cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,306 Documents
EDUKASI DAMPAK NEGATIF KEBIASAAN MEROKOK DIKALANGAN PELAJAR SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Habibi Zamuli; Karel Batmanlusi; Petrus Yohanes Ismail Arwimbar; Melkior Tappy; Nurul Fitri Ayu; Suci Fajriani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.38215

Abstract

Abstrak: Meningkatkan prevalensi merokok pada generasi muda Indonesia memerlukan perhatian serius mengingat dampak buruk terhadap kesehatan jangka panjang. Data Global Youth Tobacco Survey (GYTS) 2019 menunjukkan 4 dari 10 siswa usia 13–15 tahun pernah mencoba tembakau, dengan mayoritas memperoleh rokok melalui toko (76,6%), warung (71,3%), dan kios (71,3%) serta membeli secara batangan (60,6%). Situasi tersebut menggambarkan betapa mudahnya akses rokok dilingkungan pelajar. Kegiatan bertujuan meningkatkan pengetahuan pelajar tentang dampak negatif merokok melalui metode penyuluhan edukatif dan partisipatif. Kegiatan dilakukan di SMP Yayasan Pendidikan Kristen Efata, Kampung Wakde 1, melibatkan 26 pelajar SMP. Evaluasi menggunakan kuesioner pretest dan posttest dengan hasil memperlihatkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dari 30,76% menjadi 58,76%. Strategis kolaboratif antara sekolah, orang tua, dan siswa efektif mendukung penguatan pengawasan dan pencegahan perilaku merokok.Abstract: The increasing prevalence of smoking among Indonesia's young generation requires serious attention given its negative long-term health impacts. Data from the 2019 Global Youth Tobacco Survey (GYTS) shows that 4 out of 10 students aged 13–15 years old have tried tobacco, with the majority obtaining cigarettes through shops (76.6%), stalls (71.3%), and kiosks (71.3%) and as well as buying them individually (60.6%). This situation illustrates how easy access to cigarettes is in the student environment. The activity aims to increase students' knowledge about the negative impacts of smoking through educational and participatory counseling methods. The activity was carried out at the Efeta Christian Education Foundation Junior High School, Kampung Wakde 1, involving 26 junior high school students. Evaluation using pretest and posttest questionnaires with results showing that there was an increase in knowledge from 30.76% to 58.76%. Collaborative strategies between schools, parents, and students effectively support the strengthening of supervision and prevention of smoking behavior.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN PENGOLAHAN TONGKOL JAGUNG MENJADI PAKAN TERNAK FERMENTASI UNTUK MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN LOKAL Nindy Callista Elvania; S. Indah Purwaningrum; Janatul Firdausi Ahla; Winda Uswatun K.
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.37635

Abstract

Abstrak: Desa Kawengan memiliki potensi limbah pertanian berupa tongkol jagung yang melimpah namun belum dimanfaatkan secara optimal serta tingginya ketergantungan peternak terhadap pakan komersial yang berdampak pada biaya produksi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah tongkol jagung menjadi pakan ternak fermentasi, mendukung kemandirian pakan lokal, serta menciptakan peluang ekonomi baru. Mitra kegiatan adalah kelompok tani dan peternak Desa Kawengan dengan jumlah peserta sebanyak 10 orang. Metode yang digunakan meliputi pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, pelatihan praktik langsung (learning by doing), dan pendampingan berkelanjutan. Evaluasi dilakukan secara partisipatif melalui observasi, wawancara, dan perbandingan kemampuan sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil menunjukkan peningkatan keterampilan teknis peserta sebesar 65% dan peningkatan pemahaman pengelolaan limbah pertanian sebesar 70%. Selain itu, pemanfaatan pakan fermentasi mampu menurunkan biaya pakan ternak hingga 30%, sehingga meningkatkan nilai ekonomis dan ketahanan pangan lokal. Abstract: Kawengan Village has abundant agricultural waste potential in the form of corncobs, but it has not been optimally utilized, and livestock farmers are highly dependent on commercial feed, which impacts production costs. This community service activity aims to improve community knowledge and skills in processing corncobs into fermented livestock feed, support local feed independence, and create new economic opportunities. The activity partners are farmer and livestock groups in Kawengan Village with a total of 10 participants. The method used includes a participatory approach through socialization, direct practical training (learning by doing), and ongoing mentoring. Evaluation was carried out in a participatory manner through observation, interviews, and comparison of abilities before and after the activity. The results showed a 65% increase in participants' technical skills and a 70% increase in understanding of agricultural waste management. In addition, the use of fermented feed can reduce livestock feed costs by up to 30%, thereby increasing the economic value and local food security.
IMPLEMENTASI PAKET CARING DALAM PENURUNAN KECEMASAN DAN PENINGKATAN SELF-EFICCACY IBU HAMIL Risqi Dewi Aisyah; Nur Chabibah; Suparni Suparni; Nina Zuhana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.38410

