cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,306 Documents
SOSIALISASI WAJIK CRISPY REVOLUTION TRANSFORMASI LIMBAH NENAS MENJADI KERUPUK BERNILAI DI KAMPUNG WAJIK PULO BRAYAN BENGKEL BARU Pane, Yunita; Astuty, Widya; Yusri, Mohammad; Nurzanah, Wiwin; Dewi, Irma
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.33223

Abstract

Abstrak: Limbah nanas seringkali menjadi masalah lingkungan akibat penumpukan dan pembusukan yang tidak terkelola. Namun, inovasi pengolahan limbah nanas menjadi kerupuk "Wajik Crispy" di Kampung Wajik, Pulo Brayan Bengkel Baru, memberikan solusi kreatif yang meningkatkan nilai ekonomi sekaligus mengurangi dampak lingkungan. Pengabdian ini bertujuan untuk melihat bagaimana proses pengolahan limbah nanas menjadi kerupuk, potensi pasar, serta dampak sosial-ekonomi bagi masyarakat setempat. Metode yang digunakan meliputi observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan uji kelayakan produk. Adapun jumlah peserta mitra yang ikut serta di dalam pelaksanaan pengabdian ini adalah 20 orang. Program pengolahan limbah nanas menjadi kerupuk "Wajik Crispy" telah menunjukkan dampak nyata yang terukur melalui evaluasi komprehensif. Hasil kuantitatif membuktikan keberhasilan program ini: (1) Aspek produksi - kapasitas pengolahan limbah meningkat dari 0 kg/minggu menjadi 150 kg/minggu, (2) Dampak lingkungan - terjadi penurunan volume limbah nanas sebesar 68,5% dalam 3 bulan, (3) Respon pasar - produk terjual 325 kemasan/bulan dengan tingkat repurchase 82%, (4) Ekonomi masyarakat - rata-rata pendapatan mitra naik 47% dari Rp 850.000/bulan menjadi Rp 1.250.000/bulan, dan (5) Keterlibatan warga - 20 mitra aktif yang semula hanya 5 orang mampu memproduksi secara mandiri. Capaian kualitas juga terlihat dari nilai rata-rata uji organoleptik 4,2/5 untuk rasa dan 4,5/5 untuk kerenyahan. Sistem evaluasi berkelanjutan melalui buku catatan produksi dan pertemuan bulanan berhasil mempertahankan konsistensi mutu produk dengan variasi kualitas ≤5% selama 6 bulan pelaksanaan program. Dengan demikian, transformasi limbah nanas menjadi kerupuk bernilai tidak hanya mendukung ekonomi sirkular, tetapi juga memperkuat ketahanan komunitas di Kampung Wajik.Abstract: Pineapple waste often becomes an environmental problem due to unmanaged accumulation and decomposition. However, the innovation of processing pineapple waste into “Wajik Crispy” crackers in Kampung Wajik, Pulo Brayan Bengkel Baru, offers a creative solution that not only increases economic value but also reduces environmental impacts. This community engagement program aims to explore the processing of pineapple waste into crackers, its market potential, and its socio-economic impacts on the local community. The methods employed include participatory observation, in-depth interviews, and product feasibility testing. A total of 20 partner participants were involved in the implementation of this program. The processing of pineapple waste into “Wajik Crispy” crackers has demonstrated measurable impacts through comprehensive evaluation. Quantitative results confirm the program’s success: (1) Production aspect – processing capacity increased from 0 kg/week to 150 kg/week, (2) Environmental impact – pineapple waste volume decreased by 68.5% within three months, (3) Market response – the product reached 325 packages/month with a repurchase rate of 82%, (4) Community economy – the average income of partners rose by 47% from IDR 850,000/month to IDR 1,250,000/month, and (5) Community involvement – 20 active partners, initially only 5, are now able to produce independently. Quality achievements were also reflected in the average organoleptic test scores of 4.2/5 for taste and 4.5/5 for crispiness. A sustainable evaluation system through production logbooks and monthly meetings successfully maintained product consistency with a quality variation of ≤5% over six months of program implementation. Thus, the transformation of pineapple waste into value-added crackers not only supports the circular economy but also strengthens community resilience in Kampung Wajik.
SOSIALISASI DAN PRAKTIK PEMBUATAN ARANG AKTIF DARI LIMBAH KULIT KOPI MELALUI TEKNOLOGI PIROLISIS PADA KELOMPOK PETANI KOPI Berlianti, Nindha Ayu; Suprianto, Edy; Salim, Helmi Agus
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35745

