cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 131 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2024): June" : 131 Documents clear
Membangun kesadaran: strategi komunikasi, informasi, dan edukasi untuk mengatasi penyakit degeneratif di Pulau Pari Kepulauan Seribu Siska Siska; Dwitiyanti Dwitiyanti; Ari Widayanti; Kriana Efendi; Kori Yati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.22900

Abstract

Abstrak Penyakit degeneratif sering terjadi di masyarakat, termasuk di Pulau Pari Kepulauan Seribu. Tindakan untuk mencegah dan mengobati penyakit tersebut membutuhkan pendekatan yang kuat dalam komunikasi, informasi, dan pembelajaran. Artikel ini menjelaskan program pengabdian masyarakat untuk meningkatkan kesadaran warga Pulau Pari Kepulauan Seribu tentang penyakit degeneratif. Kegiatan ini diarahkan oleh seorang apoteker yang juga menjadi dosen di Program Studi Profesi Apoteker Fakultas Farmasi dan Sains Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (PSPA FFS UHAMKA), melalui metode penyuluhan, kampanye, dan pembentukan kelompok diskusi. Sebanyak 20 warga dari Pulau Pari Kepulauan Seribu turut serta dalam program ini, menunjukkan peningkatan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap penyakit degeneratif. Dampaknya adalah bahwa masyarakat memiliki pemahaman dan kesadaran yang lebih baik tentang penyakit degenerative (t stat > t kritis). Masyarakat kini dapat mulai mengenali tanda-tanda pertama penyakit dan menerapkan pola hidup yang lebih sehat. Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan kontribusi dalam menurunkan angka kejadian penyakit degeneratif di Pulau Pari Kepulauan Seribu serta dapat dijadikan contoh bagi daerah lain dalam upaya pencegahan penyakit tersebut melalui komunikasi yang efektif antara tenaga kesehatan dan masyarakat. Kata kunci: KIE, pengabdian; penyuluhan; penyakit degeneratif AbstractDegenerative diseases, including Pari Island in the Thousand Islands, often occur in society. Actions to prevent and treat these diseases require a robust communication, information, and education approach. This article describes a community service program to increase awareness of the residents of Pari Island about degenerative diseases. The activities are led by a pharmacist who is also a lecturer in the Pharmacy Profession Study Program at the Faculty of Pharmacy and Science at Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (PSPA FFS UHAMKA), through counseling methods, campaigns, and the formation of group discussion. Twenty participants from Pari Island joined this program, showing increased community understanding and awareness of degenerative diseases. The impact is that the community has a better experience and awareness of degenerative diseases (t stat > t critical). The community can recognize the early signs of diseases and adopt a healthier lifestyle. This activity can contribute to reducing the incidence of degenerative diseases on Pari Island. It can be used as an example for other areas in efforts to prevent these diseases through effective communication between healthcare professionals and the community. Keywords: KIE; devotion; counseling; degenerative disease
Pelatihan pemanfaatan teknologi artificial intelligence bagi guru sekolah dasar Imelda Saluza; Evi Yulianti; Indah Pratiwi Putri; Dona Marcelina; Dewi Sartika
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23838

