cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
telaah.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1, Pagesangan, Kota Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Telaah
ISSN : 24772429     EISSN : 26206226     DOI : 10.31764
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmiah Telaah adalah wadah publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Mataram. Artikel/karya tulis yang dimuat dalam jurnal ini adalah karya tulis hasil penelitian dan hasil pemikiran (telaah kritis) mengenai pendidikan, bahasa, serta sastra indonesia. Kontributor yang dapat mempublikasikan tulisanya pada jurnal ini adalah para akademisi (dosen dan guru), praktisi, dan pemerhati dibidang pendidikan, bahasa, dan sastra Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 258 Documents
EFEKTIFITAS MODEL PEMBELAJARAN PBL (PROBLEM BASED LEARNING) TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS CERPEN SISWA KELAS IV SDN 2 PRINGGAJURANG LOMBOK TIMUR Bilal, Arpan Islami; Sulistiyana, Ayu; Rezkillah, Inang Irma; Khaerudin, Khaerudin; Sudarto, Yuliana; Milandari, Baiq Desi
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 9, No 1: January 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v9i1.20739

Abstract

Abstrak: Pendidikan bahasa Indonesia merupakan salah satu pendidikan yang diselenggarakan di tingkat sekolah pada semua jenjang,mulai dari pendidikan tingkat dasar hingga pendidikan tingkat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan prestasi belajar siswa dalam keterampilan berbahasa khusunya kemampuan menulis cerpen,dan untuk mendeskripsikan tingkat keefektifitasan penggunaan model pembelajaran PBL (Problem Based Learning) dalam meningkatkan kemampuan menulis cerpen siswa kelas IV SD (Sekolah Dasar). Manfaat penelitian ini untuk meningkatkan gairah belajar siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Menulis adalah salah satu keterampilan berbahasa dalam bahasa Indonesia yang harus dikuasai oleh masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat pelajar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Populasi penelitian ini adalah semua kelas IV, sedangkan sampel penelitian ini di ambil 1 kelas yang terdiri dari siswa. Tehnik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, observasi, dan dokumentasi. Kemampuan menulis cerpen sebelum menggunakan model pembelajaran PBL (Problem Based Learning) nilia rata-rata siswa pada tahap prasiklus yaitu 48,83, setelah di berikan pembelajaran menulis cerpen dengan model pembelajaran PBL (Problem Based Learning) pada tahap  siklus 1 nilai rata-rata siswa mengalami peningkatan yaitu 57,68 termasuk kategori sedang dengan skor maksimal yang dapat diperoleh siswa 81, sedangkan pada siklus 2 nilai rata-rata siswa menjadi 78,4 termasuk kategori cukup bagus. Setelah dilakukan analisis hasil pembelajaran pada siklus I dan II ternyata model pembelajaran PBL (Problem Based Learning)  sangat efektif dalam pembelajaran menulis cerpen. hal ini dapat di lihat dari kriteria ketuntasan siklus 1 ke siklus II meningkat 20%. Bentuk penerapan model pembelajaran PBL (Problem Based Learning)  terhadap peningkatan kemampuan menulis cerpen siswa kelas IV SDN 2 Pringgajurang Lombok Timur dinyatakan berhasil.Abstrak: Pendidikan bahasa Indonesia merupakan salah satu pendidikan yang diselenggarakan di tingkat sekolah pada semua jenjang,mulai dari pendidikan tingkat dasar hingga pendidikan tingkat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan prestasi belajar siswa dalam keterampilan berbahasa khusunya kemampuan menulis cerpen,dan untuk mendeskripsikan tingkat keefektifitasan penggunaan model pembelajaran PBL (Problem Based Learning) dalam meningkatkan kemampuan menulis cerpen siswa kelas IV SD (Sekolah Dasar). Manfaat penelitian ini untuk meningkatkan gairah belajar siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Menulis adalah salah satu keterampilan berbahasa dalam bahasa Indonesia yang harus dikuasai oleh masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat pelajar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Populasi penelitian ini adalah semua kelas IV, sedangkan sampel penelitian ini di ambil 1 kelas yang terdiri dari siswa. Tehnik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, observasi, dan dokumentasi. Kemampuan menulis cerpen sebelum menggunakan model pembelajaran PBL (Problem Based Learning) nilia rata-rata siswa pada tahap prasiklus yaitu 48,83, setelah di berikan pembelajaran menulis cerpen dengan model pembelajaran PBL (Problem Based Learning) pada tahap  siklus 1 nilai rata-rata siswa mengalami peningkatan yaitu 57,68 termasuk kategori sedang dengan skor maksimal yang dapat diperoleh siswa 81, sedangkan