cover
Contact Name
Mahsup
Contact Email
paedagoria.ummat@gmail.com
Phone
+6281805211294
Journal Mail Official
paedagoria.ummat@gmail.com
Editorial Address
Universitas Muhammadiyah Mataram Jln. KH. Ahmad Dahlan, No. 1, Pagesangan, Kota Mataram, 83127, Indonesia
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan
Core Subject : Education,
Theoretical studies, research and development of teaching materials, activities, models or learning media in the field of education include mathematics and natural sciences (physics, chemistry, biology, science, ICT, and its applications); (2) social science, history, geography, culture and economy; (3) language and literature, and (4) basic education; Research actions to increase motivation, activities, interests or learning outcomes in solving learning problems; Development or design of creativity, innovation, and technology based on software, online or e-learning; Development of curriculum, management, programs, and other education policies.
Articles 448 Documents
IMPLEMENTATION OF THE PANCASILA STUDENT PROFILE STRENGTHENING PROJECT (P5) ON THE THEME OF SUSTAINABLE LIFESTYLE THROUGH ECOBRICKS FOR ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS Ariyanti, Fanny Putri; Maruti, Endang Sri; Rulviana, Vivi
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 16, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v16i2.29654

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk.menggambarkan pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Subjek,penelitian terdiri dari guru kelas 4 dan siswa kelas 4 SDN Ringinagung, Magetan. Teknik pengumpulan.data yang digunakan meliputi wawancara, angket, dan dokumentasi. Instrumen penelitian berupa pedoman wawancara, lembar angket, dan lembar dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model Miles and Huberman, yang meliputi tahap pengumpulan.data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi proyek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) dengan tema gaya hidup berkelanjutan melalui ecobrik pada siswa kelas 4 SD melibatkan tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Guru menggunakan modul atau RPP yang disesuaikan dengan tema gaya hidup berkelanjutan dan menganalisis kebutuhan siswa. Tema ini mengajarkan pengelolaan sampah plastik, dengan memanfaatkan sampah plastik yang dapat diubah menjadi ecobrik sebagai produk.Abstract: This research aims to describe the implementation of the project of strengthening the profile of Pancasila students (P5). This research uses descriptive qualitative methods. The research subjects consisted of grade 4 teachers and grade 4 students at SDN Ringinagung, Magetan. Data collection techniques used include interviews, questionnaires and documentation. The research instruments are in the form of interview guides, questionnaire sheets, and documentation sheets. Data analysis was carried out using the Miles and Huberman model, which includes the stages of data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the research show that the implementation of the project to strengthen the profile of Pancasila students (P5) on the theme of sustainable lifestyles through ecobricks for grade 4 students at SDN Ringinagung is very good for directly understanding concepts such as waste management, skills, problem solving, and developing student character. which is contained in strengthening the profile of Pancasila students. On the theme of a sustainable lifestyle, it teaches students how to manage plastic waste. By using plastic waste, it can be used as eco-brik which will be made into a product.
PEACE FROM COLLEGE: CONFLICT RESOLUTION TEXTBOOK DEVELOPMENT IN GUIDANCE AND COUNSELING Purwoko, Budi; Sujarwanto, Sujarwanto; Ghozali, Muhammad Afifuddin; Nurismawan, Ach. Sudrajad
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 16, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v16i2.29511

