cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,306 Documents
EDUKASI “ISI PIRINGKU” BERBASIS PANGAN LOKAL UNTUK MENINGKATKAN LITERASI GIZI SISWA SEKOLAH DASAR Maxsi Irmanto; Syaharuddin Nur; Melkior Tappy; Anneke Yacob; Petrus Y. I. Arwimbar; Ayu Sunarti S.; Roswati Roswati; Suci Fajriani S.; Ummu Khaerat Rahmawan; Nurul Fitri Ayu
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.38191

Abstract

Abstrak: Masalah gizi pada anak usia sekolah dasar masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Papua, yang ditandai dengan rendahnya literasi gizi dan belum terbentuknya kebiasaan konsumsi makanan bergizi seimbang. Kondisi ini juga dipengaruhi oleh terbatasnya edukasi gizi yang menarik serta belum optimalnya pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai sumber gizi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi gizi dan kesadaran konsumsi pangan lokal melalui edukasi “Isi Piringku” pada siswa sekolah dasar di salah satu wilayah perbatasan Indonesia-Papua Nugini[-1.1][F1.2]. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan 50 siswa kelas IV–VI melalui metode penyuluhan interaktif, pemutaran video animasi edukasi gizi, permainan edukatif berbasis pangan lokal, serta evaluasi sederhana sebelum dan sesudah kegiatan. Evaluasi menggunakan desain pre-test dan post-test dengan instrumen berupa 20 pertanyaan pilihan ganda yang dianalisis menggunakan uji paired sample t-test. Indikator keberhasilan kegiatan ditentukan berdasarkan peningkatan skor rata-rata pengetahuan dan nilai signifikansi p < 0,001 (< α = 0,05).[-2.1] Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan rerata pemahaman siswa dari 68,1% menjadi 86,5%, dengan kenaikan sebesar 18,4% (p < 0,001), serta peningkatan [-3.1]siswa terhadap konsep gizi seimbang dan pengenalan bahan pangan lokal seperti sagu, ikan, dan sayuran hijau. Siswa menunjukkan partisipasi aktif dan antusias selama kegiatan berlangsung. Kegiatan ini berkontribusi dalam mendukung penguatan literasi gizi siswa sekolah dasar melalui pendekatan edukatif yang kontekstual dan berbasis sekolah.Abstract: Nutritional problems among elementary school children remain a significant public health challenge in Papua, characterized by low levels of nutrition literacy and the absence of established balanced dietary habits. This condition is further influenced by the limited availability of engaging nutrition education and the suboptimal utilization of local food resources as sources of adequate nutrition. This community service program aimed to enhance nutrition literacy and awareness of local food consumption through the implementation of the “Isi Piringku” educational approach among elementary school students in a border region of the Indonesia–Papua New Guinea border regions. The program involved 50 students from grades IV–VI and was delivered through interactive counseling sessions, animated educational videos, and local food–based educational games. Program effectiveness was evaluated using a one-group pre-test and post-test design with a 20-item multiple-choice questionnaire. Data were analyzed using a paired sample t-test. The indicators of success were determined based on an increase in the mean knowledge score and statistical significance at p < 0.001 (α = 0.05). The results demonstrated a significant improvement in students’ mean knowledge scores from 68.1% to 86.5%, reflecting an 18.4% increase (p < 0.001), as well as enhanced understanding of balanced nutrition concepts and greater recognition of local food sources such as sago, fish, and green vegetables. Active participation and enthusiasm were observed throughout the program. This initiative contributes to strengthening nutrition literacy among elementary school students through a contextual and school-based educational approach. 
PELATIHAN PASAR MODAL UNTUK MENINGKATKAN LITERASI KEUANGAN SISWA SMA BUDI UTAMA, YOGYAKARTA: IDX VIRTUAL TRADING Ari Christianti; Ririn Safitri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.38455