Abstract

Abstrak: Permasalahan utama petani kopi di Desa Pace, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember adalah keterbatasan teknologi pengolahan limbah kulit kopi, manajemen usaha, dan pemasaran produk. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberdayakan kelompok tani, BUMDes, karang taruna, dan ibu-ibu PKK melalui pemanfaatan limbah kulit kopi menjadi arang aktif ramah lingkungan serta mendorong komersialisasinya. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, implementasi teknologi tong pirolisis kapasitas 15 kg, pendampingan, serta evaluasi dengan pre-test, post-test, dan monitoring produksi kepada 25 peserta. Hasil kegiatan secara keseluruhan menunjukkan, tingkat ketercapaian program dalam aspek peningkatan produksi 85%, aspek manajemen usaha 80%, aspek pemasaran sebesar 90%, dan aspek penataan organisasi kelompok 85%. Rata-rata ketercapaian program mencapai ±85%, yang menunjukkan keberhasilan pengabdian dalam mengintegrasikan aspek pengetahuan, keterampilan, teknologi, dan manajemen. Selain itu BUMDes menyatakan komitmennya dalam pengemasan dan pemasaran produk secara offline maupun online. Ke depan, arang aktif Desa Pace diharapkan menjadi produk unggulan desa yang berkontribusi pada peningkatan pendapatan masyarakat dan kemandirian desa.Abstract: The main problems faced by coffee farmers in Pace Village, Silo District, Jember are limited technology for processing coffee husk waste, weak business management, and inadequate product marketing. This community service aimed to empower farmer groups, the Village-Owned Enterprise (BUMDes), youth organizations, and women’s groups through the utilization of coffee husk waste into eco-friendly activated charcoal and to promote its commercialization. The methods included socialization, training, implementation of a 15-kg capacity pyrolysis drum, mentoring, and evaluation using pre-test, post-test, and production monitoring with 25 participants. The results showed achievement levels of 85% in production improvement, 80% in business management, 90% in marketing, and 85% in organizational strengthening, with an average program achievement of ±85%. These outcomes demonstrate the success of integrating knowledge, skills, technology, and management. Moreover, BUMDes committed to supporting packaging and marketing both offline and online. In the future, activated charcoal from Pace Village is expected to become a flagship product that increases community income and supports village self-reliance.
TRANSFORMASI DIGITAL PADA USAHA KERAJINAN BAMBU SOKASI KABUPATEN BANGLI: PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL DAN E-COMMERCE UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS Novitasari, Dwi; Desmayani, Ni Made Mila Rosa; Nugraha, Putu Gede Surya Cipta
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34333