pada siklus 2 nilai rata-rata siswa menjadi 78,4 termasuk kategori cukup bagus. Setelah dilakukan analisis hasil pembelajaran pada siklus I dan II ternyata model pembelajaran PBL (Problem Based Learning)  sangat efektif dalam pembelajaran menulis cerpen. hal ini dapat di lihat dari kriteria ketuntasan siklus 1 ke siklus II meningkat 20%. Bentuk penerapan model pembelajaran PBL (Problem Based Learning)  terhadap peningkatan kemampuan menulis cerpen siswa kelas IV SDN 2 Pringgajurang Lombok Timur dinyatakan berhasil.Abstract:  Indonesian language education is a type of education that is provided at the school level at all levels, from elementary level education to higher level education. This research aims to improve students' learning abilities and achievements in language skills, especially the ability to write short stories, and to describe the level of effectiveness of using the PBL (Problem Based Learning) learning model in improving the short story writing abilities of fourth grade elementary school (Primary School) students. The benefit of this research is to increase students' passion for learning in learning Indonesian. Writing is one of the language skills in Indonesian that must be mastered by Indonesian people, especially students. The method used in this research is classroom action research (PTK). The population of this study was all class IV, while the sample for this study was taken from 1 class consisting of students. The data collection techniques used are tests, observation and documentation. The ability to write short stories before using the PBL (Problem Based Learning) learning model, the average value of students at the pre-cycle stage was 48.83, after being taught to write short stories using the PBL (Problem Based Learning) learning model at cycle 1 stage, the average value of the students experienced an increase, namely 57.68, including the medium category with the maximum score that students could obtain 81, while in cycle 2 the average student score was 78.4, including the quite good category. After analyzing the learning outcomes in cycles I and II, it turned out that the PBL (Problem Based Learning) learning model was very effective in learning to write short stories. This can be seen from the criteria for completing cycle 1 to cycle II increasing by 20%. The form of implementing the PBL (Problem Based Learning) learning model to improve the short story writing ability of class IV students at SDN 2 Pringgajurang, East Lombok was declared successful.
PENGEMBANGAN KEMAMPUAN BERCERITA BUKU FIKSI MELALUI KETERAMPILAN PROSES PADA SISWA SMP Jayadi, Lalu Wira
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 9, No 2: July 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v9i2.24411

Abstract

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Peraturan Menteri nomor 23 tahun 2013 menggaungkan sebuah gerakan literasi dalam menumbuhkembangkan budaya minat baca siswa. Literasi dapat dipahami sebagai kemampuan berbahasa yaitu membaca dan menulis. Pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah pada dasarnya tidak terlepas dari keterampilan berbahasa yang cenderung lebih menekankan pada melihat isi tulisan atau bacaan, bukan agar siswa mampu memahami isi bacaan. Untuk memaksimalkan hal ini, pemahaman membaca pada siswa harus dikembangkan. Berdasarkan hal tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengembangan kemampuan bercerita siswa dalam kegiatan kegiatan membaca buku fiksi  dengan menggunakan pendekatan keterampilan proses pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Mataram.  Data dalam penelitian ini merupakan aktivitas atau kegiatan membaca buku fiksi yang dilakukan siswa setiap pagi, 15 menit sebelum pembelajaran dimulai. Adapun teknik pengumpulan data diadakan observasi lapangan untuk mengetahui keadaan serta kemungkinan-kemungkinan yang akan diamati. Kemudian dari observasi yang dilakukan dapat ditentukan bahwa akan diambil satu kelas sebagai sample penelitian untuk mengumpulkan data kegiatan membaca buku fiksi siswa. Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Analisis deskriptif kuantitatif digunakan untuk data kuantitas hasil kegiatan membaca buku fiksi yang dilakukan. Berdasarkan pada hasil analisis tersebut dapat dilihat keaktifan siswa dalam aktivitas membaca buku fiksi.
Analisis Model Pembelajaran Berbasis Masalah Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Mata Pelajaran PPKn pada Kurikulum Merdeka Apriliani, Nova; Kamuria, Kamuria; Sunardiansyah, Sunardiansyah; Winata, Aliahardi; Astari, Wiya Mela
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 9, No 2: July 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v9i2.24620