Abstract

Abstrak: Pelatihan pasar modal ke sekolah-sekolah adalah salah satu program Galeri Investasi BEI (Bursa Efek Indonesia) untuk memberikan edukasi tentang investasi di pasar modal. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan literasi keuangan siswa sejak dini sehingga bisa melahirkan generasi muda yang memiliki literasi pasar modal yang baik dan berkualitas. Pelatihan pasar modal di SMA Budi Utama, Yogyakarta adalah bentuk kegiatan pengabdian masyarakat dari Fakultas Bisnis UKDW (Universitas Kristen Duta Wacana) untuk meningkatkan literasi keuangan siswa SMA Budi Utama, Yogyakarta. Pelatihan pasar modal ini diikuti oleh 20 siswa kelas XI. Pelatihan pasar modal ini dilakukan dalam 3 tahapan yang terdiri dari penyampaian materi pasar modal, praktek atau simulasi dengan menggunakan Virtual IDX Trading, dan evaluasi pelaksanaan pelatihan untuk mengukur keberhasilan pelatihan dalam meningkatkan literasi pasar modal siswa. Hasil evaluasi menggunakan google form menunjukkan bahwa setelah siswa mendapatkan pelatihan dan simulasi dengan menggunakan IDX Virtual Trading, jumlah siswa yang memahami cara berinvestasi saham di Bursa Efek Indonesia meningkat sebesar 25% menjadi 75%. Sebanyak 90% siswa juga tertarik dengan investasi di pasar modal dan sebesar 80% siswa ingin berinvestasi di pasar modal.Abstract: Capital market training in schools is one of the BEI (Indonesia Stock Exchange) Investment Gallery programs to provide education on investing in the capital market. The goal of this training is to improve students' financial literacy from an early age so that it can produce a young generation with good and quality capital market literacy. The capital market training at SMA Budi Utama, Yogyakarta, is a form of community service activity from the Faculty of Business, UKDW (Duta Wacana Christian University), to improve the financial literacy of SMA Budi Utama students, Yogyakarta. This capital market training was attended by 20 11th grade students. This capital market training was conducted in three stages: the delivery of capital market material, practice or simulation using Virtual IDX Trading, and evaluation of the training implementation to measure the training's success in improving students' capital market literacy. The evaluation results using Google Forms showed that after students received training and simulation using IDX Virtual Trading, the number of students who understood how to invest in stocks on the Indonesia Stock Exchange increased by 25% to 75%. As many as 90% of students were also interested in investing in the capital market, and 80% of students wanted to invest in the capital market. 
PEMBERDAYAAN REMAJA PUTRI MELALUI EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI DAN PENCEGAHAN KANKER SERVIKS DI SMP X KOTA SURAKARTA Yuli Kusumawati; Salsabila Alif Faiza; Ilma Khoirunnisa; Siti Zulaekah; Anindya Wahyu Utami
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.37725

Abstract

Abstrak: Kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada perempuan, yang sebagian besar dapat dicegah melalui edukasi dan deteksi dini. Pemberdayaan masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai kesehatan reproduksi dan pencegahan kanker serviks melalui kegiatan edukasi di SMP Muhammadiyah 8 Kota Surakarta. Metode yang digunakan adalah edukasi kesehatan menggunakan media power point dan apron serta disampaikan dengan metode ceramah interaktif, serta menggunakan kuesioner pre-test dan post-test pada peserta untuk menganalisis keberhasilan edukasi kesehatan yang telah dilakukan. Sebanyak 63 peserta mengikuti kegiatan ini. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah intervensi, ditandai dengan peningkatan jumlah peserta berkategori pengetahuan baik dari 37 orang pada pre-test menjadi 48 orang pada post-test, serta penurunan kategori pengetahuan kurang dari 26 menjadi 15 orang. Edukasi kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja putri mengenai kanker serviks dan kesadaran untuk menjaga kebersihan alat reproduksi wanita. Kegiatan ini direkomendasikan sebagai upaya promotif dan preventif kesehatan reproduksi remaja. Abstract: Cervical cancer is a major cause of morbidity and mortality in women, most of which can be prevented through education and early detection. This community empowerment program aims to increase adolescent girls' knowledge about reproductive health and cervical cancer prevention through educational activities at SMP Muhammadiyah 8 Surakarta City. The method used was health education using PowerPoint media and aprons and delivered through an interactive lecture method, as well as using pre-test and post-test questionnaires on junior high school students to analyze the success of the health education that had been carried out. A total of 63 participants participated in this activity. The results showed a significant increase in knowledge after the intervention, marked by an increase in the number of female students with good knowledge from 37 in the pre-test to 48 in the post-test, and a decrease in the category of poor knowledge from 26 to 15. Health education has been proven effective in increasing adolescent girls' understanding of cervical cancer and awareness of maintaining female reproductive hygiene. This activity is recommended as a promotional and preventive effort for adolescent reproductive health.
PEMBERDAYAAN IBU BALITA DALAM POLA ASUH PEMBERIAN MP-ASI DAN STIMULASI TUMBUH KEMBANG ANAK BALITA Susilo Damarini; Ade Zayu Cempaka Sari; Dwie Yunita Baska
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.38081