Abstract

Abstrak: Kecemasan pada ibu hamil muncul akibat perubahan fisiologis dan psikologis selama kehamilan yang dapat memengaruhi kesejahteraan ibu dan janin, terutama bila disertai rendahnya self-efficacy. Pengabdian ini bertujuan menurunkan kecemasan dan meningkatkan self-efficacy melalui paket caring di Desa Dadirejo. Metode meliputi sosialisasi, edukasi, dan praktik mindfulness kombinasi aromaterapi serta musik relaksasi pada 20 ibu hamil. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui kuesioner pre-test & post-test pengetahuan dan pengukuran tingkat kecemasan sebelum dan sesudah intervensi. Keberhasilan kegiatan dinilai dari peningkatan skor pengetahuan serta penurunan tingkat kecemasan setelah intervensi. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan baik tentang kecemasan dari 30% menjadi 70% dan self-efficacy dari 40% menjadi 70%, dengan kenaikan mean 4,4 dan 3,1. Kategori cemas sedang dan berat menurun menjadi 0%, serta tidak cemas meningkat dari 10% menjadi 55%. Paket caring efektif meningkatkan kesiapan psikologis dan direkomendasikan dalam pelayanan antenatal.Abstract: Anxiety during pregnancy arises from physiological and psychological changes that may affect maternal and fetal well-being, particularly when self-efficacy is low. This program aimed to reduce anxiety and improve self-efficacy through a caring package in Dadirejo Village. Methods included socialization, education, and mindfulness practice combined with aromatherapy and relaxation music involving 20 pregnant women. Evaluation was conducted using pre-test & post-test knowledge questionnaires and measurement of anxiety levels before and after the intervention. The success of the activity was assessed based on an increase in knowledge scores and a decrease in anxiety levels after the intervention. Results showed increased good knowledge of anxiety (30% to 70%) and self-efficacy (40% to 70%), with mean increases of 4.4 and 3.1. Moderate and severe anxiety decreased to 0%, while the non-anxious category increased from 10% to 55%. The caring package effectively improved psychological readiness and is recommended for antenatal services.
PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT MELALUI EDUKASI KESEHATAN TERKAIT PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE DAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT Febriyana Febriyana; Solita Claudya Aguilera; Laily Hanifah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.37697