Abstract

Abstrak Dalam melaksanakan proses pembelajaran, guru dituntut untuk dapat terus menerus melakukan pembelajaran yang adaptif dan up to date yang didukung teknologi canggih. Teknologi canggih yang sering digunakan adalah Artificial Intellegence. Berdasarkan hasil observasi dan diskusi tim pengabdian kepada masyarakat (PKM) dan kepala sekolah SD Negeri 13 Palembang belum pernah mendapatkan pengetahuan memanfaatkan AI untuk mendukung proses pembelajaran dalam hal pencarian materi dan bahan ajar, karenanya tim PKM dan mitra memutuskan untuk melakukan kegiatan pelatihan memanfaatkan AI dalam pembelajaran. Dalam pelaksanaannya dilakukan dengan menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) dengan empat tahapan yaitu perencanaan, tindakan, evaluasi dan refleksi. Setelah kegiatan dilaksanakan dilakukan analisis dari proses evaluasi dan refleksi kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan rata-rata peserta pelatihan mengalami peningkatan pengetahuan dan keterampilan sebesar 68,9%. Sedangkan hasil refleksi menjelaskan faktor pendukung dan kendala pelaksanaan. Adapun faktor pendukung yaitu adanya antusias peserta, dukungan kepala sekolah dan layanan internet yang lancar. Sedangkan faktor kendala antara lain adalah terdapat guru yang tidak membawa laptop, ada guru yang hampir pensiun dan merasa kurang membutuhkan pelatihan serta guru yang lupa akun email. Kata kunci: pembelajaran; materi; bahan ajar; metode PAR. Abstract In carrying out the learning process, teachers are required to be able to continuously carry out adaptive and up-to-date learning supported by advanced technology. The advanced technology that is often used is Artificial Intelligence. The community service team (PKM) and the principal of SD Negeri 13 Palembang conducted observations and had discussions. Based on their findings, they decided to conduct training activities that use AI in learning because they had no prior experience using it to support the learning process in terms of finding resources and teaching materials. Planning, action, evaluation, and reflection are the four stages of the Participatory Action Research (PAR) methods that were used in its execution. Following the completion of the task, an analysis of the assessment procedure and a contemplation of the task are conducted. According to the evaluation data, the typical training participant saw a 68.9% improvement in knowledge and abilities. In the meantime, the reflection's findings clarify the implementation's enabling elements and challenges. Enthusiastic participation, the principal's encouragement, and reliable internet access are the supporting aspects. In the meanwhile, teachers who forget their email accounts, are nearing retirement and believe they don't need training, and don't bring laptops are all restrictive factors. Keywords: learning; materials; teaching materials; PAR methods.
Sosialisasi gizi “diet asik, prestasi asik” pada remaja madrasah aliyah negeri 4 Banjar Siti Aisyah Solechah; Norhasanah Norhasanah; Nany Suryani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.24199

Abstract

Abstrak Diet seimbang sangat penting untuk semua individu, termasuk remaja. Selain itu, ada korelasi antara konsumsi makanan dan prestasi akademik siswa. Pencapaian nutrisi yang tepat melalui konsumsi makanan sehari-hari diperlukan untuk meningkatkan fokus kognitif individu remaja. Remaja yang bergizi memadai cenderung mengarahkan perhatian mereka ke pendidikan, sehingga memaksimalkan prestasi akademik mereka. Pemahaman yang tidak memadai tentang nutrisi di kalangan remaja, ditambah dengan dampak buruk yang berasal dari kurangnya pengetahuan ini, menggarisbawahi perlunya menyebarluaskan informasi tentang praktik diet bergizi yang disesuaikan dengan demografi remaja. Upaya yang dilakukan melibatkan sosialisasi gizi melalui metode ceramah yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran gizi di kalangan remaja putri di sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Banjar. Kegiatan ini dilakukan dalam satu hari selama 1,5 jam pada November 2022, dan dihadiri oleh 51 siswa. Kemanjuran upaya ini dinilai melalui pertanyaan pra-tes responden sebelum dimulainya sosialisasi, diikuti dengan pengulangan pertanyaan yang sama pasca-sosialisasi. Hasil pengabdian menunjukkan perubahan yang terlihat dalam pengetahuan gizi para peserta ketika mengevaluasi hasil pra-tes dan pasca-tes sebelum dan sesudah sosialisasi. Tingkat pengetahuan dalam kategori baik mengalami peningkatan, dari hanya 20% sebelum sosialisasi menjadi 100% penuh setelah sosialisasi. Kata kunci: gizi seimbang; prestasi akademik; sosialisasi Abstract A sound dietary regimen is imperative for all individuals, including adolescents; furthermore, a correlation exists between dietary intake and academic performance. Attainment of proper nutrition through daily dietary consumption will enhance the cognitive focus of young learners. Adolescents who receive adequate nourishment will be better able to concentrate on their studies, thereby optimizing their academic accomplishments. Insufficient nutritional awareness among teenagers and the adverse consequences stemming from this lack of awareness constitute a key rationale for providing nutritional education on healthy eating habits to adolescents. The interventions implemented involve disseminating nutritional information through lecture method, aiming to boost nutritional literacy among female youth at Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Banjar. This activity was conducted in one day for 1.5 hours in November 2022, and was attended by 51 students. The assessment of activity implementation involves initial inquiry of respondents prior to socialization (pre-test) followed by subsequent inquiry after the socialization has taken place (post-test). Findings from the activities indicated a noticeable shift in the nutritional knowledge of participants when comparing pre-test and post-test results. The proportion of individuals with satisfactory knowledge levels prior to receiving socialization stood at a mere 20%, which then rose to 100% post-socialization. Keywords: academic achievement; balanced diet; socialization
Workshop pembuatan game edukasi berbasis artificial intelligence (AI) pada siswa SMK YPI Darussalam 1 Cerme Henny Dwi Bhakti; Umi Chotijah; Herlando Prayitno; Ilham Teguh Prayudha
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.24079