Abstract

Abstrak: UMKM memiliki peran penting dalam pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal. Beberapa desa di Bangli dikenal dengan kerajinan sokasi bambu, namun pengrajin di desa ini menghadapi kendala produksi dan pemasaran, terutama terkait keterbatasan teknologi dan penggunaan media digital. Program pengabdian ini bertujuan mendukung digitalisasi usaha sokasi dengan memberikan alat produksi dan pelatihan pemasaran digital. Alat yang diberikan mencakup mesin amplas otomatis, alat cat kompresor, dan photobox. Pelatihan dilakukan mengenai penggunaan alat dan e-commerce. Pendampingan intensif dilakukan di lokasi mitra, melibatkan 3 dosen, 2 mahasiswa, dan 10 pengrajin. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan efisiensi produksi sebesar 50%, peningkatan jumlah produksi higga 14–17 unit per minggu, serta peningkatan interaksi media sosial sekitar 50%. Evaluasi menggunakan desain pre–post selama dua bulan, dengan indikator berupa waktu proses per unit dan output/minggu, metrik pemasaran digital dari analitik platform, serta tes kompetensi terstandar. Evaluasi menunjukkan kenaikan skor dari 48,7 menjadi 77,9 poin. Kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi teknologi dan pemasaran digital meningkatkan kapasitas usaha UMKM secara signifikan.Abstract: MSMEs play an important role in economic development based on local potential. Several villages in Bangli are known for their bamboo crafts, but artisans in these villages face production and marketing constraints, particularly related to technological limitations and the use of digital media. This community service program aims to support the digitization of the bamboo craft business by providing production tools and digital marketing training. The tools provided include automatic sanding machines, compressor paint tools, and photoboxes. Training was conducted on the use of tools and e-commerce. Intensive mentoring was carried out at the partner's location, involving 3 lecturers, 2 students, and 10 craftsmen. The results of the activity showed a 50% increase in production efficiency, an increase in production of up to 14-17 units per week, and an increase in social media interaction of around 50%. The evaluation used a two-month pre-post design, with indicators such as processing time per unit and output/week, digital marketing metrics from platform analytics, and standardized competency tests. The evaluation showed an increase in scores from 48.7 to 77.9 points. This activity demonstrates that the integration of technology and digital marketing significantly increases the capacity of MSMEs. 
PELAYANAN KESEHATAN REMAJA PUTRI DAN EDUKASI PENCEGAHAN ANEMIA MELALUI MEDIA VIDEO EDUKATIF Arisani, Greiny; Wahyuni, Seri; Herlinadiyaningsih, Herlinadiyaningsih; Lucin, Yeni
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34561

Abstract

Abstrak: Remaja putri (rematri) memiliki risiko sepuluh kali lebih besar menderita anemia dibandingkan remaja putra. Apabila anemia tidak ditangani sejak dini, maka risiko anemia pada masa kehamilan akan meningkat. Kondisi ini berpotensi menyebabkan komplikasi serius seperti kematian akibat perdarahan, berat badan lahir rendah (BBLR), kelainan bawaan pada bayi, serta meningkatkan risiko anak mengalami stunting. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan pelayanan kesehatan dan meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang anemia. Pelaksanaan kegiatan meliputi pemeriksaan kesehatan dan penyuluhan persuasif-edukatif melalui media video edukatif bertema “Cegah Anemia pada Rematri,” dengan jumlah peserta sebanyak 30 remaja putri. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Hasil menunjukkan rata-rata nilai pengetahuan peserta sebelum edukasi sebesar 79,03 dan meningkat menjadi 89,00 setelah diberikan video edukatif. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman remaja putri tentang anemia setelah intervensi. Hasil pemeriksaan kesehatan memperlihatkan sebagian besar remaja putri tidak mengalami anemia, namun masih terdapat beberapa yang mengalami anemia sedang dan berat. Mayoritas peserta memiliki Indeks Massa Tubuh (IMT) normal dan tidak mengalami kekurangan energi kronis (KEK). Berdasarkan hasil tersebut, peserta yang mengalami masalah kesehatan diberikan penyuluhan lanjutan serta distribusi tablet tambah darah (TTD). Kegiatan ini membuktikan bahwa media video edukatif efektif digunakan sebagai alternatif media pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang anemia.. Kemudian terdapat peningkatan rata-rata nilai pengetahuan remaja sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan menggunakan media video edukatif sehingga dapat disimpulkan bahwa video edukatif edukasi anemia pada rematri remaja putri dapat menjadi alternatif pilihan media edukasi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang anemia pada remaja putri.Abstract: Adolescent girls are ten times more likely to suffer from anemia than adolescent boys. If anemia is not treated early on, the risk of anemia during pregnancy will increase. This condition has the potential to cause serious complications such as death from bleeding, low birth weight (LBW), congenital abnormalities in babies, and an increased risk of stunting in children. This community service activity aims to provide health services and increase adolescent girls' knowledge about anemia. The activity includes health checks and persuasive-educational counseling through educational videos themed “Prevent Anemia in Adolescent Girls,” with 30 adolescent girls participating. Evaluation is conducted through pre-tests and post-tests to measure knowledge improvement. The results showed that the average knowledge score of the participants before the education was 79.03 and increased to 89.00 after the educational video was shown. This indicates an increase in adolescent girls' understanding of anemia after the intervention. The health examination results showed that most of the adolescent girls did not have anemia, but there were still some who had moderate and severe anemia. The majority of participants had a normal Body Mass Index (BMI) and did not suffer from chronic energy deficiency (CED). Based on these results, participants who had health problems were given further counseling and iron tablets (TTD). This activity proved that educational videos are effective as an alternative health education medium for increasing adolescent girls' knowledge about anemia.
MENINGKATKAN KETERAMPILAN WAWANCARA MELALUI SIMULASI PROFESIONAL: PELATIHAN UNTUK SISWA TINGKAT SMA DAN MAHASISWA Fitriana, Ephrilia Noor; Putri, Cicilia Deandra Maya; Kholidah, Uci Elly; Tasaufy, Fariq Shiddiq; Leliana, Ayunita
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.33530

