cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,306 Documents
PENINGKATAN PEMAHAMAN PEMANDU WISATA TENTANG MIKROALGA MELALUI PROGRAM SOSIALISASI DAN EDUKASI An Nisaa, Ranti; Hutari, Andri; Faruq, Hilman; Rahayu, Dewi Pudji; Meitiyani, Meitiyani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35716

Abstract

Abstrak: Masyarakat pulau Pari sudah tidak lagi membudidayakan rumput laut karena keadaan perairan yang semakin tidak kondusif. Alternatifnya, masyarakat saat ini menekuni pariwisata dan penginapan di pulau Pari. Salah satu keanekaragaman hayati yang terdapat di pulau Pari dan kurang disadari adalah kelimpahan dan potensi mikroalga. Masyarakat belum menyadari bahwa di pulau Pari terdapat mikroalga yang bernilai ekonomi tinggi yang memerlukan terobosan dalam pemanfaatannya dan juga pelestarian ekosistemnya. Pemandu wisata yang menjadi bagian dari masyarakat pulau diharapkan dapat mengedukasi jenis mikroalga dan manfaatnya terhadap warga lainnya maupun pengunjung pulau. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan sosialisasi pemberian materi tentang mikroalga terhadap 21 warga pemandu wisata yang tergabung dalam ikatan Karang Taruna Unit 04 di Pulau Pari Kepulauan Seribu. Kegiatan diawali dengan pemberian soal pretest dan diakhiri dengan pemberian soal posttest. Perbedaan hasil dari skor yang diperoleh menjadi acuan dalam menentukan ada atau tidak adanya peningkatan pemahaman terhadap mikroalga ini. Angket pendapat diberikan demi mengevaluasi kegiatan untuk perbaikan ke depannya. Skor pretest yang diperoleh adalah 14,29 sedangkan posttest 20,95. Dengan demikian telah terjadi peningkatan pemahaman terhadap mikroalga. Harapannya dengan warga pemandu wisata yang memiliki wawasan terhadap mikroalga ini dapat mengedukasi masyarakat, wisatawan, dan pengunjung di pulau Pari akan pentingnya pelestarian perairan dan hutan mangrove sebagai habitat mikroalga serta membuka potensi peluang dalam mengembangkan produk berbahan dasar dari mikroalga.Abstract: The people of Pari Island are no longer cultivating seaweed due to increasingly unfavorable water conditions. As an alternative, people are currently pursuing tourism and lodging on Pari Island. One of the biodiversity found on Pari Island which is not recognized is the abundance and potential of microalgae. The community does not yet realize that on Pari Island there are microalgae that have high economic value which require a breakthrough in their utilization and also the preservation of their ecosystem. Tour guides, who are part of the island community, are expected to educate other residents and visitors about microalgae and their benefits. This community service activity involved providing outreach and training on microalgae to 21 tour guides from the Karang Taruna Unit 04 association on Pari Island, Seribu Islands. The activity begins with giving pretest questions and ends with giving posttest questions. The difference in the results of the scores obtained becomes a reference in determining whether or not there is an increase in understanding of this microalgae. Opinion questionnaires were given to evaluate activities for future improvement. The pretest score obtained was 14.29 while the posttest was 20.95. Thus there has been an increase in understanding of microalgae. The hope is that tour guides who have insight into microalgae can educate the public, tourists, and visitors on Pari Island about the importance of conserving waters and mangrove forests as microalgae habitats and open up potential opportunities in developing products made from microalgae.
EDUKASI ASI DALAM PROGRAM GERBANG EMAS: MEMBANGUN PONDASI NUTRISI AWAL UNTUK MENCEGAH STUNTING Putri, Noviyati Rahardjo; Kusmawati, Iffah Indri; Megasari, Anis Laela; Larasati, Disa; Rahmah, Ulinuha Aufa; Ningrum, Dita Cahaya
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.33464