Abstract

Abstrak: Masalah kesehatan yang timbul akibat dari kualitas lingkungan yang buruk menjadi ancaman kesehatan masyarakat di berbagai belahan dunia. Rendahnya kualitas lingkungan dan sanitasi yang buruk dapat menjadi pelopor timbulnya penyakit menular. Dalam hal ini demam berdarah dengue (DBD) dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Kegiatan ini bertujuan untuk penyuluhan dilakukan guna meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait pencegahan DBD dan ISPA. Metode kegiatan mencakup pengerjaan pre-test, pemaparan materi terkait pengelolaan sampah yang baik serta Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai bentuk pencegahan DBD dan ISPA. Setelah itu dilanjutkan dengan pengerjaan post-test sebanyak 22 soal. Selain itu, terdapat kegiatan pemantauan jentik (Jumantik) di rumah dan lingkungan sekitar masyarakat sebagai evaluasi tambahan kegiatan. Penyuluhan Edukasi dilakukan kepada warga di salah satu RW di Kelurahan Pengasinan, Sawangan, Depok. Hasil menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat yang dilihat dari nilai rata-rata pre-test dan post-test meningkat sebesar 22,02. Pemberian edukasi bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan DBD dan ISPA.Abstract: Health problems that arise as a result of poor environmental quality pose a threat to public health in various parts of the world. Low environmental quality and inadequate sanitation can be precursors to the emergence of infectious diseases. In this case, dengue haemorrhagic fever (DHF) and Acute Respiratory Infections (ARI). Outreach This activities are implemented aims to increase public knowledge regarding preventing dengue haemorrhagic fever and ARI. The method used is pre-test, material presentation related to good waste management and Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) to prevent dengue fever and ARI, a question-and-answer session, and a post-test consisted of 22 questions. Besides, larva monitoring activities in homes and the environment around the community are also conducted as additional evaluation activitygood waste management and Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) to prevent dengue fever and ARI. Education was implemented at one community unit in PengasinanVillage, Sawangan, Depok. The results show an increase in public knowledge from the average score of the pre-test and post-test increased by 22.02. This education is useful to increase community knowledge on DHF and ARI.
MENDORONG PRAKTIK BISNIS BERKELANJUTAN DAN PEMASARAN DIGITAL PADA SEKTOR UMKM DI THAILAND MELALUI COMMUNITY ENGAGEMENT Nindya Saraswati; Nadia Meirani; Allya Roosallyn Assyofa; Yudha Dwi Nugraha; Eka Tresna Gumelar; Hendrati Dwi Mulyaningsih; Handri Handri; Aditia Wirayudha; Mochamad Malik Akbar Rosandi; Rezi Muhamad Taufik Permana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.38008

Abstract

Abstrak: UMKM di negara berkembang masih menghadapi permasalahan rendahnya pemahaman praktik bisnis berkelanjutan dan keterbatasan pemanfaatan pemasaran digital, khususnya pada sektor usaha berbasis pasar tradisional. Pengabdian kepada masyarakat internasional ini bertujuan meningkatkan kapasitas 30 pelaku UMKM Thailand dalam mengintegrasikan praktik bisnis berkelanjutan dan pemasaran digital sebagai strategi peningkatan daya saing, mencakup peningkatan hardskill berupa kemampuan teknis penggunaan platform pemasaran digital dan penerapan prinsip bisnis berkelanjutan, serta softskill berupa kesadaran, komitmen, dan adaptasi lintas budaya dalam berwirausaha. Kegiatan dilaksanakan melalui penyuluhan dan workshop praktik kepada mitra di Save One Go Market Yaek Kor Por Aor, Thailand. Evaluasi melalui pendekatan outcome-based evaluation yang menilai capaian nyata peserta menggunakan instrumen penilaian yang terdiri dari 15 item pertanyaan. Tingkat ketercapaian keberhasilan kegiatan diukur berdasarkan tiga dimensi, yaitu: (1) perubahan sikap yang tercermin dari meningkatnya kesadaran dan komitmen peserta terhadap praktik bisnis berkelanjutan dengan tingkat peningkatan softskill sebesar 82%; (2) perubahan sosial dan budaya usaha yang terlihat dari partisipasi aktif peserta dengan capaian 78%; serta (3) adopsi awal pemasaran digital sebagai indikator peningkatan hardskill dengan capaian sebesar 74%. Kebaruan kegiatan ini terletak pada model PkM internasional berbasis pasar lokal non-wisata yang mengintegrasikan keberlanjutan dan digitalisasi secara praktis dalam konteks lintas budaya.Abstract: MSMEs in developing countries continue to face challenges related to limited understanding of sustainable business practices and low utilization of digital marketing, particularly in traditional market-based enterprises. This international community service program aimed to strengthen the capacity of Thai SMEs in integrating sustainable business practices and digital marketing as competitive enhancement strategies, encompassing the development of hard skills, including technical proficiency in digital marketing platforms and the application of sustainable business principles, as well as soft skills such as awareness, commitment, and cross-cultural entrepreneurial adaptability. The program was implemented through socialization, counseling, and hands-on workshops involving 30 MSME partners at Save One Go Market Yaek Kor Por Aor, Thailand. The evaluation was conducted using an outcome-based approach that measured participants' actual achievements through a 15-item assessment instrument. Program success was assessed across these three dimensions: (1) attitudinal change, reflected in heightened awareness and commitment toward sustainable business practices, with a soft skill improvement rate of 82%; (2) social and business-cultural transformation, evidenced by active participant engagement, achieving a score of 78%; and (3) initial adoption of digital marketing as an indicator of hard skill development, with an attainment rate of 74%. The novelty of this program lies in its international community service model conducted in a non-tourism local market, integrating sustainability and digitalization through practical, context-based interventions.
PENGUATAN KOMPETENSI KOMUNIKASI BAHASA INGGRIS STAF HOUSEKEEPING UNTUK PELAYANAN WISATAWAN MANCANEGARA Tara Mustikaning Palupi; Ilza Mayuni; Imas Wahyu Agustina; Lasito Lasito
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.38022