Abstract

Abstrak: Minimnya akses dan eksposur terhadap pelatihan wawancara berstandar internasional mengakibatkan rendahnya kesiapan siswa dan mahasiswa dalam bersaing di pasar global yang semakin kompetitif. Program ini bertujuan untuk memberikan pelatihan berbasis simulasi profesional kepada siswa SMA dan mahasiswa dalam upaya meningkatkan keterampilan wawancara melalui praktik wawancara beasiswa dan lamaran kerja secara langsung, menyesuaikan standar internasional, bersama dengan Konsulat Jenederal AS (Konjen AS), Surabaya, sebagai mitra. Program ini menggunakan pendekatan partisipatif yang melibatkan total 23 peserta, 10 siswa SMA, dan 13 mahasiswa secara aktif. Metode yang digunakan meliputi pelatihan interaktif, simulasi wawancara langsung, mentoring oleh profesional, serta monitoring dan evaluasi secara komprehensif untuk memastikan keberhasilan program dengan melakukan survei kepuasan peserta menggunakan instrumen skala Likert. Hasil dari praktik wawancara ini menunjukkan konsep “simulasi” menjadi pembekalan yang lebih efektif untuk membuat peserta merasakan pengalaman yang nyata. sebanyak 82% dari peserta setuju bahwa pertanyaan dan jawaban yang diberikan oleh pemateri sudah sesuai dengan topik, dan 95% peserta mengungkapkan pembicara menyampaikan studi kasus yang inspiratif.Abstract: The lack of access and exposure to international standard interview training results in low readiness among students and university students to compete in an increasingly competitive global market. This program aims to provide professional simulation-based training to high school and university students, aiming to improve their interview skills through direct scholarship and job application interviews, in line with international standards, in collaboration with the US Consulate General in Surabaya. The program adopts a participatory approach that actively involves 23 participants in total, 10 for high school students and 13 for university students. The methods used include interactive training, direct interview simulations, mentoring by professionals, as well as regular monitoring and evaluation comprehensively to ensure the program's success implementing participant satisfaction survey represented in Likert Scale Instrument. The results of the interview practice show that the “simulation” concept is a more effective preparation method, allowing participants to experience a different and realistic scenario. 82% of participants agreed that the questions and answers provided by the trainers were appropriate for the topic, and 95% of participants expressed that the speakers presented inspiring case studies.
DIGITAL MARKETING BAGI KELOMPOK TANI HUTAN MANGRUVE DALAM MEMPROMOSIKAN EKOWISATA DAERAH PESISIR Manda, Darmawati; Sose, Andi Tenri; Aksa, Kamran; Idris, Syahril
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v%vi%i.35711