Abstract

Abstrak: Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi merupakan salah satu intervensi paling efektif dalam mencegah stunting. Namun, cakupan ASI eksklusif di Indonesia masih belum optimal, antara lain akibat kurangnya pengetahuan ibu mengenai teknik menyusui dan penyimpanan ASI yang benar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman ibu bayi usia 0–6 bulan mengenai praktik menyusui yang sesuai standar kesehatan. Edukasi dilakukan melalui ceramah interaktif, demonstrasi menggunakan boneka payudara dan phantom bayi, diskusi kelompok kecil, serta distribusi booklet dan video edukatif pada 35 ibu bayi di Posyandu wilayah kerja Puskesmas Ngoresan... Evaluasi keberhasilan edukasi dilakukan dengan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test sebanyak 10 soal. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan skor pengetahuan dari rata-rata 7,9 menjadi 9,4. Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi dalam sesi tanya jawab dan praktik. Edukasi ini dirasakan sangat bermanfaat, terutama bagi ibu bekerja yang membutuhkan pengetahuan tentang pemerahan dan penyimpanan ASI. Rencana pengabdian selanjutnya akan difokuskan pada edukasi MPASI sehat dan pelatihan pijat bayi sebagai bagian dari penguatan menyeluruh praktik pengasuhan berbasis keluarga.Abstract: Exclusive breastfeeding during the first six months of life is one of the most effective interventions for preventing stunting. However, its coverage in Indonesia remains suboptimal, partly due to limited maternal knowledge of correct breastfeeding techniques and proper breast milk storage. This community service aimed to improve the understanding of mothers with infants aged 0–6 months regarding standard breastfeeding practices. Activities included interactive lectures, demonstrations breast and infant mannequins, small group discussions, and distribution of booklets and educational videos to 35 mothers at the Posyandu within the working area of Ngoresan Public Health Center. The effectiveness of the educational intervention was evaluated using a 10-question pre-test and post-test questionnaire. The results showed an increase in average knowledge scores from 7.9 to 9.4. Participants showed strong enthusiasm during both Q&A and practical sessions. The session was found especially useful by working mothers who require knowledge on milk expression and safe storage. Future community programs will focus on healthy complementary feeding (MPASI) education and infant massage training as a comprehensive approach to strengthening family-based child care practices.
PENGEMBANGAN EKONOMI SIRKULAR MELALUI APLIKASI RUMOH BIENG PADA BUDIDAYA KEPITING BAKAU POKDAKAN Fairus, Fairus; Mutia, Tuti; Syahrial, Syahrial; Samad, Agus Putra Abdul; Junita, Afrah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34535

Abstract

Abstrak: Pokdakan “Damar Tirta” di Desa Lubuk Damar, Aceh Tamiang menghadapi kendala budidaya kepiting bakau seperti rendahnya produktivitas, kurangnya pengetahuan teknis, tata kelola keuangan yang belum teratur, dan pemasaran yang bergantung pada agen. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan budidaya, manajemen keuangan, dan pemasaran digital melalui sosialisasi, penyuluhan, pelatihan, praktik, dan pendampingan. Mitra Pokdakan “Damar Tirta” merupakan kelompok pemula beranggotakan 11 orang yang terbentuk pada Januari 2023 berlokasi di Desa Lubuk Damar Aceh Tamiang. Metode yang digunakan sosialisasi, penyuluhan, pelatihan, demonstrasi, praktik langsung, serta pendampingan. Evaluasi dilakukan pada saat dan pasca pengabdian melalui kuesioner, lalu dianalisis menghitung persentase rataan tiap jawaban, kriteria keberhasilan≥70%. Hasil menunjukkan 88% memahami budidaya pembesaran kepiting, 85% terampil menerapkan Rumoh Bieng, 80% menguasai pemasaran digital, 82% mengalami peningkatan kualitas dan kuantitas produk, serta 73% dan 74% mengalami kenaikan omset dan keuntungan. Secara keseluruhan, 92% mitra menyatakan pengabdian bermanfaat dan berharap keberlanjutan program untuk memperkuat usaha.Abstract: The "Damar Tirta" Farming Group (Pokdakan) in Lubuk Damar Village, Aceh Tamiang, faces challenges in mangrove crab cultivation, such as low productivity, lack of technical knowledge, irregular financial management, and reliance on agents for marketing. This community service program aims to improve understanding and skills in cultivation, financial management, and digital marketing through outreach, outreach, training, practice, and mentoring. The "Damar Tirta" Farming Group partners are a beginner group of 11 people formed in January 2023 and located in Lubuk Damar Village, Aceh Tamiang. The methods used include outreach, outreach, training, demonstrations, hands-on practice, and mentoring. Evaluations were conducted during and after the community service program using questionnaires, then analyzed to calculate the average percentage of each answer, with a success criterion of ≥70%. The results showed that 88% understood crab farming, 85% were skilled at implementing Rumoh Bieng, 80% mastered digital marketing, 82% experienced an increase in product quality and quantity, and 73% and 74% experienced an increase in turnover and profits. Overall, 92% of partners stated that the service was beneficial and hoped for the program to continue to strengthen their businesses.
KOLABORASI INTERNASIONAL UNTUK AKSI BERSIH MANGROVE: PENGUATAN KEPEDULIAN EKOLOGIS MAHASISWA FEB UDAYANA DAN SUNGAI WATCH Boari, Yoseb; Yuliarmi, Ni Nyoman; Hardianto, Florentinus Nugro; Wulandari, I Gusti Ayu Athina; Negara, Indah Suprabawati Kusuma; Supriliyani, Ni Wayan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.33183