Abstract

Abstrak: Status gizi balita Indonesia dalam katagori penurunan berat badan dan berat badan kurang meningkat di tahun 2022 dibandingkan tahun 2021. Usia balita merupakan periode paling kritis dalam menentukan kualitas hidup di masa yang akan datang. Kegiatan ini bertujuan agar terwujudnya kemampuan ibu balita dalam memberikan kebutuhan nutrisi, MP-ASI, dan stimulasi anak sesuai Usia. Metode yang dilakukan yaitu denganemberian materi dan demontrasi tentang pola asuh pemberian MP ASI dan stimulasi pertumbuhan perkembangan anak sesuai umur dengan peserta 10 orang kader dan 50 orang ibu balita pada bulan September tahun 2025. Pengukuran pengetahuan melalui pretest dan posttes, kemudian dianalisis sehingga didapatkan hasil terdapat peningkatan pengetahuan dan perilaku baik bagi kader maupun ibu balita. Rata-rata pengetahuan kader meningkat dari 13,01 menjadi 14,2. Begitupula dengan rata-rata perilaku kader meningkat dari 13,6 menjadi 14,7. Pada kelompok Ibu balita juga terjadi peningkatan rata-rata pengetahuan dari 12,14 meningkat menjadi 13,38. Rata-rata perilaku ibu balita meningkat dari 12,6 menjadi 14,14. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan bermakna skor pengetahuan dan perilaku pada responden sebelum dan sesudah dilakukan edukasi dan intervensi oleh tim pelaksana kegiatan pengabdian.Abstract: The nutritional status of Indonesian children under five, particularly in the categories of wasting and underweight, increased in 2022 compared to 2021. Early childhood is the most critical period in determining future quality of life. This activity aimed to improve the ability of mothers of under-five children to provide adequate nutrition, complementary feeding (MP-ASI), and age-appropriate child stimulation. The intervention was carried out through educational sessions and demonstrations on caregiving practices and stimulation of child growth and development for 10 health cadres and 50 mothers of under-five children in September 2025. Knowledge and caregiving behaviors were measured using pre-test and post-test assessments. The results showed improvements in both knowledge and positive caregiving behaviors among cadres and mothers. The average knowledge score of cadres increased from 13.01 to 14.20, and their behavior score increased from 13.60 to 14.70. Among mothers, the average knowledge score increased from 12.14 to 13.38, and their behavior score increased from 12.60 to 14.14. These findings indicate significant improvements in knowledge and caregiving behaviors following the educational intervention conducted by the community service team.
PENINGKATAN LITERASI GIZI ANAK SEKOLAH MELALUI EDUKASI ISI PIRINGKU DENGAN MEDIA PUZZLE Darmayanti Wulandatika; Siti Fatimah; Siti Maria Ulfa; Nelly Mariati; Bardiati Ulfah; Yaolanda Rizqi Agustina; Ramadhana Alya Nuur Afifah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.37633

Abstract

Abstrak: Karena berdampak pada kualitas sumber daya manusia jangka panjang dan kondisi kesehatan, masalah gizi di kalangan siswa sekolah dasar terus menjadi perhatian utama. Berdasarkan konsep Isi Piringku, rendahnya literasi gizi menyebabkan keterbatasan pemahaman anak terhadap komposisi makanan seimbang. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan gizi siswa sekolah dasar melalui pengajaran Isi Piringku menggunakan media puzzle. Kegiatan dilaksanakan bekerja sama dengan Puskesmas Sungai Jingah dan melibatkan 3 tenaga kesehatan yang terdiri dari 2 bidan dan 1 kader kesehatan sebagai mitra pendukung. Sasaran utama kegiatan adalah 16 siswa kelas VI sekolah dasar yang mengikuti edukasi gizi secara interaktif. Evaluasi dilakukan menggunakan tes pra dan pasca. Hasil menunjukkan peningkatan persentase peserta dengan pengetahuan gizi baik dari 0% menjadi 25% serta penurunan pengetahuan kurang menjadi 19%. Selain itu, kemampuan siswa dalam merencanakan makanan seimbang menggunakan puzzle Isi Piringku juga meningkat. Media puzzle terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman gizi seimbang pada anak sekolah dasar.Abstract: Since they have an impact on long-term human resource quality and health condition, nutritional issues among elementary school students continue to be a major concern. Based on the My Plate concept, low nutrition literacy limits children’s understanding of balanced meal composition. This community service program aimed to improve elementary school students’ nutrition knowledge through My Plate education using puzzle media. The activity was conducted in collaboration with Sungai Jingah Public Health Center and involved 3 health workers, consisting of 2 midwives and 1 health cadre, as supporting partners. The primary target was 16 sixth-grade elementary school students who participated in interactive nutrition education. Evaluation was carried out using pre- and post-tests. The results showed an increase in participants with good nutrition knowledge from 0% to 25%, while those with poor knowledge decreased to 19%. In addition, students demonstrated improved ability to plan balanced meals using the My Plate puzzle. Puzzle-based nutrition education was effective in enhancing children’s understanding of balanced nutrition.
IMPLEMENTASI PROGRAM MARVEL SEBAGAI STRATEGI PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT BERBASIS PARTICIPATORY LEARNING Putri Nurul Faizah; Muhammaad Maulana Syafril; Aenur Rizqi Awaliyah; Nada Salsa Sabila Rizqi; Hana Indriana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.38037