Abstract

Abstrak: Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas Kelompok Tani Hutan Mangrove Monro Monro dalam memanfaatkan digital marketing untuk mempromosikan potensi ekowisata pesisir berbasis mangrove. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah rendahnya kemampuan pemasaran digital dan belum optimalnya pemanfaatan teknologi dalam promosi wisata. Tujuan kegiatan ini adalah memperkuat soft skill dan hard skill anggota KTH dalam manajemen promosi digital, pembuatan konten, dan branding ekowisata. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta keberlanjutan program dengan melibatkan 15 anggota kelompok tani hutan mangrove. Teknologi yang diterapkan mencakup Sistem Informasi Mangrove berbasis Website, SEO & Digital Marketing Tools, Media Sosial Instagram, Reservasi Online berbasis WhatsApp Business, serta Software Monitoring Pengunjung berbasis Kamera. Evaluasi dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis SWOT dan GAP. Analisis SWOT digunakan untuk menilai kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam pelaksanaan program, sedangkan analisis GAP bertujuan mengidentifikasi kesenjangan antara kondisi kemampuan peserta sebelum dan sesudah pelatihan. Penggunaan kedua metode ini untuk menilai efektivitas kegiatan serta mengukur peningkatan keterampilan (soft skill dan hard skill) anggota kelompok secara komprehensif. Hasil menunjukkan peningkatan soft skill sebesar 75%, hard skill sebesar 70%, serta nilai ekonomis kelompok meningkat 55% melalui peningkatan kunjungan wisata dan penjualan produk olahan mangrove.Abstract: This community service program aims to increase the capacity of the Monro Monro Mangrove Forest Farmers Group in utilizing digital marketing to promote the potential of mangrove-based coastal ecotourism. The main problems faced by partners are low digital marketing capabilities and the suboptimal use of technology in tourism promotion. The objective of this activity is to strengthen the soft skills and hard skills of KTH members in digital promotion management, content creation, and ecotourism branding. The implementation method includes socialization, training, technology application, mentoring and evaluation, and program sustainability by involving 15 members of the mangrove forest farmer group. The technologies implemented include a website-based Mangrove Information System, SEO & Digital Marketing Tools, Instagram Social Media, WhatsApp Business-based Online Reservations, and Camera-based Visitor Monitoring Software. The evaluation was conducted using a qualitative approach through SWOT and GAP analysis. The SWOT analysis is used to assess the strengths, weaknesses, opportunities, and threats in program implementation, while the GAP analysis aims to identify gaps between the condition of participants' abilities before and after training. The use of these two methods is to assess the effectiveness of the activity and measure the improvement of group members' skills (soft skills and hard skills) comprehensively. The results showed an increase in soft skills of 75%, hard skills of 70%, and the group's economic value increased by 55% through increased tourist visits and sales of processed mangrove products.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK BERBASIS BIOKONVERSI MAGGOT Munarti, Munarti; Susanto, Lufty Hari; Yudha, Aditya Prima; Kurniawati, Yayu; Almahdi, M. Haikal
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34737

Abstract

Abstrak: Pengelolaan sampah organik berbasis biokonversi maggot merupakan salah satu strategi untuk mengurangi timbunan sampah dan dampak negatif bagi lingkungan. Tujuan program pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah organik berbasis biokonversi maggot. Metode yang digunakan yaitu melalui sosialisasi, diskusi interaktif, monitoring/pendampingan dan evaluasi. Mitra dalam pengabdian ini adalah Kelompok Tani budidaya maggot yang beranggotakan 15 orang. Evaluasi dilakukan dalam bentuk pre-test sebelum penyampaian materi dan post-test setelah penyampaian materi. Hasil yang dicapai dari post-test terjadi peningkatan pengetahuan, pemahaman dan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah organik berbasis biokonversi maggot sekitar 5% sampai 7% untuk semua indikator soal. Selain itu hasil monitoring menunjukkan bahwa mitra sudah memahami dan terampil dalam budidaya maggot mulai dari penetasan telur, pemindahan larva dan pemanenan. Program pengabdian ini diharapkan berkelanjutan dan dapat menciptakan lapangan kerja baru dalam hal pengelolaan sampah organik berbasis biokonversi maggot.Abstract: The management of organic waste based on maggot bioconversion is one strategy to reduce waste accumulation and its negative impact on the environment. This community service activity aims to increase public knowledge, understanding, and awareness of maggot-based organic waste management. The methods used included socialisation, interactive discussions, mentoring, and evaluation. The partner in this program is a farmer group that cultivates maggots, consisting of 15 members. The evaluation was conducted through a pre-test before the material was delivered and a post-test after wards. The post-test results showed an increase in knowledge, understanding, and awareness among the community of 5% to 7% for all question indicator. In addition, the monitoring results showed that the main partners already understood and were skilled in maggot cultivation, starting from egg hatching, larva transfer, and harvesting. This programme is expected to be sustainable and to open up new job opportunities in the field of organic waste management based on maggot bioconversion.
KESEHATAN MENTAL DAN REPRODUKSI BAGI PEREMPUAN PEKERJA PESISIR MELALUI EDUKASI TERPADU BERBASIS PARTISIPATIF Perestroika, Grhasta Dian; Herawati, Dian; Rokhman, Nur; Wiryanta, Wiryanta; Prasetio, Diki Bima
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34362