Abstract

Abstrak: Kerusakan ekosistem mangrove akibat sampah plastik menjadi masalah serius yang mengancam keberlanjutan pesisir Bali. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi ekologis mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana melalui aksi bersih kawasan mangrove bersama Sungai Watch. Sebanyak 28 mahasiswa terlibat aktif di Mangrove Last Point, Denpasar, pada 4 Juli 2025. Metode pelaksanaan menggunakan experiential learning berbasis aksi partisipatif. Tahapan kegiatan meliputi koordinasi, edukasi, pembagian area kerja, aksi bersih, dokumentasi, dan evaluasi. Sistem evaluasi kegiatan dilakukan secara deskriptif melalui observasi langsung terhadap partisipasi aktif mahasiswa selama kegiatan, serta pengumpulan kesan dan pesan setelah pelaksanaan aksi. Hasilnya, sampah plastik dan anorganik berhasil dikumpulkan dengan volume terdokumentasi, serta kesadaran ekologis peserta meningkat. Lebih dari 85% mahasiswa menyatakan kegiatan ini bermanfaat dalam membangun pemahaman dan kepedulian lingkungan. Program ini juga memperkuat kolaborasi lintas sektor sebagai implementasi quadruple helix dalam konservasi. Evaluasi mencatat antusiasme tinggi dan kesiapan mengikuti kegiatan serupa. Kegiatan ini diharapkan menjadi model praktik baik literasi ekologis berbasis aksi nyata yang dapat direplikasi.Abstract: The destruction of mangrove ecosystems due to plastic waste is a serious problem that threatens the sustainability of Bali's coastline. This community service activity aims to improve the ecological literacy of students at the Faculty of Economics and Business, Udayana University, through a mangrove cleanup with Sungai Watch. A total of 28 students were actively involved at Mangrove Last Point, Denpasar, on July 4, 2025. The implementation method used experiential learning based on participatory action. The activity stages included coordination, education, division of work areas, the cleanup, documentation, and evaluation. The evaluation system was conducted descriptively through direct observation of students’ active participation during the activity, as well as collecting reflections and impressions afterward. As a result, plastic and inorganic waste was successfully collected in documented volumes, and participants' ecological awareness increased. More than 85% of students stated that this activity was beneficial in building environmental understanding and awareness. This program also strengthened cross-sector collaboration as an implementation of the quadruple helix in conservation. The evaluation noted high enthusiasm and readiness to participate in similar activities. This activity is expected to become a model of good practice in ecological literacy based on concrete actions that can be replicated.
PELATIHAN IDENTIFIKASI POTENSI PRODUK HASIL PRAKTIK MATA PELAJARAN BAGI GURU SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Sandi, Patrisius Valdoni; Murni, Viviana; Gon, Kasmir; Marwan, Meliana Wulantri; Juita, Yuliana Dewi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35875