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) dalam meningkatkan hasil belajar mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) pada Kurikulum Merdeka di SMPN 7 Mataram. Metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) digunakan dengan mengadopsi model yang dikembangkan oleh Kemmis dan McTaggart. Subjek penelitian meliputi guru mata pelajaran PPKn dan 40 siswa kelas VII. Data dikumpulkan melalui instrumen wawancara dan observasi langsung terhadap proses pembelajaran PBL. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar guru menerapkan PBL, meskipun menghadapi tantangan seperti jumlah siswa yang melebihi kapasitas kelas dan pengelolaan waktu. Respons siswa terhadap PBL positif, meningkatkan keterlibatan dan motivasi intrinsik. Tantangan utama adalah kurangnya pemahaman guru tentang konsep PBL dan waktu persiapan yang cukup. Solusi termasuk pembentukan tim kerja guru, dukungan sekolah, dan pengembangan strategi yang tepat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa PBL dapat diimplementasikan secara efektif dengan dukungan yang memadai, memberikan pengalaman pembelajaran yang bermakna dan peningkatan pada hasil belajar siswa.
Peningkatan Kemapuan Menulis Puisi dengan Metode Direct instruction pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 4 Kuripan Nurmiwati, Nurmiwati; Munawir, Munawir; Muslehudin, Muslehudin; Makiah, Zohratul; Iskandar, Iskandar
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 9, No 1: January 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v9i1.21487

Abstract

Abstrak: Penelitian Tindakan Kelas ini berjudul ”Peningkatan Kemampuan Menulis Puisi dengan Direct instruction pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 4 Kuripan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan siswa kelas VII SMP Negeri 4 Kuripan dalam menulis puisi setelah diberi tindakan menggunakan direct instruction. Peneleitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus, Siklus I dan Siklus II. Dengan subjek penelitian kelas VIIA SMP Negeri 4 Kuripan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah test dan observasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa: pada tahap prasiklus atau sebelum diberi tindakan nilai rata-rata siswa hanya 57,82. Pada tindakan siklus I mengalami peningkatkan menjadi 70,28 kategori normal. Selanjutnya pada siklus II nilai rata-rata siswa menjadi 83,60 kategori tinggi. Sesuai dengan hasil analisis data yang diperoleh dari hasil belajar siswa pada siklus I dan Siklus II dapat disimpulkan bahwa kemapuan siswa kelas VII SMP Negeri 4 Kuripan dalam menulis puisi dapat ditingkatkan dengan menggunakan direct instruction dan disarankan kepada para guru bahasa Indonesia agar membimbing siswa dalam menulis puisi tidak terpaku di dalam kelas saja sehingga siswa tidak kesulitan untuk mendeskripsikan idenya. Akan tetapi bila siswa mengamati langsung objeknya, maka siswa lebih mudah dalam mendeskripsikan apa yang dapat dilihat langsung.Abstract:  This classroom action research is entitled "Improving the Ability to Write Poetry Using Direct instruction metoth Techniques in Class VII Students of SMP Negeri 4 Kuripan. This research aims to determine the improvement in the ability of class VII students at SMP Negeri 4 Kuripan in writing poetry after being given action using direct object observation techniques. This research uses a classroom action research design carried out in two cycles, Cycle I and Cycle II. With the research subject class VII SMP Negeri 4 Kuripan. The data collection techniques used are tests and observations. The results of the analysis showed that: in the precycle stage or before being given action the average score of students was only 57.82. In cycle I actions increased to 70.28 normal categories. In the first cycle action, it increased to 70.28 normal categories. Furthermore, in the second cycle, the average score of students became 83.60 in the high category. The results of the analysis show that: at the pre-cycle stage or before being be concluded that the ability of class VIIA students at SMP Negeri 4 Kuripan in writing poetry can be improved by using direct object observation techniques and it is recommended that Indonesian language teachers guide students. Writing poetry is not confined to the classroom so that students find it difficult to describe their ideas. However, if students directly observe the object, it is easier for students to describe what they can see directly.
Implementasi Pembelajaran Problem Based Learning Dalam Meningkatkan Kemampuan Literasi Peserta Didik Pada Materi Pidato Milandari, Baiq Desi; Bilal, Arpan Islami; Afandi, Ahmad; Sri Wahyuni, Dian Eka Mayasari
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 9, No 2: July 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v9i2.25251