Abstract

Abstrak: Permasalahan pada masyarakat sasaran adalah pengelolaan sampah organik rumah tangga yang belum optimal serta keterbatasan akses ekonomi, meskipun terdapat potensi peternakan dan pemanfaatan lahan sempit. Program MARVEL bertujuan mengembangkan model pemberdayaan terpadu berbasis pengelolaan sampah produktif dan penguatan ketahanan pangan rumah tangga. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui observasi, penyuluhan, diskusi kelompok terarah, praktik langsung, dan pendampingan teknis kepada 11 peserta aktif sebagai mitra kegiatan. Evaluasi dilakukan secara formatif menggunakan pre-test dan post-test yang mengukur aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Hasil menunjukkan peningkatan pada budidaya maggot dan vertical garden. Program juga berkontribusi pada pengurangan ±1 kg sampah organik per rumah tangga per hari dan membuka peluang pendapatan alternatif berbasis ekonomi sirkular.Abstract: The target community faces challenges in managing household organic waste effectively, along with limited economic access, despite having potential in small-scale livestock activities and limited land utilization. The MARVEL Program aims to develop an integrated empowerment model based on productive waste management and the strengthening of household food security. The program applied a participatory approach through observation, educational sessions, focus group discussions, hands-on practice, and technical assistance involving 11 active participants as community partners. Formative evaluation was conducted using pre-test and post-test assessments measuring knowledge, attitudes, and skills. The results indicate improvements in maggot cultivation and vertical gardening practices. The program also contributed to reducing approximately 1 kg of household organic waste per day and created alternative income opportunities based on circular economy principles.
UPAYA PENINGKATAN PROGRAM GERAKAN ANTI KENAKALAN REMAJA DALAM MEMBANGUN GENERASI REMAJA BERKARAKTER BELA NEGARA Rosalia Dika Agustanti; Nazwa Salsabila Zahratu; Angelica Nathaniella
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.38247

Abstract

Abstrak: Kenakalan remaja merupakan permasalahan yang berpotensi menghambat pembentukan karakter generasi muda, khususnya di lingkungan sekolah menengah pertama. Salah satu upaya strategis untuk mencegah perilaku menyimpang adalah melalui penanaman nilai bela negara sejak dini. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan sikap siswa terhadap nilai bela negara sebagai dasar pencegahan kenakalan remaja. Kegiatan dilaksanakan pada siswa SMP Arroyan dengan jumlah peserta sebanyak 120 orang. Metode pelaksanaan meliputi edukasi, diskusi interaktif, dan pembiasaan perilaku positif yang disesuaikan dengan karakteristik usia siswa. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test dengan indikator pemahaman bela negara, kepatuhan terhadap aturan, perilaku positif, serta pemahaman tentang kenakalan remaja. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa yang signifikan, dari rata-rata 60% sebelum kegiatan menjadi 89% setelah kegiatan, atau meningkat sekitar 29%. Temuan ini menunjukkan bahwa program gerakan anti kenakalan remaja berbasis nilai bela negara efektif dalam meningkatkan pemahaman dan membentuk sikap positif siswa. Oleh karena itu, program serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pembinaan karakter di tingkat sekolah menengah pertama.Abstract: Juvenile delinquency is a problem that has the potential to hinder the character development of the younger generation, particularly in junior high schools. One strategy to prevent deviant behavior is through instilling the values of national defense from an early age. This activity aims to improve students' understanding and attitudes towards national defense values as a basis for preventing juvenile delinquency. The activity was carried out with 120 students from Arroyan Junior High School. The implementation method included education, interactive discussions, and positive behavioral habits tailored to the students' age characteristics. Evaluation was conducted through pre- and post-tests with indicators of understanding of national defense, compliance with regulations, positive behavior, and understanding of juvenile delinquency. The evaluation results showed a significant increase in student understanding, from an average of 60% before the activity to 89% after the activity, an increase of approximately 29%. These findings indicate that the anti-juvenile delinquency movement program based on national defense values is effective in improving students' understanding and shaping positive attitudes. Therefore, similar programs need to be implemented continuously as part of character training at the junior high school level.
PENINGKATAN KAPASITAS MITIGASI BENCANA KEBAKARAN KOMUNITAS MELALUI SOSIALISASI, EDUKASI DAN PELATIHAN PRAKTIS PENGGUNAAN APAR Mades Darul Khairansyah; Wibowo Arninputranto; Moch. Luqman Ashari; Arief Subekti; Imam Mahfudzi; Aulia Nadia Rachmat
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.38003

