senayan Library Management System (SLiMS). Metode implementasi meliputi koordinasi awal, instalasi sistem, migrasi data, pelatihan, dan evaluasi melalui kuesioner kepuasan mitra. Hasilnya menunjukkan bahwa sistem SLiMS telah terinstal dan berfungsi dengan baik, dengan 77 koleksi telah dimasukkan, dan semua pustakawan mampu menggunakan fungsi-fungsi dasar. Evaluasi kepuasan mitra menggunakan skala Likert 1–5 menunjukkan rata-rata skor di atas 4,5 pada seluruh indikator, dengan capaian tertinggi pada aspek peningkatan keterampilan digital (skor 4,9) dan pengurangan pencatatan manual (skor 4,8). Kegiatan ini telah meningkatkan keterampilan digital pustakawan dan menjadi model yang dapat ditiru oleh sekolah lain yang ingin memiliki perpustakaan digital.Abstract: Digital transformation is an important step in improving service efficiency and access to information in school libraries. This community service activity was carried out by the Library and Information Science study programme at Widyatama University, in collaboration with State Vocational School 7 Bandung. The main problems faced by the partner were manual collection management and low librarian competence in using information technology. The aim of this activity was to assist the digitisation process through the implementation of the Senayan Library Management System (SLiMS). The implementation method included initial coordination, system installation, data migration, training, and evaluation through a partner satisfaction questionnaire. The results showed that the SLiMS system had been installed and was functioning properly, with 77 collections entered, and all librarians able to use the basic functions. The partner satisfaction evaluation using a 1-5 Likert scale showed an average score above 4.5 for all indicators, with the highest achievement in the aspect of digital skills improvement (score of 4.9) and reduction of manual recording (score of 4.8). This activity has improved the digital skills of librarians and has become a model that can be emulated by other schools that want to have a digital library.
TRANSFORMASI EKONOMI PESISIR MELALUI INOVASI PRODUK GULA MERAH NIPAH: PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI KOTA LANGSA Syarief, Salman; Safuridar, Safuridar; Rahman, Maulana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34598

Abstract

Abstrak: Masyarakat pesisir di Kota Langsa masih menghadapi keterbatasan ekonomi akibat ketergantungan pada hasil tangkapan laut yang tidak menentu. Potensi pohon nipah sebagai sumber nira belum dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan pendapatan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga kelompok nelayan raseuki di Gampong Seuriget yang berjumlah 13 kepala keluarga melalui inovasi produksi gula merah nipah. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, penyuluhan, pelatihan praktik penyadapan, perebusan, pencetakan, dan pengemasan, serta pelatihan desain logo produk dengan dukungan mahasiswa dan perangkat desa. Monitoring dilakukan pendekatan observasi terstruktur dan partisipatif. 75 % hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada hardskill nelayan dan istri nelayan terkait teknik produksi gula merah yang higienis, serta softskill berupa kesadaran menjaga ekosistem nipah dan keterampilan kewirausahaan. Produk gula merah nipah yang dihasilkan memiliki rendemen lebih tinggi dibandingkan aren dan berpotensi menjadi produk unggulan Kota Langsa.Abstract: Coastal communities in kota langsa continue to face economic constraints due to their dependence on unpredictable fish catches. The potential of nipa palm as a source of sap has not yet been fully optimized to increase household income. This community engagement program aimed to improve the income and welfare of 13 households belonging to the Raseuki fisher group in Seuriget Village through innovations in nipa palm sugar production. The methods applied included socialization, counseling, hands-on training in tapping, boiling, molding, and packaging, as well as product logo design workshops supported by students and village officials. Monitoring was conducted using structured and participatory observation approaches. The results revealed that 75% of participants showed significant improvement in hardskills, particularly in hygienic sugar production techniques, as well as softskills related to environmental awareness of nipa ecosystems and entrepreneurial capacity. The nipa palm sugar produced demonstrated higher yield compared to sugar palm and has strong potential to become a flagship product of Kota Langsa.
PENINGKATAN DAYA SAING DESA WISATA BUKIT SINYONYA DAN KERAJINAN ANYAMAN PANDAN MELALUI SOCIAL MEDIA MARKETING Fadhilah, Fadhilah; Lusianingrum, Farah Putri Wenang; Putri, Solehatin Ika; Prabowo, Dimas Bagus
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34486