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat buku ajar resolusi konflik bagi mahasiswa bimbingan dan konseling yang memenuhi aspek akseptabilitas. Melalui model penelitian dan pengembangan 4-D (Define, Design, Develop, Disseminate) hingga pada tahap develop, didapatkan bahwa berdasarkan penilaian ahli, calon pengguna, dan nilai uji N-Gain yang melebihi ambang batas 0,7 maka produk buku ajar resolusi konflik dalam bimbingan dan konseling dapat dikategorikan telah memenuhi akseptabilitas sehingga nantinya bisa diaplikasikan pada perkuliahan serta diadopsikan menjadi bahan ajar berbasis Outcome-Based Education (OBE) mengikuti kurikulum yang diterapkan di Universitas Negeri Surabaya. Di samping itu juga, buku ini dapat diadaptasi ke dalam bentuk flipbook serta dipadukan pada materi di Learning Management System (LMS) kampus agar semakin mudah diakses oleh banyak pihak.Abstract:  This study aims to produce a conflict resolution textbook for guidance and counseling students that meets the acceptability aspect. Through the 4-D research and development model (Define, Design, Develop, Disseminate) to the develop stage, it was found that based on expert assessments, prospective users, and N-Gain test values that exceeded the threshold of 0.7, the conflict resolution textbook product in guidance and counseling can be categorized as having met acceptability so that it can later be applied to lectures and adopted as teaching materials based on Outcome-Based Education (OBE) following the curriculum implemented at Surabaya State University. In addition, this book can be adapted into a flipbook and integrated into the material on the campus Learning Management System (LMS) to make it more accessible to many parties.
COMMUNITY-BASED MADRASAH MANAGEMENT: THE INTEGRATION OF COMMUNITY SERVICES IN ISLAMIC EDUCATIONAL INSTITUTION Rofiki, Moh.; Rohmah, Nadiatur
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 16, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v16i2.28179

Abstract

Abstrak: Penelitian ini menganalisis implementasi manajemen madrasah berbasis masyarakat sebagai strategi untuk mengintegrasikan peran pendidikan dan pelayanan sosial serta faktor pendukung dan penghambat di Madrasah Tsanawiyah Al Hamidi. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, penelitian ini mengeksplorasi keterlibatan masyarakat di seluruh tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program madrasah. Temuan menunjukkan bahwa implementasi manajemen berbasis komunitas dapat meningkatkan kualitas pendidikan, akuntabilitas, serta menumbuhkan rasa kepemilikan bersama. Faktor-faktor pendukung keberhasilan seperti komunikasi yang efektif, keterlibatan aktif para tokoh masyarakat, dan transparansi keuangan memainkan peran penting dalam keberhasilan ini. Selain itu, tidak tersedianya figur pemimpin yang inspiratif, kesenjangan komunikasi antara madrasah, serta terbatasnya sarana dan prasarana merupakan factor penghambat. Penelitian ini berkontribusi pada literatur yang ada dengan mengusulkan kerangka kerja sistematis untuk manajemen madrasah berbasis masyarakat yang menekankan pada penyediaan layanan yang berkelanjutan dan sesuai dengan konteks pendidikan Islam di Indonesia.Abstract: This study analyzes the implementation of community-based madrasah management as a strategy to integrate the roles of education and social services as well as the supporting and inhibiting factors at Madrasah Tsanawiyah Al Hamidi. Using a qualitative approach with a case study design, this research explores community involvement throughout the planning, implementation, and evaluation stages of the madrasah program. The findings show that the implementation of community-based management can improve education quality, foster accountability, and foster a sense of shared ownership. Success factors such as effective communication, active involvement of community leaders, and financial transparency play an important role in this success. However, the unavailability of inspirational leaders, communication gaps between madrasas, and limited facilities and infrastructure are inhibiting factors. This research contributes to the existing literature by proposing a systematic framework for community-based madrasah management that emphasizes sustainable service delivery and is appropriate to the context of Islamic education in Indonesia.
THE EFFECTIVENESS OF DIFFERENTIATED LEARNING IN MULTIMEDIA-BASED PANCASILA EDUCATION: A QUALITATIVE STUDY ON TEACHERS OF MUHAMMADIYAH 10 SURABAYA HIGH SCHOOL Widyatama, Pandu Rudy; Muhajir, Muhajir; Huda, Nuril
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 16, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pendidikan Pancasila memegang peran penting dalam membentuk karakter dan nilai kebangsaan siswa, namun implementasinya masih menghadapi tantangan metode konvensional seperti ceramah satu arah yang kurang melibatkan partisipasi aktif. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengalaman guru dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi berbasis multimedia di SMA Muhammadiyah 10 Surabaya, serta tantangan dan strategi penyelesaiannya. Metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus digunakan, melibatkan wawancara, observasi, dan analisis dokumen terhadap kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, dan siswa. Hasil menunjukkan guru merancang modul ajar berbasis multimedia (presentasi PowerPoint, video) sesuai gaya belajar siswa, diintegrasikan dengan diferensiasi konten, proses, dan produk. Multimedia terbukti meningkatkan keterlibatan siswa, sejalan dengan teori Mayer (kognitif multimedia) dan Tomlinson (diferensiasi). Namun, tantangan utama berupa keterbatasan fasilitas (proyektor, internet tidak stabil) dan kompetensi guru beradaptasi teknologi menjadi penghambat. Penerapan pembelajaran berdiferensiasi berbasis multimedia guru Pendidikan Pancasila di SMA Muhammadiyah 10 Surabaya telah disusun secara terstruktur, mengakomodasi berbagai gaya belajar siswa melalui penggunaan multimedia. Pembelajaran ini tidak hanya efektif dan sesuai kurikulum merdeka serta kebijakan pemerintah, tetapi juga mendapat respons positif siswa karena mampu meningkatkan keterlibatan, motivasi serta mendorong kreativitas dan berpikir kritis walaupun masih menghadapi tantangan teknis.Abstract: Pancasila education plays an important role in shaping students' character and national values, but its implementation still faces challenges from conventional methods such as one-way teachers that do not involve active participation. This study aims to explore the teachers' experience in implementing multimedia-based differentiated learning at SMA Muhammadiyah 10 Surabaya, as well as the challenges and strategies to solve them. A descriptive qualitative method with a case study approach was used, involving interviews, observations, and document analysis of principals, vice principals, teachers, and students. The results show that teachers design multimedia-based teaching modules (PowerPoint presentations, videos) according to students' learning styles, integrated with content differentiation, processes, and products. Multimedia has been shown to increase student engagement, in line with Mayer's theories (multimedia cognition) and Tomlinson (differentiation). However, the main challenges in the form of limited facilities (projectors, unstable internet) and teachers' competence in technology adaptation are obstacles. The application of multimedia-based differentiated learning for Pancasila Education teachers at SMA Muhammadiyah 10 Surabaya has been structured to accommodate various learning styles of students using multimedia. This learning is not only effective and in accordance with the independent curriculum and government policies but also receives a positive response from students because it is able to increase involvement, motivation and encourage creativity and critical thinking even though they still face technical challenges.
INDEPENDENT CURRICULUM IMPLEMENTATION IN INDONESIA: STRATEGIES, CHALLENGES, AND LESSONS LEARNED Musa, Safuri; Nurhayati, Sri
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 16, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v16i2.28969