Abstract

Abstrak Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk mengidentifikasi kemampuan literasi peserta didik dan menentukan kemampuan literasi dalam membaca dan menyusun teks pidato melalui skenario model pembelajaran PBL di kelas VI A SDN 1 Beleka.  Proses penelitian ini melalui tiga siklus pembelajaran yang berdasarkan model pembelajaran yang terdiri dari siklus I, Siklus II, dan Sikls III. Adapun populasi penelitian terdiri dari 40 siswa dalam kelas VI A di SDN 1 Beleka dan sampel dipilih menggunakan metode sampel ekstrim dengan pengambilan  sampel sebanyak 20% dari siswa di kelas VI A SDN 1 Beleka. Instrumen pengumpulan data menggunakan observasi peserta didk dan lembar penilaian praktik (unjuk kerja). Observasi dan penilaian praktik peserta didik dilakukan selama tiga siklus pembelajaran untuk memperoleh data kemampuan membaca dan menyusun teks pidato siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan dari rata-rata keseluruhan siswa memiliki nilai yang cukup baik yang mana nilai rata-rata yang tertinggi adalah bagas dengan memperoleh nilai sebesar 85, 86, dan 90 pada tiap siklusnya yaitu siklus I, siklus II dan siklus III sehingga dari hasil. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat melatih kemampuan literasi siswa pada materi pidato di kelas VI A SDN 1 Beleka. Abstract:  This study is classroom action research that aimed at identifying students' literacy skill and determining their abilities in reading and composing speech texts through the PBL (Problem-Based Learning) model scenario in class VI A at SDN 1 Beleka. The research process went through three learning cycles based on the learning model, consisting of Cycle I, Cycle II, and Cycle III. The research population consisted of 40 students in class VI A at SDN 1 Beleka, and the sample was chosen using the extreme sample method by taking 20% of the students in class VI A at SDN 1 Beleka. The data collection instruments used were student observation and performance assessment sheets (performance task). Student observations and performance assessments were conducted over three learning cycles to obtain data on students' abilities to read and compose speech texts during the learning process. The research results showed that, based on the overall average, the students had fairly good scores, with the highest average scores achieved by Bagas, who scored 85, 86, and 90 in each cycle, respectively in Cycle I, Cycle II, and Cycle III. Based on the data, it can be concluded that Problem-Based Learning (PBL) can train students' literacy skills in speech material in class VI A at SDN 1 Beleka.
Pengembangan Model Bahan Ajar Bahasa Indonesia pada membaca Efektif dalam meningkatkan keterampilan khusus terintegrasi dengan Pendidikan karakter di Era Merdeka Belajar Edi, Edi; Suriadin, Heppy; Syahrir, Syahrir; Sarinah, Dian
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 9, No 2: July 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v9i2.21076