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemanfaatan media sosial sebagai sarana pemasaran oleh BUMDes dan Pokdarwis Desa Bandung, Kabupaten Pandeglang. Permasalahan utama meliputi terbatasnya literasi digital, belum optimalnya penggunaan platform seperti TikTok Shop dan Instagram Business, serta lemahnya kemampuan pembuatan konten promosi. Tujuan pengabdian adalah meningkatkan kapasitas mitra dalam pemanfaatan social media marketing untuk memperkuat daya saing Desa Wisata Bukit Sinyonya dan produk kerajinan anyaman pandan. Metode yang digunakan meliputi survei pendahuluan, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi dengan melibatkan 50 anggota Pokdarwis. Evaluasi dilakukan dengan mengukur indikator keberhasilan dari kegiatan ini yaitu berupa kemampuan dalam membuat konten yang diukur dengan masing-masing peserta mengumpulkan karya kontennya untuk di upload di media sosial, serta peningkatan aktifitas di media sosial Intagram dan Tiktok yang dimiliki oleh mitra. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada keterampilan mitra, ditandai dengan bertambahnya jumlah konten promosi, meningkatnya interaksi audiens (likes dan comment), serta pertumbuhan pengikut (followers) pada media sosial Instagram dan Tiktok yang dimiliki oleh mitra. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendampingan berbasis praktik langsung efektif dalam mendorong transformasi digital dan pemasaran berkelanjutan pada desa wisata.Abstract: This community service activity was motivated by the low utilization of social media as a marketing tool by BUMDes and Pokdarwis in Bandung Village, Pandeglang Regency. The main problems included limited digital literacy, the suboptimal use of platforms such as TikTok Shop and Instagram Business, and weak skills in producing promotional content. The objective of this program was to enhance the partners’ capacity in utilizing social media marketing to strengthen the competitiveness of Bukit Sinyonya Tourism Village and pandan handicraft products. The methods employed consisted of a preliminary survey, training, mentoring, and evaluation involving 50 members of Pokdarwis. The evaluation was conducted by measuring the success indicators of this activity, namely the ability to create content as assessed from participants uploaded works on social media, as well as the increase in activity on Instagram and TikTok accounts managed by the partners. The evaluation results indicated a significant improvement in partners’ skills, marked by the increased number of promotional contents, higher audience engagement (likes and comments), and the growth of followers on the partners’ Instagram and TikTok accounts. This activity demonstrates that hands-on mentoring is effective in driving digital transformation and sustainable marketing in tourism villages. 
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KWT BERBASIS GROW COACHING MODEL DALAM MENGIMPLEMNTASIKAN GREEN ECONOMY: PENGEMASAN DAN DIGITALISASI PEMASARAN PRODUK Atlantika, Yeremia Niaga; Salfarini, Eligia Monixa; Gudiato, Candra; Yuda, Yuda; Ariana, Elisabet; Person, Jimmy
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.33466

Abstract

Abstrak: Permasalahan yang dihadapi Kelompok Wanita Tani (KWT) di wilayah kerja Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) adalah belum maksimalnya produktivitas dan keterampilan dalam pengemasan ramah lingkungan serta pemasaran berbasis digital produk hasil KWT. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan softskill dan hardskill anggota KWT melalui pendekatan pembinaan dan pendampingan berbasis GROW Coaching Model dalam upaya mengimplementasikan green economy di daerah perbatasan. Mitra pengabdian ini adalah KWT Tomat Intan dan Karya Tani. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, penyuluhan, workshop, dan praktikum dengan melibatkan 20 orang anggota KWT. Evaluasi dilakukan melalui observasi langsung dan kuesioner pra dan pasca kegiatan dengan menetapkan target capaian keberhasilan. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan kemampuan pengemasan dan pemasaran digital, dengan peningkatan softskill dan hardskill KWT dengan rata-rata Ketercapaian Target Pelaksanaan Program sebesar 89,03%. Selain itu, nilai ekonomis produk meningkat sebesar 40% pemanfaatan inovasi kemasan dan strategi pemasaran digital berbasis green economy. Pengabdian ini diharapkan dapat memperkuat kemandirian ekonomi anggota KWT secara berkelanjutan dan bersaing di daerah perbatasan negara.Abstract: The problems faced by the Women Farmers Group (KWT) within the working area of the Agricultural Extension Center (BPP) include suboptimal productivity and skills in environmentally friendly packaging as well as digital marketing of KWT products. The objective of this community service program is to enhance the soft skills and hard skills of KWT members through a guidance and mentoring approach based on the GROW Coaching Model to implement the green economy in the border regions. The partner groups involved are KWT Tomat Intan and Karya Tani. The methods employed include socialization, extension services, workshops, and practicums involving 20 KWT members. Evaluation was conducted through direct observation and pre- and post-activity questionnaires, with success targets established. The results demonstrated improved packaging and digital marketing capabilities, with an average program implementation target achievement of 89.03%. Additionally, the economic value of products increased by 40% due to innovations in packaging and green economy-based digital marketing strategies. This community service is expected to strengthen the economic independence of KWT members sustainably and enhance their competitiveness in the border regions.
PENINGKATAN PENGETAHUAN SISWA SEKOLAH DASAR TERHADAP MAKANAN SEHAT MELALUI PENYULUHAN, PEMASANGAN POSTER DAN PERMAINAN KARTU KUARTET Nofianti, Tita; Lestari, Tresna; Robby, Asep; Maulana, Riza; Hafsah, Nadia Auliya; Ardiansyah, Dandi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35801