Abstract

Abstrak: Indonesia merupakan negara dengan tingkat kerentanan bencana tinggi, di mana kebakaran hutan, lahan, dan permukiman sering terjadi, diperparah oleh tata letak permukiman yang tidak terencana di banyak wilayah. Kurangnya kesiapsiagaan masyarakat menjadi faktor yang memperbesar dampak kerugian. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan bersama Mahasiswa Program Studi D4 Teknik Keselamatan dan Kesetan Kerja Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas komunitas dalam mitigasi bencana kebakaran melalui pendekatan holistik yang mencakup sosialisasi, edukasi dan pelatihan praktis yang didukung oleh Pemerintah Desa Mojorejo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto. Fokus utama adalah pada peningkatan kesadaran masyarakat tentang pencegahan kebakaran, serta pembekalan keterampilan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan untuk respons awal yang efektif. Hasil evaluasi melalui instrumen pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pada 95% peserta. Selain itu, kegiatan ini dinilai terlaksana dengan sangat baik, di mana 73,3% responden menyatakan sangat setuju dan 26,7% menyatakan setuju terhadap kualitas penyelenggaraan program. Efektivitas program ini membuktikan bahwa sinergi berbagai pihak menjadi kunci dalam mewujudkan lingkungan yang aman serta memiliki ketahanan tinggi terhadap risiko kebakaran.Abstract: Indonesia is a country with high disaster vulnerability, where forest, land, and residential fires frequently occur, exacerbated by unplanned residential layouts in many regions. A lack of community preparedness remains a factor that amplifies the impact of losses. This community service activity, conducted in collaboration with the Student of the Occupational Health and Safety Engineering Study Program at the Shipbuilding Institute of Polytechnic Surabaya, aims to enhance community capacity in fire disaster mitigation. The program employs a holistic approach encompassing socialization, education, and practical training, supported by the Mojorejo Village Government, Gondang District, Mojokerto Regency. The primary focus is on increasing public awareness of fire prevention and providing technical skills in using Fire Extinguishers for effective initial response. Evaluation results using pre-test and post-test instruments indicated a 95% increase in participants' understanding. Furthermore, the program was highly well-received, with 73.3% of respondents strongly agreeing and 26.7% agreeing that the community service activity was well-implemented. The effectiveness of this program underscores that multi-stakeholder synergy is key to creating a safe environment with high resilience against fire risks.
SUPPORTIVE-EDUCATIVE DALAM UPAYA MENINGKATKAN PENGETAHUAN KADER KESEHATAN TENTANG HIPERTENSI DI SEMARANG Siti Nur Qomariah; Iswati Iswati; Rina Budi Kristiani; Warsini Warsini; Budi Kristanto; Diyono Diyono
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.37432