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan model bahan ajar bahasa Indonesia pada membaca efektif dalam meningkatkan keterampilan khusus terintegrasi dengan pendidikan karakter di era Merdeka Belajar. Pengembangan model ini dilakukan agar peserta didik memiliki model khusus yang menarik sehingga minat membaca dapat meningkat secara signifikan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualilatif deskriptif dengan tehnik analisis Borg and Gall, 1989 dengan tehnik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian yaitu model pengembangan bahan ajar sangat efektif dan efisien berbasis keterampilan dan penggunaan model bahan ajar yang telah dikembangkan dengan mengintergrasikan pendidikan karakter di era merdeka belajar sangat berlandaskan sikap dan pengetahuan sangat sesuai.Kata Kunci:Model, Bahan ajar, Membaca efektif, keterampilan, Pendidikan karakter
UPAYA PENINGKATAN MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK MENGGUNAKAN APLIKASI WORDWALL PADA MATERI TEKS CERITA INSPIRATIF DI SMPN 2 MATARAM Daiyanti, Vina Melisa; Agustina, Yulia; Agustina, Zumratul; Bafadal, Moh Fauzi; Hairiah, Hairiah
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 9, No 2: July 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v9i2.22409

Abstract

Abstrak: Fokus penelitian ini didasarkan permasalahan pembelajaran bahasa Indonesia materi teks cerita inspiratif di kelas IX khususnta kelas IX-C SMPN 2 Mataram. Artikel ini bertujuan untuk melihat peningkatan minat belajar peserta didik menggunakan aplikasi Wordwall dalam pembelajaran teks cerita inspiratif di SMPN 2 Mataram, dengan fokus pada uapaya peningkatan minat belajar sehingga akan menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna bagi peserta didik. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di kelas IX-C SMPN 2 Mataram. Penelitian ini menggunakan model siklus yang pengamatannya dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa merasa lebih termotivasi untuk belajar setelah menggunakan media wordwall dan peningkatan persentase hasil belajar dari 47,3% pada siklus I berubah 89,4% pada siklus II yang berarti minat belajar siswa mengalami kenaikan atau kemajuan yang signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa media wordwall dapat meningkatkan motivasi dan hasil pembelajaran siswa pada materi teks cerita inspiratif.Abstract:  The focus of this research is based on the problem of learning Indonesian with inspirational story text material in class IX, especially class IX-C, SMPN 2 Mataram. This article aims to see the increase in students' interest in learning using the Wordwall application in learning inspirational story texts at SMPN 2 Mataram, with a focus on efforts to increase interest in learning so that it will create fun and meaningful learning for students. This classroom action research was conducted in class IX-C of SMPN 2 Mataram. This research uses a cycle model where observations are carried out in two cycles. The research results showed that students felt more motivated to learn after using wordwall media and the percentage of learning outcomes increased from 47.3% in cycle I to 89.4% in cycle II, which means that students' interest in learning experienced a significant increase or progress. This shows that wordwall media can increase student motivation and learning outcomes on inspirational story text material.
PENGGUNAAN METODE DISKUSI DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN TENTANG MAJAS PERTENTANGAN PADA SISWA KELAS VIII SMPN 2 NARMADA LOMBOK BARAT TAHUN PELAJARAN 2018/2019 Junaidi, Lalu Muhammad; Akhmad, Akhmad; Muliandi, Muliandi
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 9, No 1: January 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v9i1.21433