Abstract

Abstrak: Beban ganda pekerja perempuan wilayah pesisir bukan hanya bersifat fisik, melainkan juga psikologis dan reproduktif. Minimnya akses terhadap informasi kesehatan, rendahnya literasi reproduksi, serta absennya ruang aman untuk berbagi pengalaman semakin memperkuat ketidaksiapan mereka dalam mengelola kesehatannya secara mandiri. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman perempuan pekerja sektor informal di wilayah pesisir perbukitan terkait pentingnya menjaga kesehatan mental dan reproduksi sebagai bagian dari keselamatan kerja. Metode yang digunakan adalah edukasi partisipatif dengan sesi diskusi reflektif. Kegiatan dilaksanakan pada 23 Juli 2025 dengan melibatkan 40 peserta perempuan pekerja sektor informal. Evaluasi dilakukan secara kualitatif menggunakan pertanyaan terbuka sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman dari 12 orang (30%) peserta yang sadar akan pentingnya pengelolaan stres dan pemeliharaan kesehatan reproduksi sebelum intervensi menjadi 30 orang (75%) setelah kegiatan. Peningkatan kesadaran ini juga diperkuat dengan kutipan langsung dari peserta. Kegiatan ini memberikan dampak pemberdayaan bagi perempuan sektor informal dan dapat direplikasi di wilayah serupa.Abstract: Women workers in coastal areas face a double burden that encompasses not only physical demands but also psychological and reproductive challenges. Limited access to health information, low reproductive literacy, and the absence of safe spaces for sharing experiences further reduce their capacity to manage health independently. This community engagement program aimed to enhance awareness and understanding among informal sector women workers in coastal hill regions regarding the importance of mental and reproductive health as integral components of occupational safety. A participatory educational approach was implemented through reflective discussion sessions. The activity, conducted on July 23, 2025, involved 40 women workers from the informal sector. Evaluation was undertaken qualitatively using open-ended questions before and after the intervention. Findings demonstrated an increase in understanding, with 12 participants (30%) initially aware of the importance of stress management and reproductive health rising to 30 participants (75%) post-intervention. This improvement was substantiated by direct participant reflections. The program contributed to the empowerment of informal sector women and holds potential for replication in similar contexts.
PENINGKATAN KOMPETENSI SISTEM KONTROL PNEUMATIK DENGAN METODE SIMULASI MENGGUNAKAN APLIKASI FESTO FLUIDSIM Ariyanto, Nur Aidi; Hendrawan, Andre Budhi; Budi, Sigit Setijo; Vebrianto, Muhammad Aril
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.33113