Abstract

AbstrakKemunculan berbagai game online di smartphone, pasar game online terus meningkat hingga saat ini. Industri game di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan sejak tahun 2016 - 2020. Di mana, mampu meraup pendapatan sebesar USD 1,1 miliar atau sekitar Rp 15,7 triliun. Indonesia dengan pencapaian tersebut, saat ini merupakan pasar Industri game terbesar di Asia Tenggara. Selain itu, juga menduduki peringkat ke-17 dunia, di mana tercatat sebanyak 52 juta penduduknya merupakan gamer. Oleh sebab itu, tim pengabdian kepada masyarakat program studi Teknik Informatika melakukan kegiatan berupa pelatihan, pengembangan, pendampingan dan workshop pembuatan game android untuk siswa SMK YPI Darussalam. Tujuannya mereka dibekali pengetahuan dan keahlian tersebut supaya mereka dapat menjadi creator game atau developer game lokal. Metode yang digunakan pada kegiatan tersebut berupa metode workshop dan pelatihan (ceramah dan diskusi-informasi). Dari hasil kegiatan pelatihan, pengembangan, pendampingan dan workshop pembuatan game android didapatkan bahwa siswa-siswi SMK YPI Darussalam Cerme memahami dengan baik dan dapat membuat rancangan scenario game dan kemudian membangun game dengan framework Unity. Kata kunci: game; unity; workshop; artificial intelligence Abstract The emergence of various online games on smartphones, the online game market continues to increase to this day. The gaming industry in Indonesia has experienced a significant increase from 2016 - 2020. It was able to generate revenue of USD 1.1 billion or around IDR 15.7 trillion. Indonesia, with these achievements, is currently the largest gaming industry market in Southeast Asia. Apart from that, it is also ranked 17th in the world, where 52 million people are gamers. For this reason, the community service team for the Informatics Engineering study program carries out activities in the form of training, development, mentoring and workshops on making Android games for YPI Darussalam Vocational School students. The goal is that they are equipped with this knowledge and expertise so that they can become game creators or local game developers. The methods used in this activity are workshop and training methods (lectures and information discussions). From the results of training, development, mentoring and Android game creation workshops, it was found that YPI Darussalam Cerme Vocational School students understood well and were able to design game scenarios and then build games using the Unity framework. Keywords: game; unity; workshop; artificial intelligence
Strategi pengoptimalan pembelajaran kewirausahaan di SMK sebagai upaya mendukung program merdeka belajar Nayang Helmayunita; Mega Asri Zona; Fiola Finomia Honesty
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.22786