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh perlunya peningkatan kapasitas guru dalam mengidentifikasi potensi produk hasil praktik mata pelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).Peningkatan kapasitas mencakup hard skill analitis untuk memetakan produk unggulan berbasis kurikulum serta soft skill pedagogis dalam memahami dan menilai hasil praktik siswa. Kegiatan ini bertujuan melatih guru Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB) di SMKN 1 Borong agar mampu menyusun peta produk unggulan yang relevan dengan kompetensi kurikulum. Pelatihan dilaksanakan selama satu hari melalui pemaparan materi, diskusi kelompok, dan workshop berbasis kurikulum, dengan melibatkan 8 guru DPIB. Evaluasi dilakukan menggunakan lima butir pertanyaan prepost diskusi. Hasil analisis menunjukkan peningkatan kapasitas guru pada tiga aspek: ketepatan dalam mengidentifikasi produk praktik, kemampuan memetakan produk ke kompetensi kurikulum, serta kemampuan menjelaskan nilai dan potensi pengembangan produk. Peningkatan ini terlihat dari semakin kompleksnya jawaban, kejelasan kategorisasi, dan ketepatan identifikasi. Empat produk unggulan berhasil dipetakan, yaitu desain gambar bangunan rumah, RAB, survei lokasi, dan maket.Abstract: This community service activity is driven by the need to strengthen teachers’ capacity in identifying potential products resulting from practical subjects in vocational high schools (SMK). The capacity-building focus includes analytical hard skills for mapping curriculum-based flagship products and pedagogical soft skills related to understanding and assessing students’ practical work. The activity aims to train Building Information and Modeling Design (DPIB) teachers at SMKN 1 Borong to systematically map flagship curriculum products aligned with targeted competencies. The one-day training consisted of material presentations, group discussions, and curriculum-based workshops, involving 8 DPIB teachers. Evaluation was conducted using five pre–post structured questions. The analysis shows improved teacher capacity in three aspects: accurate identification of practical products, proper mapping of products to curriculum competencies, and the ability to explain product value and development potential. These improvements were reflected in more complex responses, clearer categorization, and more precise identification. Four flagship products were successfully mapped: residential building drawings, cost estimates (RAB), site surveys, and scale model.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI KARANG DALO DALAM PEMANFAATAN DAUN KOPI MENJADI KOPI CELUP (PILU) SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN MASYARAKAT Hariani, Wita; Aminah, Siti; Padya, Inka Rizki
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.34973

Abstract

Abstrak: Pagar Alam mempunyai geografis dataran tinggi, yang mempunyai perkebunan kopi sayur mayur dan teh. Pagar Alam juga merupakan kota penghasil kopi robusta unggulan di Indonesia. Namun, produksi kopi di Pagar Alam hanya terjadi setahun sekali, hal ini menyebabkan pendapatan tidak stabil, selain itu petani yang termasuk dalam anggota kelompok tani Karang Dalo Kota Pagar Alam juga belum memiliki keterampilan pengolahan kopi yang dapat menambah nilai produk, seperti halnya pemanfaatan daun kopi. Kondisi ini mengakibatkan keterbatasan peluang ekonomi dan keberlanjutan usaha tani kopi bagi anggota kelompok tani Karang Dalo kota Pagar Alam. Untuk itu, tim PKM dari Institut Teknologi Pagar Alam memberikan solusi yang bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam pengolahan pembuatan kopi celup dari daun kopi serta pemasaran dengan memanfaatkan media sosial. Metode pada kegiatan ini, tim pelaksana PKM memberikan pematerian dan pelatihan pengolahan dan pembuatan produk kopi celup serta strategi pemasaran dengan memanfaatkan teknologi digital yang diikuti oleh 20 orang anggota kelompok tani. Selama kegiatan, tim PKM melakukan evaluasi melalui pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta. Kegiatan ini dapat memberikan dampak yang baik untuk menciptakan UMKM dan meningkatkan kesejahteraan Masyarakat.Abstract: Pagar Alam is characterized by a highland geographical landscape and is home to extensive coffee, vegetable, and tea plantations. The city is recognized as one of Indonesia’s leading producers of premium Robusta coffee. However, coffee production in Pagar Alam occurs only once a year, resulting in fluctuating and unstable income for farmers. Moreover, members of the Karang Dalo farmer group in Pagar Alam City lack the processing skills needed to create value-added coffee products, such as those derived from coffee leaves. This situation limits economic opportunities and undermines the sustainability of coffee farming within the group. To address these challenges, the PKM team from the Institut Teknologi Pagar Alam implemented a program designed to enhance farmers’ knowledge and skills in producing coffee-leaf tea bags and promoting the products through social media–based digital marketing. The program consisted of instructional sessions and hands-on training in coffee-leaf processing, product development, and digital marketing strategies, involving 20 farmer group members. Throughout the activity, the PKM team conducted pretests and posttests to assess improvements in participants’ understanding and technical skills. The initiative has demonstrated positive impacts, particularly in fostering the development of micro, small, and medium enterprises (MSMEs) and improving community welfare.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN JAMU ANTIHIPERTENSI HALAL Erlianti, Karina; Hasniah, Hasniah; Fadillah, Aris; Muliyani, Muliyani; Ramadhani, Juwita; Andryanto, Muhammad Hasan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34716