Abstract

Abstrak: Kurikulum Merdeka, inisiatif pendidikan transformatif di Indonesia, bertujuan untuk mengatasi kesenjangan pendidikan di wilayah perkotaan, pedesaan, dan 3T (tertinggal, terdepan, terluar).   Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki secara sistematis strategi yang digunakan dalam penerapan kurikulum Independen dan hasilnya di seluruh wilayah perkotaan, pedesaan, dan perbatasan. Melalui pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, penelitian ini mengumpulkan data melalui observasi, studi dokumen dan wawancara dengan pendidik dan pemangku kepentingan dari berbagai latar belakang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa OJL adalah strategi paling efektif, meningkatkan kompetensi guru dan keterampilan mengajar praktis. Integrasi Teknologi meningkatkan keterlibatan siswa di perkotaan, tetapi terkendala infrastruktur di wilayah terpencil. Keterlibatan Komunitas memastikan relevansi kurikulum dan membangun kepercayaan lokal, terutama di wilayah 3T. Adaptasi Geografis mengatasi tantangan logistik dengan menyesuaikan kurikulum untuk kebutuhan regional, sedangkan Integrasi Kebijakan menyelaraskan prioritas nasional dengan implementasi lokal meskipun menghadapi kendala birokrasi. Temuan ini menekankan perlunya kombinasi solusi sistemik yang skalabel dengan adaptasi lokal untuk mencapai hasil pendidikan yang adil dan berkelanjutan. Kurikulum Merdeka menawarkan model reformasi pendidikan yang dapat direplikasi secara global, menunjukkan bagaimana strategi yang terfokus dapat mengurangi kesenjangan dan meningkatkan hasil pembelajaran. Abstract:  The Independent Curriculum, a transformative educational initiative in Indonesia, aims to address educational disparities across urban, rural, and frontier regions.   This study aims to systematically investigate the strategies employed in the implementation of Independent curriculum and their outcomes across urban, rural, and frontiers regions. Using a qualitative approach and case study methods, the research collected data through observations, document analysis, and interviews with educators and stakeholders from diverse backgrounds. The findings reveal that OJL is the most effective strategy, enhancing teacher competence and practical teaching skills. Technology Integration increased student engagement in urban areas but faced infrastructural limitations in remote regions. Community Engagement ensured curriculum relevance and built local trust, particularly in frontier areas. Geographic Adaptations addressed logistical challenges by tailoring the curriculum to regional needs, while Policy Integration aligned national priorities with local implementation despite bureaucratic obstacles. These findings highlight the need for a combination of scalable systemic solutions and localized adaptations to achieve equitable and sustainable educational outcomes. The Independent Curriculum offers a replicable model for global educational reform, demonstrating how targeted strategies can reduce disparities and improve learning outcomes.
IMPLEMENTATION OF GENERATE ARGUMENT MODEL INTEGRATED WITH LOCAL WISDOM OF BATIMUNG TRADITION ON STUDENTS' ARGUMENTATION SKILLS Nursilawati, Nursilawati; Erika, Farah; Usman, Usman
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 16, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v16i2.29697