Abstract

Abstrak Pembelajaran kewirausahaan di SMK terdiri dari 16 jam pelajaran. Jumlah jam pelajaran yang banyak ini seharusnya diikuti dengan hasil yang baik. Pemberian jam pelajaran yang maksimal diharapkan dapat membantu tujuan dari Dkirektur Jenderal Vokasi untuk menjadikan SMK sebagai sarana pencetak wirausahawan muda yang mandiri dan berkontribusi terhadap negeri. Akan tetapi, pelaksanaan di lapangan masih belum maksimal. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membantu Guru SMK yang mengajar kewirausahaan dalam mengoptimalkan pembelajaran kewirausahaan sehingga dapat membantu siswa SMK mengoptimalkan potensinya sebagai calon wirausaha. Pada akhirnya, tingkat pengangguran terbuka yang berasal dari lulusan SMK akan berkurang. Kegiatan ini dilaksanakan di SMK di Bukittinggi. Khalayak sasaran dari kegiatan ini adalah Guru yang mengajar mata Pelajaran Kewirausahaan di Kota Bukittinggi.  Metode yang digunakan yaitu metode ceramah dan diskusi untuk meningkatkan pemahaman guru.  Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya kemampuan guru dalam membuat modul dan mengajarkan mata pelajaran kewirausahaan. Setelah kegiatan ini, sebanyak 52,4% guru yang berpartisipasi telah memahami cara untuk menciptakan pembelajaran Kewirausahaan yang menarik. Pelatihan ini tidak hanya memberikan pengetahuan bagi guru mengenai model pembelajaran kewirausahaan, namun juga mengenai pengembangan bahan ajar, tapi lebih juga pada pemberian motivasi kepada siswa SMK Akuntansi. Kata kunci: kewirausahaan; Sekolah Menengah Kejuruan; merdeka belajar. Abstract Entrepreneurship learning at vocational schools consists of 16 hours of lessons. This large number of study hours should be followed by good results. It is hoped that providing maximum lesson hours can help the Director General of Vocational Studies' goal of making vocational schools a means of producing young entrepreneurs who are independent and contribute to the country. However, implementation in the field is still not optimal. This community service aims to help vocational school teachers who teach entrepreneurship optimize entrepreneurship learning so that they can help vocational school students optimize their potential as prospective entrepreneurs. In the end, the level of open unemployment originating from vocational school graduates will decrease. This activity was carried out at Vocational High School in Bukittinggi. The target audience for this activity is teachers who teach entrepreneurship subjects in Bukittinggi. The method used is the lecture and discussion method to increase teacher understanding. The result of this community service is an increase in teachers' abilities to create modules and teach entrepreneurship subjects. After this activity, 52.4% of participating teachers understood how to create interesting entrepreneurship learning. This activity not only provides knowledge for teachers regarding entrepreneurial learning models, but also regarding the development of teaching materials, but also motivates Accounting Vocational School students. Keywords: entrepreneurship; vocational school; freedom of learning.
Pendampingan kegiatan pelatihan muatan pemetaan rencana tata ruang bagi agen gotong royong di kabupaten Sumbawa Barat Fariz Primadi Hirsan; Hanny Maria Caesarina; Febrita Susanti; Sri Rahmi Yunianti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23602

Abstract

AbstrakPendampingan kegiatan pelatihan muatan pemetaan rencana tata ruang dilakukan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan agen gotong royong tentang prinsip-prinsip pemetaan dan perencanaan tata ruang yang efektif, serta penerapannya dalam konteks lokal. Kegiatan ini bertujuan untuk mengimplementasikan program pelatihan pemetaan rencana tata ruang kepada agen gotong royong di Kabupaten Sumbawa Barat sebagai upaya peningkatan kapasitas dan pemberdayaan komunitas lokal dalam pengelolaan dan perencanaan penggunaan lahan yang lebih efektif dan berkelanjutan. Agen gotong royong sendiri merupakan representasi dari masyarakat yang ada di Kabupaten Sumbawa Barat yang dipilih dan diseleksi sebagai perwakilan elemen masyarakat yang memiliki kontribusi terhadap keikutsertaan dalam pembangunan termasuk dalam menindaklanjuti rencana tata ruang. Jumlah agen gotong royong yang dilibatkan dalam kegiatan kali ini, sejumlah 70 orang, dimana kegiatan ini dilaksanakan melalui serangkaian metode pendampingan dan pelatihan yang meliputi perencanaan kegiatan, implementasi pelatihan, pendampungan langsung pada peserta, pendampingan pasca pelatihan, pengukuran keberhasilan dan kolaborasi. Kegiatan ini ini diharapkan dapat membantu dalam merencanakan penggunaan lahan secara lebih terstruktur dan sesuai dengan regulasi yang berlaku, serta mendukung inisiatif lokal dalam pengelolaan sumber daya alam. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan peserta untuk menginterpretasi dan merencanakan tata ruang yang efektif, serta meningkatnya kesadaran akan pentingnya perencanaan yang kolaboratif dan inklusif dalam konteks pembangunan berkelanjutan. Pendampingan kegiatan pelatihan dapat menjadi strategi yang efektif untuk memperkuat keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan sekaligus memberikan peluang untuk memainkan peran aktif dalam pengambilan keputusan dan perencanaan tata ruang di wilayah mereka. Kata kunci: pendampingan; pelatihan; peta rencana tata ruang; agen gotong royong. AbstractAssistance with training activities on spatial planning mapping is carried out to improve the skills and knowledge of mutual cooperation agents regarding the principles of effective mapping and spatial planning, as well as their application in the local context. This activity aims to implement a spatial planning mapping training program for mutual cooperation agents in West Sumbawa Regency as an effort to increase capacity and empower local communities in more effective and sustainable land use management and planning. Mutual cooperation agents themselves are representatives of the community in West Sumbawa Regency who are selected and selected as representatives of community elements who contribute to participation in development, including following up on spatial planning. The number of mutual cooperation agents involved in this activity is 70 people, where this activity is carried out through a series of mentoring and training methods which include activity planning, training implementation, direct assistance to participants, post-training mentoring, measuring success and collaboration. It is hoped that this activity can help in planning land use in a more structured manner and in accordance with applicable regulations, as well as supporting local initiatives in natural resource management. The results of this training show a significant increase in participants' ability to interpret and plan effective spatial planning, as well as increased awareness of the importance of collaborative and inclusive planning in the context of sustainable development. Facilitating training activities can be an effective strategy to strengthen community involvement in the development process while providing opportunities to play an active role in decision making and spatial planning in their area. Keywords: adjacent; training; spatial planning mapping; gotong royong agent.
Pendampingan desain masterplan pengembangan masjid Nurul Huda dusun Mentokan, desa Darek kabupaten Lombok Tengah Hafiz Hamdani; Ahmad Zarkasi; Aji Syailendra Ubaidillah; Sukuryadi Sukuryadi; Lalu Lunk Ryanata Putra; Serdian Eska Cahya; Ahmad Taufiq Hidayat
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.26441