Abstract

Abstrak: Hipertensi adalah penyakit tidak menular yang memiliki prevalensi tinggi di Indonesia dan menjadi faktor risiko utama berbagai komplikasi serius. Masyarakat Desa tempat pelaksanaan kegiatan diketahui memiliki angka kejadian hipertensi yang cukup tinggi, namun masih memiliki tingkat pengetahuan yang rendah terkait pemanfaatan tanaman herbal sebagai terapi alternatif, terutama dalam bentuk jamu aman, berkhasiat, dan halal. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberdayakan masyarakat melalui peningkatan hardskill yaitu keterampilan dalam pembuatan jamu antihipertensi sesuai prinsip kehalalan. Metode kegiatan terdiri atas tahap persiapan, pelaksanaan kegiatan dengan metode ceramah dan praktik langsung, serta proses evaluasi. Edukasi dan pelatihan diberikan kepada 21 peserta yang merupakan anggota PKK setempat. Evaluasi dilakukan dengan mekanisme pre-test dan post-test, serta observasi keterampilan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta, ditunjukkan oleh peningkatan skor rata-rata pretest sebesar 2,4 menjadi 9,5 pada posttest. Pelatihan ini menumbuhkan keterampilan masyarakat dalam pembuatan jamu serta meningkatkan kesadaran pentingnya aspek kehalalan dalam pengolahan produk herbal. Sehingga berkontribusi pada bidang kesehatan dan membuka peluang usaha jamu.Abstract: Hypertension is a leading non-communicable disease in Indonesia and a major risk factor for serious health complications. The target community demonstrated a relatively high prevalence of hypertension yet possessed limited knowledge about the use of herbal plants as alternative therapy, particularly in the form of jamu (traditional herbal medicine) that is safe, effective, and halal. This community engagement program aimed to empower local residents by enhancing both knowledge and practical skills in preparing antihypertensive jamu in accordance with Islamic principles. The program was conducted in three phases: preparation, implementation, and evaluation. A total of 21 participants, all members of the local Family Welfare Movement (PKK), took part in education and training sessions. Evaluation involved pre-test and post-test assessments, complemented by skill observations. The results showed a substantial improvement in knowledge, with mean scores rising from 2.4 to 9.5. Moreover, participants gained practical competencies in jamu preparation and increased awareness of halal considerations in herbal product processing. This initiative contributes to public health promotion while opening opportunities for small-scale jamu entrepreneurship.
BISA: EDUKASI PEMILAHAN SAMPAH DAN CINTA LINGKUNGAN DI SEKOLAH DASAR DI INDRALAYA UTARA Novitasari, Prihatini Dini; Ambarwati, Dyah; Utami, Putri; Pulungan, Rafiah Maharani; Lewinsca, Maurend Yayank
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.33472