Abstract

Majas atau sering diistilahkan sebagai gaya bahasa merupakan salah satu unsur penting di dalam sebuah puisi. Gaya Bahasa berkaitan dengan diksi (pilihan kata) yang menjadi pembeda karya sastra puisi dengan karya sastra lainnya. Jadi kekuatan sebuah puisi terletak pada penggunaan diksi dan gaya Bahasanya. Menulis sebuah puisi siapapun bisa namun banyak puisi yang diciptakan  memiliki diksi yang kurang variatif. Puisinya terlalu monoton sehingga terkesan puisi tersebut kurang menarik. Bagaimana membuat puisi yang menarik pada setiap ungkapan kata-katanya sebenarnya sangat mudah. Dalam penelitian ini akan diuraikan cara memahami majas/gaya bahasa dengan metode diskusi agar dapat digunakan  untuk menulis sebuah puisi yang menarik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk memperoleh gambaran tentang keefektivan penggunaan metode diskusi dalam pembelajaran majas pertentangan pada siswa kelas VIII SMPN 2 Narmada tahun pelajaran 2018/2019. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Tujuan utama penelitian tindakan kelas adalah untuk perbaikan dan peningkatan kemampuan guru dalam menangani proses belajar mengajar. Penelitian ini dilaksanakan dengan prosedur (a) rencana tindakan, (b) pelaksanaan atau implementasi, (c) observasi, dan (d) refleksi. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa ada efektivitas penggunaan metode diskusi dalam pembelajaran majas pertentangan bagi siswa kelas VIII SMPN 2 Narmada, bahwa penerapan metode diskusi mempunyai kelemahan terutama faktor siswa, yakni para siswa belum memahami konsep diskusi sehingga dalam pelaksanaannya selalu ribut dengan temannya.
PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN MODEL STAD DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR Zain, Sanjaya Perdana; Muhdar, Mohammad Junaidin
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 9, No 2: July 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v9i2.24664

Abstract

Model atau starategi adalah komponen yang juga mempunyai fungsi yang sangat menentukan dalam keberhasilan pencapaian tujuan pembelajaran. Bagaimanapun lengkapnya komponen lain, tanpa dapat diimplementasikan melalui strategi yang tepat, maka komponen tersebut tidak akan memiliki makna dalam proses pencapaian tujuan. Pendekatan penelitian yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Dalam pendekatan ini data-data yang terkait dengan masalah yang di bahas dan dijabarkan secara deskriftif-interpretatif. Berdasarkan hasil analisa data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa: Penggunaan model pembelajaran Student Team Achievement Divisions (STAD) dapat meningkatkan prestasi belajar mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam kelas VIII.A MTs NW Ketangga Tahun Pembelajaran 2018/2019. Peningkatan ini dapat dilihat dari jumlah peserta didik yang memiliki kategori tuntas sebelum pelaksanaan pembelajaran dengan model pembelajaran STAD berjumlah 10 orang atau 32 %. dan yang tidak tuntas berjumlah 21 orang atau 68 %,  setelah pelaksanaan pembelajaran menggunakan model pembelajaran STAD pada siklus I jumlah peserta didik yang memiliki kategori tuntas berjumlah 18 orang atau 58% dan yang tidak tuntas berjumlah 13 orang atau 42 %, sedangkan pada siklus II jumlah peserta didik yang memiliki kategori tuntas 29 orang atau 93,54% dan yang tidak tuntas berjumlah 2 orang atau 6,45%. 
URGENSI IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DALAM PEMULIHAN PEMBELAJARAN Ibnu, Ibnu; Irtati, Irtati; Maryani, Baiq; Anwar, Khairil; Sulfana, Evi Yanti
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 9, No 2: July 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v9i2.22218

Abstract

Currently, the word "freedom to learn" is not foreign to Indonesian society, especially in the world of education. The independent learning curriculum was designed as an effort by the Ministry of Education and Culture to overcome the learning crisis that has long been faced due to the pandemic. The pandemic has influenced a learning crisis which is characterized by low student learning outcomes. The aim of the independent curriculum is so that education in Indonesia can be like developed countries where students have the freedom to choose according to their interests. Given this, the aim of writing this article is to provide information regarding the independent learning curriculum which is being implemented as an effort to restore learning in Indonesia today. This research is descriptive research with data collection techniques through online data searching or internet searching. In conclusion, the independent curriculum is an important component in the world of education, because the curriculum is a reference for organizing so that educational goals can be achieved. In this independent curriculum, it is prepared by the Government as the policy maker. However, it is the education units and teachers who are tasked with operationalizing and implementing the curriculum that has been prepared by the central government. Apart from that, seeing that there are several weaknesses in the independent curriculum, it is necessary to carry out socialization and adjustments first before the independent curriculum becomes the national curriculum.