Abstract

AbstrakMasjid merupakan tempat ibadah yang juga berfungsi sebagai pusat kegiatan sosial dan pendidikan. Dalam konteks Masjid Nurul Huda di Dusun Mentokan, Desa Darek, Kabupaten Lombok Tengah, terdapat kebutuhan untuk pengembangan fasilitas akibat meningkatnya jumlah penduduk dan kondisi bangunan yang sudah tua. Tim pengabdian dari Program Studi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah melakukan pendampingan desain masterplan untuk merespons kebutuhan tersebut. Metodologi yang digunakan mencakup pengumpulan data, analisis kebutuhan, dan perancangan konsep, dengan melibatkan masyarakat dalam setiap tahap. Hasilnya menunjukkan bahwa masyarakat menginginkan ruang multifungsi untuk kegiatan pendidikan dan sosial. Selain itu, masterplan yang dihasilkan juga mempertimbangkan aspek keberlanjutan dengan memanfaatkan sumber daya secara efisien. Partisipasi masyarakat dalam perencanaan terbukti meningkatkan rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap masjid, sehingga diharapkan masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan yang bermanfaat bagi komunitas. Kata kunci: masjid; pengabdian kepada masyarakat; masterplane. AbstractMosques are places of worship that also function as centers for social and educational activities. In the context of the Nurul Huda Mosque in Mentokan Hamlet, Darek Village, Central Lombok Regency, there is a need for the development of facilities due to the increasing population and the condition of the old building. The service team from the Civil Engineering Study Program, University of Muhammadiyah assisted in the design of a master plan to respond to these needs. The methodology used includes data collection, needs analysis, and concept design, by involving the community at every stage. The results show that the community wants a multifunctional space for educational and social activities. In addition, the resulting masterplan also considers sustainability aspects by utilizing resources efficiently. Community participation in planning has been proven to increase the sense of ownership and responsibility for the mosque, so it is hoped that the mosque will not only function as a place of worship, but also as a center of activities that are beneficial to the community. Keywords: mosque; community service; masterplane.
Meneguhkan gerakan islam muhammadiyah melalui ta'awun sosial di desa Tolowata kecamatan Ambalawi kabupaten Bima NTB Anwar Sadat; Alamsyah Alamsyah; Nuratika Nuratika; Miftahul Jannah; Cahaya Tuf Fajardini; Siti Mutiah; Muhammad Fadiel Rohmani; Faiz Khoir Auda; Aldin Aldin; Dewi Masitha; Sumiyati Sumiyati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23998

