cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,292 Documents
PENDAMPINGAN DIVERSIFIKASI PRODUK KULIT KOPI MENJADI SIRUP KOMBUCHA CASCARA Nur Ida Winni Yosika; Dian Purbasari; Iwan Taruna; Sutarsi Sutarsi; Ning Puji Lestari; Akbar Setyo Pambudi; Estria Devi Rivana; Tegar Budi Setyawan; Syifa’uddin Syifa’uddin; Syafi’uddin Syafi’uddin
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.38115

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan hard skill dan soft skill mitra CV Masiyan Coffee Farmer melalui pendampingan pengolahan limbah kulit kopi arabika menjadi sirup kombucha cascara sebagai inovasi teknologi pascapanen. Hard skill yang ditingkatkan meliputi keterampilan pengolahan cascara, fermentasi kombucha, dan pembuatan sirup, sedangkan soft skill mencakup kerja sama, kepercayaan diri, dan kesiapan berwirausaha. Metode pelaksanaan meliputi survei, Focus Group Discussion (FGD), sosialisasi, pelatihan praktik, dan pendampingan. Kegiatan ini diikuti oleh 15 peserta. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner dengan 6 indikator, yaitu pemahaman materi, kejelasan penyampaian, ketersediaan alat dan bahan, pemahaman fermentasi, peningkatan keterampilan, serta minat praktik mandiri. Hasil evaluasi menunjukkan 100% peserta mengalami peningkatan pemahaman dan keterampilan teknis, serta 80% peserta mampu mereplikasi produk untuk konsumsi keluarga. Selain itu, mitra berhasil memproduksi sirup kombucha cascara dalam skala uji coba dan menjalin kerja sama pemasaran ke Denpasar dan Malang. Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan efektif dalam meningkatkan kapasitas pascapanen dan membuka peluang ekonomi berbasis komunitas.Abstract: This community service program aimed to improve both hard skills and soft skills of the CV Masiyan Coffee Farmer partners through mentoring on the utilization of arabica coffee husk waste into cascara kombucha syrup as a postharvest innovation. The developed hard skills included cascara processing, kombucha fermentation, and syrup formulation, while soft skills covered teamwork, self-confidence, and entrepreneurial readiness. The program was implemented through field surveys, Focus Group Discussions (FGD), socialization, hands-on training, and mentoring, involving 15 participants. Evaluation was conducted using a questionnaire consisting of six indicators, namely material comprehension, clarity of delivery, adequacy of tools and materials, understanding of the fermentation process, improvement of skills, and intention for independent practice. The results showed that 100% of participants experienced increased technical knowledge and skills, while 80% were able to replicate the product for household consumption. In addition, the partner successfully produced cascara kombucha syrup at a trial scale and established marketing cooperation with buyers in Denpasar and Malang. These results indicate that the program effectively enhanced postharvest capacity and generated sustainable community-based economic opportunities.
PELATIHAN DAN PENGUATAN PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH BERBASIS DIGITAL BAGI PENGHULU KUA LOMBOK TENGAH DAN LOMBOK UTARA Lalu Muhammad Wathoni; H. Sainun
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.38459