Abstract

Abstrak: Sampah masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan lingkungan, termasuk di lingkungan sekolah. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa dalam memilah sampah dan memupuk kepedulian terhadap lingkungan. Kegiatan ini dilakukan di mitra Sekolah Dasar Negeri 16 Indralaya Utara. Peserta kegiatan yaitu 62 orang siswa kelas V dengan metode edukasi dan simulasi mengenai permainan edukatif. Berdasarkan hasil evaluasi, ditemukan peningkatan pengetahuan siswa yang dilihat dari peningkatan rerata nilainya dari 51,09 menjadi 86,67. Selanjutnya, siswa juga tampak antusias mengikuti rangkaian acara dan ketika simulasi maupun di akhir evaluasi, siswa mampu mempraktikkan pemilahan sampah yang tepat dengan membuang sampah di sekitarnya ke dalam tempat sampah yang tepat. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi dan simulasi dapat meningkatkan pemahaman dan partisipasi siswa dalam pemilahan sampah dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Untuk itu, kegiatan ini sebaiknya dilakukan secara berkesinambungan untuk terus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan melestarikan lingkungan dengan praktik pemilahan sampah yang tepat.Abstract: Waste remains one of the environmental health issues, including in school environments. The purpose of this activity is to increase students' understanding of waste sorting and foster awareness of the environment. This activity was carried out at our partner, SD Negeri 16 Indralaya Utara. The participants were 62 fifth-grade students, and the method used was education and simulation through educational games. Based on the evaluation results, an increase in student knowledge was found, as seen from the increase in their average score from 51.09 to 86.67. Furthermore, the students also appeared enthusiastic about participating in the series of events, and during the simulation and at the end of the evaluation, the students were able to practice proper waste sorting by disposing of the waste around them in the appropriate trash bins. This shows that education and simulation can improve students' understanding and participation in waste sorting and increase their awareness of the surrounding environment. Therefore, this activity should be carried out continuously to continue to improve the health of the community and preserve the environment through proper waste sorting practices.
PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU BADUTA TENTANG KONSEP DASAR MPASI DENGAN MEDIA LEAFLET DI POSYANDU Kusmawati, Iffah Indri; Putri, Noviyati Rahardjo; Sukamto, Ika Sumiyarsi; Nugraheni, Angesti; Argaheni, Niken Bayu
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.33172

Abstract

Abstrak: Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) yang tepat pada anak usia 6–24 bulan sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang optimal serta mencegah masalah gizi seperti stunting, wasting, dan underweight. Namun, banyak ibu balita (baduta) yang belum memahami konsep dasar MPASI, termasuk jenis, tekstur, frekuensi pemberian, serta risiko MPASI yang tidak sesuai usia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu baduta mengenai MPASI melalui edukasi berbasis leaflet di Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) pada wilayah kerja duaPuskesmas di Kota Surakarta (Gajahan, dan Ngoresan). Kegiatan diikuti oleh 17 ibu balita dan dilaksanakan melalui ceramah interaktif, diskusi, serta demonstrasi menu MPASI berdasarkan kelompok usia (6–8 bulan, 9–11 bulan, dan 12–23 bulan). Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test sebanyak 10 soal pilihan ganda, serta observasi partisipatif. Hasil tabulasi awal menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan skor pengetahuan peserta pre dan post-test yaitu 7,85 menjadi 9. Edukasi MPASI dengan media leaflet dapat meningkatkan pemahaman ibu, sehingga pengabdian selanjutnya dapat fokus pada modul praktis MPASI berbasis bahan lokal dan pelatihan memasak.Abstract: Appropriate complementary feeding (MPASI) for children aged 6–24 months plays a critical role in supporting optimal growth and development, as well as preventing nutritional problems such as stunting, wasting, and underweight. However, many mothers of toddlers still lack adequate knowledge about the basic principles of MPASI, including appropriate types, textures, feeding frequency, and the risks of inappropriate timing. This community service program aimed to improve maternal knowledge about MPASI through leaflet-based education at Integrated Primary Service Posyandu (ILP) in the working areas of three Public Health Centers (Puskesmas) in Surakarta City: Gajahan and Ngoresan. A total of 17 mothers of toddlers participated in the program, which consisted of interactive lectures, group discussions, and demonstrations of age-appropriate MPASI menus (6–8 months, 9–11 months, and 12–23 months). Evaluation was conducted using a pre-test and post-test containing 10 multiple-choice questions, alongside direct observation during the sessions. Preliminary tabulation results indicated a positive trend in participants’ knowledge scores pre and post-test: from 7,85 to 9. MPASI education using leaflets can improve mothers understanding, so that in the future they can focus more on practical MPASI modules based on local ingredients and cooking training.
PENYULUHAN CARA PRODUKSI PRODUK OLAHAN YANG BAIK (CPPOB) BAGI UMKM BATU BOLONG SEJAHTERA Putri, Dina Soes; Asmawati, Asmawati; Kurniawan, Hary; Ariansyah, Ariansyah; Apriana, Meli
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35560