Abstract

Abstrak: Pembelajaran berbasis argumentasi terintegrasi kearifan lokal dapat mendorong siswa menggunakan teori, data, dan fakta untuk mendukung klaim terkait kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model Generate Argument terintegrasi tradisi Batimung terhadap keterampilan argumentasi siswa pada materi Termokimia di MAN 1 Samarinda Plus Keterampilan dan Riset. Metode penelitian menggunakan quasi-experimental dengan desain non-equivalent control group design. Sampel melibatkan dua kelas XI, yaitu MIPA 1 dan MIPA 2, dengan teknik sampling jenuh. Instrumen penelitian mencakup pretest-posttest untuk nilai keterampilan argumentasi, lembar observasi aktivitas guru dan siswa, serta angket respon siswa. Hasil uji t menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, mengindikasikan pengaruh signifikan penerapan model ini terhadap keterampilan argumentasi siswa. Observasi aktivitas siswa berada dalam kategori sangat baik, dan rata-rata respon siswa terhadap pembelajaran mencapai 75,2% (kategori sangat baik). Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan model Generate Argument berbasis tradisi Batimung berpengaruh dalam meningkatkan keterampilan argumentasi siswa pada materi Termokimia.Abstract:  Argument-based learning integrated with local wisdom can encourage students to use theories, data, and facts to support claims related to everyday life. This study aims to determine the implementation of the Generate Argument model integrated with the Batimung tradition on students' argumentation skills on Thermochemistry material at MAN 1 Samarinda Plus Skills and Research. The research method used quasi-experimental with non-equivalent control group design. The sample involved two XI classes, namely MIPA 1 and MIPA 2, with a saturated sampling technique. The research instruments included pretest-posttest for argumentation skill scores, teacher and student activity observation sheets, and student response questionnaires. The t-test results showed a significance value of 0.000 <0.05, indicating a significant effect of applying this model on students' argumentation skills. Observations of student activity were in the very good category, and the average student response to learning reached 75.2% (very good category). These findings indicate that the application of the Generate Argument model based on the Batimung tradition has an effect in improving students' argumentation skills on Thermochemistry material.
SUPPORTING AND INHIBITING FACTORS FOR PRIMARY SCHOOL STUDENTS' LEARNING IN SUMBER SUB-DISTRICT PROBOLINGGO DISTRICT Asmawati, Pipit; Setyosari, Punaji; Anggrain, Ade Eka
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 16, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v16i2.28306