Abstract

Abstrak Pengabdian ini membahas peran Muhammadiyah dalam bidang sosial. Gerakan ini aktif dalam membangun lembaga amal seperti panti asuhan. Selain itu, Muhammadiyah juga memegang peran dalam perkembangan Islam di Indonesia dengan menerapkan konsep amal ma'ruf nahi munkar dan memperjuangkan Islam dan kebangsaan Indonesia. Ta'awun sosial Muhammadiyah (TSM) menjadi fokus penting dalam gerakan sosial Muhammadiyah, menekankan belas kasih, keadilan, dan tanggung jawab sosial. Ini mencerminkan pandangan Muhammadiyah tentang Islam sebagai agama yang mendorong untuk berbuat baik kepada sesama. Kegiatan TSM dilakukan untuk memperkuat ikatan sosial, terutama bagi masyarakat yang rentan, dengan tujuan menciptakan lingkungan inklusif dan empatik. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Tolowata Kecamatan Ambalawi Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, dengan memberikan bantuan kepada masyarakat yang dilanda musibah kebakaran, menunjukkan komitmen Muhammadiyah terhadap solidaritas sosial dan kepedulian terhadap sesama. Kata Kunci: gerakan islam; muhammadiyah; ta’awun sosial AbstractThis devotion discusses the role of Muhammadiyah in the social field. The movement is active in building charitable institutions such as orphanages. In addition, Muhammadiyah also holds a role in the development of Islam in Indonesia by applying the concept of amal ma'ruf nahi munkar and fighting for Islam and Indonesian nationality. Muhammadiyah's Ta'awun sosial (TSM) became an important focus in Muhammadiyah's social movement, emphasising compassion, justice, and social responsibility. This reflects Muhammadiyah's view of Islam as a religion that encourages doing good to others. TSM activities are carried out to strengthen social ties, especially for vulnerable communities, with the aim of creating an inclusive and empathic environment. This activity was carried out in Tolowata Village, Ambalawi Subdistrict, Bima Regency, West Nusa Tenggara, by providing assistance to communities affected by the fire disaster, showing Muhammadiyah's commitment to social solidarity and care for others. Keywords: islamic movement; muhammadiyah; social ta'awun
Pemberdayaan masyarakat di desa Tiwingan: penyuluhan dan pembentukan komunitas siaga hipertensi terhadap pemantauan tekanan darah Arya Christian Januardi; Jamilah Jamilah; Khaira Linda Wijaya; Zulfania Aleyda; Mufatihatul Aziza Nisa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.24176

Abstract

Abstrak Penyakit hipertensi termasuk permasalahan kesehatan global yang seringkali tidak disadari oleh penderitanya sehingga disebut sebagai "silent killer". Di Desa Tiwingan Lama RT 02, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, prevalensi hipertensi cukup tinggi, dengan 26 dari 131 orang didiagnosis menderita hipertensi. Program ini mempunyai tujuan meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai hipertensi melalui penyuluhan dan pembentukan komunitas siaga hipertensi. Pelaksanaan program dilaksanakan pada 6 Juli hingga 3 Agustus 2023, dengan metode penyuluhan dan diskusi, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Partisipasi melibatkan 19 warga, dengan 10 di antaranya menjadi kader komunitas. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat, Hasil post-test menunjukkan rata-rata 93,68, jauh lebih tinggi dibandingkan pre-test dengan rata-rata 76,31. Pembentukan komunitas siaga hipertensi diharapkan bisa berperan dalam edukasi dan pemantauan tekanan darah secara rutin. Selain itu, komunitas ini diharapkan mampu memberikan dukungan berkelanjutan bagi pencegahan komplikasi terkait hipertensi. Program ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat dan memberikan dasar yang kuat untuk pencegahan dan penanganan hipertensi. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk lembaga pemerintah dan organisasi non-profit, sangat diperlukan untuk keberlanjutan program ini. Kata kunci: penyuluhan; hipertensi; komunitas; pemantauan; pemberdayaan. Abstract The "silent killer," hypertension, is a prevalent global health threat that often progresses without any warning signs. In Tiwingan Lama Village RT 02, Aranio District, Banjar Regency, hypertension prevalence is notably high, with 26 out of 131 individuals diagnosed. This program aimed to raise awareness and knowledge about hypertension through education and the formation of a hypertension alert community. The program was conducted from July 6 to August 3, 2023, using lectures and discussions, with evaluations via pre-tests and post-tests. Nineteen residents participated, with ten becoming community cadres. Participants demonstrated a significant knowledge gain, scoring an average of 93.68 on the post-test compared to 76.31 on the pre-test. The establishment of the hypertension alert community is expected to influence education and regular arterial blood pressure monitoring. This community should also offer continuous help to prevent health problems caused by high blood pressure. This program successfully raised community awareness and provided a strong foundation for the prevention and management of hypertension. Support from various sectors, including non-profit organizations and government agencies, is crucial for the program's sustainability. Keywords: hypertension; extension; community; monitoring; empowerment.
Peningkatan budaya literasi melalui pelatihan publikasi karya ilmiah bagi guru SMK Iskandar Thalib; Haryatie Haryatie; Nila Nirmalasari; Gusti Muhammad Perdana Putera; Iskandar Iskandar; Hapsari Lintang Sekartaji; Eko Suhartono
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.22829