Abstract

Abstrak: Jumlah penyakit kronis di Indonesia meningkat setiap tahun, dengan hipertensi menduduki peringkat tertinggi di Kelurahan Plombokan Semarang. Kader kesehatan memainkan peran penting dalam masyarakat karena mereka membantu tenaga kesehatan dalam preventif dan promotif. Tujuan pengabdian untuk meningkatkan kapasitas kader kesehatan tentang pengetahuan hipertensi dan supportive educative. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan selama 2 bulan lebih dengan mitra kader kesehatan Plombokan Semarang sejumlah 30 orang. Metode kegiatan dengan penyuluhan peran kader yang supportive educative dan materi hipertensi. Evaluasi kegiatan pengabdian dengan pre dan post tes. Hasil kegiatan didapatkan peningkatan signifikan pengetahuan. Sebelum pengabdian sebagian besar kader memiliki pengetahuan hipertensi cukup sebanyak 22 orang (73,3%), setelah pengabdian sebagian besar memiliki pengetahuan hipertensi baik sebanyak 18 orang (60%). Pengetahuan kader supportive dan educative meningkat dari pengetahuan baik 18 orang (63,3%) menjadi pengetahuan baik 30 orang (100%). Peran kader kesehatan semakin optimal dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.Abstract: The number of chronic diseases in Indonesia is increasing every year, with hypertension ranking highest in Plombokan Village, Semarang. Health cadres play an important role in the community because they assist health workers in preventive and promotive activities. The purpose of this community service program is to increase the capacity of health cadres in terms of hypertension knowledge and supportive education. The community service activities were carried out for more than 2 months with 30 health cadres from Plombokan Village, Semarang, as partners. The activity method involved counseling on the supportive and educational role of cadres and hypertension materials. The community service activity was evaluated with pre- and post-tests. The results of the activity showed a significant increase in knowledge. Before the community service, most of the cadres had sufficient knowledge of hypertension, namely 22 people (73.3%). After the community service, most of them had good knowledge of hypertension, namely 18 people (60%). The knowledge of supportive and educational cadres increased from good knowledge in 18 people (63.3%) to good knowledge in 30 people (100%). The role of health cadres has become more optimal in improving the quality of life of the community.
PEMBERDAYAAN PSIKOSOSIAL ABH MELALUI PROGRAM METAMORFOSA UNTUK PENINGKATAN PERILAKU POSITIF, PENGUATAN MORAL DAN KETERAMPILAN DIRI Sri Nugroho Jati; Tulus Winarsunu; Diah Karmiyati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.37777

Abstract

Abstrak: Fenomena permasalahan pelanggaran remaja ditunjukkan adanya trend peningkatan data kasus pelanggaran. Data nasional menunjukkan tren kenaikan kasus ABH dari 1.389 (2020) menjadi 1.625 (2024). Anak Berhadapan dengan Hukum di LPKA menunjukkan motivasi melakukan pelanggaran 80-95% adalah pengendalian diri yang rendah, pertemanan yang salah dan perilaku impulsive. Tujuan Program ini adalah meningkatkan perilaku positif, penguatan moral, dan keterampilan diri melalui program metamorfosa. Metode pelaksanaan mencakup pemberian psikoedukasi pengetahuan berpikir positif, moral dan karakter, jurnaling refleksi diri, dan workshop soft skill ecoprint tote bag. Mitra kegiatan adalah LPKA Kelas II Sungai Raya dengan melibatkan 30 remaja binaan usia 14-18 tahun, kegiatan dilaksanakan tanggal 29-30 Desember 2025. Evaluasi kegiatan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan serta keterampilan diri. Hasil dicapai menunjukkan peningkatan skor dari pre-test kenaikan 4,8% secara keseluruhan. Skor tertinggi pada resiliensi kegagalan dan kepuasan skill baru. Program pemberdayaan ini memberikan keterampilan baru bagi remaja binaan sehingga berpotensi untuk mengurangi residivisme.Abstract: The phenomenon of juvenile delinquency is evident in the increasing trend of delinquency cases. National data shows an upward trend in juvenile delinquency cases from 1,389 (2020) to 1,625 (2024). Children in conflict with the law in LPKA (Youth Correctional Institutions) show that 80-95% of the motivation for committing crimes is low self-control, bad friends, and impulsive behavior. The objective of this program is to enhance positive behavior, moral reinforcement, and self-skills through a metamorphosis program. The implementation methods include psychoeducation on positive thinking, morals and character, self-reflection journaling, and soft skills workshops on ecoprint tote bags. The activity partner is the Sungai Raya Class II LPKA, involving 30 youths aged 14-18 years old. The activity will be held on December 29-30, 2025. The activity was evaluated using pre-tests and post-tests to measure improvements in knowledge and self-skills. The results showed an overall increase of 4.8% in scores from the pre-test. The highest scores were in resilience to failure and satisfaction with new skills. This empowerment program provides new skills to the youth under supervision, thereby potentially reducing recidivism.