Abstract

Abstrak: Asupan pangan yang sehat merupakan salah satu faktor yang sangat berpengaruh pada kualitas tumbuh kembang anak. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anak mengenai makanan bergizi dan cara memilih jajanan sehat pada anak sekolah di SDN Bojongsoban, Kabupaten Tasikmalaya. Edukasi dilakukan dengan berbagai metode seperti penyuluhan, pemasangan poster edukasi, dan mengenalkan permainan kuartet sebagai alat pembelajaran yang menarik. Pemberian materi dilakukan dengan melibatkan ahli gizi dan psikolog. Sebagai bentuk evaluasi kepada peserta kegiatan diberi pretest dan post-test sebanyak 10 pertanyaan. Hasil evaluasi diperoleh peningkatan pengetahuan siswa sebanyak 68,55 % dengan nilai rata-rata pretest adalah 6,43 dan post-test 9,38. Berdasarkan hasil ini, metode pembelajaran dengan penyuluhan yang dikombinasi dengan pemasangan poster edukasi dan permainan kartu kuartet telah berhasil meningkatkan pengetahuan siswa terhadap makanan bergizi dan cara memilih jajanan yang sehat dan aman.Abstract: Healthy food intake is one of the factors that significantly influences the quality of children's growth and development. This activity aims to increase children's knowledge about nutritious food and how to choose healthy snacks at SDN Bojongsoban, Tasikmalaya Regency. Education was carried out using various methods such as counseling, displaying educational posters, and introducing the quartet game as an interesting learning tool. The material was provided by involving nutritionists and psychologists. As a form of evaluation, participants were given a pretest and post-test of 10 questions. The evaluation results obtained an increase in student knowledge of 68.55% with an average pretest score of 6.43 and a post-test of 9.38. Based on these results, the learning method with counseling combined with the display of educational posters and the quartet card game has successfully increased students' knowledge of nutritious food and how to choose healthy and safe snacks.
GERAKAN LITERASI MEMBACA DAN CERDAS FINANSIAL DALAM MEMPERSIAPKAN GENERASI EMAS S., Sartika; Cahyadi, Rahadian; Irmayanti, Irmayanti; Kadir, Atira Putri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35044

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian masyarakat di sekolah mitra dilatarbelakangi oleh belum optimalnya fungsi perpustakaan, rendahnya budaya literasi, serta minimnya edukasi finansial siswa. Permasalahan tersebut dipengaruhi oleh kondisi sosial ekonomi orang tua yang sebagian besar petani dan buruh, keterbatasan akses digital, rendahnya pendidikan orang tua, kurangnya program pendampingan literasi, serta belum adanya kolaborasi eksternal. Program ini bertujuan meningkatkan budaya literasi membaca melalui pengembangan perpustakaan kreatif berbasis kearifan lokal dan memberikan edukasi finansial dasar guna membentuk karakter hemat, cerdas, dan bertanggung jawab. Selain itu, program juga mendorong peningkatan kapasitas guru dan tenaga kependidikan dalam pembelajaran inovatif yang mengintegrasikan literasi dan finansial. Metode kegiatan meliputi pelatihan literasi keuangan, gerakan literasi membaca, dan pendampingan guru. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test dengan instrumen soal pilihan ganda untuk mengukur peningkatan pemahaman literasi membaca dan finansial. Indikator keberhasilan program adalah peningkatan skor literasi siswa minimal 30% dan kemampuan guru dalam mengintegrasikan literasi dalam pembelajaran. Hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan mitra sebesar 39,5%, dengan capaian literasi finansial lebih tinggi dibandingkan literasi membaca. Abstract: Community service activities at partner schools are motivated by the suboptimal functioning of libraries, a low literacy culture, and minimal financial education for students. These problems are influenced by the socioeconomic conditions of parents, who are mostly farmers and laborers, limited digital access, low parental education, a lack of literacy mentoring programs, and a lack of external collaboration. This program aims to improve the culture of reading literacy through the development of creative libraries based on local wisdom and providing basic financial education to shape thrifty, intelligent, and responsible characters. In addition, the program also encourages increased capacity of teachers and education personnel in innovative learning that integrates literacy and finance. Activity methods include financial literacy training, reading literacy movements, and teacher mentoring. Evaluation is conducted through pre- and post-tests using multiple-choice questions to measure improvements in understanding of reading and financial literacy. Indicators of program success are an increase in student literacy scores of at least 30% and teachers' ability to integrate literacy into learning. The results show an increase in partner knowledge of 39.5%, with financial literacy achievement higher than reading literacy.
MENUMBUHKAN SEKOLAH HIJAU: PELATIHAN URBAN FARMING DAN EDUKASI LINGKUNGAN UNTUK MENDUKUNG SEKOLAH ADIWIYATA Zendrato, Yuniel Melvanolo; Sheliena, Esther; Ningrum, Priskilah Febi Widya; Simanjuntak, Bistok Hasiholan; Handoko, Yoga Aji; Zai, Novice Enrich; Saputra, Delfio Arga
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34706