Abstract

Abstrak: Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan faktor faktor pendukung dan penghambat belajar siswa sekolah dasar di wilayah pedalamana. Jenis penelitian adalah kualitatif deskriptif, dengan metode studi kasus. Pengumpulan data berupa observasi, wawancara serta dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah Faktor- faktor utama yang ditemukan meliputi terbatasnya sarana dan prasarana, keterbatasan pendidik, serta dukungan lingkungan belajar yang kurang optimal. Secara keseluruhan, meskipun semua faktor tersebut mempengaruhi kualitas pendidikan, faktor sarana dan prasarana terbukti menjadi yang paling dominan. Tanpa adanya peningkatan fasilitas fisik, alat belajar, dan teknologi, sulit untuk mencapai pendidikan yang berkualitas.Abstract:  The research aims to describe the supporting and inhibiting factors for elementary school students' learning in rural areas. The type of research is descriptive qualitative, with a case study method. Data collection takes the form of observations, interviews and documentation. The results of this research are that the main factors found include limited facilities and infrastructure, limited educators, and less than optimal learning environment support. Overall, although all these factors influence the quality of education, facilities and infrastructure factors prove to be the most dominant. Without improvements in physical facilities, learning tools and technology, it is difficult to achieve quality education.
EXPLORATION OF THE DIGITAL LITERACY LEVEL OF NEW STUDENTS IN OPEN AND DISTANCE LEARNING Kharis, Selly Anastassia Amellia; Arisanty, Melisa; Permatasari, Sri Maulidia; Robiansyah, Anton; Sukatmi, Sri
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 16, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v16i2.29725

Abstract

Abstrak: Pembelajaran terbuka dan jarak jauh (PTJJ) semakin diminati oleh masyarakat Indonesia, sebagaimana ditunjukkan dari peningkatan jumlah mahasiswa pada perguruan tinggi terbuka dan jarak jauh dari tahun ke tahun. Salah satu aspek dalam PTJJ adalah penggunaan teknologi yang disebabkan tidak adanya batas ruang dan waktu dalam pembelajarannya. Mahasiswa baru yang memiliki perbedaan cara belajar dari tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh (online learning) memerlukan adaptasi dalam proses belajarnya. Apalagi PTJJ tidak membatasi usia pada mahasiswanya sehingga memerlukan analisis kebutuhan pelatihan dan program pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tingkat literasi digital mahasiswa baru dalam PTJJ. Berdasarkan penelitian terhadap 10.396 mahasiswa baru menunjukkan bahwa kemampuan literasi digital beragam. Skor literasi digital pada digital skill sebesar 68,22 yang termasuk klasifikasi tinggi. Skor literasi digital pada digital ethics sebesar 95,25 yang termasuk klasifikasi sangat tinggi. Skor literasi digital untuk digital safety sebesar 57,46 yang berada pada klasifikasi cukup. Skor untuk digital culture adalah 84,94 yang berada dalam klasifikasi sangat tinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa digital skill, digital culture dan digital ethics mahasiswa baru sudah baik namun perlu adanya peningkatan pada digital safety. Oleh karena itu, diperlukan penguatan literasi digital yang berfokus pada peningkatan kesadaran akan keamanan digital guna mendukung efektivitas PTJJ.Abstract:  Open and Distance Learning (ODL) has gained increasing popularity in Indonesia, as evidenced by the growing number of students enrolling in open and distance universities each year. Technology integration is a key aspect of ODL, enabling learning without spatial and temporal limitations. New students transitioning from face-to-face learning to distance learning (online learning) require adaptation in their learning process. ODL does not impose age restrictions on its students, necessitating an analysis of training needs and learning programs to support their academic success. This study aims to explore the level of digital literacy among new students in ODL. Based on an analysis of 10,396 new students, the findings indicate diverse levels of digital literacy. The digital skill score was 68.22, classified as high. The digital ethics score reached 95.25, categorized as very high. Meanwhile, digital safety obtained a score 57.46, categorized as moderate, and digital culture achieved a score of 84.94, classified as very high. These results suggest that while new students demonstrate strong digital skills, digital culture, and digital ethics, there remains a need for improvement in digital safery. Therefore, strengthening digital literacy with a focus on increasing awareness of digital safety is essential to enhance the effectiveness of ODL.
DESIGN OF ANIMATED LEARNING MEDIA KACAPI KAWIH TUTORIAL VIDEO FOR BEGINNERS Muqri, Al; Narawati, Tati; Budiman, Agus
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 16, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v16i2.29069