Abstract

Abstrak: Sumber Daya Manusia (SDM) SDM Kantor Urusan Agama (KUA) di Lombok Tengah dan Lombok Utara masih lemah dalam literasi dan penulisan ilmiah berbasis digital, padahal kompetensi tersebut mendesak bagi penghulu untuk meningkatkan profesionalisme layanan keagamaan, sehingga diperlukan pengabdian bagi mereka. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tingkat pengetahuan penghulu KUA Lombok Tengah dan Lombok Utara dalam penulisan karya tulis ilmiah berbasis aplikasi digital, meningkatkan kompetensi mereka dalam menghasilkan karya ilmiah sesuai profesi dan bidangnya, serta menilai efektivitas pelatihan dalam mendukung peningkatan kompetensi tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan participatory action research (PAR) melalui tahapan diagnosing, planning, acting, observing, dan reflecting. Data dikumpulkan melalui pre-test, post-test masing-masing 20 pertanyaan, observasi proses pelatihan, analisis karya peserta, dan wawancara mendalam terhadap 60 Penghulu KUA Lombok Tengah dan Kabupaten Lombok Utara. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan kompetensi penghulu KUA dalam manajemen referensi, penelusuran literatur, struktur artikel ilmiah, pemahaman metodologi penulisan, serta pemanfaatan aplikasi Mendeley dan Zotero, dengan rata-rata peningkatan kemampuan sebesar menunjukkan 76% peserta berhasil membuat akun Mendeley/Zotero, 70% mampu menginput minimal 10 referensi, 60% berhasil membuat sitasi otomatis, 52% memulai draft KTI dan 18% menyelesaikan draft artikel > 1000 kata.berdasarkan hasil pengisisian post test dan pengumpulan naskah. Temuan ini menegaskan perlunya program pelatihan berkelanjutan, pendampingan sistematis, dan kebijakan institusional untuk memperkuat literasi digital penghulu.Abstract: Human resources at the Religious Affairs Offices (Kantor Urusan Agama/KUA) in Central Lombok and North Lombok Regency remain limited in digital literacy and digital-based scientific writing skills, despite the urgent need for such competencies among *penghulu* (Islamic marriage registrars) to enhance the professionalism of religious services; therefore, a structured community engagement intervention was required. This study aims to map the level of knowledge of KUA officials in Central Lombok and North Lombok regarding digital-based scientific writing, to strengthen their capacity to produce scholarly works aligned with their professional roles, and to evaluate the effectiveness of the training program in improving these competencies. The research employed a Participatory Action Research (PAR) approach, encompassing the stages of diagnosing, planning, acting, observing, and reflecting. Data were collected through 20-item pre-tests and post-tests, observation of the training process, analysis of participants’ written outputs, and in-depth interviews with 60 KUA officials from Central Lombok and North Lombok Regency. The findings demonstrate significant improvements in participants’ competencies in reference management, literature searching, scientific article structuring, understanding of writing methodology, and utilization of Mendeley and Zotero applications. Based on post-test results and manuscript submissions, 76% of participants successfully created Mendeley/Zotero accounts, 70% were able to input at least 10 references, 60% generated automated citations, 52% initiated a scientific manuscript draft, and 18% completed an article draft exceeding 1,000 words. These findings underscore the necessity of sustained training programs, systematic mentoring, and institutional policy support to strengthen the digital literacy capacity of KUA officials.
PELATIHAN DAN PEMANFAATAN DRONE UNTUK PEMETAAN LAHAN PERTANIAN DALAM MENDUKUNG SMART FARMING PADA KELOMPOK TANI Dahlia Widhyaestoeti; Fety Fatimah; Berlina Wulandari; Fitrah Satrya Fajar Kusumah; Asep Yuda; Muhammad Alfian; Muhammad Haikal; Wira Sanjaya; Habib Widiana; Zea Sativa
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.37733

Abstract

Abstrak: Fokus tim PPK Ormawa pada kegiatan pengabdian di Desa Ciasihan yaitu menghasilkan data spasial lahan pertanian dan peningkatan kapasitas kelompok tani dalam pemahaman fungsi drone untuk mendukung Smart Farming. Hasil identifikasi pada tahap pra-kegiatan adalah kurang akuratnya informasi luasan dan kondisi lahan. Pelaksanaan kegiatan tersusun menjadi 4 tahap kegiatan, dimulai dari paparan sosialisasi pemahaman fungsi drone untuk Smart Farming, pemetaan lahan, pelatihan dasar pengoperasian drone dan pendampingan. Evaluasi pemahaman petani pada fungsi drone dilakukan dengan meyebarkan angket pre-test dan post-test berupa form ceklist pertanyaan dengan dua jawaban positif atau negatif, form dibuat mudah diisi oleh petani. Penilaian keterampilan menerbangkan drone oleh petani di evaluasi dari hasil observasi setelah menjalani pelatihan dasar dan pendampingan menerbangkan drone. Data hasil pemotretan udara yang digunakan oleh kelompok tani dalam pengajuan dan penyesuaian subsidi pupuk, pemahaman fungsi drone untuk pertanian menunjukkan peningkatan setelah sosialisasi. Pelatihan drone berkelanjutan dibutuhkan petani, karena dari hasil observasi pemahaman teknik dasar pengoperasian drone masih 70% atau masih ada 3 dari 10 petani yang belum paham, serta adanya keterbatasan perangkat dan cuaca dan tingginya tingginya minat dari 11 kelompok tani Desa Ciasihan.Abstract: The focus of the PPK Ormawa team in community service activities in Ciasihan Village was to produce spatial data on agricultural land and increase the capacity of farmer groups in understanding the function of drones to support Smart Farming. The results of the identification in the pre-activity stage were inaccurate information on the land area and condition. The implementation of the activity was structured into 4 stages of activities, starting with the socialisation of understanding the function of drones for Smart Farming, land mapping, basic training on drone operation and mentoring. Evaluation of farmers' understanding of the function of drones was carried out by distributing pre-test and post-test questionnaires in the form of a checklist of questions with two positive or negative answers. The form was made easy for farmers to fill out. Assessment of drone flying skills by farmers was evaluated from observations after undergoing basic training and mentoring in flying drones. Data from aerial photography used by farmer groups in submitting and adjusting fertilizer subsidies, understanding of the function of drones for agriculture showed an increase after the socialisation. Continuous drone training is needed for farmers, because from observations, understanding of basic drone operating techniques is still 70%, or there are still 3 out of 10 farmers who do not understand, as well as limited equipment and weather and high interest from 11 farmer groups in Ciasihan Village.
PELATIHAN PEMBELAJARAN BERBASIS PRINSIP UNDERSTANDING BY DESIGN UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU SMK Yumiati Yumiati; Endang Wahyuningrum; Saleh Haji; Sapti Nur Hidayati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.38397