Abstract

Abstrak: Permasalahan utama dalam implementasi Program Adiwiyata di sekolah adalah terbatasnya kapasitas guru dalam mengintegrasikan praktik pertanian perkotaan (Urban farming) dan pengelolaan sampah organik ke dalam kegiatan pembelajaran. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam mengembangkan sekolah hijau melalui pelatihan urban farming dan edukasi lingkungan. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi dan penyuluhan urban farming, pelatihan dan praktik langsung budidaya hortikultura pada polybag dan microgreen, serta pembuatan kompos dan eco-enzym untuk mendukung sekolah dalam program Adiwiyata. Sasaran Mitra kegiatan adalah 25 guru dari SDK 01 Salatiga dan SDK 04 Eben Haezer Salatiga dua sekolah mitra. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test serta kuesioner kepuasan peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada berbagai indikator, antara lain keterampilan pembuatan microgreen (89,12%), keterampilan pembuatan eco-enzym (71,47%), serta pengetahuan model budidaya pertanian perkotaan di sekolah (70,59%). Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru rata-rata 58,60% dan menumbuhkan motivasi tinggi untuk menerapkan serta mengembangkan praktik ramah lingkungan di sekolah.Abstract: The main problem in implementing the Adiwiyata Program in schools is the limited capacity of teachers to integrate urban farming practices and organic waste management into their learning activities. This community service activity aimed to improve teachers' knowledge and skills in developing green schools through urban farming and environmental education. The methods used include socialization and counseling of urban farming, training, and direct practice in horticultural cultivation in polybags and microgreens, as well as compost and eco-enzyme production to support schools in the Adiwiyata program. The target of this program is to involve 25 teachers from partner schools.The activity partners were 25 teachers from SDK 01 Salatiga and SDK 04 Eben Haezer Salatiga. Evaluation was conducted through pre- and post-tests as well as participant satisfaction questionnaires. The results showed a significant increase in various indicators, including microgreen cultivation skills (89.12%), eco-enzyme production skills (71.47%), and knowledge of urban agricultural cultivation models in schools (70.59%). Overall, this activity succeeded in increasing teachers' knowledge and skills by an average of 58.60% and fostering high motivation to implement and develop environmentally friendly practices in schools.
PENGEMBANGAN UMKM BUBUK EKSTRAK KUNYIT SKALA HOME INDUSTRY MELALUI PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN BERBASIS TEKNOLOGI DIGITAL Saputro, Ahmad Eko; Hidayat, Taufik; Rozinah, Siti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34185