Abstract

Abstrak: Industri perhotelan di Kota Bukittinggi menghadapi tantangan rendahnya kompetensi komunikasi bahasa Inggris staf housekeeping, terutama dalam penguasaan kosakata, pelafalan, dan kepercayaan diri saat melayani wisatawan mancanegara. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan memperkuat kompetensi komunikasi bahasa Inggris staf housekeeping guna meningkatkan kualitas pelayanan hotel. Kegiatan dilaksanakan melalui workshop dan praktikum berbasis tugas kerja (task-based), meliputi sosialisasi program, pemodelan bahasa, role play, dan simulasi pelayanan housekeeping. Mitra kegiatan adalah Badan Pimpinan Cabang Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia Kota Bukittinggi dengan jumlah peserta 61 orang dari industri perhotelan dan pendidikan pariwisata. Evaluasi dilakukan melalui kuesioner persepsi sebelum dan sesudah pelatihan. Evaluasi program dilakukan melalui kuesioner pascapelatihan yang mengukur dua aspek utama, yaitu persepsi kebermanfaatan program dan perubahan kemampuan komunikasi bahasa Inggris peserta dalam konteks kerja housekeeping. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 83,61% peserta menilai pelatihan sangat bermanfaat, sementara 77,05% peserta melaporkan peningkatan kemampuan bahasa Inggris hingga kategori meningkat–sangat meningkat. Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan bahasa Inggris kontekstual efektif dalam meningkatkan kompetensi komunikasi kerja, khususnya pada staf housekeeping dengan kemampuan awal dasar.Abstract: The hospitality industry in Bukittinggi faces challenges related to limited English communication competence among housekeeping staff, particularly in vocabulary mastery, pronunciation, and confidence when serving international guests. This community service program aimed to strengthen English communication competence of housekeeping staff to improve hotel service quality. The program was conducted through task-based workshops and practical sessions, including socialization of the program, language modelling, role play, and service simulations. The partner institution was BPC PHRI Bukittinggi, involving 61 participants from the hospitality industry and tourism education sector. Evaluation was carried out using perception-based questionnaires administered before and after the training. The program evaluation was conducted using a post-training questionnaire that measured two main aspects: participants’ perceptions of the program’s usefulness and changes in their English communication skills in the housekeeping work context. The evaluation results indicate that 83.61% of participants rated the training as very beneficial, while 77.05% reported an improvement in their English proficiency ranging from improved to highly improved. These findings confirm that contextual English training is effective in enhancing workplace communication competence, particularly among housekeeping staff with basic initial proficiency.
MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU MELALUI PELATIHAN PENULISAN KREATIF DAN MULTIMEDIA INTERAKTIF Abdul Halim Fathani; Isbadar Nursit; Surya Sari Faradiba
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.37564