Abstract

Abstrak: Telah dilaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema Penyuluhan Cara Produksi Produk Olahan yang Baik (CPPOB) di Desa Batu Bolong, Kabupaten Lombok Barat. Mitra kegiatan ini adalah Kelompok Tani Batu Bolong Sejahtera yang beranggotakan 18 orang anggota. Anggota KT Batu Bolong Sejahtera kesehariannya menyadap air nira di hutan lalu mengolahnya menjadi gula merah tangkup. Sebelumnya, pada proses pengolahan air nira mitra menggunakan tungku berbahan bakar kayu dan dilakukan di luar ruangan sehingga higienitas produk menjadi kurang. Selain itu, produk masih dikemas seadanya, hanya menggunakan plastik kresek putih yang menjadikannya rentan kontaminasi. Oleh karena itu, tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan soft dan hardskill mitra melalui kegiatan penyuluhan dan praktik CPPOB yang sesuai dengan standar nasional, khususnya pada proses produksi gula merah tangkup. Pengetahuan terkait CPPOB sangat penting bagi pelaku usaha makanan dan minuman karena merupakan salah satu syarat diterbitkannya izin edar PIRT. Metode pengabdian ini menggunakan teknik Participatory Action Research, dimana mitra terlibat aktif dalam kegiatan pengabdian. Pengukuran serapan pengetahuan peserta penyuluhan (mitra) dilakukan dengan pemberian pre dan postest. Berdasarkan hasil olah data diketahui bahwa terjadi peningkatan pengetahuan peserta sebanyak 38% terkait materi seputar CPPOB. Simpulannya, mitra telah memahami prinsip CPPOB dan telah mempraktekkannya dalam proses produksi berikutnya.Abstract: A community service activity was carried out in Batu Bolong Village, Batu Layar Barat Subdistrict, West Lombok Regency, West Nusa Tenggara Province, with the theme of Good Manufacturing Practices (GMPs). The activity was carried out in collaboration with the Batu Bolong Sejahtera Farmer Group, a local organization that specializes in the collection of palm sap from within forest ecosystems and its subsequent processing into brown sugar. Previously, the partners utilized wood-fired stoves for the outdoor processing of palm sap, a practice that compromised product hygiene. Furthermore, the products' packaging method is substandard, utilizing solely white plastic bags, which renders them vulnerable to contamination. Therefore, the objective of this community service initiative was to educate the partners on the implementation of CPPOB in the production process of moulded brown sugar. It is imperative for food and beverage businesses to possess a comprehensive understanding of CPPOB, as it serves as a prerequisite for obtaining a PIRT distribution permit. This community service method employed the Participatory Action Research technique, in which partners were actively involved in the community service activities. The measurement of the knowledge absorption of the participants (partners) was carried out by administering pre- and post-tests. The findings of the data analysis demonstrated a 40% increase in the participants' knowledge related to CPPOB material. In summary, the partners have comprehended the tenets of CPPOB and have implemented them in subsequent production processes.