Abstract

Abstrak: Abdimas ini bertujuan menjawab permasalahan UMKM LAMBUNG Ekstrak Kunyit, usaha skala rumahan di Panongan, Tangerang, yang menghadapi keterbatasan dalam segmentasi pasar, pemasaran digital, dan jejaring bisnis. Ketiga pelatihan tersebut penting karena potensi pasar yang terus meningkat seiring kesadaran masyarakat akan gaya hidup sehat. Persaingan produk sejenis sudah lebih terstandar dan memanfaatkan teknologi digital, maka dari itu UMKM ini perlu adanya pelatihan yang sama (pemanfaatan teknologi digital) sehingga dapat beradaptasi dipersaingan pasar. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan kapasitas manajemen dan pemasaran mitra melalui pelatihan dan pendampingan berbasis teknologi digital. Metode yang digunakan meliputi pelatihan, workshop, dan pendampingan langsung dengan evaluasi melalui metode observasi dan kuesioner angket Kegiatan ini dihadiri oleh 3 Dosen, 2 Mahasiswa dan 5 orang dari mitra. Hasil kegiatan yaitu peningkatan pemahaman segmentasi pasar sebesar 78% dan keterampilan pengelolaan digital marketing sebesar 85%. Nilai ekonomis usaha meningkat signifikan dengan kenaikan penjualan daring dari 25 paket/bulan menjadi 62 paket/bulan (148%). Kegiatan ini membuktikan bahwa intervensi terstruktur berbasis teknologi digital mampu meningkatkan daya saing dan keberlanjutan UMKM herbal.Abstract: This community service program was designed to address the challenges faced by LAMBUNG Turmeric Extract SME, a home-based business in Panongan, Tangerang, which suffers from limited market segmentation, digital marketing, and business networking. These trainings are crucial, as the herbal product market continues to expand alongside the growing awareness of healthy lifestyles. Competition is increasingly dominated by standardized products that leverage digital technologies, making it necessary for this SME to adopt similar approaches to remain competitive. The objective of this activity was to strengthen the partner’s management and marketing capacity through digital technology-based training and mentoring. The methods included training, workshops, and direct mentoring, with evaluations conducted using observation and questionnaire surveys. The program involved three lecturers, two students, and five SME participants. Results showed improvements in market segmentation knowledge by 78% and digital marketing skills by 85%. Online sales increased significantly from 25 to 62 packages per month (148%). These findings confirm that structured digital interventions can enhance the competitiveness and sustainability of herbal SMEs.
PENINGKATAN KETERAMPILAN GURU MELALUI PELATIHAN SENI DAN MANAJEMEN PERTUNJUKAN Mikaresti, Pamela; Novrianda, Herry; Nurmalia, Ana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.32374

Abstract

Abstrak: Di Sekolah Dasar Alam Mahira Bengkulu, pertunjukan seni diadakan setiap bulan sebagai bagian dari praktik pembelajaran bagi siswa. Namun sering terjadi kendala yakni, mininimnya keterampilan makeup dan bahan bahan yang aman untuk anak dan guru serta manajemen seni pertunjukan. Tujuan Pengabdian ini untuk meningkatkan keterampilan softskill dan hardskill mereka dalam seni dan manajemen pertunjukan. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan melalui beberapa metode, di antaranya ceramah, simulasi praktik dan diskusi kelompok terarah (FGD). Program ini meliputi pelatihan keterampilan tata rias pertunjukan, penggunaan dan pembuatan masker organik yang aman untuk kulit, serta manajemen pertunjukan. PKM telah dilaksanakan dan mitra yang aktik mengikuti pelatihan ini berjumlah 50 orang guru. Hasil menunjukkan bahwa pelatihan tata rias dan manajemen pertunjukan seni memberikan dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan keterampilan guru-guru di Sekolah Alam Mahira Bengkulu. Evaluasi menggunakan angket pretest dan post-test. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan yang jelas dalam pemahaman guru terhadap teknik tata rias, manajemen pertunjukan seni, serta pembuatan dan penggunaan masker organik. Peningkatan skor dari 55% pada pre-test menjadi 85% pada post-test mengindikasikan bahwa pelatihan ini berhasil meningkatkan keterampilan dasar guru dalam hal tersebut.Abstract: Mahira Nature Elementary School in Bengkulu, art performances are held every month as part of students’ learning activities. However, there are frequent challenges, such as the teachers’ limited makeup skills, the lack of safe materials for students and teachers, and the need for better performance management. This community service program aims to improve the teachers’ soft skills and hard skills in the fields of art and performance management. The program was carried out through various methods, including lectures, practical simulations, and focused group discussions (FGDs). The activities included training in stage makeup techniques, the safe use and production of organic face masks, and performance management skills. The community service program has been implemented with 50 teachers actively participating in the training sessions. The results show that the training in makeup and performance management had a significant positive impact on enhancing the skills of teachers at Mahira Nature Elementary School. The evaluation was conducted using questionnaires. The pre-test and post-test results showed a clear improvement in the teachers’ understanding of stage makeup techniques, performance management, as well as the production and use of organic masks. The increase in scores from 55% in the pre-test to 85% in the post-test indicates that this training successfully improved the teachers’ basic skills in these areas.