Abstract

Abstrak: Guru SMK Mahardika Malang menghadapi kendala dalam penulisan kreatif dan pemanfaatan multimedia interaktif dalam pembelajaran. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi profesional guru melalui pelatihan terstruktur penulisan kreatif dan pengembangan multimedia interaktif. Kegiatan dilaksanakan pada April–Mei 2025 dengan mitra sebanyak 15 guru. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, workshop, praktikum, dan pendampingan intensif terkait teknik penulisan kreatif serta penggunaan perangkat lunak sederhana untuk media pembelajaran interaktif. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test serta penilaian terhadap produk pembelajaran yang dihasilkan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kompetensi yang terukur, di mana 80% peserta mampu menghasilkan bahan ajar kreatif dan 73% mampu mengembangkan multimedia interaktif yang relevan. Keterampilan hard skill guru di bidang teknologi pendidikan meningkat sebesar 65%, sehingga berdampak positif pada kesiapan dan kreativitas guru dalam menyelenggarakan pembelajaran inovatif.Abstract: Teachers at SMK Mahardika Malang experience difficulties in creative writing and the use of interactive multimedia for learning. This community service program aimed to enhance teachers’ professional competence through structured training in creative writing and interactive multimedia development. The program was conducted from April to May 2025 and involved 15 teachers as partners. The methods included socialization, workshops, hands-on practice, and intensive mentoring on creative writing techniques and the use of simple software for developing interactive learning media. Evaluation was carried out using pre-tests, post-tests, and assessment of participants’ learning products. The results demonstrated measurable improvements: 80% of participants successfully produced creative teaching materials, and 73% were able to develop relevant interactive multimedia. Teachers’ hard skills in educational technology increased by 65%, contributing positively to their readiness and creativity in delivering engaging and innovative instruction.
INOVASI PEMBELAJARAN BERKELANJUTAN MELALUI PEMANFAATAN LIMBAH KOPI SEBAGAI PEWARNA BATIK UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN KEWIRAUSAHAAN SISWA Agung Wibowo; Umi Fitriyati; Ajeng Daniarsih; Halimatus Sa'diyah; Ulfa Nur Azizah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.37982

Abstract

Abstrak: Indonesia sebagai produsen kopi besar menghadapi permasalahan limbah ampas kopi yang berpotensi mencemari lingkungan, meskipun memiliki kandungan tanin dan polifenol sebagai pewarna alami. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengembangkan pembelajaran berkelanjutan melalui pemanfaatan limbah kopi sebagai pewarna batik untuk meningkatkan kreativitas dan keterampilan kewirausahaan siswa. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, workshop, dan praktikum pembuatan batik kopi dengan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD). Kegiatan dilaksanakan di Bululawang, Kabupaten Malang, melibatkan 35 siswa dan 3 guru pendamping. Evaluasi dilakukan melalui observasi produk, angket pemahaman sejumlah 15 soal, dan refleksi peserta. Hasil kegiatan menunjukkan 88% siswa memahami konsep pembelajaran berkelanjutan, 85% mampu menghasilkan pewarna kopi dengan kualitas warna stabil, dan 82% siswa tertarik mengembangkan batik kopi sebagai produk wirausaha sekolah. Program ini meningkatkan kreativitas, keterampilan praktis, serta kesadaran ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.Abstract: Indonesia, as a major coffee producer, faces the problem of coffee grounds waste that has the potential to pollute the environment, despite containing tannins and polyphenols that can be utilized as natural dyes. This community service activity aims to develop sustainable learning through the utilization of coffee waste as a batik dye to enhance students’ creativity and entrepreneurial skills. The methods used include socialization, workshops, and practical sessions on making coffee-dyed batik using the Asset-Based Community Development (ABCD) approach. The activity was conducted in Bululawang, Malang Regency, involving 35 students and 3 supervising teachers. Evaluation was carried out through product observation, a 15-item understanding questionnaire, and participant reflection. The results showed that 88% of students understood the concept of sustainable learning, 85% were able to produce coffee dye with stable color quality, and 82% of students were interested in developing coffee batik as a school entrepreneurship product. This program enhanced students’ creativity, practical skills, and awareness of the creative economy based on local potential.
EDUKASI PROBIOTIK DAN PEMANFAATAN KOMBUCHA SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN KELOMPOK WANITA TANI DAN WARGA KELURAHAN KEDAUNG Avliya Quratul Marjan; Ibnu Malkan Bakhrul Ilmi; Khoirul Anwar; Andrian Maulana Sungsang Widisantosa; Shofeea Aqeela Hoeda; Putri Mardiyah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.37411