Abstract

Abstrak: SMK Negeri 1 Adiwerna merupakan sekolah vokasi di Kabupaten Tegal, memiliki jurusan Teknik Alat Berat (TAB) yang mempelajari sistem hidrolik dan pneumatik, namun belum mengajarkan simulasi menggunakan aplikasi industri seperti Festo Fluidsim. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan dan melatihkan penggunaan Festo Fluidsim guna meningkatkan keterampilan siswa dalam merancang dan menganalisis sistem kontrol pneumatik dan hidrolik secara digital, sesuai standar industri.Oleh karena itu perlu adanya pelatihan penggunaan aplikasi Festo Fluidsim. Pelatihan dilaksanakan dengan dihadiri oleh 32 siswa kelas XI Jurusan TAB. Pelatihan berfokus pada penggunaan Aplikasi Festo Fluidsim khususnya sistem pneumatik. Pelatihan ini diawali dengan pretest, pendalaman materi, praktik langsung penggunaan aplikasi Festo Fluidsim Pneumatic dengan beberapa simulasi yang berbeda-beda, postest, dan diakhiri dengan evaluasi kepuasan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa tentang pneumatik dan hidrolik serta penggunaan aplikasi Festo Fluidsim dengan rata-rata peningkatan sebesar 72,5%, dengan nilai postest seluruh siswa di atas nilai minimal dan dinyatakan Kompeten.Abstract: SMK Negeri 1 Adiwerna is a vocational school located in Tegal Regency, which has 7 majors, one of which is Heavy Equipment Engineering (HEE). In the HEE major, students learn a lot about hydraulic and pneumatic systems. The Festo Fluidsim application is a widely used tool in the industry, particularly when designing pneumatic or hydraulic systems. However, SMK Negeri 1 Adiwerna has not provided material on simulation using the Festo Fluidsim application. Therefore, there is a need for training on the use of the Festo Fluidsim application. The training was held with the attendance of 32 students of grade XI of the HEE Department. The training focused on the use of the Festo Fluidsim Application, especially pneumatic systems. This training began with a pretest, in-depth material, direct practice using the Festo Fluidsim Pneumatic application with several different simulations, a posttest, and ended with a satisfaction evaluation. The evaluation results showed an increase in students' knowledge about pneumatics and hydraulics and the use of the Festo Fluidsim application, with an average gain of 72.5%, with all students' post-test scores above the minimum score and declared Competent.
PENINGKATAN SOFTSKILL SANTRIWATI PP AL TASLIMA TULUNG AGUNG MELALUI MODIFIKASI OLAHAN UMBIAN LOKAL SEBAGAI RINTISAN WIRAUSAHA Muslikah, Siti; Mardiyani, Siti Asmaniyah; Qur’ania, Anita; Hanif, Lulu Afifah; Khoiriyah, Nikmatul; Zamarudah, Zuhanid
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34523

Abstract

Abstrak: Pondok Pesantren Tahfidz Al Taslima, Tulungagung, merupakan lembaga pendidikan berbasis agama yang berfokus pada tahfidz Al-Qur’an, namun tetap berkomitmen untuk menyiapkan santriwati agar memiliki keterampilan hidup, khususnya di bidang kewirausahaan. Program pengabdian ini dilakukan sebagai upaya penguatan soft skills santriwati melalui pelatihan pengolahan pangan lokal berbasis umbi-umbian, dengan orientasi pada pemberdayaan ekonomi dan kemandirian santri. Metode pelaksanaan meliputi survei potensi lokal, sosialisasi program, penyuluhan, pelatihan pembuatan tepung mocaf serta produk turunannya (cookies gluten free). Program melibatkan 30 peserta yang terdiri dari santriwati, wali santri, dan masyarakat sekitar. .Evaluasi dilakukan dengan metode observasi menggunakan kuesioner. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan aspek pengetahuan, keterampilan, dan motivasi kewirausahaan peserta sebesar 50-75%. Produk cookies gluten free berbasis mocaf diterima secara baik oleh peserta, baik dari segi cita rasa maupun potensi pemasaran. Faktor pendukung keberhasilan kegiatan antara lain ketersediaan sumber daya lokal, dukungan penuh pihak pesantren, serta antusiasme peserta. Kendala yang muncul adalah jarak lokasi kegiatan yang menyulitkan komunikasi lanjutan, namun diatasi dengan penyediaan e-modul sebagai bahan pembelajaran mandiri.Abstract: Al Taslima Girls Islamic boarding school in Tulungagung is a religious-based school that focuses on Qur'anic memorization, but is also committed to preparing students for life skills, particularly in business. This community service programme was implemented as an attempt to strengthen the soft skills of female students through a training course in the processing of tubers-based local foodstuffs, with a focus on economic empowerment and independence of the students. Methods of implementation included a survey of local potential, programme socialisation, counselling and training in the production of mocaf and its derivatives (gluten-free biscuits). The programme involved 30 participants, made up of students, carers and the local community. The results showed an increase in knowledge, skills and motivation of participants to take up entrepreneurship. he results showed an increase in knowledge, skills and motivation of participants to take up entrepreneurship. Gluten-free cookies based on mocaf were well received by participants, both in terms of taste and marketing potential. The availability of local resources, the full support of the Islamic boarding school and the enthusiasm of the participants were also factors contributing to the success of the event. The distance from the place of work, which made subsequent communication difficult, has been overcome by providing e-modules as independent learning material.