Abstract

Abstrak: Penelitian ini berfokus pada permasalahan kurangnya akses pembelajaran kacapi yang menjelaskan hal-hal dasar dalam bermain kacapi kawih seperti sintreuk dan toél. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis animasi video tutorial untuk pemula dalam memainkan kacapi kawih. Media ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian belajar, minat dalam melestarikan alat musik daerah, serta mengintegrasikan seni musik tradisional dengan teknologi untuk menjawab kebutuhan generasi saat ini. Penelitian ini menggunakan model pengembangan Borg & Gall yang dimodifikasi, dengan pendekatan Multimedia Development Life Cycle (MDLC). Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan lembar penilaian. Penelitian dilakukan dalam enam tahap: pengumpulan informasi, perancangan, pengembangan bentuk awal produk, pembuatan, pengujian, dan distribusi. Media pembelajaran yang dikembangkan berupa video tutorial berbasis animasi, memvisualisasikan teknik dasar sintreuk dan toél dengan jelas. Uji coba pada mahasiswa menunjukkan bahwa secara umum materi yang disajikan memiliki kualitas dalam kategori baik. Hasil evaluasi terhadap media pembelajaran menunjukkan nilai pada Desain visual: 70.84, Animasi: 70.84, Pemilihan warna, font, dan tata letak: 79.17, Visualisasi alat musik atau objek lain: 75.00, Materi ajar: 87.50, Penyajian materi: 83.33, Instruksi pada media: 75.00, Fitur pengulangan: 79.17, Akses video tutorial: 83.33, Ukuran file video tutorial: 79.17, Fleksibilitas video tutorial: 87.50, dengan rata-rata keseluruhan mendapat nilai 79.17.  Secara keseluruhan, media pembelajaran ini memiliki kualitas yang baik, namun masih terdapat saran perbaikan seperti penambahan notasi pada body kacapi yang disesuaikan dengan perubahan warna pada senar dan partitur yang bisa diunduh.Abstract: This research focuses on the problem of the lack of access to kacapi learning that explains the basic things in playing kacapi kawih such as sintreuk and toél. This research aims to develop learning media based on video tutorial animation for beginners in playing kacapi kawih. This media is expected to increase learning independence, interest in preserving regional musical instruments, and integrate traditional music with technology to answer the needs of today's generation. This research uses a modified Borg & Gall development model, with a Multimedia Development Life Cycle (MDLC) approach. Data is collected through interviews, observations, and assessment sheets. The research was conducted in six stages: Information Collecting, Design, Develop Preliminary Form of Product, Assembly, Testing, Distribution. The learning media developed is an animation-based video tutorial, visualizing the basic techniques of sintreuk and toél clearly. Student trials showed that in general the material presented had good quality. The results of evaluation the learning media show the value of visual design: 70.84, Animation: 70.84, Color, font, and layout selection: 79.17, Visualization of musical instruments or other: 75.00, Teaching materials: 87.50, Presentation of material: 83.33, Instructions on the media: 75.00, Feature Repetition: 79.17, Access to video tutorials: 83.33, Video tutorial file: 79.17, Flexibility of video tutorials: 87.50, with an overall average score of 79.17.  Overall, this learning media has good quality, but still there are suggestions for improvement such as the addition of notation on the body of the kacapi that is adjusted to the color changes in the strings and scores downloadable.
NON-LINEAR PROFESSIONS IN EDUCATIONAL INSTITUTIONS: AN ANALYSIS OF LEADERSHIP STYLE PERSPECTIVES AND PRINCIPALS' RESPONSES IN LOMBOK Syaharuddin, Syaharuddin; Fitriani, Mohamad Iwan; Mashwani, Hazrat Usman
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 16, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v16i2.27963

Abstract

Abstract:  The modern technology-based era has led to the emergence of non-linear professions in education, especially principals and teachers. Therefore, the purpose of this study is to analyze in depth about the evolution of non-linear professions that affect the role of leadership in educational institutions, as well as knowing the principal's response to non-linear professions in educational institutions. This research uses qualitative with a library research approach and descriptive qualitative. The data taken at the library research stage is limited to articles published in the last 10 years. Furthermore, we distributed questionnaires to school principals to find out the responses, obstacles, and solutions they apply to non-linear professions in their respective institutions. The results showed that effective leadership to overcome non-linear professions are transformational leadership, adaptive leadership, visionary leadership, and liquid leadership. The response results of 61 principals stated that 80% of principals stated that the existence of non-linear teachers contributed positively to the achievement of educational goals and 77.74% of non-linear teachers needed moral support and more intensive supervision. Furthermore, the limitations of non-linear teachers' professionalism can be overcome by improving hard and soft skills through study group activities, short courses, and regular supervision and evaluation.