Abstract

Abstrak: (1) Probiotik merupakan mikroorganisme menguntungkan yang berperan dalam menjaga keseimbangan mikroflora usus, meningkatkan imunitas, serta mendukung metabolisme tubuh. salah satu upaya untuk mencegah terjadinya diabetes melitus adalah melalui konsumsi probiotik melalui pemanfaatan minuman fermentasi kombucha. Kota Depok menjadi wilayah sasaran karena angka diabetes melitus masih cukup tinggi. (2) Untuk meningkatkan pengetahuan kelompok wanita tani (KWT) dan warga Kelurahan Kedaung mengenai probiotik dan pemanfaatan kombucha melalui edukasi dan praktik sederhana. (3) Kegiatan dilakukan dengan ceramah dan praktik pembuatan kombucha pada anggota Kelompok Wanita Tani dan warga. Sebanyak 16 peserta mengikuti pre-test dan post-test (4) Terdapat peningkatan skor pengetahuan dari 71,25 menjadi 78,75. Mayoritas responden (62,5%) mengalami peningkatan pengetahuan. Sehingga edukasi probiotik dan pelatihan pembuatan kombucha efektif meningkatkan pengetahuan peserta serta mendukung pemanfaatan minuman fermentasi sebagai upaya pencegahan diabetesAbstract: (1) Probiotics are beneficial microorganisms that maintaining intestinal microflora balance, boosting immunity, and supporting the body's metabolism. one of the ways to prevent diabetes mellitus is through the consumption of probiotics by utilizing kombucha fermented drinks. Kedaung, Depok City, is the target area because the rate of diabetes mellitus is still quite high. (2) To increase the knowledge of the women farmers group (KWT) and residents of Kedaung Village about probiotics and the use of kombucha through education and simple practices. (3) The activity was conducted through lectures and kombucha-making practices for members of the KWT and residents of Kedaung. A total of 16 participants took the pre-test and post-test. (4) There was an increase in knowledge scores from 71.25 to 78.75. The majority of respondents (62.5%) experienced an increase in knowledge. Thus, probiotic education and kombucha-making training effectively increased participants' knowledge and supported the use of fermented beverages as a diabetes prevention measure.
PEMBERDAYAAN PENGRAJIN TENUN TROSO MELALUI PENGELOLAAN LIMBAH CAIR BERBASIS FITOREMEDIASI SEBAGAI UPAYA MENDUKUNG PRODUKSI TEKSTIL BERKELANJUTAN Ella Izzatin Nada; Nurul Atsna Qonita; Wiwik Kartika Sari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.16197

Abstract

Abstrak: Industri tenun Troso berperan penting dalam perekonomian masyarakat lokal, namun proses pewarnaan kain menghasilkan limbah cair yang berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dikelola secara tepat. Keterbatasan pengetahuan dan sarana pengolahan limbah menyebabkan sebagian pengrajin belum menerapkan sistem pengelolaan limbah yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan pekerja dalam mengelola limbah cair melalui penerapan teknologi fitoremediasi. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan 20 pekerja tenun sebagai peserta aktif, melalui tahapan asesmen awal, sosialisasi dampak limbah, serta demonstrasi dan praktik penggunaan alat pengolahan limbah berbasis fitoremediasi. Sistem evaluasi dilakukan menggunakan desain pretest–posttest untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta, serta uji efektivitas teknis melalui pengukuran penurunan kadar warna limbah sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil menunjukkan bahwa pemahaman peserta meningkat sebesar 85% berdasarkan hasil pretest–posttest, dan teknologi fitoremediasi efektif menurunkan kadar warna limbah hingga 90%. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan teknologi fitoremediasi yang disertai pendampingan partisipatif tidak hanya efektif secara teknis, tetapi juga mampu meningkatkan kesadaran dan kesiapan pekerja dalam menerapkan pengelolaan limbah secara mandiri dan berkelanjutan.Abstract: The Troso weaving industry plays an important role in the local economy, but the dyeing process produces liquid waste that has the potential to pollute the environment if not managed properly. The limited knowledge and waste processing facilities have caused some artisans not to implement an environmentally friendly and sustainable waste management system. This service aims to enhance workers' awareness and skills in managing liquid waste thru the application of phytoremediation technology. The method used is Participatory Action Research (PAR) involving 20 weaving workers as active participants, thru stages of initial assessment, socialization of waste impact, as well as demonstration and practice of using phytoremediation-based waste processing tools. The evaluation system was conducted using a pretest–posttest design to measure the increase in participants' understanding, as well as a technical effectiveness test thru the measurement of color reduction in waste before and after treatment. The results showed that participants' understanding increased by 85% based on pretest–posttest results, and phytoremediation technology effectively reduced waste color by up to 90%. These findings confirm that the application of phytoremediation technology accompanied by participatory assistance is not only technically effective but also capable of enhancing workers' awareness and readiness to implement waste management independently and sustainably.