Abstract

Abstrak: Kompetensi pedagogik guru dalam merancang pembelajaran yang efektif menjadi tantangan utama implementasi kurikulum di SMK. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan kompetensi pedagogik guru SMK melalui pelatihan prinsip Understanding by Design (UbD). Metode pelaksanaan meliputi pelatihan interaktif dua tahap, lokakarya penyusunan unit pembelajaran UbD, dan pendampingan implementasi di kelas terhadap 13 guru SMK. Evaluasi menggunakan pretes-postes dan angket kepuasan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dengan rata-rata nilai pretes 64,62 meningkat menjadi 84,10 pada postes (peningkatan 30,14%), ketuntasan meningkat dari 23,1% menjadi 76,9% (peningkatan 233%), dan N-Gain 0,49 kategori sedang. Angket kepuasan menunjukkan rata-rata 4,42/5,00 dengan 100% peserta merekomendasikan pelatihan. Pelatihan UbD efektif meningkatkan kemampuan guru merancang pembelajaran berorientasi hasil, berpusat pada tujuan, dan relevan dengan kebutuhan siswa. Program ini berpotensi direplikasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi.Abstract: Pedagogical competence of teachers in designing effective learning is a major challenge in curriculum implementation in vocational schools. The purpose of this community service is to improve the pedagogical competence of vocational school teachers through Understanding by Design (UbD) principles training. Implementation methods include two-stage interactive training, UbD unit development workshops, and classroom implementation mentoring for 13 vocational school teachers. Evaluation used pretest-posttest and satisfaction questionnaires. Results showed significant improvement with pretest average of 64.62 increased to 84.10 in posttest (30.14% increase), completeness increased from 23.1% to 76.9% (233% increase), and N-Gain of 0.49 in moderate category. Satisfaction questionnaire showed an average of 4.42/5.00 with 100% of participants recommending the training. UbD training is effective in improving teachers' ability to design outcome-oriented learning, goal-centered, and relevant to students' needs. This program has the potential to be replicated to improve the quality of vocational education.
MEMBUKA CAKRAWALA DUNIA: SOSIALISASI BEASISWA LUAR NEGERI PADA PERGURUAN TINGGI DI KAMPUNG INGGRIS PARE Faridatul Istighfaroh; Ana Kumalasari; Azza Nafisadzawi FN; Ervina Layli Nurizzakiya
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.37641