Abstract

AbstrakLiterasi merupakan salah satu kemampuan yang wajib dimiliki oleh setiap guru. Salah satu jenis literasi dasar yang sangat penting yaitu menulis. Berbagai kegiatan menulis dapat dilakukan oleh seorang guru dan diantaranya yakni menulis artikel ilmiah. Hal ini mendorong diadakannya suatu program pengabdian masyarakat melalui kegiatan pelatihan publikasi ilmiah untuk guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Telkom, Banjarbaru. Kegiatan ini dilakukan dengan 3 tahap, antara lain persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap pelaksanaan dilakukan selama 2 hari, yang terdiri dari pemberian materi edukasi dihari pertama dan pelatihan dihari kedua. Setelah dilakukan pelaksanaan, maka dilakukan evaluasi pada tiap peserta melalui pengerjaan post test dan penilaian dalam melakukan submit jurnal. Berdasarkan hasil evaluasi dari 30 peserta guru didapatkan peningkatan pengetahuan guru tentang publikasi ilmiah dan terdapat beberapa guru yang melakukan submit artikel ke dalam jurnal setelah kegiatan ini. Sebagai kesimpulan bahwa telah dilakukan program pengabdian masyarakat melalui kegiatan pelatihan publikasi ilmiah untuk guru SMK Telkom Banjarbaru dengan hasil peningkatan pengetahuan guru tentang publikasi ilmiah yang terlihat dari peningkatan nilai rata-rata pretest dan posttest masing-masing 45 dan 89. Selain itu, setelah pelatihan terdapat beberapa guru yang melakukan submit artikel ilmiah ke dalam jurnal. Kegiatan ini diharapkan dapat diadakan secara berkala, sehingga terdapat peningkatan budaya literasi pada setiap guru.   Kata kunci: guru SMK; literasi; pelatihan; pengabdian; publikasi ilmiah. Abstract Literacy is one of the skills that every teacher must have. One type of basic literacy that is very important is writing. Various writing activities can be carried out by a teacher and among them is writing scientific articles. This encourages the holding of a community service program through scientific publication training activities for teachers of Telkom Vocational High School (SMK), Banjarbaru. This activity was carried out in 3 stages, including preparation, implementation, and evaluation. The implementation stage was carried out for 2 days, which consisted of providing educational material on the first day and training on the second day. After the implementation, an evaluation was carried out on each participant through post-testing and assessment in submitting journals. Based on the evaluation results, it was found that the knowledge of teachers about scientific publications increased and there were several teachers who submitted articles to journals after this activity. In conclusion, a community service program has been carried out through scientific publication training activities for teachers of SMK Telkom Banjarbaru with the results of increasing teacher knowledge about scientific publications and there are several teachers who submit scientific articles to journals. This activity is expected to be held regularly, so that there is an increase in the culture of literacy in each teacher.  Keywords: literacy; training; service; scientific publication

Page 8 of 14 | Total Record : 131