Abstract

Abstrak: Program sosialisasi beasiswa luar negeri memiliki peran strategis dalam memperluas wawasan global mahasiswa dan meningkatkan kesiapan mereka menghadapi pendidikan internasional namun informasi terkait beasiswa tidak selalu tersebar dengan baik terutama di perguruan tinggi swasta. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai jenis-jenis beasiswa luar negeri, persyaratan akademik dan non-akademik, serta strategi persiapan studi internasional. Metode pelaksanaan adalah sosialisasi melalui pemaparan pengalaman studi luar negeri, diskusi, dan sesi tanya jawab. Kegiatan ini dilaksanakan di IAI Hasanuddin Pare, berlokasi didekat Kampung Inggris Pare, yang dikenal sebagai pusat pembelajaran bahasa Inggris di Indonesia dengan jumlah peserta kurang lebih 30 orang. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan peserta mengenai peluang beasiswa, motivasi melanjutkan studi ke luar negeri, serta kesadaran akan pentingnya perencanaan akademik sejak dini. Program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya akademik berorientasi global dan mendorong peningkatan mobilitas mahasiswa Indonesia di tingkat internasional. Abstract: Overseas scholarship socialization programs play a strategic role in broadening students’ global perspectives and enhancing their readiness for international education; however, information related to scholarships is not always well disseminated, particularly in private higher education institutions. This community service activity aimed to improve students’ understanding of various overseas scholarship schemes, academic and non-academic requirements, and strategies for preparing for international study. The program was implemented through socialization activities including presentations on overseas study experiences, discussions, and question-and-answer sessions. The activity was conducted at IAI Hasanuddin Pare, located near Kampung Inggris Pare, a well-known center for English language learning in Indonesia, with approximately 30 participants. The results indicate a significant increase in participants’ knowledge of scholarship opportunities, motivation to pursue overseas study, and awareness of the importance of early academic planning. This program is expected to serve as an initial step toward fostering a globally oriented academic culture and encouraging increased international student mobility.
EDUKASI POLA ASUH BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK MENINGKATKAN KECERDASAN ANAK Kristina Kristina; Alfred Yulius Arthadi Putra; Fredrikus Suarezsaga; Manorang Gultom; Ricky Imanuel Ndaumanu; Andhika Adnan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.38041

Abstract

Abstrak: Era digital yang menghasilkan generasi digital mendorong perlunya peningkatan dalam pola asuh para orang tua sebagai pendidik informal. Pola asuh yang tidak tepat dapat mengakibatkan penurunan kecerdasan anak. Tujuan kegiatan pengabdian adalah mengedukasi pengetahuan tentang pengasuhan digital bagi para orang tua dalam mendidik anak-anak digital native. Metode pengabdian yang digunakan adalah seminar dan pelatihan. Mitra kegiatan adalah para orang tua dari Griya Anak dengan jumlah peserta aktif adalah 27 orang. Evaluasi kegiatan menggunakan dua instrumen yaitu tes dan survei tingkat kepuasan kegiatan. Hasil evaluasi berupa pre-tes dan post tes menunjukkan peningkatan pemahaman peserta sesudah mengikuti kegiatan sebesar 51%. Nilai survei kepuasan peserta adalah 98%. Hasil survei menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan sangat bermanfaat bagi peserta. Capaian akhir kegiatan adalah kesadaran akan pengasuhan digital bahwa pengarahan dan pengontrolan akses digital oleh anak harus diikuti pengetahuan tentang perangkat dan aplikasi digital oleh orang tua.Abstract: The digital age, which has given rise to a digital generation, underscores the need for improvements in parenting practices as informal educators. Inappropriate parenting can lead to a decline in children’s intelligence. The objective of this community service activity is to educate parents on digital parenting as they raise digital native children. The methods employed were seminars and training sessions. The activity partners were parents from Griya Anak, with 27 active participants. The activity was evaluated using two instruments: a test and a satisfaction survey. The evaluation results, consisting of pre-tests and post-tests, showed a 51% increase in participants’ understanding after participating in the activity. The participant satisfaction survey score was 98%. The survey results indicate that the community service activity conducted was highly beneficial for the participants. The final outcome of the activity is an awareness of digital parenting: that parental guidance and control over children’s digital access must be accompanied by parents’ knowledge of digital devices and applications.
PENINGKATAN KEPEDULIAN SOSIAL DAN SENSITIVITAS MORAL MASYARAKAT MELALUI PROGRAM UNGGAS BERGULIR BERBASIS PSIKOEDUKASI REFLEKTIF Achmad Irfan Muzni; Diah Karmiyati; Tulus Winarsunu
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.38216

Abstract

Permasalahan sosial di masyarakat mitra ditandai oleh menurunnya kepedulian sosial, sikap apatis, serta kecenderunganpembiaran terhadap perilaku merugikan. Kondisi ini menunjukkan melemahnya sensitivitas moral dan tanggung jawab kolektif warga. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan kepedulian sosial dan sensitivitas moral melalui program unggas bergulir berbasis psikoedukasi reflektif. Metode yang digunakan meliputi psikoedukasi reflektif, praktik perawatan unggas, donasi telur, serta diskusi kelompok. Mitra kegiatan adalah kelompok masyarakat yang terdiri dari 20 warga di salah satu Desa di Kabupaten Lampung Timur, dengan durasi program empat minggu. Evaluasi dilakukan melalui angket skala kepedulian sosial dan sensitivitas moral pra dan pasca intervensi, observasi, serta refleksi kelompok. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor kepedulian sosial dan sensitivitas moral dari 3,89 menjadi 4,20 atau meningkat sekitar 7,97%. Secara kualitatif, peserta menunjukkan peningkatan empati, tanggung jawab sosial, serta komitmen berbagi secara kolektif. Program ini menunjukkan bahwa intervensi berbasis pengalaman psikologis berpotensi meningkatkan soft skills sosial masyarakat secara bertahap dan berkelanjutan.
EDUKASI PEMILIHAN JURUSAN DAN PENEMUAN PASSION BAGI SISWA SMA UNTUK MENINGKATKAN LITERASI KARIER MELALUI WEBINAR NASIONAL UNLOCK YOUR FUTURE Feliks Prasepta Sejahtera Surbakti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.38032

Abstract

Abstrak: Latar belakang kegiatan ini berangkat dari tingginya kebingungan siswa dalam memilih jurusan, dipengaruhi keterbatasan informasi mengenai minat, bakat, dan prospek masa depan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan membantu siswa SMA menemukan passion dan menentukan jurusan kuliah yang sesuai sekaligus meningkatkan soft skill (refleksi diri, pengambilan keputusan, dan perencanaan karier) serta hard skill (pemahaman program studi, prospek karier, dan kebutuhan kompetensi dunia kerja) melalui edukasi terstruktur berbasis psikologi, eksplorasi karier, dan pengembangan diri. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk webinar nasional “Unlock Your Future” yang menghadirkan empat narasumber dari bidang psikologi, pendidikan, praktisi industri, dan akademisi. Sebanyak 89 peserta mengikuti kegiatan serta menjalani pre-test dan post-test yang masing-masing terdiri dari 8 soal untuk menilai peningkatan pemahaman peserta. Hasil post-test menunjukkan peningkatan rata-rata 42% dalam pemahaman peserta terkait penemuan passion, pemilihan jurusan, dan konsep ikigai. Evaluasi kepuasan menunjukkan bahwa 92% peserta merasa kegiatan ini membantu mereka mengenali potensi diri. Dengan demikian, webinar ini berkontribusi dalam meningkatkan literasi karier siswa SMA melalui pendekatan psikologis, praktis, dan inspiratif.Abstract: The background of this activity stems from the high level of confusion among students in choosing their university majors, which is influenced by limited information regarding their interests, talents, and future career prospects. This community service activity aims to help high school students discover their passion and determine suitable university majors while simultaneously improving soft skills (self-reflection, decision-making, and career planning) and hard skills (understanding of study programs, career prospects, and workforce competency requirements) through structured education based on psychology, career exploration, and self-development. This activity was conducted in the form of a national webinar titled “Unlock Your Future,” featuring four speakers from psychology, education, industry practice, and academia. A total of 89 participants attended the activity and completed pre-tests and post-tests, each consisting of 8 questions, to assess the improvement in participants’ understanding. The post-test results showed an average improvement of 42% in participants’ understanding of passion discovery, major selection, and the concept of ikigai. Satisfaction evaluation indicated that 92% of participants felt that the activity helped them better recognize their potential. Therefore, this webinar contributes to improving high school students’ career literacy through psychological, practical, and inspirational approaches.
OPTIMALISASI PERLINDUNGAN MEREK DAGANG BATIK GARUTAN MELALUI LAYANAN DIGITAL DJKI Intan Permana; Pupung Pundenswari; Teten Mohamad Sapril Mubarok; Aura Insani; Ruwaida Januari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.37451

Abstract

Abstrak: Masalah Rendahnya pemahaman pelaku industri Batik Garutan sebagai mitra sasaran tentang dampak terdaftarnya merek dagang dalam aktifitas bisnis. Tujuan pengabdian (1) untuk meningkatkan pemahaman konseptual tentang merek dagang dan kekayaan intelektual, dan (2) untuk meningkatkan pemahaman teknis tentang pendaftaran merek dagang melalui website DJKI. Metode Tim pelaksana menggunakan metode awal (sosiasilasi dan pelatihan) untuk meningkatkan pemahaman konseptual dan metode akhir (penerapan teknologi dan pendampingan) untuk meningkatkan pemahaman teknis 25 anggota mitra sasaran atas merek dagang dan kekayaan intelektual. Hasil Terlihat perubahan yang signifikan tentang pemahaman tentang merek dagang dan kekayaan intelektual pada mitra sasaran. Dari sisi pengetahuan konseptual, mitra sasaran mengalami peningkatan pengetahuan sebesar 82.50%. Sedangkan dari sisi teknis, sebanyak 20% mitra sasaran telah berhasil melakukan pendaftaran merek dagang secara prosedural melalui website DJKI hingga mencapai tahap masa pengumuman. Dampak Pengabdian kepada Masyarakat tidak hanya dirasakan oleh mitra sasaran, tetapi dirasakan juga oleh pemerintah Kabupaten Garut dalam kegiatan membina pelaku industri Batik Garutan sebagai salah satu produsen Produk Unggulan Daerah.Abstract: Problem The low level of understanding Batik Garutan industry owners as target partners, regarding the impact of trademark registration on their business performance. Objectives (1) To enhance conceptual understanding of trademarks and intellectual property, and (2) To improve technical understanding of trademark registration through the DJKI website. Method Team employed an initial method (socialization and training) to improve conceptual understanding, followed by a final method (technology application and mentoring) to strengthen the technical understanding of 25 target partners regarding trademarks and intellectual property. Results There was a significant improvement in the partners’ understanding of trademarks and intellectual property. In terms of conceptual knowledge, the target partners experienced an 82.50% increase in understanding. From the technical perspective, 20% of the partners successfully completed the procedural steps for trademark registration through the DJKI website up to the announcement stage. The impact of the Community Service Program was not only felt by the target partners but also by the Garut Regency Government in its efforts to support and develop Batik Garutan industry owners as producers of one of the region’s flagship products.
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI PIROLISIS SISTEM TERTUTUP UNTUK PENGOLAHAN SAMPAH RAMAH LINGKUNGAN BERBASIS PRODUKSI BIOCHAR Muhamad Soleh; Bambang Sugiantoro; Utis Sutisna; Junun Sartohadi; Ngadisih Ngadisih; Ainun N. Pulungan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.37815

Abstract

Abstrak: Kabupaten Purbalingga menghadapi tantangan pengelolaan sampah dan ketahanan pangan akibat keterbatasan kapasitas TPS3R (1,2 ton/hari) dibandingkan timbulan sampah desa (1,86–2,2 ton/hari), rendahnya pemilahan dari sumber, serta rendahnya produktivitas pertanian karena keterbatasan teknologi. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan teknologi pirolisis sistem tertutup (close-loop system) berbasis Teknologi Tepat Guna (TTG) untuk meningkatkan pengolahan sampah, mendukung ekonomi sirkular, dan memperkuat ketahanan pangan desa. Program melibatkan dua mitra utama, yaitu Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Berlian (17 anggota) sebagai pengelola sampah dan Kelompok Tani “Sanggar Tani” (24 anggota) sebagai pengembang pertanian. Pendekatan partisipatif diterapkan sejak perencanaan, instalasi, hingga operasional teknologi. Teknologi yang diterapkan meliputi mesin pemilah sampah tipe helix dan conveyor, reaktor pirolisis biomassa dan plastik, smoke scrubbing system, serta greenhouse hortikultura bertenaga surya. Hasil menunjukkan lebih dari 80% anggota mampu mengoperasikan teknologi secara mandiri. Kapasitas pengolahan meningkat menjadi 1,75 ton/hari, produktivitas hortikultura naik 50–70%, efisiensi energi mencapai 60%, serta biochar berpotensi meningkatkan pendapatan kelompok 30–40%. Program ini efektif memperkuat pengelolaan sampah, produktivitas pertanian, dan ketahanan pangan berkelanjutan. Abstract: Purbalingga Regency faces challenges in waste management and food security due to the limited capacity of TPS3R (1.2 tons/day) compared to the amount of waste generated by villages (1.86–2.2 tons/day), low sorting from the source, and low agricultural productivity due to limited technology. This community service program aims to implement closed-loop pyrolysis technology based on Appropriate Technology (TTG) to improve waste management, support the circular economy, and strengthen village food security. The program involves two main partners, namely the Berlian Community Self-Help Group (KSM) (17 members) as waste managers and the “Sanggar Tani” Farmer Group (24 members) as agricultural developers. A participatory approach was applied from the planning and installation stages to the operation of the technology. The technologies applied include a helix-type waste sorting machine and conveyor, a biomass and plastic pyrolysis reactor, a smoke scrubbing system, and a solar-powered horticultural greenhouse. The results show that more than 80% of members are able to operate the technology independently. Processing capacity increased to 1.75 tons/day, horticultural productivity rose by 50–70%, energy efficiency reached 60%, and biochar has the potential to increase the group's income by 30–40%. This program effectively strengthens waste management, agricultural productivity, and sustainable food security.